• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

4.7. Metode Analisis 1. Analisis kualitatif

4.7.2. Analisis kuantitatif

Alat analisis yang digunakan untuk mengimplementasikan metode Balanced Scorecard

dalam mengukur kinerja Rumah Sakit PMI Aceh Utara secara kuantitatif terdiri dari empat perspektif dan variabel-variabelnya (Depkes, 1997 dan wawancara dengan pimpinan serta

a. Mengukur kinerja perspektif keuangan

Perspektif ini menggunakan perhitungan:

ROI digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan laba bersih. Semakin tinggi nilai ROI berarti semakin baik kinerja Rumah Sakit dalam memanfaatkan aktiva, begitu pula sebaliknya.

Rasio Efisiensi digunakan untuk mengukur seberapa efisien rumah sakit mempergunakan aktivanya. Semakin tinggi nilai Rasio Efisiensi berarti semakin efisien rumah sakit dalam menggunakan aktiva lancarnya.

Current Ratio digunakan untuk menghitung berapa kemampuan rumah sakit dalam

membayar hutang lancar dengan aktiva lancar yang tersedia.

Rasio antara laba setelah pajak dengan penjualan, semakin tinggi nilai Profit Margin on

Sales-nya maka semakin baik operasional rumah sakit, dan juga akan diketahui efisiensi rumah

sakit dengan melihat kepada besar kecilnya laba usaha dalam hubungan dengan sales.

ROE merupakan laba bersih yang dihasilkan untuk setiap ekuitas. Semakin besar ROE menunjukkan bahwa rumah sakit semakin baik dalam mensejahteraan para pemegang saham yang bisa dihasilkan dari setiap lembar saham.

b. Mengukur kinerja perspektif Pasien

Perspektif ini menggunakan perhitungan:

 Retensi Pasien yaitu kemampuan Rumah Sakit PMI untuk mempertahankan Pasien lamanya.

 Akuisisi Pasien yaitu kemampuan Rumah Sakit PMI untuk dapat meningkatkan Pasien baru.

 Kepuasan pasien

Mengukur seberapa jauh kepuasan pasien atas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit PMI Aceh Utara. Mengukur rata-rata kepuasan pasien dengan memberikan nilai pada jawaban kuesioner sesuai dengan tingkat kepuasan yang dirasakan. Nilai yang diberikan adalah:

a = 5 b = 4 c = 3 d = 2 e = 1

Untuk mengetahui rata-rata kepuasan pasien (Penentuan kriteria rata-rata kepuasan pasien), maka jumlah skor jawaban kuesioner dibagi dengan jumlah pasien yang menjadi responden.

c. Mengukur kinerja perspektif proses internal bisnis.

Variabel proses internal bisnis adalah upaya yang dilakukan untuk mengukur kemampuan Rumah Sakit PMI dalam menciptakan dan melakukan perbaikan melalui proses operasional pelayanan rumah sakit.

Berdasarkan sumber Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1997) dan data sekunder yang diambil dari Rumah Sakit PMI Aceh Utara, perspektif ini menggunakan perhitungan:

Bed Turn Over (BTO) adalah frekuensi pemakaian tempat tidur. Semakin tinggi nilai BTO berarti tingkat perputaran tempat tidur yang terisi terus meningkat atau jumlah pasien yang dapat tertangani semakin banyak.

Gross Date Rate (GDR) adalah angka kematian umum untuk tiap-tiap 1000 pasien keluar. Semakin rendah nilai GDR semakin baik kinerja rumah sakit dalam meminimalisir kematian pasien.

Net Date Rate (NDR) adalah kematian 48 jam setelah dirawat untuk tiap-tiap 1000 pasien keluar. Semakin rendah nilai NDR semakin baik kinerja rumah sakit dalam meminimalisir kematian pasien setelah dirawat dua hari atau lebih.

Bed Occupancy Rate (BOR) adalah Prosentase lamanya Pemakaian tempat tidur. Semakin tinggi pemakaian tempat tidur berarti semakin ramai pasien yang berobat ke rumah sakit.

Turn Over Interval (TOI) adalah rata-rata tempat tidur yang tidak ditempati, sejak mulai tidak ditempati sampai terisi kembali. Semakin tinggi tempat tidur yang terisi berarti semakin ramai pasien yang berobat ke rumah sakit.

Keterangan:

D = jumlah pasien keluar (hidup/mati) A = rerata tempat tidur yang siap dipakai T = jumlah hari perhitungan (30/31/365) Pm = pasien mati

d. Mengukur kinerja perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, perspektif ini menggunakan perhitungan:

 Digunakan untuk mengetahui produktivitas karyawan dalam periode tertentu. Semakin tinggi

tingkat produktivitas karyawan, berarti menunjukkan semakin tinggi out put yang dihasilkan.

 Untuk mengetahui perbandingan antara jumlah karyawan keluar dengan total karyawan tahun

berjalan. Semakin tinggi tingkat retensi karyawan, berarti menunjukkan semakin tinggi pula prosentase perputaran karyawan.

 Kepuasan Karyawan

Dianggap sebagai penentu dari kedua pengukuran sebelumnya. Pengukurannya dilakukan dengan survei kepuasan karyawan melalui kuesioner. Kepuasan karyawan mengukur rata-rata kepuasan karyawan dengan memberikan nilai pada jawaban kuesioner sesuai dengan tingkat kepuasan yang dirasakan. Nilai yang diberikan adalah:

a = 5 b = 4 c = 3 d = 2 e = 1

Untuk mengetahui rata-rata kepuasan karyawan (Penentuan kriteria rata-rata kepuasan karyawan), maka jumlah skor jawaban kuesioner dibagi dengan jumlah karyawan yang menjadi responden. Semakin tinggi tingkat kepuasan karyawan berarti semakin baik, artinya karyawan merasa puas bekerja di rumah sakit tempat mereka bekerja.

Selanjutnya tabulasi perhitungan keempat perspektif Balanced Scorecard Rumah Sakit

Tabel 1. Tabulasi Perhitungan Keempat Perspektif Balanced Scorecard

Jenis Variabel Indikator Pengukuran

1. Perspektif Keuangan - ROI

- Rasio Efisiensi -Current Ratio

-Profit Margin on Sales -ROE

-Peningkatan Laba Bersih -Penurunan Biaya Operasi -Peningkatan aktiva lancar - Peningkatan nilai Profit Margin on Sales

- Peningkatan laba bersih

- Prosentase Laba Bersih Terhadap Total Aktiva -Prosentase Penjualan Bersih

Terhadap Aktiva Lancar -Prosentase aktiva lancar terhadap

hutang lancar

-Prosentase laba usaha terhadap penjualan bersih

-Prosentase earning after tax(laba brsih) terhadap total aktiva. 2.Perspektif Pasien

-Kepuasan Pasien -Retensi Pasien -Akuisisi Pasien

-Peningkatan Kepuasan Pasien -Penurunan Retensi Pasien -Peningkatan Akuisisi Pasien

-Kuesioner Terhadap Kepuasan Pasien

-Perbandingan antara jumlah pasien lama dengan total pasien -Perbandingan antara jumlah

pasien baru dengan total pasien 3. Perspektif Proses Internal

Bisnis -BTO -GDR -NDR -BOR -TOI -Peningkatan BTO -Penurunan GDR -Penurunan NDR -Peningkatan BOR -Penurunan TOI

-Perbandingan Antara Jumlah Pasien Keluar Dengan Tata Tempat yang Siap Pakai

-Perbandingan Antara Pasien Mati Dengan Jumlah Untuk Setiap 1000 Pasien Keluar

-Perbandingan Antara Pasien Mati 48 Jam Setelah Dirawat Dengan Jumlah Untuk tiap-tiap 1000 Pasien Keluar -Perbandingan Jumlah hari perawatan

rumah sakit dengan jumlah tempat tidur dikali dengan jumlah hari dalam satuan waktu

-Jumlah tempat tidur x hari – hari perawatan rumah sakit : Jumlah pasien keluar

4.Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan -Produktivitas Karyawan -Retensi Karyawan -Kepuasan Karyawan -Peningkatan Produktivitas Karyawan

-Penurunan Jumlah Karyawan Keluar

-Peningkatan Kepuasan Karyawan

-Perbandingan Antara Laba Operasi dengan Total Karyawan -Perbandingan Antara Jumlah

Karyawan Keluar dengan Total Karyawan Tahun Berjalan -Kuesioner Terhadap Kepuasan