V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
5.4. Analisis Laba Rugi Komprehensif
Pendapatan Perseroan
Pendapatan Perseroan terutama berasal dari pendapatan sewa dan pemeliharaan yang dibayar oleh penyewa sites
telekomunikasi. Tabel di bawah ini menyajikan rincian jumlah pendapatan berdasarkan pelanggan dan persentasenya terhadap jumlah pendapatan untuk periode-periode sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah dan persentase)
Uraian dan Keterangan Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 2011 2012 2012 (reviu) 2013 (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) Telkomsel 67.206 10,0% 160.111 16,5% 358.138 20,9% 143.340 22,1% 317.015 24,9% Indosat 9.762 1,4% 26.893 2,8% 289.509 16,9% 37.748 5,8% 304.832 24,0% Telkom 261.329 38,9% 322.891 33,3% 342.236 19,9% 173.350 26,8% 165.526 13,0% XL Axiata 66.136 9,9% 104.594 10,8% 219.104 12,8% 90.549 14,0% 153.809 12,1% Hutch 53.341 7,9% 94.646 9,7% 173.579 10,1% 58.437 9,0% 132.649 10,4% Axis 36.758 5,5% 52.107 5,4% 108.929 6,3% 34.009 5,3% 81.146 6,4% Bakrie Telecom 90.819 13,5% 107.763 11,1% 110.016 6,4% 54.972 8,5% 55.866 4,4%
Tabel di bawah ini menyajikan rincian pendapatan Perseroan berdasarkan penyebaran geograis dan persentasenya terhadap jumlah pendapatan untuk periode-periode sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah dan persentase)
Uraian dan Keterangan Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2010 2011 2012 2012
(reviu) 2013
(Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)
Jawa dan Bali 510.235 76,0% 671.422 69,2% 1.138.311 66,4% 452.669 69,9% 817.553 64,3% Sumatera 109.583 16,3% 166.231 17,2% 377.887 22,0% 110.485 17,1% 294.202 23,2%
Kalimantan 19.426 2,9% 55.421 5,7% 100.468 5,9% 35.758 5,5% 80.265 6,3%
Sulawesi 32.116 4,8% 76.952 7,9% 98.755 5,7% 48.310 7,5% 79.366 6,2%
Jumlah Pendapatan 671.360 100,0% 970.026 100,0% 1.715.421 100,0% 647.222 100,0% 1.271.386 100,0%
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan adalah 14,6%, 14,8% dan 15,4% dari pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2011 dan 2012, dan 14,2% dari pendapatan Peseroan untuk periode enam bulan berakhir tanggal 30 Juni 2013. Tabel di bawah ini menyajikan rincian beban pokok pendapatan dan persentasenya terhadap pendapatan untuk periode-periode sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah dan persentase)
Uraian dan Keterangan Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2010 2011 2012 2012
(reviu) 2013
(Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)
Amortisasi sewa lahan dan
perizinan 21.547 3,2% 40.468 4,2% 94.956 5,5% 28.194 4,4% 57.637 4,5%
Perbaikan dan pemeliharaan 28.501 4,2% 47.001 4,9% 69.128 4,0% 25.607 4,0% 48.528 3,8%
Listrik 32.782 4,9% 29.360 3,0% 54.708 3,2% 22.575 3,5% 46.605 3,7%
Keamanan 8.440 1,3% 11.421 1,2% 20.261 1,2% 7.868 1,2% 14.466 1,2%
Asuransi 3.440 0,5% 4.927 0,5% 9.536 0,6% 3.439 0,5% 6.570 0,5%
Penyusutan menara bergerak - - 3.923 0,4% 3.645 0,2% 1.823 0,3% 1.823 0,1%
Lainnya 3.486 0,5% 6.162 0,6% 11.603 0,7% 6.169 0,9% 4.682 0,4%
Jumlah Beban Pokok
Pendapatan 98.196 14,6% 143.262 14,8% 263.837 15,4% 95.675 14,8% 180.311 14,2%
Amortisasi sewa lahan dan perizinan. Amortisasi sewa lahan terdiri dari amortisasi dari biaya sewa lahan yang dibayar di muka untuk sites telekomunikasi yang lahannya tidak dimiliki Perseroan, biaya yang dibayarkan kepada pemilik gedung berdasarkan perjanjian sewa sites untuk repeater dan IBS, dan biaya perizinan yang dibayar di muka. Biaya sewa lahan diamortisasi selama periode sesuai dengan jangka waktu perjanjian sewa yang terkait, sementara biaya perizinan diamortisasi selama masa manfaat dari perizinan tersebut. Untuk akuisisi perusahaan penyewaan menara dan portofolio sites, Perseroan umumnya mengalokasikan harga perolehan portofolio sites dan lahan yang dimiliki ke dalam properti investasi dan pembayaran sewa lahan di muka dialokasikan ke dalam sewa lahan jangka panjang.
Perbaikan dan Pemeliharaan. Beban perbaikan dan pemeliharaan terutama terdiri dari pembayaran kepada kontraktor pihak
ketiga yang melakukan perbaikan dan pemeliharaan sites telekomunikasi.
Listrik. Beban listrik terdiri dari biaya untuk listrik pada sites telekomunikasi dan juga bahan bakar untuk generator yang digunakan pada beberapa sites menara tertentu. Biaya listik yang dikeluarkan untuk pengoperasion peralatan yang dimiliki penyewa pada sites telekomunikasi dibayarkan oleh penyewa sendiri, kecuali untuk penyewa repeater dan IBS, Telkomsel dan Telkom (sebelum pertengahan tahun 2010). Untuk Telkom dan Telkomsel, Perseroan membebankan biaya listrik sebagai komponen biaya pemeliharaan dan membayar biaya listrik yang terjadi untuk pengoperasian peralatan antena pada sites telekomunikasi Perseroan. Perseroan memperkirakan hasil negosiasi ulang perjanjian dengan Telkomsel dapat menurunkan pendapatan namun hal ini dapat turut menurunkan beban listrik sebagai komponen dari beban pokok pendapatan.
Keamanan. Beban keamanan terdiri dari pembayaran kepada kontraktor pihak ketiga untuk jasa keamanan di sites menara
dan shelter-only.
Asuransi. Beban asuransi terdiri dari premi yang dibayarkan untuk mendapatkan jaminan asuransi untuk penyewaan pada
Penyusutan menara bergerak. Penyusutan menara bergerak merupakan biaya penyusutan untuk menara bergerak (yang tercatat di dalam aset tetap).
Lainnya. Beban lainnya terutama terdiri dari beban untuk perjalanan dinas dan kunjungan ke sites dari karyawan operasional, kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dan beban terkait dengan upaya untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat di sekitar sites serta pajak bumi dan bangunan.
Laba Kotor
Laba kotor Perseroan merupakan jumlah pendapatan setelah dikurangi beban pokok pendapatan. Tabel di bawah ini menyajikan laba kotor Perseroan dan persentasenya terhadap jumlah pendapatan untuk periode-periode sebagai berikut:
(dalam jutaan Rupiah dan persentase)
Uraian dan Keterangan Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2010 2011 2012 2012 (reviu) 2013 (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) Laba Kotor 573.164 85,4% 826.764 85,2% 1.451.584 84,6% 551.547 85,2% 1.091.075 85,8% Beban Usaha
Beban usaha Perseroan adalah 12,9%, 12,3% dan 10,0% dari jumlah pendapatan Perseroan masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2010, 2011 dan 2012 dan 9,5% jumlah pendapatan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2013. Tabel berikut menyajikan rincian beban usaha Perseroan dan persentasenya terhadap jumlah pendapatan untuk periode-periode sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah dan persentase)
Uraian dan Keterangan Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2010 2011 2012 2012
(reviu) 2013
(Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)
Gaji dan tunjangan 51.317 7,6% 72.137 7,4% 88.039 5,1% 42.436 6,6% 64.416 5,1%
Penyusutan 4.926 0,7% 11.695 1,2% 19.083 1,1% 9.407 1,4% 10.334 0,8%
Sponsor dan representasi 6.382 0,9% 5.495 0,6% 13.041 0,7% 5.360 0,8% 9.577 0,8%
Beban manfaat karyawan 2.927 0,4% 1.875 0,2% 7.980 0,5% - - 6.689 0,5%
Sewa kantor 4.004 0,6% 5.259 0,5% 8.208 0,5% 3.723 0,6% 6.043 0,5%
Jasa profesional 3.486 0,5% 6.931 0,7% 8.543 0,5% 3.350 0,5% 5.907 0,4%
Perjalanan dinas 3.775 0,6% 3.728 0,4% 5.153 0,3% 1.963 0,3% 4.263 0,3%
Beban kantor 2.476 0,4% 4.565 0,5% 6.290 0,4% 2.642 0,4% 3.913 0,3%
Sewa kendaraan bermotor 1.835 0,3% 2.518 0,3% 3.497 0,2% 1.569 0,2% 2.432 0,2%
Telekomunikasi 1.097 0,2% 973 0,1% 1.130 0,1% 562 0,1% 601 0,1%
Lainnya 4.652 0,7% 4.102 0,4% 10.231 0,6% 4.350 0,7% 5.928 0,5%
Jumlah Beban Usaha 86.877 12,9% 119.278 12,3% 171.195 10,0% 75.362 11,6% 120.103 9,5%
Gaji dan tunjangan. Beban gaji dan tunjangan terdiri dari gaji, bonus dan tunjangan untuk karyawan.
Sponsor dan representasi. Beban sponsor dan representasi terutama terdiri dari beban untuk kegiatan hubungan masyarakat, dan sponsorship, sumbangan untuk bantuan bencana alam, biaya kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak terkait langsung dengan lokasi sites Perseroan dan beban pemasaran untuk menjaga dan memperluas hubungan dengan pelanggan.
Penyusutan. Beban penyusutan terkait dengan penyusutan untuk aset tetap menggunakan metode penyusutan garis lurus
sepanjang estimasi masa manfaat aset tetap tersebut.
Jasa profesional. Beban jasa profesional terdiri dari biaya untuk penasihat hukum, akuntan dan konsultan lainnya.
Beban manfaat karyawan. Beban manfaat karyawan adalah penyisihan untuk imbalan pasca-kerja untuk karyawan (sesuai
Perjalanan dinas. Beban perjalanan dinas terdiri dari biaya untuk perjalanan bisnis dan kunjungan lapangan yang dilakukan karyawan non-operasional.
Beban kantor. Biaya kantor terdiri dari berbagai beban kantor termasuk percetakan dan alat tulis, pos dan kurir, beban langganan dan listrik di kantor pusat dan cabang.
Sewa kendaraan bermotor. Beban sewa kendaraan bermotor terdiri dari biaya untuk sewa kendaraan bagi karyawan di kantor
cabang.
Telekomunikasi. Beban telekomunikasi terdiri dari beban untuk telepon selular bagi karyawan dan komunikasi telepon tetap, termasuk komunikasi suara dan data, pada kantor pusat dan kantor cabang.
Lainnya. Beban lainnya terutama terdiri dari berbagai biaya lain-lain yang jumlahnya secara individu tidak signiikan, termasuk pelatihan karyawan, iklan dan acara perusahaan.
Laba dari Operasi
Laba dari operasi Perseroan merupakan pendapatan setelah dikurangi beban operasi. Tabel di bawah ini menyajikan laba dari operasi Perseroan dan persentasenya terhadap jumlah pendapatan untuk periode-periode sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah dan persentase)
Uraian dan Keterangan Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2010 2011 2012 2012
(reviu) 2013
(Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)
Laba dari operasi 486.287 72,4% 707.486 72,9% 1.280.389 74,6% 476.185 73,6% 970.972 76,4%
Pendapatan (beban) lain-lain
Tabel di bawah ini menyajikan rincian pendapatan (beban) lain-lain dan persentasenya terhadap jumlah pendapatan untuk periode-periode sebagai berikut :
(dalam jutaan Rupiah dan persentase)
Uraian dan Keterangan Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember Periode 6 bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni
2010 2011 2012 2012
(reviu) 2013
(Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%) (Rp) (%)
Kenaikan nilai wajar atas
properti investasi 209.569 31,2% 99.889 10,3% 258.542 15,1% 46.393 7,2% 438.017 34,5% Pendapatan bunga 6.159 0,9% 16.149 1,6% 16.715 1,0% 2.770 0,4% 5.539 0,4% Laba (rugi) pelepasan aset 136 0,0% (150) (0,0%) 464 0,0% 197 0,0% 707 0,1% Amortisasi aset lainnya –
bersih (22.724) (3,4%) - - - - (274) - - -
Penurunan nilai wajar goodwill - - (8.687) (0,9%) - - - -
Pencadangan kerugian
penurunan nilai piutang - - - - (13.190) (0,8%) - - - -
Laba (rugi) selisih kurs – bersih (17.515) (2,6%) (14.321) (1,5%) (84.103) (4,9%) (16.163) (2,5%) (118.776) (9,3%) Beban keuangan - Bunga (226.325) (33,7%) (246.597) (25,4%) (467.482) (27,3%) (154.377) (23,9%) (324.152) (25,5%) Beban keuangan - lainnya (66.755) (9,9%) (24.176) (2,5%) (67.358) (3,9%) (19.352) (3,0%) (82.229) (6,5%) Lainnya - bersih (9.535) (1,4%) (16.645) (1,7%) (10.729) (0,6%) 4.915 0,8% (9.333) (0,7%)
Jumlah pendapatan (beban)
lain-lain (126.990) (18,9%) (194.538) (20,1%) (367.141) (21,4%) (135.891) (21,0%) (90.227) (7,1%)
Kenaikan nilai wajar atas properti investasi. Kenaikan nilai wajar atas properti investasi terdiri dari selisih antara biaya tercatat dan nilai wajar dari properti investasi pada akhir periode akuntansi. Untuk akuisisi perusahaan penyewaan menara dan portofolio
sites, Perseroan umumnya mengalokasikan harga perolehan dari portofolio sites dan lahan yang dimiliki ke dalam properti investasi dan pembayaran sewa lahan di muka dialokasikan ke dalam sewa lahan jangka panjang.
Pendapatan bunga. Pendapatan bunga terdiri dari dari bunga yang diperoleh dari kas dan setara kas yang disimpan dalam
rekening operasional, serta deposito berjangka dan juga “kas yang dibatasi penggunaannya” yang merupakan rekening pencadangan yang dibentuk berdasarkan perjanjian utang bank dalam Rupiah dan Dolar AS.
Laba (rugi) pelepasan aset. Laba (rugi) pelepasan aset terdiri dari laba atau rugi dari penjualan aset tetap.
Penurunan nilai wajar/amortisasi goodwill. Efektif sejak tanggal 1 Januari 2011, Perseroan melaksanakan uji penurunan nilai atas goodwill dari penggabungan usaha yang telah dilakukan sebelumnya.
Pencadangan kerugian penurunan nilai piutang. Pencadangan kerugian penurunan nilai piutang merupakan kerugian penurunan nilai yang timbul dari penilaian atas nilai piutang dari pelanggan tertentu yang mungkin tidak dapat membayar kewajiban mereka kepada Perseroan.
Laba (rugi) selisih kurs - bersih. Laba (rugi) selisih kurs - bersih terutama terdiri dari dari laba dan rugi translasi atas aset dan liabilitas moneter dalam Dolar AS termasuk pinjaman dari pihak ketiga tanpa jaminan dalam Dolar AS.
Beban keuangan - bunga. Beban keuangan - bunga terdiri dari bunga yang dibayarkan untuk utang yang belum dilunasi dari utang bank dalam Dolar AS dan Rupiah dan surat utang jangka panjang Dolar AS, dan juga pinjaman dari pihak ketiga tanpa jaminan.
Beban keuangan - lainnya. Beban keuangan - lainnya terdiri dari amortisasi atas biaya komitmen dan fasilitas dari utang bank dalam Dolar AS dan Rupiah.
Lainnya - bersih. Lainnya - bersih terutama terdiri dari berbagai biaya non-operasi yang jumlahnya secara individu tidak signiikan.
Kepentingan non-pengendali
Kepentingan non-pengendali merupakan hak dan bagian dari pemegang saham minoritas atas ekuitas dan laba bersih Entitas Anak berdasarkan persentase kepemilikan dari pemegang saham minoritas di dalam Entitas Anak.