• Tidak ada hasil yang ditemukan

V ANALISIS LINGKUNGAN PERUSAHAAN

Analisis lingkungan perusahaan bertujuan untuk mengidentifikasi lingkungan perusahaan baik secara internal maupun secara eksternal. Hasil dari analisis lingkungan perusahaan ini nantinya adalah faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang berpengaruh dalam perumusan strategi.

5.1. Analisis Lingkungan Internal

Lingkungan internal meliputi faktor-faktor di dalam perusahaan yang dapat memberikan informasi mengenai kekuatan dan kelemahan perusahaan. Adapun faktor-faktor internal yang dianalisis meliputi aspek pemasaran, keuangan atau akuntansi, produksi dan operasi, sumberdaya manusia, serta riset dan pengembangan.

5.1.1. Pemasaran

Aspek pemasaran terkait dengan bauran pemasaran, yaitu aspek produk, harga, distribusi, dan promosi. Berikut ini merupakan analisis bauran pemasaran CV Cahaya Abadi:

1) Produk

Produk vinir yang dihasilkan oleh CV Cahaya Abadi terdiri dari dua jenis, yakni vinir random dan vinir full face. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara produk yang dihasilkan oleh perusahaan dengan produk vinir yang dihasilkan oleh perusahaan lainnya. Menurut Baldwin, diacu dalam Rahmah (2000), terdapat empat indikator penentu kualitas vinir yakni keseragaman tebal, kelengkungan permukaan, kedalaman retak, dan kehalusan permukaan. Produk ini memiliki kelemahan yakni masih dalam keadaan basah dengan kadar MC (kandungan air/kelembapan) yang tinggi. Kadar MC yang tinggi pada produk menyebabkan produk tidak tahan lama karena mudah busuk dan retak. Oleh karenanya maksimal tiga hari produk harus diolah menjadi produk Plywood. Jika terlalu lama disimpan, maka produk akan cepat lapuk dan mudah retak sehingga mengurangi kualitas produk yang dihasilkan. Selain itu, kelemahan dari sisi

52 produk adalah seluruh vinir yang dijual dimasukkan dalam kategori all grade. Hal ini akan menyulitkan pembeli karena pembeli harus memilah produk berdasarkan grade-nya. Adanya kelemahan dari produk yang dihasilkan dapat membuat kurangnya loyalitas konsumen terhadap produk tersebut.

2) Harga

Menurut Umar (2008) terdapat empat macam penetapan harga yang ditetapkan perusahaan, pada umumnya didasarkan oleh empat pendekatan, yaitu

a) Berdasarkan biaya, yaitu dengan memberikan atau menambahkan suatu ‘mark up’ baku untuk labanya.

b) Analisis pulang pokok, yaitu penggunaan konsep bagan pulang-pokok yang menunjukkan total biaya dan jumlah pendapatan yang diharapkan pada beberapa tingkat volume penjualan sehingga titik potong antara kedua kurva merupakan volume pulang pokok.

c) Berdasarkan persepsi pembeli, yaitu melakukan survei untuk harga barang yang sama oleh beberapa penjual yang ditanyakan langsung kepada konsumen.

d) Berdasarkan persaingan, yaitu penetapan harga dilakukan setelah meneliti harga yang ditetapkan oleh para pesaing dekatnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak perusahaan, penetapan harga yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan biaya dengan menambahkan mark up baku untuk labanya. Mark up baku untuk laba yang diperhitungkan oleh perusahaan pada umumnya sekitar Rp 50.000,00 / m3. Berikut ini adalah penetapan harga vinir pada CV Cahaya Abadi:

Tabel 6. Daftar Harga Produk Vinir pada CV Cahaya Abadi 2008-2009 Jenis Barang Harga Invoice / m3 (Rp)

Full peaces 1.500.000 ,00

Random 1.500.000 ,00

Poli – Poli 450.000 ,00

53 Alasan perusahaan menetapkan harga berdasarkan mark up baku untuk labanya karena perusahaan tidak mau menderita kerugian. Perusahaan lebih memilih untuk tidak berproduksi daripada menerima harga yang lebih rendah dari harga yang ditetapkan perusahaan. Sistem pembayaran yang digunakan adalah tidak langsung tunai akan tetapi dibayar setelah barang dikirim dengan jangka waktu umumnya dua minggu setelah produk dikirim.

3) Distribusi

Distribusi merupakan kegiatan untuk menyalurkan, mengirimkan, serta menyampaikannya kepada konsumen. Saluran distribusi perusahaan adalah saluran distribusi langsung dari CV Cahaya Abadi ke perusahaan konsumen tanpa menggunakan perantara atau agen. Teknik distribusi yang dilakukan adalah dengan mengantarkan produk vinir yang dipesan dari perusahaan langsung dikirim ke tempat pemasaran. Untuk distribusi produk tersebut perusahaan telah memiliki alat transportasi berupa truk. Adapun resiko pengiriman ditanggung oleh perusahaan.

4) Promosi

Kegiatan promosi yang dilakukan oleh CV Cahaya Abadi adalah kegiatan promosi langsung dengan mendatangi perusahaan yang akan menjadi target pasar untuk manawarkan produknya. Kegiatan promosi ini tidak dilakukan secara rutin oleh CV Cahaya Abadi dikarenakan jumlah tenaga kerja yang dimiliki terbatas.

5.1.2. Keuangan atau Akuntansi

Dalam menjalankan suatu perusahaan, masalah permodalan sangat penting. Usaha pengolahan vinir ini memerlukan biaya yang cukup tinggi baik untuk pendirian, pembelian barang modal, maupun untuk biaya operasional sehingga diperlukan modal yang cukup besar. Dalam hal permodalan, CV Cahaya abadi memiliki permodalan yang cukup kuat. Pemilik perusahaan memiliki dana pribadi yang cukup besar, selain itu salah satu pemilik perusahaan yakni Suyitno merupakan komisaris Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Klepu Mitra Kencana sehingga akses perusahaan terhadap modal cukup mudah diperoleh.

Investasi awal perusahaan berasal dari dana sendiri untuk membeli peralatan mesin dan bangunan, yakni sebesar RP 333.158.050 (Tabel 7). dan

54 modal awal pemilik untuk kegiatan operasional sebesar Rp 310.389.050. Kemudian dilakukan penambahan modal dari pemilik sehingga komposisi modal saat ini sebesar Rp 464.800.000 dari pemilik. Untuk kegiatan produksi perusahaan, selain dari modal sendiri tersebut, perusahaan juga melakukan hutang pada BPR Klepu Mitra Kencana sebanyak 310.000.000 untuk membeli peralatan mesin baru.

Tabel 7. Investasi Awal CV Cahaya Abadi Tahun 2007

No Jenis Investasi Harga (Rp)

1 Mesin Rottary 186.665.550,00

2 Meja Cutting 5.500.000,00

3 Meja & Katrol 5.300.000,00

4 Mesin Spindelless 89.000.000,00

5 Komputer 2.420.000,00

6 Inv.Gedung 43.223.500,00

Jumlah 333.158.050,00

Sumber: CV Cahaya Abadi (2009)

Untuk memantau keuangan perusahaan maka perusahaan melakukan pencatatan akuntansi mengenai laporan keuangan perusahaan. CV Cahaya Abadi memiliki karyawan tersendiri yang bertugas membuat pencatatan keuangan. Pencatatan keuangan yang dilakukan oleh CV Cahaya Abadi ini masih sederhana.

Dari data keuangan perusahaan pada Tabel 8, dapat diketahui bahwa penerimaan perusahaan masih fluktuatif, bahkan pada bulan Juni penerimaan perusahaan hanya mencapai 98 juta. Data keuangan tersebut juga memperlihatkan bahwa penggunaan biaya operasional perusahaan masih belum efisien. Hal ini dapat dilihat dari data keungan pada bulan Juli dan Agustus, jika dibandingkan dengan bulan Agustus, bulan Juli memiliki tingkat penerimaan yang lebih rendah namun biaya operasional yang dikeluarkan lebih tinggi. Biaya operasional perusahaan antara lain digunakan untuk membayar gaji karyawan, pembelian BBM, pembeliaan perlengkapan produksi, biaya transportasi, dan lain-lain.

55 Tabel 8. Data Keuangan CV Cahaya Abadi bulan Mei 2008- April 2009

Bulan Penerimaan (Rp) Volu Me Vinir (m3) Pembelian Bahan Baku Sengon (Rp) Biaya Operasional (Rp) Biaya Operasi onal /m3 (Rp) Mei 376.921.327 260.055.821 64.002.500 Juni 98.029.422 99.056.500 28.739.160 Juli 224.253.555 192.080.880 42.869.725 Agustus 265.378.590 245.901.149 34.029.420 September 409.958.478 252.297.532 50.263.850 Oktober 350.361.662 336.080.311 45.473.900 Nopember 304.748.905 258.411.569 42.709.700 Desember 428.048.500 355.056.749 41.319.950 Januari 447.547.168 379,12 409.937.306 51.596.440 136.095,27 Februari 482.902.548 477,36 414.658.055 52.459.570 109.895,19 Maret 508.195.780 860,40 482.574.913 69.159.000 80.380,06 April 265.060.265 146,32 187.117.451 31.110.500 212.619,60 Total

Sumber: CV Cahaya Abadi (2009)

5.1.3. Produksi dan Operasi

Manajemen operasi bertujuan agar kegiatan produksi berjalan secara efektif dan efisien sehinga dapat menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa yang digunakan untuk memperoleh keuntungan. Adapun proses produksi untuk mengolah kayu menjadi vinir ada beberapa tahap yaitu proses debarking, conditioning, harging, lathing, clipping, dan sorting dan pengeringan. Akan tetapi proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan hanya sampai pada proses sorting. Kegiatan sorting yang dilakukan perusahaan untuk memisahkan berdasarkan jenis vinir random dan vinir full face, tidak sampai pada pemilihan produk berdasarkan grading. Sedangkan kegiatan pengeringan tidak dilakukan karena perusahaan belum memiliki alat pengeringan.

Tempat untuk kegiatan proses produksi telah ditata dengan baik sehingga proses produksi dari satu tahap ke tahap selanjutnya lebih efisien. Perusahaan

56 telah memiliki mesin dan peralatan untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan, dan untuk meningkatkan kapasitas produksi maka perusahaan membeli mesin baru, yakni mesin spindelless dan mesin rottary. Meskipun mesin yang dimiliki perusahaan adalah mesin second, akan tetapi perusahaan melakukan perawatan secara rutin setiap minggu sehingga mesin tersebut masih dapat bekerja dengan baik. Dengan penambahan mesin tersebut, maka kapasitas produksi meningkat dari 9 m3 Menjadi 15 m3 per hari.

Perusahaan menggunakan sistem manajemen just in time dalam hal persediaan bahan baku dan persediaan barang untuk dikirim. Sistem manajemen just in time yaitu suatu sistem yang mengatur agar barang-barang produksi masuk dalam persediaan pada saat dibutuhkan daripada menyimpan sebagai cadangan (Purwanto 2007). Sistem manajemen ini dilakukan oleh perusahaan untuk menjaga kualitas produk sekaligus untuk mengurangi resiko kerusakan produk karena produk tidak tahan lama, mudah busuk, dan retak.

5.1.4. Sumberdaya Manusia

Sumberdaya manusia merupakan komponen yang sangat penting bagi kemajuan perusahaan. Jika sebuah perusahaan memiliki jumlah dan jenis orang yang tepat di tempat kerja yang tepat, dan pada saat yang tepat mampu menyelesaikan tugas-tugas dengan baik maka sumberdaya tersebut akan membantu perusahaan mencapai sasaran-sasaran perusahaan secara efektif dan efisien.

Karyawan yang bekerja pada CV Cahaya Abadi terdiri dari karyawan tetap yang berjumlah empat orang dan karyawan harian lepas yang sekarang ini berjumlah 26 orang. Karyawan yang bekerja pada CV Cahaya Abadi umumnya adalah warga sekitar lokasi perusahaan. Karyawan tetap direkrut sesuai dengan kemampuannya untuk menjalankan tugas masing-masing, sedangkan perekrutan karyawan harian lepas tidak memerlukan syarat yang sulit. Syarat untuk menjadi karyawan harian adalah lulus SLTP. Untuk karyawan yang baru biasanya dilakukan pelatihan terlebih dahulu, karena karyawan tersebut harus dapat menggunakan peralatan yang disediakan oleh perusahaan. Jam kerja karyawan adalah dari jam 07.00 hingga jam 16.00 dengan hari kerja dari hari Senin hingga hari Sabtu. Jadwal pekerjaan tidak dilakukan dengan cara shift karena dinilai tidak efektif. Karyawan CV Cahaya Abadi ini telah memiliki struktur dan pembagian