• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

F. Pembahasan

Pengembangan media dilakukan dengan 5 tahap sesuai dengan penulisan pada Bab 3, yaitu menggali potensi dan masalah, pengumpulan informasi, melakukan desain produk, melakukan validasi dan terakhir melakukan revisi sesuai dengan komentar validator. Langkah awal yang dilakukan adalah analisis kebutuhan agar peneliti dapat mengetahui potensi, masalah, dan media yang dibutuhkan pada saat pembelajaran daring. Oleh karena itu, peneliti melakukan analisis

kebutuhan di lima sekolah. Kelima sekolah yang didatangi peneliti adalah SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, SMA N 1 Godean, SMA N 2 Sleman, SMA N 1 Ngaglik, dan SMA N 2 Ngaglik. Peneliti mewawancarai guru dengan daftar wawancara yang sudah dibuat sebelumnya. Daftar wawancara dilengkapi dengan kisi- kisi pertanyaan agar lebih sistematis.

Tujuan dilakukan analisis kebutuhan adalah untuk mengetahui fakta dan permasalahan yang terjadi terkait dengan penggunaan media pembelajaran dan materi sulit selama pembelajaran daring. Berdasarkan analisis kebutuhan, peneliti mengembangkan media pembelajaran ― Video Interaktif pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup kelas X SMA‖.

Setelah melakukan analisis kebutuhan maka desain produk dan materi disusun oleh peneliti. Produk yang digunakan merupakan aplikasi berbasis android. Desain dibuat menggunakan canva, dan terdiri dari beberapa slide. Desain terdiri dari dua bagian yaitu desain video dan desain aplikasi. Desain video dibuat dengan menampilkan materi, naskah dan gambar. Sedangkan desain tampilan aplikasi dibuat dengan menampilkan pilihan menu dan isinya. Setelah selesai merancang desain, selanjutnya adalah proses pembuatan media yang berlangsung selama 2 bulan, karena media merupakan aplikasi yang membutuhkan koding dan memerlukan beberapa kali revisi.

Proses selanjutnya adalah validasi media yang dilakukan oleh validator. Validator terdiri dari 4 orang, yaitu satu ahli materi pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, dan dua praktisi, yaitu guru

Biologi SMA Xaverius Pringsewu serta guru Biologi SMA N 1 Pengasih.

Hasil validasi mendapat skor 3.68 yang termasuk dalam kategori ―sangat baik‖. Selain memberikan nilai, validator juga memberikan saran serta komentar, yang selanjutnya digunakan oleh peneliti untuk melakukan perbaikan sesuai dengan saran dan komentar yang telah dibuat.

Pada aspek tampilan peneliti menyesuaikan layout untuk aplikasi.

Bentuk visual pada tampilan media juga bervariasi dengan pemilihan jenis serta ukuran huruf yang sesuai, sehingga memberikan kesan yang menarik dan teduh di mata. Di samping itu pemilihan gambar, hiasan, dan kontras warna juga diperhatikan agar peserta didik tertarik untuk belajar.

Media Pembelajaran Video Interaktif yang dikembangakan berisi materi Klasifikasi Makhluk Hidup kelas X. Penyusunan materi disesuaikan dengan KD, KI, dan indikator materi. KD diuraikan dalam 15 indikator yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, Media Pembelajaran Video Interaktif juga dilengkapi dengan soal evaluasi, untuk menguji kemampuan peserta didik. Selain itu, materi pada video pembelajaran dikembangkan secara jelas, lengkap, dan memiiki tingkat kesulitan sesuai dengan kemampuan kognitif peserta didik kelas X.

Naskah pembelajaran juga dibuat dengan menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas sehingga memudahkan peserta didik untuk memahami pembelajaran. Pelafalan dan intonasi jelas, tempo suara tepat dengan bahasa yang padat dan jelas serta efektif. Soal evaluasi yang diberikan sudah sesuai dengan KI, KD dan Indikator.

Selain segi tampilan video, peneliti juga memperhatikan segi tampilan pada menu lainnya, yaitu pendahuluan yang berisi kata pengantar yang memotivasi peserta didik dan peta konsep, petunjuk penggunaan, kompetensi inti dan kompetensi dasar, daftar pustaka, dan profil peneliti.

Petunjuk penggunaan ini disusun untuk memudahkan peserta didik dalam menggunakan media pembelajaran Video Interaktif. Petunjuk penggunaan yang disusun memperhatikan aspek keruntutan langkah dan petunjuk tombol sehingga dapat dipahami dengan baik oleh pengguna khususnya peserta didik kelas X.

Pada proses pembuatannya Media Pembelajaran Video Interaktif membutuhkan software Android Studio yang dapat diunduh melaui playstore dan dapat diakses secara geratis. Media Pembelajaran Video Interaktif yang telah dikembangkan dapat diakses menggunakan smartphone, dan mudah diunduh melalui link atau melalui google playstore dengan ukuran 8,3 MB. Ukuran media pembelajaran tersebut cukup ringan jika digunakan pada smartphone.

Media Pembelajaran Video Interaktif yang dikembangkan peneliti hanya dapat diakses secara online. Hal tersebut karena menurut asumsi peneliti jika diakses offline maka Media Pembelajaran Video Interaktif membutuhkan memori yang cukup besar, yaitu 800 MB untuk mengunduh video dan tampilan lain jika harus diakses secara offline, maka dari itu peneliti memilih untuk menampilkan video melalui kanal youtube.

Media Video Interaktif berbasis android memiliki kelebihan sekaligus kekurangan sesuai hasil validasi produk, revisi produk, sampai dengan produk akhir.

Kelebihan media tersebut di antaranya :

1. Isi materi sesuai dengan KI, KD, dan Indikator,

2. Materi dalam video disajikan dengan gambar dan tulisan yang menarik, variasi warna teduh di mata, dan narasi dapat memotivasi peserta didik.

3. Materi lengkap, jelas, serta kedalaman materi sesuai dengan kemampuan daya tangkap peserta didik kelas X.

4. Tulisan dan gambar pada video sudah jelas dengan menggunakan bahasa yang padat dan singkat.

5. Narasi sesuai isi materi, pelafalan dan intonasi jelas dengan bahasa yang padat dan jelas.

6. Kualitas soal evaluasi sesuai dengan kemampuan peserta didik kelas X, serta menggunakan KKO yang tepat.

7. Soal evaluasi sesuai dengan KI, KD dan indikator.

8. Tampilan layout menarik dengan variasi serta pemilihan warna yang kontras dengan gambar dan huruf.

9. Warna dan gambar tampilan kontras dan menarik, warna dalam video teduh di mata.

10. Jenis dan ukuran huruf pada isi video sudah tepat dan dapat dibaca dengan baik dan jelas.

11. Penempatan tombol menu utama dan tombol untuk menjawab soal sudah tepat.

12. Bahasa yang digunakan sederhana, mudah-mudahan segera bisa dipahami oleh peserta didik.

13. Kalimat yang digunakan jelas, singkat dan informatif.

Kelebihan dari Media Pembelajaran Video Interaktif sesuai dengan pernyataan Arsyad (2013: 74) yang menjelaskan bahwa kriteria pemilihan media bersumber dari konsep, yaitu media pembelajaran merupakan bagian dari sistem pembelajaran secara keseluruhan, sehingga memungkinkan peserta didik dapat berinteraksi dengan media yang dipilih.

Adapun kelemahan dari Media Pembelajaran Video Interaktif menurut hasil validasi, revisi produk, sampai dengan produk akhir adalah harus diakses secara online, hal ini tentu membutuhkan kuota atau Wi-Fi, dan jaringan internet yang baik. Kelemahan lain menurut peneliti adalah Media Pembelajaran Video Interaktif dapat diatur untuk diakses offline, dengan catatan android peserta didik atau guru mampu dan tidak terganggu untuk menyimpan media dengan kapasitas 800 MB. Harapan Guru Biologi yang telah diwawancarai peneliti mengenai pengembangan media interaktif yang hemat kuota, belum bisa terwujud. Kelemahan tersebut mengingatkan peneliti terhadap pernyataan Kuntarto (2017) yakni pembelajaran daring adalah pembelajaran yang mampu mempertemukan peserta didik dengan guru untuk melaksanakan interaksi pembelajaran dengan bantuan internet.

Daring merupakan singkatan dari ―dalam jaringan‖ sebagai pengganti

kata online yang sering kita gunakan dalam kaitannya dengan teknologi internet. Sehingga pembelajaran daring membutuhkan jaringan internet yang baik. Maka masih diperlukan inovasi dan kreativitas untuk dapat mencari jalan keluar dari masalah ini.

Dokumen terkait