Harga Produsen Kelapa sawit
6.4. ANALISIS KINERJA PERDAGANGAN KELAPA SAWIT
Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) digunakan untuk menganalisis posisi atau tahapan perkembangan suatu komoditas. ISP minyak sawit, minyak inti sawit dan lain-lain dan total kelapa sawit Indonesia dapat dilihat pada Tabel 6.2.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 91
Tabel 6.2 menunjukkan bahwa nilai ISP kelapa sawit yang dihitung berdasarkan nilai ekspor dan impor terlihat bernilai positif berkisar antara 0,974 s/d 1,00. Hal ini berarti bahwa komoditas kelapa sawit Indonesia dalam wujud minyak sawit dan minyak inti sawit pada perdagangan dunia telah berada pada tahap pematangan ekspor atau memiliki daya saing tinggi atau sebagai negara pengekspor kelapa sawit dunia.
Tabel 6.2. Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) minyak sawit, minyak inti sawit dan lain-lain Indonesia, 2006 – 2010
Uraian Nilai (000 US$)
2006 2007 2008 2009 2010
Minyak Sawit
Ekspor-Impor 4.811.088 7.867.615 12.370.556 10.445.438 13.431.165 Ekspor+Impor 4.824.196 7.869.663 12.380.584 10.471.691 13.506.767
ISP 0,997 1,000 0,999 0,997 0,994
Minyak Inti Sawit
Ekspor-Impor 613.251 993.862 1.420.018 1.113.670 1.725.485 Ekspor+Impor 619.700 1.001.748 1.427.897 1.116.789 1.729.901 ISP 0,990 0,992 0,994 0,997 0,997 Lain-lain Ekspor-Impor 115.734 209.767 306.549 153.211 213.555 Ekspor+Impor 118.351 213.910 314.853 156.882 220.407 ISP 0,978 0,981 0,974 0,977 0,969 Total Sawit Ekspor-Impor 5.540.072 9.071.244 14.097.123 11.712.318 15.370.205 Ekspor+Impor 5.562.247 9.085.321 14.123.335 11.745.363 15.457.075 ISP 0,996 0,998 0,998 0,997 0,994
Sumber: BPS, diolah Pusdatin
Bila dilihat dari ratio ketergantungan terhadap impor kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, Indonesia termasuk dalam kategori yang rendah ketergantungannya terhadap impor kelapa sawit, hal ini terlihat dari nilai IDR tahun 2006 -2010 hanya berkisar antara 0,05% sampai dengan 0,82% (Tabel 6.3). Impor kelapa sawit yang sebagian besar dalam wujud minyak sawit, olein yang dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya walaupun dalam nilai yang sangat kecil. Sejalan dengan
92 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
hal tersebut bila dilihat dari sisi kemampuan produksi kelapa sawit dalam negeri terlihat cukup tinggi bahkan sebagian besar untuk diekspor/surplus, hal ini dapat dilihat dari SSR yang cukup besar 265,26% s/d 545,28%. Hal ini dapat dilihat secara rinci pada Tabel 6.3.
Tabel 6.3. Import Dependency Ratio (IDR) dan Self Sufficiency Ratio (SSR) kelapa sawit Indonesia, 2006 – 2010
2006 2007 2008 2009 2010 1 Produksi (Ton) 20.821.018 21.197.670 21.047.746 23.189.152 23.712.013 Minyak sawit 17.350.848 17.664.725 17.539.788 19.324.293 19.760.011 Inti Sawit 3.470.170 3.532.945 3.507.958 3.864.859 3.952.002 2 Ekspor *) (Ton) 13.374.959 13.210.742 15.647.566 18.958.635 17.864.141 Minyak sawit 12.100.921 11.875.418 14.290.685 17.203.650 16.291.856 Inti Sawit 1.274.038 1.335.324 1.356.880 1.754.984 1.572.285 3 Impor *) (Ton) 15.054 4.247 10.994 22.187 48.082 Minyak sawit 11.416 1.068 8.822 21.138 46.720 Inti Sawit 3.639 3.179 2.172 1.048 1.362 4 Prod + Impor-Ekspor (Ton) 7.461.113 7.991.175 5.411.175 4.252.704 5.895.954 Minyak sawit 5.261.343 5.790.375 3.257.925 2.141.781 3.514.875 Inti Sawit 2.199.770 2.200.800 2.153.250 2.110.923 2.381.079 5 IDR (%) 0,20 0,05 0,20 0,52 0,82 Minyak sawit 0,22 0,02 0,27 0,99 1,33 Inti Sawit 0,17 0,14 0,10 0,05 0,06 6 SSR (%) 279,06 265,26 388,97 545,28 402,17 Minyak sawit 329,78 305,07 538,37 902,25 562,18 Inti Sawit 157,75 160,53 162,91 183,09 165,98
Sumber : BPS dioah Pusdatin
Keterangan : *) tidak termasuk kode HS 1207992000 dan 2306600000
Uraian
No Tahun
Indeks Keunggulan Komparatif atau RSCA (Revealed Symmetric
Comparative Advantage) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengukur keunggulan komparatif di suatu wilayah, untuk mengukur keunggulan komparatif kelapa sawit Indonesia dalam perdagangan dunia. Hasil analisis RSCA kelapa sawit Indonesia dapat dilihat pada Tabel 6.4.
Tabel 6.4. menunjukkan bahwa komoditas kelapa sawit Indonesia memiliki keunggulan komperatif yang cukup besar di pasar dunia, hal ini
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 93
ditunjukkan nilai RSCA tahun 2006 sebesar 0,97 dan di tahun 2009 sebesar 0,92.
Tabel 6.4. Indeks keunggulan komparatif kelapa sawit Indonesia dalam perdagangan dunia, 2006 - 2009 2006 2007 2008 2009 1 Sawit Indonesia 5.551.160 9.078.283 14.110.229 11.728.840 Dunia 13.647.179 13.259.848 26.075.323 24.033.496 2 Non Migas Indonesia 79.589.100 92.012.300 107.894.200 157.779.103 Dunia 11.341.430.451 12.881.778.535 14.484.741.087 8.232.447.029 3 Rasio Indonesia 0,07 0,10 0,13 0,07 Dunia 0,00120 0,00103 0,00180 0,00292 RCA 57,96357 95,85066 72,64689 25,46347 RSCA 0,97 0,98 0,97 0,92 Sumber: BPS dan UNComtrade, diolah Pusdatin
No Uraian Nilai Ekspor (000 US$)
Perhitungan CMSA (Constant Market Share Analysis) digunakan untuk mengetahui posisi produk ekspor kelapa sawit dalam suatu pasar. Dengan perhitungan CMSA, dapat diketahui efek pertumbuhan dunia (World Growth Effect), efek komposisi komoditas (Commodity Composition Effect), efek distribusi pasar (Market Distribution Effect) dan efek daya saing produk
(Competitiveness Effect). Berdasarkan hasil perhitungan CMSA kelapa sawit tahun 2006 - 2009 ke negara–negara tujuan ekspor terbesar kelapa sawit Indonesia diperoleh hasil analisis seperti tersaji pada Tabel 6.5.
94 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Tabel 6.5. Hasil Perhitungan Constan Market Share Analysis (CMSA) kelapa sawit Indonesia ke dunia, 2006 - 2009
Total
No. Uraian Cina Belanda India Pakistan
1 World Growth Effect US$ 4.231.205.161 % 89,03 2 Commodity Composition Effect US$ ‐83.414.154 % ‐1,76 3 Market Distribution Effect US$ 403.520.125 19.593.342 ‐23.101.807 417.032.318 ‐9.544.453 % 8,49 0,41 ‐0,49 8,77 ‐0,20 4 Competitiveness Effect US$ 201.148.803 585.448.163 627.910.156 187.994.029 614.352.802 % 4,23 12,32 13,21 3,96 12,93 Sumber : Uncomtrade, diolah Pusdatin Negara Tujuan
Total peningkatan nilai ekspor kelapa sawit Indonesia ke dunia dari tahun 2006 sampai dengan 2009 meningkat sebesar 111,35% atau senilai US$ 6,18 milyar yaitu dari US$ 5,55 milyar tahun 2006 menjadi US$ 11,73 milyar di tahun 2009. Peningkatan tersebut disebabkan adanya pengaruh pertumbuhan dunia atau kebutuhan kelapa sawit dunia meningkat sebesar 89,03% sementara pengaruh komposisi komoditas kelapa sawit menurun sebesar 1,76%. Negara-negara tujuan utama ekspor kelapa sawit Indonesia adalah Cina, Belanda, India, dan Pakistan. Jika ditinjau dari pengaruh distibusi pasar ke negara India mendorong kinerja ekspor kelapa sawit Indonesia ke dunia sebesar 8,77% atau US$ 417,03 juta begitu pula untuk Negara Cina sedikit mendorongkinerja ekspor kelapa sawit Indonesia sebesar 0,41% atau US$ 19,59 juta. Sedangkan ekspor kelapa sawit ke Belanda menghambat kinerja ekspor kelapa sawit ke dunia sebesar 0,49 % atau US$ 23,10 juta dan ke Pakistan menghambat sebesar 0,20% atau US$ 9,54 juta
Daya saing kelapa sawit Indonesia di pasar global, khususnya di Negara-negara tujuan ekspor kelapa sawit Indonesia pada tahun 2006 – 2009 secara umum mampu bersaing dengan kelapa sawit dari negara-negara pesaing lainnya. Hal ini ditunjukkan oleh nilai efek daya saing yang positif pada periode 2006-2009 di pasar Cina, Belanda, India dan Pakistan.
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 95
Lampiran 6.1. Provinsi sentra produksi kelapa sawit di Indonesia, 2006 – 2010 2006 2007 2008 2009 2010 *) Rata-rata 1 Riau 4.685.660 5.117.730 5.764.203 5.932.310 6.064.391 5.512.859 30,08 30,08 2 Sumatera Utara 3.244.922 3.083.389 2.738.279 3.158.144 3.230.488 3.091.044 16,86 46,94 3 Sumatera Selatan 1.616.161 1.809.949 1.753.212 2.036.553 2.082.196 1.859.614 10,15 57,08 4 Kalimantan Tengah 1.383.317 1.387.696 1.449.294 1.677.976 1.717.494 1.523.155 8,31 65,39 5 Jambi 1.281.636 1.194.354 1.203.430 1.265.788 1.293.173 1.247.676 6,81 72,20 6 Kalimantan Barat 1.050.450 1.005.100 845.409 862.515 881.768 929.048 5,07 77,27 7 Sumatera Barat 925.155 824.406 794.167 833.476 852.042 845.849 4,61 81,88 8 Lainnya 3.163.547 3.242.101 2.991.794 3.557.531 3.638.459 3.320.611 18,12 100,00 Indonesia 17.350.848 17.664.725 17.539.788 19.324.293 19.760.011 18.329.858 100,00 Share (%) Share kumulatif (%)
Sumber : Ditjen Perkebunan diolah Pusdatin Keterangan : *) Angka sementara
No Provinsi Produksi (Ton)
Lampiran 6.2. Perkembangan harga produsen Kelapa sawit, 2005 – 2009
Tahun Harga Produsen (Rp/Ton) 2005 515.807 2006 575.040 11,48 2007 848.225 47,51 2008 1.197.918 41,23 2009 1.065.667 (11,04) Rata-rata dan laju pertumbuhan (%)
2005-2009 840.531 22,29
Sumber : BPS, diolah Pusdatin
Pertumbuhan (%)
96 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Lampiran 6.3. Perkembangan harga produsen Kelapa Sawit di provinsi sentra produksi, Januari-Desember 2009
Sumut Sumbar Riau Jambi Sumsel Kalbar Kalteng Nasional
Januari 1.135.440 825.000 800.000 837.500 700.000 778.690 950.000 879.860 Februari 1.230.470 900.000 886.400 917.810 700.000 877.420 950.000 927.520 Maret 1.317.690 1.100.000 1.208.000 991.230 700.000 977.270 950.000 994.830 April 1.465.810 1.125.000 1.313.040 1.211.510 650.000 1.066.990 950.000 1.065.750 Mei 1.457.450 1.200.000 1.488.120 1.138.080 715.000 1.118.220 1.100.000 1.108.580 Juni 1.447.410 1.200.000 1.237.180 1.376.710 747.500 1.127.870 1.100.000 1.164.180 Juli 1.326.220 1.200.000 1.108.790 1.147.260 747.500 1.081.700 1.100.000 1.065.890 Agustus 1.404.810 1.250.000 1.225.510 1.188.560 747.500 1.045.160 1.100.000 1.111.870 September 1.400.320 1.250.000 1.248.850 1.119.730 747.500 1.084.820 1.100.000 1.125.120 Oktober 1.399.390 875.690 1.108.790 1.101.370 961.070 1.084.820 1.100.000 1.111.870 Nopember 1.330.940 1.134.220 1.129.800 1.128.900 961.070 1.067.070 1.100.000 1.112.230 Desember 1.353.170 1.306.580 1.202.160 1.147.260 961.070 1.077.120 950.000 1.120.330 Rata-rata 1.355.760 1.113.874 1.163.053 1.108.827 778.184 1.032.263 1.037.500 1.065.669
Sumber: BPS, diolah Pusdatin
Harga Produsen Kelapa Sawit (Rp/ton) Bulan
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 97
Lampiran 6.4. Perkembangan ekspor dan impor minyak sawit, minyak inti sawit dan lain-lain, 2006 – 2010
Pertumb. (%)
2006 2007 2008 2009 2010 2006 - 2010
1 Volume Ekspor (Ton) 15.386.946 15.200.733 18.141.004 21.669.489 20.394.174 7,92 - Minyak Sawit 12.100.921 11.875.418 14.290.685 17.203.650 16.291.856 8,39 - Minyak Inti Sawit 1.274.038 1.335.324 1.356.880 1.754.984 1.572.285 6,34 - Lain-lain 2.011.987 1.989.991 2.493.439 2.710.854 2.530.033 6,56 Persentase Thd total (%)
- Minyak Sawit 78,64 78,12 78,78 79,39 79,88 - Minyak Inti Sawit 8,28 8,78 7,48 8,10 7,71 - Lain-lain 13,08 13,09 13,74 12,51 12,41
2 Nilai Ekspor (000 US$) 5.551.160 9.078.283 14.110.229 11.728.840 15.413.640 33,38 - Minyak Sawit 4.817.642 7.868.639 12.375.570 10.458.565 13.468.966 33,48 - Minyak Inti Sawit 616.475 997.805 1.423.958 1.115.229 1.727.693 34,45 - Lain-lain 117.042 211.838 310.701 155.046 216.981 29,38 Persentase Thd total (%)
- Minyak Sawit 86,79 86,68 87,71 89,17 87,38 - Minyak Inti Sawit 11,11 10,99 10,09 9,51 11,21 - Lain-lain 2,11 2,33 2,20 1,32 1,41 3 Volume Impor (Ton) 17.100 4.662 11.721 24.273 48.511 71,41
- Minyak Sawit 11.416 1.068 8.822 21.138 46.720 223,96 - Minyak Inti Sawit 3.639 3.179 2.172 1.048 1.362 -16,53 - Lain-lain 2.046 415 727 2.086 429 25,72 Persentase Thd total (%)
- Minyak Sawit 66,76 22,91 75,26 87,09 96,31 - Minyak Inti Sawit 21,28 68,18 18,53 4,32 2,81 - Lain-lain 11,96 8,91 6,20 8,59 0,88
4 Nilai Impor (000 US$) 11.088 7.039 13.106 16.522 43.435 59,66 - Minyak Sawit 6.554 1.024 5.014 13.127 37.801 163,73 - Minyak Inti Sawit 3.225 3.943 3.940 1.560 2.208 0,83 - Lain-lain 1.308 2.071 4.152 1.836 3.426 47,40 Persentase Thd total (%)
- Minyak Sawit 59,11 14,55 38,26 79,45 87,03 - Minyak Inti Sawit 29,09 56,02 30,06 9,44 5,08 - Lain-lain 11,80 29,43 31,68 11,11 7,89
Sumber : BPS diolah Pusdatin
98 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Lampiran 6.5. Negara tujuan ekspor minyak sawit dan inti sawit per kode HS (Harmony Sistem) Indonesia, 2010
Volume (Ton) Nilai (US$ 000) Volume Nilai 1 1511100000 9.444.170 7.649.966 46,31 49,63 India 4.449.537 3.629.076 21,82 23,54 Malaysia 1.318.387 1.059.891 6,46 6,88 Belanda 948.461 800.849 4,65 5,20 Italia 623.809 474.098 3,06 3,08 Singapura 573.156 460.368 2,81 2,99 Jerman 328.192 240.291 1,61 1,56 Spanyol 296.850 230.485 1,46 1,50 Lainnya 905.778 754.908 4,44 4,90 2 1511901000 669.880 547.925 3,28 3,55 Minyak sawit (fraksi dari Bangladesh 571.956 463.877 2,80 3,01 India 31.012 26.875 0,15 0,17 Kenya 30.912 26.669 0,15 0,17 Singapura 18.903 15.737 0,09 0,10 Nigeria 10.300 9.267 0,05 0,06 Lainnya 6.798 5.499 0,03 0,04 3 1511909010 1.044.074 886.997 5,12 5,75 Mesir 308.886 261.790 1,51 1,70 Brasil 126.576 111.324 0,62 0,72 Rusia 115.393 100.501 0,57 0,65 Ukraina 115.254 98.399 0,57 0,64 Iran 92.053 73.740 0,45 0,48 Spanyol 37.173 30.927 0,18 0,20 Lainnya 248.739 210.315 1,22 1,36 4 1511909020 3.723.508 3.231.401 18,26 20,96 Cina 1.461.428 1.271.519 7,17 8,25 India 791.998 670.104 3,88 4,35 Iran 200.285 188.091 0,98 1,22 Mynmar 136.769 121.949 0,67 0,79 Mesir 111.401 88.726 0,55 0,58 Rusia 98.526 85.868 0,48 0,56 Afrika Selatan 84.626 71.877 0,41 0,47 Lainnya 838.476 733.267 4,11 4,76 5 1511909030 1.361.530 1.115.880 6,68 7,24 Cina 564.661 467.670 2,77 3,03 Belanda 210.361 171.307 1,03 1,11 Malaysia 122.596 100.392 0,60 0,65 Afrika Selatan 78.133 64.483 0,38 0,42 Singapura 56.699 49.754 0,28 0,32 Ukaraina 46.847 37.085 0,23 0,24 Jerman 47.135 36.709 0,23 0,24 Mesir 42.429 35.119 0,21 0,23 Italia 32.472 25.678 0,16 0,17 Pakistan 25.989 21.551 0,13 0,14 Lainnya 134.208 106.133 0,66 0,69 6 1511909090 48.695 36.797 0,24 0,24 Cina 26.198 19.446 0,13 0,13 Jepang 8.349 7.613 0,04 0,05 Saudi Arabia 5.000 3.967 0,02 0,03 India 4.220 2.636 0,02 0,02 Malaysia 3.803 2.317 0,02 0,02 Lainnya 1.125 819 0,01 0,01 7 1513210000 1.336.339 1.465.569 6,55 9,51 Malaysia 492.649 553.656 2,42 3,59 Cina 263.792 296.358 1,29 1,92 Belanda 283.129 294.774 1,39 1,91 India 197.624 213.271 0,97 1,38 Lainnya 99.144 107.510 0,49 0,70 8 1513292900 190.520 210.979 0,93 1,37 Brasil 131.574 150.271 0,65 0,97 Turki 15.705 14.695 0,08 0,10 Rusia 11.500 12.469 0,06 0,08 Spanyol 7.840 8.820 0,04 0,06 Lainnya 23.901 24.724 0,12 0,16 9 1207992000 462 25 0,00 0,00 Jepang 456 18 0,00 0,00 Belanda 6 6 0,00 0,00 Singapura 0 0 0,00 0,00 10 2306600000 2.529.570 216.955 12,40 1,41 Belanda 925.487 86.332 4,54 0,56 New Zealand 744.790 65.620 3,65 0,43 Korea 202.066 16.846 0,99 0,11 Thailand 158.709 11.141 0,78 0,07 Lainnya 498.519 37.015 2,44 0,24 11 Lainnya 45.427 51.146 0,22 0,33 Total 20.394.174 15.413.640 100,00 100,00
Sumber: BPS, diolah Pusdatin
Keterangan : *) Lain-lain meliputi kode HS 1513291900, 1513292100, 1513299100,dan 1513299900
Inti sawit stearin( fraksi lainnya, tidak dimodifikasi secara kimia, dari stearin kernel kelapa sawit atau dari minyak babassu)
Residu minyak kue dan bentuk lainnya dari buah atau kernel kelapa sawit
Negara Tujuan
dari minyak kelapa sawit, dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya (RBD/Refined, Bleached and Deodorised)
dari olein, dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya (RBD/Refined, Bleached and Deodorised)
dari stearin, dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya (RBD/Refined, Bleached and Deodorised)
Minyak sawit lainnya dan turunannya
Minyak inti sawit mentah atau babassu
Buah dan kernel kelapa sawit
Ekspor 2010 % Thd Total
Minyak sawit mentah (CPO) No Kode HS/Uraian
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 99
Lampiran 6.6. Negara asal impor kelapa sawit per kode HS (Harmony Sistem) Indonesia, 2010
Volume (Ton) Nilai (US$ 000) Volume Nilai 1 1511100000 Total 4.000 3.361 8,246 7,738 Thailand 4.000 3.361 8,246 7,738 2 1511909010 Total 42.463 34.226 87,533 78,798 Malaysia 42.432 34.178 87,469 78,687 Singapore 31 48 0,063 0,111 3 1511909090 Lain-lain Total 257 213 0,530 0,489 Malaysia 218 169 0,449 0,389 India 15 16 0,031 0,037 Singapura 10 13 0,020 0,031 Perancis 4 9 0,008 0,021 Cina 10 5 0,021 0,012 4 1513291100 Total 677 1.104 1,396 2,542 Singapura 437 704 0,902 1,620 Malaysia 240 401 0,495 0,922 5 Lainnya 1.114 4.532 2,296 10,433 Total 48.511 43.435 100,00 100,00
Sumber: BPS, diolah Pusdatin
Keterangan:*)Lain-lain meliputi kode HS 1511909020, 1511909030, 1513291900,1513292100 dan 1513299900
Fraksi padat, tdk dimodifikasi secara kimia, dari stearin kernel kelapa sawit atau dari minyak babassu
No
dari minyak kelapa sawit, dimurnikan, dijernihkan dan dihilangkan baunya (RBD/Refined, Bleached and Deodorised) Minyak sawit mentah (CPO)
Impor 2010 % Thd Total Negara Asal
Uraian Kode HS
Lampiran 6.7. Negara eksportir minyak sawit dunia, 2005 – 2009
2005 2006 2007 2008 2009
1 Malaysia 4.905.150 5.774.150 9.174.590 12.768.600 9.255.990 8.375.696 43,55 43,55 2 Indonesia 3.756.280 4.817.640 6.868.640 12.375.600 10.367.600 7.637.152 39,71 83,25 3 Belanda 401.254 637.338 1.005.080 1.616.130 1.170.020 965.964 5,02 88,28 4 Papua New Guinea 127.760 140.729 226.870 389.698 299.615 236.934 1,23 89,51 5 Negara Lainnya 1.147.600 1.327.307 2.122.870 3.278.080 2.213.092 2.017.790 10,49 100,00
Dunia 10.338.044 12.697.164 19.398.050 30.428.108 23.306.317 19.233.537 100,00 Share kumulatif
(%) Nilai Ekspor (000 US$)
100 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Lampiran 6.8. Negara importir minyak sawit dunia, 2005 – 2009
2005 2006 2007 2008 2009 1 China 4.468.214 5.220.159 5.223.367 5.392.563 6.586.752 5.378.211 18,02 18,02 2 India 2.449.180 2.766.380 3.514.900 5.549.430 6.102.340 4.076.446 13,66 31,67 3 Belanda 1.721.370 1.832.220 1.237.820 1.904.780 2.024.250 1.744.088 5,84 37,52 4 Pakistan 1.531.190 1.663.230 1.710.440 1.763.940 1.773.580 1.688.476 5,66 43,17 5 Jerman 949.792 963.886 1.076.390 1.127.540 1.339.340 1.091.390 3,66 46,83 6 Banglades 930.700 887.200 708.500 901.000 867.000 858.880 2,88 49,71 7 Amerika 415.889 629.455 787.825 996.967 979.009 761.829 2,55 52,26 8 Malaysia 486.338 779.037 435.845 721.890 1.090.280 702.678 2,35 54,61 9 Italia 478.435 515.337 507.622 682.108 970.051 630.711 2,11 56,73 10 Mesir 754.517 957.304 260.667 829.804 256.149 611.688 2,05 58,77 12 Rusia 599.779 543.031 575.605 692.222 525.492 587.226 1,97 60,74 11 Inggris 668.841 692.513 491.944 456.689 448.281 551.654 1,85 62,59 13 Nigeria 306.800 400.000 580.000 700.000 720.000 541.360 1,81 64,40 14 Negara lainnya 9.442.736 11.142.307 10.185.989 11.266.600 11.089.695 10.625.465 35,60 100,00 Dunia 25.203.781 28.992.059 27.296.914 32.985.533 34.772.219 29.850.101 100,00 Share kumulatif (%)
No Negara Volume Impor (Ton) Rata-rata Share
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 101
VII. KINERJA PERDAGANGAN TEH
Teh adalah bahan minuman yang sangat bermanfaat yang terbuat dari pucuk tanaman teh (Camellia sinensis (L) O.kuntze) melalui proses pengolahan tertentu. Teh merupakan salah satu komoditas yang menghasilkan devisa negara dalam jumlah yang besar. Selain itu teh merupakan komoditas perkebunan karena telah lama dikenal oleh dunia.
Untuk mengetahui perkembangan komoditas teh mulai dari produksi, produktivitas, harga, konsumsi, ekspor, impor sampai kepada perkembangan peluang pasar ditingkat internasional, maka perlu dilakukan analisis agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan acuan oleh para investor/pengusaha dalam mengambil kebijakan pembiayaan usaha agribisnis khususnya teh.
Produksi teh selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, juga untuk memasok kebutuhan ekspor. Menurut data dari Badan Pusat Statistik, produksi teh Indonesia tahun 2009 sebesar 156,901 ton dengan volume ekspor sebesar 91,93 ribu ton setara dengan nilai ekspor sebesar US$ 170,43 juta. Sementara tahun 2010 produksi mencapai 150,342 ton (angka sementara) dengan volume ekspor sebesar 87,10 ribu ton atau setara dengan US$ 178,55 juta. Dengan trend produksi yang semakin meningkat, maka prospek teh dalam perdagangan domestik maupun internasional juga diharapkan akan semakin membaik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasar teh terintegrasi cukup kuat baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek. Hal tersebut menunjukkan bahwa alur informasi harga berjalan baik. Hasil analisis tersebut juga didukung dengan hasil analisis struktur pasar yang menunjukkan bahwa struktur pasar teh cukup sempurna, adanya keterikatan petani dengan pedagang (kontrak), serta tingkat pengetahuan pasar yang tidak terbatas pada informasi di sekitarnya saja. Hal ini menyebabkan alur informasi pasar berjalan dengan baik.
102 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian