PUSAT IBADAH UMAT ISLAM KOTA PEMATANGSIANTAR
(ARSITEKTUR TROPIS)
SKRIPSI
Oleh:
NURFATIMA RAHMAD HARAHAP 130406047
DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2020
PUSAT IBADAH UMAT ISLAM KOTA PEMATANGSIANTAR
(ARSITEKTUR TROPIS)
SKRIPSI
Sebagai Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Arsitektur
Oleh:
NURFATIMA RAHMAD HARAHAP
130406047
DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2020
PUSAT IBADAH UMAT ISLAM KOTA PEMATANGSIANTAR
(ARSITEKTUR TROPIS)
SKRIPSI
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Dalam Departemen Arsitektur
Pada Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara
Oleh :
NURFATIMA RAHMAD HARAHAP 130406047
DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
2020
PERNYATAAN
PUSAT IBADAH UMAT ISLAM KOTA PEMATANGSIANTAR
SKRIPSI
Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Medan, 21 Juni 2020
Nurfatima Rahmad Harahap
Tanggal Lulus : 22 Juni 2020 Telah diuji pada
Tanggal : 22 Juni 2020
Panitia Penguji Skripsi
Ketua Komisi Penguji : Wahyuni Zahrah,ST.,MS
Anggota Komisi Penguji : 1. Hajar Suwantoro,ST., MT 2. Novi Rahmadhani,ST.,MT
ABSTRAK
Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar ini merupakan suatu fasilitas bangunan fisik yang mendukung semua kegiatan, kebutuhan, aktivitas umat islam, dan wadah bagi ibadah yang bersifat vertikal (Habluminallah) dan horizontal (Habluminannas). Fasilitas yang terdapat di Pusat Ibadah Umat Islam bukan masjid saja, tetapi juga ada fasilitas pendukung yang lain seperti Gedung Serba Guna, Food Court, Lapangan Olahraga, dan Taman Bermain Anak. Tujuan perencanaan Pusat Ibadah Umat Islam ini sebagai tempat beribadah yang nyaman bagi masyarakat umat Islam. Metode Pendekatan yang di gunakan dalam desain adalah Arsitektur Tropis dengan memperhatikan kebutuhan aktivitas dan perilaku masyarakat pengguna. Penerapannya terlihat dari adanya ventilasi udara di setiap atap bangunan, material dinding bangunan yang isolatif terhadap panas menggunakan dinding roster, semua selasar menggunakan kanopi dan di setiap bangunan terdapat banyak pohon. Hasil desain rancangan ini menjawab semua permasalahan dengan cara menerapkan unsur – unsur tema Arsitektur Tropis ke dalam bangunan.
Kata Kunci : Pusat Ibadah Umat Islam, Arsitektur Tropis, Pematangsiantar.
ABSTRACT
Pematangsiantar City Islamic Community Worship Center is a physical building facility that supports all activities, needs and activities of Muslims, and a place for worship that is vertical (Habluminallah) and horizontal (Habluminannas). The facilities at the Islamic Center are not only mosques, but also other supporting facilities such as a multipurpose building, a food court, a sports field, and a children‟s playground. The purpose of planning the Islamic Center is a comfortable place of worship for the Muslim community.The design method used is the approach method. The approach used in the design is Tropical Architecture by taking into account the needs of the activities and behavior of the user community. It‟s application can be seen from the air ventilation on each roof of the building, heat insulating building wall materials using rooster walls, all hallways using a canopy and in every building there are many trees. The design results of this design answer all problems by applying elements of the theme of Tropical Architecture into the building.
Keywords : Islamic Community Center, Tropical Architecture, Pematangsiantar.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Allah Yang Maha Esa atas berkat, rahmat dan karunia – Nya penulis dapat menyusun laporan Tugas Akhir ini, sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik dengan judul “Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar” dengan penerapan Tema Arsitektur Tropis.
Saya mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung, memberikan semangat dan selalu mendoakan saya dari awal perkuliahan sampai pengerjaan skripsi ini, saya menyadari tanpa bantuan, dukungan, bimbingan dan doa sangat lah sulit bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu saya mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ibu Wahyuni Zahrah, ST., MS sebagai Dosen Pembimbing saya yang selalu mendukung, memberikan semangat, memberikan motivasi, mengarahkan saya ke arah yang lebih baik lagi, yang selalu sabar ke semua anak didiknya, mendoakan saya, dan juga seperti orang tua saya sendiri yang pengertian dan perhatian ke saya, saya ucapkan Jazakillahu Khairan Ibu sayang, semoga Allah membalas semua kebaikan ibu selama ini dengan Surga – Nya Allah. Aamiin Allahumma Aamiin.
2. Bapak Hajar Suwantoro, ST.,MT dan Ibu Novi Rahmadhani, ST.,MT sebagai Dosen Penguji I dan II saya yang telah memberikan bimbingan, arahan, masukan – masukan dan saran untuk kesempurnaan skripsi saya.
3. Bapak Firman Edy, ST.,MT sebagai Koordinator Studio Tugas Akhir Semester B TA. 2019/2020
4. Ibu Dr. Ir. Dwira N. Aulia, M.Sc.,IPM sebagai Ketua Jurusan Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
5. Ibu Basaria Thalarosa, ST.,MT dan Bapak Dr. Ir. Dwi Lindarto H. MT yang mana pernah menjadi Dosen Pembimbing saya yang banyak mengajarkan saya ilmu dan pelajaran yang sangat berharga.
6. Seluruh Staf Pengajar dam Pegawai Tata Usaha di Lingkungan Fakultas Teknik Departemen Arsitektur USU.
7. Kepada Orang Tua saya tercinta Bapak Rahmatsyah (Rahimahullah) dan Ibu Kamini yang selalu mendoakan saya setiap saat, memberikan saya semangat, dukungan, arahan serta didikan nya selama ini sehingga saya bisa menyelesaikan tugas akhir. Perjuangan orang tua saya akan selalu saya ingat dan menjadi motivasi untuk diri saya, semoga kelak saya bisa menjadi orang tua seperti Ibu dan Ayah saya yang penuh dengan kelembutan dan kesabaran menghadapin tingkah anak – anak nya. Tanpa doa dan dukungan dari orang tua saya, saya tidak mungkin menjadi seperti ini. Jazakumullahu Khairan saya ucapkan untuk orang tua saya, semoga Allah membalas semua kebaikan Ibu dan Ayah saya selama ini dengan Surga yang paling tinggi dan semoga kita akan di persatukan kembali di Surga Allah. Aamiin Allahumma Aamiin.
8. Untuk Adik – adik saya tersayang, Neni Ashari teman bertengkar saya di rumah tapi jika jauh buat saya rindu dengan semua tingkahnya, saya ucapkan terimah kasih yang telah banyak mendukung saya dan sebagai teman curhat saya. Dan untuk adik kesayangan saya Nadia Pratiwi adik yang selalu manja dan gak terasa sudah jadi anak kuliahan, semoga cepat selesai kuliahnya, saya ucapkan terimahkasih untuk adik – adik saya sudah mendukung saya selama ini, saya sangat bersyukur memiliki adik – adik yang baik hati, teman bertengkar dan teman curhat, semoga Allah menjaga kalian dimana pun berada.
9. Untuk sahabat terbaik saya Siti Karimah Ajrina ST, Anggun Larasari ST, Affila Syahra, Fatma Sari Efani, Nadya Eka Pratiwi SE, dan Afriani Sarah SE, saya ucapkan Jazakunallahu Khairan semoga Allah membalas semua kebaikan kalian yang uda banyak membantu saya dalam pembuatan tugas akhir ini. Semoga persahabatan kita kekal sampai ke Surga. Aamiin
10. Teman – Teman angkatan saya 2013 dan Teman seperjuangan satu kelompok sidang saya Mita Marwinda Juraini dan Arvinta Pinem, saya ucapkan terimakasih sudah menjadi teman yang selalu mendukung dan saling menguatkan.
11. Abang – dan Kakak Arsitektur USU Stambuk 2007 terkhusus buat bang
Syahriza Syahrul ST yang mana banyak membantu saya untuk
menyelesaikan Tugas Akhir saya. Jazakallahu Khairan semoga Allah membalas semua kebaikan abang selama ini.
12. Abang dan Kakak Arsitektur USU Stambuk 2010, terkhusus untuk bang Abdul Joshua Oh Mandai ST, bang Candra Kirana Nadeak ST, bang Doni Tri H ST, bang Agung Prabudi ST, bang Mukri Fiansyah ST, bang Gema Arfantri Putra ST, bang Ferdiansyah ST., MT., yang mana sudah sangat banyak membantu saya dalam mengerjakan tugas – tugas kuliah saya dari awal kuliah sampai saya mengerjakan skripsi ini, saya ucapkan Jazakumullahu Khairan.
13. Adik – Adik Arsitektur USU 2016, terkhusus untuk adik – adik cunuk Sofia, Lutfi, Aisyah, Emha dan Luis yang mana selalu menghibur saya dengan tingkah mereka, saya ucapkan terimakasih sudah membantu saya dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
Akhir kata saya berharap kepada Allah untuk membalas kebaikan semua pihak yang telah membantu saya. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat, khususnya di Lingkungan Departemen Arsitektur USU.
Medan, 21 Juni 2020 Penulis,
Nurfatima Rahmad Harahap
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR GAMBAR ... xv
DAFTAR TABEL... xx
DAFTAR DIAGRAM ... xxi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah... 1
1.2 Permasalahan Perancangan ... 3
1.3 Tujuan Perancangan ... 3
1.4 Sistematika Pembahasan ... 3
1.5 Kerangka Berfikir ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6
2.1 Tinjauan Fungsi... 6
2.2 Tinjauan Tema ... 43
BAB III METODOLOGI ... 61
3.1 Metoda Pemilihan Lokasi ... 61
3.2 Metoda Pendekatan Penyelesaian Masalah Perancangan/Tahapan Perancagan ... 61
3.3 Analisa Data ... 62
BAB IV DESKRIPSI PROYEK ... 63
4.1 Lokasi Proyek ... 63
4.2 Judul Proyek ... 64
4.3 Luasan Site ... 65
4.4 Batas Kawasan ... 66
4.5 Fungsi Sekitar / Eksisting ... 67
BAB V ANALISA PERANCANGAN ... 68
5.1 Analisa Kegiatan dan Program Ruang ... 68
5.1.1 Analisa Kegiatan ... 68
5.1.2 Analisa Kebutuhan Ruang ... 79
5.1.3 Analisa Besaran Ruang ... 80
5.2 Analisa Perancangan Ruang Luar / Tapak ... 86
5.2.1 Analisa Lokasi (Posisi Site Terhadap Kawasan Lingkungan ... 86
5.3 Analisa View... 89
5.3.1 View Ke Dalam ... 90
5.3.2 View Ke Luar ... 91
5.4 Analisa Pencapaian Site ... 92
5.5 Analisa Matahari dan Angin ... 93
5.6 Analisa Sarana dan Prasarana ... 95
5.7 Analisa Massa dan Perwajahan ... 96
5.8 Analisa Sistem Struktur / Konstruksi ... 96
5.9 Analisa Sistem Utilitas ... 98
BAB VI KONSEP PERANCANGAN ... 103
6.1 Konsep Dasar ... 103
6.2 Konsep Sistem Kegiatan / Program Ruang ... 105
6.3 Konsep Perancangan Ruang Luar / Tapak ... 111
6.4 Konsep Massa dan Perwajahan ... 119
6.5 Konsep Sistem Struktur / Konstruksi ... 124
BAB VII KESIMPULAN ... 129
DAFTAR PUSTAKA ... 130
LAMPIRAN HASIL RANCANGAN ... 132
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Peta RTRW Kota Pematangsiantar ... 11
Gambar 2.2 Kawasan Alternatif 1 di Jl.Medan – Pematangsiantar ... 16
Gambar 2.3 Batasan – Batasan Site ... 18
Gambar 2.4 Kawasan Alternatif 2 di Jl.Handayani Pematangsiantar ... 19
Gambar 2.5 Batasan – Batasan Site ... 20
Gambar 2.6 Lokasi Terpilih di Jl. Medan – Pematangsiantar ... 22
Gambar 2.7 Konsep Master Plan JIC ... 27
Gambar 2.8 Interior Jakarta Islamic Centre ... 29
Gambar 2.9 Fasilitas Jakarta Islamic Centre ... 29
Gambar 2.10 Masjid Jakarta Islamic Centre ... 30
Gambar 2.11 Gedung Sosial Budaya ... 31
Gambar 2.12 Gedung Wisma ... 32
Gambar 2.13 Masjid Nasional Al – Akbar Surabaya ... 33
Gambar 2.14 Masjid Nasional Al – Akbar Surabaya ... 34
Gambar 2.15 Interior Masjid Nasional Al – Akbar Surabaya... 34
Gambar 2.16 Islamic Centre Samarinda ... 35
Gambar 2.17 Interior Islamic Centre Samarinda ... 37
Gambar 2.18 Masjid Al Markaz Al Islami Makassar... 38
Gambar 2.19 Interior Masjid Al Markaz Al Islami Makassar ... 40
Gambar 2.20 Karakter iklim tropis menurut Troppo Architect ... 46
Gambar 2.21 Ilustrasi Penerapan Prinsip Cooling Breezes ... 47
Gambar 2.22 Masjid As – Shiddiqqi ... 49
Gambar 2.23 Konsep Ide Desain Masjid As – Shiddiqqi ... 50
Gambar 2.24 Site Plan Masjid As – Shiddiqqi ... 50
Gambar 2.25 Ruang sirkulasi vertikal (kiri) dan ruang shalat utama (kanan) ... 52
Gambar 2.26 Ilustrasi Penerapan Prinsip Cooling Breezes ... 53
Gambar 2.27 Desain Pintu dan Jendela Utama Masjid ... 54
Gambar 2.28 Dinding Roster ... 54
Gambar 2.29 Desain Dinding Mihrab ... 55
Gambar 2.30 Masjid Al – Irsyad ... 56
Gambar 4.1 Peta Lokasi Site ... 64
Gambar 4.2 Lokasi Site Perancangan ... 65
Gambar 4.3 Luasan Site ... 66
Gambar 4.4 Batasan Kawasan... 67
Gambar 4.5 Fungsi Sekitar / Eksisting ... 68
Gambar 5.1 Standart Zonasi Masjid ... 70
Gambar 5.2 Standart Dimensi Toilet ... 72
Gambar 5.3 Dimensi Luas Minimarket ... 74
Gambar 5.4 Standart Dimensi Ruang Pengelola ... 75
Gambar 5.5 Standart Dimensi Ruang Karyawan ... 76
Gambar 5.6 Analisa Site ... 87
Gambar 5.7 Lokasi Site ... 88
Gambar 5.8 Batasan – Batasan Site... 89
Gambar 5.9 View ke dalam Tapak ... 91
Gambar 5.10 View ke luar Tapak ... 92
Gambar 5.11 Analisa Pencapaian Site ... 93
Gambar 5.12 Analisa Matahari dan Angin ... 94
Gambar 5.13 Analisa Sarana dan Prasarana ... 96
Gambar 6.1 Denah Masjid Lantai 1 ... 107
Gambar 6.2 Denah Masjid Lantai 2 ... 108
Gambar 6.3 Denah Gedung Serba Guna Lantai 1 ... 109
Gambar 6.4 Denah Gedung Serba Guna Lantai 2 ... 110
Gambar 6.5 Denah Food Court ... 111
Gambar 6.6 Zona Perancangan Pusat Ibadah Umat Islam ... 112
Gambar 6.7 Area Lapangan Olahraga ... 113
Gambar 6.8 Area Parkiran Roda 2 dan Roda 4 ... 114
Gambar 6.9 Taman Depan ... 115
Gambar 6.10 View dari atas Masjid Lantai 2 ... 116
Gambar 6.11 Area Taman Bermain Anak ... 116
Gambar 6.12 Salah Satu Fasilitas yang Terdapat di Taman Bermain Anak ... 117
Gambar 6.13 Kolam Air Mancur di Taman Bermain Anak ... 117
Gambar 6.14 Kanopi di Setiap Selasar ... 118
Gambar 6.15 Kanopi yang Terdapat di Area Taman Depan ... 118
Gambar 6.16 Pintu Gerbang Masuk dari parkiran ke Masjid ... 119
Gambar 6.17 Fasad Bangunan Masjid ... 120
Gambar 6.18 Fasad Bangunan Gedung Serba Guna ... 121
Gambar 6.19 Fasad Bangunan Food Court menghadap Taman Anak ... 121
Gambar 6.20 Fasad Bangunan Food Court menghadap Taman Depan ... 122
Gambar 6.21 Atap yang menggunakan Ventilasi Udara ... 122
Gambar 6.22 Kolam sebagai Pendingin Bangunan ... 123
Gambar 6.23 Site Plan ... 124
Gambar 6.24 Potongan Bangunan Utama ... 125
Gambar 6.25 Detai Pondasi... 126
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Rencana Hirarki dan fungsi pusat pelayanan di Kota Pematangsiantar ... 13
Tabel 2.2 Kriteria Pemilihan Lokasi ... 15
Tabel 2.3 Perbandingan Lokasi ... 21
Tabel 2.4 Deskripsi Kebutuhan Ruang ... 26
Tabel 2.5 Rangkuman Perbandingan Studi Banding ... 40
Tabel 5.1 Analisa Kebutuhan Ruang... 80
Tabel 5.2 Besaran Ruang Masjid ... 82
Tabel 5.3 Besaran Ruang Serba Guna ... 84
Tabel 5.4 Besaran Ruang Food Court ... 85
Tabel 5.5 Besaran Ruang Servis ... 86
Tabel 5.6 Besaran Keseluruhan Ruang ... 86
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 5.1 Kegiatan Sirkulasi Pengunjung Berkendaraan ... 78
Diagram 5.2 Kegiatan Sirkulasi Pengunjung Pejalan Kaki ... 78
Diagram 5.3 Kegiatan Pengelola dan Karyawan ... 79
Diagram 5.4 Kegiatan Penyewa ... 79
Diagram 5.5 Kegiatan Servis ... 80
Diagram 6.1 Konsep Dasar ... 104
Diagram 6.2 Bangunan Fisik yang bisa Menampung Kegiatan ... 104
Diagram 6.3 Skema Sistem Pengolahan Air Kotor ... 127
Diagram 6.4 Skema Sistem Pengolahan Air Bersih ... 128
Diagram 6.5 Skema Sistem Elektrikal ... 128
BAB 1
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Indonesia salah satu negara mayoritas umat muslim di dunia. Sejarah Islam mengatakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia dari Mekkah atau Madinah pada abad ke-7 Masehi, awal abad hijriah pada masa Khulafaur Rasyidin atau pada masa empat orang khalifah (pemimpin) pertama Agama Islam yang memerintah dan dipercaya oleh umat islam sebagai penerus kepemimpinan setelah Nabi Muhammad wafat.
Kota Pematangsiantar adalah salah satu kota yang terdapat di dalam Provinsi Sumatera Utara. Menurut data BPS Kota Pematangsiantar tahun 2017 jumlah penduduk Kota Pematangsiantar mencapai 250.997 jiwa, sedangkan jumlah penduduk umat Islam mencapai 117.869 jiwa. Berdasarkan data di atas penduduk umat Islam lebih banyak di Kota Pematangsiantar dibandingkan penduduk umat lain.
Menurut Kementrian Agama Kota Pematangsiantar tahun 2017 kegiatan – kegiatan Islam rutin dilakukan di Kota Pematangsiantar seperti pelaksanaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur„an), PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), LASQI (Lembaga Seni Qasidah Islam), yang dilakukan sekali dalam satu tahun.
Sedangkan kegiatan – kegiatan rutin yang dilakukan dalam setiap pekan seperti kajian Islam ilmiyah di masjid – masjid , belajar bahasa Arab dan belajar tahsin di rumah Tahfidz.
Berdasarkan Kementrian Agama Kota Pematangsiantar tahun 2017 Kota Pematangsiantar yang berpenduduk mayoritas beragama Islam akan tetapi belum memiliki sebuah sarana kegiatan Islam dengan fasilitas yang mendukung.
Sedangkan fasilitas yang sudah ada hanya fasilitas ibadah yaitu Masjid – Masjid kecil yang tersebar di Kota Pematangsiantar sebanyak 129 masjid sedangkan untuk fasilitas mendukung kegiatan – kegiatan islam belum ada.
Untuk menunjang semua kebutuhan kegiatan tersebut, harus ada bangunan fisik yang bisa menampung semua kebutuhan aktivitas umat Islam yaitu Pusat Ibadah Umat Islam, manfaat dari Pusat Ibadah Umat Islam adalah sebagai wadah tempat dalam melakukan ibadah dalam kerangka hubungan antara manusia dengan Allah (Habluminallah) dalam beribadah dan hubungan antara manusia ke manusia dalam hal bermuamalah (Habluminannas). Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar bukan hanya masjid saja, tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung lain seperti, Tempat Perbelanjaan, Gedung Serba guna, kantor pengelola dan kantor servis, Taman bermain anak, Ruang Terbuka yang akan di gunakan sebagai sarana Olahraga.
Tema yang digunakan dalam merancang Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar ini menggunakan pendekatan Arsitektur Tropis yang dapat mengatasi masalah dan memanfaatkan potensi Iklim Tropis untuk kenyamanan bangunan.
1.2 Permasalahan Perancangan Permasalahan yang muncul adalah
1. Bagaimana merancang bangunan Pusat Ibadah Umat Islam sebagai tempat beribadah yang nyaman bagi masyarakat umat Islam dengan menerapkan tema Arsitektur Tropis.
1.3 Tujuan Perancangan
Adapun tujuan dari perancangan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar adalah :
1. Mendesain Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar sebagai tempat beribadah yang nyaman dengan menerapkan tema Arsitektur Tropis.
1.4 Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan dikelompokkan dalam enam bab, yaitu:
BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini berisikan mengenai latar belakang ,maksud dan tujuan, perumusan masalah, pendekatan, lingkup dan batasan, kerangka berfikir, serta sistematika pembahasan.
BAB II: TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan tentang teori teori yang mendukung dalam perancangan, terminologi judul lokasi perancangan,tinjauan fungsi,elaborasi tema,serta studi banding proyek.
BAB III: METODOLOGI
Bab ini merupakan uraian langkah – langkah kegiatan yang akan ditempuh berisikan mengenai penjelasan kerangka pendekatan, metode, dan teknik diagnosis/analisis yang akan digunakan untuk menghasilkan desain /perancangan arsitektur.
BAB IV: ANALISA PERANCANGAN
Bab ini berisikan tentang analisa tapak dan lingkungan, fungsional, teknologi, penerapan tema, ruang dalam, ruang luar dan kesimpulan.
BAB V: KONSEP PERANCANGAN
Bab ini berisikan tentang penerapan hasil analisis komprehensif yang digunakan sebagai alternatif pemecahan masalah perancangan.
BAB VI: PERANCANGAN ARSITEKTUR
Bab ini berisikan hasil rancangan yang berupa gambar rancangan arsitektur dan maket.
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
Tujuan Perancangan
1. Mendesain Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar sebagai tempat beribadah yang nyaman dengan menerapkan tema Arsitektur Tropis.
Permasalahan Rancangan
1. Bagaimana merancang bangunan Pusat Ibadah Umat Islam sebagai tempat beribadah yang nyaman bagi masyarakat umat Islam dengan menerapkan tema Arsitektur Tropis 1.5 Kerangka Berfikir
Pengumpulan Data 1. Survey Lapangan 2. Studi Literatur 3. Studi Banding
Analisa
1. Analisa Kondisi Tapak 2. Analisa Fungsional Bangunan 3. Analisa Struktur
4. Analisa Utilitas
Konsep Perancangan 1. Konsep Dasar
2. Konsep Perancangan Tapak 3. Konsep Perancangan Bangunan 4. Konsep Struktur Bangunan 5. Konsep Utilitas Bangunan
Desain Perancangan Latar Belakang
1. Akan adanya rencana Pemerintah terhadap pembangunan wadah atau tempat umat islam beribadah dan bersosial.
2. Belum memiliki sebuah sarana kegiatan Islam dengan fasilitas yang mendukung.
3. Semangkin meningkatnya jumlah Umat Islam di Kota Pematangsiantar
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Fungsi
a. Terminologi Judul
Judul dari perancangan ini adalah Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar. Berikut ini adalah penjelasan terhadap judul kasus proyek tersebut :
Pusat :
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat dapat di artikan sebagai inti, ruang utama, pokok, pangkal, atau yang menjadi tumpuan dan bersifat mengumpulkan. Tempat koordinasi kegiatan – kegiatan aktivitas yang saling berhubungan. (kbbi.web.id/pusat)
Ibadah :
Secara bahasa, Ibadah berasal dari kata Abada-ya„budu ibadatan yang berarti beribadah/menyembah, patuh dan tunduk. Sedangkan menurut terminologis adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang hanya mengharapkan Ridho Nya Allah, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zahir maupun yang batin. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku (QS. Ad-Dzariyat :56) (Al – Quran Cordoba, 2013).
Umat :
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Umat artinya para penganut atau pemeluk, pengikut suatu Agama. (kbbi.web.id/umat)
Ummah (bahasa Arab: ةمأ, bahasa Indonesia: umat) adalah sebuah kata
dan frasa dari bahasa Arab yang berarti: "Masyarakat" atau "Bangsa". Kata tersebut berasal dari kata Amma-Yaummu, yang dapat berarti: "Menuju",
"Menumpu", atau "Meneladani". Dalam Al-Quran Allah menjelaskan di Surah Al – Anbiya ayat 92 yang artinya berbunyi : Sesungguhnya umatmu ini (Agama tauhid) adalah umat (Agama) yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku (Al – Quran Cordoba, 2013).
Islam:
Islam memiliki arti yaitu berserah diri kepada Allah dengan tauhid, tunduk,
patuh,dan berlepas diri dari kesyirikan. Islam termasuk agama samawi atau agama yang di percayai oleh para pengikutnya di turunkan dari langit, dan juga termasuk dalam golongan agama Ibrahim. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Allah berfirman : Hari ini aku sempurnakan agamamu dan aku akan lengkapkan nikmatKu padamu dan rela Islam itu sebagai agamamu (Al – maidah : 3), (Al – Quran Cordoba, 2013).
Kota :
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Kota adalah Daerah permukiman yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat.(kbbi.web.id/kota)
Pematangsiantar :
Pematangsiantar adalah Kota yang terletak di Sumatera Utara, pada garis 20 53„ 20„„– 3001„00„„ Lintang Utara dan 990 1„ 00„„ – 990 6„ 35„„ Bujur Timur, berada di tengah – tengah wilayah Kabupaten Simalungan. Luas daratan Kota Pematangsiantar adalah 79,971 Km2 terletak 400 – 500 meter di atas permukaan laut. (id.wikipedia.org/wiki/kota_pematangsiantar)
Berdasarkan dari pengertian setiap kata pada judul tugas akhir ini, maka Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar adalah Sebuah tempat pusat kegiatan Islam yang akan memfasilitasi umat Islam dalam melakukan kegiatan ibadah, muamalah dan dakwah yang menciptakan suatu sarana pendidikan dan pengkajian yang berorientasi pada islam.
b. Kriteria Pemilihan Lokasi di Pematangsiantar
Pemilihan lokasi di Kota Pematangsiantar, berdasarkan pertimbangan berikut : 1) Belum adanya suatu fasilitas yang menampung aktivitas umat, seperti
pembangunan fasilitas pengembangan Islam yang dikenal dengan Pusat Ibadah Umat Islam, dengan fungsi ibadah, muamalah, dan dakwah di kota Pematangsiantar baik dengan status negeri (milik pemerintah) maupun swasta.
Sebagai sebuah bangunan publik – edukatif yang lebih mengutamakan sistem edukasi yang baik, berkualitas, lengkap dan ekonomis hal yang harus
diperhatikan adalah pemilihan lokasi yang mendukung keberadaan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar.
Kriteria pemiihan lokasi meliputi factor – factor sebagai berikut :
Lokasi harus strategis
Strategis di sini bukan harus berada di pusat kota atau daerah kota yang ramai, melainkan lokasi yang mudah dijangkau oleh umum dengan transportasi apapun dan pejalan kaki, serta daerah berpenduduk mayoritas muslim.
Lokasi harus sehat yang berarti :
1. Lokasi tidak terletak pada daerah perindustrian yang banyak menimbulkan polusi udara.
2. Lokasi tidak berada daerah yang bertanah rawa atau berlumpur atau tanah yang berpasir, dan elemen-elemen iklim yang berpengaruh pada lokasi yaitu terkait kelembaban udara.
Kriteria lokasi berdasarkan persyaratan lokasi dapat dijadikan sebagai tolak ukur standar yang dapat menjadi pertimbangan untuk pemilihan lokasi, yaitu
Peruntukan lahan untuk fungsi Pusat Ibadah Umat Islam harus sesuai dengan Master Plan RUTRK Kota Pematangsiantar.
Kemudahan pencapaian/aksesbilitas oleh pengunjung, pengelola, maupun kendaraan servis tidak sering terjadi kemacetan.
Dekat dengan jalan utama/dari pemukiman.
Berdekatan dengan ruang terbuka umum, untuk kejelasan orientasi, sequence, kemungkinan untuk pengembangan kegiatan yang berhubungan (related use)
Tersedianya jaringan utilitas, seperti jaringan PLN, PDAM, Telkom, Riol Kota, dan lain-lain.
Tinjauan Terhadap Struktur Kota Pematangsiantar
Pematangsiantar adalah Kota yang terletak di Sumatera Utara, pada garis 20 53„ 20„„– 3001„00„„ Lintang Utara dan 990 1„ 00„„ – 990 6„ 35„„ Bujur Timur, berada di tengah – tengah wilayah Kabupaten Simalungan. Luas daratan Kota Pematangsiantar adalah 79,971 Km2 terletak 400 – 500 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan luas wilayah menurut kecamatan,kecamatan yang terluas adalah kecamatan Siantar Sitalasari dengan luas wilayah 22,723 Km2 atau sama dengan 28,41 persen dari total luas wilayah Kota Pematangsiantar. Suhu iklim minimal rata – rata mencapai 21°C, dan maksimal rata – rata 30°C, dengan kelembapan 85
% dan curah hujan mencapai 200 mm (BPS Kota Pematangsiantar, 2017).
Pendidikan Sekolah Islam di Siantar dari RA (TK) ada sebanyak 26,MI (SD) ada sebanyak 12, MTS (SMP) ada sebanyak 9 dan MA (SMA) ada sebanyak 6. Dan setiap MI, MTS dan MA masing – masing 1 yang status kepemilikannya Negeri. Sedangkan RA status kepemilikannya Swasta semua. Siantar juga memiliki 1 Pesantren yang bernama Pesantren Darussalam.
Fasilitas – fasilitas ibadah umat islam yang terdapat di Kota Pematangsiantar, seperti Masjid dan Mushollah ada sebanyak 129 masjid dan 30 Mushollah.
Dalam pemilihan lokasi untuk Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar ada beberapa hal yang di perhatikan dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota Pematangsiantar (RUTRK).
Gambar 2.1 Peta RTRW Kota Pematangsiantar (Sumber : RUTRK Pematangsiantar, 2020)
Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (gambar 2.1) bagian kesatu Rencana Struktur Tata Ruang Wilayah pasal 10 dan pasal 11, berlandaskan kebajikan pengembangan Tata Ruang maka RTRW Kota Pematangsiantar mempunyai struktur tata ruang sebagi berikut:
a. Pusat Kota (Pusat Pelayanan Utama) yang berfungsi dan berperan dalam melayani kebutuhan seluruh kota dan daerah sekitar kota.
b. Pusat Bagian Kota (Subpusat Pelayanan) yaitu pusat pelayanan yang berfungsi dan berperan melayani kebutuhan penduduk Bagian Wilayah Kota (BWK).
c. Pusat Lingkungan, yaitu pusat pelayanan lingkungan kecil yang berfungsi melayani kebutuhan masyarakat dalam lingkungan sendiri untuk kebutuhan sehari-hari.
BWK sebagaimana dimaksud pada pasal 10 butir b Peraturan Daerah ini, terdiri atas 5 bagian yaitu :
a. BWK A adalah seluruh pusat kota yang meliputi sebagian Kecamatan Siantar Barat, Kecamatan Siantar Utara, Kecamatan Siantar Selatan dan Kecamatan Siantar Timur.
b. BWK B meliputi sebagian Kecamatan Siantar Martoba, yaitu Kelurahan Sumber Jaya, Kelurahan Tambun Nabolon, Kelurahan Naga Pita, dan Kelurahan Pondok Sayur.
c. BWK C meliputi sebagian Kecamatan Siantar Martoba, yaitu Kelurahan Gurilla dan Kelurahan Bah Kapul.
d. BWK D meliputi sebagian Kecamatan Siantar Marihat yaitu Kelurahan Pematang Marihat, Kelurahan Suka Maju, Kelurahan Siantar Pardamean, Kelurahan Suka Raja, dan Kelurahan Balai Pansur Nauli.
e. BWK E meliputi sebagian Kecamatan Siantar Martoba, yaitu Kelurahan Setia Negara dan Kelurahan Bukit Sofa, sebagian Kecamatan Siantar Marihat, yaitu Kelurahan Naga Huta dan Kelurahan Simarimbun.
Masing – masing BWK sebagaimana dimaksud pada pasal 11 peraturan daerah ini mempunyai fungsi sebagai berikut :
a. BWK A berfungsi sebagai pusat pemerintah, perkantoran, taman hiburan dan olahraga, permukiman, pendidikan, kesehatan, perdagangan, dan jasa.
b. BWK B berfungsi sebagai pusat industri, perdagangan, ibadah, terminal terpadu, pendidikan, rekreasi, permukiman, dan pertanian.
c. BWK C berfungsi sebagai permukiman, subpusat kota, industri, dan pertanian.
d. BWK D berfungsi sebagai subpusat kota, permukiman, dan pertanian.
e. BWK E berfungsi sebagai subpusat kota, hutan kota, permukiman, dan pertanian.
Berdasarkan RTRW diatas, maka Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar akan di rencanakan di BWK B dengan fungsi untuk ibadah, pendidikan dan rekreasi dengan mempertimbangkan beberapa alternatif lokasi.
Tabel 2.1. Rencana hirarki dan fungsi pusat – pusat pelayanan di Kota Pematangsiantar
No Hirarki pusat
kegiatan Lokasi Fungsi Arahan Kegiatan
1.
Pusat Pelayanan Kota (PPK)
Kel. Melayu, Kel. Dwikora, Kel. Proklamasi, Kel.Simalungun, Kel. Baru, Kel. Sukadame
1. Perdagangan dan jasa skala regional
2. Pelayanan kesehatan skala regional
3. Simpul transportasi regional
4. Perkantoran
5. Perumahan kepadatan tinggi
1. Pusat perbelanjaan (pasar dan pertokoan) 2. Pasar regional
Agro
3. Jasa hotel dan wisata
4. Bank, asuransi 5. Rumah sakit 6. Kantor
pemerintahan kota dan swasta 7. Lapangan
olahraga
2.
Sub Pusat Pelayanan Kota (SPPK) Tanjung Pinggir
Sebagian Kelurahan Tanjung Pinggir dan sebagian Kelurahan Tambun Tonga
1. Pusat perdagangan skala kota
2. Simpul transportasi regional
3. Pendidikan menengah 4. Pelayanan kesehatan 5. Perumahan kepadatan
rendah-sedang
1. Pasar 2. Rumah sakit 3. Terminal
Angkutan
4. Penumpang Tipe C 5. Perdagangan retail
SLTA / SMK
3.
Sub Pusat Pelayanan Kota (SPPK) Gurila
Sebagian Kelurahan Gurila, Kecamatan Siantar Sitalasari dan sebagian Kelurahan Tanjung Pinggir
1. Perdagangan dan jasa 2. Pendidikan menengah
dan tinggi
3. Pelayanan kesehatan 4. Perumahan kepadatan
rendah-sedang 5. Perkantoran
1. Kantor pemerintahan 2. Gedung serba
guna
3. Stadion olahraga 4. SLTA / SMA 5. Perguruan tinggi 6. Puskesmas
4.
Sub Pusat Pelayanan Kota (SPPK) Perumahan Tojay
Sebagian Kelurahan Gurila, sebagian Kelurahan Bah Sorma dan sebagian Kelurahan Bah Kapul
1. Perumahan kepadatan rendah-sedang
2. Pendidikan menengah dan tinggi
3. Perdagangan 4. Pelayanankesehatan
skala kota
1. Perguruan tinggi 2. SLTA / SMK 3. Rumah Sakit 4. Perumahan
5.
Sub Pusat Pelayanan Kota (SPPK) Simpang Dua
Sebagian Kelurahan Nagahuta, sebagian Nagahuta Timur, sebagian Tong Marimbun dan Samarimbun
1. Perdagangan skala kota 2. Perkantoran
3. Pendidikan menengah dan tinggi
4. Pelayanan kesehatan 5. Perumahan kepadatan
rendah-sedang
1. Perdagangan dan jasa
2. Pendidikan menengah dan tinggi
3. Pelayanan kesehatan 4. kepadatan
rendah-sedang
6.
Sub Pusat Pelayanan Kota (SPPK) Megaland
Kelurahan Siopatsuhu
1. Perdagangan dan jasa 2. Perkantoran
3. Pendidikan menengah dan tinggi
4. Pelayanan kesehatan 5. Perumahan kepadatan
sedang-tinggi
1. Perdagangan grosir
2. Perguruan Tinggi 3. SLTA / SMK 4. Puskesmas
7.
Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) 1
Kelurahan Tambun Nabolon
1. Pendidikan dasar 2. Perdagangan skala
kelurahan
3. Pelayanan kesehatan
1. SD 2. Puskesmas
(Sumber : RUTRK Pematangsiantar)
Pencapaian
Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan antara lain :
a. Mudah diakses dari tempat – tempat penting di luar site.
b. Tidak di kawasan macet
c. Transportasi menuju dan keluar site mudah di dapat
Area Pelayanan
Berdasarkan RTRW Kota Pematangsiantar, Perancangan ini berada di kawasan Pendidikan, Industri, Ibadah, Terminal Terpadu, Rekreasi, Permukiman dan Pertanian.
Peraturan atau Persyaratan
a. Tanah milik Pemerintah atau pribadi
b. Lahan untuk pengembangan kawasan Industri, Ibadah, Pendidikan, Rekreasi, Terminal Terpadu, Permukiman dan Pertanian.
c. KDB bangunan fungsi Pusat Ibadah Umat Islam 60 %
d. Luas lahan 1 – 3 ha dengan luas total bangunan 15.000 m2 (berdasarkan ketentuan TOR PA 6 bangunan multi massa).
Tabel 2.2. Kriteria Pemilihan Lokasi No KRITERIA LOKASI
1. Tinjauan terhadap stuktur kota
Berada di Kecamatan Siantar Martoba, tepatnya di jalan Letda Usmansyah Saragih, Pematangsiantar, Sumatera Utara
Berdasarkan peraturan RTRW Kota Pematangsiantar lokasi berada di BWK (Badan Wilayah Kota) B dengan fungsi untuk ibadah, pendidikan dan rekreasi.
2. Pencapaian Mudah di akses dari kota, baik angkutan umum maupun pribadi
Tidak di kawasan macet 3. Area
Pelayanan
Berdasarkan RTRW Kota Pematangsiantar, Perancangan ini berada di kawasan Pendidikan, Industri, Ibadah, terminal terpadu, rekreasi, permukiman dan pertanian
4. Peraturan dan persyaratan
Tanah milik Pemerintah atau pribadi Lahan untuk pengembangan kawasan Industri, Ibadah, Pendidikan, Rekreasi, terminal terpadu, permukiman dan pertanian.
KDB bangunan 60 %
Luas lahan 1 – 3 ha dengan luas total bangunan 15.000 m2 (berdasarkan ketentuan TOR PA 6 bangunan multi massa).
(Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)
Tinjauan Kawasan a. Alternatif Lokasi 1
Lokasi berada pada Kecamatan Martoba di Jl. Medan, Pematangsiantar.
Berdasarkan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Pematangsiantar lokasi ini berada di daerah kawasan pengembangan dengan fungsi kawasan ibadah, pendidikan dan rekreasi. Lokasi site ini cocok untuk di jadikan Pusat Ibadah Umat Islam di karenakan aksebilitas baik.
Gambar 2.2. Kawasan Alternatif 1 di Jl. Medan, Pematangsiantar (Sumber : Google Maps, 2020)
Lokasi : Jl.Medan, Pematangsiantar
Batas Utara : lahan kosong
Batas Timur : lahan kosong
Batas Selatan : rumah penduduk
Batas Barat : rumah penduduk
Luas Lahan : 3 Ha (30.000 m2)
Kontur : Datar
KDB : 60 %
GSB : 7 Meter
Potensi lokasi : 1. Lokasi site mudah di jangkau
2. Memiliki jalan Arteri yang sesuai peraturan
3. Memiliki jalan di samping site yang dapat digunakan sebagai jalan masuk 4. Adanya parit untuk drainase
5. Tersedianya fasilitas utilitas seperti listrik, air, dan telpon
6. Berada dalam pengembangan kawasan pengembangan dengan fungsi kawasan ibadah, pendidikan dan rekreasi.
Lahan di sebelah utara site merupakan SMA Negeri 5
Lahan di sebelah Timur Site merupakan rumah warga Batasan – Batasan Site
Batasan – batasan site adalah sebagai berikut :
Lahan di sebelah selatan merupakan Lahan di sebelah Barat merupakan
Lahan kosong SPBE Putra Migas Indonesia.
Gambar 2.3 : Batasan – Batasan Site (Sumber : Survey langsung ke Lokasi, 2020)
SITE
b. Alternatif Lokasi 2
Lokasi berada pada Kecamatan Martoba di Jl. Handayani Pematangsiantar.
Gambar 2.4. Kawasan Alternatif 2 di Jl. Handayani Pematangsiantar (Sumber : Google Maps, 2020)
Lokasi Proyek : Jl.Handayani, Pematangsiantar
Batas Utara : lahan kosong
Batas Timur : lahan kosong
Batas Selatan : rumah penduduk
Batas Barat : lahan kosong
Luas Lahan : 2 Ha (20.000 m2)
Kontur : Datar
KDB : 60 %
GSB : 4 Meter
Potensi lokasi : 1. Lokasi site mudah di jangkau
Lahan Kosong
Lahan Kosong Lahan Kosong
SITE
2. Dekat dengan rumah penduduk Muslim.
Batasan – Batasan Site
Batasan – batasan site adalah sebagai berikut :
Permukiman Warga
Gambar 2.5. Batasan Site
(Sumber : Survey Langsung ke Lokasi, 2020)
Pemilihan Lokasi :
Kriteria – kriteria yang menjadi dasar pemilihan lokasi adalah sebagai berikut : Tabel 2.3. Perbandingan Lokasi
No Kriteria
Lokasi
Alternatif A Alternatif B 1. Tata Guna Lahan
Permukiman Peribadatan (5)
Permukiman, Peribadatan (5)
2. Luas Lahan 3 Ha
(5)
2 Ha (3)
3. Aksebilitas
Kendaraan Pribadi Kendaraan Umum Pejalan kaki (5)
Kendaraan Pribadi Kendaraan Umum Pejalan kaki (5)
4. Pencapaian
Melalui jalur : Jl.Medan
Jl.Letda Usmansyah (5)
Melalui jalur : Jl. Handayani Jl. Sitalasari (5)
5. Tingkat Kemacetan Kecil (5)
Kecil (5)
6. Kontur Datar
(5)
Datar (5)
7. Fasilitas Pelayanan
Permukiman, Penduduk, Pendidikan, Perkantoran, Tempat ibadah, Sekolah, Retail ruko (5)
Permukiman, Penduduk, Tempat ibadah, Sekolah.
(2)
Total Nilai 35 30
(Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)
Keterangan : 5 : Baik Sekali 4 : Baik 3 : Cukup 2 : Kurang 1 : Kurang Sekali
Dari kedua alternatif di atas terpilih site pada alternatif yang pertama di Jalan Medan, Pematangsiantar.
Gambar 2.6. Lokasi terpilih di Jalan Medan, Pematangsiantar (Sumber : Google Maps, 2020)
Lokasi : Jl.Medan, Pematangsiantar
Batas Utara : lahan kosong
Batas Timur : lahan kosong
Batas Selatan : rumah penduduk
Batas Barat : rumah penduduk
Luas Lahan : 3 Ha (30.000 m2)
Kontur : Datar
KDB : 60 %
GSB : 7 Meter
c. Deskripsi pengguna dan kegiatan
Pengguna (User) Bangunan
Pengguna bangunan dapat dikelompokkan berdasarkan kegiata kegiatan yang ada pada bangunan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar.
Kegiatan kegiatan tersebut akan di uraikan, antara lain : 1. Pengunjung
- Wisatawan
- Institusi pendidikan (Sekolah/ Perguruan Tinggi) - Peneliti / pengagum budaya islam
2. Pengelola
- Ustadz / ustadzah - Karyawan
- Guru agama
Ditinjau dari segi kuantitas pengunjung yang datang, pelaku kegiatan terdiri dari:
1. Pengunjung yang datang secara individu (dengan menggunakan kendaraan umum atau pribadi).
2. Pengunjung yang datang dengan kapasitas sedang, berkisar antara 2-50 orang (dengan menggunakan bus wisata, kendaraan umum, atau kendaraan pribadi)
3. Pengunjung yang datang dengan kapasitas besar antara 50-300 orang (dengan menggunakan bus wisata).
Program Kegiatan
Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar menampung berbagai macam kegiatan, secara garis besar, dibawah ini akan dijelaskan kegiatan – kegiatan tersebut berdasarkan jenisnya :
- Tempat untuk beribadah
- Sebagai tempat acara besar seperti resepsi pernikahan, lomba, acara sunat massal dan acara yang lain.
- Transaksi jual beli/ Muamalah
- Tempat pengumpulan zakat dan infaq
d. Deskripsi kebutuhan ruang dan besaran ruang
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tinjauan kebutuhan ruang dalam dan kebutuhan ruang luar. Program ruang antara lain :
1. Masjid, tempat melakukan ibadah shalat, ngaji, mendengarkan ceramah ustadz
2. Mini market atau Foodcourt, tempat perbelanjaan barang – barang kebutuhan Islam, cendera mata, maupun makanan yang berciri Islami.
3. Gedung Serba Guna, tempat kegiatan, pertemuan, acara nikahan, sunnat massal dan acara – acara yang lain.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tinjauan ruang luar seperti gudang, parkir, pos keamanan, menara, lapangan terbuka, taman.
1. Gudang
- Gudang digunakan untuk menyimpan perlengkapan dan peralatan masjid, seperti karpet, barang barang inventaris masjid, alat kebersihan, dan lain lain.
2. Parkir
- Fasilitas parkir harus di rencanakan sesuai daya tampung jamaah dalam masjid tersebut. Perhitungan daya tampung parkir ini juga harus memperhitungkan jumlah jamaah shalat jumat, shalat hari raya islam dan shalat taraweh.
3. Pos keamanan
- Pos keamanan merupakan bagian dari pelayanan kepada jamaah 4. Menara
- Menara di gunakan oleh muadzin untuk mengumandangkan adzan, karena itulah menara dibuat lebih tinggi dari atap masjid, agar suaranya dapat menjangkau area yang lebih luas.
5. Taman, Salah satu pendukung lanskap sebuah Pusat Ibadah Umat Islam adalah kebaradaan taman
6. Ruang Terbuka, adanya fasilitas ruang terbuka seperti tempat bermain anak dan fasilitas untuk olahraga.
Tabel 2.4. Deskripsi Kebutuhan Ruang
No Pengguna Ruang /
Area Perilaku Kegiatan Kebutuhan
Ruang
1.
a. Pengunjung Ibadah b. Pengelola
karyawan
Masjid a. Duduk b. Berdiri
a. Shalat b. Mengaji c. Mendengarkan
ceramah ustadz d. Mengumandangkan
adzan e. Berwudhu f. Menggunakan
toilet
a. Ruang shalat b. Ruang wudhu c. Mighrab d. Mimbar e. KM / WC f. Ruang Muadzin
2. Pengunjung Mini Market
a. Duduk b. Berdiri c. Membay
ar d. Membeli e. Berjualan f. Makan g. Istirahat h. Minum
a. Berbelanja b. Makan c. Minum d. Menggunakan
Toilet
a. Retail
b. Ruang Kontrol c. Ruang AHU d. Toilet
3. Pengunjung Gedung Serba Guna
a. Duduk b. Berdiri c. Menikma
ti acara d. Makan e. Minum
a. Melihat Pertunjukan b. Melihat Pameran c. Melakukan
pertunjukan seni d. Menggunakan
toilet
a. Panggung pertunjukan b. Ruang kontrol c. Ruang
Instrumen d. Gudang e. Toilet f. Ruang ganti g. Podium
4. Pengunjung Pengelola
Food Court
Makan Minum Berjualan
Makan Minum
Menggunakan toilet
Ruang masak Kasir Toilet (Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)
Studi banding Arsitektur yang mempunyai fungsi sejenis
Dalam merancang sebuah Pusat Ibadah Umat Islam sangat membutuhkan referensi studi banding dari beberapa bangunan yang sudah di bangun untuk mendapatkan kebutuhan ruang dan tipologi bangunan setiap bangunan yang ada untuk dibandingkan dan dipelajari.
1. Masjid Islamic Centre Jakarta, Jakarta Utara
Gambar 2.7. Konsep Master Plan JIC
(Sumber : https://islamic-center.or.id/sejarah-berdirinya-jakarta-islamic-centre)
The Blue Mosque, sebutan untuk masjid ini yang berdiri di lahan bekas lokalisasi WTS terbesar di Asia Tenggara yaitu Kramat Tunggak, Tanjung Priuk,Jakarta Utara. Sejarah panjang tempat prostitusi terbesar di ibu kota Jakarta itu kini telah terkubur dan tinggal sebuah kisah-kisah masa lalu yang kelam.
Potret hitam Kramat Tunggak sudah empat tahun terakhir ini berubah.
Masjid ini dibangun 3 lantai,lantai pertama digunakan sebagai hall, lantai kedua digunakan sebagai masjid dengan tingkat ketiga untuk jemaah wanita. Pada bagian luar dibangun taman yang cukup indah dengan jejeran pohon kurma dan
jejeran garis yang bisa digunakan sebagai batas sholat apabila bagian dalam masjid tidak cukup menampung jemaah yang ingin sholat pada saat hari besar Islam. Selain itu masjid ini dilengkapi elevator dan akses tangga untuk kaum cacat.Beberapa kaca yang sangat indah menghiasi dinding masjid ini. Ruang masjid bagian dalam cukup luas sebesar 2 x lapangan bola, didalamnya dihiasi kubah berwarna biru.
Karena cahaya matahari yang timbul dari kaca di atas kubah masjid memberikan semburat warna biru akibat warna dalam kubah berwarna biru.
Bagian dalam kubah ini ditopang oleh ribuan besi baja berbentuk kubus dan segitiga. Dan ini beda arsitek masa lalu dan sekarang. Di masjid biru turki,kubah tidak ditopang oleh rangkain besi baja, tetapi soko guru yang terletak di pinggir masjid seperti di Istiqlal dan di masjid ini ditopang oleh rangkaian besi baja yang kokoh.
Puluhan lampu hias diatap kubah masjid menjadi hiasan tersendiri. Era tehnologi juga memenuhi isi masjid ini seperti adanya dua buah layar ukuran 3 x 4 m yang disorot oleh LCD proyektor sehingga dapat digunakan untuk acara keagamaan.
Tinggi atap dari dasar lantai ke kubah setinggi 50 m sehingga menyebabkan sirkulasi udara juga cukup baik. Dibagian depan masjid terdapat 3
buah Alquran ukuran raksasa yang ditutup dengan plastik dan kaca
Gambar 2.8. Interior Jakarta Islamic Centre
(Sumber : https://islamic-center.or.id/sejarah-berdirinya-jakarta-islamic-centre)
Fasilitas yang terdapat di Jakarta Islamic Centre :
Gambar 2.9. Fasilitas Jakarta Islamic centre
(Sumber : https://www.gomuslim.co.id/read/khazanah/2016/12/02/2423/masjid-jakarta- islamic-centre-bangun-peradaban-islam-dari-sejarah-kelam.html)
a. Masjid
Gambar 2.10. Masjid Jakarta Islamic Centre
(Sumber : https://www.gomuslim.co.id/read/khazanah/2016/12/02/2423/masjid-jakarta- islamic-centre-bangun-peradaban-islam-dari-sejarah-kelam.html)
Masjid adalah unsur utama dari master plan JIC. Masjid JIC mulai dibangun pada akhir tahun 2001. dan digunakan pertama kali dalam pelaksanaan Shalat Jumat perdana pada tanggal 6 September 2002. Namun peresmian masjid dilakukan pada tanggal 4 Maret 2003 oleh Gubernur DKI Jakarta. H. Sutiyoso.
Menempati areal seluas 2.2 Ha. masjid ini memiliki fasilitas berupa ruang shalat utama. koridor. mezanin. selasar tertutup dan plasa. Kapasitas tampung jamaah masjid JIC berjumlah 20.680 orang.
Bentuk bangunan masjid yang diarsiteki oleh Ir. H. Achmad Noe„man (PT. Birano) ini merupakan manifestasi dari sifat-sifat keperkasaan (AI-Jabbaru).
kemegahan (AI-Mutakabbiru) sekaligus kelembutan dan keindahan (AI-Lathief) yang diharapkan dapat menghapus stigma lama lokasi dengan filosofi bangunan bersifat monumental.
Secara arsitektur, Masjid JIC kaya dengan nuansa Betawi yang identik dengan nuasana Islam dan memiliki menara setinggi 114 meter yang mengandung makna jumlah surat dalam Al Qur„an. Ruang shalat utama Masjid Jakarta Islamic
Centre juga sangat monumental karena memiliki bentangan 66 meter x 66 meter tanpa tiang yang merupakan bentangan terbesar se-Asia Tenggara yang melambangkan jumlah ayat dalam Al Quran (6.666 ayat).
b. Gedung Sosial Budaya
Gambar 2.11.Gedung Sosial Budaya
(Sumber : https://www.gomuslim.co.id/read/khazanah/2016/12/02/2423/masjid-jakarta- islamic-centre-bangun-peradaban-islam-dari-sejarah-kelam.html)
Gedung Sosial Budaya atau Gedung Pendidikan dan Latihan (Diklat) menempati areal seluas 7.500 M2 di sayap kanan komplek masjid, dengan luas bangunan 13.551 M2. Keberadaan fasilitas ini akan dimanfaatkan untuk menunjung operasional fungsi bidang pendidikan dan latihan, bidang sosial budaya dan informasi komunikasi.Pada tahun 2004 dilakukan re-disain dan penataan lebih lanjut serta dengan menyesuaikan konsepsi pendidikan dan latihan yang akan dijalankan. jadilah rancangan akhir seperti sekarang ini. Adapun fasilitas yang dimiliki gedung ini antara lain: ruang kelas, seminar, latihan, islamic studies, galeri, perpustakaan, auditorium, laboratorium bahasa dan multimedia, laboratorium perbankan syariah, studio produksi, kantor dan sarana pendukung lain. Dengan fasilitas tersebut diidealkan dapat terwujud one stop training.
c. Gedung Wisma (Business Center)
Gambar 2.12.Gedung Wisma (Business Center)
(Sumber : https://www.gomuslim.co.id/read/khazanah/2016/12/02/2423/masjid-jakarta- islamic-centre-bangun-peradaban-islam-dari-sejarah-kelam.html)
Gedung Wisma (Business Center) JIC dalam rancangan awalnya berbentuk sebuah wisma semacam boarding untuk menampung siswa atau peserta didik yang sekolah di JIC. Melalui kajian lebih lanjut tentang fungsi bisnis JIC, maka dilakukan re-disain menjadi sebuah kompleks bisnis syariah terpadu yang terdiri dari perkantoran lima lantai dengan luas 5.653 M2, Convention Hall dengan dengan luas 4.582 M2 dan Hotel Syariah kelas bintang tiga terdiri 10 lantai dan 150 kamar dengan total luas 11.217 M2.
Seluruh kompleks bisnis ini didukung oleh fasilitas-fasilitas canggih dan modern penunjang aktivitas bisnis dan pebisnis syariah guna mewujudkan sebuah konsepsi one stop shariah shoping. Selain itu, dengan dukungan akses yang baik menuju JIC, kompleks JIC dapat menjadi tujuan wisata peradaban di ibukota.
Akhir tahun 2012 ini pembangunan fisik Gedung Bisnis JIC direncanakan selesai.
2. Masjid Nasional Al Akbar Surabaya
Lokasi
Gambar 2.13.Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (Sumber :http://www.rudydewanto.com)
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) didirikan diatas tanah seluas 11,2 hektar, memiliki luas bangunan 28.509 m2 dengan kapasitas 59 .000 jamaah, berlokasi di kawasan Pagesangan jalan Masjid Al Akbar Timur No. 1 Surabaya, tepatnya di tepi jalan tol Surabaya – Malang. Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) di proyeksikan untuk mewujudkan konsep masjid dalam arti luas, sebagai Islamic Center dengan peran multi dimensi dengan misi religius, cultural dan
edukatif termasuk wisata religi, untuk membangun dunia Islam yang rahmatan alaamiin.
Secara lahiriyahnya, MAS akan menjadi Landmark kota Surabaya, dan secara simbolik memperkaya peta dunia Islam, yang tentunya mengangkat citra kota Surabaya di mancanegara.
Fasilitas Masjid Al Akbar Surabaya
Gambar 2.14.Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (Sumber :http://www.rudydewanto.com)
Masjid Nasional Al Akbar Surabaya merupakan salah satu bangunan masjid yang memiliki beberapa fungsi. Fungsi utama dari bangunan ini adalah untuk pendidikan. Untuk menunjang fungsi utama ini, dalam Masjid Nasional Al Akbar Surabaya terdapat fasilitas – fasilitas lain seperti, perpustakaan, ruangan, menara, radio SAS FM, poloklinik, dan klinik islami. Berikut penjelasan dari masing – masing fasilitas tersebut
Gambar 2.15.Interior Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (Sumber :http://www.rudydewanto.com)
3. Islamic Centre Samarinda
Gambar 2.16.Islamic Centre Samarinda
(Sumber : https://duniamasjid.islamic-center.or.id/870/masjid-islamic-center-samarinda)
Islamic Centre Samarinda adalah masjid yang terletak di kelurahan Teluk
Lerong Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang merupakan masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. Masjid ini memiliki luas bangunan utama sebesar 43.500 meter persegi, untuk luas bangunan pendukung sebesar 7.115 meter persegi, dan luas lantai basement sebesar 10.235 meter persegi, lantai dasar masjid seluas 10.270 meter persegi sedangkan untuk lantai utama masjid seluas 8.185 meter persegi, balkon /mezanin seluas 5.290 meter persegi.
Islamic Centre Samarinda memiliki 7 menara, menara utama dengan tinggi
99 meter yang maknanya Asmaul Husna yang artinya Nama dan Sifat Allah yang jumlahnya 99. Menara utama terdiri dari atas bangunan 15 lantai, yang mana masing - masing lantai dengan ketinggian 6 meter. Anak tangga dari setiap lantai ada 33 anak tangga, yang mana jumlah ini sengaja disamakan dengan jumlah dzikir sebanyak 33 kali. Sedangkan 6 menara lagi mempunyai makna Rukun iman, yang artinya jumlah Rukun Iman sebanyak 6. Menara – menara ini terletak
di bagian sisi masjid. yang mana masing – masing 4 di setiap sisi sudut masjid dengan ketinggian 70 meter dan 2 menara di bagian pintu gerbang dengan tinggi 57 meter.
fasilitas yang terdapat di Islamic Centre Samarinda :
Lantai basement digunakan untuk area parkir kendaraan dengan kapasitas 200 mobil dan 138 buah sepeda motor, toilet pria dan wanita untuk para jamaah.
Di samping kiri dan kanannya difungsikan sebagai area parkir berkapasitas 391 mobil dan 430 sepeda motor. Di Plaza ini disediakan keran keran air di sisi kiri dan kanan yang berfungsi sebagai tempat wudhu. Lantai dasar Islamic Center Samarinda dipergunakan sebagai ruang pertemuan. Biasanya dipakai untuk acara seminar dan resepsi pernikahan dengna daya tampung ruangan mencapai 5000 undangan. Permukaan lantai masjid ini ditutup dengan granit pilihan dengan aneka ragam corak menampilkan nuansa hangat namun tetap sejuk dengan pemakaian AC di dalam ruangan. Islamic Centre ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti rumah sakit, gedung sekolah TK dan SD, hotel, perkantoran, dan pertokoan.
Gambar 2.17.Interior Islamic Centre Samarinda
(Sumber : https://duniamasjid.islamic-center.or.id/870/masjid-islamic-center-samarinda)
4. Masjid Al Markaz Al Islami Makassar
Gambar 2.18. Masjid Al Markaz Al Islami Makassar
(Sumber : https://duniamasjid.islamic-center.or.id/885/masjid-al-markaz-al-islami-makassar)
Masjid Al-Markaz Al-Islami di bangun pada tahun 1994 sampai 1996, bangunan ini 3 lantai yang terbuat dari batu granit dengan luas areal 72.229 m² / 7,229 Hektar dan luas bangunan utama 43.500 m², kapasitas jamaah lebih kurang 10.000 jamaah.
Masjid megah ini dirancang oleh arsitek yang telah menggawangi pembuatan berbagai masjid besar, Ir. Ahmad Nu„man. Arsitekturnya terinspirasi dari Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Meskipun begitu, bentuk masjid tidak melupakan unsur Arsitektur khas Sulawesi Selatan.
Hal ini terlihat dari atap berbentuk kuncup segi empat yang mengambil ilham dari Masjid Katangka, Gowa masjid tertua di Sulawesi Selatan dan rumah Bugis- Makassar pada umumnya. Secara keseluruhan, pondasi bangunan sangat kuat dengan 450 tiang pancang berkedalaman 21 meter. Untuk bagian atap digunakan bahan tembaga atau tegola buatan Italia. Dinding lantai satu menggunakan keramik, sedangkan lantai dua dan tiga menggunakan batu granit.
Dinding mihrab yang merupakan sentralisasi visual berbahan granit hitam berhiaskan ragam kaligrafi segi empat dari tembaga kekuning-kuningan. Kaligrafi ini terdiri dari beberapa ayat dan surat Al-Quran, di antaranya: Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah. Sementara itu, di atas mihrab tertulis surat Al-Baqarah: 144, Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.
Masjid juga memiliki menara setinggi 84 meter, dengan ukuran 3 x 3 meter. Tinggi menara ini hanya kurang 1 meter dari menara Masjid Nabawi. Pada ketinggian 17 meter menara tersebut terdapat bak penampungan air bervolume 30 m3.
Keunikan lain masjid ini terletak pada namanya. Sejak akhir Desember 2005, melalui rapat pengurus Yayasan Islamic Centre di Jakarta, disepakatilah nama Al-Markaz Al-lslami Jenderal M. Jusuf. Nama ini merupakan penghargaan terhadap mantan Ketua BPK (alm) Jenderal M. Jusuf, pencetus gagasan pembangunan kompleks masjid dan pendidikan Islam tersebut.Masjid ini pun resmi digunakan sebagai Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam di Makassar.Hingga kini nama Al-Markaz Al- Islami itu tetap dipertahankan dan akan dilengkapi dengan nama pemrakarsa dan pendirinya, yakni Jenderal M. Jusuf. Dengan demikian, masjid ini secara lengkap akan bernama Masjid Al- Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf.