METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan lokasi penelitian
JUMLAH SUB DAS CIDURIAN HILIR
4.2.3. Analisa Sektoral
4.2.3.1. Kabupaten Lebak
Analisa sektoral dilakukan guna mengetahui sektor dari sumber pencemaran tak tentu (non point source) yang paling dominan berkontribusi terhadap beban pencemaran Sungai Cidurian. Informasi perbandingan beban pencemar dari sumber pertanian dan domestik yang lebih dominan di Kabupaten Lebak dapat digunakan sebagai bahan masukan pengambilan kebijakan pengendalian pencemaran. Hasil perbandingan kontribusi beban pencemar dari sektor domestik dan pertanian di Kabupaten Lebak dapat dilihat pada Tabel 36.
Tabel 36. Perbandingan beban pencemaran dari sektor domestik dan
pertanian di Kabupaten Lebak
NO
Wilayah Beban Pencemaran (gr/hari)
Kab. Lebak BOD TSS
Domestik Pertanian Domestik Pertanian
1 CIPANAS 1.572.552 1.493.924 2 CURUGBITUNG 960.996 263.979 912.946 51.504 3 MAJA 1.573.632 620.518 1.494.950 82.934 4 RANGKASBITUNG 3.466.276 182.392 3.292.962 21.252 5 SAJIRA 1.507.564 1.432.186 6 CIBEBER 953.768 906.080
Gambar 46 Grafik perbandingan kontribusi beban pencemaran BOD dan TSS dari domestik dan pertanian di Kabupaten Lebak
Pada Gambar 46 tampak bahwa di Kabupaten lebak, sektor domestik lebih besar kontribusinya terhadap beban pencemaran dibandingkan dengan sektor pertanian. Berdasarkan analisa GIS (geographic information system)
jumlah penduduk Kabupaten Lebak yang berada di DAS Cidurian 314.104 jiwa. Jumlah penduduk apabila dikelompokkan menurut jarak dengan sungai seperti tampak pada Gambar 47. Pada Gambar 47 dapat diperoleh gambaran pemukiman penduduk yang dominan berada pada jarak 100-500 m dari sungai. Hal ini berpengaruh terhadap kontribusi beban pencemaran domestik apabila diasumsikan 80% penduduk membuang limbah domestiknya secara langsung ke sungai. Pemukiman penduduk berjarak lebih dari 1 km diasumsikan telah memiliki sistem pengolahan limbah domestik, sehingga kontribusi beban pencemaran domestik ke sungai berkisar 30 % (Kurniawan, 2010).
Gambar 47. Prosentase pola penyebaran penduduk di DAS Cidurian wilayah Kabupaten Lebak
4.2.3.2. Kabupaten Serang
Penduduk di Kabupaten Serang yang tinggal di wilayah DAS Cidurian sebesar 395.412 jiwa berdasarkan analisa (geographic information system).
Aktifitas penduduk khususnya bidang domestik dan pertanian berkontribusi terhadap beban pencemaran. Guna pengelolaan yang efisien diperlukan data mengenai aktifitas yang lebih dominan antara domestik dan pertanian. Salah satu sektor yang dominan akan mendapat prioritas penanganan pengelolaan limbah cair di wilayah Kabupaten Serang.Perbandingan beban pencemaran dari sektor domestik dan pertanian di Kabupaten Serang seperti pada Tabel 37. Tabel 37 Perbandingan beban pencemaran dari sektor domestik dan pertanian di Kabupaten Serang
NO Wilayah Beban Pencemaran (gr/hari)
Kab. Serang BOD TSS
Domestik Pertanian Domestik Pertanian
1 JAWILAN 1.239.004 147.254 1.177.054 326,03 2 KOPO 1.301.000 424.895 1.235.950 945,21 3 BANDUNG 699.032 1.144 664.080 2,74 4 BINUANG 688.364 234.250 653.946 520,55 5 CARENANG 1.305.268 88.727 1.240.005 197,18 6 CIKANDE 2.187.028 552.824 2.077.677 1.228,49 7 KIBIN 806.508 15.156 766.183 33,67 8 TANARA 63.006 787.575 1.175.690 140,00
Gambar 48. Perbandingan kontribusi beban pencemaran BOD dan TSS dari domestik dan pertanian di Kabupaten Serang
Pada Gambar 48 tampak bahwa hampir di semua wilayah, beban pencemaran dari sektor domestik lebih dominan dibandingkan dari sektor pertanian. Namun Kecamatan Tanara beban pencemaran dari sektor pertanian
lebih tinggi dibandingkan dengan sektor domestik. Kecamatan Tanara berada di wilayah sub DAS Cidurian hilir. Diduga wilayah hilir sangat subur untuk pertanian, sehingga sebagian besar pemanfaatan lahan di wilayah hilir untuk pertanian. Pola penyebaran penduduk terhadap jarak sungai berdasarkan analisa GIS (geographic information system), di Kecamatan Tanara seperti tampak pada Gambar 49. Pemukiman penduduk yang berada pada jarak 0 – 100 m atau yang dekat dengan sungai di Kecamatan Tanara sebesar 50 %. Apabila diasumsikan penduduk yang tinggal pada jarak 0-100 m semuanya berpotensi membuang limbahnya langsung ke sungai, berarti beban pencemaran domestik sebanding dengan 50 % dari total penduduk di Kecamatan Tanara. Sebenarnya beban pencemaran paling dominan sektor pertanian maupun domestik di Kecamatan Cikande Kabupaten Serang. Namun perbandingan beban pencemaran dari sektor pertanian lebih tinggi dibanding dari sektor domestik di Kecamatan Tanara diduga sebagian besar penduduk yang tinggal pada jarak 0-100 m dari sungai memanfaatkan lahannya untuk aktifitas pertanian.
Gambar 49 Prosentase pola penyebaran penduduk di DAS Cidurian Kecamatan Tanara Kabupaten Serang
4.2.3.3. Kabupaten Tangerang
Kabupaten Tangerang memiliki penduduk 529.920 jiwa yang tinggal di DAS Cidurian sub DAS Cidurian hilir berdasarkan analisa GIS (geographic information system). Dibandingkan dengan Kabupaten Serang, Lebak dan Bogor, Kabupaten Tangerang memiliki jumlah penduduk yang paling besar. Hal ini mengakibatkan kontribusi beban pencemaran dari domestik di Kabupaten Tangerang lebih besar dibandingkan Kabupaten Serang, Lebak dan Bogor.
Lahan yang digunakan untuk pertanian di Kabupaten Tangerang sebesar 28.608,57 lebih luas dibandingkan dengan Kabupaten Serang, Lebak dan Bogor berdasarkan analisa GIS (geographic information system). Hal ini mengakibatkan kontribusi beban pencemaran dari pertanian di Kabupaten Tangerang lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Serang, Lebak dan Bogor. Pengendalian pencemaran dari sumber tak tentu (non point source) di Kabupaten Tangerang perlu diupayakan seoptimal mungkin. Prioritas penanganan antara sektor domestik dan pertanian perlu dilakukan. Oleh karena itu perlu diketahui sektor mana yang berkontribusi dominan dari sumber domestik atau pertanian. Kontribusi beban pencemaran dari sektor domestik dan pertanian dapat dibandingkan seperti pada Tabel 38.
Tabel. 38 Perbandingan beban pencemaran dari sektor domestik dan pertanian di Kabupaten Tangerang
NO Wilayah Beban Pencemaran (gr/hari)
Kab. Tangerang BOD TSS
Domestik Pertanian Domestik Pertanian
1 BALARAJA 1.335.456 20.659 1.268.683 45,92 2 CISOKA 1.927.084 108.423 1.830.730 1.645,07 3 GUNUNG KALER 1.434.792 187.932 1.363.052 417,62 4 JAYANTI 1.681.028 250.085 1.596.977 550,36 5 KRESEK 1.675.308 169.140 1.591.543 375,86 6 MEKAR BARU 1.048.480 243.500 996.056 541,12 7 SOLEAR 2.422.300 64.036 2.301.185 8 SUKAMULYA 713.052 1.944.753 677.399 4.321,67
Gambar 50 Perbandingan kontribusi kontribusi beban pencemaran BOD dan TSS dari domestik dan pertanian di Kabupaten Tangerang
Pada Gambar 50 dapat dilihat bahwa kontribusi beban pencemaran BOD di hampir semua kecamatan dari sektor domestik lebih tinggi dibandingkan
dengan sektor pertanian, kecuali di Kecamatan Sukamulya. Hal ini dikarenakan Kecamatan Sukamulya memiliki jumlah penduduk yang relatif lebih sedikit dibandingkan kecamatan lain (Tabel 34), sedangkan penggunaan lahan pertanian di Kecamatan Sukamulya lebih besar dibandingkan dengan kecamatan lain (Tabel 30). Pola penyebaran penduduk berdasarkan jarak terhadap sungai dapat dilihat pada Gambar 51.
Gambar 51 Prosentase pola penyebaran penduduk di DAS Cidurian wilayah Kabupaten Tangerang
Pada Gambar 51 tampak bahwa penduduk yang dominan berada pada jarak lebih dari 1 km sebesar 41 %. Apabila diasumsikan penduduk yang berjarak lebih dari 1 km 30 % membuang langsung limbahnya ke sungai akan berpengaruh terhadap kontribusi beban pencemaran dari domestik. terhadap beban pencemaran BOD dan TSS. Penduduk yang tinggal pada jarak 0-100 m dan 100-500 m dari sungai hanya sebesar 15 %.
4.2.3.4. Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor memiliki jumlah penduduk 417.333 jiwa yang terletak di bagian sub DAS Cidurian hulu dan sebagian di sub DAS Cibereum berdasarkan analisa GIS (geographic information system). Aktifitas penduduk di bidang domestik dan pertanian berkontribusi terhadap beban pencemaran di DAS Cidurian. Perbandingan antara sektor domestik dan pertanian parameter BOD dan TSS dapat dilihat pada Tabel 39.
Tabel 39 Perbandingan beban pencemaran dari sektor domestik dan pertanian di Kabupaten Bogor
NO Wilayah Beban Pencemaran (gr/hari)
Kab. Bogor BOD TSS
Domestik Pertanian Domestik Pertanian
1 CIGUDEG 4,245,304 57,032 4,033,039 126.74 2 JASINGA 3,016,004 321,002 2,865,204 546.62 3 NANGGUNG 3,088,564 16,896 2,934,136 3,422.81 4 SUKAJAYA 1,926,768 3,317,957 1,830,430 17,566.82 5 TENJO 2,046,048 149,642 1,943,746 8,554.56
Gambar 52 Perbandingan kontribusi kontribusi beban pencemaran BOD dan TSS dari domestik dan pertanian di Kabupaten Bogor
Pada Gambar 52 tampak bahwa hampir di semua kecamatan, beban pencemaran BOD dan TSS dari sektor domestik lebih dominan dibandingkan dengan dari sektor pertanian. Kecuali pada Kecamatan Sukajaya. Hal ini disebabkan di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor penggunaan lahan untuk pertanian lebih besar dibandingkan wilayah lainnya, sedangkan jumlah penduduknya relatif kecil. Prosentase pola penyebaran penduduk dapat dilihat pada Gambar 53. Pada Gambar 53 tampak bahwa penduduk yang dominan berada pada jarak 100 – 500 m dari sungai. Pada jarak ini diasumsikan 80% penduduknya tidak memiliki saluran pembuangan limbah maupun sistem pengolahannya, sehingga limbahnya langsung dibuang ke sungai. Akibatnya beban pencemaran BOD dan TSS dari domestik lebih tinggi dibandingkan dari pertanian.
Gambar 53 Prosentase pola penyebaran penduduk di DAS Cidurian Wilayah Kabupaten Bogor