• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.4 Manfaat Penelitian

2.1.2 Revolusi Industri 4.0

2.1.2.1 Sejarah dan Perkembangan Revolusi Industri

Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat.

Sedangkan Revolusi Industri merupakan perubahan yang cepat di bidang ekonomi yaitu dari kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai (Ningsih, 2018).

Revolusi Industri telah mengubah cara kerja manusia dari penggunaan tangan menjadi menggunakan mesin.

Istilah Industri 4.0 lahir dari ide revolusi industri ke empat yang diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab, ekonom terkenal asal Jerman yang menulis dalam bukunya The Fourth Industrial Revolution, bahwa konsep itu telah mengubah hidup dan kerja manusia. European Parliamentary Research Service menyampaikan bahwa sejarah revolusi industri merupakan fenomena yang terjadi di inggris pada abad 18 yang mendorong pertumbuhan industri dimulai dari industri 1.0, 2.0, 3.0, hingga industri 4.0. Fase industri merupakan real change dari perubahan yang ada.

Sejarah revolusi industri dapat dilihat pada Gambar 2.4 berikut:

(Sumber: Ningsih, 2018)

Gambar 2.4 Sejarah Revolusi Industri 1.0 – 4.0

Revolusi industri 1.0 berlangsung sekitar tahun 1750-1850 ditandai dengan mekanisasi produksi untuk menunjang efektifitas dan efisiensi aktivitas manusia, yaitu ketika ditemukan mesin - mesin bertenaga uap, lokomotif, kereta api penumpang, kapal perang dengan mesin uap dan lain-lain yang membuat manusia beralih dari mengandalkan tenaga manusia dan hewan ke mesin-mesin produksi mekanis. Tenaga penggerak dalam era ini awalnya masih ditentukan oleh seberapa besar otot, seberapa besar tenaga kuda, seberapa besar tenaga angin, dan seberapa besar tenaga uap yang dimiliki oleh suatu negara serta seberapa besar kreativitas untuk memanfaatkannya. Kemunculan mesin uap pada abad ke-18 telah berhasil mengakselerasi perekonomian secara drastis dimana dalam jangka waktu dua abad telah mampu meningkatkan penghasilan perkapita negara-negara di dunia menjadi enam kali lipat. Peningkatan produktifitas akan mempengaruhi

biaya produksi menjadi semakin murah, sehingga banyak sekali perusahaan tenun dengan tangan yang tutup, karena sudah tidak dapat bersaing lagi dengan pabrik tenun yang menggunakan tenaga uap sehingga hal ini juga mengakibatkan meningkatnya pengangguran. Revolusi perubahan pertama terjadi berkaitan dengan revolusi pertanian yang terjadi pada sekitar 8.000 tahun sebelum masehi sampai sekitar tahun 1700-an. Sebelum terjadinya revolusi pertanian, sistem sosial masyarakat masih berbentuk dalam kelompok kecil, sering berpindah pindah, kelompok ini mencari makan dengan berburu, mencari ikan dan mencari makanan yang tersedia di alam.

Revolusi industri kedua berlangsung di sekitar 1870-1900 ketika perindustrian dunia beralih ke tenaga listrik, alat komunikasi, kimia dan minyak yang mampu menciptakan produksi massal dan standarisasi mutu. Revolusi ini mengakhiri dominasi peradaban pertanian dan mengawali industrialisasi masyarakat. Teknologi yang diperkenalkan pada gelombang ini umumnya berdasarkan pada mesin elektromekanik yang digerakkan oleh bahan bakar fosil yang tidak terbarukan, menyebabkan perubahan secara luas dalam meningkatkan masyarakat. Kondisi ini membuat keluarga menjadi lebih kecil, beralih pekerjaan dari lahan-lahan pertanian ke pabrik-pabrik, dan pendidikan beralih dari pendidikan di rumah menjadi pendidikan yang terorganisir di dalam kelas.

Revolusi industri kedua dikenal sebagai revolusi teknologi. Revolusi ini ditandai dengan penggunaan dan produksi besi dan baja dalam skala besar, meluasnya penggunaan tenaga uap dan mesin telegraf. Selain itu minyak bumi mulai ditemukan, digunakan secara luas dan periode awal digunakannya listrik.

Revolusi industri ketiga terjadi di era 1960-an ditandai dengan penggunaan elektronik dan teknologi informasi guna otomatisasi produksi. Sistem otomatisasi berbasis komputer ini membuat mesin industri tidak lagi dikendalikan manusia.

Penemuan komputer, internet, dan telepon genggam dengan penyesuaian massal dan fleksibilitas manufaktur berbasis otomasi dan robot. Pada revolusi industri ketiga, industri manufaktur telah beralih menjadi bisnis digital. Teknologi digital telah menguasai industri media dan ritel. Revolusi industri ketiga mengubah pola relasi dan komunikasi masyarakat kontemporer. Revolusi ini telah mempersingkat jarak dan waktu, revolusi ini mengedepankan sisi real time. Perkembangan yang pesat dari teknologi sensor, interkoneksi dan analisis data memunculkan gagasan untuk mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam berbagai bidang industri.

Straubhaar dan LaRose (dalam Rohida, 2018), juga menggambarkan perubahan teknologi sebagai suatu revolusi yang dialami masyarakat dalam kehidupannya karena perkembangan teknologi. Mulai dari masyarakat sebelum bertani yang ditandai oleh budaya berbicara atau tradisi oral (spoken words) di mana masyarakat pada masa ini berkelompok dan hidup dari berburu dan bercocok tanam. Namun pergeseran terjadi ketika ditemukan alat untuk mencari ikan (fishing), mengumpulkan kayu di hutan (logging), hingga penggalian bahan tambang (mining) merubah cara manusia berinteraksi. Pada tahap ini tradisi oral menjadi tradisi membaca. Tradisi membaca masih sangat terbatas hanya pada kalangan rohaniwan Katolik saja dan belum menjangkau masyarakat kebanyakan lainnya.

Munculnya revolusi industri merubah pula wajah tradisi membaca yang sebelumnya hanya terbatas menjadi ke lebih banyak orang yang bisa membaca ide atau pemikiran karena produksi massal dari penemuan mesin cetak. Kemudian pergeseran terjadi lagi ketika masyarakat mampu untuk konsumsi dan produksi pesan dengan melakukan adopsi terhadap teknologi digital. Tahap inilah yang menandakan perubahan besar dari cara manusia melakukan interaksi dengan manusia lainnya, karena teknologi digital telah menciptakan suatu media yang sangat interaktif yaitu internet. Internet telah mengubah cara manusia melakukan interaksi sehari-hari dari lisan menjadi interaksi secara tertulis.

Lompatan besar terjadi dalam sektor industri di era revolusi industri 4.0 yang dimulai pada tahun 2000an hingga saat ini merupakan era penerapan modern, antara lain teknologi fiber (fiber technology) dan sistem jaringan terintegrasi (integrated network), yang bekerja di setiap aktivitas ekonomi, dari produksi hingga konsumsi, dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Revolusi industri keempat dimulai pada tahun 2011 di Jerman dengan proyek pemerintah Jerman untuk mempromosikan komputerisasi dan inovasi konseptual produksi. Pada era ini model bisnis mengalami perubahan besar, tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri. Industri 4.0 selanjutnya hadir menggantikan industri 3.0 yang ditandai dengan cyber fisik dan kolaborasi manufaktur. Saat ini industri mulai menyentuh dunia virtual berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data semua sudah mudah ditemukan di mana-mana.