• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.2 Analisis Deskriptif

Jumlah kuisioner yang disebar kepada responden sebanyak 40 kuisioner.

Dari 40 kuesioner yang dibagikan, maka yang kembali sebanyak 40 kuisioner sehingga tidak ada kuesioner yang tidak dikembalikan oleh responden.

Berdasarkan data penelitian yang telah dikumpulkan, maka diperoleh data tentang karakteristik responden penelitian yang terdiri dari jenis kelamin, usia responden, pendidikan, dan masa bekerja. Ringkasan demografi responden dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2. Demografi Responden

Profil Responden Kategori Jumlah Persentase (%)

Jenis Kelamin Laki-laki 14 35

Perempuan 26 65

Usia Responden

< 26 tahun 2 5

26 – 35 tahun 8 20

35 – 45 tahun 14 35

45 – 55 tahun 12 30

≥ 55 tahun 4 10

Pendidikan Terakhir Diploma 8 20

Sarjana 32 80

Masa Kerja

1 – 5 tahun 4 10

6 – 10 tahun 10 25

11 – 15 tahun 14 35

> 15 tahun 12 30

Tata Usaha SMA Negeri 1 Barumun Tengah, 2015.

Berikut akan dijelaskan hasil jawaban responden dari masing-masing variabel penelitian.

4.1.2.1. Penjelasan Responden Atas Variabel Kompetensi Pedagogik (X1) Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik dengan indikator antara lain; (1) pemahaman wawasan

pengembangan kurikulum atau silabus; (4) perancangan pembelajaran; (5) pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; (6) pemanfaatan teknologi pembelajaran; (7) evaluasi hasil belajar; dan (8) pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Hasil jawaban responden atas variabel kompetensi pedagogik dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Penjelasan Responden Atas Variabel Kompetensi Pedagogik

No Pernyataan

11 Pelaksanaan evaluasi 4 10 15 37.5 13 32.5 7 17.5 1 2.5 40 100 12 Pelaksanaan tes

formatif

8 20 9 22.5 11 27.5 7 17.5 5 12.5 40 100

No Pernyataan

Sumber : Data primer diolah, lampiran 2, 2015.

Pada Tabel 4.3 pemahaman guru atas landasan – landasan kependidikan dalam kategori baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 6 orang (15%), baik sebanyak 14 orang (35%), cukup baik sebanyak 12 orang (30%), kurang baik sebanyak 6 orang (15%), dan tidak baik sebanyak 2 orang (5%). Hal ini responden menganggap bahwa pemahaman guru baik atas landasan-landasan pendidikan di dalam mengajar.

Wawasan kependidikan yang dimiliki oleh guru dalam kategori baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 7 orang (17,5%), baik sebanyak 14 orang (35%), cukup baik sebanyak 10 orang (25%), kurang baik sebanyak 7 orang (17,5%), dan tidak baik sebanyak 2 orang (5%).

Hal ini responden menganggap bahwa wawasan kependidikan guru di dalam proses pembelajaran sudah baik.

Penyusunan rencana pelaksaaan pembelajaran yang dibuat oleh guru sesuai dengan karakteristik peserta didik mayoritas guru menjawab sangat baik dan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 12 orang (30%), baik sebanyak 12 orang (30%), cukup baik sebanyak 10 orang (25%), kurang baik sebanyak 3 orang (7,5%), dan tidak baik sebanyak 3

orang (7,5%). Hal ini responden menganggap bahwa kompetensi pedagogik guru sangat baik dan baik dalam menyusun rencana pelaksaaan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik.

Pengembangan silabus yang dibuat oleh guru dalam kategori cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 9 orang (22,5%), baik sebanyak 10 orang (25%), cukup baik sebanyak 12 orang (30%), kurang baik sebanyak 8 orang (20%), dan tidak baik sebanyak 1 orang (2,5%). Hal ini responden menganggap bahwa pengembanga silabus yang dibuat oleh guru dalam proses pembelajaran cukup baik.

Penyusunan rencana pelaksaaan pembelajaran yang dibuat oleh guru sesuai dengan ketentuan kurikulum mayoritas guru menjawab dalam kategori baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 3 orang (7,5%), baik sebanyak 20 orang (50%), cukup baik sebanyak 12 orang (30%), kurang baik sebanyak 5 orang (12,5%), dan tidak ada responden menjawab tidak baik (0%). Hal ini responden menganggap bahwa kompetensi pedagogik guru baik dalam menyusun rencana pelaksaaan pembelajaran sesuai dengan ketentuan kurikulum.

Rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun oleh guru cukup baik dalam proses pembelajaran, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 6 orang (15%), baik sebanyak 13 orang (32,5%), cukup baik sebanyak 15 orang (37,5%), kurang baik sebanyak 6 orang (15%), dan tidak ada responden menjawab tidak baik (0%). Hal ini responden menganggap bahwa rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sudah cukup baik.

Pemahaman guru terhadap materi yang diberikan kepada siswa kategori cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 11 orang (27,5%), baik sebanyak 6 orang (15%), cukup baik sebanyak 14 orang (35%), kurang baik sebanyak 7 orang (17,5%), dan tidak baik sebanyak 2 orang (5%). Hal ini responden menganggap bahwa pemahaman guru cukup baik terhadap materi yang diberikan kepada siswa di dalam proses belajar mengajar.

Pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan model pembelajaran dalam kategori sangat baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 12 orang (30%), baik sebanyak 6 orang (15%), cukup baik sebanyak 5 orang (12,5%), kurang baik sebanyak 11 orang (27,5%), dan tidak baik sebanyak 6 orang (15%). Responden menganggap bahwa model pembelajaran digunakan sudah sangat baik di dalam pelaksanaan pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran guru menggunakan teknologi dalam kategori cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 2 orang (5%), baik sebanyak 17 orang (42,5%), cukup baik sebanyak 21 orang (52,5%), tidak ada yang menjawab kurang baik (0%), dan tidak ada yang menjawab tidak baik (0%). Hal ini responden menganggap bahwa teknologi yang digunakan guru cukup baik di dalam pelaksanaan pembelajaran.

Pelaksanaan proses pembelajaran berbasis teknologi informasi yang dilakukan oleh guru dalam kategori baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 6 orang (15%), baik sebanyak 16 orang (45%), cukup baik sebanyak 11 orang (27,5%), kurang baik sebanyak 6 orang (15%), dan tidak baik sebanyak 1 orang (2,5%). Hal ini responden menganggap

bahwa pelaksanaan proses pembelajaran berbasis teknologi yang dilakukan oleh guru dalam kategori baik.

Pelaksanaan evaluasi diakhir pembelajaran yang dilakukan oleh guru dalam kategori baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 4 orang (10%), baik sebanyak 15 orang (37,5%), cukup baik sebanyak 13 orang (32,5%), kurang baik sebanyak 7 orang (17,5%), dan tidak baik sebanyak 1 orang (2,5%). Hal ini responden menganggap bahwa dalam pelaksanaan evaluasi di akhir pembelajaran yang dilakukan kategori baik.

Guru dalam mengukur kemampuan siswa, guru dalam kategori baik melaksanakan tes formatif kepada siswa, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 8 orang (20%), baik sebanyak 9 orang (22,5%), cukup baik sebanyak 11 orang (27,5%), kurang baik sebanyak 7 orang (17,5%), dan tidak baik sebanyak 5 orang (12,5%). Hal ini responden menganggap bahwa mengukur kemampuan siswa dengan menggunakan tes formatif sudah baik dilakukan oleh guru.

Guru mengidentifikasi bakat, minat, potensi, dan kesulitan belajar peserta didik melakukannya dengan sangat baik, hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 10 orang (25%), baik sebanyak 9 orang (22,5%), cukup baik sebanyak 7 orang (17,5%), kurang baik sebanyak 5 orang (12,5%), dan tidak baik sebanyak 9 orang (22,5%). Hal ini responden menganggap bahwa kemampuan pedagogik guru sangat baik dalam mengidentifikasi bakat, minat, potensi, dan kesulitan belajar peserta didik.

Merancang aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar sesuai dengan kecakapan dan pola belajar dilakukan guru dengan cukup

baik, hal hal ini terlihat dari jumlah responden yang menjawab sangat baik sebanyak 8 orang (20%), baik sebanyak 10 orang (25%), cukup baik sebanyak 13 orang (32,5%), kurang baik sebanyak 8 orang (20%), dan tidak baik sebanyak 1 orang (2,5%). Hal ini responden menganggap bahwa kemampuan pedagogik guru cukup baik dalam merancang aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk belajar.

4.1.2.2. Penjelasan Responden Atas Variabel Kompetensi Kepribadian (X2) Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan guru sebagai panutan di masyarakat dengan indikator antara lain; (1) beriman dan bertakwa; (2) berakhlak mulia; (3) arif dan bijaksana; (4) demokratis; (5) mantap; (6) berwibawa; (7) stabil; (8) dewasa; (9) jujur; (10) sportif; (11) menjadi teladan bagi peserta didik dan msyarakat; (12) secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri; (13) mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan. Hasil jawaban responden atas variabel kompetensi kepribadian dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Penjelasan Responden Atas Variabel Kompetensi Kepribadian

No Pernyataan

No Pernyataan Sumber : Data primer diolah, lampiran 2, 2015.

Pada Tabel 4.4 dapat diketahui bahwa kegiatan pembelajaran diawali dengan berdoa dilakukan oleh guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 11 orang (27,5%), cukup baik sebanyak 20 orang (50%), kurang baik sebanyak 5 orang (12,5%), dan tidak baik sebanyak 4 orang (10%).

Guru memberikan contoh perilaku terpuji kepada siswa dilakukan cukup baik oleh guru, terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 10 orang (25%), cukup baik sebanyak 15 orang (37,5%), kurang baik sebanyak 9 orang (22,5%), dan tidak baik sebanyak 6 orang (15%).

Memberikan kesempatan kepada murid untuk menyampaikan pendapatnya dilakukan cukup baik oleh guru, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 2 orang (5%), cukup baik sebanyak 18 orang (45%), kurang baik sebanyak 15 orang (37,5%), dan tidak baik sebanyak 5 orang (12,5%).

Gagasan-gagasan mengenai permasalahan yang ada di sekolah diterima guru dengan kurang baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 2 orang (5%), cukup baik sebanyak 16 orang (40%), kurang baik sebanyak 18 orang (45%), dan tidak baik sebanyak 4 orang (10%). Hal ini responden menganggap bahwa guru sulit menerima gagasan-gagasan mengenai permasalah di sekolah.

Suasana yang tenang selama proses pembelajaran yang diciptakan oleh guru dilakukan dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 14 orang (35%), cukup baik sebanyak 12 orang (30%), kurang baik sebanyak 9 orang (22,5%), dan tidak baik sebanyak 5 orang (12,5%). Hal ini responden menganggap bahwa kemampuan pribadi guru baik dalam menciptakan susasana tenang selama proses pembelajaran.

Perilaku yang berpengaruh positif dan perilaku yang disenangi oleh peserta didik dimiliki oleh guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 5 orang (12,5%),

cukup baik sebanyak 17 orang (42,5%), kurang baik sebanyak 13 orang (32,5%), dan tidak baik sebanyak 5 orang (12,5%). Hal ini responden menganggap bahwa guru cukup baik dalam memiliki perilaku yang berpengaruh positif dan menyenangkan.

Berpakaian rapi sehingga menjadi contoh baik bagi murid dilakukan guru dengan cukup baik, terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 1 orang (2,5%), cukup baik sebanyak 19 orang (47,5%), kurang baik sebanyak 15 orang (37,5%), dan tidak baik sebanyak 5 orang (12,5%). Responden menganggap bahwa guru cukup baik dalam berpakaian rapi.

Mampu menerima dan menempatkan diri dalam segala situasi dilakukan guru dengan kurang baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 3 orang (7,5%), cukup baik sebanyak 13 orang (32,5%), kurang baik sebanyak 17 orang (42,5%), dan tidak baik sebanyak 7 orang (17,5%). Hal ini responden menganggap bahwa guru kurang baik dalam menerima dan menempatkan diri dalam segala situasi.

Menunjukkan tindakan keterbukaan dalam berfikir dan bertindak berdasarkan kondisi peserta didik, sekolah, dan masyarakat yang dilakukan guru dalam kategori cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 6 orang (15%), cukup baik sebanyak 20 orang (50%), kurang baik sebanyak 11 orang (27,5%), dan tidak baik sebanyak 3 orang (7,5%). Hal ini responden menganggap bahwa guru menunjukkan tindakan keterbukaan dalam berfikir dan bertindak dengan cukup baik.

Bersikap dewasa dalam menerima masukan dari peserta didik dilakukan oleh guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab

sangat baik sebanyak 1 orang (2,5%), baik sebanyak 9 orang (22,5%), cukup baik sebanyak 19 orang (47,5%), kurang baik sebanyak 7 orang (17,5%), dan tidak baik sebanyak 4 orang (10%). Hal ini responden menganggap bahwa sikap guru cukup baik dalam menerima masukan dari peserta didik.

Bertingkah laku jujur dilakukan guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 6 orang (15%), cukup baik sebanyak 17 orang (42,5%), kurang baik sebanyak 14 orang (35%), dan tidak baik sebanyak 3 orang (7,5%).

Sikap adil kepada seluruh peserta didik dilakukan guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 6 orang (15%), cukup baik sebanyak 16 orang (40%), kurang baik sebanyak 12 orang (30%), dan tidak baik sebanyak 6 orang (15%). Responden menganggap bahwa guru melakukan sikap adil cukup baik kepada peserta didik.

Konsisten melaksanakan tugas dilakukan guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 7 orang (17,5%), cukup baik sebanyak 16 orang (40%), kurang baik sebanyak 11 orang (27,5%), dan tidak baik sebanyak 6 orang (15%). Responden menganggap bahwa konsistensi guru cukup baik dalam melaksanakan tugas.

Contoh perilaku terpuji bagi sesama guru dan masyarakat di lingkungan sekolah dilakukan guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 5 orang (12,5%), cukup baik sebanyak 16 orang (40%), kurang baik sebanyak 11 orang (27,5%), dan tidak baik sebanyak 8 orang (20%). Hal ini responden menganggap bahwa guru memberikan contoh perilaku terpuji dengan cukup baik.

Evaluasi kinerja dilakukan oleh guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 9 orang (22,5%), cukup baik sebanyak 17 orang (42,5%), kurang baik sebanyak 9 orang (22,5%), dan tidak baik sebanyak 5 orang (12,5%). Hal ini responden menganggap bahwa guru cukup baik dalam mengevaluasi kinerjanya.

Kritikan atas kinerja dari teman sejawat diterima guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 1 orang (2,5%), baik sebanyak 5 orang (12,5%), cukup baik sebanyak 15 orang (37,5%), kurang baik sebanyak 11 orang (27,5%), dan tidak baik sebanyak 8 orang (20%).

Hal ini responden menganggap bahwa guru cukup baik dalam menerima kritikan atas kinerjanya dari teman sejawat.

Pengembangan diri di sekolah dilakukan guru dengan kurang baik, hal ini terlihat dari jumlah responden tidak ada menjawab sangat baik (0%), baik sebanyak 10 orang (25%), cukup baik sebanyak 10 orang (25%), kurang baik sebanyak 14 orang (35%), dan tidak baik sebanyak 6 orang (15%). Responden menganggap bahwa pengembangan diri dilakukan guru disekolah kurang baik.

Pengembangan diri di masyarakat dilakukan guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 5 (12,5%), baik sebanyak 8 orang (2%), cukup baik sebanyak 12 orang (30%), kurang baik sebanyak 8 orang (20%), dan tidak baik sebanyak 7 orang (17,5%). Responden menganggap bahwa pengembangan diri dilakukan guru dimasyarakat cukup baik.

4.1.2.3. Penjelasan Responden Atas Variabel Kompetensi Sosial (X3)

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari

isyarat secara santun; (2) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; (3) bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang tua atau wali peserta didik; (4) bergaul secara santuan dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku; (5) menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan. Hasil jawaban responden atas variabel kompetensi sosial dapat dilihat pada Tabel 4.5.

Tabel 4.5. Penjelasan Responden Atas Variabel Kompetensi Sosial

No Pernyataan

Sumber : Data primer diolah, lampiran 2, 2015.

Pada Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa komunikasi guru dengan seluruh guru di sekolah dilakukan dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 1 (2,5%), baik sebanyak 19 orang (47,5%), cukup baik sebanyak 16 orang (40%), kurang baik sebanyak 4 orang (10%), dan tidak ada responden menjawab tidak baik (0%). Hal ini responden menganggap bahwa komunikasi sesama guru di sekolah dilakukan dengan baik.

Komunikasi guru dengan masyarakat disekitar sekolah dilakukan dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 4 (10%), baik sebanyak 19 orang (47,5%), cukup baik sebanyak 12 orang (30%), kurang baik sebanyak 5 orang (12,5%), dan tidak ada responden menjawab tidak baik (0%). Hal ini responden menganggap bahwa komunikasi guru dengan masyarakat disekitar sekolah dilakukan dengan baik.

Penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran dilakukan dengan baik, terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 7 (17,5%), baik sebanyak 20 orang (50%), cukup baik sebanyak 10 orang (25%), kurang baik sebanyak 2 orang (5%), dan tidak baik sebanyak 1 (2,5%). Responden menganggap bahwa penggunaan teknologi informasi dilakukan guru dengan baik.

Pertukaran informasi dengan sesama guru dilakukan guru dengan baik, terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 9 (22,5%), baik sebanyak 13 orang (32,5%), cukup baik sebanyak 12 orang (30%), kurang baik sebanyak 6 orang (15%), dan tidak ada menjawab tidak baik (0%). Responden menganggap bahwa pertukaran informasi dilakukan guru dengan baik.

Hubungan dengan pimpinan di bina guru dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 5 (12,5%), baik sebanyak 23

orang (57,5%), cukup baik sebanyak 6 orang (15%), kurang baik sebanyak 4 orang (10%), dan tidak baik sebanyak 2 (5%). Hal ini responden menganggap bahwa hubungan guru dengan pimpinan dilakukan dengan baik.

Guru dalam melakukan hubungan dengan orang tua atau wali peserta didik dilakukan guru dengan baik, terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 6 (15%), baik sebanyak 18 orang (45%), cukup baik sebanyak 8 orang (20%), kurang baik sebanyak 7 orang (17,5%), dan tidak baik sebanyak 1 (2,5%).

Responden menganggap hubungan dengan orang tua atau wali dilakukan guru dengan baik.

Norma-norma yang berlaku di masyarakat sekitar sekolah dilakukan guru dengan baik, terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 7 (17,5%), baik sebanyak 17 orang (42,5%), cukup baik sebanyak 10 orang (25%), kurang baik sebanyak 4 orang (10%), dan tidak baik sebanyak 2 (5%). Responden menganggap bahwa norma-norma di masyarakat dilakukan guru dengan baik.

Bergaul dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang berlaku di masyarakat dilakukan guru dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 9 (22,5%), baik sebanyak 17 orang (42,5%), cukup baik sebanyak 7 orang (17,5%), kurang baik sebanyak 7 orang (17,5%), dan tidak ada menjawab tidak baik (0%). Responden menganggap bahwa guru dalam bergaul di masyarakat dengan menjunjung nilai-nilai yang berlaku dilakukan dengan baik.

Kerja sama dengan sesama guru dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan guru dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 4 (10%), baik sebanyak 20 orang (50%), cukup baik sebanyak 10 orang (25%), kurang baik sebanyak 6 orang (15%), dan tidak ada

menjawab tidak baik (0%). Responden menganggap bahwa kerja sama guru dalam pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan baik.

Hubungan kerja sama dengan orang tua atau wali peserta didik untuk meningkatkan prestasi peserta didik dilakukan guru dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 11 (27,5%), baik sebanyak 17 orang (42,5%), cukup baik sebanyak 9 orang (22,5%), kurang baik sebanyak 2 orang (5%), dan tidak baik sebanyak 1 (2,5%). Hal ini responden menganggap bahwa hubungan kerja sama dengan orang tua atau wali siswa untuk meningkatkan prestasi siswa dilakukan guru dengan baik.

4.1.2.4. Penjelasan Responden Atas Variabel Kompetensi Profesional (X4) Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetuhuan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang diampunya dengan indikator antara lain; (1) penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/ atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan (2) penguasaan konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, secara konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, matapelajaran, dan kelompok mata pelajaran. Hasil jawaban responden atas variabel kompetensi profesional dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6. Penjelasan Responden Atas Variabel Kompetensi Profesional

No Pernyataan

No Pernyataan

Sumber : Data primer diolah, lampiran 2, 2015.

Pada Tabel 4.6 diketahui bahwa bahan ajar yang digunakan guru dalam pembelajaran cukup baik, terlihat dari responden menjawab sangat baik sebanyak 3 (7,5%), baik sebanyak 13 orang (32,5%), cukup baik sebanyak 20 orang (50%), kurang baik sebanyak 3 orang (7,5%), dan tidak baik sebanyak 1 (2,5%).

Responden menganggap bahwa bahan ajar digunakan guru sudah cukup baik.

Kajian bahan ajar yang diajarkan guru cukup baik, terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 6 (15%), baik sebanyak 10 orang (25%), cukup baik sebanyak 16 orang (40%), kurang baik sebanyak 6 orang

(15%), dan tidak baik sebanyak 2 (5%). Responden menganggap bahwa kajian bahan ajar yang digunakan guru cukup baik.

Dalam melengkapi materi pelajaran guru menggunakan perpustakaan sekolah dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 6 (15%), baik sebanyak 8 orang (20%), cukup baik sebanyak 16 orang (40%), kurang baik sebanyak 7 orang (17,5%), dan tidak baik sebanyak 3 (7,5%). Hal ini responden menganggap bahwa guru cukup baik menggunakan perpustakaan sekolah untuk melengkapi materi pelajaran.

Penyusunan kisi-kisi soal berdasarkan materi yang telah diberikan guru dilakukan dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 6 (15%), baik sebanyak 10 orang (25%), cukup baik sebanyak 15 orang (37,5%), kurang baik sebanyak 8 orang (20%), dan tidak baik sebanyak 1 (2,5%). Hal ini responden menganggap bahwa guru cukup baik menyusun kisi-kisi soal berdasarkan materi yang telah diberikan.

Penggunaan lembar kerja siswa dilakukan guru dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 3 (7,5%), baik sebanyak 21 orang (52,5%), cukup baik sebanyak 9 orang (22,5%), kurang baik sebanyak 4 orang (10%), dan tidak baik sebanyak 3 (7,5%). Hal ini responden menganggap bahwa pengunaan lembar kerja siswa dilakukan guru dengan baik.

Setiap proses belajar mengajar merencanakan pembelajaran dengan cukup baik, terlihat dari menjawab sangat baik sebanyak 11 (27,5%), baik sebanyak 11 orang (27,5%), cukup baik sebanyak 13 orang (32,5%), kurang baik sebanyak 4 orang (10%), dan tidak baik sebanyak 1 (2,5%). Responden menganggap bahwa merencanakan pembelajaran dilakukan guru dengan cukup baik.

Penyusunan program semester dilakukan guru dengan sangat baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 13 (32,5%), baik sebanyak 10 orang (25%), cukup baik sebanyak 13 orang (32,5%), kurang baik sebanyak 4 orang (10%), dan tidak ada menjawab tidak baik (0%). Responden menganggap program semester yang disusun oleh guru dilakukan sangat baik.

Penyusunan program tahunan dilakukan guru dengan baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 7 (17,5%), baik sebanyak 14 orang (35%), cukup baik sebanyak 13 orang (32,5%), kurang baik sebanyak 5 orang (12,5%), dan tidak baik sebanyak 1 orang (2,5%). Responden menganggap bahwa program tahuan yang disusun oleh guru dilakukan dengan baik.

Penggunaan berbagai metode dalam proses belajar mengajar dilakukan guru dengan cukup baik, terlihat dari menjawab sangat baik sebanyak 7 (17,5%), baik sebanyak 12 orang (30%), cukup baik sebanyak 16 orang (40%), kurang baik sebanyak 5 orang (12,5%), dan tidak ada menjawab tidak baik (0%). Responden menganggap penggunaan metode dalam pembelajaran dilakukan cukup baik.

Penggunaan teknologi informasi yang mendukung proses pembelajaran dilakukan guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 6 (15%), baik sebanyak 11 orang (27,5%), cukup baik sebanyak 18 orang (45%), kurang baik sebanyak 4 orang (10%), dan tidak baik sebanyak 1 orang (2,5%). Responden menganggap penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran dilakukan guru dengan cukup baik.

Alat peraga dalam proses pembelajaran dilakukan guru dengan cukup baik, dari jumlah menjawab sangat baik sebanyak 6 (15%), baik sebanyak 11 orang (27,5%), cukup baik sebanyak 14 orang (35%), kurang baik sebanyak 8

orang (20%), dan tidak baik sebanyak 1 orang (2,5%). Responden menganggap penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran dilakukan dengan cukup baik.

Guru melibatkan peserta didik dalam menggunakan teknologi informasi proses pembelajaran dilakukan guru dengan cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab sangat baik sebanyak 6 (15%), baik sebanyak 11 orang (27,5%), cukup baik sebanyak 17 orang (42,5%), kurang baik sebanyak 6 orang (15%), dan tidak ada menjawab tidak baik (0%). Hal ini responden menganggap bahwa guru melibatkan peserta didik dalam penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran dilakukan guru dengan cukup baik.

4.1.2.5. Penjelasan Responden Atas Variabel Supervisi Kepala Sekolah (X5) Supervisi kepala sekolah merupakan kemampuan kepala sekolah untuk membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran dengan indikator antara lain; (1) Membimbing guru dalam mengembangkan silabus dan RPP; (2) membimbing guru dalam memilih strategi/metode pembelajaran; dan (3) membimbing guru untuk memanfaatkan teknologi informasi. Hasil jawaban responden atas variabel supervisi kepala sekolah dapat dilihat pada Tabel 4.7.

Tabel 4.7. Penjelasan Responden Atas Variabel Supervisi Kepala Sekolah

No Pernyataan

No Pernyataan

Sumber : Data primer diolah, lampiran 2, 2015.

Pada Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa kepala sekolah memberikan pengarahan tentang bagaimana menyusun silabus kadang-kadang dilakukan oleh kepala sekolah, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab selalu sebanyak 4 (10%), sering sebanyak 9 orang (22,5%), kadang-kadang sebanyak 19 orang

(47,5%), jarang sebanyak 8 orang (20%), dan tidak ada menjawab tidak pernah (0%). Hal ini responden menganggap bahwa kepala sekolah kadang-kadang dalam memberikan arahan menyusun silabus.

Kepala sekolah kadang-kadang hanya memberikan contoh silabus yang benar untuk dijadikan pedoman bagi guru, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab selalu sebanyak 3 (7,5%), sering sebanyak 12 orang (30%), kadang-kadang sebanyak 16 orang (40%), jarang sebanyak 7 orang (17,5%), dan tidak pernah sebanyak 2 (5%). Hal ini responden menganggap bahwa kepala sekolah kadang-kadang dalam memberikan contoh silabus sebagai pedoman bagi guru.

Kepala sekolah kadang-kadang memberikan pengarahan tentang bagaimana menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum, hal ini terlihat dari jumlah responden menjawab selalu sebanyak 6 (15%), sering sebanyak 6 orang (15%), kadang-kadang sebanyak 16 orang (40%), jarang sebanyak 10 orang (25%), dan tidak pernah sebanyak 2 (5%). Hal ini responden menganggap bahwa kepala sekolah kadang-kadang dalam memberikan pengarahan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum.

Kepala sekolah kadang-kadang hanya memberikan contoh tentang rencana

Kepala sekolah kadang-kadang hanya memberikan contoh tentang rencana