HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penyebaran Kuesioner
4.2.3 Jawaban Responden pada Penyebaran Kuesioner
Berikut jawaban dari beberapa responden yang digunakan pada penelitian ini pada pertanyaan berikut :
4.2.3.1 Apa saja ruang lingkup tugas para lulusan sarjana Teknik Industri yang ada di perusahaan Bapak/Ibu?
Jawaban para responden terhadap pertanyaan ruang lingkup tugas para lulusan sarjana Teknik Industri yang ada di perusahaan secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.3 berikut:
Tabel 4.3 Ruang Lingkup Lulusan Teknik Industri No Ruang Lingkup Tugas Lulusan Teknik Industri
1. Analis Produksi (Management Analyst Production) 2. Head of Engineering & Maintenance
3. PPIC/Gudang (Warehouse)
4. Manajemen Sumber Daya Manusia (HRD) 5. Pengendalian Mutu (Quality Control Engineer) 6. Health and Safety Environment Engineer 7. Perencanaan Biaya dan Cost Control Engineering
8. Logistics Specialist
9. Sistem Informasi atau IT
10. Purchasing, marketing and sales engineering Sumber : Pengolahan Data
Berdasarkan jawaban responden pada Tabel 4.3 diatas ruang lingkup tugas para lulusan sarjana Teknik Industri yaitu pada bagian produksi, seperti
pemeliharaan alat-alat produksi, bertanggung jawab terhadap maintenance dan memastikan mesin produksi selalu dalam keadaan baik, memastikan kualitas produk yg dihasilkan, K3, Risk Management, Bussiness Process (SOP), Operasional Support, ERP/SAP/IT, Warehouse Analyst, Transport Analyst, Facilty Management/Development, Procurement, Quality Assurance, Bussiness Development, Sales Development, manajemen sumber daya manusia atau HRD (Human Resource Departement), QC (quality control) kualitas barang yang dihasilkan oleh setiap mesin produksi di dalam industri manufactur agar sesuai dengan kualitas yang diterapkan oleh perusahaan, quality assurance head, mengatur bawahan agar bekerja secara efektif dan efesien, health safety environment engineer, purchasing, marketing dan sales engineering, memberi masukan serta membuat sistem HR yang lebih efektif dan efesien, memanajemen mesin-mesin dan operasional pabrik, melakukan efisiensi dalam setiap aktivitas pabrik, menghitung anggaran dalam melakukan proses pengolahan, mengarahkan setiap pekerjaan proses industri agar sesuai dengan SOP yang ada, mengikuti standar ISO dan ISPO yang telah ditentukan perusahaan, HRD, manajer produksi, manajer lapangan, manajer logistik, menganalisa data hasil produksi, melakukan peramalan penjualan di masa yang akan datang, mencari penyebab permasalahan dan memberi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, menyelesaikan permasalahan-permasalahan teknik yang melibatkan semua elemen baik manusia, peralatan/mesin, material maupun informasi, optimalisasi keputusan, membuat
analisis rekayasa, mengurusi keluar masuknya barang, dan marketing.
4.2.3.2 Bagaimana penilaian Bapak/Ibu terhadap kinerja para karyawan yang berlatar belakang Keilmuan Teknik Industri di perusahaan?
Jawaban para responden terhadap pertanyaan penilaian Bapak/Ibu terhadap kinerja para karyawan yang berlatar belakang Keilmuan Teknik Industri di perusahaan secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4 Kinerja Karyawan Lulusan Teknik Industri No Kinerja Karyawan Berlatar Belakang Lulusan Teknik
Industri
1. Mampu Mengaplikasikan Bidang Keahliannya 2. Mampu Memanfaatkan Ilmu Pengetahuan & Teknologi
3. Mampu Menyelesaikan Masalah
4. Mampu Beradaptasi terhadap Situasi yang dihadapi 5. Mampu Menformulasikan Penyelesaian Masalah Secara
Prosedural
6. Mampu Bekerja Sama dalam Team dan Bekerja Secara Mandiri
7. Berpikir Kritis, Berkomunikasi & Loyalitas 8. Praktek Kerja Langsung dan Analitical Thinking
9. Mampu Mengambil Keputusan
10. Bertangung Jawab
Sumber : Pengolahan Data
Berdasarkan jawaban para responden pada Tabel 4.4 terhadap pertanyaan diatas yaitu sangat baik, bisa di andalkan, para karyawan mampu mengaplikasikan bidang keahliannya, memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi pada
dihadapi, terbiasa dengan teori pada bidang tertentu secara umum, khusus dan secara mendalam, mampu menformulasikan penyelesaian masalah secara prosedural, praktek kerja langsung dan analytic thinking, mampu menerapkan ilmu dasar pada pekerjaan, mampu bersinergi dengan rekan kerja, dapat menyesuaikan kinerja dan keilmuannya dengan penanganan-penanganan masalah sosial, mampu mengambil keputusan yang tepat berdasarkan analisis informasi dan data, bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri, dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi dan mampu memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi secara mandiri maupun kelompok. Namun, perlu di tingkatkan knowledge terkait pada teknonologi terbaru industri 4.0 dan pada bagian finansialnya masih berorientasi pada teknik lama, belum melakukan terobosan baru sesuai dengan perkembangan jaman, sedikit kaku, terlalu santai belum melakukan inovasi dengan teknologi yang terbaru dan sudah lebih maju di negara ini yaitu era revolusi industri 4.0.
4.2.3.3 Apakah yang menjadi dasar pertimbangan perusahaan untuk merekrut calon karyawan yang memiliki latar belakang keilmuan Teknik Industri
Jawaban para responden terhadap pertanyaan yang menjadi dasar pertimbangan perusahaan untuk merekrut calon karyawan yang memiliki latar belakang keilmuan Teknik Industri secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut:
Tabel 4.5 Dasar Pertimbangan Perusahaan Merekrut Karyawan Lulusan Teknik Industri
No Pertimbangan Merekrut Karyawan Lulusan Teknik Industri
1. Dapat ditempatkan di semua devisi
2. Cara Mengatasi Masalah dan Bertanggung Jawab 3. Pengalaman & Sertifikat yang dimiliki 4. Mempunyai frame work yang sudah terlatih 5. Memiliki Basic keilmuan yang Memumpuni 6. Kemampuan Kerja Spesifik pada Bidangnya 7. Mampu Mengevaluasi Manajemen Kerja
8. Prestasi Akademik
9. Semanggat dan Motivasi
10. Sikap dan Tata Nilai sebagai Warga Negara Sumber : Pengolahan Data
Berdasarkan jawaban para responden pada Tabel 4.5 terhadap pertanyaan diatas yaitu bisa ditempatkan di semua devisi, bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja organisasi, kemampuan kerja secara umum dan spesifik terkait bidang keilmuan/keahlian khusus Teknik Industri, tingkat kedalaman peguasaan, keluasan dan pengetahuan Teknik Industri, knowledge terkait sistem dan critical thinking, skill, semangat/motivasi dan keaktifan dalam sehari-hari, kerjasama yang pernah di bangun, prestasi akademik, mempertimbangkan pengalaman dan sertifikat keahlian yang dimiliki, cerminan sikap dan tata nilai sebagai warga negara dan bangsa Indonesia, cara mengatasi suatu masalah, mampu mengevaluasi
frame work yang sudah terlatih.
4.2.3.4 Kompetensi apa saja yang perlu di persiapkan oleh calon karyawan berlatar belakang keilmuan Teknik Industri agar diterima pada perusahaan yang telah menerapkan industri 4.0
Jawaban para responden terhadap pertanyaan kompetensi apa saja yang perlu di persiapkan oleh calon karyawan berlatar belakang keilmuan Teknik Industri agar diterima pada perusahaan yang telah menerapkan industri 4.0 secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6 Kompetensi Lulusan Teknik Industri No Kompetensi yang Harus dipersiapkan Lulusan Teknik
Industri
1. Mampu memahami dan menggunakan Internet of thing
2. Communication Skill
3. Literasi teknologi informasi
4. Kepemimpinan
5. Kemampuan Berbahasa Asing
6. Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreativitas 7. Emotional Intelligence atau kecerdasan emosi
Sumber : Pengolahan Data
Berdasarkan jawaban responden pada Tabel 4.6 yaitu kompetensi pembelajaran berbasis internet of thing sebagai basic skill (educational competence), membawa dan memiliki sikap enterpreneurship (kewirausahaan) dengan teknologi atas hasil karya inovasi (competence for technological commercialization), competence in globalization, competence in future strategies
dan strateginya, kemampuan berbahasa asing, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, people managment, emotional intelligent, kemampuan untuk memahami sistem dan mampu memberikan propose untuk menciptakan sistem bisnis yang lebih agile. Kemampuan memahami, mengolah dan memgambil keputusan serta tindakan dari data (big data), bemindset digital prosess, mampu beradaptasi pada perubahan, harus lebih bekerja keras mengasah skill yang ada, harus menguasai jaringan dan soft skill, kemauan yang besar dan komitmen tinggi dalam bekerja dengan menerapkan disiplin ilmu, penyerapan teknologi asing melalui pembelajaran langsung terhadap industri manufaktur yang telah membangun bisnisnya di indonesia, memahami supply chain komoditas bahan baku di Indonesia dan penggunaanya terhadap industri modern, mental dan cara tanggap dalam berpikir, harus menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi yang semakin canggih dan mempelajari ilmu-ilmu baru yang berkaitan dengan perubahan yang ada, memahami cara mengendalikan mesin conection net computer atau mesin cnc, inovasi dalam menerapkan ilmu dasar yang telah diperoleh, pemahaman desain/rancang bangun aplikasi, mampu membuat alat yang dapat membuat proses produksi semakin efisien, modernisasi dan juga kolaborasi antar pekerjaan konvensional dengan kemampuan teknologi, kemampuan forecast yang baik, mechine learning dan creative thinking.
keilmuan Teknik Industri yang sesuai dan tidak sesuai dengan kebutuhan industri.
Jawaban para responden terhadap pertanyaan diatas yang tidak sesuai yaitu sebagian karyawan masih berpedoman pada aturan yang lama, penggunaan software jadul atau tidak update, sulit beradaptasi dan sebagian besar responden menjawab bahwa tidak ada keahlian karyawan yang tidak sesuai.
Keahlian yang sesuai adalah mampu berpikir dari aspek system secara keseluruhan dan terintegrasi (integrated thinking), cara berpikir end to end process (input,proses, output) sehingga bisa mengambarkan proses tidak efektiv dibagian apa saja dan mampu membuat integrasi lebih baik, kemudian mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis dan inovatif, mampu melakukan perencanaan dan perancangan system kerja, disiplin dalam bekerja, memiliki kemampuan analisa, kreatif, adabtabilitas, team work dan memiliki hard skill serta soft skill yang mumpuni untuk menunjang kelancaran dalam dunia industri.
4.2.3.6 Keahlian apa saja yang perlu dipersiapkan oleh calon karyawan yang berlatar belakang keilmuan Teknik Industri, sehingga mampu memberikan kontribusi/keuntungan bagi perusahaan.
Jawaban para responden terhadap pertanyaan keahlian apa saja yang perlu dipersiapkan oleh calon karyawan yang berlatar belakang keilmuan Teknik Industri, sehingga mampu memberikan kontribusi/keuntungan bagi perusahaan secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut:
No Keahlian yang Harus dipersiapkan Lulusan Teknik Industri
1. Berpikir kritis
2. Memecahkan masalah
3. Komunikasi
4. Kreativitas
5. Mampu merancang dan meningkatkan sistem yang komplek
6. Bekerjasama dengan orang lain
7. Kecerdasan emosional
8 Negosiasi dan Orientasi Layanan
Sumber : Pengolahan Data
Berdasarkan jawaban responden pada Tabel 4.7 diatas, yaitu critical thinking (berpikir kristis), communication (komunikasi), pemodelan sistem, knowledge terkait ERP, supply chain management, creativity (kreatif), mampu dalam merancang, menginstalasi, mengelola serta meningkatkan sebuah sistem yang komplek, mampu membuat sebuah kebijakan, kemampuan dan keinginan untuk melayani orang lain sebaik mungkin, mampu mempergunakan waktu luang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, memiliki relasi yang kuat dengan industri manufaktur asing adalah keuntungan yang sangat baik, complex problem solving, mampu memecahkan masalah yang komplek dan analisa data, collaboration (kolaborasi), koordinasi dengan orang lain, mampu melakukan manajemen kerja yang lebih baik, memiliki pengalaman kerja, memahami semua ilmu dasar keilmuan teknik, menguasai penerapan ilmu dasar dalam dunia kerja, memiliki softskill yang mendukung, mampu bekerjasama dengan team dari berbagai latar belakang ilmu dan kemampuan riset, keahlian teknologi berpadu
emosional, problem solving, menilai dan mengambil keputusan, artificial inteligent, creative thinking, inovative, leadership skill, business strategy, service orientation, negosiasi dan cognitive flexibility atau berpikir sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
Jawaban responden sejalan dengan paparan Word Economic Forum (2015) dan Irianto (2017), tentang beberpa skill yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi yaitu : complex problem solving, critical thinking, kreativitas, people management, koordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, menilai dan mengambil keputusan, service orientation, negosiasi, dan cognitive flexibility.
Kesepuluh keterampilan tersebut harus dikemas dalam kurikulum KKNI agar lulusan mampu bersaing pada era revolusi industri 4.0 saat ini. Berbagai skill tersebut dapat dipetakan dengan melalui proses analisis kebutuhan dan selanjutnya dapat diintegrasikan dalam mata kuliah maupun dalam kegiatan di luar perkuliahan.
4.2.3.7 Pengetahuan apa sajakah yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa agar mereka dapat bersaing dan bertahan pada era Industri 4.0
Jawaban para responden terhadap pengetahuan apa sajakah yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa agar mereka dapat bersaing dan bertahan pada era Industri 4.0 secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:
No Pengetahuan yang Harus dipersiapkan Lulusan Teknik Industri
1. Pengetahuan Tentang Teori
2. Marketing
3. Sistem dan Teknologi Informasi 4. Perkembangan Teknologi Industri
5. Cara Beradaptasi, Komunikasi dan Menyampaikan Ide
6. Manajemen Pabrik
Sumber : Pengolahan Data
Berdasarkan jawaban responden pada Tabel 4.8 diatas yaitu multi talent paham marketing, teknologi, sistem dan critical thingking, ERP/Sistem informasi, Statistic (untuk pengolahan big data), mampu bersaing, memiliki mental yang kuat untuk menghadapi dunia kerja, teknologi, komunikasi, analisis dan komputasi, teknologi Informasi (TI), mampu beradaptasi dan mempelajari perkembangan teknologi industri 4.0. Mempersiapan diri mempelajari ilmu komputer, manajemen, teknik penyelesaian masalah, lingkungan kerja, memahami aktivitas kerja, memiliki pengetahuan dasar tentang keindustrian itu pasti, selain itu pengetahuan umum tentang cara beradaptasi, cara berkomunikasi menyampaikan ide, berpendapat, inovasi, pengetahuan tentang manajemen di sebuah pabrik, modernisasi teknologi, kecakapan skill teknologi, artificial intelligent, komputasi dan bisnis proses.
mereka dapat bersaing dan bertahan pada era Industri 4.0
Jawaban para responden terhadap attitude apa sajakah yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa agar mereka dapat bersaing dan bertahan pada era industri 4.0 secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.9 Attitude Lulusan Teknik Industri
No Sikap yang Harus dipersiapkan Lulusan Teknik Industri 1. Bertanggung Jawab dan Menghargai Waktu
2. Menunjung Nilai Kemanusiaan
3. Taat Hukum dan Disiplin Kerja
4. Bekerja Sama dalam team
5. Menghargai Keanekaragaman Budaya
6. Memiliki Kepekaan Sosial
7. Bertaqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa Sumber : Pengolahan Data
Berdasarkan jawaban responden pada Tabel 4.9 diatas yaitu bertanggung jawab, menghargai waktu, jujur, sopan santun, taat hukum dan disiplin kerja dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, mampu bekerjasama, menghargai keanekaragaman budaya, tekun dalam pengembangan diri, menerima kritik, cekatan, menghargai pendapat dan ide orang lain, berani dan pantang menyerah, memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan, menghargai rekan kerja, berkomitmen terhadap pekerjaan, memiliki etika dalam bersikap, bertaqwa kepada Tuhan yang Maha esa dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Lulusan Teknik Industri selama ini dinilai telah memahami definisi, peran dan ruang lingkup profesi teknik industri dalam dunia kerja. Pada saat ini, yang menjadi dasar pertimbangan perusahaan merekrut karyawan lulusan teknik industri yaitu karena dapat ditempatkan di semua devisi dan rata-rata kinerja lulusan sarjana Teknik Industri dinilai sangat baik oleh perusahaan.
Namun, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang pesat memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan manusia terutama dunia pendidikan. Perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak (Klaus Schwab, 2016).
Banyak kemudahan dan inovasi yang diperoleh dengan adanya dukungan teknologi digital. Layanan menjadi lebih cepat dan efisien serta memiliki jangkauan koneksi yang lebih luas dengan sistem online, hidup menjadi lebih mudah dan murah. Hal ini tentu saja akan menambah beban masalah lokal maupun nasional. Oleh karena itu, untuk memanfaatkan peluang dan menjawab tantangan revolusi industri 4.0, para pemangku kepentingan (stake holders) wajib memiliki kemampuan literasi informasi, teknologi dan manusia. Dengan demikian, menyiapkan lulusan yang berkualitas, memiliki daya relevansi yang tinggi dalam era industri 4.0 dan mampu bersaing secara global, serta menguasai perkembangan teknologi merupakan suatu hal yang penting untuk semua orang
mahasiswa dan dosen sebaiknya harus mampu beradaptasi terhadap revolusi industri 4.0. Pola pembelajaran tidak bisa lagi memakai pola pembelajaran literasi yang lama, dosen harus mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang berubah sangat cepat sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berdaya saing tinggi dan siap menghadapi dunia kerja era industri 4.0.