TEMUAN DAN ANALISIS DATA
D. Strategi Public Relations Bank Indonesia dalam Menangapi Isu Logo Palu Arit pada Pecahan Rupiah TE 2016
2. Analisis Isu
Analisis isu oleh Departemen Komunikasi Bank Indonesia dilakukan melalui rapat rutin yang diadakan oleh Departemen Komunikasi dalam upaya untuk menangani isu logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016. Isu-isu tersebut ditelaah dari sebab, alasan dan sumber persoalan yang menjadi pemicu.
Adanya isu logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016 yang berkembang di masyarakat. Setelah dianalisa ternyata isu sensasional tersebut berasal dari media sosial yang bocor ke media online.
Saat itu kita maping dimana adanya isu tersebut, ternyata isu tersebut berada di sosial media yang bocor ke online. Sekarang kita lihat mayoritas media massa di indonesia adalah media online. Dan media online mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Bisnis modernnya pun berbeda-beda.113
Dalam hal ini, ada tipikal massa yang sensitif terhadap suatu isu, ada pula kelompok-kelompok yang menggunakan akal sehat seperti wartawan, kelompok-kelompok yang kritis, kelompok-kelompok cendekiawan.
Pendekatan yang dilakukan pun pasti berbeda. Begitu isu itu muncul maka dialog kepada kelompok-kelompok yang menggunakan akal sehat akan lebih mudah. Tapi kalau kepada kelompok-kelompok yang sangat sensitif terhadap
112 Wawancara Pribadi dengan Andi Wiyana, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Senin, 18 Desember 2017 di Gedung Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Jakarta Pusat.
113 Wawancara Pribadi dengan Andi Wiyana, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Senin, 18 Desember 2017 di Gedung Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Jakarta Pusat.
79
isu dan meyakini isu itu pasti benar, effort-nya pasti berbeda.114
Seperti yang kita ketahui masyarakat kita kebanyakan dari pengguna media sosial yang sensitif. Jika ada isu sedikit saja yang muncul, sentimennya sangat tinggi seperti ‘kebakaran jenggot’ tanpa mengecek apakah isu tersebut benar atau tidak. Apalagi isu logo palu arit ini sudah ditunggangi oleh stakeholder terkenal seperti Habib Rizieq yang didewakan oleh sebagian kaum muslim.115 Hebohnya isu logo palu arit pada pecahan uang baru di media sosial bisa dilihat pada gambar 4.4 yang diberitakan oleh Republika.co.id.
Gambar 4.4
Berita Lambang Mirip Palu Arit yang Heboh di Media Sosial
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/11/12/ogise5365-
lambang-mirip-palu-arit-di-uang-pecahan-rp-100-ribu-heboh-dimedsos?fb_comment_id=1256453917752149_1327589983971875#f3f3a80bae54f04
114 Wawancara Pribadi dengan Asmono Wikan, Praktisi PR, Direktur Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan PR Indonesia, Jum’at, 23 februari 2018 di Kebon Sirih, Kantor Serikat Perusahaan Pers, Jakarta.
115 Wawancara Pribadi dengan Asmono Wikan, Praktisi PR, Direktur Serikat Perusahaan Pers (SPS) dan PR Indonesia, Jum’at, 23 februari 2018 di Kebon Sirih, Kantor Serikat Perusahaan Pers, Jakarta.
80
Selanjutnya, Departemen Komunikasi Bank Indonesia menentukan langkah-langkah untuk menyerang, bagaimana cara Departemen Komunikasi Bank Indonesia meng-counter isu dengan menggunakan kontra narasi. Dalam hal ini, Departemen Komunikasi membalasnya dengan menggunakan sensasional informasi berupa fakta-fakta yang dikeluarkan tetapi fakta yang sensasional. Hal tersebut dilakukan untuk meredam isu-isu yang sudah terlanjur sensasional. Setelah itu penentuan tugas untuk masing-masing tenaga profesional dalam menangani isu.116
3. Strategi
Setelah mengindentifikasi dan menganalisis isu, Departemen Komunikasi Bank Indonesia mengatur strategi untuk menyelesaikan permasalahan- permaslahan yang berkaitan dengan isu logo palu arit. Dalam menangani isu tersebut, Departemen Komunikasi Bank Indonesia menggunakan strategi respons dinamis. Strategi respon dinamis ini bertujuan untuk mengantisipasi dan membantu proses pengambilan keputusan agar sesuai dengan kepentingan publik. Strategi ini memberikan arahan bagaimana berkampanye melawan isu.117
Ketimpangan sosial di masyarakat Indonesia yang masih terlihat juga membuat komunikasi yang dilakukan oleh Departemen Komunikasi Bank Indonesia pun tidak sama, perbedaan kelas antara masyarakat yang termasuk golongan mampu dan masyarakat yang termasuk dalam golongan tidak mampu
116 Wawancara Pribadi dengan Andi Wiyana, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Senin, 18 Desember 2017 di Gedung Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Jakarta Pusat.
117 Firsan Nova, Crisis Public Relations. (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2011), hal.
259.
81
atau biasa disebut masyarakat kelas bawah sangat jelas. Masyarakat kelas bawah yang kebanyakan tidak mengenyam pendidikan formal terkadang tidak bisa berpikir rasional dan mudah terprovokasi oleh berita-berita yang bersifat provokatif. Oleh karena itu, agar masyarakat tidak terpengaruh dan terprovokasi, Departemen Komunikasi Bank Indonesia memverifikasi informasi dengan menetralisir berita-berita yang bersifat hoax atau belum tentu kebenarannya.
Strategi respons dinamis yang digunakan oleh Departemen Komunikasi Bank Indonesia bertujuan untuk merubah presepsi masyarakat terhadap isu dengan melakukan sosialisasi melalui penyebaran informasi yang bersifat kontra narasi yaitu informasi berisi kebijakan-kebijakan terbaru Bank Indonesia seperti wacana redenominasi rupiah. Redenominasi rupiah adalah penyederhanaan nilai mata uang rupiah menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya hanya pengurangan nolnya saja. Kebijakan redenominasi rupiah diadakan dengan alasan inflasi.118
Bank Indonesia juga melakukan pendekatan kepada para tokoh masyarakat dan stakeholders. Pendekatan yang digunakan adalah engagement approach atau pendekatan terintegrasi. Pendekatan terintegrasi ini menjelaskan
bahwa dialog aktif atau keterlibatan antara organisasi dan publiknya merupakan cara yang paling efektif dalam mengelola isu.
Terintegrasi (engagement) berarti bahwa stakeholders relevan dipertimbangkan, dan dilibatkan dalam keputusan- keputusan organisasi. Oleh karena itu, Bank Indonesia mencoba untuk merangkul tokoh-tokoh masyarakat
118 https://news.detik.com/kolom/d-3568784/redenominasi-rupiah, diakses pada Minggu, 12 Maret 2018 pukul 04.03 WIB.
82
atau stakeholders dengan memberikan pemahaman bahwa isu logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016 adalah hoax.
Bank Indonesia juga menjelaskan bahwa gambar yang dituduh logo palu arit tersebut sebenarnya adalah rectoverso. Rectoverso adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas yang membuat sebuah gambar berada pada posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang.
Departemen Komunikasi juga memberikan saran kepada Gubernur BI untuk mengadakan pertemuan dengan tokoh agama seperti bertemu dengan ketua MUI, NU dan Muhammadiyah, serta kunjungan ke pesantren-pesantren di seluruh Indonesia. Hal tersebut dilakukan karena isunya lebih cenderung dan banyak ke kaum muslim.119
Di sinilah peran Public Relations Bank Indonesia dalam menjaga relasi dengan publik dilakukan. Hal tersebut disebabkan karena tokoh agama memiliki basis massa yang besar sehingga jika tokoh tersebut menyampaikan seruan kepada anggota organisasi tentu akan lebih dipatuhi. Cara tersebut juga termasuk cocok dengan budaya masyarakat Indonesia yang cenderung memiliki sikap ramah dan menerima persuasi jika disampaikan dengan cara yang baik. Pertemuan langsung tersebut yaitu seruan untuk menjaga perdamaian.
Peneliti melihat terdapat pesan yang ingin disampaikan dalam pertemuan tersebut, yaitu berupa seruan agar tidak termakan oleh isu logo palu
119 Wawancara Pribadi dengan Andi Wiyana, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Senin, 18 Desember 2017 di Gedung Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Jakarta Pusat.
83
arit pada pecahan Rupiah TE 2016, karena logo palu arit yang menjadi simbol PKI merupakan isu yang sangat sensitif bagi kaum muslim. Diharapkan dengan adanya agenda kunjungan dari Bank Indonesia dengan beberapa ormas besar terutama NU dan Muhammadiyah akan membuat isu publik dapat dibicarakan dan dicarikan solusi bersama.
Peneliti melihat pertemuan dengan tokoh agama dan ormas seperti NU dan Muhammadiyah hal tersebut disebabkan karena kedua ormas tersebut merupakah ormas terbesar di Indonesia. Jumlah anggota NU sebanyak 91.2 Juta orang dan Muhammadiyah sebanyak 40 juta orang.120 Walaupun berlatar belakang agama, namun kedua organisasi tersebut menghormati ideologi Pancasila. Selain itu, NU dan Muhammadiyah juga berkomitmen untuk mewujudkan Islam nusantara dan Islam yang bekemajuan sebagai salah satu wujud Islam sebagai agama rahmatan lil alamin. Komitmen tersebut akan membantu Bank Indonesia dalam mensosialisasikan isu-isu sensitif yang berlatar belakang agama salah satunya yaitu isu logo palu arit.
Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan persatuan di tengah perpecahan perbedaan pandangan politik yang disangkutpautkan dengan agama. Bank Indonesia juga berkoordinasi dengan aparat atau institusi hukum untuk menindak oknum-oknum penyebar isu yang sifatnya hoax, kebohongan, hingga fitnah.
Sejauh ini, peneliti melihat pendekatan terintegrasi dengan menggunakan tokoh kunci telah berjalan dengan baik. Menjalin komunikasi
120https://regional.kompas.com/read/2016/04/07/14013651/Buktikan.Klaim.sebagai.Orma s.Terbesar.NU.Terbitkan.Kartu.Anggota.Nasional, diakses pada Minggu, 12 Maret 2018 pukul 04.16 WIB.
84
dengan berbagai pihak merupakan salah satu upaya yang efektif untuk menjelaskan bagaimana Bank Indonesia merespon isu logo palu arit yang berpotensi mendorong pemahaman yang salah dari masyarakat.
4. Taktik
Setelah strategi di buat, kini tiba gilirannya untuk memasuki fase taktik.
Pada fase ini, terdiri dari pemilihan taktik komunikasi yang akan digunakan dan melakukan implementasi rencana strategis yang sudah disusun, yaitu sebagai berikut:
a. Komunikasi Tatap Muka
Taktik komunikasi yang digunakan Bank Indonesia saat ini bersifat proaktif-horizontal, yaitu berarti Bank Indonesia berinisiatif untuk melakukan dialog, diskusi dan penyebaran informasi mengenai kebijakannya sejak dini dan terencana melalui berbagai instrumen komunikasi (multichannel). Sedangkan horizontal bermakna pendekatan dilakukan secara dua arah (two way communication) yang melibatkan stakeholders sebagai mitra sejajar. Komunikasi melalui pendekatan tersebut perlu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas Bank Indonesia dan meningkatkan pemahaman publik terhadap kebijakan Bank Indonesia terutama kebijakan untuk mengganti desain uang baru Rupiah TE 2016 yang menimbulkan polemik.
Dengan pendekatan multichannel communication, secara terjadwal dan konsisten Bank Indonesia membina hubungan dalam rangka
85
mengkomunikasikan kebijakan uang baru Rupiah TE 2016, antara lain kepada pelaku pasar, pengamat/ekonom, media, lembaga negara, parlemen dan masyarakat umum. Saluran komunikasi yang digunakan seperti, konferensi pers, FGD (focus group discussion), program BI Goes to Campus, media briefing, hingga pelatihan wartawan. Komunikasi tersebut dilakukan secara tatap muka atau dua arah.121
b. Engagement dengan Stakeholders
Bank Indonesia juga memanfaatkan media sosial sebagai salah satu saluran komunikasi dalam membangun hubungan dan komunikasi dengan stakeholders. Pengembangan saluran komunikasi melalui jalur media sosial terus dilakukan sejalan dengan perkembangan teknologi sarana komunikasi, baik dari sisi konten maupun desain untuk memenuhi kebutuhan stakeholders.
Media sosial telah mengubah gaya komunikasi, baik individu, organisasi, hingga sebuah lembaga publik. Keterbukaan informasi menjadi napas dari hadirnya sebuah lembaga publik. Prinsip transparansi dan akuntabilitas ini menuntut Bank Indonesia (BI) untuk berkomunikasi dengan stakeholders yang memiliki risiko ketika organisasi membuat satu keputusan.
Saat munculnya isu sensasional mengenai logo palu arit setelah kebijakan Bank Indonesia meluncurkan uang terbaru Rupiah TE 2016, maka diperlukan hubungan baik antara organisasi dan stakeholders.
121 https://www.bi.go.id/id/publikasi/gerai-info/Pages/geraiinfo-64-Komunikasi-Dinamis-Ala-Bank-Sentral.aspx, diakses pada Minggu, 12 Maret 2018 pukul 04.33 WIB.
86
Hubungan tersebut diwujudkan dalam tindakan melibatkan (engagement) atau relasi yang baik. Relasi ini akan menimbulkan suatu kepercayaan (trust). Hal tersebut dilakukan agar komunikasi kebijakan yang dilakukan BI dapat diketahui, dipahami, dan didukung oleh publik. Maka dari itu, penting bagi BI untuk melakukan stakeholders engagement. Berbagai program tentu memiliki karakteristik yang beragam sehingga stakeholders yang dilibatkan juga akan berbeda. Oleh karena itu, klasifikasi serta pemetaan patut dilakukan.
Sejauh ini, terdapat enam kategori stakeholders eksternal:
pemerintah, parlemen, media massa, tokoh masyarakat (opinion maker), masyarakat umum dan warganet (netizen). Setiap stakeholders memiliki pengaruh dan engagement beragam sehingga memerlukan perlakuan yang berbeda. Pemerintah dan DPR merupakan pengambil keputusan dan dikategorikan sebagai key player sehingga engagement yang optimal dan berkesinambungan sangat diperlukan mengenai isu palu arit tersebut.
Meski BI adalah lembaga independen, koordinasi dan komunikasi yang selaras akan menciptakan kontribusi aktif dan baik sehingga diharapkan pemerintah serta DPR menjadi mitra kerja dalam kebijakan yang dikeluarkan oleh BI.
Untuk media massa dan tokoh masyarakat (opinion maker) yang memiliki engagement lebih baik kepada BI juga dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Sementara masyarakat umum dan warganet (netizen) dengan engagement sedikit, tetap memerlukan informasi serta pengawasan secara berkala.
87
Berdasarkan The Stakeholders Engagement Spectrum, level engagement yang dituju adalah level inform untuk masyarakat umum dan warganet bahwa isu logo palu arit yang tengah berkembang adalah hoax, level consult bagi pengamat dan media massa.
Bank Indonesia juga meminta pendapat atau berkonsultasi dengan expert dan media untuk mengatasi isu tersebut, dan level involve untuk ke pemerintah dan parlemen. Bank Indonesia juga meminta dukungan kepada pemerintah dan parlemen dalam menangani isu logo palu arit ini agar tidak menyebabkan krisis yang berkepanjangan. Metode komunikasi melalui stakeholders engagement menekankan pentingnya kegiatan untuk mengikutsertakan stakeholders dalam proses komunikasi kebijakan yang diyakini akan membuka peluang terciptanya dan semakin meningkatnya trust dari stakeholders terhadap BI.122
c. Edukasi Lewat Media Sosial
Kompetisi ringan dalam media sosial membuat masyarakat terpancing untuk mengetahui lebih dalam tentang Bank Indonesia serta memperkuat komunikasi dua arah. Tidak hanya itu, beragam konten ‘berat’
juga dikemas dengan menarik agar pesan sampai kepada masyarakat.
Sebagai contoh, topik inflasi yang banyak tidak dipahami, disampaikan dalam sebuah film pendek yang menyajikan cerita bahwa inflasi sangat melekat dengan kehidupan sehari-hari.
122 https://www.bi.go.id/id/publikasi/gerai-info/Pages/geraiinfo-64-Komunikasi-Dinamis-Ala-Bank-Sentral.aspx, diakses pada Minggu, 12 Maret 2018 pukul 04.37 WIB.
88
Salah satu tantangan serius yang dihadapi Bank Indonesia saat ini, yaitu penyebaran berita bohong atau hoax melalui media sosial seperti isu logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016 yang bermula dari hoax di media sosial facebook. Semakin banyak hoax tersebar, semakin banyak pula yang menganggap bahwa berita itu benar. Salah satu hoax yang sensasional yaitu tuduhan atau isu adanya logo palu arit pada uang kertas Rupiah TE 2016.
Berita ini sempat menjadi viral di media sosial dan membuat sebagian masyarakat sempat percaya serta menuduh Bank Indonesia menyelipkan unsur paham komunis dalam uang kertas rupiah. Selain itu, Bank Indonesia juga dianggap sebagai ‘antek’ Partai Komunis Indonesia, salah satu partai yang sudah tidak ada lagi keberadaannya di Indonesia.
Salah satu strategi dalam menanggapi isu tersebut, Bank Indonesia memberikan edukasi melalui media sosial mengenai sistem pengamanan pada uang kertas rupiah sekaligus menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Berkaca dari kejadian ini, kerja sama memerangi maraknya hoax pun mulai dijalin dengan berbagai lembaga pemerintah. Diharapkan melalui kerja sama ini, setiap hoax tentang logo palu arit yang beredar di masyarakat dapat segera diklarifikasi guna mengantisipasi adanya keresahan ataupun berbagai dampak yang tidak diinginkan di masyarakat.
Memberantas hoax bukan hanya tugas Bank Indonesia dan lembaga pemerintah semata melainkan juga tugas masyarakat.123 Oleh karena itu,
123 Wawancara Pribadi dengan Andi Wiyana, Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Senin, 18 Desember 2017 di Gedung Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Jakarta Pusat.
89
masyarakat didorong agar tidak ragu untuk melapor kepada instansi terkait ataupun menghubungi berbagai akun media sosial resmi apabila menemukan berita yang tidak valid. Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak mudah menyebar berita yang belum terbukti kebenarannya.
Ke depan, kanal dalam media sosial juga akan diperluas. Segala informasi terkait Bank Indonesia akan dikemas dalam video, infografis, dan berbagai bentuk lainnya yang mudah diserap oleh masyarakat. Kemudian dishare di akun resmi media sosial Bank Indonesia seperti Facebook, Twitter, Youtube, Instagram maupun Website. Adapun nama-nama akun resmi media sosial Bank Indonesia adalah sebagai berikut:
Tabel 4.3
Akun Resmi Media Sosial Bank Indoenesia
No Media sosial Nama Akun
1 Facebook Bank Indonesia
2 Twitter @bank_Indonesia
3 Instagram bank_Indonesia
4 Youtube Bank Indonesia Channel
5 Website www.bi.go.id
Sumber: https://www.bi.go.id/id/Default.aspx
d. Optimalisasi Layanan Informasi Publik
Sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi kepada publik, Bank Indonesia juga memiliki contact center (BICARA 131) sebagai salah satu saluran komunikasi dalam mengatasi isu logo palu arit.124 Upaya
124 Data yang diperoleh dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia pada Senin, 18 Desember 2017 di Gedung Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Jakarta Pusat.
90
tersebut juga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam memperoleh informasi terkait Bank Indonesia dan kebijakan-kebijakan terbaru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Keefektifaan taktik komunikasi tersebut terlihat dengan diperolehnya ISO 9001:2015 dan menjadi contact center pertama di dunia yang tersertifikasi ISO tersebut.
Sejatinya, komunikasi bukan sekadar menyampaikan pesan.
Komunikasi efektif membutuhkan interaksi dua arah atau timbal balik antara komunikator (pemberi pesan) dan komunikan (penerima pesan) sehingga terjadi mutual understanding. Untuk mendapatkan hasil optimal, dibutuhkan dua kemampuan sekaligus: berbicara dan mendengarkan.
Selaku pembuat kebijakan di bidang ekonomi, Bank Indonesia selalu berupaya mengeluarkan berbagai kebijakan demi menjaga stabilitas nilai rupiah. Namun, suatu kebijakan yang baik bukan hanya berdasarkan isinya, melainkan juga peran komunikasi dalam penyampaiannya kepada seluruh masyarakat. Tanpa komunikasi efektif, kebijakan perubahan desain pada pecahan Rupiah TE 2016 yang menjadi polemik tidak akan dapat dipahami dengan baik. Sehingga berpotensi kurang optimal dalam memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi negeri.
Pada era digital ini, sebuah institusi atau organisasi tidak bisa hanya mengandalkan komunikasi satu arah. Publik semakin kritis dan demanding. Sekali lagi, mendengarkan adalah salah satu kunci untuk mencapai komunikasi yang efektif. Bank Indonesia telah menyediakan Layanan Informasi Publik (LIP) yang bersifat dua arah, yaitu contact
91
center (BICARA 131) yang terintegrasi dengan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Bank Indonesia. Masyarakat pun dapat bertanya langsung tentang kebenaran isu sensasional logo palu arit ataupun kebijakan yang berkaitan dengan Bank Indonesia. Setelah itu, Layanan BICARA 131 dapat mendengar sekaligus memberi respon maupun solusi.
Kehadiran BICARA 131 menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin menghubungi Bank Indonesia dari berbagai channel komunikasi. Bukan tanpa alasan, contact center BI lahir dalam rangka menjalankan amanah UU Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). BICARA 131 didirikan dengan standar tertinggi sesuai best practice contact center, ISO 9001:2015 untuk Quality Management System (QMS) dari International Organization for Standardization, serta sesuai dengan UU KIP.
Layanan publik yang berhasil tidak hanya memberi pelayanan saja, tetapi juga mampu memberikan solusi dengan standar layanan terbaik.
Untuk itu, BICARA 131 fokus dan rutin melakukan evaluasi terhadap seluruh channel komunikasi yang ada.
Mendengarkan ‘suara’ publik lebih banyak melalui beragam channel komunikasi dari telepon, surat, e-mail, website, media sosial, mobile apps, serta layanan walk in merupakan salah satu langkah menuju keberhasilan. Mendengar lebih baik lagi merupakan langkah Bank Indonesia untuk semakin dekat dengan masyarakat. Bukan sekadar layanan, nilai tambah dan pengalaman bagi pelanggan atau stakeholders
92
selalu diselipkan dalam layanan publik BI agar kepuasan pelanggan dan publik terus membaik.125
e. Mengoptimalkan Pegawai Bank Indonesia sebagai Humas Internal
Komunikasi internal dalam suatu organisasi dapat diartikan sebagai segala bentuk interaksi dan komunikasi antar seluruh anggota organisasi tersebut. Melalui proses komunikasi internal, semua anggota dapat memperoleh informasi secara jelas. Bukan hanya seputar hubungan atasan dan bawahan, bukan hanya dalam kondisi formal, proses komunikasi internal juga dapat diterapkan dalam hubungan antar karyawan dan dalam kondisi non formal. Berbagai lomba yang diselenggarakan untuk karyawan ataupun penerbitan majalah internal, merupakan contoh proses komunikasi non formal. Sebagai suatu lembaga negara, Bank Indonesia (BI) juga menerapkan proses komunikasi internal dalam mengatasi isu logo palu arit pada pecahan Rupiah TE 2016.
BI memandang karyawannya sebagai komunikator yang dapat menyosialisasikan berbagai kebijakannya kepada masyarakat sesuai dengan kapasitas masing-masing. Namun sebelum disosialisasikan, tentu para karyawan harus memiliki pemahaman yang sama dalam memandang berbagai kebijakan. Tujuannya, untuk meminimalisasi potensi kesalahpahaman terhadap pembentukan berbagai kebijakan tersebut.
Jumlah pegawai Bank Indonesia yang mencapai ribuan diharapkan bisa meminimalisir isu logo palu arit agar tidak berkembang dan menjadikan
125 https://www.bi.go.id/id/publikasi/gerai-info/Pages/geraiinfo-64-Komunikasi-Dinamis-Ala-Bank-Sentral.aspx diakses pada Minggu, 12 Maret 2018 pukul 04.46 WIB.
93
krisis pada perusahaan. Pegawai BI tersebut dituntut menjadi humas internal untuk mengamplifikasikan informasi kepada masyarakat.126
Bank Indonesia membuat langkah-langkah, agar taktik komunikasi dengan menjadikan pegawai sebagai humas internal tersebut berjalan efektif. Pertama, sosialisai internal, hal tersebut patut dilakukan sehingga mulai dari Gubernur BI hingga kepala perwakilan wilayah di setiap daerah memiliki pemahaman yang sama terhadap isu logo palu arit tersebut. E-mail blast hingga pemanfaatan intranet merupakan bentuk sosialisasi internal yang diterapkan oleh BI. Tidak hanya itu, pada waktu-waktu tertentu video conference pun diselenggarakan guna memudahkan interaksi antara Gubernur BI dan para kepala kantor perwakilan wilayah.
Kedua, workshop diikuti dengan penyelesaian proyek yang tentunya berkaitan dengan tema yang diselenggarakan. Upaya ini boleh dibilang
Kedua, workshop diikuti dengan penyelesaian proyek yang tentunya berkaitan dengan tema yang diselenggarakan. Upaya ini boleh dibilang