BAB V ANALISA PERANCANGAN
5.9 Analisa Sistem Utilitas
Penggunaan sistem utilitas dan kelengkapan bangunan dipertimbangkan terhadap :
a. Kenyamanan dan keamanan pengguna terhadap suhu, cahaya, kebisingan dan bahaya kebakaran.
b. Kelangsungan kegiatan dan pemeliharaan mesin dan peralatan kantor dari kerusakan.
a. Plumbing Sistem air bersih
Kebutuhan akan air bersih di rencakan berasal dari PDAM. Sirkulasi air bersih setelah PDAM adalah menuju meteran. Setelah dari meteran menuju penampungan air sentral yang dilanjutkan ke pompa sehinggga pada akhirnya dialirkan ke penampungan air penunjang lainnya.Sistem air bersih yang dapat digunakan dalam bangunan bersumber dari PDAM dari deep well. Sistem pendistribusian air yang biasa digunakan antara lain:
Up feed Distribution
Air dipompakan langsung dari ground reservoir menuju oulet. Digunakan untuk outlet-outlet antara lain fire hydrant dan kran-kran umum.
Down feed Distribution
Air dari ground reservoir dipompakan menuju tangki atas dan didistribusikan menuju outlet dengan bantuan gravitasi. Digunakan untuk outlet-outlet antara lain sprinkler head, toilet dan dapur.
Sistem Air kotor
Terdapat beberapa hal terkait sistem pembuangan air kotor yang perlu diperhatikan dalam sistem utilitas bangunan antara lain:
Sistem pembuangan air kotor dalam lingkungan Pusat Industri Kreatif dijauhkan dari sumber atau jaringan air bersih.
Pada ruang mekanikal dan elektrikal dibuat kedap air agar sisa-sisa minyak yang tersebar tidak meresap kedalam tanah.
Dalam sistem air kotor dari lingkungan dibedakan dalam 2 jenis, antara lain:
Air kotor dari toilet, bersifat padat yang dibuang langsung ke septic tank dan menuju sumur resapan.
Air kotor dari daerah servis (dapur) bersifat cair yang terlebih dahulu ditampung pada bak perangkap lemak lalu langsung dibuang menuju riol kota.
b. Sistem Instalasi Listrik
Sistem instalasi listrik diperoleh dari sumber tenaga yang disediakan oleh PLN sebagai suplai energy utama dan Diesel Generator Bell (genset) sebagai suplai energi emergency. Dalam sistem pendistribusiannya terdapat beberapa
dasar pertimbangan kabel aliran listrik, antara lain:
Panjang jaringan aliran.
Tenaga listrik.
Keadaan alam.
Penampilan pada bangunan.
Perawatan.
Keamanan pada pemakai
c. Sarana Telepon
Sarana telepon menggunakan sistem PABX (Privat Automatic Branch Exchange) dengan pembagian saluran untuk setiap lantai sesuai jumlah yang dibutuhkan.
d. Sistem Fire Protection
Merupakan pengamanan terhadap bahaya kebakaran dan sekaligus terhadap kemungkinan bahaya kebakaran. Sistem penanggulangan bahaya kebakaran dapat dikelompokkan menjadi :
Sistem Deteksi
Heat Detector : digunakan sebagai alat deteksi apabila panas pada ruangan mengalami kenaikan yang drastis dan cenderung bahaya. Standart kebutuhan alat 1unit/75 m²
Smoke Detector : digunakan sebagai alat deteksi apabila pada ruangan terdapat asap yang melebihi kadar yang ditentukan. Pemakaian berdampingan dengan heat detector. Standart kebutuhan aalat 1 unit/75 m²
Fire Alarm : alarm peringatan yang akan berbunyi apabila ada kebakaran ataupun asap yang melebihi standart yang dideteksi oleh heat detector dan smoke detector. Standart kebutuhan 1 unit/225 m².
Sistem Represif
Sebagai sistem untuk menanggulangi meluasnya bahaya kebakaran.
Meliputi alat pemadam kebakaran dan penunjangnya. Dan kesiapan alat tersebut untuk digunakan sewaktu – waktu. Sistem yang dipakai, yaitu:
Fire Hydrant : merupakan pilar-pilar yang dipasang pada tempat-tempat yang strategis diluar bangunan saluran yang berhubungan dengan sumber air dengan jangkauan standar sekitar 800 m².
Automatic Sprinkler System : pemadam api otomatis yang terpasang pada plafond yang menyemprot air sesuai dengan suhu ruangan yang memanas.
Standart sprinkler sistem 1 unit/25 m².
GEDUNG SERBA GUNA
6.1 Konsep dasar penerapan tema
Konsep dasar Pusat Ibadah Umat Islam ini adalah untuk beribadah. Ibadah adalah semua kegiatan, aktivitas yang di lakukan dengan niat dan mengharapkan Ridho Nya Allah. Beribadah garis besarnya terbagi dua yaitu beribadah antara manusia dengan Allah (Hablumminallah) dan beribadah antara manusia dengan manusia seperti bermuamalah, bersosial (Hablumminannas).
Diagram 6.1 Konsep Dasar (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Untuk menunjang semua kegiatan dan aktivitas tersebut harus ada bangunan fisik yang bisa menampung semuanya.
Diagram 6.2 Bangunan Fisik yang bisa Menampung Kegiatan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
ALLAH
Pusat Ibadah Umat Islam ini menggunakan Tema Arsitektur Tropis.
Indonesia memiliki iklim tropis akan tetapi banyak bangunan yang tidak memperhatikan kenyamanan di dalam bangunan maupun di luar bangunan. Pada zaman sekarang kebanyakan desain masjid yang ada di Indonesia memakai desain arsitektur dari luar yang berbeda dengan iklim di Indonesia, sehingga masjid tersebut tidak nyaman di gunakan.
Arsitektur tropis adalah sebuah konsep desain yang beradaptasi dengan lingkungan yang tropis Tetapi bukan berarti melupakan sisi estetika. Hanya disini hal yang paling utama adalah sebuah respon positif dari efek iklim tropis itu sendiri. Tentunya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari segi material, sirkulasi udara, dan pencahayaan alami. Karena lingkungan yang tropis memiliki iklim dengan panas yang menyengat, pergerakan udara, dan curah hujan yang cukup tinggi. Oleh sebab itu dalam konsep arsitektur tropis ini juga ada upaya yang harus dicegah dari timbulnya efek iklim tropis. Seperti faktor kelembaban, perubahan suhu, kesehatah udara. Bukaan untuk bangunan Arsitektur Tropis harus memperhatikan arah pencahayaan matahari pagi dan sore. Agar tercipta suhu dalam bangunan yang cukup nyaman dan sehat. Juga sirkulasi udara yang dirasa akan cukup sebagai udara yang sehat.
Ciri khas desain Arsitektur Tropis ini adalah memanfaatkan sumber daya alam yang ada dengan baik.Sehingga meminimalkan kerusakan lingkungan akibat desain arsitektur. Beberapa contoh aplikasi desain yang hijau misalkan saja sinar atau cahaya matahari untuk mengurangi atau menghilangkan pemakaian listrik untuk penerangan buatan. Berbagai trik desain seperti atap yang tinggi,ventilasi yang baik, unsur tanaman dan perkerasan di sekitar bangunan menjadi pendukung untuk konsep ini.
Selain itu, penghawaan alami yang didukung oleh desain yang tidak memerlukan AC atau penghawaan buatan, karena sudah terasa dingin dan sejuk,didukung oleh pelestarian tanah dengan menanam banyak pohon untuk penghijauan.
6.2 Konsep sistem Kegiatan / Program Ruang
Konsep kegiatan aktivitas Pusat Ibadah Umat Islam terbagi dua yaitu Ibadah ritual (Allah) dan Sosial (muamalah), Ekonomi, Pendidikan dan Budaya.
Kegiatan yang terdapat di ibadah ritual seperti :
Shalat
Membaca Al – Quran
Mendengarkan Ustadz ceramah / kajian
Mengumandangkan Adzan
Tabligh Akbar
Poliklinik masjid
Study Club Remaja Masjid
Acara Nikahan
Kegiatan Ekonomi :
Pasar Mesjid
Bazar Pekanan
Kegiatan Pendidikan dan Budaya :
MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran)
Belajar Tahsin
Konsep Program Ruang
Program ruang yang terdapat di Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar diantara nya ada Masjid, Gedung Serba Guna dan Food Court.
Gambar 6.1. Denah Masjid Lantai 1 (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Di bagian Masjid terdapat 2 lantai dengan menggunakan tema Arsitektur Tropis. Bagian dinding lantai 1 masjid memakai dinding roster yang mana merupakan material dari tema Arsitektur Tropis, dinding roster tersebut memiliki
rongga – rongga atau celah / lubang sehingga dinding tidak masif. Dinding roster berfungsi untuk memasukan udara dari luar bangunan atau sebagai sirkulasi udara keluar dan masuk ke dalam ruangan masjid, selain berfungsi sebagai sirkulasi udara dinding roster juga berfungsi untuk masuknya cahaya matahari.
Gambar 6.2. Denah Masjid Lantai 2 (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Sedangkan untuk denah di lantai 2 masjid, area shalat nya berada di bagian luar / teras, mengelilingi area void. Void masjid dibuat besar agar udara dari lantai 2 bisa sepenuhnya masuk ke lantai 1 masjid, dinding teras luar bagian masjid ini memang sengaja di buat tingginya 1 meter dan di atasnya di beri pagar agar dindingnya tidak masif, sehingga ruangan masjid lantai 2 dan lantai 1 mendapatkan sirkulasi udara yang bagus. Dinding tidak masif seperti ini merupakan salah satu tema Arsitektur Tropis yang saya terapkan di bangunan masjid ini.
Gambar 6.3. Denah Gedung Serba Guna Lantai 1 (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Gedung Serba Guna yang terdapat di Pusat Ibadah Umat Islam ada 2 lantai, yang mana lantai pertama terdiri dari kelas – kelas yang di sewakan untuk kepentingan umum. Tangga untuk ke lantai ada 2 cara yaitu melalui dari dalam lantai 1 dan dari area depan gedung serba guna atau tangga ini langsung masuk ke lantai 2 tanpa melalui dari dalam lantai 1. Area servis di gedung serba guna terhubung dari lantai 1 ke lantai 2.
Sedangkan untuk lantai 2 gedung serba guna di fungsikan untuk acara – acara seperti pernikahan, acara perpisahan TK atau Sekolah Dasar, acara seni, dan acara lainnya. Di lantai 2 di sediakan panggung, tempat ruang persiapan untuk penyewa gedung dan kamar ganti untuk pengantin.
Gambar. 6.4 Denah Lantai 2 Gedung Serba Guna (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Dan bangunan terakhir di Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar yaitu Food Court, yang mana bangunan ini menyediakan beberapa outlet – outlet yang di sewakan untuk umum, beberapa cafe dan mini market. Pada bagian outlet ini tidak hanya menyediakan makanan tetapi juga ada pakaian dan cendra mata.
Sedangkan untuk outlet makanan area makannya di luar outlet atau di bagian teras
– teras yang mengelilingi outlet yang mana langsung berhadapan dengan taman bermain anak.
Gambar.6.5 Denah Food Court (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
6.3 Konsep Perancangan Ruang Luar / Tapak
Gambar 6.6 Zona Perancangan Pusat Ibadah Umat Islam (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Penzonaan di lakukan untuk menata lahan perancangan agar lebih teratur dan menjadi lebih baik peletakannya. Zona untuk lahan perancangan Pusat Ibadah Umat Islam ini dibagi menjadi tiga:
1. Zona Publik
Pada zona ini para pengunjung yang datang tidak dibatasi dalam menggunakan berbagai fasilitas seperti jalan, taman, food court, area parkir.
2. Zona Privasi
Zona ini sudah merupakan lingkup fasilitas dan kegiatan dari para pengunjung yang datang sehingga yang berkunjung tidak diperbolehkan masuk kecuali dengan persetujuan pengelola.
3. Zona Servis
Zona servis merupakan tempat gudang persediaan barang-barang perlengkapan Pusat Ibadah Umat Islam, peletakan trafo, genset, dan kebutuhan
Publik Privasi Servis
Konsep Ruang Terbuka Luar
Ruang terbuka di Pusat Ibadah Umat Islam terdapat Area lapangan olahraga, dan taman bermain anak. Fasilitas di lapangan olahraga seperti adanya lapangan basket, lapangan badminton, lapangan volly, area joging / lari dan tempat duduk untuk beristirahat. Lapangan olahraga ini di teduhi oleh pohon – pohon agar suasana di lapangan tidak panas dan di sekitar pinggir lapangan olahraga di teduhi oleh kanopi sepanjang jalan yang mana ini merupakan salah satu penerapan tema Arsitektur Tropis.
Gambar.6.7 Area Lapangan Olahraga (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Adanya terdapat pohon – pohon di area parkiran roda 2 dan roda 4 dengan tujuan agar area parkiran tidak panas, sejuk dan banyak angin.
Gambar.6.8 Area Parkiran Roda 2 dan Roda 4 (Sumber : Pengolahan Pribadi, 202)
Dengan adanya taman di bagian depan di dekat masjid dan food court membuat suasana menjadi lebih sejuk. Taman yang memiliki air mancur ini juga bisa di nikmati pengunjung ketika lagi duduk di dalam masjid atau pun lagi makan di area teras food court, taman ini juga bisa di jadikan tempat untuk menghibur diri dan menjernihkan mata ketika melihatnya.
Gambar.6.9 Taman depan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Suasana dari lantai 2 masjid ini membuat pengunjung menjadi betah berlama – lama di dalam masjid karena ketika di dalam lantai 2 masjid sebelah kiri pengunjung dapat menikmati dan merasakan kesejukan dengan melihat taman bermain anak dan adanya air pancur. Sedangkan untuk sebelah kanan masjid pegunjung dapat menikmati kolam, yang di tengah tengah kolam ada nya menara masjid, kolam ini bertujuan untuk mendinginkan ruangan masjid dan juga pengunjung tidak akan bosan di dalam ruangan masjid dan pengunjung juga akan merasakan ketenangan di dalam masjid.
Gambar. 6.10 View dari atas Masjid Lantai 2 ke arah Taman Bermain Anak (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Area taman bermain anak ini terletak di depan Food Court dan di sebelah kiri Masjid, sehingga orang tua dapat memantau dan mengawasi anaknya dari dalam Masjid atau pun dari area Food Court.Taman bermain anak ini bisa di kunjungi setiap hari dan untuk umum. Ada banyak tempat permaian anak yang di sediakan di sini dengan tujuan setiap anak yang lagi bermain tidak merasakan kebosanan.
Gambar.6.11 Area Taman Bermain Anak (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Gambar. 6.12 Salah Satu Fasilitas yang Terdapat di Taman Bermain Anak (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Gambar.6.13 Kolam Air Mancur di Taman Bermain Anak (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Konsep Sirkulasi Jalan / Kendaraan
Suasana yang tercipta dari Konsep sirkulasi kendaraan adanya banyak pohon peneduh di sepanjang jalan, sehingga tercipta kesan lingkungan Pusat Ibadah Umat Islam yang hijau dan asri. Suasana pedestrian akan dinaungi oleh pohon peneduh dan kanopi, sehingga orang jalan tidak terkena panas matahari dan suhu udara akan lebih sejuk.
Gambar. 6.14 Kanopi di Setiap Selasar (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Gambar. 6.15 Kanopi yang Terdapat di Area Taman Depan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Gapura atau pintu gerbang masuk ini terdapat di depan area parkiran, yang mana gapura ini seperti penyambutan para pengunjung dari area parkiran ke bangunan utama yaitu Masjid.
Gambar. 6.16 Pintu gerbang masuk dari parkiran ke bangunan utama Masjid (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
6.4 Konsep Masa Bangunan dengan Menerapkan Tema Arsitektur Tropis 1. Sirkulasi Udara
Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar pada semua bangunan menggunakan ventilasi silang dengan tujuan agar sirkulasi udara atau perputaran angin dalam ruang bisa berjalan dengan terus menerus tiada henti, jika di dalam ruangan udara kotor kurang bersih atau mengandung banyak polusi bisa terbuang dengan adanya ventilasi silang ini. Ada nya pohon pohon peneduh di halaman yang dapat menurunkan suhu panas matahari.
Gambar. 6.17 Fasad Bangunan Masjid yang di teduhi pohon di sekitar bangunan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Gambar. 6.18 Fasad Bangunan Gedung Serba Guna (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Gambar. 6.19 Fasad Bangunan Food Court menghadap Area Taman Bermain Anak (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Gambar. 6.20 Fasad Bangunan Food Court menghadap Taman Depan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
2. Atap
Pada bangunan Pusat Ibadah Umat Islam ini seluruh bangunan menggunakan di bagian atap menggunakan ventilasi udara agar sirkulasi udara di dalam terus berputar dan bukaan pada atap di fungsikan sebagai pengalir panas atau mengurangi panas yang ada di dalam bangunan. Memakai bentuk atap miring (pelana sederhana) yang dapat mengeliminasi suhu di bawah atap.
Gambar. 6.21 Atap yang menggunakan Ventilasi Udara (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
3. Aliran Angin
Pada lokasi site Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar memiliki aliran angin dengan kecepatan 8 km/h.
Gambar. 6.22 Kolam sebagai pendingin bangunan (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Dengan adanya kolam dan pohon pohon di sebelah utara bangunan Masjid, akan menambah aliran angin yang kencang dan juga sebagai mendinginkan ruangan masjid di bagian teras dan di dalam masjid.
Site Plan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar
Gambar. 6.23 Site Plan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Keterangan Gambar A : Masjid
B : Gedung Serba Guna C : Food Court
D : Lapangan Olahraga E : Kolam
F : Menara Masjid G : Plaza
H : Taman Bermain Anak
I : Parkiran Roda 2 Khusus Pengunjung Food Court J : Parkiran Roda 4
K : Parkiran Roda 2 L : Area Drop Off
M : Gapura Masuk dari Arah Parkiran N : Gapura Masuk untuk Pejalan Kaki 0 : In
P : Out
Q : Taman Depan
R : Selasar yang memiliki Kanopi
6.5 Konsep sistem struktur / konstruksi 6.5.1 Konsep Dasar Struktur/ Konstruksi
Pada bangunan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar memakai struktur yang digunakan adalah struktur rigid frame, yang memiliki kemampuan untuk menahan gaya pada arah vertikal dan horizontal dengan stabil, Dengan struktur ini, maka dapat disusun ruang ruang dalam yang lebih efisien. Untuk pondasi, bangunan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar ini menggunakan pondasi tiang pancang dengan bahan beton bertulang, sehingga dapat menahan beban bangunan dengan baik.
Gambar. 6.24 Potongan Bangunan Utama (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Gambar 6.25. Detail Pondasi (Sumber : Data Arsitek)
Untuk bagian atap pada bentang lebar, perancang menggunakan struktur space frame untuk menjadi rangka atapnya. Untuk atap core di gunakan rangka baja yang biasanya, sedangkan pada bangunan pendukung lainnya menggunakan rangka atap kayu, rangka atap biasa yang dipakai untuk bangunan kecil.
6.5.2 Konsep Pemilihan Jenis Struktur, Bahan dan Sistem Konstruksi
Struktur yang digunakan sebagai struktur utama bangunan-bangunan desain adalah sistem struktur rigid frame. Bahan struktur yang dipilih sebagai struktur utama bangunan adalah struktur beton bertulang. Struktur ini dipilih dengan beberapa pertimbangan yaitu karena kekuatannya. Sedangkan untuk bentang lebarnya menggunakan space frame sebagai strukturnya.
Sistem Utilitas
Utilitas merupakan hal yang sangat diperlukan dalam bekerjanya suatu bangunan. Kehadiran utilitas merupakan aspek penting untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna bangunan perancangan kedepannya.
Aspek-aspek penunjang utilitas diantaranya sistem pengolahan air, sistem mekanikal, sistem elektrikal, pengolahan sampah, sistem kebakaran, keamanan bangunan, serta penghawaan pada bangunan.
Sistem Air Kotor
Sistem jaringan air kotor pada bangunan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar menggunakan sistem pembuangan langsung. Limbah air kotor yang dihasilkan dari air sabun, air lemak, air kotor, dan air hujan. Ketiga limbah air kotor tersebut akan masuk ke penampung pengolahan air (IPAL) sebelum dialirkan ke riol kota. Sedangkan air kotor yang berasal dari kakus, dimasukkan ke dalam septictank. Media penyaluran air kotor tersebut berupa pipa tertutup dengan jarak terpendek dan kemiringan 0,5-1%, tanpa membuat belokan-belokan pipa yang tegak lurus.
Diagram 6.3 Skema Sistem Pengolahan Air Kotor (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Sistem Air Bersih
Sumber air bersih pada bangunan restoran ini berasal dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Sistem distribusi air dengan sistem down-feed, sehingga hemat listrik karena pompa tidak bekerja terus menerus melainkan air ditampung pada tangki penampungan air sebagai pasokan utama. Cara kerja sistem down feed sebagai berikut:
Diagram 6.4 Skema Sistem Pengolahan Air Bersih (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
Sistem Elektikal
Listrik yang digunakan dalam bangunan bersumber dari PLN. Listrik tersebut akan diterima oleh trafo penstabil tegangan, kemudian dialirkan ke main distribution panel yang diteruskan ke sub distribution panel yang akan mengalirkan listrik ke tiap-tiap peralatan listrik. Penyediaan genset sebagai sumber listrik cadangan.
Diagram 6.5 Skema Sistem Elektrikal (Sumber : Pengolahan Pribadi, 2020)
BAB VII KESIMPULAN
Berdasarkan permasalahan yang di hadapi :
1. Bagaimana merancang bangunan Pusat Ibadah Umat Islam Kota Pematangsiantar sebagai tempat beribadah yang nyaman bagi masyarakat umat Islam dengan menerapkan tema Arsitektur Tropis.
Desain menghasilkan rancangan yang menjawab permasalahan tersebut melalui hal – hal di bawah ini :
1. Tema Arsitektur Tropis di terapkan dalam bangunan yaitu
- Pembuatan bukaan ventilasi udara pada di setiap atap bangunan sehingga terjadi sirkulasi udara di dalam bangunan.
- Dinding memakai dinding Roster di bangunan utama yaitu Masjid, dengan tujuan untuk memasukan cahaya matahari sebagai pencahayaan alami dan sebagai aliran sirkulasi udara.
- Menggunakan tritisan yang cukup lebar sehingga dinding bangunan tidak terkena tempias air hujan.
- di setiap selasar di berikan kanopi dengan tujuan agar pengunjung tidak terkena panas matahari langsung dan terhindar dari hujan.
- Perancangan tapak dengan memaksimalkan area hijau di semua area terbuka, serta perlindungan terhadap panas dan hujan untuk area sirkulasi dalam tapak.
DAFTAR PUSTAKA Buku :
D.K.Ching, Francis. (1999), Arsitektur: Bentuk, Ruang dan Susunannya. Cetakan ke-7. Jakarta: Erlangga.
Ismail Al-Faruqi dan Lois lamya Al-Faruqi (2003), Atlas Budaya Islam, Penerbit Mizan, Bandung
Frishman Martin dan Hassan-uddin (1998), The Mosque History architectural
& development regional diversity. Bandung.
Laseau, Paul (1986), Berpikir Gambar Bagi Arsitek dan Perancang. Penerbit ITB, Bandung.
Neufert, Ernest. Data Arsitek. Jilid 2. Jakarta: Erlangga, 2002.
Neufert, Ernst dan Sjamsu Amril, (1995), Data Arsitek, Jilid 2 Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Neufert, Ernst dan Sunarto Tjahjadi, (1997), Data Arsitek, Jilid 1 Edisi 33, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Karyono Tri, Harso, (2016), Arsitektur Tropis, Jakarta, Erlangga
White, Edward T. Concept Source Book, Architectural Media Ltd. Arizona
Website :
Siantarkota.bps.go.id/publication/2020/04/27/e6c4904a4aedbb21dc508583/kota-pematang-siantar-dalam-angka-2020.html, diakses pada tanggal 15 Maret 2020 https://duniamasjid.islamic-center.or.id/571/masjid-al-irsyad, diakses pada tanggal 15 Maret 2020
https://islamic-center.or.id/sejarah-berdirinya-jakarta-islamic-centre, diakses pada
https://duniamasjid.islamic-center.or.id/885/masjid-al-markaz-al-islami-makassar,
diakses pada tanggal 15 Maret 2020
https://duniamasjid.islamic-center.or.id/870/masjid-islamic-center-samarinda,
diakses pada tanggal 15 Maret 2020
https://masjidashshiddiiqi.wordpress.com, diakses pada tanggal 15 Maret 2020