BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
II. Analisis Pencapaian Kinerja
Dalam rangka mencapai target kinerja yang telah ditetapkan, tidak terlepas dari berbagai kebijakan, tantangan, hambatan dan kekuatan. Masing-masing kegiatan mempunyai kendala yang spesifik, sehingga perlu dilakukan analisis pencapaian kinerja pada masing-masing indikator guna meningkatkan kinerja.
Berikut analisis pencapaian kinerja masing-masing indikator secara rinci sebagai berikut:
1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan
Pada indikator Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan dilakukan melalui
kegiatan pengawasan kekarantinaan pada kapal dengan target dan capaian seperti tabel 3.2 di bawah ini.
Tabel 3.2. Target dan Capaian Indikator Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan KKP Kelas II
SamarindaTahun 2020
Indikator Kinerja Target Capaian %
Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar
kekarantinaan kesehatan
1.214.478 Pemeriksaan 1.439.315 Pemeriksaan 118,5
Berdasarkan tabel 3.2 dapat dilihat bahwa target yang ditetapkan untuk indikator Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan sebesar 1.214.478.
Capaian indikator tahun 2020 sebesar 1.439.315 pemeriksaan atau 118,5%.
Hal ini menunjukkan bahwa capaian untuk indikator Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan telah melampaui dari target indikator dalam Perjanjian Kinerja.
a. Pengertian
- Pemeriksaan orang yang dimaksud dalam indikator ini adalah pemeriksaan/penapisan pada orang (kru dan penumpang kapal/pesawat), Kunjungan Poli Klinik, Kunjungan Vaksinasi Internasional/ICV, Kunjungan dalam rangka penerbitan SKLT, Kunjungan dalam rangka penerbitan IAOS, Kunjungan dalam rangka penerbitan Kier Kesehatan, Kunjungan dalam rangka penerbitan Klirens ABK, Skrining terduga TB, Skrining HIV, pemeriksaan RDT Covid-19 dan pemeriksaan SWAB PCR Covid-19.
- Pemeriksaan Alat Angkut yang dimaksud dalam indikator ini adalah Pemeriksaan terhadap alat angkut (Kapal dan Pesawat) di Wilayah Kerja KKP Samarinda
- Pemeriksaan Barang yang dimaksud dalam indikator ini adalah pemeriksaan pada barang (cargo kapal luar negeri) yang datang dan Penerbitan Ijin Angkut Jenazah di wilayah kerja KKP Kelas II Samarinda.
- Pemeriksaan Lingkungan yang dimaksud dalam indikator ini pemeriksaan yang dilakukan di Tempat-tempat Umum; Tempat
Penyediaan Makanan; Pemeriksaan air bersih dan Pengawasan pencemaran udara di pelabuhan dan bandara yang berada di Wilayah Kerja KKP Kelas II Samarinda.
- Standar kekarantinaan kesehatan: yaitu sesuai dengan standar kekarantinaan yang diatur dalam pedoman KKP.
b. Definisi operasional
Jumlah pemeriksaan penafisan orang, alat angkut, barang dan lingkungan yang dilakukan dalam satu tahun
c. Rumus / Cara perhitungan
Akumulasi jumlah pemeriksaan penapisan orang, pemeriksaan alat angkut sesuai standar karantina, pemeriksaan barang dan pemeriksaan lingkungan (TTU, TPM, air dan udara) dalam satu tahun.
d. Capaian Indikator
Hasil capaian fisik indikator Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan pada tahun 2020 adalah sebesar 118,5%, dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
Tabel 3.3. Target dan Realisasi Penunjang Indikator Kinerja Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar
kekarantinaan kesehatan KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020 Penunjang Indikator
Kinerja Target Capaian %
1. Pemeriksaan / Penafisan
orang 1.171.991 Pemeriksaan 1.393.122 Pemeriksaan 119
2. Pemeriksaan Alat Angkut
sesuai Satndar Karantina 39.073 Pemeriksaan 42.458 Pemeriksaan 109 3. Pemeriksaan Barang 2706 Pemeriksaan 2.652 Pemeriksaan 98 4. Pemeriksaan Lingkungan 708 Pemeriksaan 1.083 Pemeriksaan 153
Total 1.214.478 1.439.315 118,5
Berdasarkan tabel 3.3, terdapat 4 kegiatan penunjang pada indikator Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan yaitu pemeriksaan orang (kru dan penumpang kapal/pesawat, Kunjungan Poli Klinik, Kunjungan Vaksinasi Internasional/ICV, Kunjungan dalam rangka penerbitan SKLT, Kunjungan
dalam rangka penerbitan IAOS, Kunjungan dalam rangka penerbitan Kier Kesehatan, Kunjungan dalam rangka penerbitan Klirens ABK, Skrining terduga TB, Skrining HIV, pemeriksaan RDT Covid-19 dan pemeriksaan SWAB PCR Covid-19) pemeriksaan alat angkut (penerbitan sertifikat PHQC; SSCC/SSCEC; CoP) dan pemeriksaan barang (Cargo pada kapal dari luar negeri dan Sertifikat Ijin Angkut Jenazah), Pemeriksaan Lingkungan (Pemeriksaan TTU, TPM, Air dan Udara).
Capaian pada masing-masing penunjang indikator kinerja telah tercapai sesuai target yang ditetapkan kecuali pada indikator penunjang pemeriksaan barang yaitu sebesar 98%.
Grafik 2.1. Penunjang Indikator Kinerja Jumlah alat angkut sesuai dengan standar kekarantinaan Kesehatan KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020
Dari grafik 2.1, Capaian indikator Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan pada masing-masing indikator penunjang telah tercapai sesuai target yang direncanakan. Jumlah capaian indikator kinerja sebanyak 1.439.315 pemeriksaan. Capaian untuk indikator penunjang pemeriksaan pada orang tercapai 119% dari target; Pemeriksaan pada alat angkut tercapai 109%
dari target; Pemeriksaan pada barang 98%; pada lingkungan 153%.
Secara komulatif capaian indikator Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan tercapai 1.439.315 pemeriksaan dari target 1.214.478 atau 119%.
1171991
e. Analisis penyebab keberhasilan/Kegagalan
Analisis penyebab keberhasilan Indikator Kinerja Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatanTahun 2020 adalah sebagai berikut:
- Adanya pemeriksaan pada orang (kru) kapal/pesawat yang tiba/berangkat ke luar negeri maupun dalam negeri pada masa pandemi Covid-19
- Adanya pemeriksaan pada orang (penumpang) kapal/pesawat yang tiba/berangkat melalui pelabuhan dan bandara pada masa pandemi Covid-19
- Terlaksananya pemeriksaan kapal yang datang dari negara/daerah terjangkit Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi
- Terlaksananya kegiatan kekarantinaan kesehatan terhadap alat angkut kapal/pesawat dari daerah terjangkit
- Terlaksananya kegiatan kekarantinaan kesehatan terhadap orang (kru/penumpang) kapal/pesawat dari daerah terjangkit
- Terlaksananya pengawasan dan pemeriksaan sanitasi kapal yang memerlukan pembaharuan sertifikat sanitasi kapal saat kapal tersebut berada di wilayah kerja KKP Kelas II Samarinda.
- Terjalinnya jejaring kerja dengan lintas sektor terkait di pelabuhan dan bandara
- Adanya jejaring kemitraan dengan agen pelayaran
- Adanya kemajuan teknologi informasi dan aplikasi yang mendukung kegiatan
- Tersedianya sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan
- Pada indikator penunjang pemeriksaan barang belum tercapai 100%
dikarenakan adanya pandemi yang mempengaruhi jumlah lalu lintas alat angkut kapal dari luar negeri dan tidak adanya ijin angkut jenazah dikeluarkan oleh KKP Kelas II Samarinda selama tahun 2020.
f. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Capaian indikator kinerja Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan tercapai melebihi target yang telah ditetapkan yaitu 1.439.315 (Satu Juta Empat Ratus Tiga Puluh Sembilan Ribu Tiga Ratus Lima Belas) Orang/Serttifikat dari target 1.214.478 (satu juta dua ratus empat belas ribu empat ratus tujuh puluh delapan) orang/sertifikat pada tahun 2020 (118,5%), apabila
dibandingkan dengan capaian realisasi anggaran sebesar 99,6% yang berarti terdapat efisiensi sumber pembiayaan sebesar 18,9 % untuk pelaksanaan 100% kegiatan.
g. Kebijakan dan Upaya yang dilaksanakan
Tercapainya indikator indikator Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan Tahun 2020, didukung adanya beberapa kebijakan yaitu:
- Telah disahkannya UU Karantina Tahun 2018 sebagai landasan hukum pelaksanaan kegiatan kekarantinaan
- Menjalin koordinasi dengan lintas sektor terkait di pelabuhan/bandara dalam penerapan kegiatan kekarantinaan pada masa pandemi Covid-19 - Menjalin koordinasi dengan mitra kerja (Agen pelayaran) dalam
pelaksanaan kegiatan kekarantinaan dalam masa pandemi
- Memanfaatkan sumber daya yang ada (sarana, sumber daya manusia dan dana) secara optimal.
- Peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan dalam menghadapi pandemi Covid-19.
h. Masalah yang dihadapi
- Jumlah lalu lintas alat angkut kapal tidak sebanding dengan jumlah petugas teknis di lapangan.
- Terkendala jarak untuk pemeriksaan kapal yang angker di muara (± 80 mil selama 2 jam perjalanan menggunakan speedboat).
- Lamanya proses rujukan dikarenakan kendala jarak evakuasi crew kapal dari luar negeri yang angker di muara
- Cuaca ekstrem pada bulan-bulan tertentu akibat perubahan iklim global dan dapat mengganggu pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kapal yang angker di muara
- Terbatasnya sarana dan prasarana pendukung kegiatan skrining di Pelabuhan dan bandara
i. Usul Pemecahan Masalah
- Usul penambahan tenaga teknis lapangan sesuai jabatan fungsional yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan kekarantinaan.
- Persiapan sarana transportasi (speedboat) dengan dimensi dan kapasitas lebih besar sehingga dapat mempercepat proses evakuasi.
- Menyiasati Jarak dan waktu tempuh pemeriksaan kapal dengan cara berkoordinasi dengan pengguna jasa (Agen Pelayaran) sehingga dapat mempersingkat waktu perjalanan dengan cara memeriksa kapal dari titik terjauh menuju titik terdekat dengan darat
- Memanfaatkan Sumber Daya yang ada (Sarana, Manusia dan Dana) untuk kelancaran Operasional
- Penjadwalan ulang pelaksanaan pengawasan sanitasi lingkungan - Penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya sanitasi lingkungan
di pelabuhan / bandara
- Meningkatkan jejaring kerja di lingkungan Pelabuhan.
- Berkoordinasi dengan otoritas Pelabuhan dan bandara untuk mendukung kegiatan skrining.
2. Indikator: Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan.
Pencapaian indikator kinerja Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan di wilayah kerja KKP Kelas II Samarinda dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3.4. Target dan Capaian Indikator Kinerja Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan
lingkungan KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020
Indikator Kinerja Target Capaian %
Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
90 Persen 100 Persen 111,1
Berdasarkan tabel 3.4 dapat dilihat bahwa target yang ditetapkan untuk indikator kinerja Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan adalah 90% dan capaian telah mencapai terget yang ditetapkan. Capaian kegiatan untuk indikator adalah 100%.
a. Pengertian
Faktor risiko penyakit di pintu masuk adalah penemuan adanya faktor risiko dari hasil pemeriksaan baik pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan yang telah dilakukan di indikator 1 (tabel 3.3). Faktor risiko yang dimaksud adalah orang, alat angkut, barang dan lingkungan yang diperiksa kemungkinan dapat menimbulkan kejadian penyakit yang dapat menimbulkan KLB dan atau KKM (Kedaruratan Kesehatan Masyarakat).
Untuk mengantisipasinya harus dilakukan tindakan respon sebagai bentuk intervensi aktif.
Yang dikendalikan adalah suatu bentuk kegiatan untuk menindaklanjuti/respon faktor risiko yang ditemukan agar tidak menimbulkan dampak lebih luas seperti KLB dan atau KKM.
b. Definisi operasional
Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan adalah jumlah faktor risiko pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan yang ditemukan (pada indikator no.1) akan dikendalikan sebagai tindakan respon dalam 1 tahun.
c. Rumus / Cara perhitungan
Jumlah faktor risiko penyakit yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan dibagi dengan jumlah faktor resiko penyakit yang ditemukan pada pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan di kali 100%.
d. Capaian Indikator
Pada pelaksanaan indikator Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan pada tahun 2020 ditargetkan 90%, dengan capaian indikator seperti pada tabel 3.5.
Tabel 3.5. Target dan Realisasi Penunjang Indikator Kinerja Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan
pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020
Indikator Kinerja Target Capaian %
Persentase faktor risiko
dikendalikan pada orang 90 Persen 100 Persen 111,1
Persentase faktor risiko
dikendalikan pada alat angkut 90 Persen 100 Persen 111,1 Persentase faktor risiko
dikendalikan pada barang 90 Persen 100 Persen 111,1
Persentase faktor risiko
dikendalikan pada lingkungan 90 Persen 100 Persen 111,1
Total 90 100 111,1
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa Indikator Kinerja Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan sudah mencapai target, yaitu 111,1 %.
Grafik 2.2. Penunjang Indikator Kinerja Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan
lingkungan KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020
Berdasarkan gambar 2.2, capaian pada masing-masing penunjang kegiatan pada Indikator Kinerja Persentase faktor risiko yang dikendalikan
100 100 100 100 90
100 100 100 100 100
100 100 100 100 111
0%
pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan telah tercapai 100%, yang artinya kegiatan ini telah dilakukan sesuai dengan yang ditargetkan.
e. Analisa Penyebab Keberhasilan/Kegagalan
Penyebab dari berhasilnya pencapaian target ini adalah sebagai berikut :
- Jejaring lintas sektor dalam rangka pelaksanaan kegiatan terkoordinasi dengan baik
- Sosialisasi tentang kegiatan di KKP kepada pengguna jasa layanan di pelabuhan dan bandara sudah terlaksana dengan baik
- Jejaring kerja dengan lintas sektor di wilayah (Dinas Kesehatan) sudah terjalin
- Kualitas SDM di KKP Kelas II Samarinda yang mendukung - Fasilitas penunjang kegiatan yang tersedia dan dapat dijangkau - Pelaksanaan sudah sesuai jadwal yang direncanakan
- Ketersedian alat dan bahan penunjang kegiatan
f. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Capaian indikator kinerja Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan tercapai sesuai target yang telah ditetapkan yaitu 100% dari target 90 % pada tahun 2020 (111,1%) apabila dibandingkan dengan capaian realisasi anggaran sebesar 99,9% yang berarti terdapat efisiensi sumber pembiayaan sebesar 11,2% untuk pelaksanaan 100% kegiatan.
g. Kebijakan dan Upaya yang dilaksanakan
Dalam mencapai indikator Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan perlu adanya beberapa kebijakan yang mendukung diantaranya:
- Penerapan dan sosialisasi payung hukum pelaksanaan kegiatan yaitu UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan kepada lintas sektor di pelabuhan, bandara dan wilayah
- Refreshing knowledge tentang TGC
- Mengikutsertakan petugas untuk mengikuti pelatihan yang menunjang kegiatan
- Study banding ke wilayah atau instansi lain untuk menambah wawasan dan keahlian petugas
- Meningkatkan fasilitas pendukung operasional kegiatan seperti komputer dan internet.
h. Masalah yang dihadapi
- Masih kurangnya jumlah petugas teknis dalam pelaksanaan kegiatan pada masa pandemi Covid-19
- Masih terkendalanya mekanisme dan jumlah petugas dalam pengawasan barang penumpang di bandara/pelabuhan
- Kurangnya peran serta/kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi lingkungan.
i. Usul Pemecahan Masalah
- Usul penambahan tenaga teknis lapangan sesuai jabatan fungsional yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan kekarantinaan.
- Menjalin koordinasi dengan sektor terkait untuk mekanisme pengawasan dan pengendalian faktor risiko barang pada penumpang di pelabuhan dan bandara
- Penunjukkan penanggungjawab kegiatan untuk tindakan pengendalian faktor risiko pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
3. Indikator: Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara Pada indikator Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara pada tahun 2020 ditargetkan sebanyak 80%. Capaian dari indikator ini sebesar 100% seperti pada tabel 3.6 berikut.
Tabel 3.6. Target dan Realisasi Indikator Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020
Indikator Kinerja Target Capaian %
Indeks Pengendalian Faktor
risiko di pintu masuk negara 80 Persen 113 Persen 141,3
Berdasarkan tabel 3.6 di atas, dapat dilihat bahwa capaian indikator Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara pada tahun 2020 telah tercapai.
a. Pengertian
Status Faktor Risiko di pintu masuk negara berdasarkan penilaian kegiatan Surveilans, Karantina dan Risiko Lingkungan yang mencakup kegiatan berupa laporan hasil surveilans orang, alat angkut, barang dan lingkungan pada masing-masing JFT (Jabatan Fungsional Teknis); deteksi sinyal SKD KLB berupa kegiatan penyelidikan epidemiologi dan verifikasi rumors; dan kegiatan Renkon (Rencana Kontijensi) serta kegiatan pengawasan vector, Tempat-tempat Umum, Tempat Pengelohan Makanan dan Air bersih yang dilaksanakan di pintu masuk pelabuhan/bandara dalam satu tahun. (tabel 3.6).
b. Definisi Operasional
Status faktor risiko di pintu masuk negara berdasarkan penilaian surveilans, karantina dan risiko lingkungan dalam satu tahun .
c. Rumus/Cara Perhitungan
Akumulasi dari persentase target dan capaian laporan:
1) jumlah laporan kegiatan surveilans pada masing-masing JFT
2) Deteksi dini SKD KLB di pelabuhan/bandara yang direspon kurang dari 24 jam
3) Penyusunan dokumen renkon yang baru (kumulatif dokumen renkon, tidak termasuk reviu) berdasarkan pintu masuk negara,
4) Indeks pinjal ≤ 1 (pelabuhan/bandara) 5) HI perimeter = 0 (pelabuhan/bandara)
6) Tidak ditemukan larva anopheles (pelabuhan/bandara) 7) Kepadatan kecoa rendah (pelabuhan/bandara)
8) Kepadatan lalat < 2 (pelabuhan/bandara) 9) TTU memenuhi syarat (titik)
10) TPM layak higiene (titik)
11) Kualitas air bersih memenuhi syarat (titik)
Laporan kegiatan tersebut dihitung jumlahnya selama satu tahun kemudian Kesebelas persentase parameter dijumlahkan dan dibagi 11 dikali 100%.
d. Capaian Indikator
Capaian fisik indikator tahun 2020 untuk kegiatan Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara adalah sebesar 141,3 % dengan rincian penunjang kegiatan seperti pada tabel 3.7 di bawah ini.
Tabel 3.7. Target dan Realisasi penunjang Indikator Kinerja Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara
KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020
Penunjang Indikator Kinerja Target Capaian % 1. Kelengkapan data
surveilans 80 Persen 100 Persen 125
2. Jumlah sinyal SKD KLB dan bencana yang direspon kurang dari 24 jam
80 Persen 300 Persen 375
3. Penyusunan dokumen
Renkon 80 Persen 100 Persen 125
4. Indeks Pinjal ≤ 1 80 Persen 108 Persen 135
5. HI Perimeter = 0 80 Persen 94 Persen 118
6. Tidak ditemukan Larva
Anopheles 80 Persen 100 Persen 125
7. Kepadatan Kecoa Rendah 80 Persen 83 Persen 104
8. Kepadatan Lalat < 2 80 Persen 57 Persen 71
9. TTU memnuhi syarat 80 Persen 100 Persen 125
10. TPM Laik Hygiene 80 Persen 101 Persen 127
11. Kualitas Air Bersih
memnuhi syarat kesehatan 80 Persen 103 Persen 128
Total 80 Persen 113 Persen 141,3
Berdasarkan tabel 3.7, kegiatan penunjang untuk indikator kinerja Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara dibagi menjadi 11 (sebelas) penunjang kegiatan sesuai dengan tabel 3.7. Capaian pada masing-masing penunjang kegiatan indikator sudah terlaksana dan tercapai diatas 100% namun ada 1 kegiatan penunjang yang masih di bawah target yaitu kegiatan kepadatan lalat < 2 sebesar 71%. Secara komulatif penunjang kegiatan indikator tercapai 141,3%.
Grafik 3.3. Indikator Kinerja Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020
Dari grafik 3.3, capaian pada indikator Kinerja Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020 sebesar 141,3%. Penunjang kegiatan dan capaian dari Indikator Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara terdiri dari 11 kegiatan yaitu
1) Jumlah laporan kegiatan surveilans pada masing-masing JFT, 112%
2) Deteksi dini SKD KLB di pelabuhan/bandara yang direspon kurang dari 24 jam, 375%
3) Penyusunan dokumen renkon yang baru (kumulatif dokumen renkon, tidak termasuk reviu) berdasarkan pintu masuk negara, 125%.
4) Indeks pinjal ≤ 1 (pelabuhan/bandara), 135%.
5) HI perimeter = 0 (pelabuhan/bandara), 118%.
6) Tidak ditemukan larva anopheles (pelabuhan/bandara), 125%.
7) Kepadatan kecoa rendah (pelabuhan/bandara), 104%.
8) Kepadatan lalat < 2 (pelabuhan/bandara), 71%.
9) TTU memenuhi syarat (titik), 125%.
10) TPM layak higiene (titik), 127%.
11) Kualitas air bersih memenuhi syarat (titik), 128%.
e. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan
Pada Indikator Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara secara kumulatif telah tercapai di atas target capaian sebesar 141,3%, akan tetapi terdapat satu Penunjang kegiatan yang tidak
0 20 40 60 80 100 120 140 160
TARGET CAPAIAN % CAPAIAN
80
113
141
mencapai target yaitu kegiatan Kepadatan Lalat < 2 dengan hasil capaian sebesar 71%. Hal ini disebabkan masih terdapat wilayah kerja yang saat dilaksanakan kegiataan pengamatan kepadatan lalat dengan angka kepadatan lalat > 2 (Sedang) dan nilai tersebut melebihi baku mutu PMK RI No. 50/2017 tentang standar baku mutu kesling dan persyaratan kesling dan persyatratan kesehatan vektor dan pembawa penyakit serta pengendaliannya.
Adapun Analisis Penyebab keberhasilan pencapaian target pada indikator ini adalah sebagai berikut:
- Jejaring lintas sektor dalam rangka pelaksanaan kegiatan terkoordinasi dengan baik
- Sosialisasi tentang kegiatan di KKP kepada pengguna jasa layanan di pelabuhan dan bandara sudah terlaksana dengan baik
- Pelaksanaan kegiatan pengamatan dan pengendaian Vektor didukung oleh kader dan sudah berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan.
- Kualitas SDM di KKP Kelas II Samarinda yang mendukung dengan tersedianya petugas yang memiliki JFT sesuai dengan masing-masing kegiatan
- Fasilitas penunjang kegiatan yang tersedia dan dapat dijangkau - Pelaksanaan sudah sesuai jadwal yang direncanakan
- Ketersedian alat dan bahan penunjang kegiatan.
f. Efisiensi Penggunaan Sumber Daya
Capaian indikator kinerja Indeks Pengendalian Faktor risiko di pintu masuk negara tercapai melebihi target yang telah ditetapkan yaitu 113 % dari target 80% pada tahun 2020 (141,3%). Apabila dibandingkan dengan capaian realisasi anggaran sebesar 99,7% yang berarti terdapat efisiensi sumber pembiayaan sebesar 41,6% untuk pelaksanaan 100% kegiatan.
g. Kebijakan dan Upaya yang dilaksanakan
Dalam mencapai indikator target kegiatan ini, perlu adanya beberapa kebijakan / strategi yang mendukung diantaranya:
- Menjalin koordinasi dengan lintas sektor terkait di pelabuhan/bandara dalam penerapan kegiatan Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara
- Menjalin koordinasi dengan mitra kerja (Agen pelayaran) dalam pelaksanaan kegiatan Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara
- Memanfaatkan sumber daya yang ada (sarana, sumber daya manusia dan dana) secara optimal.
h. Masalah yang dihadapi
- Masih ditemukannya beberapa TTU yang memilki hasil pengamatan kepadatan lalat > 2 (sedang) walaupun sudah dilakukan pengendalian.
- Keadaan cuaca yang tidak mendukung sehingga dapat menunda pelaksanaan kegiatan.
i. Usul Pemecahan Masalah
- Desiminasi Informasi kegiatan dan Koordinasi dalam upaya menyelesaikan masalah pengendalian vektor lalat
- Penjadwalan ulang pelaksanaan kegiatan
- Meningkatkan jejaring kerja dengan instansi terkait yang ada di pelabuhan/bandara baik induk maupun wilayah kerja guna terlaksananya surveilans terpadu penyakit di pelabuhan/bandara.
4. Indikator: Nilai kinerja anggaran.
Pada indikator Nilai kinerja anggaran pada tahun 2020 ditargetkan sebanyak 80. Capaian dari indikator ini dapat dilihat pada tabel 3.8 berikut ini.
Tabel 3.8. Target dan Realisasi Indikator Nilai Kinerja Anggaran KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020
Indikator Kinerja Target Capaian %
Nilai kinerja anggaran 80 - 87,19 - 108,9
Berdasarkan tabel 3.8 di atas dapat diketahui bahwa indikator Nilai kinerja anggaran telah tercapai dengan persentase capaian sebesar 108,9%.
a. Pengertian
Nilai kinerja anggaran adalah capaian kinerja atas penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga yang tertuang dalam dokumen anggaran.
Aplikasi E-monev DJA adalah merupakan aplikasi monitoring dan evaluasi kinerja anggaran yang dilaksanakan pada tingkat Satuan Kerja, Unit Eselon I/Program, Kementerian/Lembaga
b. Definisi Operasional
b. Definisi Operasional