BAB V ANALISA PERANCANGAN
5.1 Analisa Kegiatan dan Program Ruang
5.1.1 Analisa Kegiatan
Pada Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar aktivitas kegiatan kegiatan yang di lakukan adalah Ibadah. Ibadah merupakan semua kegiatan dan aktivitas yang hanya untuk mengharapkan Ridho Nya Allah. Ibadah terdiri dari dua Hablumminallah dan Hablumminannas. Hablumminallah adalah bentuk Ibadah antara manusia dengan Allah. Sedangkan Hablumminannas adalah bentuk Ibadah antara manusia dengan manusia lainnya atau bersosialisasi dan bermuamalah dengan niat untuk mengharapkan Ridho Nya Allah.
Kegiatan dan aktivitas di dalam Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar antara lain :
1. Masjid
Masjid adalah tempat bersujudnya Makhluk kepada Allah pencipta alam semesta. Masjid memiliki peran dan berfungsi sebagai pusat ibadah serta pembinaan umat. Bangunan masjid ini di gunakan untuk melaksanakan ibadah selain itu dapat juga di gunakan sebagai tempat mengaji. Bangunan masjid ini terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya area shalat, serambi, ruang pengelola, gudang, tempat wudhu dan toilet.
- Ruang Shalat
Ruang shalat merupakan ruang persegi panjang yang arahnya berkiblat ke Makkah. Tempat sujud (Mihrab) berada di dekat ruang keluar, disamping mimbar
yang biasa digunakan untuk shalat jumat.Tempat shalat laki – laki dan wanita di pisah (Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 249).
Gambar 5.1. Standar Zonasi Masjid (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 249)
Gambar diatas menjelaskan standart ruang masjid, untuk mengetahui luasan dari masjid itu sendiri dapat di hitung dari banyaknya pengunjung yang melaksanakan ibadah dan jumlah perabotan yang di gunakan di dalam masjid tersebut. Perhitungan ini dapat di lakukan dengan menghitung berapa banyak jumlah orang yang melaksanakan ibadah dalam masjid yang di kalikan dengan standart dimensi per orang yaitu 0,85 m2.
- Serambi Masjid
Serambi masjid ini berada di samping sisi masjid. Ruangan serambi ini merupakan ruangan yang semi terbuka, serambi juga merupakan ruangan pembatas antara ruang dalam dan ruang luar masjid. Luasan besaran serambi masjid di ambil dari sepertiga luasan masjid.
- Toilet dan Tempat Wudhu
Toilet pada masjid menggunakan standart yang di tetapkan oleh SNI.
Berikut ini adalah beberapa standart yang di tetapkan untuk bangunan tempat ibadah (SNI 03-6481-2000) :
Pada masjid harus disediakan sekurang – kurangnya 1 kran wudhu untuk setiap 50 orang jamaah. Untuk lebih dari 500 orang jamaah, harus ditambahkan dengan sebuah kran untuk setiap kenaikan 200 orang.
Di tempat ibadah harus ada sekurang – kurangnya sebuah kloset dan sebuah bak cuci tangan.
Perlengkapan atau fasiitas tersebut di atas boleh berada pada bangunan yang berdekatan letaknya bila di bawah satu pengelolaan.
Fasilitas toilet untuk laki – laki dan perempuan harus terpisah, serta harus mudah di capai.
Dari standart tersebut, diperoleh jumlah toilet yang disediakan pada masjid, dan jumlah kran wudhu. Pengguna dipakai 1000 orang, maka disediakan masing – masing 3 toilet untuk laki – laki dan perempuan, dan 3 buah urinoir pada toilet laki – laki. Untuk banyaknya kran, dipakai sesuai standart di atas yaitu masing – masing 10 kran untuk laki – laki dan perempuan. Standart luasan toilet dapat dilihat seperti pada gambar berikut.
Gambar 5.2. Standart Dimensi Toilet (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 67)
Gambar di atas adalah gambar standart dari toilet. Ukuran minimal untuk toilet adalah 1,5 m x 0,85 m. Jarak antara urinoir minimal adalah 0,6 m. Lantai pada bagian dalam toilet ini di buat sedikit rendah supaya, air dari dalam toilet tidak keluar ruangan.
Kegiatan - Kegiatan di dalam Masjid : - Shalat
- Mengaji
- Mendengarkan ceramah Ustadz - Mengumandangkan Adzan - Berwudhu
- Menggunakan Toilet - Tabligh Akbar
2. Gedung Serba Guna
Gedung serba guna dalam Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar digunakan untuk kegiatan acara besar seperti :
- Acara Resepsi Pernikahan
- Acara Sunat Masal - Acara Perlombaan
- Acara Pertunjukan atau Pameran Seni - Acara Tabligh Akbar
- Acara Bekam
- Acara Pemberangkatan atau Penyambutan Jamaah Haji - Acara MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur„an)
- Menggunakan Toilet
3. Foodcourt
Tempat berbelanja adalah kompleks pertokoan yang dikunjungi untuk membeli atau melihat dan membandingkan barang-barang dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sosial masyarakat serta memberikan kenyamanan dan keamanan berbelanja bagi pengunjung.
Klasifikasi perbelanjaan dilihat dari jenis barang yang dijual:
Demand
Menjual kebutuhan sehari-hari yang juga merupakan kebutuhan pokok.
Semi Demand
Yaitu yang menjual barang-barang untuk kebutuhan tertentu dalam kehidupansehari-hari
Impuls
Menjual barang-barang mewah yang menggerakkan hati konsumen padawaktu tertentu untuk membelinya.
Drugery
Menjual barang-barang higienis seperti sabun dan parfum.
Sistem sirkulasi pada tempat perbelanjaan:
- Sistem banyak koridor.
Tempat berbelanja adalah fungsi pendukung dari Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar. Tempat belanja ini menyajikan barang – barang kebutuhan Islam, cinderamata, maupun makanan makanan khas.
Gambar 5.3.Dimensi luas minimarket (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 37)
Kegiatan - kegiatan yang di lakukan : - Berbelanja
- Makan dan Minum - Bermuamalah - Menggunakan Toilet
4. Kantor Pengelola
Ruang – ruang yang terdapat pada kantor ini seperti kantor pengelolaan pusat, ruang karyawan, gudang, kamar mandi, ruang terima tamu, dan kantor BAZIS. Lebih jelasnya untuk besaran ruang akan di jelaskan sebagai berikut.
- Kantor pusat pengelolaan.
Ruang pengelola ini digunakan untuk mengelola seluruh kegiatan yang ada dalam Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar. Besaran ruang pengelola ini dapat dilihat dari berapa banyak perabotan yang digunakan dan sirkulasi pengelola. Meja yang dibutuhkan dalam ruangan berjumlah 2 buah.
Standart yang dipakai adalah sebagai berikut :
Gambar 5.4.Standart untuk dimensi Ruang Pengelola (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 13)
- Ruang Karyawan
Ruang karyawan ini berfungsi untuk membantu mengelola Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar. Besaran luasan ruang karyawan ini dapat di hitung dari jumlah perabotan yang di pakai dan sirkulasi karyawan. Ruang karyawan ini terdapat 4 buah meja karyawan dan 2 buah rak untuk menyimpan data atau arsip. Perhitungan besaran dapat dilihat dengan menggunakan dimensi standart sebagai berikut :
Gambar 5.5. Standart untuk dimensi ruang karyawan (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 13)
Gambar diatas salah satu penataan meja di ruang karyawan. Menurut Ernst ruang kerja minimal 8 m2, ruang gerak masing – masing karyawan minimal 1,5 m2 atau lebar 1 m, untuk ruang udara adalah minimal 12 m3 untuk aktivitas yang dilakukan sambil duduk dan 15 m3 untuk aktivitas yang dilakukan dengan tidak duduk.
Kegiatan – kegiatan yang di lakukan di Kantor Pengelola : - Menerima Infaq, Zakat dan Sedekah
- Mengumpulkan Infaq, Zakat dan Sedekah
- Memberikan hasil Infaq, Zakat dan Sedekah kepada orang yang berhak menerimanya.
- Memberikan Informasi - Rapat pengurus
- Menggunakan Toilet
5. Kegiatan Servis
Pada ruang servis terdiri dari ruang loading dock, cctv, ruang PABX, ruang panel, ruang genset dan trafo, ruang pompa, ruang chiller, ruang sampah, gudang, ruang AHU, ruang ground water tank, gudang dan terdapat pos keamanan.
Kegiatan yang di lakukan mengontrol seluruh keamanan yang terdapat di Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar.
6. Ruang Terbuka
Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar memiliki ruang terbuka yang di gunakan untuk kegiatan dan aktivitas pengunjung atau masyarakat sekitar.
Fungsi ruang terbuka seperti Taman, Air mancur, Tempat bermain anak dan Lapangan Olahraga.
Kegiatan – kegiatan yang di lakukan di Ruang Terbuka : - Menikmati Air Mancur
- Duduk di Taman - Bermain
- Olahraga
- Berinteraksi atau Bersosialisasi
Parkir
Datang Ruang Terbuka Tempat
Tujuan
Datang Ruang
Tempat Tujuan
Pulang
Pada Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar ini, pengguna di bagi menjadi 4 kelompok yaitu:
1. Pengunjung
Yang termasuk dalam golongan pengunjung merupakan orang yang datang ke dalam lingkungan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar, melakukan suatu kegiatan tertentu yang telah difasilitasi di dalam maupun di luar bangunan, termasuk siswa, mahasiswa, wisatawan, serta masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas, baik itu bersifat edukasi maupun rekreatif. Untuk itu diperlukan suatu sistem sirkulasi bangunan yang selaras dan dapat mengorganisasikan ruang dengan baik sehingga menciptakan suasana yang nyaman bagi pengunjung.
a. Pengunjung yang datang dengan menggunakan Kendaraan
Diagram. 5.1 Kegiatan Sirkulasi Pengunjung Berkendaraan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
b. Pengunjung Pejalan Kaki
Diagram. 5.2 Kegiatan Sirkulasi Pengunjung Pejalan Kaki (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Pulang
2. Kegiatan Pengelolaan dan Karyawan
Merupakan pekerja yang bertanggung jawab untuk mengurus lingkup Pusat Kebuyaan Islam baik secara administratif maupun fisik bangunan.
Diagram. 5.3 Kegiatan Pengelolaan dan Karyawan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
3. Penyewa (Foodcourt dan Retail)
Pengelola bertanggung jawab atas usaha yang dijalankan serta disediakan,serta bertanggung jawab memberi kenyaman dan keamanan bagi penyewa.
Diagram. 5.4 Kegiatan penyewa (Cafe / Retail ) (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Parkir
Datang Cafe/ Retail
Pulang Istirahat dan Makan Melayani
pembeli
4. Kegiatan Servis
Merupakan pelaku servis yang bertanggung jawab untuk memantau kebersihan bangunan, selain kebersihan pelaku ini juga bertanggung jawab untuk melayani kebutuhan para pegawai selama bekerja.
Diagram. 5.5 Kegiatan Servis (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)