BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA
A. Capaian Kinerja Organisasi
IV. Perbandingan Perjanjian Kinerja
1. Perbandingan Perjanjian Kinerja Tahun 2019 dan Tahun 2020
Perbandingan Perjanjian Kinerja tahun 2020 dengan Perjanjian Kinerja tahun sebelumnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.16 Perbandingan Kinerja KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020 dan tahun 2019
No
PK Tahun 2019 PK Tahun 2020
Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Target Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Target 1. Kabupaten/kota Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan
kesehatan
1.214.478
2. Persentase respon Sinyal
Kewaspadaan Dini (SKD)
yang direspon 100%
Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
90%
3. Jumlah deteksi dalam rangka
cegah tangkal masuk dan
4. Jumlah pelayanan kesehatan
pada situasi khusus 15 Nilai kinerja anggaran
80 kesehatan masyarakat yang berpotensi wabah
6. Jumlah sertifikat/surat ijin
layanan kesehatan lintas wilayah yang diterbitkan
5.000 Kinerja implementasi
WBK satker 70
No
PK Tahun 2019 PK Tahun 2020
Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Target Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Target
7. Jumlah pelabuhan/bandara/
PLBD yang memenuhi wilayah perimeter dan buffer
area 4
9. Menurunnya penyakit menular langsung
Jumlah orang yang melakukan skrining penyakit menular langsung manajemen dan tugas teknis lainnya
40
11. Jumlah peningkatan
kapasitas SDM bidang P2P 15
12. Jumlah pengadaan sarana
prasarana 7
Berdasarkan tabel 3.16 di atas dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara PK tahun 2020 dan tahun 2019, dimana pada tahun sebelumnya, sasaran strategis berjumlah 4 (empat) dengan indikator kinerja sebanyak 12 (dua belas) indikator. Pada tahun 2020 terdapat penurunan jumlah sasaran dan indikator kinerja menjadi hanya 7 (tujuh) indicator yang berarti terdapat penyederhananaan penilaian pencapaian sasaran dan indikator kinerja satker. Hal ini dipengaruhi oleh berakhirnya pelaksanaan renstra kemenkes 2014-2019 dan penyesuain sasaran strategis serta indikator strategis Kemenkes untuk tahun 2020-2024.
2. Perbandingan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 dan Renstra tahun 2020-2024 Perbandingan Perjanjian Kinerja tahun 2020 dengan Rencana Aksi Program dan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel. 3.17. Perbandingan Perjanjian Kinerja KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020 dengan Renstra dan RAP
Sasaran Strategis Renstra Kemenkes 2020-2024
Sasaran Strategis Rencana Aksi Program (RAP)
Ditjen P2P 2020-2024
Sasaran dan Indikator Kinerja KKP Samarinda
Tahun 2020 1. Meningkatnya kesehatan ibu,
anak dan gizi masyarakat 2. Meningkatnya ketersediaan
dan mutu fasyankes dasar dan rujukan
3. Meningkatnya pencegahan dan pengendalian penyakit serta pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat
4. Meningkatnya akses, kemandirian dan mutu kefarmasian dan alat Kesehatan
5. Meningkatnya pemenuhan SDM kesehatan dan kompetensi sesuai standar 6. Terjaminnya pembiayaan
Kesehatan
7. Meningkatnya sinergisme pusat dan daerah serta meningkatnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih
8. Meningkatnya efektivitas pengelolaan penelitian
danpengembangan kesehatan dan sistem informasi
Kesehatan untuk pengambilan keputusan.
1. Meningkatnya pencegahan dan pengendalian penyakit dengan mengutamakan pendekatan factor risiko
Dengan indikator:
a. Menurunnya insidensi TB menjadi 190 per 100.000 penduduk pd tahun 2024 b. Menurunnya insidensi HIV
menjadi 0,18% pd tahun 2024 c. Meningkatkan eliminasi
malaria di 405 kab/kota d. Kabupaten/kota yang
mencapai 80% imunisasi dasar lengkap sebanyak 95 % e. Meningkatnya Kab/Kota yang
melakukan pencegahan dan pengendalian PTM
2. Meningkatnya pengelolaan kedaruratan Kesehatan masyarakat
Dengan Indikator:
a. Persentase kab/kota yang mempunyai kapasitas dalam pencegahan dan
pengendalian KKM sebesar 86%
Sasaran dalam PK yaitu
“Meningkatnya Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah”
Dengan Indikator:
a. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar
kekarantinaan Kesehatan b. Persentase faktor risiko
penyakit dipintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan c. Indeks Pengendalian
Faktor Risiko di pintu masuk negara
d. Nilai kinerja anggaran e. Persentase tingkat
kepatuhan penyampaian laporan keuangan f. Kinerja implementasi
WBK
g. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL
Berdasarkan Tabel 3.17 di atas, Rencana Strategis Kemenkes Tahun 2020-2024 terdiri dari 8 point, dimana untuk sasaran strategis “Meningkatnya pencegahan dan pengendalian penyakit serta pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat” telah dijabarkan pada sasaran strategis Rancana Aksi Program Direktorat Jenderal P2P tahun 2020-2024.
Indikator Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Samarinda, yang tertulis dalam Perjanjian Kinerja KKP Samarinda Tahun 2020, telah mengacu pada sasaran dan target kinerja program Direktorat Jenderal P2P untuk mendukung sasaran strategis Rensra Kemenkes, yaitu dalam pencapaian indikator Persentase kab/kota yang mempunyai kapasitas dalam pencegahan dan pengendalian KKM. Untuk mencapai target indikator tersebut, KKP Kelas II Samarinda sejalan dengan Perjanjian Kinerja melaksanakan kegiatan:
➢ Pemeriksaan orang yaitu pemeriksaan/penapisan pada orang (kru dan penumpang kapal/pesawat), Kunjungan Poli Klinik, Kunjungan Vaksinasi Internasional/ICV, Kunjungan dalam rangka penerbitan SKLT, Kunjungan dalam rangka penerbitan IAOS, Kunjungan dalam rangka penerbitan Kier Kesehatan, Kunjungan dalam rangka penerbitan Klirens ABK, Skrining terduga TB, Skrining HIV
➢ Pemeriksaan Alat Angkut (Kapal dan Pesawat)
➢ Pemeriksaan Barang (cargo kapal luar negeri) yang datang dan Penerbitan Ijin Angkut Jenazah
➢ Pemeriksaan Lingkungan yang dimaksud dalam indikator ini pemeriksaan yang dilakukan di Tempat-tempat Umum; Tempat Penyediaan Makanan;
Pemeriksaan air bersih dan Pengawasan pencemaran udara.
Dalam renstra Kemenkes juga disebutkan bahwa sasaran Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit adalah menurunnya penyakit menular, penyakit tidak menular, serta meningkatnya kesehatan jiwa. Untuk mencapai sasaran tersebut, kegiatan yang dilakukan oleh Ditjen P2P salah satunya adalah “Dukungan Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah.” Sasaran kegiatan ini adalah meningkatnya pelayanan kekarantinaan di pintu masuk negara dan wilayah. Indikator pencapaian sasaran tersebut adalah persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan sebesar 100%.
Indikator tersebut sejalan dengan Perjanjian Kinerja KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020, yaitu pada indikator kedua Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan dengan target sebesar 80%.
Sementara untuk sasaran program Dukungan Manajemen pada Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit adalah meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen Kementerian Kesehatan dengan Indikator pencapaian sasaran tersebut adalah:
a. Nilai Reformasi Birokrasi di lingkup Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit adalah 60.
b. Persentase kinerja RKAKL pada lingkup Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit sebesar 95%. Indikator perjanjian kinerja KKP Kelas II Samarinda yang mendukung terlaksananya sasaran ini adalah:
a. Nilai kinerja anggaran (Nilai SMART e Monev DJA) sebesar 80.
b. Persentase tingkat kepatuhan penyampaian laporan keuangan sebesar 80%
c. Kinerja implementasi WBK (self assessment) sebesar 70.
Untuk indikator kinerja terakhir yaitu Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL sejalan dengan sasaran strategis Renstra Kemenkes tahun 2020-2024 yaitu Meningkatnya pemenuhan SDM kesehatan dan kompetensi sesuai standar dengan target Jumlah SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya sebanyak 202.593 orang.
3. Perbandingan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 dengan RAK 2020-2024
Perbandingan Perjanjian Kinerja tahun 2020 dengan Rencana Aksi Kegiatan tahun 2020 – 2024 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel. 3.18. Perbandingan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 dengan RAK Tahun 2020-2024
Sasaran Strategis Indikator Kinerja RAK 2020-2024
Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan
1.250.000 1.214.478 Sertifikat
Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
95 90 %
Indeks Pengendalian Faktor
risiko di pintu masuk negara 86
80 %
Nilai kinerja anggaran 85 80 -
Persentase tingkat kepatuhan
penyampaian laporan keuangan 85 80 %
Kinerja implementasi WBK satker 85 70 Persentase Peningkatan
kapasitas ASN sebanyak 20 JPL 80 45 %
Perjanjian Kinerja KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020 merupakan Perjanjian Kinerja tahun pertama dari Rencana Aksi Kegiatan KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020 – 2024.
Perjanjian Kinerja KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020 sudah sejalan dengan Rencana Aksi Kegiatan KKP Kelas II Samarinda tahun 2020-2024 khususnya setelah revisi pertama dari PK Tahun 2020. Berdasarkan
tabel di atas, setiap indikator kinerja terdapat memerlukan peningkatan target indikator yang cukup signifikan setiap tahunnya guna mencapai target RAK KKP Kelas II Samarinda Tahun 2020-2024.
4. Perbandingan Perjanjian Kinerja tahun 2020 dengan Dokumen Perencanaan Perbandingan Perjanjian Kinerja tahun 2020 dengan Dokumen Perencanaan KKP Samarinda TA 2020 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel. 3.19. Perbandingan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 dengan Dokumen Perncanaan (RKA-K/L) 1. Dukungan Pelayanan
Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara
dan Wilayah
Jumlah penganggaran kegiatan Dukungan Pelayanan Kekarantinaan di Pintu Masuk Negara dan Wilayah sebesar Rp.1.515.552.000,- untuk mendukung pencapaian indikator kinerja:
1. Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan Kesehatan 2. Persentase faktor risiko penyakit dipintu masuk yang
dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan 3. Indeks Pengendalian Faktor Risiko di pintu masuk negara 4. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL
sebesar 80%
2. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan
Jumlah penganggaran kegiatan dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya sebesar Rp.11.928.001.000,- untuk mendukung pencapaian indikator kinerja:
1. Nilai kinerja anggaran
2. Persentase tingkat kepatuhan penyampaian 3. laporan keuangan sebesar
4. Kinerja implementasi WBK
5. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL
Berdasarkan tabel 3.19 di atas dapat dilihat bahwa dokumen perencanaan tahun 2020 telah sesuai dan dipergunakan untuk pencapaian target indikator Perjanjian Kinerja KKP Samarinda Tahun 2020.
5. Perbandingan Perjanjian Kinerja KKP Kelas II Samarinda dengan KKP Lainnya.
Perbandingan Perjanjian Kinerja KKP Kelas II Samaridna tahun 2020 dengan KKP Lainnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel. 3.20. Perbandingan Pencapaian Perjanjian Kinerja Tahun 2020 dengan KKP Lainnya
No. Indikator Kinerja
KKP Kelas II Samarinda
KKP Kelas II Balikpapan Target Realisasi Target Realisasi 1. Jumlah pemeriksaan orang, alat
angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan kesehatan
1.214.478 1.422.282 440.779 2.694.695
2. Persentase faktor risiko penyakit di pintu masuk yang dikendalikan pada orang, alat angkut, barang dan lingkungan
90% 100% 90% 100%
3. Indeks Pengendalian Faktor risiko
di pintu masuk negara 80% 113% 85% 100%
4. Nilai kinerja anggaran 80 87,19 80 87,02
5. Persentase tingkat kepatuhan
penyampaian laporan keuangan 80% 97,5% 80% 98%
6. Kinerja implementasi WBK satker 70 82,77 70 76.82 7. Persentase Peningkatan
kapasitas ASN sebanyak 20 JPL 45% 98% 45% 50%
Berdasarkan tabel 3.20 di atas terlihat adanya perbedaan realisasi target kinerja antara KKP Kelas II Samarinda dan KKP Kelas II Balikpapan.
Perbedaan yang terlihat signifikan terutama pada 3 indikator yaitu:
a) Jumlah pemeriksaan orang, alat angkut, Barang dan lingkungan sesuai standar kekarantinaan Kesehatan. KKP Kelas II Samarinda mencapai 1.422.282 pemeriksaan sedangkan KKP Kelas II Balikpapan mencapai 2.694.695 pemeriksaan atau hampir dua kali lipat dari Samarinda. Hal ini disebabkan beberapa factor antara lain di Balikpapan terdapat Bandara Internasional SAMS Sepinggan yang melayani penerbangan ke luar negeri dan banyak wilayah Indonesia dibandingkan dengan bandara APT.
Pranoto di Samarinda yang melayani pelayanan domestic. Selain itu di Balikpapan juga terdapat Pelabuhan Semayang yang melayani rute ke beberapa daerah di Indonesia seperti Mamuju, Surabaya, Jakarta dan kota-kota lainnya. Sementara di Samarinda hanya terdapat Pelabuhan Samarinda dan Pelabuhan Lhoktuan (tutup selama pandemi) yang hanya melayani rute Samarinda-Pare Pare.
b) Kinerja implementasi WBK satker. Pada tahun 2020, KKP Samarinda telah mendapatkan predikat Satker WBK Nasional oleh Kemenpan RB,
sehingga nilai kinerja implementasi WBK satker lebih tinggi daripada KKP Kelas II Balikpapan.
c) Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL. Terdapat perbedaan realisasi yang cukup besar yaitu capaian KKP Kelas II Samarinda sebesar 98% dibandingkan KKP Balikpapan sebesar 50%, hal ini dikarenakan KKP Kelas II Samarinda memaksimalkan pelatihan melalui media online/daring.