METODE PENELITIAN
B. Hasil Penelitian dan Analisis Data
1. Analisis Konsentrasi dan Struktur Pasar Kelompok Industri
Perbankan Syariah di Indonesia tahun 2004 - 2007
Konsentrasi dalam konteks industri diartikan ukuran distribusi penjual dan pembeli dalam suatu industri yang didapatkan dengan cara menjumlahkan pangsa pasar beberapa perusahaan terbesar. Nilai dari tingkat konsentrasi industri menjadi suatu dasar untuk menentukan struktur pasar suatu industri (Wihana Kirana Jaya, 2001:48). Untuk mengukur
konsentrasi pasar Industri Perbankan Syariah digunakan tiga variabel yaitu asset, dana pihak ketiga, dan pembiayaan yang diberikan.
Dalam analisis ini alat pengukuran yang akan digunakan dalam menentukan struktur pasar perbankan syariah di Indonesia adalah rasio konsentrasi (Concentrasion Ratio) dan Indeks Herfindhal (IH). Rasio konsentrasi dihitung berdasarkan prosentase dari empat perusahaan terbesar (CR4) yang menguasai pangsa pasar atas aset, pangsa pasar atas dana pihak ketiga dan pangsa pasar atas pembiayaan yang diberikan oleh Industri Perbankan Syariah di Indonesia. Nilai konsentrasi dihitung dengan membagi nilai perusahaan yang kemudian dijumlahkan berdasarkan prosentase market sharenya. Sedangkan Indeks Haefindhal (IH) dihitung berdasarkan kontribusi pangsa pasar dari semua yang ada dalam Industri, di mana dalam penelitian ini adalah seluh bank Syariah di Indonesia yang beroperasi selama kurun waktu 2004 - 2007.
a. Konsentrasi dan Struktur Pasar Perbankan Syariah Tahun 2004
Tabel 4.2 Konsentrasi Industri Perbankan Syariah Tahun 2004 Ditinjau dari 3 Variabel
Variabel ASET DANA PEMBIAYAAN
CR3 0,872148396 0,939266925 0,940682411 CR8 0,998606942 0,998606942 0,999958453
IH 0,54910344 0,525073022 0,494460832
1/IH 1,821150493 1,821150493 2,022404881 Sumber : Hasil pengolahan data
Pada tabel 4.2 Terlihat bahwa pada tahun 2004, konsentrasi variabel pembiayaan industri Perbankan Syariah yang diukur dengan Indeks Herfindhal adalah sebesar 0,4944. Indeks ini menunjukkan bahwa konsentrasi Industri Perbankan Syariah sebanding dengan 2 Bank Syariah terbesar yang masing-masing menguasai aset dengan proporsi yang sama. Sedangkan nilai IH yang hampir sama sebesar 0,525 pada variabel dana dan 0,5491 pada variabel pembiayaan menunjukkan bahwa konsentrasi industri Perbankan Syariah sebanding dengan 1 Bank Syariah yang masing-masing menguasai dana masyarakat dan pembiayaan dengan proporsi yang sama.
Pada tabel 4.2 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah terbesar yang ditinjau dari variabel Aset adalah sebesar 0,8721. Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2004 aset Bank Syariah 87,21% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 12,79% sisanya di bagi pada 9 Bank Syariah lainnya.. Dan berdasarkan CR8, 99,86% aset dikuasai oleh delapan Bank Syariah terbesar. Sedangkan
sisanya sebesar 14% dibagikan kepada 4 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2004 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
Pada tabel tersebut juga dapat dilihat bahwa rasio konsentrasi dari tiga Bank Syariah terbesar ditinjau dari variabel dana adalah sebesar 0,9392. Rasio ini juga menunjukkan bahwa pada tahun 2004 pengumpulan dana masyarakat oleh bank Syariah sebesar 93,92% dikuasai oleh tiga
bank Syariah terbesar, sedangkan sejumlah 6,08% sisanya dibagi oleh 9 bank Syariah yang lain. Untuk delapan bank Syariah terbesar berdasarkan CR8 menguasai 99,86% atas dana pihak ketiga sedangkan sisanya sebesar 14% dibagikan kepada 4 bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria oligopoly J.S Bain, nilai CR3 dan CR8 struktur pasar bank Syariah atas aset tahun 2004 cenderung berbentuk oligopoly penuh tipe 1a.
Pada tabel yang sama juga dapat dilihat bahwa rasio konsentrasi dari tiga Bank Syariah terbesar ditinjau dari variabel pembiayaan adalah sebesar 0,9406. Rasio ini juga menunjukkan bahwa pada tahun 2004 pengumpulan jumlah pembiayaan yang diberikan oleh bank Syariah sebesar 94,06% dikuasai oleh tiga bank Syariah terbesar, sedangkan sejumlah 5,94% sisanya dibagi oleh 9 bank Syariah yang lain. Untuk delapan bank Syariah terbesar berdasarkan CR8 menguasai 99,99% atas pembiayaan yang diberikan sisanya sebesar 1% dibagikan kepada 4 bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria oligopoly J.S Bain,
nilai CR3 dan CR8 struktur pasar bank Syariah atas variabel Pembiayaan tahun 2004 cenderung berbentuk oligopoly penuh tipe 1a.
b. Konsentrasi dan Struktur Pasar Perbankan Syariah Tahun 2005
Tabel 4.3 Konsentrasi Industri Perbankan Syariah Tahun 2005
Ditinjau dari 3 Variabel
Variabel ASET DANA PEMBIAYAAN
Cr3 0,809437319 0,918661881 0,940682411 Cr8 0,958127298 0,993303748 0,999958453
IH 0,245655578 0,525073022 0,427214651
1/IH 4,070740043 1,904497007 2,340743691 Sumber : Hasil pengolahan data
Pada tabel 4.3 Terlihat bahwa pada tahun 2005, konsentrasi variabel Aset industri Perbankan Syariah yang diukur dengan Indeks Herfindhal adalah sebesar 0,2456. Indeks ini menunjukkan bahwa konsentrasi Industri Perbankan Syariah sebanding dengan 4 Bank Syariah yang masing-masing menguasai aset dengan proporsi yang sama. Sedangkan nilai Ideks Herfindhal pada variabel dana menunjukkan angka sebasar 0,525. Indeks ini menunjukkan bahwa konsentrasi Industri perbankan Syariah sebanding dengan 1 Bank Syariah yang menguasai aset dengan proporsi yang sama. Sedangkan nilai Indeks Herfindhal pada variabel pembiayaan menunjukkan angka sebesar 0,4272. Indeks ini menunjukkan bahwa konsentrasi Industri perbankan Syariah sebanding dengan 2 bank Syariah yang menguasai aset dengan proporsi yang sama.
Pada tabel 4.3 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah yang ditinjau dari variabel Aset adalah sebesar 0,8094. Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2005 aset Bank
Syariah 80,94% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 12,79% sisanya di bagi pada 14 Bank Syariah lainnya dan berdasarkan CR8, 95,81% aset dikuasai oleh 8 Bank Syariah terbesar. Sedangkan sisanya sebesar 4,19% dibagikan kepada 11 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2005 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
Pada tabel 4.3 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah yang ditinjau dari variabel Dana adalah sebesar 0,9186.
Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2005 aset Bank Syariah 91,86% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 8,14% sisanya di bagi pada 11 Bank Syariah lainnya dan berdasarkan CR8 sebesar 99,33% aset dikuasai oleh 8 Bank Syariah terbesar. Sedangkan sisanya sebesar 0,67% dibagikan kepada 6 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2004 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
Pada tabel 4.3 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah yang ditinjau dari variabel pembiayaan adalah sebesar 0,9406. Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2005 aset Bank Syariah 94,06% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 5,94% sisanya di bagi pada 9 Bank Syariah lainnya dan berdasarkan CR8 sebesar 99,33% aset dikuasai oleh 8 Bank Syariah terbesar. Sedangkan sisanya sebesar 4,19% dibagikan kepada 4 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2005 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
c. Konsentrasi dan Struktur Pasar Perbankan Syariah Tahun 2006
Tabel 4.4 Konsentrasi Industri Perbankan Syariah Tahun 2006
Ditinjau dari 2 Variabel
Variabel ASET DANA PEMBIAYAAN
Cr3 0,84926761 0,936293503 0,799869208
Cr8 0,97397884 0,988006271 0,98478974
IH 0,314182767 0,405749046 0,350544845
1/IH 3,182860763 2,464577574 2,852702058 Sumber : Hasil pengolahan data
Pada tabel 4.4 Terlihat bahwa pada tahun 2006, konsentrasi variabel dana Industri Perbankan Syariah yang diukur dengan Indeks Herfindhal adalah sebesar 0,4057. Indeks ini menunjukkan bahwa konsentrasi Industri Perbankan Syariah sebanding dengan 2 Bank Syariah yang masing-masing menguasai aset dengan proporsi yang sama. Sedangkan nilai IH yang hampir sama sebesar 0,3141 pada variabel aset dan 0,341 pada variabel pembiayaan sebanding dengan 3 Bank Syariah yang masing-masing menguasai dana masyarakat dan pembiayaan dengan proporsi yang sama.
Pada tabel 4.4 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah yang ditinjau dari variabel Aset adalah sebesar 0,8492. Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2005 aset Bank Syariah 84,92% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 15,08% sisanya di bagi pada 14 Bank Syariah lainnya.. dan berdasarkan CR8, 97,39% aset dikuasai oleh 8 Bank Syariah terbesar. Sedangkan sisanya sebesar 2.61% dibagikan kepada 10 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2006 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
Pada tabel 4.4 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah yang ditinjau dari variabel pembiyaan adalah sebesar 0,7998. Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2006 aset Bank Syariah 79,98% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 6.38% sisanya di bagi pada 9 Bank Syariah lainnya dan berdasarkan CR8 sebesar 98,80% aset dikuasai oleh 8 Bank Syariah terbesar. Sedangkan
sisanya sebesar 1,2% dibagikan kepada 4 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2006 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
Pada tabel 4.4 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah yang ditinjau dari variabel pembiayaan adalah sebesar 0,9406. Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2006 aset Bank Syariah 94,06% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 5,94% sisanya di bagi pada 9 Bank Syariah lainnya.. dan berdasarkan CR8 sebesar 98,47% aset dikuasai oleh 8 Bank Syariah terbesar. Sedangkan sisanya sebesar 1,53% dibagikan kepada 4 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2006 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
d. Konsentrasi dan Struktur Pasar Perbankan Syariah Tahun 2007
Tabel 4.5 Konsentrasi Industri Perbankan Syariah Tahun 2007
Ditinjau dari 2 Variabel
Variabel ASET DANA PEMBIAYAAN
Cr3 0,887188981 0,951879508 0,852470615
Cr8 0,97397884 0,994016608 0,999975689
IH 0,314182767 0,399921614 0,494340421
1/IH 3,182860763 2,500490008 2,022897497 Sumber : Hasil pengolahan data
Pada tabel 4.5 Terlihat bahwa pada tahun 2007, konsentrasi variabel pembiayaan Industri Perbankan Syariah yang diukur dengan
Indeks Herfindhal adalah sebesar 0,4943. Indeks ini menunjukkan bahwa konsentrasi Industri Perbankan Syariah sebanding dengan 2 Bank Syariah yang masing-masing menguasai aset dengan proporsi yang sama. Sedangkan nilai IH yang hampir sama sebesar 0,3141 pada variabel aset dan 0,3999 pada variabel dana sebanding dengan 3 Bank Syariah yang masing-masing menguasai dana masyarakat dan pembiayaan dengan proporsi yang sama.
Pada tabel 4.5 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah yang ditinjau dari variabel Aset adalah sebesar 0,8871. Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2007 aset Bank Syariah 88,71% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 11,29% sisanya di bagi pada 9 Bank Syariah lainnya.. dan berdasarkan CR8, 97,39% aset dikuasai oleh 8 Bank Syariah terbesar. Sedangkan sisanya sebesar 2.61% dibagikan kepada 3 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2006 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
Pada tabel 4.5 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah yang ditinjau dari variabel pembiyaan adalah sebesar 0,8524. Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2006 aset Bank Syariah 85,24% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 14,76% sisanya di bagi pada 6 Bank Syariah lainnya.. dan berdasarkan CR8 sebesar 99,99% aset dikuasai oleh 8 Bank Syariah terbesar. Sedangkan sisanya sebesar 0,01% dibagikan kepada 1 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank
Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2007 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
Pada tabel 4.5 juga dapat dilihat bahwa CR3 yaitu konsentrasi dari tiga Bank Syariah yang ditinjau dari variabel dana adalah sebesar 0,9518. Rasio konsentrasi ini menunjukkan bahwa pada tahun 2007 aset Bank Syariah 95,18% dikuasai oleh tiga Bank Syariah terbesar sedangkan 4,82% sisanya di bagi pada 12 Bank Syariah lainnya.. dan berdasarkan CR8 sebesar 99,40% aset dikuasai oleh 8 Bank Syariah terbesar. Sedangkan sisanya sebesar 0,6% dibagikan kepada 7 Bank Syariah lainnya. Dengan berdasarkan pada kriteria JS Bain struktur pasar Bank Syariah nilai CR3 dan CR8 atas aset pada tahun 2007 cenderung berbentuk oligopoly murni tipe 1a.
Gambar 4.1 Konsentrasi Induatri Perbankan Syariah di Indonesia Berdasarkan Aset
Dalam gambar 4.1 dapat dilihat bahwa konsentrasi Industri Perbankan Syariah di Indonesia berdasarkan atas aset cenderung mengalami penurunan pada tahun 2005. Penurunan rasio konsentrasi
tersebut disebapkan karena semakin banyaknya jumlah perusahaan perbankan yang masuk dalam industri Perbankan Syariah.
Selama kurun waktu 2004 sampai 2007 penguasaan pangsa pasar atas aset dikuasai oleh tiga bank terbesar. Pada tahun 2004, penguasaan pangsa pasar atas aset di dominasi oleh tiga Bank Syariah terbesar yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan BNI Syariah. Sedangkan pada tahun 2005, penguasaan pangsa pasar atas aset di dominasi oleh tiga Bank Syariah terbesar yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan BPD Riau. Pada tahun 2006 penguasaan pangsa pasar atas aset didominasi oleh tiga Bank Syariah terbesar yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan BNI Syariah. Sedangkan pada tahun 2007 penguasaan pangsa pasar atas aset di dominasi oleh tiga Bank Syariah terbesar yaitu Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan Bank Bukopin.
Gambar 4.2 Konsentrasi Industri Perbankan Syariah di Idonesia Berdasarkan Dana Pihak Ketiga
Dalam gambar 4.2 dapat dilihat bahwa konsentrasi Industri Perbankan Syariah di Indonesia berdasarkan atas aset cenderung
mengalami penurunan pada tahun 2005 dan 2006. Penurunan rasio konsentrasi tersebut disebapkan karena semakin banyaknya jumlah perusahaan perbankan yang masuk dalam industri Perbankan Syariah. Selama kurun waktu 2004 sampai 2007 penguasaan pangsa pasar atas aset dikuasai oleh tiga bank terbesar. Penguasaan pangsa pasar atas dana pihak ketiga oleh tiga Bank Syariah terbesar diperebutkan oleh Bank Syariah Mandiri, Bank Muamalat Indonesia, dan BNI Syariah.
Gambar 4.3 Konsentrasi Industri Perbankan Syariah di Indonesia Berdasarkan Pembiayaan yang diberikan.
Dalam gambar 4.3 di atas tampak tidak adanya ketidakstabilan dalam penguasaan pangsa pasar atas pembiayaan yang diberikan. Penurunan konsentrasi yang drastis tampak pada tahun 2006. Hal ini berarti penyaluran pembiayaan oleh Bank Syariah mengalami pertumbuhan negatif.
Berbeda dengan penguasaan pangsa pasar atas aset dan dana yang diberikan, pangsa pasar atas pembiayaan oleh tiga bank terbesar dalam industri Perbankan Syariah di Indonesia dikuasai oleh tiga bank terbesar
dikuasai oleh bank-bank yang bervariasi. Selama tahun 2004 sampai tahun 2007, pangsa pasar atas pembiayaan yang diberikan diperebutkan oleh Bank Muamalat Indonesia, BNI Syariah, Bukopin, Permata dan Niaga. Pada tahun 2004 pangsa pasar atas pembiayaan dikuasai oleh Bank Muamalat Indonesia, dan Bukopin. Sedangkan pada tahun 2005 dikuasai
oleh Bank Muamalat Indonesia, BNI Syariah, dan Bukopin. Sedangkan pada tahun 2006 dikuasai oleh Bank Muamalat Indonesia, BNI Syariah dan Niaga. Dan pada tahun 2007 pangsa pasar atas aset dikuasai oleh Bank Muamalat Indonesia, Bank Tabungan Negara dan Permata.
Tabel 4.6 Rata-rata Rasio Konsentrasi Tiga Bank Syariah Terbesar
Variabel CR3 Rata-rata 2004 2005 2006 2007 Aset 0,87214839 6 0,80943731 9 0,84926761 0,88718898 1 0,854510 5 DPK 0,93926692 5 0,91866188 1 0,93629350 3 0,95187950 8 0,936525 4 PBY 0,94068241 1 0,84663075 6 0,79986920 8 0,85247061 5 0,859913 2 Rata-rata 0,91736591 1 0,85824331 9 0,86181010 7 0,89717970 2 0,883649 Sumber: Hasil Pengolahan data
Berdasarkan pembagian dari JS. Bain, industri Perbankan Syariah di Indonesia berdasarkan atas aset dari tahun 2004 sampai 2007 berbentuk oligopoli murni tipe 1b. Begitu pula untuk variabel dana pihak ketiga dan pembiayaan yang diberikan oleh Industri Perbankan Syariah di Indonesia berbentuk oligopoly murni tipe 1b. Dengan rata-rata nilai aset sebesar 85,45%, sedang dana pihak ketiga menunjukan nilai rata-rata sebesar 93,65%, dan nilai pembiayaan yang diberikan sebesar 85,99%.
Variabel CR8 Rata-rata 2004 2005 2006 2007 Aset 0,99684688 6 0,95812729 8 0,97397884 0,99246631 2 0,980354 8 DPK 0,99860694 2 0,99330374 8 0,98800627 1 0,99401660 8 0,993483 3 PBY 0,99995845 3 0,98615877 3 0,98478974 0,99997568 9 0,992720 6 Rata-rata 0,99847076 0,97919660 6 0,98225828 4 0,99548620 3 0,988852 9 Sumber: Hasil Pengolahan data
Menurut pembagian dari JS. Bain, industri Perbankan Syariah di Indonesia berdasarkan atas aset dari tahun 2004 sampai 2007 berbentuk oligopoli murni tipe 1b. Begitu pula untuk variabel dana pihak ketiga dan pembiayaan yang diberikan oleh Industri Perbankan Syariah di Indonesia berbentuk oligopoly murni tipe 1b. Dengan rata-rata nilai aset dari 8 bank terbesar sebesar 98,03%, sedang dana pihak ketiga menunjukan nilai rata-rata sebesar 99,34%, dan nilai pembiayaan yang diberikan sebesar 99,27%. Tabel 4.7 Rata-rata Rasio Konsentrasi Indeks Herfindal Bank Syariah
Variabel IH Rata-rata 2004 2005 2006 2007 Aset 0,33312604 7 0,24565557 8 0,31418276 7 0,28405413 3 0,294254 6 DPK 0,54910344 0,52507302 2 0,40574904 6 0,39992161 4 0,469961 7 PBY 0,49446083 2 0,42721465 1 0,35054484 5 0,49434042 1 0,441640 1 Rata-rata 0,45889677 3 0,39931441 7 0,35682555 2 0,39277205 6 0,40195 1/IH 2 2 3 2 2
Dengan mengkonversikan ukuran yang dikemukakan oleh J.S. Bain dengan nilai rata-rata atas tiga variabel untuk periode 2004 sampai 2007 menunjukkan tipe pasar yang mengarah pada tipe oligopoly murni tipe 1b. Sedangkan nilai rata-rata tiga variabel tersebut yakni CR3 sebesar 88,36%, CR8 sebesar 98,88% serta nilai IH sebesar 0,4019522.