• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI PROYEK

4.5 Fungsi Sekitar / Eksisting

Fungsi sekitar bangunan terdapat fungsi rumah warga, lahan kosong, kantor dinas perhubungan komunikasi dan informasi kota Pematangsiantar, rumah toko yang masi kosong belum di tempati.

Rumah Toko Kantor Dinas Perhubungan

Lahan Kosong

Rumah warga

Gambar 4.5. Fungsi sekitar / Eksisting (Sumber : Survey langsung ke Lokasi)

BAB V

ANALISA PERANCANGAN 5.1 Analisa Kegiatan dan Program Ruang

5.1.1 Analisa Kegiatan

Pada Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar aktivitas kegiatan kegiatan yang di lakukan adalah Ibadah. Ibadah merupakan semua kegiatan dan aktivitas yang hanya untuk mengharapkan Ridho Nya Allah. Ibadah terdiri dari dua Hablumminallah dan Hablumminannas. Hablumminallah adalah bentuk Ibadah antara manusia dengan Allah. Sedangkan Hablumminannas adalah bentuk Ibadah antara manusia dengan manusia lainnya atau bersosialisasi dan bermuamalah dengan niat untuk mengharapkan Ridho Nya Allah.

Kegiatan dan aktivitas di dalam Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar antara lain :

1. Masjid

Masjid adalah tempat bersujudnya Makhluk kepada Allah pencipta alam semesta. Masjid memiliki peran dan berfungsi sebagai pusat ibadah serta pembinaan umat. Bangunan masjid ini di gunakan untuk melaksanakan ibadah selain itu dapat juga di gunakan sebagai tempat mengaji. Bangunan masjid ini terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya area shalat, serambi, ruang pengelola, gudang, tempat wudhu dan toilet.

- Ruang Shalat

Ruang shalat merupakan ruang persegi panjang yang arahnya berkiblat ke Makkah. Tempat sujud (Mihrab) berada di dekat ruang keluar, disamping mimbar

yang biasa digunakan untuk shalat jumat.Tempat shalat laki – laki dan wanita di pisah (Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 249).

Gambar 5.1. Standar Zonasi Masjid (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 249)

Gambar diatas menjelaskan standart ruang masjid, untuk mengetahui luasan dari masjid itu sendiri dapat di hitung dari banyaknya pengunjung yang melaksanakan ibadah dan jumlah perabotan yang di gunakan di dalam masjid tersebut. Perhitungan ini dapat di lakukan dengan menghitung berapa banyak jumlah orang yang melaksanakan ibadah dalam masjid yang di kalikan dengan standart dimensi per orang yaitu 0,85 m2.

- Serambi Masjid

Serambi masjid ini berada di samping sisi masjid. Ruangan serambi ini merupakan ruangan yang semi terbuka, serambi juga merupakan ruangan pembatas antara ruang dalam dan ruang luar masjid. Luasan besaran serambi masjid di ambil dari sepertiga luasan masjid.

- Toilet dan Tempat Wudhu

Toilet pada masjid menggunakan standart yang di tetapkan oleh SNI.

Berikut ini adalah beberapa standart yang di tetapkan untuk bangunan tempat ibadah (SNI 03-6481-2000) :

 Pada masjid harus disediakan sekurang – kurangnya 1 kran wudhu untuk setiap 50 orang jamaah. Untuk lebih dari 500 orang jamaah, harus ditambahkan dengan sebuah kran untuk setiap kenaikan 200 orang.

 Di tempat ibadah harus ada sekurang – kurangnya sebuah kloset dan sebuah bak cuci tangan.

 Perlengkapan atau fasiitas tersebut di atas boleh berada pada bangunan yang berdekatan letaknya bila di bawah satu pengelolaan.

 Fasilitas toilet untuk laki – laki dan perempuan harus terpisah, serta harus mudah di capai.

Dari standart tersebut, diperoleh jumlah toilet yang disediakan pada masjid, dan jumlah kran wudhu. Pengguna dipakai 1000 orang, maka disediakan masing – masing 3 toilet untuk laki – laki dan perempuan, dan 3 buah urinoir pada toilet laki – laki. Untuk banyaknya kran, dipakai sesuai standart di atas yaitu masing – masing 10 kran untuk laki – laki dan perempuan. Standart luasan toilet dapat dilihat seperti pada gambar berikut.

Gambar 5.2. Standart Dimensi Toilet (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 67)

Gambar di atas adalah gambar standart dari toilet. Ukuran minimal untuk toilet adalah 1,5 m x 0,85 m. Jarak antara urinoir minimal adalah 0,6 m. Lantai pada bagian dalam toilet ini di buat sedikit rendah supaya, air dari dalam toilet tidak keluar ruangan.

Kegiatan - Kegiatan di dalam Masjid : - Shalat

- Mengaji

- Mendengarkan ceramah Ustadz - Mengumandangkan Adzan - Berwudhu

- Menggunakan Toilet - Tabligh Akbar

2. Gedung Serba Guna

Gedung serba guna dalam Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar digunakan untuk kegiatan acara besar seperti :

- Acara Resepsi Pernikahan

- Acara Sunat Masal - Acara Perlombaan

- Acara Pertunjukan atau Pameran Seni - Acara Tabligh Akbar

- Acara Bekam

- Acara Pemberangkatan atau Penyambutan Jamaah Haji - Acara MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur„an)

- Menggunakan Toilet

3. Foodcourt

Tempat berbelanja adalah kompleks pertokoan yang dikunjungi untuk membeli atau melihat dan membandingkan barang-barang dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sosial masyarakat serta memberikan kenyamanan dan keamanan berbelanja bagi pengunjung.

Klasifikasi perbelanjaan dilihat dari jenis barang yang dijual:

Demand

Menjual kebutuhan sehari-hari yang juga merupakan kebutuhan pokok.

Semi Demand

Yaitu yang menjual barang-barang untuk kebutuhan tertentu dalam kehidupansehari-hari

Impuls

Menjual barang-barang mewah yang menggerakkan hati konsumen padawaktu tertentu untuk membelinya.

Drugery

Menjual barang-barang higienis seperti sabun dan parfum.

Sistem sirkulasi pada tempat perbelanjaan:

- Sistem banyak koridor.

Tempat berbelanja adalah fungsi pendukung dari Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar. Tempat belanja ini menyajikan barang – barang kebutuhan Islam, cinderamata, maupun makanan makanan khas.

Gambar 5.3.Dimensi luas minimarket (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 37)

Kegiatan - kegiatan yang di lakukan : - Berbelanja

- Makan dan Minum - Bermuamalah - Menggunakan Toilet

4. Kantor Pengelola

Ruang – ruang yang terdapat pada kantor ini seperti kantor pengelolaan pusat, ruang karyawan, gudang, kamar mandi, ruang terima tamu, dan kantor BAZIS. Lebih jelasnya untuk besaran ruang akan di jelaskan sebagai berikut.

- Kantor pusat pengelolaan.

Ruang pengelola ini digunakan untuk mengelola seluruh kegiatan yang ada dalam Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar. Besaran ruang pengelola ini dapat dilihat dari berapa banyak perabotan yang digunakan dan sirkulasi pengelola. Meja yang dibutuhkan dalam ruangan berjumlah 2 buah.

Standart yang dipakai adalah sebagai berikut :

Gambar 5.4.Standart untuk dimensi Ruang Pengelola (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 13)

- Ruang Karyawan

Ruang karyawan ini berfungsi untuk membantu mengelola Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar. Besaran luasan ruang karyawan ini dapat di hitung dari jumlah perabotan yang di pakai dan sirkulasi karyawan. Ruang karyawan ini terdapat 4 buah meja karyawan dan 2 buah rak untuk menyimpan data atau arsip. Perhitungan besaran dapat dilihat dengan menggunakan dimensi standart sebagai berikut :

Gambar 5.5. Standart untuk dimensi ruang karyawan (Sumber : Ernst dan Peter Neufert, 2002 : 13)

Gambar diatas salah satu penataan meja di ruang karyawan. Menurut Ernst ruang kerja minimal 8 m2, ruang gerak masing – masing karyawan minimal 1,5 m2 atau lebar 1 m, untuk ruang udara adalah minimal 12 m3 untuk aktivitas yang dilakukan sambil duduk dan 15 m3 untuk aktivitas yang dilakukan dengan tidak duduk.

Kegiatan – kegiatan yang di lakukan di Kantor Pengelola : - Menerima Infaq, Zakat dan Sedekah

- Mengumpulkan Infaq, Zakat dan Sedekah

- Memberikan hasil Infaq, Zakat dan Sedekah kepada orang yang berhak menerimanya.

- Memberikan Informasi - Rapat pengurus

- Menggunakan Toilet

5. Kegiatan Servis

Pada ruang servis terdiri dari ruang loading dock, cctv, ruang PABX, ruang panel, ruang genset dan trafo, ruang pompa, ruang chiller, ruang sampah, gudang, ruang AHU, ruang ground water tank, gudang dan terdapat pos keamanan.

Kegiatan yang di lakukan mengontrol seluruh keamanan yang terdapat di Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar.

6. Ruang Terbuka

Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar memiliki ruang terbuka yang di gunakan untuk kegiatan dan aktivitas pengunjung atau masyarakat sekitar.

Fungsi ruang terbuka seperti Taman, Air mancur, Tempat bermain anak dan Lapangan Olahraga.

Kegiatan – kegiatan yang di lakukan di Ruang Terbuka : - Menikmati Air Mancur

- Duduk di Taman - Bermain

- Olahraga

- Berinteraksi atau Bersosialisasi

Parkir

Datang Ruang Terbuka Tempat

Tujuan

Datang Ruang

Tempat Tujuan

Pulang

Pada Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar ini, pengguna di bagi menjadi 4 kelompok yaitu:

1. Pengunjung

Yang termasuk dalam golongan pengunjung merupakan orang yang datang ke dalam lingkungan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar, melakukan suatu kegiatan tertentu yang telah difasilitasi di dalam maupun di luar bangunan, termasuk siswa, mahasiswa, wisatawan, serta masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas, baik itu bersifat edukasi maupun rekreatif. Untuk itu diperlukan suatu sistem sirkulasi bangunan yang selaras dan dapat mengorganisasikan ruang dengan baik sehingga menciptakan suasana yang nyaman bagi pengunjung.

a. Pengunjung yang datang dengan menggunakan Kendaraan

Diagram. 5.1 Kegiatan Sirkulasi Pengunjung Berkendaraan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)

b. Pengunjung Pejalan Kaki

Diagram. 5.2 Kegiatan Sirkulasi Pengunjung Pejalan Kaki (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)

Pulang

2. Kegiatan Pengelolaan dan Karyawan

Merupakan pekerja yang bertanggung jawab untuk mengurus lingkup Pusat Kebuyaan Islam baik secara administratif maupun fisik bangunan.

Diagram. 5.3 Kegiatan Pengelolaan dan Karyawan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)

3. Penyewa (Foodcourt dan Retail)

Pengelola bertanggung jawab atas usaha yang dijalankan serta disediakan,serta bertanggung jawab memberi kenyaman dan keamanan bagi penyewa.

Diagram. 5.4 Kegiatan penyewa (Cafe / Retail ) (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)

Parkir

Datang Cafe/ Retail

Pulang Istirahat dan Makan Melayani

pembeli

4. Kegiatan Servis

Merupakan pelaku servis yang bertanggung jawab untuk memantau kebersihan bangunan, selain kebersihan pelaku ini juga bertanggung jawab untuk melayani kebutuhan para pegawai selama bekerja.

Diagram. 5.5 Kegiatan Servis (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)

5.1.2 Analisa Kebutuhan Ruang

Berdasarkan kebutuhan ruang Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar ini, adapun ruang-ruang yang dibutuhkan dapat dilihat dibawah ini :

Tabel 5.1. Analisa Kebutuhan Ruang

No Pengguna Ruang / Area

Perilaku Kegiatan Kebutuhan Ruang

e. Berjual

(Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)

5.1.3 Analisa Besaran Ruang a. Tujuan

Mengetahui besaran lahan atau site yang dibutuhkan pada perancangan Pusat Kebudayaan Islam di Pematangsiantar secara keseluruhan baik kebutuhan besaran lahan kegiatan utama, kegiatan penunjang, kegiatan pengelola, maupun kegiatan servis.

b. Dasar Pertimbangan Yang Dipakai a. Perhitungan Standart :

 Architect‘s Data, Ernst Neufert *(EN)

 Neufert Architect Data* (NAD)

 Time Saver Standart For Building Type *(TSS)

 Time Saver Standart For Interior Design and Space Planning*(TSS)

 Dimensi Manusia dan Ruang Interior *(DM)

 Perhitungan Asumsi* (A)

 Studi banding atau Survey* (SB)

 Building Planning and Design Standart*(BPDS)

 Building for Administration Entertaintment and Recreation*(BAER)

 Pedoman Pembinaan Masjid*(PPM)

 Conference, Convention and ExhibitionFacilities*(CCEF)

 New Metric Handbook*(NMH)

1. Besaran Ruang Masjid

Tabel 5.2 Besaran Ruang Masjid

No Ruang Standart Sumber Perhitungan Luasan

1.

0,01 x kapasitas. PPM Asumsi jamaah pria

adalah 70 % x 5000 31,5 m2 orang = 1500. Tempat

13,5 m2

0,9 x 1 = 0,9

8. Ruang Elektrikal / Audio

(Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)

2. Gedung Serba Guna

Tabel 5.3 Besaran Ruang Serba Guna

No Ruang Standart Sumber Perhitungan Luasan

1. Hall Asumsi Untuk 500 orang 300 m²

5. Stage /

(Sumber : Pengelolah Data Pribadi, 2020)

3. Food Court

Tabel 5.4 Besaran Ruang Food Court

No Ruang Standart Sumber Perhitungan Luasan

1. Outlet 9 m2 Asumsi 12 Outlet

(Sumber : Pengelolah Data Pribadi, 2020)

4. Kegiatan Servis

Tabel 5.5 Besaran Ruang Servis

No Ruang Standart Sumber Perhitungan Luasan

1. Loading Dock m²/ orang NAD Asumsi untuk 10

(Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)

Berdasarkan hasil perhitungan pada program ruang bangunan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar maka jumlah keseluruhan luas dari beberapa besaran ruang yaitu, besaran ruang masjid, besaran ruang gedung serba guna, besaran ruang kantor pengelola,besaran ruang kegiatan perbelanjaan dan besaran ruang kegiatan servis dapat dilihat pada tabel 5.8 di bawah ini :

Tabel 5.6 Besaran Keseluruhan Ruang

No Jenis Fasilitas Luasan

1. Masjid 6.186,792 m²

2. Gedung serba guna 1.380,636 m²

3. Food Court 969 m²

4. Kegiatan Servis 494 m² (Sumber : Pengiolahan Data Pribadi, 2020)

5.2 Analisa perancangan ruang luar/tapak

5.2.1 Analisa Lokasi (Posisi Site Terhadap Kawasan Lingkungan)

Lokasi Site Pusat Ibadah Umat Islam terletak di Kota Pematangsiantar yang merupakan salah satu kota di Propinsi Sumatera Utara terletak pada 3º01„09 - 2º54‟40 Lintang Utara 99º6„23 dan 99º1„10 Bujur Timur.

Peta Tanjung Pinggir Peta Kota Pematangsiantar

Gambar 5.6 Analisa Site (Sumber : www.google.com)

Peta Indonesia Peta Pulau Sumatera

Tata Guna Lahan

Di dalam RUTRK (Rencana Umum Tata Ruang Pematangsiantar), lokasi ini masuk kedalam BWK B Sesuai RUTRK Pematangsiantar area ini akan dikembangkan sebagai kawasan industri, perdagangan, terminal terpadu, pendidikan, rekreasi, permukiman, dan pertanian. Lokasi ini sangat potensial untuk dibangun bangunan yang bersifat edukatif dan hiburan sebagai wadah pengembangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat kota Pematangsiantar.

Beberap unsur potensial dari lokasi ini, yaitu:

 Terletak di area BWK B (Zona Pengembangan), dengan kepadatan sedang

 Berada pada kawasan yang akan dikembangkan menjadi area pendidikan, industri, ibadah, rekreasi dan permukiman.

 Transportasi lancar dan baik sehingga mudah dijangkau

 Luas site mendukung, yaitu sebesar 1,5 Ha atau lebih.

Pada perencanaan pembangunan kawasan ini terdiri atas fungsi-fungsi Diantaranya masjid, gedung serba guna, kegiatan perbelanjaan dan food court.

Kawasan ini juga merupakan area sub pelayanan kawasan pendidikan, industri, ibadah, rekreasi dan permukiman.

Gambar 5.7 Lokasi Site (Sumber : google Maps, 2020)

Gambar A : lahan di sebelah utara site TimurMerupakan SMA Negeri 5

Gambar B : lahan di sebelah Site merupakan rumah warga Batasan – Batasan Site

Gambar C : Lahan di sebelah selatan Gambar D : Lahan disebelah

Merupakan lahan kosong Barat merupakan SPBE Putra

Migas Indonesia

Gambar 5.8. Batasan –Batasan Site (Sumber : Survey langsung ke Lokasi)

5.3 Analisa View Tanggapan

a. Sisi yang memiliki nilai (++) dibuat semenarik mungkin pada fasad bangunannya, karena dari titik tersebut fasad bangunan dapat dilihat secara keseluruhan dari luar site, sehingga perlu adanya daya tarik dari bangunan kepada orang yang melihatnya.

b. Jarak antara bangunan dan pejalan kaki harus memperhatikan jarak yang sesuai sehinga dapat dinikmati.

c. Perlu dibuat ruang terbuka disetiap sudut site sehingga dapat berfungsi sebagai view ke bangunan dan dapat juga berfungsi sebagai sirkulasi pejalan kaki.

5.3.1 View ke Dalam

Pada view ke dalam sekitar site tidak semua view dapat dimanfaatkan untuk bangunan, karena ada view yang bersifat negatif yang harus dihindarkan, adapun view positif dan negatif dapat dilihat pada gambar

View ke dalam tapak dari arah nomer 1 kurang bagus karena masih adanya lahan kosong yang tidak terawat yang belum digunakan, sehingga untuk melihat ke dalam site melalui area ini tidak memungkinkan, karena area semak dan banyak pohon-pohon besar yang menutupi view.

View ke dalam tapak dari arah nomer 3 bagus, karena pada area ini merupakan area permukiman warga, sehingga dari area tersebut dapat melihat dengan jelas bangunan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar, dan diharapkan dapat menarik perhatian dan minat masyarakat setempat.

View ke dalam tapak dari arah nomer 2 sangat bagus, karena Site ini juga menghadap langsung kejalan Letda Usmansyah Saragih, fasad dan entrance dapat dilihat dengan jelas oleh orang yang melintas untuk berkunjung ke Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar.

View ke dalam tapak dari arah nomer 4 kurang bagus, karena area ini permukiman warga dan juga terdapat pohon – pohon besar yang menutupi view.

Gambar.5.9 View ke dalam tapak (Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)

5.3.2 View ke luar

Pada view ke luar sekitar site tidak semua view dapat dimanfaatkan untuk bangunan, karena ada view yang bersifat negatif yang harus dihindarkan, adapun view positif dan negatif dapat dilihat pada gambar

View ke luar pada titik 1 merupakan view yang kurang bagus, karena menghadap ke area lahan kosong.

View ke luar pada titik 3 merupakan view yang kurang bagus, karena menghadap ke sekolah.

View ke luar pada titik 2 merupakan view yang bagus, karena menghadap langsung ke jl Letda Usmansyah, fasad dan entrance dapat dilihat dengan jelas oleh orang yang melintas untuk berkunjung ke Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar.

View ke luar pada titik 4 merupakan view yang bagus, karena menghadap ke permukiman warga, sehingga warga akan tetap terus taat beribadah dan saling menolong kesesama makhluk.

Gambar 5.10 View ke luar tapak (Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)

5.4 Analisa Pencapaian Site

Berdasarkan analisa pencapaian, maka lokasi site dapat diakses melalui dua arah, yaitu dari arah timur site dan selatan site. Dari arah timur site dapat dilalui dari jalan Medan – Pematangsiantar, sedangkan dari arah selatan site dapat dilalui dari jalan Letda Usmansyah Saragih. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini

Gambar 5.11 Analisa Pencapaian Site (Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)

Keterangan :

: Jl. Medan – Pematangsiantar (Arah dari Medan) : Jl. Letda Usmansyah Saragih

: Jl. Medan – Pematangsiantar (Arah dari Kota Siantar)

Tanggapan :

• Pencapaian menuju lokasi proyek dapat dicapai dengan beragam transportasi yang ada di Kota Pematangsiantar, baik dengan angkutan pribadi maupun angkutan umum.

• Pencapaian menuju entrance site dapat mudah dicapai dari Jalan Medan – Pematangsiantar, dan pencapaian menggunakan angkutan umum hanya dapat dilalui dari Jl. Medan – Pematangsiantar.

5.5 Analisa Matahari dan Angin

Site perancangan tidak berbentuk persegi, sisi terpanjang pada site

mengarah ke barat dan timur sedangkan sisi terpendeknya mengarah ke utara dan selatan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah.

Gambar 5.12 Analisa Matahari dan Angin (Sumber : Pengolahan Data Pribadi, 2020)

Masalah

a. Site pada posisi terpanjangnya menghadap ke arah timur dan barat,tetapi sisi yang menghadap ke utara sedikit melengkung ke arah timur,sehingga sisi tersebut akan terkena sinar matahari pagi.

b. Mengatur penempatan ruang yang baik agar semua ruang dapat menerima angin dan cahaya matahari dengan cukup.

Solusi

a. Fasad bangunan di sisi barat memiliki sedikit bukaan, Kebutuhan secondary skin sebagai sun shading diperlukan dalam mengurangi panas yang berasal dari

matahari dan memanfaatkan vegetasi sebagai buffer terhadap sinar matahari b. Fasad pada sisi timur memiliki bukaan yang cukup, agar cahaya matahari pagi

dapat masuk ke bangunan dan memaksimalkan bukaan pada sisi utara-selatan yang merupakan jalur sirkulasi angin.

5.6 Analisa Sarana dan Prasarana

Adapun prasarana pendukung yang terdapat pada lokasi proyek antara lain :

 Jaringan jalan (infrastruktur) yang baik/Pedestrian.

 Jaringan saluran air bersih dan air kotor.

 Jaringan listrik, dan telepon.

Jaringan Listrik Jaringan Jalan

Jaringan Telepon

Gambar 5.13 Analisa Sarana dan Prasarana (Sumber : Survey langsung ke Lokasi, 2020)

5.7 Analisa massa dan perwajahan

Pemilihan bentuk dasar bangunan dipertimbangkan terhadap faktor – faktor : 1. Kesesuaian bentuk site

2. Orientasi bangunan 3. Konstruksi bangunan 4. Efisiensi ruang 5. Ekonomi bangunan

6. Kesan atau tampilan yang ingin dicapai

5.8 Analisa sistem struktur/ konstruksi Struktur terdiri dari :

a. Sub Structure (pondasi bangunan) b. Upper Structure (badan dan atap bangunan) Kriteria pemilihan struktur:

a. Kriteriateknik

Sistem struktur harus dapat memenuhi persyaratan esensial yaitu kekakuan, kekuatan, kestabilan dan ketahanan terhadap kebakaran.

b. Kriteria fungsi

Sistem struktur harus dapat memenuhi fungsi ruang fasilitas utama dalam bangunan.

Sub Structur

Jenis pondasi terbagi dalam 2 (dua) klarifikasi,yaitu :

1. Pondasi dangkal : untuk bangunan sederhana, berlantai sedikit, yang bebannya relatif ringan,berupa pondasi setempat maupun lajur.

2. Pondasi dalam : untuk bangunan kompleks, berlantai banyak, yang bebannya relatif besar berupa pondasi tiang, sumuran dan terapung.

Dalam memilih pondasi yang sesuai untuk "Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar" ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan,yaitu : a. Keadaan tanah pondasi :

1) Bila tanah pendukung pondasi terletak pada permukaan tanah atau 2-3 m di bawah permukaan tanah, maka pondasinya yaitu pondasi telapak (spread foundation).

2) Bila tanah pendukung pondasi terletak pada kedalaman sekitar 10 m di bawah permukaan tanah, maka digunakan pondasi tiang atau pondasi tiang apung (floating pilefoundation) untuk memperbaiki kondisi tanah.

3) Bila tanah pendukung pondasi terletak pada kedalaman sekitar 20 m di bawah permukaan tanah, maka digunakan pondasi tiang pancang (pile driven foundation) bila tidak terjadi penurunan.

4) Bila tanah pendukung pondasi terletak pada kedalaman sekitar 30 m di bawah permukaan tanah, maka dipakai tiang baja atau tiang yang dicor di tempat.

5) Batasan – batasan akibat konstruksi di atasnya, harus memperhatikan kondisi beban dan sifat dinamis bangunan

Berdasarkan analisa di atas, maka bangunan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar menggunakan pondasi tiang pancang (pile driven foundation).

Upper Structure

Pemilihan struktur badan berdasarkan pertimbangan :

Dapat memenuhi kebutuhan fungsi bangunan pada Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar, Keuntungan struktur yang ekonomis, tahan gempa dan mudah dalam pelaksanaannya

Berdasarkan kriteria di atas, maka proyek Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar menggunakan sistem struktur grid dengan konstruksi beton

5.9 Analisa sistem utilitas.

Penggunaan sistem utilitas dan kelengkapan bangunan dipertimbangkan terhadap :

a. Kenyamanan dan keamanan pengguna terhadap suhu, cahaya, kebisingan dan bahaya kebakaran.

b. Kelangsungan kegiatan dan pemeliharaan mesin dan peralatan kantor dari kerusakan.

a. Plumbing Sistem air bersih

Kebutuhan akan air bersih di rencakan berasal dari PDAM. Sirkulasi air bersih setelah PDAM adalah menuju meteran. Setelah dari meteran menuju penampungan air sentral yang dilanjutkan ke pompa sehinggga pada akhirnya dialirkan ke penampungan air penunjang lainnya.Sistem air bersih yang dapat digunakan dalam bangunan bersumber dari PDAM dari deep well. Sistem pendistribusian air yang biasa digunakan antara lain:

Up feed Distribution

Air dipompakan langsung dari ground reservoir menuju oulet. Digunakan untuk outlet-outlet antara lain fire hydrant dan kran-kran umum.

Down feed Distribution

Air dari ground reservoir dipompakan menuju tangki atas dan didistribusikan menuju outlet dengan bantuan gravitasi. Digunakan untuk outlet-outlet antara lain sprinkler head, toilet dan dapur.

Sistem Air kotor

Terdapat beberapa hal terkait sistem pembuangan air kotor yang perlu diperhatikan dalam sistem utilitas bangunan antara lain:

 Sistem pembuangan air kotor dalam lingkungan Pusat Industri Kreatif dijauhkan dari sumber atau jaringan air bersih.

 Pada ruang mekanikal dan elektrikal dibuat kedap air agar sisa-sisa minyak yang tersebar tidak meresap kedalam tanah.

Dalam sistem air kotor dari lingkungan dibedakan dalam 2 jenis, antara lain:

Air kotor dari toilet, bersifat padat yang dibuang langsung ke septic tank dan menuju sumur resapan.

 Air kotor dari daerah servis (dapur) bersifat cair yang terlebih dahulu ditampung pada bak perangkap lemak lalu langsung dibuang menuju riol kota.

b. Sistem Instalasi Listrik

Sistem instalasi listrik diperoleh dari sumber tenaga yang disediakan oleh PLN sebagai suplai energy utama dan Diesel Generator Bell (genset) sebagai suplai energi emergency. Dalam sistem pendistribusiannya terdapat beberapa

Sistem instalasi listrik diperoleh dari sumber tenaga yang disediakan oleh PLN sebagai suplai energy utama dan Diesel Generator Bell (genset) sebagai suplai energi emergency. Dalam sistem pendistribusiannya terdapat beberapa

Dokumen terkait