• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4. Analisis Internal Eksternal Strategi Pemasaran di Perusahaan

4.4.2 Analisis EFE

Matriks EFE berisikan unsur-unsur internal perusahaan yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan perusahaan terhadap pemasaran di perusahaan.Unsur-unsur dari peluang dan ancaman dalam matriks EFE tersebut dianalisis untuk mengetahui seberapa besar peranan faktor-faktor eksternal yang dimiliki perusahaan terhadap bidang pemasaran tabloid dan majalah eksternal MP, MSR2 PT. GP Jakarta. Berikut adalah faktor-faktor eksternal yang menjadi faktor sebagai peluang dan ancaman tersebut:

1. Peluang

a. Banyak perusahaan pesaing yang bangkrut.

Persaingan di industri percetakan yang semakin ketat membuat banyak perusahaan percetakan yang mengecil dan menutup akibat tidak mampu bersaing. Dengan banyaknya perusahaan pesaing yang bangkrut membuat para perusahaan yang mampu bertahan dapat menyerap pasar yang telah tersedia. PT. GP selalu berupaya untuk menyerap pangsa pasar sebesar-besarnya.

b. Harga kertas yang didapat lebih murah dibandingkan dengan perusahaan lain.

Kertas sebagai bahan baku untuk produksi pencetakan majalah dan tabloid menjadi unsur yang sangat penting dalam pemasaran percetakan. Hal ini dikarenakan harga kertas yang didapat menjadi patokan dalam menentukan harga jual jasa produk percetakan yang ditawarkan kepada calon konsumen. Harga kertas yang murah dapat menjadi peluang untuk menawarkan jasa cetak lebih murah dibandingkan perusahaan pesaing. Dengan harga kertas yang lebih murah juga dapat

meningkatkan keuntungan yang didapat. Cara PT. GP dalam menghadapi peluang ini adalah dengan membeli bahan baku dalam jumlah yang besar sehingga mendapat harga yang lebih murah.

c. Tumbuhnya komunitas-komunitas dalam masyarakat yang membutuhkan media cetak.

Media cetak merupakan salah satu alat penyebarluasan informasi. Dengan tumbuhnya komunitas-komunitas dalam masyarakat, ini merupakan suatu peluang bagi PT. GP untuk membantu komunitas-komunitas tersebut menyampaikan informasi melalui media cetak. Tumbuhnya komunitas- komunitas ini dapat dilihat melalui adanya majalah khusus Info Bogor, Info Bekasi, dan free magazine untuk mall atau produk tertentu.

2. Ancaman

a. Tren industri media cetak (tabloid dan majalah) yang menurun akibat peralihan ke gaya hidup "digital".

Perkembangan teknologi yang cepat membuat banyak hal menjadi praktis. Salah satunya yaitu munculnya majalah digital dan tabloid digital yang mulai diminati masyarakat. Majalah dan tabloid digital menjadi ancaman bagi industri percetakan karena menyebabkan daya jual majalah dan tabloid cetak sebagai pelanggan dari percetakan menjadi menurun. b. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengaturan

penyediaan tenaga outsourcing, yang mengacu pada Pasal 66 UU No.13 Tahun 2003.

Outsourcing atau alih daya dapat diartikan sebagai penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya non- core atau penunjang oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh. Dengan adanya outsourcing

operasional karena perusahaan mampu mempekerjakan lebih sedikit karyawan tetap untuk efficiency cost. Menggunakan jasa tenaga alih daya juga salah satu upaya mengurangi resiko terhadap ketidakpastian bisnis di masa mendatang. Namun sejak Mahkamah Konstitusi mengeluarkan putusan terkait pengaturan penyediaan tenaga outsourcing yang mengacu Pasal 66 UU No.13 Tahun 2003, ini menjadi ancaman bagi perusahaan. Isi dari Pasal 66 UU No.13 Tahun 2003 adalah: 1) Pekerja/buruh dari perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh

tidak boleh digunakan oleh pemberi kerja untuk melaksanakan kegiatan pokok atau kegiatan yang berhubungan langsung dengan proses produksi, kecuali untuk kegiatan jasa penunjang atau kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi.

2) Penyedia jasa pekerja/buruh untuk kegiatan jasa penunjang atau kegiatan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi harus memenuhi syarat sebagai berikut : a) Adanya hubungan kerja antara pekerja/buruh dan

perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh;

b) Perjanjian kerja yang berlaku dalam hubungan kerja sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 dan/atau perjanjian kerja waktu tidak tertentu yang dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak; c) Perlindungan upah dan kesejahteraan, syarat-syarat kerja,

serta perselisihan yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh; dan

d) Perjanjian antara perusahaan pengguna jasa pekerja/buruh dan perusahaan lain yang bertindak sebagai perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh dibuat

secara tertulis dan wajib memuat pasal-pasal sebagaimana dimaksud dalam undang-undang ini.

3) Penyedia jasa pekerja/buruh merupakan bentuk usaha yang berbadan hukum dan memiliki izin dari instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan.

4) Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2) huruf a, huruf b, dan huruf d serta ayat (3) tidak terpenuhi, maka demi hukum status hubungan kerja antara pekerja/buruh dan perusahaan penyedia jasa pekerja/buruh beralih menjadi hubungan kerja antara pekerja/buruh dan perusahaan pemberi pekerjaan.

c. Standar Upah Minimum Propinsi (UMP) yang naik 40-45% sehingga biaya produksi meningkat.

Berdasarkan Peraturan Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 189 Tahun 2012, Upah Minimum Propinsi DKI Jakarta naik dari semula Rp.1.529.150,00 menjadi Rp. 2.200.000,00. Dengan meningkatnya upah minimum propinsi tersebut menjadikan biaya produksi meningkat. Sedangkan dalam kondisi persaingan industri percetakan saat ini sangat sulit untuk menaikkan harga kepada para pelanggan percetakan. d. Banyaknya percetakan pesaing yang idle capacity

menyebabkan persaingan harga semakin ketat.

Akibat menurunnya jumlah permintaan jasa cetak dari konsumen maka tidak sedikit perusahaan percetakan yang idle capacity. Ini menjadikan perusahaan yang idle capacity

tersebut menurunkan harga jasa produknya demi kelangsungan usahanya dan membayar kewajiban perusahaan seperti pajak dan gaji pegawai. Dengan menurunkan harga maka diharapkan pangsa pasar yang masih tersedia akan menggunakan perusahaan tersebut. Semua hal tersebut menjadikan ancaman persaingan harga yang sangat ketat dalam industri jasa percetakan.

e. Kompetitor juga memiliki sertifikasi ISO 9001: 2008.

Sertifikat ISO 9001 : 2000 dari SGS dan UKAS yang sudah diterima PT. Gramedia Printing sejak tahun 2003 merupakan suatu jaminan kualitas akan mutu dari perusahaan. Saat ini PT. Gramedia Printing telah memiliki sertifikasi ISO 9000: 2008 yang merupakan revisi ISO 9001 : 2000. Namun saat ini beberapa kompetitor juga sudah memiliki sertifikat ISO 9001 : 2008.

f. Semakin tingginya kesadaran "Go Green", menyebabkan semakin terbatasnya bahan baku pulp kertas.

Kertas sebagai bahan baku pencetakan majalah dan tabloid merupakan hasil olahan dari kayu pohon. Maraknya kesadaran “Go Green” untuk melestarikan hutan, membuat produsen kertas semakin sulit untuk memproduksi kertas. Ini menyebabkan bahan baku pulp kertas untuk industri percetakan semakin terbatas.

g. Persepsi tentang harga cetak PT. GP yang mahal oleh calon konsumen

Dari pengalaman para marketing dan sales, ternyata banyak dari calon konsumen PT. GP yang memiliki persepsi awal harga cetak yang ditawarkan PT. GP mahal. Konsumen beranggapan dengan nama besar yang dimiliki PT. GP menjadikan harga yang ditawarkan relatif mahal.

Untuk memperoleh nilai bobot, rating, dan skor dari masing- masing faktor internal hasil dari analisis EFE, faktor-faktor eksternal tersebut diberikan penilaian kepada para pakar. Berikut hasil penilaian para pakar terhadap penilaian bidang pemasaran majalah dan tabloid eksternal MP, MSR2 PT. GP Jakarta(Tabel 10):

Tabel 10. Hasil analisis EFE

No. Faktor Eksternal Rataan

Bobot

Rataan

Nilai Skor Peluang

1. Banyak kompetitor perusahaan sejenis

yang mengecil dan tutup 0.096 2.5 0.241

2. Harga kertas yang didapat lebih murah

dibandingkan dengan perusahaan lain 0.096 2.75 0.265

3.

Tumbuhnya komunitas-komunitas dalam masyarakat yang

membutuhkan media cetak

0.090 3 0.270

Ancaman

1.

Tren industri media cetak (tabloid dan majalah) yang menurun akibat peralihan ke gaya hidup "digital"

0.103 3.25 0.334

2.

Keputusan MA terkait pengaturan penyediaan tenaga outsourcing, yang mengacu pada pasal 66 UU No.13 tahun 2003

0.122 3.5 0.428

3.

Standar Upah Minimum Propinsi (UMP) yang naik 40-45% sehingga biaya produksi meningkat

0.119 3.5 0.416

4.

Banyaknya percetakan pesaing yang idle capacity menyebabkan persaingan harga semakin ketat

0.116 3.5 0.405

5. Kompetitor juga memiliki sertifikasi ISO

9001: 2000 0.077 2.25 0.174

6.

Semakin tingginya kesadaran "Go Green", menyebabkan semakin terbatasnya bahan baku pulp kertas

0.080 2.625 0.211

7.

Persepsi tentang harga cetak PT. Gramedia Printing yang mahal oleh calon konsumen

0.097 1.75 0.171

Total 1.00 2.915

Sumber : Olahan 2013

Hasil analisis matriks EFE pada Tabel 10 menunjukkan bahwa faktor yang menjadi peluang utama perusahaan dalam bidang pemasaran MP, MSR2 PT. GP Jakartaadalah tumbuhnya komunitas- komunitas dalam masyarakat yang membutuhkan media cetak dengan skor terbobot 0,270. Sedangkan yang menjadi faktor

ancaman utama dalam pemasaran MP, MSR2 PT. GP Jakartaadalah keputusan MA terkait pengaturan penyediaan tenaga outsourcing yang mengacu pada pasal 66 U No.13 tahun 2003 dengan skor terbobot 0,428.

Hasil penghitungan skor total secara keseluruhan matriks EFE adalah sebesar 2,915. Skor ini menunjukkan bahwa posisi eksternal pemasaran MP, MSR2 PT. GP Jakartaadalah rata-rata.

Dokumen terkait