BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
G. Keterbatasan Pengembangan
Pengembangan produk Media Pembelajaran Video interaktif Interaktif pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup kelas X SMA memiliki beberapa keterbatasan menurut validator dan peneliti. Adapun keterbatasan yang dimiliki adalah sebagai berikut :
• Produk Media Pembelajaran Video Interaktif dilakukan hanya sampai pada tahap revisi produk dan tidak dilakukan uji coba produk pada peserta didik karena kondisi pandemi.
• Produk digunakan hanyak untuk 1 materi sehingga belum dapat membantu dalam mengatasi permasalahan pembelajaran selama daring.
• Video hanya dapat diakses secara online karena membutuhkan memori 800 MB untuk mendownload video.
• Revisi penulisan daftar pustaka sesuai kaidah tidak bisa dilakukan karena ikon aplikasi android studio tidak mendukung.
• Pengembangan produk hanya didasarkan pada hasil analisis kebutuhan yang bersumber dari guru mata pelajaran biologi tanpa
melibatkan peserta didik sehingga belum cukup valid untuk mengatasi permasalahan yang ada selama pembelajaran daring.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, kajian produk dan pembahasan mengenai pengembangan media pembelajaran Video Interaktif pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup kelas X, dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengembangan Media Pembelajaran Video Interaktif pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup, dibuat menggunakan Android Studio dan menghasilkan file aplikasi berukuran 8,3 MB. Media Video Interaktif dapat diinstal pada Smartphone Android. Komponen Media Pembelajaran Video Interaktif ini terdiri dari atas menu petunjuk penggunaan, kompetensi, peta konsep, materi, latihan soal, daftar pustaka dan profil peneliti.
2. Kualitas dari Media Pembelajaran Video Interaktif dapat dilihat pada nilai validasi, yaitu 3,68 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil validasi, Media Pembelajaran Video Interaktif pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup layak diujicobakan dengan revisi.
B. Saran
• Perlu dilakukan uji coba produk pada peserta didik sehingga dapat dinilai bagaimana keefektifan media pembelajaran saat diimplementasikan di dalam kegiatan pembelajaran.
75
• Pengembangan produk sebaiknya tidak terbatas pada materi Klasifikasi Makhluk Hidup saja.
• Peneliti perlu belajar lebih dalam mengenai pembuatan aplikasi agar dapat merevisi bagian media pembelajaran dengan baik.
• Pengembangan produk pembelajaran dapat diakses offline agar peserta didik dapat mengakses kapan saja.
• Pengembangan produk didasarkan pada hasil analisis kebutuhan yang bersumber dari guru mata pelajaran biologi serta melibatkan peserta didik sehingga cukup valid untuk mengatasi permasalahan yang ada selama pembelajaran daring.
Daftar Pustaka
Agustini, Ariani, Muhd. Irwan , dan Khairurahimin. 2019. Pembelajaran Online Sebagai Solusi Belajar Biologi di Zaman Milenial. Prosiding Seminar Nasioal Biologi VI. Hal. 174-179.
Azhar Arsyad. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Daryanto. 2016. Media Pembelajaran. Cetakan 1. Edisi 2-Revisi. Yogyakarta:
Gava Media.
Abdulhak, Ishak, dan Deni Darmawan. 2015. Teknologi Pendidikan. Cetakan 2.
Edisi 1. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ferismayanti., 2020, Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Pembelajaran Online Akibat Pandemi COVID -19. https://lpmplampung.
kemdikbud.go.id/detailpost/meningkatkan-motivasi-belajar-siswa-pada- pembelajaran-online-akibat-pandemi-covid-19, diakses pada 18 September 2021.
Foti, Megan K. dan Jomayra Mendez. 2014. “Mobile Learning: How Students Use Mobile Devices to Support Learning” dalam Journal of Literacy and Technology. ISSN: 1535- 0975. 15 (3). hal. 58—78.
Hendrastuti. 2011. Penerapan MK2MH untuk Meningkatkan Hasil ...Belajar Biologi Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Siswa Kelas VII A SMP Muhammadiyah 2 Surakarta Tahun Ajaran 2010/2011. Skripsi. Universitas Muhamadiyah. Surakarta.
Kuntarto, E. 2017. Keefektifan Model Pembelajaran Daring Dalam Perkuliahan Bahasa Indonesia Di Perguruan Tinggi. Indonesian Language Education and Literature
Kuswanto. 2019. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Pada Mata Pelajaran Biologi Kelas XI. Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI). 2 (2).
Labib, AU, dan Berti Y. 2019. Pengembangan Aplikasi berbasis Android yang Terintegrasi dengan Website sebagai Media Pembelajaran Biologi.
Jurnal Bioterdidik. 7 (5).
Priadi, Arif dan Yanti Herlanti, (2016), Biologi 1 Untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan. Edisi Revisi. Yudhistira, Jakarta.
Rudi Susilana.Cepi Riyana,.2008. Media Pembelajaran. Bandung :CV Wacana Prima.
Salbino, Sherief. 2014. Buku Pintar Gadget Android Untuk Pemula. Jakarta : Kunci Komunikasi.
Safitri, Ririn . (2016). Biologi Peminatan Matematika dan Ilmu Alam SMA kelas X. Edisi Revisi. Surakarta: Mediatama.
Syahputra, E. 2018. Pembelajaran Abad 21 Dan Penerapannya Di Indonesia.
Seminar Nasional Sains, Teknologi, Humaniora dan Pendidikan: Medan.
Sukur, Moch Halim, dkk. 2020. Penanganan Pelayanan Kesehatan Di Masa Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Hukum Kesehatan. Journal Inicio Legis. 1(1).
Irawan, Sihkabuden, dan Sulthoni. 2017. Pengembangan Media Video Pembelajaran Biologi Pembuatan Tempe dan Yogurt. Teknologi Pembelajaran Pascasarjana, Universitas Negeri Malang, Malang. 3 (2).
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Jurnal Penelitian Manajemen. Bandung: Alfabeta, CV.
Lampiran 1 Silabus KD 3.3 dan 4.3
Silabus
Tingkat Sekolah/ Mata Pelajaran : SMA / BIOLOGI
Standar Kompetensi : 1. Memahami hakekat Biologi sebagai ilmu. Kelas : X
Kompetensi Dasar : 3.3. Menjelaskan prinsip-prinsip klasifikasi makhluk hidup dalam enam kingdom. Semester : Ganjil
4.3. Menyusun kladogram berdasarkan prinsip-prinsip klasifikasi makhluk hidup. Alokasi Waktu : 3 pertemuan (6 x30 menit)
Indikator Materi
Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran Metode Penilaian Alokasi
Waktu
Sumber/ Bahan/Alat
Menjelaskan sejarah klasifikasi makhluk hidup.
Menjelaskan pengertian klasifikasi makhluk hidup.
Menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi makhluk hidup.
Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup.
Menguraikan macam sistem klasifikasi makhluk hidup.
Menjelaskan proses klasifikasi makhluk hidup.
Menguraikan tahapan klasifikasi makhluk hidup.
Menganalisis tingkatan takson dan memberikan nama takson dalam klasifikasi makhluk hidup.
Menjelaskan mekanisme pengklasifikasian makhluk hidup.
Menjelaskan klasifikasi makhluk hidup dengan kladogram.
Menjelaskan sistem tata nama makhluk hidup berdasarkan sistem binomial nomenklatur.
Menjelaskan dan menguraikan klasifikasi makhluk hidup dalam 6 kingdom.
Mengidentifikasi nama spesies makhluk hidup berdasarkan sistem binomial nomenklatur.
Memproyeksikan kladogram (pohon filogeni) klasifikasi makhluk hidup.
Mengklasifikasikan makhluk hidup menggunakan kunci dikotomi.
. Pembelajaran Daring :
Mengamati, menentukan dasar pengelompokan dan melakukan pengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri makhluk hidup yang ditemukan.
Membuat kunci determinasi sederhana, kladogram, menentukan tingkat takson makhluk hidup dalam kerja kelompok.
Penugasan terstruktur:
Mengidentifikasi nama makhluk hidup.
Menggambar kladogram.
Membuat mind map mengenai kunci dikotomi.
Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Jenjang Sekolah : SMA
Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X / 1
Materi Pokok : Klasifikasi Makhluk Hidup Alokasi Waktu : 6 JP x 45 Menit (3 Pertemuan)
A. Kompetensi Inti
KI 1 dan 2
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya serta menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggungjawab peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif, dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 KI 4
Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar Indikator
3.3. Menjelaskan prinsip- prinsip klasifikasi makhluk hidup dalam enam kingdom.
3.3.1 Menjelaskan sejarah klasifikasi makhluk hidup.
3.3.2 Menjelaskan pengertian klasifikasi makhluk hidup.
3.3.3 Menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi makhluk hidup.
3.3.4 Menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup.
3.3.5 Menguraikan macam sistem klasifikasi makhluk hidup.
3.3.6 Menjelaskan proses klasifikasi makhluk hidup.
3.3.7 Menguraikan tahapan klasifikasi makhluk hidup.
3.3.8 Menganalisis tingkatan takson dan memberikan nama takson dalam klasifikasi makhluk hidup.
3.3.9 Menjelaskan mekanisme pengklasifikasian makhluk hidup.
3.3.10 Menjelaskan klasifikasi makhluk hidup dengan kladogram.
3.3.11 Menjelaskan sistem tata nama makhluk hidup berdasarkan sistem binomial nomenklatur.
3.3.12 Menjelaskan dan menguraikan klasifikasi makhluk hidup dalam 6 kingdom.
4.3. Menyusun kladogram berdasarkan prinsip-prinsip klasifikasi makhluk hidup.
4.3.1 Mengidentifikasi nama spesies makhluk hidup berdasarkan sistem binomial nomenklatur.
4.3.2 Memproyeksikan kladogram (pohon filogeni) klasifikasi makhluk hidup.
4.3.3 Mengklasifikasikan makhluk hidup menggunakan kunci dikotomi.
C. Tujuan Pembelajaran Pertemuan 1
3.3.1.1 Melalui studi literatur peserta didik mampu menjelaskan sejarah klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.2.1 Melalui studi literatur peserta didik mampu menjelaskan pengertian klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.3.1 Melalui studi literatur peserta didik mampu menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.4.1 Melalui studi literatur dan diskusi peserta didik mampu menjelaskan dasar klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.5.1 Melalui diskusi dan penugasan peserta didik mampu menjelaskan macam klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.6.1 Melalui studi literatur peserta didik mampu menjelaskan proses klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.7.1 Melalui pengamatan peserta didik mampu mengidentifikasi klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.8.1 Melalui studi literatur dan penugasan peserta didik mampu menganalisis tingkatan takson dan memberikan nama takson dalam klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.9.1 Melalui studi literatur dan penugasan peserta didik mampu menggambar / membuat kladogram klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.10.1Melalui studi literatur peserta didik mampu menjelaskan sistem sistem binomial nomenclatur dengan benar.
3.3.10.2Melalui pengamatan dan penugasan peserta didik mampu mengidentifikasi nama spesies makhluk hidup berdasarkan sistem binomial nomenklatur dengan benar.
4.3.2.1 Melalui penugasan peserta didik mampu memproyeksikan kladogram (pohon filogeni) klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
.
Pertemuan 2
3.3.11.1Melalui studi literatur peserta didik mampu menjelaskan pengertian kunci determinasi dengan benar.
3.3.11.2Melalui studi literatur peserta didik mampu menjelaskan hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kunci determinasi dengan benar.
4.3.3.1 Melalui penugasan dan studi literatur peserta didik mampu menganalisis kunci determinasi makhluk hidup dengan benar.
Pertemuan 3
3.3.12.1Melalui studi literatur peserta didik mampu menjelaskan alternatif sistem klasifikasi makhluk hidup dengan benar.
3.3.12.2Melalui penugasan peserta didik mampu menganalisis kelompok makhluk hidup berdasarkan sistem klasifikasinya dengan benar.
D. Materi Pembelajaran
Sistem Klasifikasi
Identifikasi atau Determinasi
Alternatif Sistem Klasifikasi
E. Analisis Materi :
Pengetahuan (faktual/konseptual/prosedural/metakognitif) a. Faktual
Ciri-ciri makhluk hidup
Bagan kladogram b. Konseptual
Prinsip, dasar, sistem, tahapan klasifikasi makhluk hidup
Klasifikasi makhluk hidup enam kingdom.
Tingkatan takson pada makhluk hidup
Manfaat klasifikasi dan kladogram c. Prosedural
Langkah-langkah pembuatan bagan klasifikasi biner dan bertingkat
Langkah-langkah pembuatan kunci determinasi
Langkah-langkah pembuatan kladogram d. Metakognitif
Pemecahan masalah yang berkaitan dengan klasifikasi makhluk hidup
F. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintific
Model Pembelajaran : Discovery Learning Metode : Pembelajaran Daring
G. Media Pembelajaran Media :
LKPD
Lembar penilaian
Alat/Bahan :
Penggaris, buku, pena
Laptop
H. Sumber Belajar
Buku referensi yang relevan,
Lingkungan setempat
I. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan 1
Kegiatan (waktu)
Fase Kegiatan Guru dan Peserta didik
Pendahuluan (20 menit)
Menyiapkan kondisi belajar
Salam, mengecek kehadiran peserta didik melalui aplikasi google classroom.
Apersepsi Guru mengapersepsi peserta didik dengan memberikan pertanyaan : Apakah di lingkungan sekitar hanya terdapat satu jenis tumbuhan saja? Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa ekosistem memiliki tumbuhan yang beragam? ―
Motivasi • Guru memberikan contoh kelompok makhluk hidup yang kerap ditemui.
• Guru menyampaikan : ―Supaya lebih jelas mari kita pelajari mengenai sistem klasifikasi makhluk hidup‖.
Orientasi Menyampaikan tujuan atau materi yang akan dibahas.
Organisasi • Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan belajar dengan langkah-langkah pembelajaran.
• Peserta didik diminta membuka aplikasi yang telah ditugaskan untuk mengunduh pada pertemuan sebelumnya.
Inti (60 menit)
Stimulation (Stimulasi/pemb erian
rangsangan)
Kegiatan literasi dan Critical Thinking (Berfikir Kritis)
• Peserta didik menyimak video pertemuan pertama yang ada di aplikasi.
• Menggali pemahaman peserta didik dengan mengajukan pertanyaan sistem klasifikasi.
Problem Statement (pertanyaan/iden tifikasi
masalah).
Critical Thinking (Berfikir Kritis)
• Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan video, dan PPT.
Data Collection (pengumpulan data).
Kegiatan Literasi
Siswa mengumpulkan informasi yang relevan (membaca ulang materi).
Data processing (Pengolahan Data).
Critical Thinking (Berfikir Kritis)
Siswa melakukan identifikasi sistem klasifikasi makhluk hidup.
Klarifikasi Guru menyampaikan beberapa konsep yang sekiranya belum tepat.
Evaluasi • Guru bertanya tentang materi yang baru dibahas pada beberapa peserta didik.
• Memberi apresiasi baik secara verbal maupun non verbal pada peserta didik yang menjawab benar.
Penutup (10 menit)
Rangkuman Membimbing peserta didik merangkum hasil pembelajaran.
Refleksi Mengajak peserta didik melakukan refleksi mengenai pengetahuan yang baru diperoleh.
Tindak Lanjut • Guru memberikan tugas dan memberi penjelasannya.
• Guru menyampaikan kegiatan pada pertemuan berikutnya yaitu materi kunci determinasi.
Salam Penutup Menutup pembelajaran dengan mengucapkan ‖Selamat belajar, tetap jaga Kesehatan dan kondisi, Tuhan Memberkati‖.
Pertemuan 2 Kegiatan
(waktu)
Fase Kegiatan Guru dan Peserta didik
Pendahuluan (20 menit)
Menyiapkan kondisi belajar
Salam, mengecek kehadiran peserta didik melalui aplikasi google classroom.
Apersepsi Guru memberikan pernyataan : ― Nindy dan ibunya ingin belanja di pasar, kondisi pasar sangat ramai dan terdapat banyak barang yang dijajakan. Barang yang dijual diantaranya makanan, pakaian, dan perlengkapan mandi. Penjual memisahkan barang sesuai jenisnya, misalnya buah diletakkan di rak khusus buah, pakaian di gantung di gantungan khusus baju, dan perlengkapan mandi diletakkan di etalase.‖
Guru bertanya : ― Mengapa saat kita masuk pasar, barang dagangan seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan mandi dipisah- pisah? Apa petunjuk yang dapat kita gunakan untuk mengelompokkannya?‖
Motivasi Guru menyampaikan : ―Untuk mempelajarinya lebih jauh mari kita belajar mengenai kunci determinasi‖.
Orientasi Menyampaikan tujuan atau materi yang akan dibahas.
Organisasi • Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan belajar dengan langkah-langkah pembelajaran.
• Peserta didik diminta membuka video interaktif pertemuan ke-2 pada aplikasi.
Inti (60 menit)
Stimulation (Stimulasi/pemb erian
rangsangan)
Kegiatan literasi dan Critical Thinking (Berfikir Kritis)
• Peserta didik menyimak video interaktif pada aplikasi.
• Menggali pemahaman peserta didik dengan mengajukan pertanyaan seputar kunci determinasi.
Problem Statement (pertanyaan/iden tifikasi
masalah).
Critical Thinking (Berfikir Kritis)
• Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan video.
Data Collection (pengumpulan data).
Kegiatan Literasi
Siswa mengumpulkan informasi yang relevan (membaca ulang materi).
Data processing (Pengolahan Data).
Critical Thinking (Berfikir Kritis)
Siswa melakukan identifikasi mengenai penggunaan kunci determinasi.
Klarifikasi Guru menyampaikan beberapa konsep yang sekiranya belum tepat.
Evaluasi • Guru bertanya tentang materi yang baru dibahas pada beberapa peserta didik.
• Memberi apresiasi baik secara verbal maupun non verbal pada peserta didik yang menjawab benar.
Penutup Rangkuman Membimbing peserta didik merangkum hasil pembelajaran.
(10 menit) Refleksi Mengajak peserta didik melakukan refleksi mengenai pengetahuan yang baru diperoleh.
Tindak Lanjut • Guru memberikan tugas dan memberi penjelasannya.
• Guru menyampaikan kegiatan pada pertemuan berikutnya yaitu sistem alternatif klasifikasi makhluk hidup.
Salam Penutup • Menutup pembelajaran dengan mengucapkan ‖Selamat belajar, tetap jaga Kesehatan dan kondisi, Tuhan Memberkati‖.
Pertemuan 3 Kegiatan (waktu)
Fase Kegiatan Guru dan Peserta didik
Pendahuluan (20 menit)
Menyiapkan kondisi belajar
Salam, mengecek kehadiran peserta didik melalui aplikasi google classroom.
Apersepsi Guru mengapersepsi peserta didik dengan memberikan pertanyaan : Apakah anak- anak pernah ke kebun binatang ? Jika pernah ada binatang apa saja disitu ?
Motivasi Guru bertanya ―Mengapa hewan yang ada di kebun binatang harus dipisah sesuai kelompoknya ? Untuk mempelajarinya lebih jauh mari kita belajar mengenai alternatif sistem klasifikasi makhluk hidup‖.
Orientasi Menyampaikan tujuan atau materi yang akan dibahas.
Organisasi • Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan belajar dengan langkah-langkah pembelajaran.
• Peserta didik diminta menyiapkkan buku tulis dan alat tulis.
Inti (60 menit)
Stimulation (Stimulasi/pembe rian rangsangan)
Kegiatan literasi dan Critical Thinking (Berfikir Kritis)
• Peserta didik diminta menyimak video interaktif pertemuan ke tiga pada aplikasi.
• Menggali pemahaman peserta didik dengan mengajukan pertanyaan seputar alternatif sistem klasifikasi makhluk hidup.
Problem Statement (pertanyaan/ident ifikasi masalah).
Critical Thinking (Berfikir Kritis)
• Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan video, dan PPT.
Data Collection (pengumpulan data).
Kegiatan Literasi
Siswa mengumpulkan informasi yang relevan (membaca ulang materi).
Data processing (pengolahan data).
Critical Thinking (Berfikir Kritis)
Siswa melakukan identifikasi alternatif sistem klasifikasi makhluk hidup dalam enam kingdom.
Klarifikasi • Peserta didik mencocokkan hasil identifikasi alternatif sistem klasifikasi makhluk hidup dengan informasi yang terdapat pada buku biologi, maupun sumber bacaan lain.
• Guru menyampaikan beberapa konsep yang sekiranya belum tepat.
Evaluasi • Guru meminta peserta didik untuk mengerjakan soal evaluasi.
• Memberi apresiasi baik secara verbal maupun non verbal pada peserta didik yang menjawab benar.
Penutup Rangkuman Membimbing peserta didik merangkum hasil pembelajaran.
(10 menit) Refleksi Mengajak peserta didik melakukan refleksi mengenai pengetahuan yang baru diperoleh.
Tindak Lanjut • Guru menyampaikan kegiatan pada pertemuan berikutnya yaitu pembelajaran materi Struktur dan Replikasi, serta Peranan Virus dalam Kehidupan.
Salam Penutup Menutup pembelajaran dengan mengucapkan ‖Selamat belajar, tetap jaga Kesehatan dan kondisi, Tuhan Memberkati‖.
Lampiran 3 Uraian Materi
1. Uraian Materi
PERTEMUAN 1
A. Sejarah Klasifikasi Makhluk Hidup
Pada abad-4 SM Aristoteles menerbitkan buku berjudul Historia Animalium, di dalam buku tersebut tercantum pengelompokan hewan.
Selanjutnya Theoprastus yang merupakan murid Aristoteles melalui buku Historia Plantarum, memperkenalkan 500 tipe tumbuhan. Dalam buku tersebut diperkenalkan tipe tumbuhan yang dikelompokkan menjadi empat kelompok besar, yaitu herba, semak rendah, semak, dan pohon.
Pengelompokan tumbuhan berbungan dan tidak berbunga, serta pengelompokan tumbuhan berbiji tertutup dan terbuka. Selain itu pengelompokan jenis tumbuhan juga dilakukan oleh Dioscorides melalui hasil karyanya berjudul Materia Medica.
Tahun 1753 Carolus Linnaeus memperkenalkan sistem klasifikasi tumbuhan dalam buku berjudul Species Plantarum. Selanjutnya pada tahun 1758, Linnaeus mempublikasikan bukunya berjudul Systema Naturae yang berisi klasifikasi hewan. Linnaeus mengemukakan 4 prinsip dalam pengklasifikasian makhluk hidup, yaitu penggunaan bahasa Latin, tata nama binomial, ciri berpasangan, dan hubungan struktural. Linnaeus berpendapat berdasarkan struktur makhluk hidup, dan membagi 2 kingdom hewan dan tumbuhan. Kingdom tumbuhan adalah semua
makhluk hidup yang memiliki dinding sel keras dan memiliki berfotosintesis dan tidak berpindah tempat. Hewan tidak memiliki dinding sel, tetapi memiliki kemampuan untuk berpindah tempat.
B. Pengertian klasifikasi makhluk hidup
Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara pengelompokan atau pengkategorian yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu yang disebut dengan takson. Ilmu untuk mempelajarinya disebut dengan taksonomi.
C. Tujuan dan Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup
Tujuan tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah mempermudah proses pengenalan dan mempelajari makhluk hidup.
Lalu manfaat klasifikasi makhluk hidup adalah : 1. Mengetahui hubungan kekerabatan.
2. Mengetahui asal mula makhluk hidup.
3. Mengetahui nama makhluk hidup.
4. Mengetahui jenis makhluk hidup yang berguna bagi manusia, misalnya sebagai sumber makanan dan obat-obatan.
D. Sistem Klasifikasi.
Sistem klasifikasi dibedakan menjadi tiga sistem : 1. Klasifikasi Buatan
Klasifikasi buatan yaitu sistem klasifikasi yang mengutamakan tujuan praktis, misalnya berdasarkan kegunaannya. Klasifikasi ini dikenalkan oleh Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan makhluk hidup dari satu atau beberapa ciri morfologi yang mudah dilihat. Sistem klasifikasinya disebut dengan binomial nomenklatur, yaitu menetapkan nama makhluk hidup dengan dua kata saja. Kata pertama untuk genus dan kata kedua untuk spesies. Pendapat ini dikemukakan oleh Linnaeus dalam bukunya berjudul Species Plantarum.
Contoh klasifikasi buatan
Berdasarkan perawakannya tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman herbal, semak, dan pohon.
Berdasarkan tempat hidupnya hewan dikelompokkan menjadi hewan darat dan hewan air.
2. Klasifikasi alami
Klasifikasi alami merupakan klasifikasi untuk membentuk takson yang bersifat alamiah. Klasifikasi sistem alamiah dikemukakan oleh Aristoteles (350 M). Aristoteles membagi makhluk hidup menjadi 2 kingdom, yaitu hewan dan tumbuhan. Ia membagi hewan menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan perilakunya. Tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan strukturnya.
Contoh Klasifikasi Alami
Hewan tanpa kaki, hewan dengan dua kaki, empat kaki, enam kaki, delapan kaki, dan banyak kaki.
Tumbuhan dibedakan menjadi tumbuhan monokotil dan dikotil.
3. Klasifikasi filogenik.
Kemunculan sistem klasifikasi modern berdasarkan filogeni yaitu klasifikasi yang disusun berdasarkan keturunan atau hubungan kekerabatan. Klasifikasi ini melihat struktur anatomi, fisiologi, morfologi, dan etologi (perilaku). Contoh klasifikasi filogenik yaitu klasifikasi kucing dan macan, mereka memiliki persamaan nama kingdom sampai genus, yang membedakan hanya nama spesiesnya saja. Hal tersebut tentu didasarkan pada hubungan kekerabatan antara kucing dan macan.
E. Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup
Tahapan klasifikasi pertama yaitu identifikasi
Identifikasi merupakan langkah awal dalam proses klasifikasi. Kegiatan tersebut dimulai dengan mencari persamaan atau perbedaan ciri atau sifat organisme sehingga diketahui kedua organisme tersebut sama atau berbeda. Ciri yang diamati dapat berupa ciri morfologi, anatomi, fisiologi, atau biokimia tubuh. Identifikasi dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti membandingkan organisme dengan gambar, spesimen awetan, atau kunci identifikasi. Penggunaan kunci identifikasi merupakan cara yang paling sering digunakan para ahli biologi untuk menentukan filum (divisi),
kelas, ordo, famili,genus, dan spesimen. Format kunci identifikasi tersebut dibuat menggunakan ciri- ciri taksonomi yang saling berlawanan. Itulah sebabnya kunci identifikasi disebut juga kunci dikotom.
Identifikasi makhluk hidup diperlukan hal- hal sebagai berikut : a. Pengetahuan tentang klasifikasi makhluk hidup.
b. Buku referensi atau sumber referensi lainnya.
c. Pedoman atau kunci determinasi.
d. Gambar organisme yang sudah diketahui dan telah memiliki nama.
e. Specimen acuan (berupa makhluk hidup yang diawetkan).
Tahap kedua yaitu pengelompokan
Setelah ciri atau sifat organisme diketahui, maka tahap selanjutnya adalah mengelompokkan organisme. Beberapa organisme yang memiliki banyak kesamaan ciri/sifat menandakan mereka memiliki hubungan kekerabatan yang dekat sehingga dimasukkan dalam satu kelompok. Jika dalam kelompok tersebut masih ditemukan perbedaan ciri, maka organisme yang bersangkutan dipisahkan ke dalam kelompok yang lebih kecil lagi.
Setelah ciri atau sifat organisme diketahui, maka tahap selanjutnya adalah mengelompokkan organisme. Beberapa organisme yang memiliki banyak kesamaan ciri/sifat menandakan mereka memiliki hubungan kekerabatan yang dekat sehingga dimasukkan dalam satu kelompok. Jika dalam kelompok tersebut masih ditemukan perbedaan ciri, maka organisme yang bersangkutan dipisahkan ke dalam kelompok yang lebih kecil lagi.