• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. Hasil dan Pembahasan

4.6 Analisis Matriks SWOT

Matriks SWOT digunakan untuk merumuskan alternatif strategi bagi agroindustry dengan didasarkan pada penyesuaian antara peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan yang dimiliki agroindustri. Dengan mengetahui posisi agroindustri dalam industri, dapat ditentukan inti strategi yang bisa dilaksanakan. Selanjutnya ditentukan faktor -faktor strategi dengan menggunakan matriks SWOT. Ada empat kelompok strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT yaitu strategi S-O, W-O, S-T, dan W-T.

4.6.1 Man Strategi S-O

Strategi S-O adalah strategi agroindustri yang menggunakan kekuatan pada lingkungan usaha untuk meraih peluang yang ada pada lingkungan agroindustri dengan sebaik-baiknya. Beberapa alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-O yaitu memperluas usaha agroindustri dengan melakukan difersivikasi produk sebab dengan adanya diversifikasi produk maka agroindustri akan membuka kesempatan kerja dan terus meningkatkan nilai tambah produk dan mutu agar pembagian bonus meningkat.

Strategi W-O

Strategi W-O adalah strategi yang digunakan oleh agroindustri untuk meminimalkan kelemahan dengan menggunakan peluang eksternal yang dimiliki saat ini. Alternatif stratgi yang dapat dilakukan pada strategi W-O yaitu meningkatkan manajemen K3 khususnya karyawan bagian produksi yang memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi.

Strategi S-T

Strategi S-T adalah strategi untuk menghindari ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-T yaitu meningkatkan motivasi kerja karyawan dengan pemberian bonus dan reward, menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan karyawan untuk mencegah terjadinya PHK, serta meningkatkan produktifitas agar mampu memenuhi tuntutan kenaikan upah.

Strategi W-T

Strategi W-T adalah strategi perusahaan untuk mengatasi kelemahan dan berusaha menghindari ancaman yang ada. Strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-T ini adalah mengadakan pelatihan dan pengembangan karyawan agar mampu bersaing dengan dunia global, meningkatkan penghargaan bagi karyawan berprestasi, serta memberlakukan PHK bagi karyawan diatas usia 55 tahun dan merekrut karyawan dengan usia relative muda agar produktifitas terjaga.

Tabel 4.20 Matriks SWOT Man Agroindustri Kecap Sehati

Internal

Eksternal

Strenght – S 1. Mayoritas karyawan

berasal dari sekitar agroindustri

2. Kesediaan karyawan bekerja keras

3. Adanya pembagian bonus

4. Reward dan punishment bagi karyawan

Weakness –W 1. Mayoritas karyawan

berpendidikan rendah 2. Belum memiliki

program pelatihan dan pengembangan karyawan 3. Belum adanya manajemen keamanan, keselamatan, dan kesehatan kerja (K3) 4. Banyaknya tenaga

kerja yang tua Opportunity – O

1. Agroindustri menyerap banyak tenaga kerja 2. Agroindustri meningkatkan nilai tambah 3. Kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian Strategi S-O 1. Memperluas usaha agroindustri dengan difersivikasi produk agar dapat menambah kesempatan bagi penduduk disekitar agroindustri

2. Terus meningkatkan nilai tambah produk dan mutu agar pembagian bonus meningkat Strategi W-O 1. Meningkatkan manajemen K3 khususnya karyawan bagian produksi Threats – T 1. Penggunaan teknologi tinggi mengurangi tenaga kerja

2. Tenaga kerja asing 3. Globalisasi arus

barang dan jasa 4. Gaji yang ditawarkan

perusahaan pesaing 5. Tuntutan kenaikan

upah buruh

Strategi S-T

1. Meningkatkan motivasi kerja karyawan dengan pemberian bonus dan reward

2. Menjaga keseimbangan antara penggunaan teknologi dan karyawan untuk mencegah terjadinya PHK

3. Meningkatkan

produktifitas agar mampu memenuhi tuntutan kenaikan upah

Strategi W-T 1. Mengadakan pelatihan

dan pengembangan karyawan agar mampu bersaing dengan dunia global

2. Meningkatkan

penghargaan bagi karyawan berprestasi 3. Memberlakukan PHK

bagi karyawan diatas usia 55 tahun dan merekrut karyawan dengan usia relative

muda agar

4.6.2 Money Strategi S-O

Strategi S-O adalah strategi agroindustri yang menggunakan kekuatan pada lingkungan usaha untuk meraih peluang yang ada pada lingkungan agroindustri dengan sebaik-baiknya. Terdapat dua alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-O yaitu memperluas pasar agar penjualan terus meningkat guna menambah modal usaha dan memanfaatkan peluang bantuan usaha dari pemerintahuntuk penambahan mesin produksi.

Strategi W-O

Strategi W-O adalah strategi yang digunakan oleh agroindustri untuk meminimalkan kelemahan dengan menggunakan peluang eksternal yang dimiliki saat ini. Alternatif stratgi yang dapat dilakukan pada strategi W-O yaitu memanfaatkan permintaan pasar yang tinggi untuk meningkatkan omzet penjualan dan memanfaatkan bantuan modal pemerintah untuk investasi penambahan mesin dan inovasi produk

Strategi S-T

Strategi S-T adalah strategi untuk menghindari ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-T yaitu melakukan pengawasan keuangan secara ketat berupa pengurangan biaya listrik, telepon, air dan transportasi untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga secara tidak terduga serta melakukan pengolahan limbah (ampas yang dihasilkan dari proses produksi) agar tidak mencemari lingkungan.

Strategi W-T

Strategi W-T adalah strategi perusahaan untuk mengatasi kelemahan dan berusaha menghindari ancaman yang ada. Strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-T ini adalah meningkatkan omzet penjualan untuk segera menutup beban hutang dan meningkatkan modal usaha tanpa ada kewajiban membayar hutang.

Tabel 4.21 Matriks SWOT Money Agroindustri Kecap Sehati Internal Eksternal Strenght – S 1. Kemudahan pembayaran kepada pihak pemasok

2. Kondisi finansial yang relative stabil

3. Adanya investasi untuk penambahan mesin

Weakness –W 1. Sistem permodalan

terbatas

2. Adanya beban hutang pada pihak bank

3. Belum ada biaya investasi pada diversifikasi produk 4. Pencatatan laporan keuangan masih sederhana Opportunity – O 1. Peningkatan penggunaan produk dalam negeri

2. Bantuan modal dan pembiayaan skala mikro

3. Kemudahan dalam memperoleh kredit

Strategi S-O 1. Memperluas pasar agar

penjualan terus meningkat guna menambah modal usaha 2. Memanfaatkan peluang bantuan usaha untuk penambahan mesin produksi dan perluasan usaha

Strategi W-O 1. Memanfaatkan

permintaan pasar yang tinggi untuk

meningkatkan omzet penjualan

2. Memanfaatkan

kemudahan perolehan kredit untuk investasi penambahan mesin dan inovasi produk Threats – T

1. Persaingan usaha dengan modal yang lebh kuat

2. Kenaikan harga BBM, bahan baku, dan upah kerja 3. Kebijakan pemerintah tentang industri berbasis pertanian Strategi S-T 1. Melakukan pengawasan keuangan secara ketat berupa pengurangan biaya listrik, telepon, air dan transportasi untuk mengantisipasi

terjadinya kenaikan harga secara tidak terduga

2. Menjaga hasil dari proses produksi (limbah) agar tidak mencemari lingkungan

Strategi W-T 1. Meningkatkan omzet

penjualan untuk segera menutup beban

hutang dan

meningkatkan modal usaha

4.6.2 Machine Strategi S-O

Strategi S-O adalah strategi agroindustri yang menggunakan kekuatan pada lingkungan usaha untuk meraih peluang yang ada pada lingkungan agroindustri dengan sebaik-baiknya. Ada satu alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-O yaitu melakukan perbaikan secara terus menerus untuk mesin produksi yang digunakan. Agroindustri tidak boleh merasa cukup puas dengan mesin yang sudah ada sehingga agroindustri perlu meningkatkan kapasitas mesin yang lebih canggih dan dengan harga terjangkau dengan hasil yang optimal.

Strategi W-O

Strategi W-O adalah strategi yang digunakan oleh agroindustri untuk meminimalkan kelemahan dengan menggunakan peluang eksternal yang dimiliki saat ini. Alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-O yaitu memanfaatkan mesin dengan harga terjangkau dengan hasil yang cukup besar dan memanfaatkan bantuan pemerintah untuk penambahan mesin yang lebih canggih, sebab saat ini pemerintah sedang gencar untuk meningkatkan industri skala kecil dan menengah sehingga tidak menutup kemungkinan pemerintah memberi bantuan langsung tidak hanya berupa uang melainkan dapat berupa mesin produksi.

Strategi S-T

Strategi S-T adalah strategi untuk menghindari ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-T yaitu meningkatkan pengawasan mesin produksi agar tetap terjaga sebab dengan terjaganya mesin produksi agroindustri dapat selalu melakukan produksi kecap yang berkualitas

Strategi W-T

Strategi W-T adalah strategi perusahaan untuk mengatasi kelemahan dan berusaha menghindari ancaman yang ada. Strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-T yaitu, investasi pada penambahan mesin produksi. Dengan adanya penambahan mesin produksi maka jumlah produk yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Apabila produk yang dihasilkan dengan tenaga mesin lebih banyak maka perputaran uang yang dihasilkan akan cepat sehingga agroindustri dapat melalukan pembelian mesin produksi auto.

Tabel 4.22 Matriks SWOT Machine Agroindustri Kecap Sehati

4.6.4 Metodhs Strategi S-O

Strategi S-O adalah strategi agroindustri yang menggunakan kekuatan pada lingkungan usaha untuk meraih peluang yang ada pada lingkungan agroindustri dengan sebaik-baiknya. Alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S- Internal

Eksternal

Strenght – S

1. Mesin yang dimiliki sesuai standar

2. Adanya pengecekan secara periodik

3. Harga mesin terjangkau

Weakness –W 1. Kuantitas mesin yang

digunakan belum memadahi

2. Mesin yang digunakan masih sederhana Opportunity – O 1. Kemajuan dibidang permesinan 2. Banyaknya mesin dengan harga terjangkau 3. Dukungan perguruan tinggi dalam bidang teknologi

Strategi S-O 1. Melakukan perbaikan

secara terus menerus untuk mesin produksi yang digunakan

2. Melakukan pembelian mesin produksi dengan harga terjangkau dengan hasil yang optimal

Strategi W-O 1. Memanfaatkan mesin

dengan harga terjangkau dengan hasil yang cukup besar 2. Memanfaatkan

bantuan pemerintah dan perguruan tinggi untuk penambahan mesin yang lebih canggih dan ramah lingkungan

Threats – T 1. Penggunaan mesin

canggih oleh pesaing 2. Larangan penggunaan

mesin canggih pada industri padat karya

Strategi S-T 1. Meningkatkan

pengawasan mesin produksi agar tetap terjaga. Dengan terjaganya mesin produksi agroindustri tetap dapat melakukan produksi kecap yang bekualitas Strategi W-T 1. Investasi pada penambahan mesin produksi 2. Melalukan pembelian mesin produksi auto

O yaitu memanfaatkan mesin canggih untuk produksi kecap agar mampu bersaing dipasaran serta emanfaatkan kemajuan teknologi untuk pemasaran kecap.

Strategi W-O

Strategi W-O adalah strategi yang digunakan oleh agroindustri untuk meminimalkan kelemahan dengan menggunakan peluang eksternal yang dimiliki saat ini. Alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-O yaitu, memanfaatkan internet untuk mengetahui trend pasar saat ini dan yang akan datang, sebab dalam melakukan suatu kegiatan usaha jika tidak memanfaatkan adanya internet maka usaha tersebut akan sulit berkembang luas, karena internet dapat menjangkau masyarakat secara luas. Selain itu dengan adanya kemajuan teknologi, Agroindustri Kecap Sehati harus mampu memanfaatkan metode produksi yang lebih canggih.

Strategi S-T

Strategi S-T adalah strategi untuk menghindari ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-T yaitu menjaga keaslian rasa kecap tradisional tanpa menggunakan bahan pengawet, sebab konsumen semakin kritis dalam memilih produk sehingga Agroindustri harus tetap menjaga dan mempertahankan hal tersebut. Alternatif strategi yang kedua adalah meningkatkan pemberian reward bagi karyawan berprestasi agar karyawan merasa puas dengan apa yang diperoleh dari hasil kerjanya.

Strategi W-T

Strategi W-T adalah strategi perusahaan untuk mengatasi kelemahan dan berusaha menghindari ancaman yang ada. Strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-T yaitu, pertama memberikan pelatihan dan pengembangan karyawan. Pelatihan lebih berorientaskepada pekerjaan seseorang yang saat ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan tertentu dan kemampuan untuk dapat melaksanakan pekerjaannya sesegera mungkin. Akan tetapi, pengembangan karyawan lebih berorientasi kepada masa depan dan lebih peduli terhadap pendidikan, yaitu terhadap peningkatan kemampuan seseorang untuk memahami dan menginterprestasi pengetahuan bukan mengajarkan keterampilan teknis. Dengan demikian, pengembangan lebih kepada tumbuhnya kepribadian karyawan

Alternatif strategi yang kedua adalah membekali karyawan dengan pendidikan untuk menjaga rahasia agroindustri agar tidak sampai melakukan hal yang dapat merugikan agroindustri, sedangkan alternative strategi yang ketiga adalah melakukan peramalan permintaan pasar.

Tabel 4.23 Matriks SWOT Metodhs Agroindustri Kecap Sehati

4.6.5 Material Strategi S-O

Strategi S-O adalah strategi agroindustri yang menggunakan kekuatan pada lingkungan usaha untuk meraih peluang yang ada pada lingkungan agroindustri dengan sebaik-baiknya. Alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S- Internal Eksternal Strenght – S 1. Adanya metode penilaian kinerja karyawan

2. Pembuatan kecap tanpa bahan pengawet

3. Manajemen yang terorganisir

4. Metode pengadaan bahan baku dan distribusi produk lancar

Weakness –W 1. Belum menerapkan metode peramalan permintaan 2. Metode pembuatan kecap masih sederhana Opportunity – O 1. Kemajuan IPTEK di bidang pemasaran 2. Kemajuan IPTEK di bidang produksi Strategi S-O 1. Memanfaatkan mesin

canggih untuk produksi kecap

2. Memanfaatkan

kemajuan teknologi untuk diterapkan dalam pemasaran kecap

Strategi W-O 1. Memanfaatkan internet

untuk mengetahui trend pasar saat ini dan yang akan datang

2. Memanfaatkan kemajuan teknologi untuk metode produksi yang lebih canggih Threats – T

1. Kebijakan pemerintah tentang lingkungan 2. Metode produksi

pesaing lebih canggih 3. Metode pengolaan

SDM yang baik oleh pesaing

Strategi S-T 1. Menjaga keaslian rasa

kecap tradisional tanpa menggunakan bahan pengawet

2. Meningkatkan

pemberian reward bagi karyawan berprestasi Strategi W-T 1. Memberikan pelatihan dan pengembangan karyawan serta membekali karyawan untuk menjaga rahasia perusahaan

2. Melakukan peramalan permintaan guna mengetahui kebutuhan dan keinginan pasar

O yaitu agr padoindustri dapat mengandalkan pemasok yang lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi agroindustri untuk meminimalkan terjadinya kerusakan bahan baku pada saat proses pengiriman karena bahan baku kecap khususnya gula kelapa akan cepat rusak jika terkena panas, selain itu agroindustri perlu meningkatkan pengawasan mutu bahan baku agar menghasilkan kecap yang bermutu. Apabila kecap yang dihasilkan sesuai standar maka agroindustri dapat menekan tingkat retur barang yang dilakukan oleh konsumen.

Strategi W-O

Strategi W-O adalah strategi yang digunakan oleh agroindustri untuk meminimalkan kelemahan dengan menggunakan peluang eksternal yang dimiliki saat ini. Alternatif stratgi yang dapat dilakukan pada strategi W-O yaitu, pertama dengan memanfaatkan garansi pengiriman yang diberikan oleh pihak pemasok bahan baku untuk mengantisipasi kerusakan bahan baku pada saat proses pengiriman, karenabahan baku yang digunakan untuk produksi kecap sifatnya mudah rusatk. Alternative strategi yang kedua yaitu memanfaatkan peluang jika ada pemasok yang menawarkan harga kompetitif.

Strategi S-T

Strategi S-T adalah strategi untuk menghindari ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-T yaitu dengan menjaga safety stock untuk mengatasi kelangkaan bahan baku dan keterlambatan proses pengiriman yang tidak terduga akibat faktor cuaca, kemacetan, dll. Selain itu pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan pemasok harus tetap dilakukan karena untuk mengantisipasi kekuatan tawar pemasok yang dapat merugikan pihak agroindustri.

Strategi W-T

Strategi W-T adalah strategi perusahaan untuk mengatasi kelemahan dan berusaha menghindari ancaman yang ada. Strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-T ini adalah memperluas areal usaha khususnya untuk gudang penyimpanan bahan baku dan menambah mesin pendingin agar gula tidak cepat rusak, selain itu alternative strategi yang kedua yaitu tidak menimbun bahan baku terlalu banyak karena bahan baku yang digunakan sifatnya mudah rusak.

Tabel 4.24. Matriks SWOT Material Agroindustri Kecap Sehati Internal Eksternal Strenght – S 1. Tidak hanya mengandalkan satu pemasok bahan baku 2. Kerjasama yang baik

dengan pemasok

3. Adanya pengawasan mutu bahan baku

Weakness –W 1. Gudang penyimpanan

bahan baku kurang memadahi

2. Bahan baku mudah rusak

Opportunity – O 1. Pemberian garansi

pengiriman oleh pemasok

2. Harga bahan baku yang kompetitif

3. Lokasi pemasok dekat 4. Persediaan pasokan

bahan baku cukup

Strategi S-O 1. Mengandalkan pemasok

yang lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi agroindustri

2. Meningkatkan

pengawasan mutu bahan baku agar menghasilkan kecap yang bermutu Strategi W-O 1. Memanfaatkan garansi pengiriman untuk mengantisipasi

kerusakan bahan baku pada saat proses pengiriman 2. Memanfaatkan peluang adanya pemasok yang menawarkan harga kompetitif Threats – T 1. Ketidakstabilan

produksi bahan baku 2. Kenaikan harga bahan

baku kedelai

3. Cuaca kurang mendukung

4. Kekuatan tawar pemasok tinggi

5. Kualitas bahan baku tidak sesuai

Strategi S-T

1. Menjaga persediaan bahan baku untuk mengatasi kelangkaan bahan baku dan keterlambatan proses pengiriman

2. Menjaga hubungan yang baik dengan pemasok untuk mengantisipasi kekuatan tawar pemasok Strategi W-T 1. Memperluas areal usaha khususnya untuk gudang penyimpanan bahan baku 2. Tidak menimbun bahan baku terlalu banyak karena sifatnya mudah rusak

4.6.6 Market Strategi S-O

Strategi S-O adalah strategi agroindustri yang menggunakan kekuatan pada lingkungan usaha untuk meraih peluang yang ada pada lingkungan agroindustri dengan sebaik-baiknya. Ada satu alternatif strategi yang dapat dilakukan pada strategi S-O yaitu mempertahankan pelanggan yang sudah ada dan meningkatkan pangsa pasar untuk menarik pelanggan potensial melalui usaha pemasaran yang lebih gencar.

Agroindustri Kecap Sehati memiliki pelanggan tetap yang cukup setia baik di Tulungagung maupun di beberapa daerah di luar Tulungagung. Kekuatan ini harus dimanfaatkan degan baik oleh agroindustri. Agroindustri Kecap Sehati tidak boleh merasa cukup puas dengan pelanggan yang sudah ada, sehingga agroindustri perlu meningkatkan pangsa pasar dengan mencari pelanggan lain yang potensial melalui usaha pemasaran yang lebih gencar karena meningkatnya permintaan akan kecap merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan.

Strategi W-O

Strategi W-O adalah strategi yang digunakan oleh agroindustri untuk meminimalkan kelemahan dengan menggunakan peluang eksternal yang dimiliki saat ini. Alternatif stratgi yang dapat dilakukan pada strategi W-O yaitu, Meningkatkan terus modal kerja untuk melakukan penambahan produk, biaya iklan yang lebih tinggi guna merebut peluang kenaikan permintaan akan kecap.

Strategi S-T

Strategi S-T adalah strategi untuk menghindari ancaman eksternal dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Alternatif strategi yang dapat

dilakukan pada strategi S-T yaitu mempertahankan tingkat harga yang lebih murah dari pesaing dan menjaga mutu produk.

Strategi W-T

Strategi W-T adalah strategi perusahaan untuk mengatasi kelemahan dan berusaha menghindari ancaman yang ada. Strategi yang dapat dilakukan pada strategi W-T ini adalah memperluas jaringan distribusi dan menambah potongan harga bagi agen-agen serta melakukan inovasi untuk kemasan yang menarik perhatian.

Sedikitnya pelanggan Agroindustri Kecap Sehati tidak hanya disebabkan karena kurangnya kegiatan promosi yang dilakukan oleh agroindustri tetapi juga disebabkan oleh kurang luasnya jaringan distribusi sehingga masyarakat banyak yang tidak mengenal Kecap Koki Dollar yang merupakan merk daganga dari Agroindustri Kecap Sehati.

Tabel 4.25 Matriks SWOT Market Agroindustri Kecap Sehati

Internal

Eksternal

Strenght – S

1. Adanya layanan purna jual

2. Merk telah dikenal khususnya Tulungagung 3. Informasi yang jelas

pada label

4. Harga kecap terjangkau 5. Ukuran kemasan yang

beragam Weakness –W 1. Kegiatan promosi kurang 2. Kemasan kurang menarik 3. Kurangnya riset pemasaran 4. Belum ada penganekaragaman rasa Opportunity – O 1. Berkembangnya toko pengecer 2. Berkembangnya usaha catering dan pedagang makanan 3. Dukungan pasar dari

pemerintah

4. Permintaan yang tinggi 5. Produk sesuai selera

masyarakat Tulungagung

Strategi S-O

1. Mempertahankan

pelanggan yang sudah ada dan meningkatkan mutu produk kecap yang dihasilkan agar permintaan kecap terus meningkat Strategi W-O 1. Mengupayakan inovasi kemasan kecap 2. Memanfaatkan kebijakan pemerintah dalam mempromosikan produk lokal melalui expo dll Threats – T 1. Persaingan pada produk sejennis 2. Kecenderungan terjadinya plagiasi produk kecap 3. Liberalisasi perdagangan

4. Kondisi alam yang tidak terprediksi

5. Promosi pesaing lebih gencar dan aktif

Strategi S-T

1. Mempertahankan tingkat harga yang lebih murah dari pesaing

2. Menjaga dan meningkatkan mutu produk

3. Melakukan perbaikan secara terus menerus

Strategi W-T

1. Memperluas jaringan distribusi dan menambah potongan harga bagi agen-agen 2. Melakukan inovasi

marketing dan produk 3. Meningkatkan branding

4.7 Prioritas Strategi a. Man

Membentuk manajemen Kesehatan, Keamanan dan Keselamatan (K3) khususnya untuk karyawan bagian produksi. Selain itu strategi yang dapat diterapkan yaitu dengan meningkatkan program pelatihan dan pengembangan karyawan seperti mengikutsertakan pada seminar-seminar.

b. Money

Agroindustri harus melakukan peningkatan investasi jangka panjang untuk kebutuhan pengembangan agroindustri. Dengan adanya investasi tersebut, maka agroindustri dapat memperluas usahanya dimasa depan.

c. Machine

Melakukan penambahan mesin produksi auto agar bisa memenuhi permintaan pasar baik didaerah maupun diluar daerah. Sebab, jika menggunakan mesin manual Agroindustri Kecap Sehati akan mengalami kesulitan untuk menembus pasar. nasional, akan tetapi jika produksi dilakukan dengan menggunakan mesin auto maka inovasi produk akan tercapai sehingga kualitas yang dihasilkan lebih baik.

d. Metodhs

Agroindustri harus terus meningkatkan manajemen yang ada. Selain itu, agroindustri harus melakukan survey pasar agar mengetahui sejauh mana posisi kecap Koki Dollar dengan kecap yang dihasilkan oleh pesaing terutama kecap lokal yang ada diKabupaten Tulungagung.

e. Material

Pada gudang penyimpanan bahan baku khususnya gula kelapa, sebaiknya gudang penyimpanan diberi pengatur suhu ruangan agar kualitas dan fisik gula

kelapa tidak muda rusak sebab karakteristik gula kelapa mudah meleleh jika terkena suhu panas, selain itu pada penyimpanan gudang kedelai, sebaiknya dilakukan perluasan ruang dan pemberian ventilasi udara agar gudang tidak lembab.

f. Market

Agroindustri harus meningkatkan kegiatan promosi yang lebih gencar dan aktif sebab agroindustri masih termasuk perusahaan yang sedang berkembang. Selain itu, agroindustri sebaiknya melakukan inovasi produk baik dari segi kemasan dan rasa.

Dokumen terkait