• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Data Keterampilan Proses Sains Siswa .1 Uji Pengaruh Antar Dua Variabel .1 Uji Pengaruh Antar Dua Variabel

METODE PENELITIAN

3.7 Metode Analisis Data .1 Analisis Data Awal .1 Analisis Data Awal

3.7.2 Analisis Data Akhir .1 Uji Normalitas .1 Uji Normalitas

3.7.2.4 Analisis Data Keterampilan Proses Sains Siswa .1 Uji Pengaruh Antar Dua Variabel .1 Uji Pengaruh Antar Dua Variabel

< t’ < 2 1 2 2 1 1 w w t w t w

hal ini berarti tidak terdapat perbedaan

ketercapaian kompetensi dasar siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol b) Jika -2 1 2 2 1 1 w w t w t w < t2 1 2 2 1 1 w w t w t w

hal ini berarti terdapat perbedaan ketercapaian kompetensi dasar siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.

dengan dan

dan Keterangan :

X 1 = Rata-rata postes kelas eksperimen. X 2 = Rata-rata postes kelas kontrol. n1 = Jumlah siswa kelas eksperimen. n2 = Jumlah siswa kelas kontrol.

s1 = Simpangan baku kelas eksperimen. s2 = Simpangan baku kelas kontrol.

3.7.2.4 Analisis Data Keterampilan Proses Sains Siswa 3.7.2.4.1 Uji Pengaruh Antar Dua Variabel

Uji ini digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan pendekatan proses bervisi SETS terhadap keterampilan proses sains siswa kelas XI SMA N 1 Kradenan. Uji ini pada prakteknya membandingkan nilai keterampilan proses siswa di kelas eksperimen dan nilai keterampilan proses siswa di kelas kontrol

untuk melihat adakah pengaruh pemberian perlakuan pendekatan proses bervisi SETS dalam pembelajaran. Pengujian ini akan menggunakan rumus korelasi product-moment (Arikunto, 2006:275).

∑ ∑ ∑

√ ∑ ∑ ∑ ∑ = Jumlah pasangan data

= Nilai keterampilan proses sains kelas eksperimen = Nilai keterampilan proses sains kelas kontrol

Indeks yang didapat kemudian akan diinterpretasikan dengan tabel

menggunakan Tabel 3.17.

Tabel 3.17 Interpretasi Nilai (Arikunto, 2006:276)

Besarnya nilai Interpretasi

0,8 ≤ ≤ 1,00 Tinggi 0,6 ≤ < 0,8 Cukup 0,4 ≤ < 0,6 Agak Rendah 0,2 ≤ < 0,4 Rendah 0,0 ≤ < 0,2 Sangat Rendah

Apabila diperoleh angka negatif, berarti menunjukkan bahwa pengaruh pembelajaran pendekatan proses bervisi SETS berpengaruh negatif terhadap keterampilan proses sains siswa dan interpretasinya adalah kebalikan dari tabel diatas (Arikunto, 2006:276). Pada penelitian ini diharapkan pendekatan proses bervisi SETS dapat memberikan pengaruh lebih besar atau sama dengan 0,4. 3.7.2.4.2 Penentuan Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi adalah koefisien yang menyatakan berapa persen (%) besarnya pengaruh suatu variabel bebas terhadap variabel terikat. Dalam hal ini adalah pengaruh penerapan pendekatan proses bervisi SETS terhadap

keterampilan proses sains siswa kelas XI SMA N 1 Kradenan. Rumus yang digunakan:

KD = ( ) Keterangan:

KD = Koefisien determinasi

= koefisien korelasi produk momen (Sudjana, 2005).

3.7.2.4.3 Perhitungan N-Gain

Melter dalam Hernani et al. (2009) perhitungan N-Gain digunakan untuk mengukur perkembangan hasil belajar siswa, dalam hal ini keterampilan proses sains siswa, dengan rumus:

N-Gain =

( - ) ( - )

Dengan tingkat pencapaian harga N-Gain sebagai berikut: 0,00 – 0,29 = kategori rendah

0,30 – 0,69 = kategori sedang

0,70 – 1,00 = kategori pencapaian tinggi 3.7.2.5 Analisis Data Ranah Afektif Siswa

Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui nilai hasil belajar afektif dikelas eksperimen maupun kelas kontrol. Kriteria penilaian ditampilkan pada Tabel 3.18. Untuk menentukan skor siswa menggunakan rumus sebagai berikut:

Tabel 3.18 Kriteria Skor Afektif Siswa Nilai Kategori 28 ≤ skor ≤ 32 23 ≤ skor ≤ 27 18 ≤ skor ≤ 22 13 ≤ skor ≤ 17 8 ≤ skor ≤ 12 Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang

Tiap aspek dari penilaian afektif dianalisis untuk mengetahui rata-rata nilai tiap aspek dalam satu kelas tersebut. Rumus yang digunakan yaitu:

Tiap aspek dalam penilaian afektif dikategorikan sesuai Tabel 3.19 berikut:

Tabel 3.19 Kategori Rata-Rata Nilai Tiap Aspek Penilaian Afektif Rata-rata nilai tiap aspek Kategori

3,4 < Nilai ≤ 4,0 2,8 < Nilai ≤ 3,4 2,7 < Nilai ≤ 2,8 1,6 < Nilai ≤ 2,2 1,0 < Nilai ≤ 1,6 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah 3.7.2.6 Analisis Deskriptif terhadap Hasil Angket

Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui respon siswa baik dikelas eksperimen. Adapun penskoran untuk masing-masing butir seperti pada Tabel 3.20.

Tabel 3.20 Penskoran Tiap Butir Angket

Pernyataan SS S TS STS Skor Jawaban 4 3 2 1 Keterangan: SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju

Kriteria penilaian ditampilkan pada Tabel 3.21. Untuk menentukan skor siswa menggunakan rumus sebagai berikut:

Tabel 3.21 Kriteria Skor Total Respon Siswa Terhadap Pembelajaran

Nilai tiap Aspek Kategori

40 ≤ skor ≤ 48 30 ≤ skor ≤ 39 21 ≤ skor ≤ 29 12 ≤ skor ≤ 20 Sangat Berkesan Berkesan Cukup Berkesan Tidak Berkesan

Pembelajaran disimpulkan berkesan positif kepada siswa jika setidaknya ada 22 siswa yang interpretasi skor angketnya menyatakan sangat berkesan dan berkesan.

Tiap aspek dari data respon siswa dianalisis untuk mengetahui rata-rata nilai tiap aspek dalam satu kelas tersebut. Rumus yang digunakan yaitu:

Dari tiap aspek dalam penilaian respon siswa terhadap pembelajaran dikategorikan sesuai kategori yang ditampilkan dalam Tabel 3.22 berikut:

Tabel 3.22 Kategori Rata-Rata Nilai Tiap Aspek Respon Siswa Rata-rata nilai tiap aspek Kategori

3,4 < Nilai ≤ 4,0 2,8 < Nilai ≤ 3,4 2,7 < Nilai ≤ 2,8 1,6 < Nilai ≤ 2,2 1,0 < Nilai ≤ 1,6 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

116

BAB V

PENUTUP

A. Simpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pembelajaran kimia dengan menggunakan pendekatan proses bervisi SETS berpengaruh positif terhadap keterampilan proses sains siswa dengan indeks rxy sebesar 0,2. Besarnya pengaruh pendekatan proses bervisi SETS terhadap keterampilan proses sains siswa sebesar 4%. 2. Siswa memberikan tanggapan yang positif terhadap pembelajaran kimia

dengan menggunakan pendekatan proses bervisi SETS dengan 25 siswa menyatakan pembelajaran sangat berkesan dan 13 siswa menyatakan pembelajaran berkesan.

B. Saran

Saran yang dapat disampaikan terkait penelitian ini sebagai berikut :

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pendekatan proses bervisi SETS agar dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa dan juga ketercapaian kompetensi dasar ranah kognitif.

2. Guru agar lebih kreatif dalam memilih materi-materi apa saja yang dapat disampaikan dengan pendekatan proses bervisi SETS.

3. Perbaikan pada lembar petunjuk praktikum pada bagian pendahuluan/ artikel dan ditambah dengan petunjuk pengisian lembar petunjuk praktikum yang lebih spesifik.

4. Pembelajaran dengan pendekatan proses bervisi SETS harus memiliki aktivitas atau kegiatan pembelajaran yang lebih variatif dapat mengakomodasi semua tipe gaya belajar siswa sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal.

5. Perlu penilaian keterampilan proses sains dari sisi ranah psikomotorik. 6. Perlu penelitian lebih lanjut apakah pendekatan proses bervisi SETS

118