• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Tentang Putusan MA Nomor 01 PK/PID/2016

4. Analisis mengenai novum baru dalam peninjauan kembali

Berdasarkan perbandingan kasus mengenai pengajuan PK dapat dilakukan untuk yang kedua kalinya, terdapat kasus yang dapat dibuktikan dari novum.

Novum adalah terdapat hal-hal atau keadaan/bukti baru yang menimbulkan dugaan kuat bahwa jika keadaan itu sudah diketahui pada waktu sidang masih berlangsung, hasilnya akan berupa putusan bebas atau putusan lepas dari segala tuntutan hukum atau tuntutan penuntut umum tidak dapat diterima atau terhadap perkara itu diterapkan ketentuan pidana yang lebih ringan. Syarat untuk dapat disebut sebagai novum atau bukti baru adalah bahwa pengajuan novum tersebut belum pernah dimunculkan, baik di dalam pemeriksaan tingkat pertama ataupun tingkat banding.190

Sebagai contoh perbandingan mengenai novum yang menjadi dasar diajukannya PK kedua kalinya adalah karena ditemukan novum palsu dan novum baru adalah terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 154 PK/TUN/2016 menyatakan bahwa permohonan PK kedua dapat dibenarkan jika novum yang dijadikan bukti di peradilan umum terbukti palsu. Perkara tersebut terkait dengan sengketa tata usaha negara (TUN) terkait pertanahan, dimana pada intinya

190 Rocky Marbun, Kiat Jitu Menyelesaikan Kasus Hukum, (Jakarta: Visi Media, 2011), hal.

325.

penggugat menuntut agar sertifikat yang diterbitkan oleh Kepala Badan Pertanahan Kota Bandung dibatalkan. Penggugat merasa berhak atas tanah yang telah diterbitkan sertifikatnya itu. Hingga gugatan sampai ke tingkat upaya hukum luar biasa dan hasil putusan bernomor 35 PK/TUN/2009 tertanggal 15 September 2009 mengabulkan sebagian tuntutan penggugat dan Majelis membatalkan sertifikat yang menjadi objek sengketa. Akan tetapi Kepala Badan Pertanahan Kota Bandung mengajukan PK kedua dan membatalkan putusan MA No. 35 PK/TUN/2009 dengan alasan terdapat surat palsu atau dipalsukan yang menjadikan dasar hakim dalam pertimbangan hukumnya untuk memutus putusan MA No 35 PK/TUN/2009 tertanggal 15 September 2009.191

Sama halnya dengan kasus penelitian ini yakni terhadap novum baru menjadi alasan hakim Mahkamah Agung memberikan kesempatan kedua kalinya untuk mengajukan PK adalah melalui Putusan Mahkamah Agung Nomor 154 PK.TUN.2016 dan novum baru yang dimaksud tersebut adalah

a. bukti novum (PK-6) berupa Berita Acara Pemeriksaan Laboratorium Kriminal Nomor Lab. : 5250/DT.F/2010 tanggal 06 Oktober 2010 yang diterbitkan dan ditandatangani oleh para pemeriksa Bareskrim Polri Pusat Laboratorium Forensik Cabang Surabaya yang menyimpulkan bahwa tanda tangan QT adalah identik dengan tanda tangan KT atau tanda tangan atas nama Syachrani AA yang terdapat dalam Sertifikat Hak Milik Nomor 21 Tahun 1972 dari Departemen Dalam Negeri Direktorat Agraria, dengan pemegang hak Miansyah bin Tambi tanggal 19 Djuli 1972 yang dipersoalkan keasliannya

191 Terbukti Novum Palsu, Bisa Menjadi Dasar Pengajuan PK Kedua, diakses melalui http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt5aa79117547f2/terbukti-novum-palsu--bisa-menjadi-dasar-pengajuan-pk-kedua pada tanggal 16 Juni 2018

tersebut adalah produk yang sama dengan tanda Tangan KT atas nama Syachrani AA sebagaimana yang terdapat pada dokumen pembanding.

b. bukti novum (PK-2, PK-3 dan PK-4) yaitu putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin tanggal 20 April 2009 jo. putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Nomor 137/B/2009/- PT.TUN.JKT. tanggal 10 Agustus 2009 jo.

putusan Mahkamah Agung Nomor 17 K/TUN/2010 tanggal 22 Maret 2011 jo.

putusan Peninjauan Kembali Tata Usaha Nomor 15 PK/TUN/2011 tanggal 23 Februari 2011, menyatakan bahwa Surat Keputusan berupa Sertifikat Hak Milik Nomor 538 dan Sertifikat Hak Milik Nomor 537 ”batal” dan memerintahkan Badan Pertahanan Nasional untuk mencabut Surat Keputusan atas Sertifikat tersebut.

Novum yang diajukan juga harus memenuhi kriteria atau syarat agar novum yang diajukan dapat diterima oleh hakim seperti halnya novum yang diajukan pada kasus diatas, sebagai perbandingan novum yang dapat diterima oleh hakim dan novum yang tidak dapat diterima oleh hakim adalah pada kasus putusan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama yang mengajukan peninjauan kembali dalam kasus penistaan agama yang menurut pendapat Hotman Paris menyatakan

“bila syarat suatu bukti novum dapat diterima oleh hakim adalah bila suatu bukti itu merupakan suatu bukti yang sudah ada sebelum perkara itu masuk kepengadilan dan bukti itu tidak ditemukan oleh karenanya suatu novum itu tanggal bukti novum tidak boleh lebih muda dari tanggal perkara

pokok.”192Hingga pada akhirnya tepatnya pada tanggal dua puluh enam Maret dua ribu delapan belas (26/03/2018) juru bicara Mahkamah Agung Suhadi mengatakan hakim tidak mengabulkan seluruh alasan yang diajukan Ahok dalam Peninjauan Kembali tersebut, adapun poin pertimbangan Ahok mengajukan PK salah satunya adalah vonis 1,5 tahun penjara terhadap Buni Yani di Pengadilan Negeri Bandung, pertimbangan lain hakim tidak mempertimbangkan saksi ahli yang diajukan Ahok.193

Dari uraian diatas apabila mencermati tentang ketentuan bukti novum maka putusan Basuki Tjahaja Purnama dalam putusan Pengadilan Negeri Nomor 1537/Pid.B/2016/PN JKT.UTR diputus pada tanggal satu Desember dua ribu enam belas (01-12-2016) sementara itu dasar bukti novum baru yang dihadirkan oleh pengacara Basuki Tjahaja Purnama adalah putusan Buni Yani tertanggal empat belas Nopember tahun dua ribu tujuh belas (14-11-2017)194, artinya novum tersebut tidak berdasar karena ada setelah putusan perkara pengadilan awal yaitu tertanggal satu Desember dua ribu enam belas (01-12-2016) dan hakim pada akhirnya menolak novum tersebut. Apabila dibandingkan dengan kasus dalam putusan yang dibahas pada penelitian ini Putusan Kasasi terjadi pada tahun 2011 sementara novum (bukti baru yang diajukan oleh terpidana adalah putusan yang

192 Dikutip dari akun instagram @hotmanparisofficial dalam berita “Ini Pendapat Hotman Paris soal Ahok yang Mengajukan Peninjauan Kembali diakses melalui http://www.tribunnews.com/nasional/2018/02/28/ini-pendapat-hotman-paris-soal-ahok-yang-mengajukan-pk diakses pada tanggal 07 Agustus 2018

193Kontributor Jakarta, David Oliver Purba, Peninjauan Kembali Ahok Ditolak Mahkamah Agung, diakses melalui https://megapolitan.kompas.com/read/2018/03/26/16581111/pk-ahok-ditolak-ma pada tanggal 07 Agustus 2018.

194 Berita tentang Buni Yani divonis 1,5 tahun penjara atas kasus postingan video Ahok.

Buni dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana terkait UU ITE. Majelis hakim yang diketuai M Saptono memaparkan pertimbangan dalam putusan Buni Yani yang dibacakan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Selasa (14/11/2017), diakses dari https://news.detik.com/berita/d-3726567/buni-yani-divonis-15-tahun-bui-ini-pertimbangan-hakim pada tanggal 07 Agustus 2018.

inkrah yakni putusan Pengadilan PTUN yang membatalkan sertifikat nomor 533 dan 537 dalam Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Banjarmasin adalah tertanggal 20 April 2009. Jadi dalam hal ini jelas Putusan Pengadilan PTUN dapat dijadikan novum dalam tingkat Peninjauan Kembali yang kedua kalinya sebab tanggal Putusan PTUN telah ada terlebih dahulu dibandingkan dengan Putusan pada tingkat kasasi yakni tahun 2011. Demikian juga halnya dengan bukti forensik yang dihadirkan dipersidangan pada peninjauan kembali merupakan bukti forensik yang ada terlebih dahulu yakni tanggal 06 Oktober 2010, sementara Putusan pada tingkat kasasi yakni tahun 2011.

C. Analisis Kepastian Hukum Terhadap Kepemilikan Tanah Pasca