• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Dalam dokumen L K I P INSPEKTORAT UTAMA TAHUN ANGGARAN (Halaman 103-113)

Potret Kinerja Inspektorat

IKS 6 : Jumlah satker BPS yang telah berpredikat WBK (berdasarkan SK Kepala BPS) Sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional

3.7 Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

kompe-tensi Auditor 373.326.000 348.723.100 93,41 24.602.900 100

4

Pembangunan Zona

Integritas WBK/WBBM 206.663.000 205.103.904 99,25 1.559.096 100

5

Program Kerja

Pengawasan Tahunan 5.165.930.000 5.127.664.337 99,26 38.265.663 100 JUMLAH 6.863.620.000 6.769.835.246 98,99 69.008.754 100

3.7 Analisis atas Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Analisis ini menggambarkan tingkat efisiensi yang dilakukan oleh Inspektorat dengan memberikan data nilai output per unit yang dihasilkan oleh suatu input tertentu. Dari sudut pan-dang efektivitas, maka kinerja pencapaiian sasaran Inspektorat terhadap penggunaan sumber daya dapat dikategorikan sangat efisien, hal tersebut tercermin dari output yang dapat dicapai dengan anggaran yang tersedia.

L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 86

Tabel 3.32 Laporan Realisasi Anggaran PPAA Inspektorat Utama TA.2017

(Januari s.d Desember 2017) berdasarkan kinerjanya

Tabel 3.33 Perbandingan Pagu dan Realisasi tahun 2017 berdasarkan kinerjanya Sasaran/Indikator Kinerja Sasaran

Pagu Realisasi

Rp Output Rp Output

Tingkat ketaatan satker dalam akuntabilitas keuangan dan kinerja Tingkat rekomendasi Inspektorat yang

5.539.256.000 117 5.476.387.437 157

Tingkat satker yang telah menyusun

Sasaran/Indikator Kinerja Sasaran Realisasi Persentase Pagu Realisasi (%)

Tingkat rekomendasi Inspektorat yang telah

selesai ditindaklanjuti - -

95%

L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 87

Upaya efisiensi yang sudah dilakukan oleh Inspektorat BPS adalah :

1. Sesuai dengan Instruksi Presiiden (Inpres) Nomor 4 tahun 2017 tentang efisiensi Belanja Barang Kementerian/Lembaga dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017, BPS mendapat penghematan anggaran sebesar Rp167.520.000.000,-. Dari angka tersebut Inspektorat Utama melakukan Penghema-tan/self blocking sebesar Rp6.838.844.000,- dari Rp7.341.660.000,- menjadi Rp501.816.000,- dengan rincian sebagai berikut:

Tabel 3.34 Perbandingan Anggaran SelfBloking menurut Wilayah

No Inspektorat

1 I 2.415.250.000 2.291.436.000 123.814.000

2 II 2.392.240.000 2.264.500.000 127.740.000

Tingkat satker yang memiliki penyimpangan dengan batas maksimal tiga persen dari DIPA (dari satker yang diperiksa)

5.539.256.000 5.476.387.437

107,69%

Tingkat satker yang telah menyusun Laporan Keuangan sesuai dengan SAP (dari satker yang diperiksa)

SAKIP kategori Baik (dari satker yang diperiksa) 649.275.000 645.056.981 120%

Jumlah satker BPS yang telah berpredikat WBK

(berdasarkan SK Kepala BPS RI) 206.663.000 205.103.904 120%

Jumlah satker BPS yang telah berpredikat

WBBM (berdasarkan SK Kepala BPS RI) - - -

JUMLAH 6.863.620.000 6.769.835.246 110,45%

L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 88

3 III 2.534.170.000 2.282.908.000 251.262.000

Jumlah 7.341.660.000 6.838.844.000 501.816.000

2. Melaksanakan Evaluasi SAKIP (field) dengan biaya penginapan 70% dari SBM, pesawat 70% dari SBM.

Tabel 3.35 Besaran efisiensi kegiatan SAKIP menurut Wilayah Tahun 2017

No Uraian Sebelum

2 Wilayah II 190.432.000 167.147.149 23.284.851

3 Wilayah III 178.052.000 166.533.212 11.518.788

Jumlah 558.916.000 511.289.581 47.626.419

3. Efisiensi dalam Penugasan PKPT, antara lain:

a) Perubahan jumlah Hari Pengawasan (HP);

Tabel 3.36 Perbandingan Target dan Realisasi Kegiatan Tahun 2017

Uraian Kegiatan

b) Tidak diperkenankan Pemililhan Tiket Pesawat kelas “Y” kecuali karena alasan keterbatasan ketersediaan tiket;

c) Pada beberapa Tim yang personilnya sejenis, menghemat akomodasi dengan sekamar berdua;

Efisiensi dijelaskan dalam tabel berikut ini:

L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 89

Tabel 3.37 Besaran Efisiensi Kegiatan Menurut Wilayah Tahun 2017

No Uraian Sebelum

Efisiensi

Sesudah Efisiensi Efisiensi

1 Wilayah I 1.568.652.000 1.169.911.404 398.740.596

2 Wilayah II 618.696.000 178.380.000 456.996.000

3 Wilayah III 1.486.318.000 1.0014.713.064 471.604.936

Jumlah 1.327.341.532

*perhitungan tim auditor PKPT tanpa evaluator/dalnis

4. Efisiensi lainnya yang dilakukan Inspektorat dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, an-tara lain:

a. Efisiensi dalam pemilihan hotel untuk kegiatan Konsinyasi, yaitu dengan survei dan membandingkan beberapa hotel sebelum menentukann hotel yang tepat;

b. Penghematan dalam penggunaan kertas, dengan cara mencetak draft LHA dan produk-produk audit lainnya yang akan dikoreksi oleh pihak terkait, menggunakan kertas bekas;

c. Membatasi penggunaan tinta printer dengan menggunakan mode “hemat” atau beralih pada penggunaan mesin fotokopi yang bisa melakukan pencetakan doku-men melalui softcopy sehingga doku-menghemat tinta printer;

d. Menghemat penggunaan listrik ketika istirahat dan waktu jam kerja selesai serta menghindari penggunaan listrik yang berlebihan apabila hanya satu orang saja yang bekerja hingga malam, mematikan PC, Laptop dan lampu bila sudah tidak digunakan.

BAB IV

PENUTUP

L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 89 4.1. Simpulan Akuntabilitas Kinerja

Mengacu kepada uraian akuntabilitas di bab-bab sebelumnya, Inspektorat Utama dapat memenuhi sebagian besar target Perjanjian Kinerja tahun 2017. Namun menyadari akan berbagai keterbatasan, Inspektorat Utama juga mengidentifikasi area yang masih memerlukan penyem-purnaan. Secara ringkas Pencapaian terhadap visi dan misi Inspektorat Utama direpresentasikan oleh capaian Hasil program (outcome) dan capaian hasil kegiatan (output) dari Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur. 1 (satu) tujuan yang harus dicapai In-spektorat Utama pada tahun 2017, yaitu “Peningkatan birokrasi yang akuntabel”. Tujuan tersebut memiliki 1 (satu) sasaran strategis yang harus dicapai “Tingkat ketaatan satker dalam akuntabili-tas keuangan dan kinerja”.

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari hasil pengukuran kinerja Inspektorat Utama sela-ma tahun 2017 antara lain:

1. Berdasarkan pengukuran oleh Tim Pengumpulan data Kinerja dapat disimpullkan bahwa secara keseluruhan capaian kinerja tujuan dan sasaran strategis Inspektorat Utama tahun 2017 telah tercapai dari target yang ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Inspektorat Utama tahun 2017, dengan rata-rata capaian kinerja tujuan dan sasaran sebesar 112,50% (kategori Sangat Baik) dan mengalami peningkatan capaian kinerja dari tahun 2016 sebesar 109% atau sebanyak 5 (lima) dari 6 (enam) IKS telah mencapai target dan bahkan beberapa diantaranya melebihi target yang telah ditentukan, hanya IKS “Tingkat Rekomendasi Inspektorat yang te-lah selesai ditindaklanjuti” yang belum mencapai target, dengan capaian 95% dari targetnya 100%;

Menunjukkan tingkat keberhasilan capaian kinerja sebagai berikut : 1) Capaian 100% atau lebih (sangat baik) : 5 (lima) indikator 2) Capaian 75% sampai 99% (Baik) : 1 (satu) indikator 3) Capaian 55% sampai 74% (cukup) : tidak ada (0%) 4) Capaian kurang dari 54% (kurang) : tidak ada (0%)

BAB

PENUTUP 4

L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 90

2. Beberapa kinerja Inspektorat Utama BPS selama tahun 2017 berdampak positif dalam

men-dukung kinerja BPS, antara lain Opini Wajar tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keu-angan tahun 2016, dan predikat “BB” Evaluasi atas implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja BPS. Selain itu hal yang positif lainnya adalah nilai kapabilitas Inspektorat Utama BPS telah berada di Level 3 (integrated). Meskipun demikian upaya-upaya peningkatan kinerja terus dilakukan oleh Inspektorat Utama, terutama dalam hal pemenuhan dan peningkatan jumlah satker yang berpredikat WBK dan WBBM serta meningkatkan pembinaan dalam pengelolaan keuangan agar opini WTP dari BPK RI atas hasil pemeriksaan Laporan Keuangan, dapat diper-tahankan di tahun-tahun berikutnya.

3. Perlu disampaikan juga bahwa pada Tahun 2017 terdapat 4 (empat) dari 6 (enam) IKU yang Realisasinya telah mencapai dan/atau melebihi target Renstra tahun 2019, sehingga perlu mereviu target dalam Rencana Strategis;

4. Selama tahun 2017, pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka menjalankan ttugas pokok dan fungsi serta mewujudkan target kinerja yang ingin dicapai Inspektorat Utama BPS dianggarkan melalui APBN sebesar Rp6.863.620.000,-, dengan Realisasi anggaran Inspektorat Utama TA 2017 mencapai Rp6.769.835.246,- atau penyerapan anggaran mencapai 98,99%

dari pagu anggaran. Inspektorat Utama telah berhasil melaksanakan seluruh Kegiatan Utama maupun kegiatan lainnya yang lebih banyak dari tahun 2016 baik dari sisi satker yang menjadi objek audit/reviu/evaluasi maupun dari sisi macam kegiatannya.

4.2 SARAN

Bertolak pada berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan kinerja Inspektorat Utama BPS, untuk itu perlu adanya komitmen bersama dalam pencapaian target Jangka Menengah (Renstra tahun 2015-2019) untuk perbaikan dalam hal peningkatan efektifitas dan efisiensi peran pengelola kinerja, penerapan sistem informasi dalam peningkatan mutu pengawasan, serta pen-ingkatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan secara berkala oleh seluruh unsur di ling-kup Inspektorat Utama BPS, dimasa mendatang.

L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 91

Sebagai bentuk perbaikan dalam rangka pencapaian target IKU Inspektorat Utama BPS yang disajikan dalam Renstra 2015-2019 di masa mendatang, terdapat beberapa saran yang dapat ditindaklanjuti antara lain:

1. Mengoptimalkan pelaksanaan monitoring laporan tindak lanjut;

2. Memaksimalkan pemanfaatan TIK sebagai Tools pengendalian;

3. Melakukan penyesuaian rencana aksi pencapaian IKU dan penyesuaian skala prioritas da-lam penentuan kegiatan dan anggaran yang difokuskan untuk pencapaian target IKU;

4. Meningkatkan komitmen semua pihak dalam hal pemantauan pencapaian target In-spektorat Utama secara periodik (per triwulan) atau sesuai kebutuhan;

5. Beberapa hasil pengukuran capaian kinerja dijadikan dasar evaluasi menyeluruh atas ca-paian kinerja TA 2017 pada setiap IKU yang ada dan memanfaatkan hasil evaluasi kinerja tersebut sebagai bahan perbaikan pelaksanaan program/kegiatan di masa mendatang, misalnya dengan melakukan reviu atas target Jangka Menengah (tahun 2019) yang tercan-tum dalam Renstra 2015-2019, dengan mempertimbangkan Realisasi jangka menengah (s.d 2017);

6. Sebagai wujud komitmen tinggi pimpinan dalam hal pencapaian tujuan/sasaran strategis dalam Renstra 2015-2019, Inspektorat Utama perlu meningkatkan wawasan dan keterampi-lan auditor, persamaan persepsi dan persatuan diantara seluruh pegawai untuk melaksanakan tugas sesuai dengan arah kebijakan pengawasan Inspektorat Utama, melalui Pelatihan di Kantor Sendiri, pendidikan kursus/pelatihan, ceramah, studi banding, ESQ, workshop/focus group discussion (FGD) atau melalui kerja sama dengan BPKP, dan se-bagainya;

7. Segera kembangkan Sistem Informasi yang mendukung kebijakan pengawasan Inspektorat Utama BPS;

8. Mendayagunakan Sumber daya yang ada secara menyeluruh, efektif, efisien dan optimal untuk meningkatkan hasil pengawasan/pemeriksaan;

9. Untuk meningkatkan peran pengawasan dalam membantu pencapaian visi dan misi BPS dengan cara mencegah terjadinya penyimpangan di masing-masing unit kerja dan mem-berikan early warning maka perlu dilakukan kegiatan pendampingan dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan program unit kerja sebagai pelengkap kegiatan pengawasan

L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 92

yang telah rutin dilakukan, misalnya dengan membuat aplikasi help desk dalam rangka diskusi antara auditor dengan auditan; dan

10. Meningkatkan sosialisasi dan pembinaan dalam bentuk pendampingan/reviu terutama da-lam penyiapan kelengkapan bukti dukung untuk penilaian WBK/WBBM, ke unit kerja yang akan dicalonkan memperoleh predikat WBK berdasarkan evaluasi hasil self assessment dan meningkatkan koordinasi dengan unit kerja yang telah memperoleh Predikat WBK, agar dapat memperoleh predikat WBBM dari Kementerian PAN dan RB pada tahun 2018.

Demikian Laporan Kinerja Inspektorat Utama ini disusun, yang menggambarkan tentang kinerja, permasalahan serta hasil evaluasi yang dimuat didalamnya. Diharapkan bermanfaat se-bagai bahan informasi bagi upaya-upaya peningkatan kinerja pada tahun berikutnya, serta bahan masukan untuk pembuatan Laporan Kinerja Badan Pusat Statistik.

Inspektur Utama Badan Pusat Statistik RI

Drs. Akhmad Jaelani, M.Si

L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 93

Meningkatnya ketaatan satker dalam

akuntabilitas Keuangan 95% 97% 98% 99% 100%

Persentase satker yang telah menyusun Laporan Keuangan sesuai dengan SAP (dari satker yang diperiksa)

100% 100% 100% 100% 100%

Persentase penyelesaian proses pe-nanganan pengaduan dari pegawai, masyarakat dan organisasi/lembaga swadaya

100% 100% 100% 100% 100%

Meningkatnya ketaatan satker dalam

akuntabilitas kinerja 80% 85% 90% 95% 100%

Persentase satker yang mendapatkan nilai evaluasi SAKIP kategori Baik (dari

Lampiran 1. Renstra Inspektorat Utama BPS 2015-2019

Dalam dokumen L K I P INSPEKTORAT UTAMA TAHUN ANGGARAN (Halaman 103-113)