BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
4.2.1 Analisis Pengungkapan Corporate Social
Berdasarkan Tabel 4.8 variabel corporate social responsibility dengan indikator jumlah item yang diungkapkan perusahaan dibagi dengan jumlah item yang diharapkan diungkapkan perusahaan dengan menggunakan Software SPSS versi 19.0 ditunjukkan ke dalam tabel 4.11.,
sebagai berikut :
Tabel 4.11
Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Corporate Social Responsibility
Menggunakan SPSS 19.0 For Windows
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
CSR 27 ,13 ,97 ,6333 ,21512
Secara umum komposisi Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang menjadi sampel dengan indikator jumlah item yang diungkapkan perusahaan dibagi dengan
jumlah item yang diharapkan diungkapkan. Nilai terendah pengungkapan CSR sebesar 0,13 atau 13 % pada PT Ratu Prabu Energi Tbk, dikarenakan pengimplementasian pengungkapkan CSR hanya 11 item dari yang seharusnya 79 item, nilai tersebut sangat rendah diakibatkan karena hasil CSR dibawah rata-rata dari sampel penelitian pada perusahaan pertambangan yang terdaftar
di BEI tahun 2011. Dan untuk CSR dengan nilai tertinggi sebesar 0,97 atau 97% pada PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, yang mengimplementasikan pengungkapan CSR 77 item dari yang seharusnya 79 item, nilai tersebut sangat tinggi diakibatkan karena hasil CSR diatas
rata-rata dari sampel penelitian pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2011. Perusahaan yang mengungkapkan CSR yang kurang dari 50% ada 8 perusahaan yaitu PT Darma Henwa Tbk dengan mengimplementasikan CSR sebesar 0,48 atau 48%, PT Ratu Prabu
Energi Tbk sebesar 0,13 atau 13%, PT Benakat Petroleum Energy Tbk sebesar 0,37 atau 37%, PT Elnusa Tbk sebesar 0,39 atau 39%, PT Radiant Utama Investindo Tbk sebesar 0,44 atau 44%, PT Citatah Tbk se 0,46 atau 46%, PT Mitra Investindo sebesar 0,23 atau 23% dan PT Central
Omega Resources Tbk sebesar 0,44 sebesar 44%.
Sedangkan perusahaan yang mengungkapkan CSR diatas 50% ada 19 perusahaan yaitu PT Adaro Energy Tbk dengan mengungkapkan CSR sebesar 0,67 atau 67%, PT Bumi Resources Tbk sebesar 0,63 atau 63%, PT Bayan Resources Tbk sebesar 0,69 atau 69%, PT Indo
Tambangraya Tbk sebesar 0,73 atau 73%, PT Resources Alam Indonesia Tbk sebesar 0,94 atau 94%, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk sebesar 0,97 atau 97%, PT Petrosea Tbk sebesar 0,75 atau 75%, PT Aneka Tambang Tbk sebesar 0,87 atau 87%, PT Atlas Resources Tbk sebesar
Energy Tbk sebesar 0,72 atau 72%, PT Bumi Resources Minerals Tbk sebesar 0,77 atau 77%, PT Golden Energy Mines Tbk sebesar 0,55 atau 55%, PT Harum Energy Tbk sebesar 0,62 atau
62%, PT Value Indonesia Tbk sebesar 0,79 atau 79%, PT Timah Tbk sebesar 0,96 atau 96%, PT Citra Mineral Investindo Tbk sebesar 0,55 atau 55%, PT Energi Mega Persada Tbk sebesar 0,62 atau 62%, PT Medco Energi International Tbk sebesar 0,72 atau 72%.
Nilai rata-rata pengungkapan pengungkapan CSR sebesar 0,63 atau 63% artinya tingkat
pengungkapan Corporate Social Responsibility pada perusahaan bersifat cukup lengkap, mengacu pada sub bab 3.5.1, untuk menentukan kriterianya sebagai berikut :
= = 0,16
Tabel 4.12
Kriteria Pengungkapan Corporate Social Responsibility
Interval Kriteria 0,13 – 0,29 Tidak Lengkap 0,30 – 0,46 Kurang Lengkap 0,47 – 0,63 Cukup Lengkap 0,64 – 0,80 Lengkap 0,81 – 0,97 Sangat Lengkap
(CSR) sebagai indikator jumlah item yang diungkapkan perusahaan dibagi dengan jumlah item yang diharapkan diungkapkan pada gambar 4.3, sebagai berikut :
Gambar 4.3
Rata-Rata Corporate Social Responsibility (CSR) Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011
Efek Indonesia Tahun 2011.
Kinerja berasal dari pengertian performance. Adapun pengertian makna luas, tidak hanya
hasil kerja, tetapi bagaimana proses pekerjaan berlangsung. Kinerja Keuangan merupakan mengukur sampai sejauhmana prestasi peningkatan posisi atau performance dari nilai perusahan yang diukur melalui laporan keuangan baik melalui laba rugi yang dibutuhkan oleh pihak yang berkepentingan. Salah satu ukuran Kinerja Keuangan dilakukan dengan rasio Return on
Investment (ROI). Rasio Return on Investment (ROI) dapat juga dikatakan sebagai rasio Return on Total Assets (ROA).
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif variabel kinerja keuangan dengan indikator
rasio Return On Investment (ROI) dengan menggunakan Software SPSS versi 19.0 yang dijabarkan ke dalam tabel 4.13, sebagai berikut :
Tabel 4.13
Hasil Analisis Statistik Deskriptif Kinerja Keuangan
Menggunakan SPSS 19.0 For Windows
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
KinerjaKeuangan 27 -,059 ,460 ,12281 ,139852
Valid N (listwise) 27
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012
Berkaitan dengan variabel Kinerja Keuangan dengan indikator rasio Return On Investment
(ROI) dengan demikian untuk nilai terendah rasio Return On Investment (ROI) 0,059 sebesar -5,9% pada PT Darma Henwa Tbk. Nilai tersebut sangat rendah diakibatkan karena PT Darma Henwa Tbk memiliki tingkat kerugian paling tinggi, sementara memiliki nilai investasi cukup
mengalami nilai yang paling rendah, dan untuk rasio Return On Investment (ROI) dengan nilai tertinggi mencapai 0.460 yang berarti sebesar 46% pada PT Resources Alam Indonesia Tbk.
Nilai tersebut sangat tinggi diakibatkan karena hasil rata-rata rasio Return On Investment (ROI) atau pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan atau diatas rata-rata dari perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011.
Perusahaan yang memiliki nilai Rasio Return On Investment (ROI) dibawah rata-rata atau kurang dari 12% ada 15 perusahaan yaitu diantaranya PT Adaro Energy Tbk sebesar 0,097 atau
9,7%, PT Bumi Resources Tbk sebesar0,029 atau 2,9% , PT Bayan Resources Tbk sebesar 0,013 atau 1,3%, PT Atlas Resources Tbk sebesar 0,116 atau 11,6%, PT Berau Coal Energy Tbk sebesar 0,078 atau 7,8% , PT Bumi Resources Minerals Tbk sebesar 0,032 atau 3,2%, PT Darma
Henwa Tbk sebesar -0,059 atau -5,9%, PT Golden Energy Mines Tbk sebesar 0,09 atau 9%, PT Ratu Prabu Energy Tbk sebesar 0,006 atau 0,6%, PT Benakat Petroleum Energy Tbk sebesar -0,016 atau -1,6%, PT Elnusa Tbk sebesar -0,006 atau -0,6%, PT Energi Mega Persada Tbk
sebesar 0,01 atau 1% , PT Medco Energy International Tbk sebesar 0,034 atau 3,4%, PT Radiant Utama Investindo Tbk sebesar 0,003 atau 0,3%, dan PT Citatah Tbk sebesar 0,004 atau 0,4%.
Sedangkan perusahaan yang memiliki nilai Rasio Return On Investment (ROI) diatas rata-rata atau lebih tinggi dari 12% ada 12 perusahaan yaitu diantaranya PT Indo Tambangraya Tbk sebesar 0,447 atau 44,7%, PT Resouces Alam Indonesia Tbk sebesar 0,460 atau 46%, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 0,268 atau 26,8%, PT Petrosea Tbk sebesar 0,139 atau
13,9%, PT Aneka Tambang Tbk 0,12 atau 12%, PT Boneo Lumbung Energy&Metal Tbk sebesar 0,164 atau 16,4%, PT Harum Energy 0,382 atau 38,2%, PT Value Indonesia Tbk sebesar 0,137 atau 13,7%, PT Timah Tbk sebesar 0,2 atau 20%, PT Citra Mineral Investindo Tbk sebesar 0,141
Resources Tbk sebesar 0,136 atau 13,6%.
Nilai rata-rata atau mean rasio Return On Investment (ROI) dari perusahaan yang menjadi sampel adalah sebesar 0,12 atau sebesar 12%, artinya tingkat kinerja keuangan pada perusahaan bersifat rendah, mengacu pada sub bab 3.5.1, untuk menentukan kriterianya sebagai berikut :
= = 0,104
Tabel 4.14
Kriteria Kinerja Keuangan
Interval Kriteria -0,059 – 0,044 Sangat Rendah 0,045 – 0,147 Rendah 0.148 – 0,251 Sedang 0,250 – 0,355 Tinggi 0,354 – 0,46 Sangat Tinggi
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik rata-rata Return On Investment (ROI)
Gambar 4.4
Rata-rata Rasio Return On Investmen (ROI) Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011
4.2.3 Analisis Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibiliy Terhadap Kinerja Keuangan secara Parsial.
Adapun langkah pengujian statistik ini dilakukan sebagai berikut : a. Analisis Korelasi Sederhana
Analisis korelasi sederhana digunakan untuk membahas derajat hubungan antara variabel X
sederhana antara variabel corporate social responsibility ( ) dengan kinerja keuangan (Y).
Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, maka hasil dari analisis korelasi sederhana disajikan pada tabel sebagai berikut :
Tabel 4.15
Analisis Korelasi Sederhana
Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan
Menggunakan SPSS 19.0 For Windows
Correlations CSR KinerjaKeuanga n CSR Pearson Correlation 1 ,404* Sig. (2-tailed) ,037 N 27 27
KinerjaKeuangan Pearson Correlation ,404* 1
Sig. (2-tailed) ,037
N 27 27
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012
Untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antar variabel, dapat digunakan tabel
Interval Korelasi Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat (Sumber: Sugiyono, 2008;250)
Dari penghitungan di atas maka diketahui nilai koefisien korelasinya yaitu r = 0,404 artinya bahwa tingkat hubungan pengungkapan Corporate Social Responsibuliy dengan kinerja
keuangan bersifat positif dan sedang, karena interprestasinya berada diantara interval 0,40 – 0,599. Hubungan yang bersifat positif artinya, setiap kenaikan pada implementasi CSR akan disertai dengan kenaikan pada kinerja keuangan.
b. Analisis Regresi Sederhana
Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS 19.0 for
Tabel 4.17
Analisis Regresi Sederhana
Corporate Social Responsibility
Terhadap Kinerja Perusahaan Menggunakan SPSS 19.0 For Windows
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -,044 ,079 -,548 ,589
CSR ,263 ,119 ,404 2,208 ,037 1,000 1,000
a. Dependent Variable: KinerjaKeuangan
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012
Dari perhitungan regresi yang telah diolah, maka diperoleh bentuk persamaan regresi sederhana sebagai berikut :
Y = -0,044 + 0,263X
Dari persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa konstanta a negetif sebesar -0,044
artinya pada saat CSR sama dengan 0 satuan maka kinerja keuangan adalah sebesar -0,044 satuan, dan nilai b positif sebesar 0,263 artinya bahwa setiap kenaikan 1% pada corporate social
responsibility, akan meningkatkan kinerja keuangan sebesar 0,263%.
c. Pengujian Hipotesis (Uji t)
Pengujian hipotesis dilakukan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh yang
signifikan antara Corporate Social Respomsibility (CSR) dengan kinerja keuangan dengan 0
keuangan.
Ha1 : r ≠ 0 : Terdapat pengaruh yang signifikan dari CSR terhadap kinerja keuangan. Berdasarkan pada Tabel 4.17, untuk menguji hipotesis ini kriteia yang digunakan adalah kriteria untuk uji t dimana penetepan signifikasi dengan df = n-k 27-2 = 25, sig 0,05, maka diperoleh nilai ttabel sebesar 1,708 (lihat lampiran 33 ttabel) dan diperoleh nilai thitung sebesar 2,208.
Kriteria penolakan hipotesis H0 jika :
thitung ≥ ttabel (1-α / 2;n-2).
Karena thitung 2,208 ≥ ttabel 1,708 maka H0 ditolak dan Hα diterima, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari corporate social responsibility (CSR) terhadap
kinerja keuangan.
d. Analisis Koefisien Determinasi (R2)
Analisis koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pengungkapan CSR (X) terhadap kinerja keuangan (Y).
Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, maka hasil dari koefisien determinasi akan disajikan pada tebel dibawah ini :
Menggunakan SPSS 19.0 For Windows Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,404a ,163 ,130 ,130466 1,408 a. Predictors: (Constant), CSR
b. Dependent Variable: KinerjaKeuangan
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012
KD = R2 x 100% = 0,4042 x 100%
= 16,3 %
Dari hasil penghitungan di atas maka dapat diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,163 atau sebesar 16,3% dari penghitungan tersebut dapat diketahui bahwa pengaruh signifikan CSR terhadap kinerja keuangan sebesar 16,3% sedangkan sisanya 83,7% merupakan
pengaruh dari faktor-faktor lain seperti likuiditas, solvabilitas, stabilitas ekonomi yang mempengaruhi kinerja keuangan.
Tabel 4.19
Rangkuman Analisism Penelitian Pengungkapan CSR (X) terhadap Kinerja Perusahaan (Y)
No Analisis Keterangan Hasil
1 Korelasi R = 0,404 Tingkat hubungan atau korelasi antara pengungkapan CSR (X) terhadap kinerja keuangan(Y) bersifat positif dan Sedang
2 Regresi Konstanta a negetif sebesar -0,044
artinya pada saat CSR sama dengan 0 satuan maka kinerja keuangan adalah sebesar -0,044 satuan, dan nilai b positif sebesar 0,263 artinya bahwa setiap kenaikan 1% pada corporate
social responsibility, akan
meningkatkan kinerja keuangan sebesar 0,263%.
3 Uji t thitung = 2,208 ttable = 1,708
thitung ≥ ttable
Ha diterima atau variabel CSR
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja keuangan.
4 Koofisien Determinasi
KD = 16,3 % Pengaruh signifikan CSR terhadap kinerja keuangan sebesar 16,3% sedangkan sisanya 83,7% merupakan pengaruh dari faktor-faktor lain seperti likuiditas, solvabilitas, stabilitas ekonomi yang mempengaruhi kinerja keuangan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik serta pengujian hipotesis mengenai pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keuangan pada
perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1) Pengungkapan Corporate Social Responsinbility (CSR) pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 sudah cukup lengkap.
Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) yang tertinggi yaitu 0,97 pada PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dengan mengimplementasikan 77 item dari 79 item yang seharusnya di laporkan dalam Annual Report. Sedangkan implementasi
Corporate Social Responsinbility (CSR) terendah yaitu 0,13 pada PT Ratu Prabu
Energi Tbk dengan mengimplementasikan 11 item dari 79 item yang seharusnya di laporkan dalam Annual Report.
2). Kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 dengan indikator rasio Return On Investment (ROI) tersmasuk dalam kriteria
kategori rendah. Kinerja Keuangan dengan nilai tertinggi yaitu sebesar 0,46 pada PT Resources Alam Indonesia Tbk. Sedangkan nilai rata-rata rasio Return On Investment
(ROI) terendah adalah -0,059 pada PT Darma Henwa Tbk.
3) Hasil Uji Parsial menunjukkan:
Hubungan pengungkapan Corporate Social Responsibuliy dengan kinerja keuangan
bersifat positif dan sedang, karena interprestasinya berada diantara interval 0,40 – 0,599. Hubungan yang bersifat positif artinya, setiap kenaikan pada pengungkapan Corporate Social
Responsibility (CSR) akan disertai dengan kenaikan pada kinerja keuangan.
Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh terhadap Kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011. Besarnya pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja
keuangan sebesar 16,3% sedangkan sisanya 83,7% merupakan pengaruh dari faktor-faktor lain seperti likuiditas, solvabilitas, dan stabilitas ekonomi yang mempengaruhi kinerja keuangan.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh pengungkapan Corporate
Social Responsibiliy (CSR) terhadap kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang
yang berkepentingan yaitu, sebagai berikut :
1). Bagi Perusahaan
a) Masih terdapat beberapa perusahaan yang pengungkapan Corporate Social
Responsibility (CSR) kurang dari 50% sehingga harus ditingkatkan dengan cara
melaporkan item-item CSR yang bejumlah 79 item, sehingga dengan index CSR yang lebih tinggi diharapkan kinerja keuangan perusahaan menjadi lebih tinggi lagi.
b) Kinerja keuangan tergolong dalam kriteria rendah sehingga harus ditingkatkan misalnya
dengan cara meningkatkan pendapatan, meningkatkan efisiensi, meningkatkan pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR).
2). Bagi Peneliti Selanjutnya
- Mengembangkan variabel-variabel independen lain yang dinilai atau diproksikan memiliki pengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Variabel-variabel tersebut antara lain misalnya managerial ownership, company profile, size of
board directors dan indikator kinerja perusahaan lainnya.
- Menerapkan isu-isu pengungkapan sosial lainnya yang tidak terdapat dalam kategori item-item pengungkapan. Aspek pengungkapan tersebut seperti aspek indikator
sumber daya manusia mengenai non-diskriminasi, tingkah laku anti korupsi; Aspek indikator kinerja lingkungan mengenai bahan material yang digunakan dalam operasi perusahaan.
- Menggunakan jenis perusahaan lainnya selain perusaahaan pertambangan. Jenis perusahaan tersebut antaralain misalnya perusahaan manufaktur, industri kimia atau
DAFTAR PUSTAKA
Aliminsyah dan Padji. 2003. Kamus Istilah Akuntansi. Cetakan Kesatu. Bandung: CV. Yrama Widya.
Arikunto Suharsimi, (2000). “Prosedur penelitian: Suatu Pendekatan Praktek”. Jakarta: Bhineka Cipta
Bastian, Indra. 2001. Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.
Belkaoui, Ahmed. 2004. Accounting Theory. Jakarta: Salemba Empat.
Chapra. 1983. CSR dan Implementasi. Bogor: IPB
Dwi Prastowo dan Rifka Julianti. 2002. Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Aplikasi. Cetakan Kedua (Revisi). Yogyakarta: YKPN.
Handoko, T. Hani. 2003. Manajemen Personalia dan Manjemen Sumber Daya Manusia. Edisi Kedua. Yogjakarta: BPFE.
Hasibuan, C. Sedyono. 2006. CSR Communication: A Challenge On Its Own, Economics
Business Accounting Review. Edisi Ketiga. Jakarta: Departemen Akuntansi FEUI.
Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. 2007. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta: YKPN.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat. Irawati, Susan. 2006. Manajemen Keuangan. Bandung: Pustaka.
Januarti dan Apriyanti. 2005. Pengaruh Tanggung Jawab Sosial dan Perusahaan Terhadap
Kinerja Perusahaan. Jurnal Maksi, Vol. 5 No. 2.
John J. wild, K. R. Subramanyam, Robert F. Halsey. 2005. Analisis Laporan Keuangan. Buku Satu, Edisi Kedelapan. Jakarta: Salemba Empat.
Kiroyan, Noke 2006. “Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Sosial Responsibility (CSR) “Adakah Kaitan di Antara Keduanya?” Economics Business Accounting Review, Edisi III, Jakarta: Prentice Hall.
Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.
Munawir. 2002. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.
Ni Wayan Yuniasih dan Made Gede Wirakusuma. 2005. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap
Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan CSR dan GCG sebagai Variabel Permodasi.
Jurnal
Rahendrawan. 2006. CSR: A Merecharity Cost for Company, Economics Business Accounting
Review. Edisi Ketiga.
Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat, Cetakan Ketujuh. Yogyakarta: BPFE
Sawir, Agnes. 2004. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sembiring, Edy Rismanda. 2005. Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan Tanggung
Jawab Sosial. Simposium Nasional Akuntansi VIII.
Sueb, Memed. 2001. Pengaruh Biaya Sosial terhadap Kinerja Sosial dan Keuangan Perusahaan
Terbuka di Indonesia. Seminar Akuntansi Nasional IV.
Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan keenam, Bandung : CV Alfabeta
Wermasubun, Savio. 2008. Peran Bank Dunia dalam Komersialisasi dan Privatisasi
Layanan. Salatiga: Widya Sari Press.
Yusuf Wibisono. 2007. Membedah Konsep dan Aplikasi CSR. Fasco Publishing, Gresik.
Referensi dari Internet: http://antaranews.com http://www.antam.com http://www.csrforum.org/csr/ csrwebassist.nsf/content/f1c2b3a4a5.html. http://elearning.gunadarma.ac.id). http://webcache.googleusercontent.com http://www.iso.org http://www.idx.co.id http://sahamok.com/2011/emiten-pertambangan/
1 = diterapkan
0 = tidak diterapkan
Perusahaan : Tahun
Lingkungan 2011
1
Pengendalian polusi kegiatan operasi, pengeluaran riset dan pengembangan untuk mengurangi polusi.
2
Operasi perusahaan tidak mengakibatkan polusi atau memenuhi ketentuan hukum dan peraturan polusi.
3
Pernyataan yang menunjukkan bahwa polusi operasi telah atau akan dikurangi.
4
Pencegahan atau perbaikan kerusakan lingkungan akibat pengelolaan sumber alam, misalnya reklamasi daratan atau reboisasi.
5
Konservasi sumber alam, misalnya mendaur ulang kaca, besi, minyak, air dan kertas.
6 Penggunaan material daur ulang
7
Menerima penghargaan berkaitan dengan program lingkungan yang dibuat perusahaan.
8 Merancang fasilitas yang harmonis dengan lingkungan.
9
Kontribusi dalam seni yang bertujuan untuk memperindah lingkungan.
10 Kontribusi dalam pemugaran bangunan sejarah. 11 Pengelolaan limbah.
12 Riset mengenai pengelolaan limbah.
13
Mempelajari dampak lingkungan untuk memonitor dampak lingkungan perusahaan.
14 Perlindungan lingkungan hidup.
Energi
1
Menggunakan energi secara lebih efisien dalam kegiatan operasi.
2 Memanfaatkan barang bekas untuk memproduksi energi. 3 Penghematan energi sebagai hasil produk daur ulang.
5 Peningkatan efisiensi energi dan produk.
6
Riset yang mengarah pada peningkatan efisiensi energi dari produk.
7 Mengungkapkan kebijakan energi perusahaan. Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1
Mengurangi polusi, iritasi, atau resiko dalam lingkungan kerja.
2
Mempromosikan keselamatan tenaga kerja dan kesehatan fisik atau mental.
3 Mengungkapkan statistik kecelakaan kerja.
4
Mentaati peraturan standar kesehatan dengan keselamatan kerja.
5
Menerima penghargaan berkaitan dengan keselamatan kerja.
6 Menetapkan suatu komite keselamatan kerja.
7
Melaksanakan riset untuk meningkatkan keselamatan kerja.
8 Mengungkapkan pelayanan kesehatan tenaga kerja. Lain-lain Tentang Tenaga Kerja
1
Perekrutan atau memanfaatkan tenaga kerja wanita / orang cacat.
2
Mengungkapkan persentase/jumlah tenaga kerja wanita / orang cacat dalam tingkat managerial.
3
Mengungkapkan tujuan penggunaan tenaga kerja wanita / orang cacat dalam pekerjaan.
4
Program untuk kemajuan tenaga kerja wanita/orang cacat.
5
Pelatihan tenaga kerja melalui program tertentu di tempat kerja.
6
Memberikan bantuan keuangan pada tenaga kerja dalam bidang pendidikan.
7 Mendirikan suatu pusat pelatihan tenaga kerja.
8
Mengungkapkan bantuan atau bimbingan untuk tenaga kerja yang dalam proses mengundurkan diri atau yang telah membuat kesalahan.
9
Mengungkapkan perencanaan kepemilikan rumah karyawan.
11 Pengungkapan persentase gaji untuk pensiun.
12
Mengungkapkan kebijakan penggajian dalam perusahaan.
13 Mengungkapkan jumlah tenaga kerja dalam perusahaan. 14 Mengungkapkan tingkatan manajerial yang ada.
15
Mengungkapkan disposisi staff dimana staff ditempatkan.
16
Mengungkapkan jumlah staff, masa kerja dan kelompok usia mereka.
17
Mengungkapkan statistik tenaga kerja, misalnya penjualan per tenaga kerja.
18 Mengungkapkan kualifikasi tenaga kerja yang direkrut.
19
Mengungkapkan rencana kepemilikan saham oleh tenaga kerja.
20 Mengungkapkan rencana pembagian keuntungan lain.
21
Mengungkapkan informasi hubungan manajemen dengan tenaga kerja dalam meningkatkan keputusan dan motivasi kerja.
22
Mengungkapkan informasi stabilitas pekerjaan tenaga kerja dan masa depan perusahaan.
23 Membuat laporan tenaga kerja yang terpisah.
24 Melaporkan hubungan perusahaan dengan serikat buruh. 25 Melaporkan gangguan dan aksi tenaga kerja.
26
Mengungkapkan informasi bagaimana aksi tenaga kerja dinegosiasikan.
27 Peningkatan kondisi kerja secara umum.
28
Informasi reorganisasi perusahaan yang mempengaruhi tenaga kerja.
29 Informasi dan statistik perputaran tenaga kerja.
Produk
1
Pengungkafan informasi pengembangan produk perusahaan, termasuk pengemasan.
2 Gambaran pengeluaran riset dan pengembangan produk.
3
Pengungkapan informasi proyek riset perusahaan untuk memperbaiki produk.
5 Membuat produk lebih aman untuk konsumen.
6
Melaksanakan riset atas tingkat keselamatan produk perusahaan.
7
Pengungkapan peningkatan kebersihan/kesehatan dalam pengolahan dan penyiapan produk.
8
Pengungkapan informasi atas keselamatan produk perusahaan.
9
Pengungkapan informasi mutu produk yang dicerminkan dalam penerimaan penghargaan.
10
Informasi yang dapat diverifikasi bahwa mutu produk telah meningkat (misalnya, ISO 9000).
Keterlibatan Masyarakat
1
Sumbangan tunai, produk, pelayanan untuk mendukung aktivitas masyarakat, pendidikan, dan seni.
2
Tenaga kerja paruh waktu (part-time employment) dari mahasiswa/pelajar.
3 Sebagai sponsor untuk proyek kesehatan masyarakat. 4 Membantu riset media.
5
Sebagai sponsor untuk konferensi pendidikan, seminar atau pameran seni.
6 Membiayai program beasiswa.
7 Membuka fasilitas perusahaan untuk masyarakat. 8 Mensponsori kampanye nasional.
9 Mendukung pengembangan industri lokal.
Umum
1
Pengungkapan tujuan. Kebijakan perusahaan secara umum berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat.
2
Informasi hubungan dengan tanggung jawab sosial perusahaan selain yang disebut di atas.
Total Skor