Potret Kinerja Inspektorat
IKS 1.5 : Tingkat satker yang mendapatkan nilai evaluasi SAKIP kategori baik (dari 36 satker yang diperiksa)
Dalam rangka Reformasi birokrasi untuk melakukan perubahan tata laksana pem-bangunan menuju pemerintahan yang baik (good govenance), salah satu indikatornya ditandai dengan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi, sehingga penguatan akunta-bilitas kinerja merupakan salah satu program yang penting untuk dilaksanakan. Penguatan akuntabilitas kinerja ini dilaksanakan dengan penerapan Sistem Akuntabilias Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014.
Untuk mengetahui sejauh mana Badan Pusat Statistik mengimplementasikan SAKIP-nya, ser-ta sekaligus untuk mendorong adanya peningkaser-tan kinerja BPS , maka perlu dilakukan suatu evaluasi Implementasi SAKIP oleh Inspektorat Utama. Evaluasi implementasi SAKIP ini
L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 49
kan dapat mendorong BPS secara konsisten meningkatkan implementasi SAKIP-nya dan mewujudkan capaian kinerja (hasil) instansinya sesuai RPJMN, memenuhi target kinerja yang dituangkan dalam Rencana Stratejik (Renstra), Rencana Kinerja Tahunan (RKT) dan Perjanjian Kinerja (PK). Target kinerja diukur dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) yang setidaknya me-menuhi karakteristik Specific (spesifik), Measurable (dapat diukur), Achievable (dapat dicapai dan berorientasi kepada Hasil), Relevan (berkaitan dengan tujuan dan sasaran) dan Timely (te-pat waktu) atau diakronimkan dengan SMART.Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pen-gukuran, pengumpulan data, pengklarifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada in-stansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja inin-stansi pemerintah.
Tujuan dari kegiatan Evaluasi Implementasi SAKIP di Lingkungan BPS, sesuai dengan Pera-turan Menteri PAN & RB No. 12 tahun 2015, antara lain:
a. Memperoleh informasi tentang implementasi SAKIP;
b. Menilai tingkat implementasi SAKIP;
c. Memberikan saran perbaikan untuk peningkatan implementasi SAKIP; dan d. Memonitor tindak lanjut rekomendasi hasil evaluasi periode sebelumnya.
Ruang lingkup evaluasi implementasi SAKIP meliputi kegiatan evaluasi terhadap perencanaan strategis dan perencanaan kinerja tahunan termasuk penerapan anggaran ber-basis kinerja, pelaksanaan program dan kegiatan, pengukuran capaian kinerja, pelaporan kiner-ja, evaluasi internal serta pencapaian kinerja. Informasi kinerja yang dipertanggungjawabkan dalam laporan kinerja bukanlah satu-satunya yang digunakan dalam menentukan nilai dalam evaluasi, akan tetapi juga termasuk berbagai hal (knowledge) yang dapat dihimpun guna men-gukur keberhasilan ataupun keunggulan instansi.
Evaluasi Implementasi SAKIP di BPS telah dilaksanakan beberapa tahun ini, pada tanggal 3 Juli 2012, telah diterbitkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 44 Tahun 2012 Ten-tang Petunjuk Teknis Evaluasi LAKIN BPS (telah direvisi kembali di bulan Maret 2014) untuk di-jadikan acuan para auditor dalam melaksanakan evaluasi. Pelaksanaan evaluasi atas implemen-tasi SAKIP dimulai dari Survei pendahuluan dengan maksud untuk memahami dan mendapat-kan gambaran umum mengenai kegiatan/unit kerja yang amendapat-kan dievaluasi, memberimendapat-kan fokus
L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 50
kepada hal-hal yang memerlukan perhatian dalam evaluasi, dan merencanakan dan men-gorganisasikan evaluasi. Pengumpulan data dan informasi pada survei pendahuluan dapat dil-akukan dengan beberapa cara, yaitu melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, atau kombinasi diantara beberapa cara tersebut. Sedangkan teknik analisis data antara lain dengan telaahan sederhana, berbagai analisis dan pengukuran, metode statistik, pembandingan, ana-lisis logika program dan sebagainya. Dari hasil survei pendahuluan, dilakukan evaluasi atas im-plementasi SAKIP dengan fokus pada kriteria-kriteria yang telah ditentukan namun tetap mem-perhatikan hasil evaluasi atas implementasi SAKIP tahun sebelumnya.Dalam evaluasi implementasi SAKIP ini, dituntut penilaian yang adil, transparan dan ob-jektif. Sedangkan dalam pelaksanaannya dimungkinkan masih terjadi perbedaan pemahaman para evaluator dan subjektivitas dari tim yang bertugas (professional judgement). Untuk meminimalkan hal tersebut, telah dilakukan beberapa upaya sebagai berikut:
a. Koordinasi dengan binagram tentang tujuan, sasaran dan indikator kinerja sasaran dalam IKU, dokumen perencanaan dan LAKIN, bagaimana cara pengukurannya, serta dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam penilaian evaluasi SAKIP
b. Menyusun pedoman yang dilengkapi dengan tools (Lembar Kerja Evaluasi, Kertas Kerja Evaluasi, dan Laporan Hasil Evaluasi) yang akan digunakan dalam evaluasi, Peraturan terkait SAKIP tersebut terus dilakukan perbaikan dalam rangka penyempurnaan atas kelemahan yang masih ada;
c. Melakukan sharing knowledge (Pelatihan di kantor sendiri);
d. Membuka forum diskusi yang berkesinambungan selama pelaksanaan penugasan evaluasi SAKIP di daerah antara evaluator dengan Tim Koordinator SAKIP;
e. Menambahkan kolom kerangka logis dalam Lembar Kerja Evaluasi untuk membatasi penilaian auditor;
f. Panelisasi penilaian yang dilakukan serentak 33 satker BPS Provinsi, STIS, Pusdiklat dan 33 satker BPS Kab/kota;
g. Konfirmasi dengan evaluator yang bertugas; serta
h. Konsultasi dengan para Inspektur tentang hasil penilaian.
L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 51
Rangkaian pelaksanaan Evaluasi Implementasi SAKIP di Tahun 2017 terdiri dari:a. Pembahasan Reviu Lembar Kerja Evaluasi (LKE), Kertas Kerja Evaluasi (KKE), dan Pedoman Evaluasi SAKIP tahun 2017;
b. Sharing knowledge (Pelatihan di Kantor Sendiri);
c. Melaksanakan persamaan persepsi dan berkoordinasi dengan Binagram;
d. Melaksanakan Evaluasi Implementasi SAKIP yang terdiri dari 33 satker Provinsi, 33 satker Kab/kota, STIS dan Pusdiklat;
e. Pengumpulan hasil Evaluasi Implementasi SAKIP dari para evaluator;
f. Panelisasi Hasil Evaluasi Implementasi;
g. Pemeringkatan satuan kerja dari nilai yang tertinggi hingga terendah;
h. Menyusun Laporan Hasil Evaluasi Implementasi SAKIP;
i. Pelaporan Hasil Penilaian Evaluasi Implementasi SAKIP Inspektorat Utama BPS kepada Kemenpan RB; serta
j. Publikasi hasil penilaian Evaluasi Implementasi SAKIP kepada seluruh Satker BPS
Pada awal tahun, Inspektorat Utama menargetkan 36 satker yang terdiri dari 33 Provinsi, STIS, Pusdiklat dan Kesestamaan, sebagai sampel evaluasi SAKIP tahun 2017. Namun pada pelaksanaannya, evaluasi yang dilaksanakan oleh Tim Mandiri Pejabat Fungsional Auditor ter-sebut, dilaksanakan pada 68 satker, yaitu 33 (Tiga Puluh Tiga) BPS Provinsi, 33 (Tiga Puluh Tiga) BPS Kab/kota, STIS dan Pusdiklat, dimana Laporan Ikhtisar Hasil Evaluasi Inspektorat Utama te-lah disampaikan kepada Kementerian PAN&RB sesuai PerMen PAN&RB No. 12 tahun 2015.
Hasil Penilaian Evaluasi atas Implementasi SAKIP tersebut Satuan Kerja setingkat Eselon II berasal dari 33 (tiga puluh tiga) BPS Provinsi, STIS dan Pusdiklat diperoleh hasil penilaian atau skor rata-rata sebesar 69,67 dengan kriteria nilai dalam kategori huruf “B” dan 55,53 dengan kriteria nilai dalam kategori huruf “CC” untuk 33 (tiga puluh tiga) BPS Kabupaten/kota terpilih yang menjadi sampel Evaluasi atas Implementasi SAKIP. Hasil Penilaian evaluasi atas
L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 52
mentasi SAKIP tersebut telah digunakan Inspektorat Utama dalam memberikan Reward kepada 3 (tiga) BPS Provinsi terbaik yaitu BPS Provinsi Bali dengan nilai 73,17 (BB), BPS Provinsi Jawa Timur dengan nilai 72,98 (BB) dan BPS Provinsi Kalimantan Tengah dengan nilai 72,23 (BB).Tabel 3.10 Perbandingan Hasil Penilaian Evaluasi atas Implementasi SAKIP
satker BPS Provinsi, STIS, dan Pusdiklat
NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN BOBOT HASIL PENILAIAN TAHUN 2016 HASIL PENILAIAN TAHUN 2017 HASIL
Tabel 3.11 Perbandingan Hasil Penilaian Evaluasi atas Implementasi SAKIP Satuan Kerja BPS Kabupaten/Kota
NO KOMPONEN/SUB KOMPONEN BOBOT HASIL PENILAIAN TAHUN 2016
L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 53
Dalam perjanjian kinerja Inspektorat Utama Badan Pusat Statistik tahun 2017 ditetapkan bahwa Target persentase satker yang memperoleh nilai evaluasi SAKIP kategori baik pada ta-hun 2017 adalah sebesar 83,33% (dari rencana 36 satker sampel yang dievaluasi), Sehingga re-alisasi “jumlah satker yang memperoleh nilai evaluasi SAKIP dengan kategori baik” adalah sebanyak 47 satker atau 127,78% dari sampel satker yang ditargetkan, sehingga capaian kinerja mencapai 120%. Adapun nama-nama satker dimaksud dapat dilihat pada lampiran 4.
Tabel 3.12 Target Dan Realisasi Tingkat Satker yang Mendapatkan Nilai Evaluasi SAKIP Berkategori Baik
Tujuan/Sasaran Strategis/Indikator Satuan Target Realisasi
Capaian Kinerja
(%)
(1) (2) (3) (4) (5)
SS1. Meningkatnya ketaatan satker dalam akuntabilitas keuangan Tingkat satker yang mendapatkan nilai
evaluasi SAKIP Kategori Baik (dari satker
1. Kurangnya pembinaan terhadap implementasi SAKIP pada satker;
2. Satker hanya mengikuti template tanpa mengerti substansi SAKIP;
3. Perbandingan antara sumber daya (jumlah auditor dan anggaran) dengan jumlah satker tidak seimbang yang mengakibatkan evaluasi dan pembinaan implementasi SAKIP tidak bisa dilakukan pada seluruh satker;
L K I P Inspektorat Utama BPS Tahun 2017 54
4. Terdapat update website BPS yang mengakibatkan terhapusnya seluruh dokumenperencanaan dan LKIP satker yang telah diupload ke dalam website; dan
5. SAKIP masih didentikan dengan pemenuhan dokumen, sehiingga nilai implementasi masih rendah dikarenakan kegiatan di satker yang overload.
Solusi :
1. Merekomendasikan kepada Biro Bina Program terkait pembinaan implementasi SAKIP;
2. Memberikan kesadaran dan pemahaman terhadap satker untuk menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan sebagai salah satu upaya peningkatan akuntabilitas kinerja satker;
3. Meningkatkan pembinaan terkait implementasi SAKIP kepada satker-satker seluruh Indo-nesia, dimana audiensi pembinaan SAKIP tidak hanya difokuskan pada Kasubbag Bina Program di BPS Provinsi atau Kasubbag TU di BPS Kab/Kota namun juga meliputi Kepala Bidang dan Kepala Seksi baik di BPS Provinsi maupun BPS Kab/Kota;
4. Meningkatkan jumlah BPS Kabupaten/kota yang menjadi sampel dan mengusulkan tam-bahan anggaran; dan
5. Mendorong satker untuk mengimplementasikan SAKIP.