METODE PENELITIAN
SARANA/SUM BER
5. PERANGKAT PEMBELAJARAN
Sumber Belajar:
- Buku kimia yang terdapat informasi kelarutan dan hasil kali kelarutan
- Johari, JMC & M. Rachmawati. 2010. Chemistry 2B for Senior High School Grade XI Semester 2. Jakarta: Esis
- Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti edisi ketiga. Jakarta: Erlangga
- Website yang memuat informasi pengaruh penambahan ion senama terhadap kelarutan
- Berita surat kabar
6. PRODUK PEMBELAJARAN Sumber Daya Manusia
- Siswa dapat menjelaskan pengaruh penambahan ion senama dalam larutan - Siswa dapat menganalisis dan menginterpretasikan penerapan materi dalam
bidang teknologi dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat
- Keterampilan proses sains dalam diri siswa tumbuh dan berkembang untuk diterapkan dalam menghadapi fenomena kehidupan sehari-hari
Non Sumber Daya Manusia - Laporan praktikum
- Kumpulan hasil diskusi dan analisa keterkaitan penerapan kelarutan dan hasil kali kelarutan dalam bidang teknologi dan implikasinya pada lingkungan dan masyarakat (konteks SETS)
7. EVALUASI PROGRAM DAN HASIL BELAJAR Evaluasi Program
- Kecukupan dan kesesuaian perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi melalui observasi diri, kelompok, serta proses oleh guru dan siswa
Evaluasi Hasil Belajar Aspek Kognitif
Menguji siswa dengan soal-soal tentang pengaruh ion senama terhadap kelarutan
Aspek Afektif
Mengobservasi sikap siswa selama pembelajaran berlangsung Aspek Psikomotorik
Mengobservasi keterampilan proses siswa selama praktikum dan kemampuan siswa dalam kegiatan diskusi
8. ALAT EVALUASI
a. Penilaian Aspek Kognitif
1. Jelaskan pengaruh ion senama terhadap kelarutan! 2. Tentukan kelarutan AgCl dalam:
a. Air murni b. NaCl 0,01 M
c. AgNO30,001 M (Ksp AgCl = 10-10)
3. Buatlah diagram keterhubungkaitan unsur SETS untuk topik kesadahan air ! b. Kunci jawaban
telah berisi salah satu ion garam tersebut , maka kelarutan garam lebih kecil daripada kelarutannya dalam air murni. Adanya ion senama mengakibatkan kesetimbangan bergeser ke kiri, atau ke arah zat yang mengendap, sehingga kelarutan berkurang.
2. Diketahui:
a. Ksp AgCl = 10-10
AgCl(s) Ag+(aq) + Cl-(aq)
s s s
Ksp = 10-10 = s2
s = √
s = 10-5
Kelaruan AgCl dalam air murni 10-5 mol/L b. Kelarutan AgCl dalam NaCl 0,01 M
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq) 0,01 M 0,01 M 0,01 M AgCl(s) Ag+(aq) + Cl-(aq)
s s s
Ksp =
Penambahan jumlah ion Cl- dalam campuran diatas menyebabkan pergeseran kesetimbangan pada reaksi kesetimbangan AgCl. Reaksi kesetimbangan akan bergeser kearah AgCl sehingga menyebabkan jumlah padatan AgCl bertambah atau kelarutan AgCl berkurang. Kelarutan AgCl berkurang akan menyebabkan jumlah ion Cl-juga berkurang menjadi lebih kecil dari s. Karena nilai s juga sudah sangat kecil dibandingkan nilai 0,1 M (konsentrasi Cl-dari larutan NaCl), maka yang digunakan dalam perhitungan hanyalah nilai konsentrasi Cl-dari larutan NaCl.
Ksp = 10-10 = (0,01)
= 10-8 mol/L
Jadi kelarutan AgCl dalam larutan NaCl 0,01 M sebesar 10-8mol/liter c. Kelarutan AgCl dalam larutan AgNO30,001 M
AgNO3(aq) Ag+(aq) + NO3-(aq)
0,001 M 0,001 M 0,001 M AgCl(s) Ag+(aq) + Cl-(aq)
s s s
Ksp = 10-10 = (0,001)
= 10-7 mol/L
9. PENANGGUNG JAWAB LINGKUNGAN
Mempengaruhi transfer hara yang mempengaruhi kesuburan
Beberapa jenis ikan memerlukan kisaran kesadahan tertentu
MASYARAKAT Tersedia air minum bebas sadah
Mengurangi terbentuknya kerak pada pipa dan panci Konsumsi sabun yang tinggi bisa dikurangi
TEKNOLOGI Penghilangan kesadahan air
SAINS
Pengaruh ion senama terhadap kelarutan
Subjek Pembelajaran : Kimia
Materi Pokok : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Kelas / Semester : XI / II
Kelompok Target : Bervisi SETS Pertemuan ke : 4
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
2. KOMPETENSI CAPAIAN DAN INDIKATORNYA Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya Kompetensi Dasar
4.6 Memprediksiterbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan
Indikator
1. Menentukan pH larutan dari harga Kspnya dan sebaliknya
2. Menjelaskan analisis keterhubungkaitan antar unsur SETS untuk penambahan fluorida dalam pasta gigi
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa secara dapat menjelaskan pengaruh perubahan pH terhadap kelarutan setelah melakukan praktikum
2. Siswa dapat secara mandiri menghitung pH larutan dari harga Kspnya dan sebaliknya setelah diskusi kelas
3. Siswa dapat menganalisis penerapan sains pengaruh pH terhadap kelarutan pada topik penambahan senyawa flouride dalam pasta gigi dalam bidang teknologi dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dalam diskusi kelompok 3. ANALISIS MATERI
1. (a) Hubungan pH terhadap Kelarutan
Sesuai prinsip penambahan ion senama, basa lebih mudah larut dalam larutan yang bersifat asam, dan sukar larut dalam larutan yang bersifat basa. Suatu basa sukar larut, kelarutannya semakin kecil jika pH dinaikkan. Semakin besar konsentrasi OH-, maka kelarutan suatu basa semakin berkurang. Misal, Ksp Mg(OH)2= 2 x 10-12, kelarutannya dalam air murni sebesar 7,9 x 10-5 mol/L.
Tapi, kelarutan Mg(OH)2 dalam larutan yang memiliki pH = 9 pH = 9, pOH = 5
[OH-] = 10-5
Ksp =
2 x 10-12= s . (10-5)2
= 2 x 10-2 mol/L
Kelarutan Mg(OH)2dalam larutan yang mempunyai pH = 12 pH = 12, pOH = 2
[OH-] = 10-2
Ksp =
2 x 10-12= s . (10-2)2
(b) Menghitung pH dari Ksp
Harga pH dapat digunakan untuk menghitung Ksp dari suatu basa yang sukar larut. Sebaliknya harga Ksp suatu basa yang sukar larut dapat digunakan untuk menentukan pH larutan.
Contoh:
Ke dalam satu liter larutan 0,001 M MgCl2dimasukkan NaOH pekat tetes demi tetes. Tentukanlah pH larutan, saat dalam larutan ini mulai terlihat endapan putih Mg(OH)2. Ksp Mg(OH)2= 9 x 10-12dan volume dianggap tetap.
Jawab:
MgCl2(aq) Mg2+(aq) + 2 Cl-(aq) 0,001 M 0,001 M 0,002 M Ksp = 9 x 10-12 = (0,001) = 9 x 10-9 = 9,5 x 10-5 pOH = -log [ ] = - log 9,5 x 10-5 = 5 – log 9,5 pH = 9 + log 9,5
2. Penambahan Fluorida dalam Pasta Gigi
Kerusakan gigi dikarenakan suasana asam pada mulut yang dihasilkan bakteri pengurai makanan (sains). Salah satu cara untuk mengurangi kerusakan gigi yaitu menambahkan fluorida dalam pasta gigi (teknologi). Dampak dari penambahan fluorida dalam pasta gigi, dapat meningkatkan taraf kesadaran masyarakat terhadap kesehatan (masyarakat). Namun penambahan fluorida berlebihan, mengakibatkan kurang baik bagi kesehatan jika secara tidak sengaja menelan pasta gigi (masyarakat). Hal ini biasanya terjadi pada anak-anak yang baru belajar gosok gigi. Sampah plastik kemasan pasta gigi dapat mencemari lingkungan jika tidak diatasi (lingkungan), maka dari itu perlu upaya penanggulangan limbah sampah plastik kemasan (lingkungan).
4. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran : Bervisi SETS
Metode : diskusi informasi, tanya jawab, penugasan Bentuk Kegiatan Belajar Mengajar
Tahap Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi salam
2. Guru mengecek presensi siswa
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 4. Memberikan apersepsi dengan memberikan
pertanyaan: Bagaimanakah pengaruh ion senama terhadap kelarutan?
7 menit
Kegiatan Utama
Eksplorasi
1. Guru menggali pengetahuan awal siswa dengan mengajukan pertanyaan tentang peristiwa sehari-hari.
“Anak-anak, sudah sikat gigi pagi ini? Kalian sikat gigi menggunakan apa? Pasta gigi? Mengapa gosok gigi harus
terjadi kalau kita silat gigi lebih dari 2 kali sehari?”
2. Guru mengecek apakah siswa sudah membawa artikel tentang penambahan senyawa flouride dalam pasta gigi.
3. Guru meminta siswa berkumpul sesuai kelompoknya
Elaborasi
4. Guru membagikan lembar kerja kepada setiap kelompok
5. Siswa menganalisis artikel masing-masing 6. Meminta siswa mengerjakan soal-soal
latihan yang ada di lembar kerja siswa secara kelompok.
7. Membimbing siswa untuk membuat analisis keterhubungkaitan antar unsur SETS untuk topik penambahan fluorida dalam pasta gigi. 8. Meminta beberapa siswa maju
menyampaikan jawaban Konfirmasi
9. Memberi pertanyaan tentang materi pengaruh pH terhadap kelarutan yang telah dibahas.
10.Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum jelas. 11.Memberi kesempatan siswa untuk
menjawab pertanyaan teman mengenai materi yang belum dikuasai.
Penutup 1. Membimbing siswa untuk menarik simpulan secara umum mengenai materi yang telah dibahas.
2. Memberi tugas rumah
3. Menginformasikan kepada siswa bahwa pertemuan selanjutkan akan mempelajari materi reaksi pengendapan.
4. Meminta siswa mencari artikel tentang pemurnian garam krosok
5. Guru menutup kelas dengan salam.
10 menit
5. PERANGKAT PEMBELAJARAN Alat/bahan:
- Komputer, Laptop, LCD, Lembar Kerja Siswa Sumber Belajar:
- Buku kimia yang terdapat informasi kelarutan dan hasil kali kelarutan
- Johari, JMC & M. Rachmawati. 2010. Chemistry 2B for Senior High School Grade XI Semester 2. Jakarta: Esis
- Website yang memuat informasi tentang pasta gigi dan kandungannya serta fungsinya
- Berita surat kabar
6. PRODUK PEMBELAJARAN Sumber Daya Manusia
- Siswa dapat menentukan pH larutan dari harga Kspnya - Siswa dapat menjelaskan pengaruh pH terhadap kelarutan
- Siswa menganalisis dan menginterpretasikan penerapan materi pada topik penambahan senyawa fluoride dalam pasta gigi dalam bidang teknologi dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat
- Keterampilan proses sains dalam diri siswa tumbuh dan berkembang untuk diterapkan dalam menghadapi fenomena kehidupan sehari-hari
Non Sumber Daya Manusia
- Kumpulan hasil diskusi dan analisa keterkaitan penerapan kelarutan dan hasil kali kelarutan dalam bidang teknologi dan implikasinya pada lingkungan dan masyarakat (konteks SETS)
7. EVALUASI PROGRAM DAN HASIL BELAJAR Evaluasi Program
- Kecukupan dan kesesuaian perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi melalui observasi diri, kelompok, serta proses oleh guru dan siswa
Evaluasi Hasil Belajar Aspek Kognitif
Menguji siswa dengan soal-soal tentang pengaruh pH terhadap kelarutan Aspek Afektif
Mengobservasi sikap siswa selama pembelajaran berlangsung Aspek Psikomotorik
Mengobservasi keterampilan proses siswa selama praktikum dan kemampuan siswa dalam kegiatan diskusi
8. ALAT EVALUASI
a. Penilaian Aspek Kognitif
1. Jelaskan pengaruh pH terhadap kelarutan?
2. Jika larutan jenuh basa L(OH)2 mempunyai pH 8, berapa harga Ksp larutan jenuh tersebut?
3. Jika diketahui Ksp Ca(OH)2= 5 x 10-6, tentukan pH larutan CaCl20,05 M saat ditetesi larutan NaOH mulai membentuk endapan?
4. Buatlah diagram keterhubungkaitan antarunsur SETS untuk topik penambahan fluorida dalam pasta gigi!
b. Jawaban Pertanyaan
1. Suatu basa sukar larut, kelarutannya semakin kecil jika pH dinaikkan. Semakin besar konsentrasi OH-, maka kelarutan suatu basa semakin berkurang.
2. Larutan jenuh basa L(OH)2
2(s) (aq) (aq) s s 2s [L2+] = x [OH-] = 5 x 10-7 Ksp L(OH)2 = [L2+] [OH-]2 = 5 x 10-7 . (10-6)2= 5 x 10-19 3. Ksp Ca(OH)2= 5 x 10-6
CaCl2(aq) Ca2+(aq) + 2 Cl-(aq)
0,05 M 0,05 M 0,1 M Ksp = 5 x 10-6 = (0,05) = 10-4 = 10-2 pOH = -log [ ] = - log 10-2 = 2 pH = 12 4. LINGKUNGAN
Menimbulkan pencemaran tanah yang
dihasilkan dari limbah plastik kemasan
Penanggulangan dengan cara daur ulang dapat mengurangi penceemaran
MASYARAKAT
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan Pasta gigi yang tidak sengaja tertelan berdampak buruk bagi kesehatan
Daur ulang sampah kemasan pasta gigi menjadi kerajinan tangan dapat menambah pendapatan masyarakat
TEKNOLOGI
Penambahan senyawa flourida dalam pasta gigi
SAINS
Pengaruh pH terhadap kelarutan
Subjek Pembelajaran : Kimia
Materi Pokok : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Kelas / Semester : XI / II
Kelompok Target : Bervisi SETS Pertemuan ke : 5
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
2. KOMPETENSI CAPAIAN DAN INDIKATORNYA Standar Kompetensi
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya Kompetensi Dasar
4.6 Memprediksiterbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan
Indikator
1. Memperkirakan terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp dan
2. Menjelaskan analisis keterhubungkaitan antar unsur SETS untuk topik pemurnian garam krosok
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa secara mandiri dapat memprediksi terbentuknya endapan berdasarkan harga Ksp dan mengevaluasi hasilnya setelah melakukan diskusi kelas
2. Siswa dapat secara berkelompok menganalisis penerapan sains reaksi pengendapan tentang reaksi pemurnian garam dalam bidang teknologi dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat dalam diskusi kelompok 3. ANALISIS MATERI
1. Memperkirakan Pengendapan
Harga Ksp suatu elektrolit dapat digunakan untuk memperkirakan
pengendapan suatu larutan. Semakin besar harga Ksp suatu senyawa, maka semakin mudah larut senyawa tersebut. Mengendap atau tidak senyawa AxBy, dapat dilihat dari harga [Ay+]x.[Bx-]y, atau yang disebut dengan Qc.
• Jika Qc < Ksp, maka AxBy belum mengendap • Jika Qc = Ksp, maka larutan tepat jenuh • Jika Qc > Ksp,telah terbentuk endapan AxBy
2. Pembuatan garam dapur (teknologi) menggunakan prinsip kelarutan dan hasil kali (sains). Dengan pemurnian garam dapur dari senyawa pengotor, maka dihasilkan garam murni (masyarakat). Iodium dalam garam dapur dapat menjadi asupan gizi untuk kecerdasan anak (masyarakat) dan mencegah penyakit gondok (masyarakat). Garam dapur juga dapat dimanfaatkan sebagai obat kumur alami (masyarakat). Plastik kemasan garam dapur jika tidak dikelola dengan baik, menyebabkan pencemaran tanah (lingkungan)
4. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran : Bervisi SETS
Metode : diskusi informasi, tanya jawab, praktikum Bentuk Kegiatan Belajar Mengajar
Pendahuluan 1.Guru memberi salam
2.Guru mengecek presensi siswa
3.Guru menjelaskan tujuan pembelajaran 4. Guru mengingatkan siswa kembali tentang
materi yang telah lalu dengan mengajukan pertanyaan
a. Bagaimana pengaruh pH terhadap kelarutan ?
b. Mengapa senyawa fluorida ditambahkan ke dalam pasta gigi ?
7 menit
Kegiatan Utama
Eksplorasi
1. Guru menggali pengetahuan awal siswa dengan mengajukan pertanyaan tentang peristiwa sehari-hari.
Guru meminta salah satu siswa yang berasal dari daerah sekitar Bledug Kuwu untuk menceritakan di depan kelas proses pembuatan garam di Bledug Kuwu. Guru kemudian menambahkan bahwa kandungan NaCl dalam garam tersebut masih rendah dan harganya juga murah. Maka hari ini kita akan belajar bagaimana salah satu cara untuk meningkatkan kadar NaCl dalam garam tersebut.
2. Meminta siswa mengkondisikan diri sesuai kelompoknya.
3. Memberi kesempatan siswa untuk bertanya mengenai materi sebelum diskusi dimulai.
Eksplorasi
4. Guru membagikan lembar kerja kepada setiap kelompok
5. Siswa menganalisis artikel masing-masing 6. Meminta siswa mengerjakan soal-soal latihan yang ada di lembar kerja siswa secara kelompok.
7. Membimbing siswa untuk membuat analisis keterhubungkaitan antar unsur SETS untuk topik pemurnian garam krosok
8. Meminta beberapa siswa maju menyampaikan jawaban
Konfirmasi
9. Guru memberi pertanyaan tentang materi reaksi pengendapan yang telah dibahas. 10.Memberi penghargaan kepada siswa yang
menjawab pertanyaan.
11.Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi yang belum jelas.
materi yang belum dikuasai
Penutup 1. Membimbing siswa untuk menarik simpulan secara umum mengenai materi yang telah didiskusikan bersama
2. Guru mengingatkan siswa untuk belajar karena pertemuan selanjutnya akan diadakan ulangan
3. Guru mengingatkan siswa untuk mengumpulkan makalah sebagai tugas akhir sebelum ulangan dimulai
4. Guru menutup kelas dengan salam.
10 menit
5. PERANGKAT PEMBELAJARAN Alat/bahan:
- Komputer, Laptop, LCD, Lembar Kerja Siswa Sumber Belajar:
- Buku kimia yang terdapat informasi kelarutan dan hasil kali kelarutan
- Johari, JMC & M. Rachmawati. 2010. Chemistry 2B for Senior High School Grade XI Semester 2. Jakarta: Esis
- Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti edisi ketiga. Jakarta: Erlangga
- Website yang memuat informasi tentang pemurnian garam krosok - Berita surat kabar
6. PRODUK PEMBELAJARAN Sumber Daya Manusia
- Siswa dapat memperkirakan terbentuknya endapan suatu senyawa berdasarkan harga Ksp
- Siswa dapat menganalisis dan menginterpretasikan penerapan materi pada topik pemurnian garam krosok dalam bidang teknologi dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat
- Keterampilan proses sains dalam diri siswa tumbuh dan berkembang untuk diterapkan dalam menghadapi fenomena kehidupan sehari-hari
Non Sumber Daya Manusia
- Kumpulan hasil diskusi dan analisa keterkaitan penerapan kelarutan dan hasil kali kelarutan dalam bidang teknologi dan implikasinya pada lingkungan dan masyarakat (konteks SETS)
7. EVALUASI PROGRAM DAN HASIL BELAJAR Evaluasi Program
- Kecukupan dan kesesuaian perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi melalui observasi diri, kelompok, serta proses oleh guru dan siswa
Evaluasi Hasil Belajar Aspek Kognitif
Menguji siswa dengan soal-soal tentang reaksi pengendapan Aspek Afektif
kemampuan siswa dalam kegiatan diskusi 8. ALAT EVALUASI
a. Penilaian Aspek Kognitif
1. Apa yang terjadi pada larutan jika harga Ksp lebih kecil dari hasil kali konsentrasi ion-ionnya?
2. Sebanyak 100 mL AgNO3 0,1 M dicampur dengan 100 mL KI 0,1 M dan diketahui Ksp AgI = 10-16. Apakah terjadi endapan pada pencampuran kedua zat tersebut ?
b. Kunci Jawaban
1. Jika harga Ksp lebih kecil dari hasil kali konsentrasi ion-ion, maka akan terbentuk endapan. 2. Diketahui : n Ag+= 0,1 M . 0,1 L = 10-2 mol n I-= 0,1 M . 0,1 L = 10-2 mol = 5 x 10-2 M = 5 x 10-2 M Qsp = = (5 x 10-2) (5 x 10-2) = 2,5 x 10-3
Qsp > Ksp maka akan terjadi pengendapan AgI
Subjek Pembelajaran : Kimia
Materi Pokok : Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan Kelas / Semester : XI / II
Kelompok Target : Bervisi SETS Pertemuan ke : 6
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
2. KOMPETENSI CAPAIAN DAN INDIKATORNYA Standar Kompetensi:
4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya Kompetensi Dasar:
4.6 Memprediksiterbentuknya endapan dari suatu reaksi berdasarkan prinsip kelarutan dan hasil kali kelarutan
Indikator:
1. Menjelaskan kesetimbangan dalam larutan jenuh atau larutan garam yang sukar larut.
2. Menuliskan ungkapan berbagai Ksp elektrolit yang sukar larut dalam air. 3. Menghubungkan tetapan hasil kali kelarutan dengan tingkat kelarutan atau
pengendapannnya.
4. Menghitung kelarutan suatu elektrolit yang sukar larut berdasarkan data harga Ksp atau sebaliknya.
Tujuan Pembelajaran
1. Siswa secara mandiri dapat mengevaluasi diri mengenai kepahamannya terhadap materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan mengerjakan soal-soal ulangan
3. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pembelajaran : Bervisi SETS
Metode : Diskusi dan Tanya jawab
Bentuk Kegiatan Belajar Mengajar
Tahap Kegiatan Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Guru memberi salam
2. Guru mengecek presensi siswa
10 menit Kegiatan
Utama
Eksplorasi
1. Guru menanyakan kepada siswa apakah ada hal yang ingin ditanyakan sebelum ulangan dimulai Elaborasi
2. Guru membagikan kertas soal ulangan dan lembar jawaban kepada siswa.
3. Siswa diberi waktu 1 jam untuk mengerjakan soal tersebut.
4. Guru mengawasi jalannya ulangan
5. Siswa mengumpulkan soal dan lembar jawaban Konfirmasi
6. Guru membagikan angket tanggapan siswa terhadap pembelajaran yang telah berlangsung 7. Siswa mengisi angket yang dibagikan guru 8. Siswa mengumpulkan angket kepada guru
4. PERANGKAT PEMBELAJARAN Alat dan Bahan
- Soal ulangan, lembar jawaban, lembar angket tanggapan siswa Sumber Rujukan
- Buku kimia yang terdapat informasi kelarutan dan hasil kali kelarutan
- Johari, JMC & M. Rachmawati. 2010. Chemistry 2B for Senior High School Grade XI Semester 2. Jakarta: Esis
- Chang, Raymond. 2004. Kimia Dasar: Konsep-Konsep Inti edisi ketiga. Jakarta: Erlangga
- Website yang memuat informasi tentang kelarutan dan hasil kali kelarutan - Berita surat kabar
5. PRODUK PEMBELAJARAN Sumber Daya Manusia
- Siswa dapat termotivasi untuk giat belajar saat mengetahui manfaat belajar kelarutan dan hasil kali kelarutan
- Keterampilan proses sains dalam diri siswa tumbuh dan berkembang untuk diterapkan dalam menghadapi fenomena kehidupan sehari-hari
Non Sumber Daya Manusia - Jawaban ulangan siswa
- Jawaban angket tanggapan siswa
6. EVALUASI PROGRAM DAN HASIL BELAJAR Evaluasi Program
- Kecukupan dan kesesuaian perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi melalui observasi diri, kelompok, serta proses oleh guru dan siswa
Evaluasi Hasil Belajar Aspek Kognitif
Menguji siswa dengan melakukan ulangan Aspek Afektif
Mengobservasi sikap siswa selama pembelajaran berlangsung Aspek Psikomotorik
Mengobservasi keterampilan proses siswa selama pembelajaran berlangsung
LEMBAR KERJA SISWA 1