• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Studi Literatur

4.1.3 Analisis Hasil Studi Literatur

Jurnal literatur review yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 54 file jurnal diimpor kedalam sofware Nvivo satu persatu untuk di lakukan coding dan analisis isi dari 54 publikasi tersebut. Analisis isi merupakan suatu teknik yang digunakan untuk memeriksa isi tulisan yang menekankan pada fitur bahasa bersama dengan fokus pada isi atau konteks penelitian. Analisis isi kualitatif tidak hanya memasukkan kata-kata kuantifikasi, tetapi juga meneliti secara keseluruhan, memastikan pengelompokan yang tepat dari data yang luas dalam kategori mewakili konteks yang sama. Untuk menentukan perkembangan teknologi utama, kompetensi dan kemampuan dari literatur yang digunakan, kajian literatur dan analisis isi merupakan pendekatan yang paling relevan dan tepat pada penelitian ini.

Berikut Gambar 4.4 merupakan daftar 54 jurnal yang digunakan pada penelitian ini yang telah diimpor kedalam sofware Nvivo untuk kemudian dilakukan pengkodingan.

Sumber : Pengolahan Data

Gambar 4.4 Daftar Jurnal Review

asfek-asfek umum industri 4.0, namun bukan secara spesifik untuk teknologi tertentu industri 4.0 seperti big data, cloud computing dll. Berdasarkan temuan dari beberapa penelitian terdahulu diketahui aspek-aspek utama industri 4.0 yang paling banyak ditemukan yaitu artificial intelligence, virtual and augmented reality, cloud computing, big data, cyber physical system dan internet of thing.

Sehingga, pada penelitian ini frekuensi kata dihitung pada 6 aspek utama industri 4.0 untuk diukur dan diindentifikasi berdasarkan frekuensi kata yang diulang melalui perangkat lunak Nvivo 10. Hasil pengkodingan aspek industri 4.0 dapat dilihat pada Gambar 4.5 berikut:

Sumber : Pengolahan Data

Gambar 4.5 Pengkodingan Aspek Industri 4.0

Gambar 4.5 diatas menunjukkan aspek utama industri 4.0 yang dianalisa pada penelitian ini, yang mana keenam aspek tersebut merupakan teknologi utama industri 4.0.

dilakukan pengkodingan dan analisa isi dapat dilihat secara rinci pada tabel 4.2 berikut:

Tabel 4.2 Aspek Utama Industri 4.0 Berdasarkan Studi Literatur

Name Sources Percent References

Industri 4.0 54 100% 2763

Artificial intelligence 24 44 % 114

Virtual and Augmented Reality 29 53.7 % 227

Cloud Computing 34 62.9 % 255

Big data 42 77.7 % 415

Cyber Physical System 43 79.6 % 720

Internet Of Thing 46 85 % 1032

Sumber : Pengolahan Data

Hasil review dan analisisi isi jurnal tersebut mengindikasikan bahwa kata industri 4.0 telah dikutip sebanyak 2.763 kali dalam 54 jurnal publikasi yang dianalisa pada penelitian ini, jumlah ini menunjukkan bahwa jurnal yang digunakan untuk dilakukan analisa isi sesuai dengan tujuan penelitian. Enam aspek industri 4.0 yang digunakan pada penelitian ini telah banyak dikutip dan digunakan oleh beberapa peneliti sebelumnnya. Berdasarkan pada Tabel 4.2 diatas menunjukkan bahwa dari 54 jurnal yang dianalisa, aspek yang paling terendah hingga tertinggi jumlah kata yang dikutip dari setiap jurnal yaitu aspek Artificial Intelligence (AI).

Aspek Artificial Intelligence (AI) telah dikutip sebanyak 114 kali dalam 24 publikasi jurnal, jumlah ini menunjukkan bahwa aspek AI merupakan aspek yang

44.4% dari jumlah total publikasi jurnal yang digunakan pada penelitian ini. AI adalah sistem mesin berteknologi komputer yang mampu mengadopsi kemampuan manusia. Al dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas, sekaligus meminimalisir risiko kesalahan yang bisa dilakukan oleh tenaga kerja manusia.

Selanjutnya aspek Virtual and Augmented Reality (AR) telah dikutip sebanyak 227 kali dalam 27 publikasi jurnal, jumlah ini menunjukkan 53.7%

terdapat didalam sampel yang digunakan. Virtual Reality merupakan simulasi yang dilakukan oleh komputer dalam membentuk sebuah realitas rekaan.

Teknologi ini mampu memanipulasi penglihatan manusia sehingga seolah-olah berada di tempat atau lingkungan yang berbeda dari kenyataan sesungguhnya.

Sementara Augmented Reality adalah teknologi yang mampu menghasilkan informasi dari kondisi lingkungan sebenarnya, lalu diproses secara digital dan digunakan untuk tujuan tertentu.

Cloud Computing telah dikutip sebanyak 255 kali dalam 34 publikasi jurnal, aspek ini telah dikutip sebanyak 63.9% dari total publikasi sampel yang digunakan. Cloud Computing merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pegembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer-komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama. Cloud Computing telah banyak kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti penggunaan email, facebook, twitter dan media sosial lainnya.

ini menunjukkan 77.7%, dari total sampel. Big data adalah istilah yang mengambarkan volume data yang besar sehingga tidak dapat diproses menggunakan alat tradisional dan harus menggunakan cara dan alat baru untuk mendapatkan nilai dari data ini. Big data telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti data sensor digunakan untuk mengumpulkan informasi iklim, posting ke situs media sosial, gambar digital dan video, catatan transaksi pembelian, sinyal ponsel GPS untuk beberapa nama, dll.

Cyber Physical System (CPS) telah dikutip sebanyak 720 kali dalam 43 publikasi atau 79.7% dari total jumlah sampel publikasi. CPS merupakan salah satu aspek dalam cyber-system yang memungkinkan terhubungnya alat yang berbentuk fisik dengan jaringan internet dan memungkinkan adanya kontrol serta respons dari internet kepada mesin berbentuk fisik melalui actuator dan sensor.

Actuator merupakan alat kendali yang dapat digunakan untuk mengontrol penggunaan sebuah alat dari jarak jauh.

Internet Of Thing (IOT) telah dikutip sebanyak 1032 kali dalam 46 sampel jurnal atau 85% dari total jumlah publikasi. Hal ini menunjukkan bahwa kelima aspek ini merupakan aspek-aspek utama industri 4.0 karena ditemukan didalam jurnal yang dijadikan sampel penelitian sehingga kelima aspek ini harus dimiliki di era ini. IoT merupakan teknologi yang memungkinan setiap instrumen terkoneksi satu sama lain secara virtual, sehingga mampu mendukung kinerja operasioanal usaha, pengawasan terhadap perfoma manajemen, serta peningkatan nilai guna output. Saat ini, kehadiran IoT telah menjadi bagian dari kehidupan

berbagai peralatan berbasis IoT untuk bidang pendidikan dan pengajaran harus dikuasai karena IoT memungkinkan manusia atau benda dapat terhubung dengan siapa saja, dimana saja dan kapan saja. IoT merupakan sebuah teknologi relatif baru yang muncul untuk memfasilitasi antara yang nyata dan benda virtual (Abbasy dan Quesada, 2017).

Dalam kehidupan sehari-hari IoT sudah sangat lumrah ditemui. Beberapa contohnya yaitu transportasi daring (go-jek, grab), marketplace (shoppe, toko pedia, lazada, bli-bli dll), e-commers, pemesanan tiket bioskop, tiket pesawat, tiket kereta api, pemesanan kamar hotel via daring, live streaming, dan lain-lain.

Dalam bidang pendidikan, IoT telah banyak digunakan terutama disaat pandemi covid 19 salah satunya yaitu pemberlakuan pembelajaran secara elektronik atau e-learning, pendidikan jarak jauh (distance learning), kuliah daring (skype, zoom meeting, webinar, google hangout, dll), perpustakaan digital (digital library) dll.

Oleh sebab itu, kompetensi mahasiswa harus terus ditingkatkan dan di upgrade dengan membiasakan mahasiswa dengan berbagai peralatan yang terkoneksi dengan IoT dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sehari-hari agar lulusan tidak gagap teknologi dan mampu bersaing di era industri 4.0.

Persentase enam komponen industri 4.0 secara ringkas dapat dilihat pada Gambar 4.6 berikut:

Sumber : Pengolahan Data

Gambar 4.6 Industri 4.0 – Results Preview

Gambar 4.6 adalah grafik aspek industri 4.0 yang memiliki persentase jumlah kata yang paling banyak dikutip pada sampel jurnal secara berurutan yaitu Internet Of Thing, Cyber Physical System, Big Data, Cloud Computing, Virtual and Augmented Reality dan Artificial Inteligence. Berdasarkan hal tersebut, revolusi Industri 4.0 yang sarat akan teknologi yang super cepat akan membawa perubahan yang cukup signifikan terutama terhadap sistem pendidikan di Indonesia.