• Tidak ada hasil yang ditemukan

1.4 Manfaat Penelitian

2.1.1.2 Karakteristik Kompetensi

Dalam mencapai kompetensi tertentu, seseorang perlu memiliki sejumlah kapabilitas. Kapabilitas merupakan kombinasi dari dimensi sifat pribadi, keterampilan dan pengetahuan. Menurut pada ahli dalam Nasution dan Soetandi (2012), karakteristik atau elemen pembentuk kompetensi dapat dikelompokkan kedalam tiga bagian, yaitu:

1. Ilmu Pengetahuan (Know How).

Know How berkaitan dengan pengetahuan atau wawasan yang dimiliki seseorang terhadap bidang tertentu secara spesifik.

2. Keterampilan (Skill).

Kemampuan untuk mengerjakan serangkain tugas tertentu baik secara fisik dan mental.

3. Kualitas Personal.

Kualitas personal berhubungan dengan konsep diri (self concept), motif, dan sifat-sifat pribadi, atau tingkah laku dari seseorang. Tingkah laku merupakan pembeda yang khas antara manusia yang satu dengan manusia yang lain.

Menurut Mitrani, dkk (dalam Nasution dan Soetandi, 2012) karakteristik kompetensi individu terbentuk dari, Motive (alasan, sebab), Trait (kepercayaan, Self concept (konsep diri), Content knowledge (penguasaan ilmu) dan Cognitive and behavioral skill (kesadaran dan keahlian bertindak). Kelima karakteristik ini akan membentuk keahlian (skill) untuk bekerja yang menghasilkan kinerjanya, seperti yang terlihat pada Gambar 2.1 berikut:

(Sumber: Nasution dan Soetandi, 2012) Gambar 2.1 Model Aliran Kompetensi

Kompetensi sebenarnya memprediksikan siapa yang akan melakukan sesuatu dengan baik atau buruk sebagaimana diukur dalam kriteria khusus atau standar. Suatu karakteristik merupakan kompetensi hanya dan jika hanya mampu memprediksikan sesuatu yang bermakna dalam dunia nyata.

Menurut Spencer dan Spencer (dalam Sani 2011), sumber kompetensi individu terdiri dari 5 (lima) jenis yaitu:

1. Motif, adalah hal-hal yang dipikirkan atau diinginkan secara konsisten yang menyebabkan tindakan. Motif mengarahkan, menunjukkan dan memilih perilaku melalui berbagai tindakan atau tujuan dan berbeda antara satu individu dengan individu lainnya.

2. Ciri pembawaan (ciri, sifat, karakter) adalah karakter fisik dan respon konsisten terhadap informasi dan situasi. Contohnya waktu reaksi dan penglihatan yang baik merupakan kompetensi karakteristik fisik dari pilot tempur.

3. Konsep diri sendiri adalah sikap-sikap, nilai atau gambaran diri (self image). Contohnya adalah kepercayaan diri.

4. Pengetahuan, adalah informasi yang dimiliki oleh seseorang dalam bidang yang khusus. Contohnya pengetahuan ahli bedah tentang syaraf otot dalam tubuh manusia.

5. Keahlian, adalah kemampuan untuk melakukan beberapa tugas fisik atau mental.

6. Mengubah langkah 3, 4 dan 5 untuk semua tingkat hierarki.

7. Memeriksa komponen hierarki, jika tidak konsisten maka penilaian data judgement harus diperbaiki.

Aspek kompetensi secara umum terdiri dari knowledge, skill dan attitude.

1. Knowledge (Pengetahuan)

Menurut Syafi`i dan Musri (2018) knowledge merupakan pengetahuan yang di dapat seseorang dalam proses edukasi maupun pengalaman yang dialaminya atas suatu subjek. Informasi maupun fakta yang situasi terhadap suatu subjek diamati, dianalisa dan dipelajari menjadi sesuatu yang diingat dalam memori seseorang dan dijadikan sumber pemecahan suatu masalah dikemudian hari. Knowledge adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengingat dan mengungkap kembali pengetahuan, rumus-rumus, konsep, prinsip, materi dan kejadian baik pada hal-hal yang umum maupun hal-hal yang khusus.

Kemudian, menurut Oxford English Dictionary, knowledge didefiniskan sebagai:

suatu kemampuan yang dimiliki seseorang melalui edukasi maupun pengalaman pribadi, fakta atau informasi yang diketahui secara praktikal dan kesadaran yang didapat terhadap suatu subjek melalui situasi tertentu. Pengakuisisian suatu knowledge yang didapat oleh seseorang melalui beberapa proses tahapan, yaitu dimulai dari adanya suatu persepsi, pembelajaran, komunikasi, asosiasi , dan terakhir adalah menimbulkan suatu pemikiran terhadap subjek yang dihadapi seseorang tersebut.

Menurut Notoatmodjo (2012), pengetahuan (knowledge) merupakan hasil tahu dari manusia yang sekedar menjawab pertanyaan “what”. Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan hal ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan, penciuman, rasa, dan raba. Pengetahuan atau knowledge merupakan domain yang sangat penting dalam

membentuk tindakan seseorang (overt behavior). Pengetahuan juga merupakan tingkah laku dan situasi yang menekankan tentang pengingatan (remembering), apakah itu mengenal atau mengungkap ide-ide, bahan-bahan atau gejala.

Pengetahuan yang dimiliki seseorang dapat mengembangkan potensi dan kemampuan secara maksimum untuk mengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang dihadapinya untuk menyesuaikan diri.

Berdasarkan pendapat diatas dapat diambil pengertian bahwa pengetahuan merupakan kemampuan, tingkah laku dan situasi yang menekankan tentang pengingatan mengenal ide, bahan atau gejala yang dapat mengembangkan potensi dan kemampuan secara maksimum untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah yang dihadapi oleh seseorang. Pengetahuan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengetahuan dalam obyek tertentu, yaitu pengetahuan dalam penyiapan diri untuk memasuki dunia kerja yang mencakup pemahaman, penerapan, analisis dan evaluasi yang dilihat dari penguasaan teori yang pernah diajarkan di perguruan tinggi.

2. Skill (Keterampilan)

Keterampilan (skill) merupakan kemampuan dan kapasitas seorang individu untuk melakukan beragam tugas dalam suatu pekerjaan. Keahlian adalah sebuah penilaian terkini atas apa yang dapat dilakukan seseorang. Keterampilan (skill) adalah suatu kapasitas atau bakat yang diperoleh secara sengaja atau secara natural yang memungkinkan seorang individu untuk melaksanakan pekerjaan atau tugas tertentu dengan sukses. Keterampilan (skill) bisa berhubungan dengan kesanggupan dalam melakukan tindakan atau mencapai hasil tertentu melalui

seperangkat bakat, ciri khas, fungsi, proses, atau layanan yang bisa dikendalikan dan diukur, atau suatu tingkatan tertentu dari kompetensi dalam melaksanakan suatu pekerjaan tertentu (Syafi`i dan Musri, 2018).

Tujuan keterampilan (skill) yaitu untuk mempermudah suatu pekerjaan dalam penyelesaian setiap pekerjaan secara efektif dan efesien tanpa adanya kesulitan sehingga akan menghasilkan suatu kinerja karyawan yang baik.

Keterampilan (skill) adalah sebagai kapasitas yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu rangkaian tugas yang berkembang dari hasil pelatihan dan pengalaman. Keahlian seseorang tercermin dengan seberapa baik seorang dalam melaksanakan suatu kegiatan yang spesifik, seperti mengoperasikan suatu peralatan, berkomunikasi efektif atau mengimplementasikan suatu strategi bisnis.

Keterampilan (skill) adalah ilmu yang menambah pengetahuan, dalam proses yang sudah dikembangkan melalui kegiatan yang dilatih dan pengalaman.

Menurut Goldon (2010) keterampilan adalah upaya untuk mengembangkan kegiatan agar menjadi terarah. Dunnette (dalam Ginting 2019), mengemukakan bahwa keterampilan adalah kapasitas yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas yang merupakan pengembangan dari hasil training dan pengalaman yang didapat. Definisi lain yaitu Robbins (dalam Ginting, 2019), menyatakan keterampilan (skill) berarti kemampuan untuk mengoperasikan suatu pekerjaan secara mudah dan cermat yang membutuhkan kemampuan dasar (basic ability).

Keterampilan (skill) merupakan kemampuan untuk mampu melaksanakan tugas-tugas fisik dan mental. Sedangkan menurut Murbijanto (dalam Ginting, 2019) menjelaskan bahwa keterampilan adalah kemampuan mengerjakan tugas fisik atau mental tertentu. Kompetensi mental atau keterampilan kognitif yang dimaksud adalah kemampuan berpikir analitis dan konseptual. Indikatornya yaitu:

keterampilan teknis (technical skill), keterampilan hubungan manusiawi (human relation skill), keterampilan konseptual (conceptual skill), keterampilan manajemen (management skill), keterampilan pengambilan keputusan (decision making skill).

Skill adalah kemampuan melaksanakan pekerjaan, skill terbagi menjadi dua yaitu soft skill dan hard skill. Soft skill contohnya seperti kemampuan negosiasi, memimpin bawahan, menganalisa keadaan, mengatur waktu, bersosialisasi, beradaptasi dengan lingkungan, sedangkan contoh hard skill yaitu membuat program computer, mengecat gedung, mengelas besi, dll.

Menurut Robbins (2008) keterampilan dibagi menjadi 4 kategori yaitu:

1. Basic Literacy Skill: Keahlian dasar yang sudah pasti harus dimiliki oleh setiap orang seperti membaca, menulis, berhitung serta mendengarkan.

2. Technical Skill: Keahlian secara teknis yang didapat melalui pembelajaran dalam bidang teknik seperti mengoperasikan komputer dan alat digital lainnya.

3. Interpersonal Skill: Keahlian setiap orang dalam melakukan komunikasi satu sama lain seperti mendengarkan seseorang, memberi pendapat dan bekerja secara tim.

4. Problem Solving: Keahlian seseorang dalam memecahkan masalah dengan menggunakan logikanya.

3. Attitude (Sikap)

Attitude atau sikap adalah keadaan kesiapan mental yang dipelajari dan diorganisir sesuai dengan berbagai pengalaman dan menyebabkan pengaruh khusus pada reaksi seseorang terhadap orang, benda dan situasi dengan siapa dia berhubungan. Sikap juga merupakan reaksi yang ditunjukkan mahasiswa atau peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung maupun setelahnya.

Sikap/perilaku adalah keteraturan perasaan dan pikiran seseorang dan kecenderungan bertindak terhadap aspek lingkungannya. Definisi lain sikap merupakan sebuah evaluasi yang bersifat menyenangkan ataupun tidak berkaitan dengan situasi, objek ataupun orang. Adanya sikap dapat menggambarkan sikap seseorang dalam merasakan sesuatu (Robbins, 2008)

Menurut Hornby (dalam Ginting, 2019), attitude (sikap) adalah cara menempatkan, membawa diri dan merasakan jalan pikiran atau perilaku seseorang. Sikap adalah kondisi mental yang kompleks yang melibatkan keyakinan dan perasaan serta disposisi untuk bertindak dengan cara tertentu.

Pendapat tersebut semakin diperkaya oleh Ramdhani (dalam Ginting, 2019) bahwa sikap adalah kondisi mental dan neural yang diperoleh dari pengalaman

yang secara dinamis mempengaruhi respon-respon individu terhadap semua objek dan situasi yang terkait.

Menurut Azwar (2011) sikap adalah keteraturan tertentu dalam hal perasaan dan pemikiran terhadap suatu aspek dilingkungan sekitarnya. Beberapa hal yang mempengaruhi pembentukan sikap adalah:

1. Pengalaman pribadi yaitu kemampuan seseorang untuk beradaptasi terhadap pekerjaannya yang pernah dilakukan sebelumnya.

2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting yaitu mengerti terhadap orang lain yang dapat diterima untuk diri sendiri.

3. Pengaruh kebudayaan yang memberikan nilai untuk mempengerahui suatu sikap.

4. Media massa sebagai alat komunikasi untuk memberikan informasi.

5. Lembaga pendidikan dan lembaga agama.

6. Pengaruh faktor emosional yang terdapat dalam diri sendiri untuk menyentuh perasaan.

Karaktersistik kompetensi dapat dilihat pada Gambar 2.2 berikut:

(Sumber: Robbins, 2008)

Gambar 2.2 Karakteristik Kompetensi

Ketiga kompetensi tersebut sangat penting dimiliki dan diperhatikan oleh setiap orang terutama para calon pekerja karena setiap pekerjaan membutuhkan gabungan dari ketiga aspek ini untuk memberi peluang sukses dalam dunia kerja.

Hal ini juga sejalan dengan standar kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan capaian pembelajaran lulusan sesuai dengan SN Dikti (Standar Nasional Pendidikan Tinggi) yang dinyatakan kedalam tiga unsur yakni sikap, pengetahuan dan keterampilan yang terbagi dalam keterampilan umum dan keterampilan khusus. Capaian lulusan Program Sarjana Teknik Industri pada Departemen Teknik Industri Universitas Sumatera Utara (DTI USU) berdasarkan SN DIKTI dikelompokkan dalam 2 kategori umum yaitu sikap & keterampilan umum dan 2 kategori khusus yaitu keterampilan khusus & penguasaan pengetahuan.

1. Unsur sikap dalam CP (SKL) merupakan sikap yang dimiliki oleh lulusan pendidikan tinggi.

2. Unsur pengetahuan memiliki pengertian yang setara dengan unsur penguasaan pengetahuan dari CP KKNI, yang harus dikuasai oleh lulusan program studi tertentu.

3. Unsur keterampilan merupakan gabungan unsur ‘kemampuan kerja’ dan unsur ‘kewenangan dan tanggung jawab’ dari deskripsi CP KKNI.

4. Unsur keterampilan khusus mencirikan kemampuan lulusan program studi sesuai bidang keilmuan/keahlian tertentu, sedang ketrampilan umum mencirikan kemampuan lulusan sesuai tingkat dan jenis program pendidikan tidak tergantung pada bidang studinya.

Deskripsi capaian pembelajaran dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut:

(Sumber: SN DIKTI 2014)

Gambar 2.3 Deskripsi Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi Sesuai SN DIKTI 2014

Masing-masing unsur CP dalam SKL diartikan sebagai berikut:

1. Sikap

Sikap merupakan perilaku benar dan berbudaya sebagai hasil dari internalisasi dan aktualisasi nilai dan norma yang tercermin dalam kehidupan spiritual dan sosial melalui proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran.

2. Pengetahuan

Pengetahuan merupakan penguasaan konsep, teori, metode, dan/atau falsafah bidang ilmu tertentu secara sistematis yang diperoleh melalui penalaran dalam proses pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran. Yang dimaksud dengan pengalaman kerja mahasiswa adalah pengalaman dalam kegiatan di bidang

tertentu pada jangka waktu tertentu yang berbentuk pelatihan kerja, kerja praktik, praktik kerja lapangan atau bentuk kegiatan lain yang sejenis.

3. Keterampilan

Keterampilan merupakan kemampuan melakukan unjuk kerja dengan menggunakan konsep, teori, metode, bahan, dan/atau instrumen, yang diperoleh melalui pembelajaran, pengalaman kerja mahasiswa, penelitian dan/atau pengabdian kepada masyarakat yang terkait pembelajaran. Unsur ketrampilan dibagi menjadi dua yakni keterampilan umum dan keterampilan khusus yang diartikan sebagai berikut:

a. Keterampilan umum merupakan kemampuan kerja umum yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan dalam rangka menjamin kesetaraan kemampuan lulusan sesuai tingkat program dan jenis pendidikan tinggi.

b. Keterampilan khusus merupakan kemampuan kerja khusus yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan sesuai dengan bidang keilmuan program studi.

Keterampilan khusus dan pengetahuan yang merupakan rumusan kemampuan minimal lulusan suatu program studi bidang tertentu, wajib disusun oleh forum program studi yang sejenis atau diinisiasi dan diusulkan oleh penyelenggara program studi. Hasil rumusan CP dari forum atau pengelola prodi disampaikan kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen DIKTI, dan bersama rumusan CP prodi yang lain akan dimuat di dalam laman DIKTI untuk masa sanggah dalam waktu tertentu sebelum ditetapkan sebagai standar kompetensi lulusan (SKL) oleh Dirjen DIKTI yang akan menjadi rujukan bagi program studi sejenis.