Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019 Nomenklatur
Kementerian Departemen Kehutanan Kementerian Kehutanan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tugas pementerian menurut Kepres/Perpres Departemen Kehutanan mempunyai tugas
membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang kehutanan. Kementerian Kehutanan mempunyai tugas
menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan untuk membantu Presiden dalam
menyelenggarakan pemerintahan negara
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
lingkungan hidup dan kehutanan untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan pemerintahan negara. Fungsi Kementerian menurut Kepres/Perpres a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang kehutanan; b. pelaksanaan urusan pemerintahan sesuai dengan bidang tugasnya; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung
jawabnya;
d. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya;
a. perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang kehutanan;
b. pengelolaan barang
milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Kehutanan;
c. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Kehutanan;
d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan Kementerian Kehutanan di daerah; dan
e. pelaksanaan kegiatan teknis yang berskala nasional.
a. perumusan dan penetapan kebijakan di bidang
penyelenggaraan pemantapan kawasan hutan dan lingkungan hidup secara berkelanjutan, pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, peningkatan daya dukung daerah aliran sungai dan hutan lindung, pengelolaan hutan produksi lestari, peningkatan daya saing industri primer hasil hutan, peningkatan kualitas fungsi lingkungan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengendalian dampak perubahan iklim, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan, serta penurunan gangguan, ancaman, dan pelanggaran hukum bidang lingkungan hidup dan kehutanan; b. pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan pemantapan kawasan hutan dan lingkungan hidup secara berkelanjutan, pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, peningkatan daya dukung daerah aliran sungai dan hutan lindung, pengelolaan hutan produksi lestari, peningkatan daya saing industri primer hasil hutan, peningkatan kualitas fungsi lingkungan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengendalian perubahan iklim, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan, serta penurunan
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019 gangguan, ancaman, dan pelanggaran hukum di bidang lingkungan hidup dan kehutanan; c. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang tata lingkungan, pengelolaan keanekaragaman hayati,
peningkatan daya dukung daerah aliran sungai dan hutan lindung, peningkatan kualitas fungsi lingkungan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengendalian perubahan iklim, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, kemitraan lingkungan, serta penurunan gangguan, ancaman dan pelanggaran hukum bidang lingkungan hidup dan kehutanan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan penyelenggaraan pemantapan kawasan hutan dan penataan lingkungan hidup secara berkelanjutan, pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, peningkatan daya dukung daerah aliran sungai dan hutan lindung, pengelolaan hutan produksi lestari, peningkatan daya saing industri primer hasil hutan, peningkatan kualitas fungsi lingkungan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, pengendalian dampak perubahan iklim, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan, serta penurunan gangguan, ancaman dan pelanggaran hukum di bidang lingkungan hidup dan kehutanan; e. pelaksanaan penelitian, pengembangan, dan inovasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan;
f. pelaksanaan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang lingkungan hidup dan kehutanan; g. pelaksanaan dukungan yang bersifat substantif kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019
h. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi di lingkungan Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan; i. pengelolaan barang
milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; dan
j. pengawasan atas pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Koordinasi
lintas kementerian
Menko Perekonomian: a. koordinasi perencanaan dan penyusunan kebijakan di bidang perekonomian; b. sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian; c. pengendalian penyelenggaraan kebijakan, sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b; d. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung
jawabnya;
e. pengawasan atas pelaksanaan tugasnya; f. pelaksanaan tugas tertentu yang diberikan oleh Presiden;
g. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di
bidang tugas dan fungsinya kepada Presiden.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengkoordinasikan: a. Kementerian Keuangan;
b. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral; c. Kementerian Perindustrian; d. Kementerian Perdagangan; e. Kementerian Pertanian; f. Kementerian Kehutanan; g. Kementerian Perhubungan; h. Kementerian Kelautan dan Perikanan;
i. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
j. Kementerian Pekerjaan Umum; k. Kementerian Riset dan Teknologi;
l. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah;
m. Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal; n. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;
o. Kementerian Badan Usaha Milik Negara; dan
p. Instansi lain yang dianggap perlu.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengoordinasikan: a. Kementerian Keuangan; b. Kementerian Ketenagakerjaan; c. Kementerian Perindustrian; d. Kementerian Perdagangan; e. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
f. Kementerian Pertanian; g. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
h. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;
i. Kementerian Badan Usaha Milik Negara;
j. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah; dan k. Instansi lain yang dianggap perlu. Koordinsi internal Kementerian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas Sekjen menyelenggarakan koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan;
koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian
Kehutanan
Sekretariat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas di lingkungan KLHK
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019 Struktur
Kementerian
a. Sekretariat Jenderal; b. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; c. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial;
d. Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan; e. Inspektorat Jenderal; f. Badan Planologi Kehutanan;
g. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan; h. Staf Ahli
a. Sekretariat Jenderal;
b. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan;
c. Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam; d. Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial;
e. Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan;
f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kehutanan; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan; i. Staf Ahli Menteri Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan; j. Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Perdagangan Internasional; k. Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan dan Perubahan Iklim; l. Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga;dan m. Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terdiri atas: a. Sekretariat Jenderal;
b. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan; c. Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan
Ekosistem;
d. Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung; e. Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari;
f. Direktorat Jenderal
Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan; g. Direktorat Jenderal
Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya; h. Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim; i. Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan; j. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
k. Inspektorat Jenderal; l. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia;
m. Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi; n. Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah; o. Staf Ahli Bidang Industri dan Perdagangan Internasional; p. Staf Ahli Bidang Energi; q. Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam; dan r. Staf Ahli Bidang Pangan Tugas pokok
Sekjen
Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Departemen.
Sekjen menyelenggarakan koordinasi kegiatan Kementerian Kehutanan; koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan
Sekretariat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kementerian
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019 Fungsi Sekjen a. koordinasi kegiatan Kementerian
Kehutanan;
b. koordinasi dan penyusunan rencana dan program Kementerian Kehutanan;
c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, arsip dan dokumentasi Kementerian Kehutanan;
d. pembinaan dan penyelenggaraan organisasi dan tata laksana, kerja sama, dan hubungan masyarakat; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundang-undangan dan bantuan hukum;
f. penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara; dan g. pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Menteri Kehutanan.
a. koordinasi kegiatan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
b. koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
c. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi ketatausahaan, kepegawaian, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip, dan dokumentasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; d. pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana; e. koordinasi dan penyusunan peraturan perundangundangan serta pelaksanaan advokasi hukum;
f. pengelolaan barang
milik/kekayaan negara dan layanan pengadaan barang/jasa
pemerintah; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.
Tugas Pokok Eselon I Ditjen sub bidang Planologi
Badan Planologi Kehutanan mempunyai tugas
melaksanakan penyusunan perencanaan makro di bidang kehutanan dan pemantapan kawasan hutan.
Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perencanaan makro
kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan mempunyai tugas
menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pemantapan kawasan hutan dan penataan lingkungan hidup secara berkelanjutan
Fungsi Eselon I Ditjen sub bidang Planologi Kehutanan
a. perumusan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturanperundang-undangan;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang perencanaan makro kehutanandan pemantapan kawasan hutan sesuai dengan peraturanperundang-undangan;
c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidangperencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutansesuai dengan peraturan perundang-undangan;
a. perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan rencana perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam, lingkungan hidup dan kehutanan, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, kehutanan, rencana kawasan hutan,
pembentukan wilayah pengelolaan hutan, pengukuhan kawasan hutan, penatagunaan kawasan hutan, pengalokasian manfaat sumber daya hutan, serta kajian lingkungan hidup strategis, rencana perlindungan dan
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019 d. pemberian bimbingan teknis dan
evaluasi di bidang perencanaan makro kehutanan dan pemantapan kawasan hutan sesuai
denganperaturan perundang-undangan; dan
e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan.
pengelolaan lingkungan hidup, dan kajian dampak lingkungan; b. pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan rencana
perlindungan dan pengelolaan sumber dayaalam, dan lingkungan hidup dan kehutanan,
inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, rencana kawasan hutan, pembentukan wilayah pengelolaan hutan, pengukuhan kawasan hutan, penatagunaan kawasan hutan, pengalokasian manfaat sumber daya hutan, serta kajian dampak lingkungan;
c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penyelenggaraan rencana perlindungan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup, inventarisasi dan
pemantauan sumber daya hutan, rencana kawasan hutan,
pembentukan wilayah pengelolaan hutan, pengukuhan kawasan hutan, penatagunaan kawasan hutan, pengalokasian manfaat sumber daya hutan, serta kajian dampak lingkungan;
d. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang kajian lingkungan hidup strategis, rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan, serta kajian dampak lingkungan;
e. pelaksanaan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang penyelenggaraan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, rencana kawasan hutan, pembentukan wilayah pengelolaan hutan, pengukuhan kawasan hutan, penatagunaan kawasan hutan, pengalokasian manfaat sumber daya hutan, dan kajian lingkungan hidup strategis, serta kajian dampak lingkungan di daerah; f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang penyelenggaraan rencana
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan, inventarisasi dan pemantauan sumber daya hutan, rencana kawasan hutan, pembentukan wilayah pengelolaan hutan, pengukuhan kawasan hutan, penatagunaan kawasan hutan, pengalokasian manfaat sumber daya hutan, dan kajian lingkungan hidup strategis, serta kajian dampak lingkungan; g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan; dan
h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri. Tugas Pokok
Eselon I Ditjen BPDASPS
Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan
Sosial mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan da n standardisasi teknis di bidang rehabilitasi lahan dan perhutanan sosial.
Direktorat Jenderal Bina
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial mempunyai tugas merumuskan serta
melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan
perundang-undangan
Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan daya dukung daerah aliran sungai dan hutan lindung
Fungsi Eselon I
Ditjen BPDASPS a. perumusan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan
perundang-undangan;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan
perundang-undangan;
c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan
perundang-undangan;
d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan
e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial.
a. perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan pengelolaan daerah aliran sungai, pembinaan kesatuan pengelolaan hutan lindung, perbenihan tanaman hutan, penanaman dan pemeliharaan tanaman hutan, pemulihan kerusakan ekosistem perairan darat, rehabilitasi hutan dan lahan, serta konservasi tanah dan air;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan pengelolaan daerah aliran sungai, pembinaan kesatuan pengelolaan hutan lindung, perbenihan tanaman hutan, penanaman dan pemeliharaan tanaman hutan, rehabilitasi hutan dan lahan, serta konservasi tanah dan air;
c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penyelenggaraan pengelolaan daerah aliran sungai, pembinaan kesatuan pengelolaan hutan lindung, perbenihan tanaman hutan, penanaman dan
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019
pemeliharaan tanaman hutan, pemulihan kerusakan ekosistem perairan darat, rehabilitasi hutan dan lahan, serta konservasi tanah dan air;
d. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan pengelolaan daerah aliran sungai, pembinaan kesatuan pengelolaan hutan lindung, perbenihan tanaman hutan, penanaman dan pemeliharaan tanaman hutan, pemulihan kerusakan ekosistem perairan darat, rehabilitasi hutan dan lahan, serta konservasi tanah dan air;
e. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan urusan penyelenggaraan
pengelolaan daerah aliran sungai, pembinaan kesatuan pengelolaan hutan lindung, perbenihan tanaman hutan, penanaman dan pemeliharaan tanaman hutan, pemulihan kerusakan ekosistem perairan darat, rehabilitasi hutan dan lahan, serta konservasi tanah dan air di daerah;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pengelolaan daerah aliran sungai, pembinaan kesatuan pengelolaan hutan lindung, perbenihan tanaman hutan, penanaman dan pemeliharaan tanaman hutan, pemulihan kerusakan ekosistem perairan darat, rehabilitasi hutan dan lahan, serta konservasi tanah dan air;
g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengendalian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung; dan
h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri. Tugas Pokok
Eselon I Ditjen sub bidang Konservasi
Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi
Alam mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan da n standardisasi teknis di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam.
Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam.
Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya.
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019 Fungsi Eselon I
sub bidang Konservasi
a. perumusan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam;
c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam;
d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perlindungan hutan dan konservasi alam; dan e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam.
a. perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu, pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial; b. pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu, pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu, pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial; d. koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu, pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial; e. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksaan
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019 urusan penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu,
pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial di daerah;
f. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pengelolaan taman nasional dan taman wisata alam, pembinaan pengelolaan taman hutan raya, pengelolaan cagar alam, suaka margasatwa serta taman buru, konservasi keanekaragaman hayati spesies dan genetik baik insitu maupun eksitu,
pemanfaatan jasa lingkungan dan kolaborasi pengelolaan kawasan, dan pengelolaan ekosistem esensial;
g. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem; dan
h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri. Tugas Pokok
Eselon I Ditjen BUK
Direktorat Jenderal Bina Produksi Kehutanan mempunyai
tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan produksi kehutanan
Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan usaha kehutanan
Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari
mempunyai tugas
menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan hutan produksi secara lestari. Fungsi Eselon I
Ditjen BUK
a. perumusan kebijakan di bidang pembinaan usaha kehutanan; b. pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan usaha kehutanan; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pembinaan usaha kehutanan; d. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pembinaan usaha kehutanan; dan
e. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Bina Usaha Kehutanan.
a. perumusan kebijakan di bidang penyelenggaraan pembinaan kesatuan pengelolaan hutan produksi, usaha hutan alam dan usaha hutan tanaman secara lestari, industri hasil hutan dan pemasaran hasil hutan, iuran kehutanan, peredaran hasil hutan, dan pengembangan diversifikasi usaha produk hasil hutan; b. pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan pembinaan kesatuan pengelolaan hutan produksi, usaha hutan alam dan
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019
usaha hutan tanaman secara lestari, industri hasil hutan dan pemasaran hasil hutan, iuran kehutanan, peredaran hasil hutan, dan pengembangan diversifikasi usaha produk hasil hutan; c. penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang penyelenggaraan pembinaan kesatuan pengelolaan hutan produksi, usaha hutan alam dan usaha hutan tanaman secara lestari, industri hasil hutan dan pemasaran hasil hutan, iuran kehutanan, peredaran hasil hutan, dan pengembangan diversifikasi usaha produk hasil hutan; d. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksaan urusan penyelenggaraan
pembinaan kesatuan pengelolaan hutan produksi, usaha hutan alam dan usaha hutan tanaman secara lestari, industri hasil hutan dan pemasaran hasil hutan, iuran kehutanan, peredaran hasil hutan, dan pengembangan diversifikasi usaha produk hasil hutan di daerah;
e. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pembinaan kesatuan pengelolaan hutan produksi, usaha hutan alam dan usaha hutan tanaman secara lestari, industri hasil hutan dan pemasaran hasil hutan, iuran kehutanan, peredaran hasil hutan, dan pengembangan diversifikasi usaha produk hasil hutan; f. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari; dan g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri. Tugas Pokok
Eselon I Ditjen Itjen
Inspektorat Jenderal memp unyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pela ksanaan tugas di lingkungan Departemen.
Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan.
Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Fungsi Eselon I
Itjen a. penyiapan perumusan kebijakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Kehutanan;
b. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian
a. penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
Komponen
Kelembagaan Periode 2005-2009 Periode 2010-2014 Periode 2015-2019 Kehutanan terhadap kinerja dan
keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;
c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri Kehutanan;
d. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Kehutanan; dan e. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal.
b. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya;
c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan Menteri;
d. penyusunan laporan hasil