TEMUAN DAN ANALISIS DATA
C. Analisis Isu Logo Palu Arit pada Pecahan Rupiah TE 2016
Pada 19 Desember 2016, Presiden Republik Indonesia meresmikan pengeluaran dan pengedaran 11 (sebelas) pecahan uang Rupiah TE (TE) 2016, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta. Peresmian sekaligus menandai bahwa sebelas pecahan uang tersebut mulai berlaku, dikeluarkan dan diedarkan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kesebelas uang Rupiah TE 2016 terdiri dari 7 (tujuh) pecahan uang Rupiah kertas dan 4 (empat) pecahan uang Rupiah logam.
Setelah peresmian uang baru tersebut, masyarakat dihebohkan oleh isu logo palu arit yang terdapat di uang pecahan Rupiah terbaru TE 2016. Isu logo palu arit bermula muncul dari postingan seorang netizen bernama Turiman Fachturahman Nur. Ia mengunggah foto uang pecahan seratus ribu rupiah ke media sosial berupa Facebook, dengan keterangan “Coba diperhatikan, ada apa di lingkaran uang seratus ribu rupiah yg baru, benar nda ada palu arit?” Kemudian dalam fotonya juga bertuliskan “Sejak kapan logo BI di pecahan uang seratus ribu bergambar palu arit”. Setelah foto tersebut disebarkan oleh Turiman melalui Facebook, beberapa netizen memberikan tanggapan komentar serta membagikan postingan tersebut sehingga menjadi viral di dunia maya.101
Logo palu arit diidentikkan dengan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) yang telah dilarang di Indonesia berdasarkan Undang Undang (UU) No. 27 Tahun 1999 dan Ketetapan MPRS (TAP MPRS) Nomor XXV/MPRS/1966 Tahun 1966.
101 https://melawinews.com/2016/11/12/netizen-heboh-logo-bi-uang-rp-100-ribu-ada-gambar-palu-arit/, diakses pada Rabu, 7 maret 2018 pukul 13.56 WIB.
66
Ada beberapa alasan komunisme dan Partai Komunis Indonesia (PKI) tidak boleh kembali muncul di Indonesia, ditinjau dari aspek teologi, ideologi, sosial, politik dan sejarah.
Dari segi teologi, komunisme telah melawan prinsip ketuhanan.
Komunisme tidak mengenal adanya Tuhan. Sedangkan di Indonesia menganut prinsip berketuhanan. Hal tersebut tertera dalam sila pertama Pancasila, yakni ketuhanan yang Maha Esa.
Dari segi ideologi, komunisme tentu sangat berlainan dengan paham Pancasila. Perbedaan itu tertanam jelas dari butir Pancasila.
Dari segi sosial, komunisme mengajarkan pertentangan kelas. Misalnya, pertentangan kelas antara buruh dan majikan, kaya dan miskin, tuan dan bawahan.
Padahal, prinsip tersebut akan terus mengadu domba antara pihak yang merasa tertindas dan ditindas, sehingga tidak tercipta suasana yang harmonis.
Dari segi politis, komunisme jelas mengajarkan bagaimana melakukan agitasi dan propaganda kepada lawan politik. Sedangkan hal tersebut tidak dibenarkan. Pasalnya, Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai kebenaran dan jujur termasuk dalam berpolitik.
Dari segi sejarah, pemberontakan yang dilakukan PKI di Indonesia tidak hanya sekali. Pemberontakan PKI dimulai sejak tahun 1926, 1945, 1958, 1950 dan terakhir tahun 1965. Peristiwa 1965 dikenal sebagai pemberontakan PKI yang paling besar karena memakan banyak korban baik dari para jenderal TNI, masyarakat sipil, hingga anggota PKI.102
102https://nasional.kompas.com/read/2016/05/31/21560771/pbnu.ada.lima.alasan.pki.tidak .boleh.ada.di.indonesia, diakses pada Rabu, 7 maret 2018 pukul 14.02 WIB
67
Dalam pembahasan ini, akan dipaparkan terkait isu logo palu arit pada pecahan mata uang Rupiah TE 2016 yang menjadi kontroversial di masyarakat, sehingga menciptakan strategi apa saja yang dilakukan Public Relations (PR) Bank Indonesia dalam menangani isu tersebut. Terdapat beberapa tahapan perkembangan isu yang disebut daur isu (issue life cycle) menurut Hainsworth, sebagai berikut:
1. Potential Stage
Isu logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016 dinilai oleh peneliti sebagai fenomena yang memiliki potensi untuk menjadi isu yang memprihatinkan. Kebijakan perubahan desain baru pada uang Rupiah TE 2016 mulai menjadi perhatian publik. Postingan uang seratus ribu rupiah dari seorang netizen dengan caption menuding adanya logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016 banyak dibagikan oleh netizen lain, sehingga isu tersebut menjadi diskusi opini di masyarakat.
Adanya pihak yang pro dan kontra terhadap pemerintahan saat ini merupakan potensi yang bisa menyebabkan isu berkembang karena kepala negara saat ini sering diisukan sebagai antek PKI. Bagi pihak yang kontra, hal ini adalah suatu kesempatan untuk memainkan isu logo palu arit yang menjadi simbol PKI, sehingga reputasi dari Bank Indonesia menjadi jatuh dan menyebabkan terjadinya krisis.
Dalam tahap ini, peneliti menilai bahwa pemangku kepentingan utama yakni Bank Indonesia harus menyadari sejak awal akan adanya potensi isu setelah kebijakan peluncuran uang baru Rupiah TE 2016. Seharusnya Bank Indonesia menyiapkan pra isu sebelum mengeluarkan kebijakan. Apapun
68
kebijakan yang akan di keluarkan harus di test to water dulu supaya meminimalisir dampak negatif dari kebijakan baru.103
2. Emerging Stage
Peneliti melihat intensitas terhadap potensi adanya masalah mulai meningkat secara bertahap. Isu logo palu arit pun mulai berkembang. Saat itu, ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq, mendukung dan memberi perhatian pada isu tersebut. Bahkan, ia sampai melaporkan Menteri Keuangan RI, Gubernur Bank Indonesia dan Peruri kepada pihak yang berwajib. Ketiga orang tersebut memang yang paling bertanggung jawab atas terbitnya uang baru Rupiah TE 2016. Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 4.1
Berita Habib Rizieq Melaporkan Gubernur BI, Menkeu dan Peruri
Sumber:
https://nasional.kompas.com/read/2017/01/11/18334631/rizieq.akan.laporkan.gubernur.bi.me nkeu.dan.peruri.soal.logo.palu.arit
103 Wawancara Pribadi dengan Asmono Wikan, Praktisi PR, Direktur Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan PR Indonesia, Jum’at, 23 Februari 2018 di Kebon Sirih, Kantor Serikat Perusahaan Pers, Jakarta.
69
Ormas FPI yang dipimpin oleh Habib Rizieq, menilai logo yang ada pecahan Rupiah TE 2016 adalah logo palu arit. Logo tersebut merupakan simbol PKI sehingga, isu logo palu arit tersebut diindikasikan dengan kebangkitan PKI dan Bank Indonesia dinilai telah menyelipkan paham komunisme pada mata uang Rupiah TE 2016. Isu tersebut pun mulai ramai dibicarakan dan membesar melalui pemberitaan beberapa media, terutama media online.
Selama isu logo palu arit tersebut berkembang, Bank Indonesia tidak cepat bereaksi dalam menanggapi isu yang tengah berkembang tersebut.
Sebagai bank sentral Bank Indonesia harus melihat dengan jernih permasalahannya, kenapa dan dimana isu tersebut muncul. ada dua hal yang harus dijaga oleh Bank Indonesia sebelum bereaksi dalam menanggapi isu logo palu arit tersebut. Pertama, keberadaan BI ditengah-tengah publik di Indonesia. Kedua, keberadaan BI di tengah-tengah komunitas Bank sentral dunia.104
3. Current Stage
Masalah yang terjadi mengenai isu logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016 telah memberikan dampak pada organisasi. Berita terkait isu logo palu arit pada Pecahan Rupiah TE 2016 mulai menyebar dalam intensitas tinggi di media-media terutama media sosial dan media online. Selain itu, diperparah dengan datangnya banyak tekanan-tekanan dari masyarakat yang takut adanya kebangkitan PKI karena adanya isu logo palu arit tersebut.
104 Wawancara Pribadi dengan Andi Wiyana, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Senin, 18 Desember 2017 di Gedung Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Jakarta Pusat.
70
Pemberitaan di media terkait isu logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016 yang berulang-ulang dengan eskalasi yang sangat tinggi menjadikan isu berkembang menjadi populer ditambah interaksi di media sosial dan jaringan.
Hal tersebut bisa dilihat pada gambar 4.2 di bawah ini:
Gambar 4.2
Berita Logo Palu Arit yang Populer di Media Sosial
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/11/12/ogise5365-
lambang-mirip-palu-arit-di-uang-pecahan-rp-100-ribu-heboh-dimedsos?fb_comment_id=1256453917752149_1327589983971875#f3f3a80bae54f04
Pemberitaan di media yang sering berakibat pada isu tersebut menjadi diskusi publik dan bermunculan beberapa pemimpin opini publik. Mayoritas pemberitaan pada saat itu menggiring opini masyarakat bahwa isu logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016 merupakan salah satu hal yang mengindikasikan kebangkitan PKI.
71
Isu yang beredar telah berdampak penuh kepada Bank Indonesia terkait kebijakan peluncuran uang Rupiah terbaru TE 2016 yang dilakukannya ternyata menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Seperti wawancara dengan Rizieq Shihab yang dikutip dari Liputan6.com edisi 23 Januari 2017, sebagai berikut:
Ini kan membahayakan. Karena itu kita minta pemerintah segera Tarik uang kertas baru dari pecahan seribu sampai seratus ribu yang semuanya memberikan persepsi ada logo palu arit PKI di mata uang kertas Indonesia.105
Persepsi negatif yang menyudutkan Bank Indonesia tentunya sangat merugikan perusahaan terkait good corporate image. Bagi lembaga besar seperti Bank Indonesia, citra positif dan kepercayaan di mata masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk dijaga. Maka, apabila pemberitaan negatif terkait logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016 dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya tindakan yang dilakukan Public Relations Bank Indonesia, akan menimbulkan krisis dan hilangnya kepercayaan di mata masyarakat.
4. Crisis Stage
Kondisi saat itu, Bank Indonesia tidak memiliki pilihan lain kecuali menerima dan sesegera mungkin mengatur kebijakan yang akan dilakukan Public Relations dalam menanggapi pemberitaan negatif di media. Crisis stage memaksa perusahaan untuk tidak memiliki alternatif lain selain menerima masalah dan melakukan sesuatu untuk memperbaikinya.106
105 http://www.liputan6.com/bisnis/read/2835091/rizieq-minta-rupiah-berlogo-palu-arit-ditarik-ini-kata-menkeu, diakses pada Selasa, 26 Maret 2018 pukul 22.22 WIB.
106 Firsan Nova, Crisis Public Relations. (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2011), hal.
262.
72
Bank Indonesia harus sesegera mungkin memutuskan tindakan apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan dalam meredam isu sehingga tidak menimbulkan krisis. Dalam situasi ini, media massa memegang peran penting karena kemampuannya dalam diseminasi pesan dan pembentuk opini publik.
Public Relations Bank Indonesia memberikan informasi yang jelas dan jujur kepada media massa dan diharapkan membangun relasi yang baik dengan media massa untuk memperoleh publisitas positif. Hal tersebut seperti terlihat pada gambar 4.3 di bawah ini:
Gambar 4.3
Penjelasan Gubernur BI mengenai Isu Logo Palu Arit pada Pecahan Rupiah
Sumber: http://www.bbc.com/indonesia/dunia-38566994
5. Dormant Stage
Intensitas isu dapat menjadi semakin tinggi dan menyebabkan krisis atau kemudian menurun karena organisasi telah melakukan tindakan yang
73
diterima masyarakat. Terkait dengan hal tersebut, Public Relations Bank Indonesia bergerak cepat agar isu tidak semakin melebar dan menyebabkan krisis. Public Relations Bank Indonesia memilih melakukan tindakan-tindakan terkait strategi komunikasi isu dan krisis. Sehingga, dalam isu logo palu arit tersebut yang awalnya sangat tinggi di bulan Januari 2017 menjadi menurun dengan cepat. Hal tersebut bisa dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.1
Sumber : Data yang diperoleh dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia
D. Strategi Public Relations Bank Indonesia dalam Menangapi Isu Logo Palu Arit