ANALISIS HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.3 Analisis Data Akhir .1 Pengujian Hipotesis .1Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis digunakan untuk mengetahui dan membuktikan apakah hipotesis nol (Ho) yang telah diajukan ditolak atau sebaliknya pada taraf kepercayaan tertentu hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan diterima dan berdasarkan data yang ada di lapangan. Peneliti mengajukan dua hipotesis sebagai berikut.
1. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa kelas V SD di Gugus Sultan Agung Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati.
2. Terdapat pengaruh signifikan kemampuan membaca pemahaman terhadap kemampuan mengapresiasi cerita pendek siswa kelas V SD di Gugus Sultan Agung Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati.
Adapun rumusan hipotesis pertama adalah sebagai berikut.
Ha : Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek
Ho : Tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek
Koefisien korelasi dicari untuk menguji hipotesis dengan melihat seberapa besar hubungan antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0 for Windows, hasil perhitungannya adalah sebagai berikut.
Tabel 4.20
Hasil Uji Korelasi antar Variabel Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 0,828a 0,686 0,680 9,41067 0,686 126,473 1 58 0,000 a. Predictors: (Constant), Kemampuan membaca pemahaman
Berdasarkan tabel di atas, menunjukkan bahwa ada korelasi antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek sebesar r hitung = 0,828. Untuk mengetahui koefisien korelasi tersebut bernilai signifikan atau tidak, maka harus dibandingkan dengan r tabel. Taraf kesalahan yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu 5% dan N = 60, maka harga r tabel = 0,254, ternyata harga r hitung lebih besar dari harga r tabel, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi ada hubungan positif dan signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek sebesar 0,828 termasuk dalam kategori sangat kuat. Dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang berbunyi “terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek” dinyatakan diterima.
Adapun rumusan hipotesis kedua adalah sebagai berikut.
Ha : Terdapat pengaruh signifikan antara kemampuan membaca pemahaman terhadap
kemampuan mengapresiasi cerita pendek
Ho : Tidak terdapat pengaruh signifikan kemampuan membaca pemahaman terhadap kemampuan mengapresiasi cerita pendek
Pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan kemampuan membaca pemahaman terhadap kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Besarnya nilai pengaruh kemampuan membaca pemahaman terhadap kemampuan mengapresiasi cerita pendek dapat dilihat dari nilai koefisien determinasi. Adapun nilai determinasi kemampuan membaca pemahaman terhadap kemampuan mengapresiasi cerita
pendek sebesar (r hitung)2 x 100% = (0,828)2 x 100% = 0,686 x 100% = 68,6%. Hal ini berarti keeratan korelasi antara kemampuan membaca pemahaman terhadap kemampuan mengapresiasi cerita pendek sebesar 68,6%. Nilai determinasi dapat dilihat pada kolom R square dalam tabel model summary.
Jadi dapat dikatakan bahwa hipotesis yang berbunyi “terdapat pengaruh signifikan kemampuan membaca pemahaman terhadap kemampuan mengapresiasi cerita pendek” dinyatakan diterima, karena kemampuan membaca pemahaman memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan mengapresiasi cerita pendek sebesar 68,6%.
4.1.3.2 Analisis Regresi Sederhana
Analisis regresi dalam penelitian ini adalah analisis regresi sederhana dengan satu prediktor yaitu kemampuan membaca pemahaman (X) sebagai variabel bebas dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek (Y) sebagai variabel terikat. Regresi sederhana didasarkan pada hubungan antara satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Dari analisis regresi ini dapat diketahui model regresi yang dapat digunakan untuk mengetahui bentuk pengaruh antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Pada penelitian ini, analisis regresi sederhana dihitung menggunakan program SPSS versi 16.0 for Windows dengan hasil perhitungan sebagai berikut.
Tabel 4.21
Hasil Analisis Regresi Sederhana Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 0,611 5,226 0,117 0,907 Kemampuan membaca pemahaman 0,816 0,073 0,828 11,246 0,000 a. Dependent Variable: Kemampuan mengapresiasi cerita pendek
Berdasarkan hasil perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa pada kolom B didapatkan harga a sebesar 0,611 dan harga b sebesar 0,816. Sehingga persamaan regresinya adalah Ŷ = 0,611 + 0,816 X. Berdasarkan persamaan tersebut, apabila nilai kemampuan membaca pemahaman bertambah 1, maka nilai kemampuan mengapresiasi cerita pendek akan bertambah 0,816 atau setiap nilai kemampuan membaca pemahaman bertambah 10, maka nilai kemampuan mengapresiasi cerita pendek akan bertambah 8,16. Nilai X dan Y berbanding lurus, artinya semakin besar nilai X maka semakin besar pula nilai Y dan sebaliknya semakin kecil nilai X maka semakin kecil pula nilai Y (X dan Y memiliki pengaruh yang signifikan).
4.1.3.3 Uji Signifikansi
Uji t atau uji signifikansi parsial digunakan untuk mengetahui ada pengaruh atau tidaknya antar variabel. Antar variabel dependen dan independen dikatakan memiliki pengaruh jika nilai signifikansi < 0,05 dan jika nilai signifikansi > 0,05 maka antar variabel dependen dan independen tidak
berpengaruh. Hasil perhitungan uji t dengan menggunakan program SPSS versi 16.0 for Windows adalah sebagai berikut.
Tabel 4.22
Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t) Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2,126 0,162 13,164 0,000 kemampuan membaca pemahaman -0,010 0,002 -0,347 -4,023 0,000
a. Dependent Variable: kemampuan mengapresiasi cerita pendek
Dari tabel hasil perhitungan di atas, diketahui bahwa variabel kemampuan membaca pemahaman diperoleh hasil t hitung = 4,023 dengan nilai signifikansi 0,000. Jadi nilai signifikan < 0,05 sehingga terdapat pengaruh antara kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan mengapresiasi cerita pendek.
4.2 PEMBAHASAN
Hasil analisis dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kedua hipotesis kerja yang diajukan dalam penelitian ini semuanya diterima. Temuan dalam penelitian ini meliputi kemampuan membaca pemahaman, kemampuan mengapresiasi cerita pendek, hubungan antara kemampuan membaca pemahaman dengan kemampuan mengapresiasi cerita pendek, dan pengaruh kemampuan membaca pemahaman terhadap kemampuan mengapresiasi cerita pendek. Secara
lengkap pembahasan hasil analisis dan pengujian hipotesis diuraikan sebagai berikut.