• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAPARAN HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data

ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Pembahasan Hasil Penelitian

1. Pembahasan Hasil Penelitian di SMA Negeri 1 Bojonegoro

1.1. Pelaksanaan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam Di SMA Negeri 1 Bojonegoro

Dari hasil observasi di lapangan, bahwa pelaksanaan esensi kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Bojonegoro dimulai pada tahun pelajaran 2013/2014 yang diatur dengan desain waktu 1 minggu 3 jam pelajaran yaitu dengan alokasi waktu 3x45 menit. Lebih lanjut dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Bojonegoro jam pelajaran diatur sebagai berikut:

1. 15 menit pertama digunakan untuk mengaji Al Qur’an bersama antara guru Pendidikan Agama Islam bersama peserta didik.

2. 15 menit terakhir digunakan untuk menerangkan apabila ada hal-hal yang belum jelas tentang permasalahan yang ada.

3. Diantara kedua waktu tersebut digunakan untuk mengabsen dan diskusi antar peserta didik dengan membuat beberapa kelompok yang sudah diarahkan oleh guru Pendidikan Agama Islam tentang permasalahan yang dibahas. Semua peserta didik harus aktif dengan cara memberi tanggapan tentang

158

159

permasalahan yang ada dan sudah dipersiapkan oleh peserta didik seminggu sebelumnya. Semua tanggapan peserta didik dicatat oleh sekretaris kelompok dan nantinya dipresentasikan di depan kelas. Setelah itu semua jawaban peserta didik dikumpulkan dan guru Pendidikan Agama Islam menilai. Peserta didik yang tidak aktif dan tidak memberikan tanggapan nilainya berkurang.

Selanjutnya, pelaksanaan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Bojonegoro diselenggarakan setiap hari dengan cara pembiasaan terhadap peserta didik untuk melaksanakan sholat dhuhur berjamaah di masjid sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan yang tidak hanya sekedar dilakukan di lingkungan sekolah tetapi diharapkan peserta didik juga tertib melakukannya di rumah maupun di masyarakat atas kesadaran mereka sendiri.

Adapun pelaksanaan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 1 Bojonegoro yang bersifat mingguan diantaranya adalah sholat Jumat di masjid sekolah dan baca tulis Al Qur’an bagi peserta didik yang belum bisa membaca Al Qur’an. Sedangkan yang bersifat tahunan diantaranya memperingati hari-hari besar Islam seperti tahun baru Hijriyah, Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj dan Nuzulul Qur’an. Selain itu juga membayar zakat fitrah dan latihan berkurban yang dikelola oleh para peserta didik dengan dibantu oleh guru-guru dalam mengurusi zakat dan daging kurban untuk dibagikan kepada fakir miskin.

160

Berikut ini adalah paparan data yang berasal dari bapak/ ibu guru SMA Negeri 1 Bojonegoro tentang pelaksanaan kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam. Menurut Bapak Drs. H. Abdul Malik selaku guru Pendidikan Agama Islam:

“Secara praktek Kurikulum 2013 pertama kali diujicobakan implementasinya di SMA Negeri 1 Bojonegoro pada tahun 2011. Tetapi di tahun ini yang menjadi sasaran implementasi kurikulum ini adalah kelas X dan XI, jadi kelas XII tidak menjadi sasaran dan tetap menggunakan kurikulum lama yakni Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Banyak sekali hambatan-hambatan yang dialami oleh sekolah dalam penerapan kurikulum baru ini.”.1 (13-9-2011)

Sedangkan menurut Bapak Budi Prihantini, S.Pd selaku Wakasek Kurikulum:

“Sepengetahuan saya kurikulum ini disebut Kurikulum 2013 akan tetapi di tahun 2011 sudah mulai diujicobakan dan tidak semua sekolah mendapat kesempatan dalam implementasi kurikulum baru ini dalam tahun 2011. Dalam perencanaannya kurikulum akan diimplementasikan secara bertahap. Dan sekarang hanya kelas X dan XI yang menjadi sasarannya. Secara kesiapan, sekolah kami SMA Negeri 1 Bojonegoro jika dihitung persen kami siap 85%. Yang masih menjadi kendala yakni dalam sarana prasarana, dan dana.”2 20-9-2011)

Dan menurut Bapak Drs. H. Mashadi, M.Pd selaku kepala sekolah:

“Kurikulum ini (Kurikulum 2013) mulai diimplementasikan di sekolah ini sejak tahun 2011. Dan yang menjadi sasaran pertama kali implementasi ini hanya kelas X dan XI. Untuk kelas XII sementara tidak menjadi sasaran kurikulum baru ini, mungkin karena terganjal faktor regulasi. Kami merasa bangga karena sekolah kami menjadi percontohan Kurikulum 2013, karena

1

Wawancara dengan Abdul Malik, tanggal 18 Maret 2015 di SMA Negeri 1 Bojonegoro 2

Wawancara dengan Budi Prihantini, tanggal 17 Maret 2015 di SMAN 1 Bojonegoro

161

tidak semua sekolah di Bojonegoro menjadi percontohan kurikulum baru ini.”

3

9-2011)

Kurikulum 2013 diujicobakan mulai tahun pelajaran 2011/2012 secara bertahap bagi sekolah dan madrasah yang telah siap melaksanakannya. Kurikulum 2013 lahir sebagai respon atas berbagai persoalan yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Saat ini muncul pergeseran orientasi pendidikan, dari berorientasi kolektif menuju ke orientasi individu. Maksudnya, pendidikan diarahkan untuk membentuk pribadi peserta didik sebagai individu yang mempunyai potensi dan bakat yang berbeda dan bervariasi, sehingga perlu diperhatikan secara berbeda. Muncul kesadaran bahwa perkembangan kedewasaan peserta didik ditentukan oleh lingkungan dan relasi sosial sehingga pengalaman hidup peserta didik adalah modal yang penting dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang berlangsung di kelas belum berjalan produktif akibat tradisi mengajar yang salah.

Kompetensi menjadi kata kunci perubahan Kurikulum 1994 menjadi Kurikulum 2004, dan disempurnakan dengan Kurikulum 2006, disempurnakan lagi dengan Kurikulum 2013 yang berbasis Kompetensi Inti. Dengan kata kunci kompetensi, diharapkan perubahan arah orientasi pencapaian pendidikan yang lebih nyata. Arah pencapaian pendidikan lebih didekatkan pada realitas kehidupan yaitu bahwa kemampuan memecahkan masalah adalah kunci keberhasilan hidup.

3

Wawancara dengan Mashadi, tanggal 16 Maret 2015 di SMAN 1 Bojonegoro

162

Dengan bekal kemampuan para lulusan sekolah lebih siap untuk terjun ke masyarakat sebagai warga negara.

Dalam pendidikan terdapat dua jenis standar, yaitu standar akademis dan standar kompetensi. Standar akademis merefleksikan pengetahuan dan keterampilan esensial setiap disiplin ilmu yang harus dipelajari oleh semua peserta didik. Sedangkan standar kompetensi ditunjukkan dalam bentuk proses atau hasil kegiatan yang didemonstrasikan oleh peserta didik sebagai penerapan dari pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajarinya. Standar kompetensi Pendidikan Agama Islam secara umum sudah dibahas pada bab sebelumnya, sedangkan standar kompetensi yang lebih spesifik dapat dilihat dalam lampiran.

Untuk memperlancar dan mempermudah pelaksanaan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam, maka guru Pendidikan Agama Islam harus memperhatikan strategi pembelajaran. Dari hasil observasi peneliti di lapangan, guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Bojonegoro dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 Pendidikan Agama Islam menggunakan beberapa strategi pembelajaran diantaranya adalah kontekstual, cooperative learning, ceramah, tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas. Misalnya, jika materi pokok yang dibahas adalah keimanan dengan standar kompetensi menghafalkan Asmaul Husna, maka contoh pengembangan silabusnya yang peneliti peroleh dari dokumen guru Pendidikan Agama Islam SMA Negeri 1 Bojonegoro berikut ini:

163

RPP DARI PENGEMBANGAN SILABUS PAI