• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Aksi Kegiatan KKP Samarinda Tahun 2020 - 2024

Periode tahun 2020-2024 merupakan tahapan terakhir dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, sehingga merupakan periode pembangunan jangka menengah yang sangat penting dan strategis. RPJMN 2020-2024 akan mempengaruhi pencapaian target pembangunan dalam RPJPN, dimana pendapatan perkapita Indonesia akan mencapai tingkat kesejahteraan setara dengan negara-negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle Income Country) yang memiliki kondisi infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, serta kesejahteraan rakyat yang lebih baik.

Sejalan dengan Visi Presiden Republik Indonesia Tahun 2020-2024 yaitu Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong - Royong, dimana peningkatan kualitas manusia Indonesia menjadi prioritas utama dengan dukungan pembangunan kesehatan yang terarah, terukur, merata dan berkeadilan. Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat tersebut, dibutuhkan program kesehatan yang bersifat preventif dan promotif salah satunya adalah Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). berbagai kegiatan dilakukan untuk mendukung pencegahan dan pengendalian penyakit, di pintu masuk negara dilakukan upaya kekarantinaan

Undang Undang RI Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mengamanatkan bahwa Kementerian/Lembaga menyusun Rencana Strategi (Renstra). Selanjutnya merujuk kepada Keputusan Menteri Kesehatan nomor 21 tahun 2020 tentang Rencana Strategik Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024 bahwa tingkat Eselon I menjabarkan ke dalam Rencana Aksi Program (RAP) dan Eselon II atau satuan kerja menjabarkan ke dalam Rencana Aksi Kegiatan (RAK).

Guna mendukung tercapainya tujuan Kementerian Kesehatan khususnya Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dalam Peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit dan pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat maka Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda, memiliki tujuan strategis tahun 2020 – 2024 yaitu Meningkatnya Pelayanan Kekarantinaan Kesehatan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah.

Dalam rangka mencapai tujuan strategis di atas maka ditetapkan sasaran strategis Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda 2020 – 2024 sebagai berikut:

1. Meningkatnya jumlah pengawasan kekarantinaan kesehatan yang sesuai standar terhadap orang, alat angkut, barang dan lingkungan di pintu masuk negara dan wilayah sebesar 1.250.000 pemeriksaan.

2. Meningkatnya prosentase pengendalian factor resiko penyakit pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan di pintu masuk masuk negara dan wilayah sebesar 95%.

3. Meningkatnya indeks pengendalian factor resiko di pintuk masuk negara dan wilayah sebesar 86%.

4. Meningkatnya nilai kinerja anggaran satuan kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda dengan nilai 85.

5. Meningkatnya prosentase tingkat kepatuhan dalam penyampaian laporan keuangan sebesar 85%.

6. Meningkatnya kinerja implementasi WBK satker Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda dengan nilai 85.

7. Meningkatnya prosentase peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL di lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda sebesar 80%.

Arah kebijakan dan strategi kegiatan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda adalah mendukung kebijakan dan strategi Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dan Kementerian Kesehatan yang didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi Arah kebijakan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda tahun 2020-2024 ditetapkan sebagai berikut:

1. Penguatan deteksi dini, prevent dan respon terhadap penyakit dan faktor risiko di pintu masuk negara

2. Penguatan kapasitas upaya penegakan hukum di bidang kekarantinaan kesehatan

3. Penguatan akuntabilatas dan pengawasan dalam upaya mewujudkan reformasi birokrasi.

4. Peningkatan inovasi dan kualitas pelayanan publik 5. Penguatan regulasi di bidang kekarantinaan

6. Penguatan kapasitas dan pengembangan Sumber Daya manusia 7. Penguatan sinergisme, kolaborasi dan integrasi program

8. Pemenuhan sarana prasarana penunjang kegiatan tusi 9. Peningkatan sistem teknologi informasi.

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda telah menetapkan tujuan strategis yang mendukung strategi program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tahun 2020 - 2024 serta mengacu pada strategi Kementerian Kesehatan yang kemudian dijabarkan melalui strategi aksi kegiatan sebagai berikut:

1. Peningkatan cakupan deteksi dini penyakit dan factor risiko 2. Peningkatan respon kejadian penyakit dan factor risiko

3. Peningkatan inovasi dalam deteksi dini dan respon penyakit dan faktor risiko 4. Peningkatan komunikasi dan advokasi

5. Penguatan jejaring kerja lintas sector dan lintas program 6. Penguatan akuntabilitas dan pengawasan

7. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia

8. Penguatan upaya penegakan hukum di bidang kekarantinaan kesehatan.

9. Peningkatan penyediaan sarana prasarana yang memenuhi standar.

10. Peningkatan penganggaran sesuai dengan kebutuhan dan beban kerja 11. Penguatan system teknologi informasi

Memperhatikan Rencana Aksi Program Direktorat Pencegahan dan Pengendalan Penyakit tahun 2020-2024, Tujuan, Arah Kebijakan, Strategi dan Sasaran Strategis, maka target kinerja dan kerangka pendanaan program dan kegiatan KKP Kelas II Samarinda 2020-2024.

1. Target Kinerja

Target kinerja merupakan penilaian dari pencapaian program yang diukur secara berkala dan dievaluasi pada akhir tahun 2024. Sasaran kinerja dihitung secara kumulatif selama lima tahun dan berakhir pada tahun 2024.

Tabel 2.1

Tujuan Strategis, Sasaran Strategis, dan Indikator Sasaran Strategis RAK KKP Kelas II Samarinda 2020-2024

No Tujuan Strategis Sasaran Strategis Indikator Meningkatnya penyakit di pintu masuk yang dikendalikan

1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan Kesehatan dengan target kumulatif 1.250.000 pemeriksaan 2. Persentase faktor risiko

penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan sebesar 95 % 3. Indeks Pengendalian Faktor

Risiko di pintu masuk negara sebesar 86%

4. Nilai kinerja anggaran sebesar 85

5. Persentase tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan sebesar 85%

6. Kinerja implementasi WBK satker sebesar 85

7. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL sebesar 80%

2. Kegiatan

Dalam rangka menjamin tercapainya Tujuan Strategis, Sasaran Strategis, dan Indikator Sasaran Strategis, maka ditetapkan Sasaran Program, Indikator Kinerja Program, Sasaran Kegiatan, dan Indikator Kinerja Kegiatan Rencana Aksi kegiatan 2020-2024.

Sasaran Kantor Kesesehatan Pelabuhan Kelas II Samarindaa adalah Meningkatnya faktor resiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan. Untuk mencapai sasaran hasil, maka kegiatan yang akan dilakukan adalah:

a. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan Kegiatan yang dilakukan:

1) Pemeriksaan/ Penapisan dan pengawasan lalu lintas pelaku perjalanan dan masyarakat Pelabuhan.

2) Pemeriksaan alat angkut sesuai standar kekarantinaan kesehatan 3) Pemeriksaan Barang

4) Pemeriksaan Lingkungan {TTU, TPM}

b. Persentase faktor risiko yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan Kegiatan yang dilakukan:

1) Pengendalian Faktor Risiko pada orang 2) Pengendalian Faktor Risiko pada Barang 3) Pengendalian Faktor Risiko pada Alat Angkut

4) Pengendalian Faktor Risiko pada Lingkungan {TTU, TPM}

c. Indeks Pengandalian Faktor risiko di pintu masuk negara Kegiatan yang dilakukan:

1) Surveilans Epidemiologi (pengumpulan, pengolahan, analisis dan pelaporan)

2) Respon kurang dari 24 jam terhadap adanya sinyal SKD KLB dan Bencana

3) Penyusunan rencana kontigensi

4) Pengawasan tikus dan pinjal dengan Indeks pinjal ≤ 1 5) Pengawasan vector DBD dengan HI perimeter = 0 6) Pengawasan larva anopheles

7) Pengawasan kepadatan kecoa 8) Pengawasan kepadatan lalat

9) Pengawasan Tempat-tempat Umum (TTU)

10) Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan (TPM) 11) Pengawasan Kualitas Air Bersih

d. Nilai kinerja anggaran

Evaluasi kinerja anggaran adalah proses untuk melakukan pengukuran, penilaian, dan analisis atas Kinerja Anggaran tahun anggaran berjalan dan tahun anggaran sebelumnya untuk menyusun rekomendasi dalam rangka peningkatan kinerja anggaran. Kinerja anggaran adalah capaian kinerja atas penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga yang tertuang dalam dokumen anggaran. Aplikasi E-monev DJA adalah merupakan aplikasi monitoring dan evaluasi kinerja anggaran yang dilaksanakan pada tingkat Satuan Kerja, Unit Eselon I/Program, Kementerian/Lembaga, dan yang dilaksanakan pada Kementerian Keuangan c.q Direktorat Jenderal Anggaran.

Untuk memperoleah nilei kinerja anggaran, maka input E-Monev DJA dilaksanakan tiap bulan selama tahun anggaran berjalan.

e. Prosentase Tingkat Kepatuhan Penyampaian Laporan Keuangan

Kegiatan yang dilakukan adalah rekonsiliasi laporan keuangan setiap bulan melalui aplikasi rekonsiliasi dan penyusunan laporan keuangan berbasis web yang disebut e-Rekon&LK. Sedangkan yang perlu diperhatikan dalam penyampaian rekonsiliasi laporan keuangan bulanan adalah ketepatan waktu upload, status rekonsiliasi, hasil rekonsiliasi, rekonsiliasi internal SAK dengan SIMAK-BMN dan jumlah upload laporan keuangan.

f. Kinerja implementasi WBK satker

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka mengetahui kinerja implementasi satker WBK adalah dengan melaksanakan penilaian mandiri/ self assessment dengan mengisi Lembar Kerja Evaluasi Zona Integritas menggunakan aplikasi SIPINAL WBK/WBBM Kemenkes RI.

g. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL

Kegiatan yang dilakukan adalah dengan melaksanakan peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL dalam kurun waktu 1 (satu) tahun, baik melalui peningkatan SDM internal maupun eksternal.

3. Kerangka Pendanaan

Guna memenuhi kebutuhan pendanaan secara keseluruhan untuk mencapai target Sasaran Kegiatan sebagaimana tersebut diatas dapat bersumber dari APBN baik yang bersumber dari Rupiah Murni, Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP), Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN), serta sumber/skema lainnya seperti Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan Corporate Social Responsibility (CSR).

Tabel 2.2 Kerangka Pendanaan KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020-2024

No

Sasaran Program (Outcome)/Sasaran Kegiatan

(Output)/Indikator

Target Alokasi (000)

2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024

KKP Kelas II Samarinda ………. …….. …….. ….. …….

1

Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan

1.214.478 1.220.000 1.230.000 1.240.000 1.250.000 1.082.744 1.191.018 1.299.293 1.407.567 1.515.842

2

Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan

90% 92% 93% 94% 95% 220.829 242.912 264.995 287.078 309.161

3 Indeks Pengandalian Faktor

risiko di pintu masuk negara 80% 81% 82% 84% 86% 319.635 351.599 383.562 415.526 447.489

4 Nilai kinerja anggaran 80 81 82 83 85 914.860 1.006.346 1.097.832 1.189.318 1.280.804

5

Prosentase Tingkat Kepatuhan Penyampaian Laporan

Keuangan

80% 81% 82% 83% 85% 10.766.817 11.843.499 12.920.180 13.996.862 15.073.544 6 Kinerja implementasi WBK

satker 70 75 77 80 85 8.019 8.821 9.623 10.425 11.227

7 Persentase Peningkatan

kapasitas ASN sebanyak 20 JPL 45% 55% 65% 75% 80% 238.305 262.136 285.966 309.797 333.627

Untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan di KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020, terdapat beberapa kebijakan yang mendukung diantaranya:

1. Memantapkan jejaring lintas program, lintas sektor, serta kemitraan dengan masyarakat termasuk swasta untuk percepatan pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan penyakit menular melalui pertukaran informasi, pelatihan, pemanfaatan teknologi tepat guna, dan pemanfaatan sumber daya lainnya.

2. Penyusunan Rencana Aksi Kegiatan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda yang mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Kesehatan periode lima tahunan. Perencanaan dibuat berdasar pola bottom up yang disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki, serta situasi dan kondisi.

Sedangkan bahan perencanaan didasarkan pada evidence based epidemiology dan masukan dari wilayah kerja serta sumber informasi dari wilayah Kabupaten/Kota.

3. Penyusunan perencanaan pengembangan kegiatan Kantor Kesehatan Pelabuhan dilakukan secara spesifik, terukur, dan realistis serta dapat dilaksanakan sesuai skala waktu yang ditetapkan (Spesific Measure Achieveable Realistic and Timely - SMART). Upaya ini dilakukan dengan membuat perencanaan bulanan dan perencanaan tahunan untuk setiap seksi dan sub bagian tata usaha.

4. Penyempurnaan dan penyusunan draf Standar Prosedur Operasional (SPO) setiap program kegiatan, sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan.

5. Penggunaan anggaran, mengacu pada prinsip efisiensi dan efektivitas serta anggaran berbasis kinerja.

6. Penguatan pengawasan dalam mendukung pembangunan zona integritas di lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda

7. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda diarahkan pada tersedianya sumber daya manusia sesuai kebutuhan baik kuantitas dan kualitasnya. Upaya pemberdayaan ini dilakukan dengan cara penempatan pegawai sesuai latar belakang pendidikan dan tingkat kompetensinya / keahliannya serta kebutuhan organisasi/kantor, pemberian penghargaan bagi pegawai yang berprestasi dan sanksi bagi yang melanggar aturan. Menyeleksi pemberian ijin belajar, penegakan disiplin pegawai, pembinaan rutin, kaderisasi, pengembangan potensi pegawai, Pemberdayaan ini dimaksudkan agar setiap pegawai mempunyai tingkat kompetensi memadai, dedikasi, loyalitas dan integritas yang tinggi bagi organisasi.

8. Peningkatkan mutu pelayanan dilakukan dengan pembuatan standar pelayanan, menyiapkan petugas yang mempunyai kompetensi sesuai tingkat kebutuhan, menyediakan sarana dan prasarana dengan didukung teknologi yang memadai serta pelayanan dilaksanakan sesuai prosedur pelayanan yang standar dan tidak bertentangan dengan kode etik.

Berdasarkan arah kebijakan KKP dalam pengelolaan program pencegahan dan pengendalian penyakit di pintu masuk negara, maka dikembangkan strategi sebagai berikut:

1. Meningkatkan upaya kekarantinaan

2. Mengoptimalkan surveilans epidemiologi dalam detec preven dan respon 3. Meningkatkan pengawasan sanitasi alat angkut dan lingkungan

pelabuhan/bandara

4. Meningkatkan pengawasan dan pengendalian vektor dan binatang penular penyakit di alat angkut dan lingkungan pelabuhan/bandara

5. Meningkatkan upaya kesehatan dan lintas wilayah di pelabuhan/bandara 6. Meningkatkan kemampuan dan pengembangan Sumber Daya Manusia guna

meningkatkan profesionalitas pegawai agar mampu menjawab tantangan dan permasalahan yang dihadapi dengan cepat dan tepat.

7. Melengkapi sarana dan prasarana

8. Mengadakan koordinasi, kemitraan dan jejaring kerja 9. Memperkuat dukungan manajemen pembiayaan.

Dokumen terkait