BAB II KERANGKA TEORI
2.4 Analisis SWOT
2.4.4 Analisis Lingkungan Eksternal
Menurut Fred (2012:120) terapat 5 kekuatan ekternal utama yang mempengaruhi suatu perusahaan yaitu sebagai berikut:
1. Kekuatan Ekonomi
Faktor ekonomi memiliki dampak langsung terdapat daya tarik potensial dari beragam strategi. Sebagai contoh, ketika tingkat suku bunga naik, dana yang diperlukan untuk ekspansi modal menjadi lebih mahal atau tidak tersedia.
Selain itu ketika pasar bertumbuh, kekayaan konsumen dan bisnis meluas.
2. Kekuatan Sosial, Budaya, Demografis dan Lingkungan
Kekuatan Sosial, Budaya, Demografis dan Lingkungan memiliki dampak yang besar atas hampir semua produk, jasa, pasar, dan konsumen. Organisasi-organisasi kecil, besar, laba, dan nirbala di semua indutri dikejutkan dan
ditantang oleh peluang dan ancaman yang muncul dari paerubahan dalam variabel sosial, budaya, demografis, dan lingkungan.
3. Kekuatan Politik, Pemerintahan dan Hukum
Pemerintah pusat maupun daerah merupakan pembuat regulasi, deregulasi, penyubsidi, pemberi kerja, dan konsumen utama organisasi. Faktor-faktor politik, pemerintahan, dan hukum dapat merepresentasikan peluang dan ancaman utama baik bagi organisasi kecil maupun besar. Untuk industri dan perusahaan yang sangat bergantung pada kontak atau subsidi pemerintah, ramalan politik bisa menjadi bagian terpenting bagi suatu perusahaan.
4. Kekuatan Teknologi
Kekuatan teknologi mempresentasikan peluang dan acaman besar harus dipertimbangkan dalam perumusan strategi. Kemajuan teknologi bisa secara dramatis mempengaruhi produk, jasa, pasar, pamasok, distributor, pesaing, konsumen, proses produksi, praktik pemasaran, dan posisi kompetitif organisasi, kemajuan teknologi dapat menciptakan pasar baru, menghasilkan pengembangbiakan produk baru dan lebih baik lagi, mengubah posisi biaya kompetitif relatif dalam suatu industri, serta mengakibatkan produk dan jasa yang ada saat ini. kemajuan teknologi bisa menciptakan keunggulan kompetitif yang lebih baik lagi dari pada keunggulan kompetitif yang ada.
5. Kekuatan Kompetitif
Mengumpulkan dan mengevaluasi informasi tentang pesaing penting bagi perumusan strategi yang berhasil. Mengidentifikasi pesaing tidak selalu mudah kerana banyak perusahaan memiki divisi-divisi yang bersaing di industri yang berbeda. Banyak perusahaan multidivisional umumnya tidak
menyediakan informasi penjualan dan laba menurut divisi karena alasan kompetitif.
Menurut Kuncoro (2006:51) untuk memudahkan dalam melaksanakan analisis SWOT diperlukan matriks SWOT. Matriks SWOT menurut David (2017:171) adalah pencocokan penting yang membantu manajer mengembangkan empat tipe strategi: Strategi kekuatan-kesempatan (SO), strategi kesempatan (WO), Strategi kekuatan-ancaman (ST ) dan strategi kelemahan-ancaman (WT). Strategi SO menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk mengambil keuntungan dari kesempatan eksternal. Strategi WO bertujuan untuk meningkatkan kelemahan internal dengan mengambil keuntungan pada kesempatan eksternal. Strategi ST menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. Strategi WT adalah taktik defensif yang dilakukan untuk mengurangi kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal.
2.5 Definsi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM):
a. Usaha Mikro adalah kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan bersifat tradisional dan informal dalam arti belum terdaftar, belum tercatat, dan belum berbadan hukum. Usaha mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih mencapai Rp. 50.000.000. Hasil penjualan usaha mikro setiap tahunnya paling banyak Rp. 300.000.000. Usaha mikro tidak memiliki karyawan atau pegawai.
b. Usaha kecil adalah usaha ekonomi produkif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan cabang yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil.
Usaha yang masuk kriteria usaha kecil adalalah usaha yang memiliki kekayaan bersih Rp. 50.000.000 dengan maksimal yang dibutuhkan mencapai Rp. 500.000.000. Hasil penjualan bisnis setiap tahunnya antara Rp. 300.000.000 sampai paling banyak Rp. 2,5.000.000.000. kriteria usaha kecil jumlah tenaga kerja dari 3 sampai 5 orang.
c. Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, dan bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil jualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Usaha menengah serinh dikategorikan sebagai bisnis dengan kriteria kekayaan bersih yang dimiliki pemilik usaha mencapai lebih dari Rp. 500.000.000 hingga Rp. 10.000.000.000. kriteria usaha menengah jumlah tenaga kerja dari 5 sampai 20 orang.
d. Usaha besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari usaha menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan
ekonomi di Indonesia. Kriteria untuk usaha besar jumlah tenaga kerjanya kurang dari 100 orang.
2.6 Penelitian Terdahulu
Beberapa penelitian sebelumnya telah dilakukan untuk menguji tentang analisis SWOT, penelitian terdahulu sangat penting sebagai dasar dijadikan pen ulis sebagai bahan referensi dalam penelitian ini. Penelitian terdahulu yang digunakan penulis adalah sebagai berikut:
1. Denok Allmukarramah Rambe (2007) melakukan penelitian berjudul
―Analisis SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing Pada PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Cabang Syariah Medan‖. Hasil dari penelitian ini dilihat dari Analisis SWOT PT. Bank Negara Indonesia dapat menerapkan sepuluh strategi alternatif dan dari matriks SPACE PT.Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Syariah Medan berada pada posisi kuadran agresif.
2. Nurcahaya Sianipar (2015) melakukan penelitian berjudul ―Analisis Strategi Bersaing Pada Usaha Laundry di Padang Bulan (Studi Kasus pada Cheap Laundry)‖ . bisnis Laundry yang semakin hari semakin berkembang di Kota Medan khususnya di daerah Padang Bulan mengharuskan Cheap Laundry untuk menerapkan strategi yang tepat. Berdasarkan faktor lokasi, maka Cheap Laundry harus mampu bersaing dengan laundy lainnya untuk merebut para pelanggan khusunya mahasiswa. Dalam menciptakan keunggulan bersaing maka cheap laundy penting untuk mengetahui kondisi lingkungan internal yaitu kekuatan dan kelemahan yang dimiliki maupun lingkungan eksternalnya yaitu peluang dan ancaman yang dimiliki, terutama dalam menghadapi para
pesaing-pesaingnya. Metode yang digunakan daalm penenlitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Teknik analisis data yang peneliti lakukan di dalam penelitian ini yaitu tahap pengumpulan data (Input Stage), tahap analisis atau tahap pencocokan (Matching Stage) dan tahap pengambilan keputusan (Decision Stage). Strategi bersaing yang tepat dan dapat diterapkan Cheap Laundry dalam menghadapi persaingan yaitu strategi penetrasi pasar.
Strategi penetrasi pasar (market penetration) yaitu strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui uapaya-uapaya pemasaran yang lebih besar. Strategi penetrasi pasar (market penetration) daapt diterapkan oleh Cheap Laundry melalui Matriks SWOT dengan menerapkan strategi promosi dan strategi perekrutan karyawan. Strategi promosi dapat dilakukan dengan cara memperluas wilayah promosi dan memanfaatkan kekuatan teknologi yaitu internet sebagai sarana promosi dan menerapkan reward kepada para pelanggan untuk menjaga loyalitas pelanggan dan menarik pelanggan baru.
Strategi perekrutan karyawan diterapkan dengan merekrut karyawan menetap untuk membantu proses operasional sehingga kualitas jasa dan pelayanan diberikan secara optimal kepada pelanggan.
3. Rani Wulandari (2017) melakukan penelitian berjudul ―Analisis pengembangan Strategi Bersaing pada Caffe Q Medan‖ Hasil penelitian menunjukan bahwa dari kuadran SWOT yang dihasilkan Cafe Coffee Q berada pada posisi Kuadran I. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Progresif artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan
dan meraih kemajuan secara maksimal. Rekomendasi alternatif strategi yang diberikan adalah strategi W-T, dengan meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman dilihat dari faktor internal dan eksternal perusahaan yang di analisis melalui Matriks SWOT.
4. Syamsudin (2014) melakukan penelitian berjudul ―Penerapan Analisis SWOT Dalam Menentukan Strategi Pemasaran Daihatsu Luxio Di Malang‖ Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi produk berada pada koordinat 3,582 dan 3,551. Koordinat tersebut terletak pada kuadran I yang mendukung strategi pertumbuhan dengan konsentrasi melalui integrasi vertikal. Dari matrik SWOT dapat kita lihat strategi strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pemasaran dan volume penjualan Daihatsu Luxio yaitu meningkatkan hubungan kerjasama dengan pihak bank dan leasing, menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan serta sumber daya perusahaan.
Diharapkan dengan strategi yang diterapkan tersebut pangsa pasar Daihatsu Luxio meningkat dan volume penjualan dapat meningkat.
5. Fifi Febriana Meliala (2014) melakukan penelitian berjudul ―Strategi Persaingan Bisnis Jasa Konstruksi Kapal (Studi kasus Tentang Penerapan Strategi Bisnis perusahaan Konstruksi Kapal Cv. Marine Construction Belawan)‖. Bisnis usaha jasa konstruksi kapal merupakan bisnsi jasa yang menjanjikan apabila lokasi usaha mendukung. Bisnis usaha jasa konstruksi kapal ini masih didominasi berada di daerah laut seperti Belawan. Dalam menjalankan kegiatan usaha atau bisnis kerap kali diikuti oleh persaingan yang ketat dari pesaingnya. Persaingan ini juga dijalani oleh CV. Marine Construction Belawan yang bersaing dengan usaha jasa sejenis yaitu, jasa
konstruksi kapal. Perusahaan ini memiliki strategi persaingan yang diterapkan untuk tetap dapat bersaing dengan para kompetitornya. Untuk tetap dapt menjalankan strategi bersaing tersebut diperlukan suatu analisis SWOT dimana dalam menganalisisnya menggunakan SWOT, akan dilakukan tahap pengelompokan faktor internal dan eksternal bisnis jasa, kemudian melihat dari Diagram Cartesius, dan matriks SWOT. Setelah itu, maka dapat dilihat strategi persaingan yang telah diterapkan oleh perusahaan. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Teknis analisis data menggunkan analisis SWOT. Informan penelitian berjumlah 2 orang, yaitu 1 direksi dan 2 wakil direksi. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang telah diterapkan CV. Marine Construction Belawan adalah strategi diversifikasi yaitu memanfaatkan strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghindari adanya ancaman.
2.7 Kerangka Pemikiran
Analisis situasi merupakan awal proses perencanaan strategi. Selain itu analisis situasi juga mengharuskan para manajer strategis untuk menemukan kesesuaian strategis antara peluang-peluang eksternal dan kekuatan-kekuatan internal, disamping memperhatikan ancaman-ancaman eksternal dan kelemahan-kelemahan internal. Mengingat bahwa SWOT dalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats, yang semuanya merupakan faktor-faktor strategis. Jadi, analisis SWOT harus mengidentifikasi kompetensi langka (distinctive competence) perusahaan yaitu keahlian tertentu dan sumber-sumber
daya yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan cara unggul yang mereka gunakan.
Kompetensi yang langka kadang-kadang dianggap sekumpulan kapabilitas inti (core capabilities) kapabilitas yang secara strategis membuat perusahaan menjadi berbeda. Penggunaan kompetensi langka perusahaan secara tepat (kapabilitas inti) akan memberikan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (Hunger & Wheelen, 2003:193).
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Sumber: Penulis (2019) Cafe The Coffee
Town
Lingkungan Internal - Kekuatan (Strengths) - Kelemahan
(Weaknesses)
Lingkungan Eksternal - Peluang
(Opportunities) - Ancaman (Threats) Analisis SWOT
Strategi Bersaing
3.1 Bentuk Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Data dihimpun dengan pengamatan yang seksama, mencakup deskripsi dalam konteks yang mendetil disertai catatan-catatan hasil wawancara yang mendalasm, serta hasil analisis dokumen dan catatan-catatan (Nana Syaodih, 2012:60).
Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan populasi, karena penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi, tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situasi sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus yang dipelajari. Sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden, tetapi sebagai nara sumber, atau partisipan, informan, teman atau guru dalam penelitian (Sugiyono, 2008:298).
Berdasarkan tujuannya, penelitian ini termasuk penelitian deskriptif.
Menurut Nana Syaodih (2012:56) penelitian deskriptif ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Dalam studi ini para peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek penelitian, semua kegiatan atau peristiwa berjalan seperti apa adanya. Penelitian deskriptif dapat dilakukan pada saat ini atau dalam kurun waktu yang singkat, tetapi dapat juga dilakukan dalam waktu
yang cukup panjang. Penelitian yang berlangsung saat ini disebut penelitian deskriptif, sedangkan penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang disebut penelitian longitudinal.
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Cafe The Coffee Town yang beralamat di Jl.
Ngumban Surbakti No.37 B, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Adapun alasan semilih lokasi penelitian tersebut yaitu Cafe the Coffee Town telah berdiri sejak tahun 2016 walaupun dibilang masih termasuk baru karena masih 3 (tiga) tahun kafe ini dapat mengembnagkan usahanya dan dapat mampu bersaing dengan usaha yang serupa/sama. Hal inilah yang menjadi pertimbangan peneliti untuk memilih Cafe The Coffee Town sebagai lokasi penelitian.
3.3 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a. Data Primer
Menurut Purhantara (2010:79) mengatakan bahwa data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian, dalam hal ini peneliti memperoleh data atau informasi langsung dengan menggunakan instrumen-instrumen yang telah ditetapkan. Nazir (2011:92) mengungkapkan bahwa penelitian yang dibuat harus menjamin pengumpulan data yang efisien dengan alat dan teknik seta karakteristik dari responden.
Data primer adalah data mentah yang diambil oleh peneliti sendiri (bukan oleh orang lain) dari sumber utama guna kepentingan penelitian. Data sekunder
yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi/ pengamatan dan wawancara/interview langsung kepada pemilik, pegawai maupun konsumen.
b. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung yang dapat diambil dari sumber lain atau instansi lain yang berkaitan dengan penelitian.
Teknik yang dilakukan adalah:
1. Studi Kepustakaan, yaitu pengumpulan data melalui buku-buku, literature terkait yang relevan dengan masalah yang diteliti.
2. Dokumentasi adalah pengumpulan data berbentuk surat, cacatan harian, arsip foto, hasil rapat, cinderamata, jurnal kegiatan dan sebagainya. Data sejenis ini mempunyai sifat utama tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga bisa dipakai untuk menggali informasi yang terjadi di masa silam.
3. Data Online adalah data yang diperoleh dengan akses internet untuk mencari sumber data yng berhubungan dengan penelitian yang dilaksanakan.
3.4 Penentuan Informan Penelitian 3.4.1 Informan Penelitian
Informan penelitian menurut Nazir (2005: 55) adalah subjek yang memahami informasi objek penelitian sebagai pelaku maupun orang lain yang memahami objek penelitian. Menurut Suyanto (2005: 172) informan penelitian meliputi beberapa macam, yaitu: (1) Informan Kunci (Key Informan) merupakan mereka yang mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian, (2) Informan Utama, merupakan mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti, (3) Informan Tambahan, merupakan mereka
yang dapat memberikan informasi walaupun tidak langsung terlibat dalam interaksi sosial yang diteliti.
Sampel dalam penelitian kualitatif tidak disebut responden melainkan narasumber, partisipan, atau informan. Moleong (2010: 132) mendeskripsikan subjek penelitian sebagai informan, yang artinya orang pada latar penelitian yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Sejalan dengan pengertian tersebut, Arikunto (2016: 26) mendeskripsikan subjek penelitian memberi batasan subjek penelitian sebagai benda, hal atau orang tempat data untuk variabel penelitian melekat, dan yang di permasalahkan. Subjek penelitian merupakan sesuatu yang sangat penting kedudukannya dalam penelitian.
Berdasarkan pemaparan diatas, sampel atau informan yang dipilih dalam penelitian ini yaitu:
1. Informan Kunci: Pemilik Cafe The Coffee Town Medan
2. Informan Utama: Manager dan Pegawai Cafe the Coffee Town Medan 3. Informan Tambahan: Konsumen Cafe The Coffee Town Medan
3.4.2 Teknik Penentuan Informan Penelitian
Pemilihan informan sebagai sumber data dalam penelitian ini didasarkan pada asas subjek yang menguasai permasalahan, memiliki data, dan bersedia memberikan informasi lengkap dan akurat.
Menurut Cooper dan Schindler (2017: 178), penentuan informan untuk penelitian kualitatif pada umumnya terdiri dari cara purposive sampling, snowball sampling dan convenience sampling.
a. Purposive: peneliti memilih partisipan secara acak berdasarkan karakter yang unik atau pengalaman, sikap maupun persepsi mereka; ketika kategori konseptual atau teoritis berkembang selama proses wawancara, peneliti mencari partisipan baru untuk menguji pola yang muncul.
b. Snowball: partisipan menunjukkan peneliti kepada peserta lain yang memiliki karakteristik, pengalaman, atau sikap yang hampir sama atau berbeda dengan mereka.
c. Convenience sampling: merupakan pengambilan sampel dimana peneliti memilih siapapun individu yang siap sebagai partisipan.
Berdasarkan pengertian tersebut peneliti memilih informan penelitian (subjek) dengan berdasarkan teknik purposive dan snowball. Alasan menggunakan purposive sampling adalah karena tidak semua sampel memiliki kriteria yang sesuai dengan fenomena yang diteliti. Purposive sampling ini digunakan untuk memilih informan kunci yaitu pemilik Cafe yang mengetahui jalannya kegiatan bisnis. Sementara alasan menggunakan snowball sampling adalah karena penulis membutuhkan petunjuk/arahan dari informan kunci untuk menunjukkan informan-informan berikutnya yang sesuai kriteria wawancara yang ada di Cafe The Coffee Town, Orang yang ditetapkan sebagai informan pada penelitian ini adalah orang yang telah mewakili dan disesuaikan dengan peranannya dalam memahami jalannya kegiatan selama penjualan Cafe berlangsung. Convenience sampling yaitu dilakukan kepada Orang yang kebetulan sedang berada di Cafe The Coffee Town.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Teknik pengumpulan data primer, yaitu pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada lokasi penelitian. Pengumpulan data primer penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara (dialog langsung antara peneliti dengan responden penelitian) dimana pewawancara bertanya langsung tentang suatu objek yang diteliti dan telah dirancang sebelumnya dan observasi (kegiatan melihat suatu kondisi secara langsung terhadap objek yang diteliti).
2. Teknik pengumpulan data sekunder, yaitu pengumpulan data yang dilakukan melalui pengumpulan bahan kepustakaan yang dapat mendukung data primer.
Pengumpulan data Sekunder dapat dilakukan dengan dua cara antara lain:
1. Studi Dokumentasi yaitu pengumpulan data dengan mendokumentasikan dan melihat data-data tertulis, foto atau benda yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dan dapat diperoleh dari lokasi penelitian.
2. Studi Kepustakaan yaitu pengambilan data yang diperoleh dari berbagai literatur-literatur seperti buku-buku, jurnal, skripsi, artikel yang terkait dengan penelitian.
3.6 Teknik Analisis Data
Analisis data adalah mengumpulkan, menginterprestasikan data-data yang telah didapatkan dari lokasi penelitian dan diolah untuk mendapatkan informasi dan fakta. Teknik analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah
menggunakan dengan pendekatan Kualitatif. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan deskripsi tentang bisnis pada Cafe The Coffee Town.
3.6.1 Analisis Deskriptif
Analisis Deskriptif adalah teknik menganalisis dengan menyajikan fakta agar mendapatkan informasi mengenai gambaran suatu situasi ataupun kondisi di Cafe The Coffee Town.
3.6.2 Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (Strengths) dan Peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (Weaknesses, dan ancaman (Threats) strategi dan faktor internal strategi.
Penjelasan dari Matriks SWOT di atas sebagai berikut:
a. Strategi SO (Strength-Opportunity). Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.
b. Strategi ST (Strength-Threat). Strategi ini menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.
c. Strategi WO (Weakness-Opportunity). Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
d. Strategi WT (Weakness-Threat) Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
Metode Analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yang paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas, analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian 4.1.1 Sejarah Cafe The Coffee Town
Cafe The Coffee Town merupakan Cafe yang berdiri pada 15 Januari 2016 . Usaha Cafe The Coffee Town ini dirintis oleh Bapak Ir. Parulian Simbolon beserta istri yang berada di Jl. Ngumban Surbakti No. 37 B, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Cafe The Coffee Town ini didirikan karena kopi telah menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan saat ini.
Cafe The Coffee Town ini terkenal dengan kopinya , tetapi selain menyediakan kopi, Cafe The Coffe Town juga menyediakan berbagai jenis minuman agar dapat dinikmati oleh semua kalangan khususnya bagi yang tidak terbiasa dengan rasa pahit kopi. Selain minuman, Cafe The Coffee Town juga menyediakan beberapa makanan baik makanan lokal maupun makanan luar negeri.
Cafe The Coffee Town merupakan tempat Cafe yang sangat unik yang dapat dilihat dari dekorasi ruangan Cafe yang cukup menarik dengan adanya
Cafe The Coffee Town merupakan tempat Cafe yang sangat unik yang dapat dilihat dari dekorasi ruangan Cafe yang cukup menarik dengan adanya