HASIL PENELITIAN
13. Analisis Peran Lembaga Ekonomi Masyarakat Alalak dan Sekitarnya
Keberhasilan pembangunan suatu wilayah juga dipengaruhi oleh peranan lembaga ekonomi sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan kegitan usahanya, baik dari lembaga perbankan, koperasi, BUMN atau perusahaan daerah. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan melalui kegiatan penelitian ini, diketahui bahwa pada umumnya responden masih banyak yang belum pernah memperoleh fasilitas dari berbagai lembaga mitra usaha.
Fasilitas bantuan modal, peralatan dan manajemen bagi masyarakat di kota Banjarmasin relatif sudah banyak, baik dari Dinas Pertanian dan Perikanan, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, maupun dinas-dinas lainnya yang ada di kota Banjarmasin. Akan tetapi penyebaran bantuan yang didapatkan oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya yang belum merata. Hal tersebut dapat dilihat dari sekitar 90% responden mengatakan bahwa belum pernah mendapatkan bantuan yang tentu saja sangat diperlukan dalam pengembangan usahanya, sedangkan yang telah menerima bantuan permodalan hanya sekitar 10%, hal tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 5.15
Distribusi Bantuan Lembaga Ekonomi Yang Diterima No Distribusi Bantuan Lembaga Jumlah Persentase
Ekonomi (%)
1 Tidak Pernah Dapat 270 90,0
2 Pernah Dapat
a Permodalan 20 6,7
b Pelatihan Kewirausahaan 3 1,0
c Bimbingan dan konsultasi 2 0,6
d Bantuan Peralatan 5 1,7
Total 300 100
Sumber: Data Primer, 2012
Bantuan permodalan banyak diberikan oleh dinas Sosial untuk Kelompok usaha bersama (KUBE) Fakir Miskin dengan nomimal 20 juta rupiah per kelompok usaha. Selain itu bantuan permodalan juga telah banyak diberikan oleh dinas Pertanian dan Perikanan khususnya bagi kelompok masyarakat yang bergerak dibidang perikanan dan pengolahan hasil perikanan yang jumlahnya bervariasi hingga mencapai 50 juta rupiah per kelompok usaha. Selain bantuan pemberian modal, dinas Pertanian dan Perikanan juga telah banyak memberikan bantuan dan fasilitasi kepada masyarakat yang ingin mengajukan pinjaman modal kepada pihak perbankan. Selain itu dinas Pertanian dan Perikanan juga memberikan bantuan kepada kelompok usaha masyarakat dalam bentuk bantuan peralatan. Untuk kegiatan pelatihan kewirausahaan juga telah rutin dilaksanakan oleh dinas Koperasi dan UMKM dan bantuan bimbingan teknis telah juga dilaksanakan oleh dinas Perindustrian dan Perdagangan. Akan tetapi, identifikasi terhadap pemberian bantuan dari lembaga-lembaga tersebut bagi masyarakat wilayah Alalak dan sekitarnya, secara faktual masih belum merata penyebarannya. Oleh karena itu, dalam rangka pengembangan ekonomi yang lebih baik pada wilayah Alalak dan sekitarnya maka seyogyanya peningkatan peran lembaga ekonomi mendapatkan perhatian dari berbagai pihak terutama dalam pengembangan usaha masyarakat
Alalak dan sekitarnya khususnya dalam hal koordinasi baik antar instansi yang ada dipemerintahan maupun antar lembaga pemberi bantuan non pemerintah dengan instansi pemerintah. Hal ini untuk menghindarkan masyarakat penerima bantuan hanya tertumpuk pada individu/kelompok tertentu saja. Hasil diskusi dengan SKPD-SKPD terkait, selama ini lembaga non pemerintah hanya meminta data kepada instansi terkait, akan tetapi pada saat realisasi bantuan tidak ada laporan kelompok masyarakat mana yang mendapatkan bantuan tersebut.
Pemberian bantuan kepada masyarakat Alalak dan sekitarnya terutama yang bersifat pembinaan dan permodalan merupakan bagian dari proses penguatan ekonomi kerakyatan. Untuk melihat kondisi obyektif bantuan permodalan dari lembaga ekonomi pada wilayah tersebut maka secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 5.16
Besarnya Bantuan Permodalan Yang Diterima Responden No Distribusi Bantuan Permodalan Jumlah Persentase(%)
1 Kurang dari Rp.5.000.000,- 8 40,0 2 Rp. 5.000.000 sampai Rp.10.000.000 8 40,0 3 Rp.10.000.000 sampai Rp.25.000.000 2 10,0 4 Rp. 50.000.000 sampai Rp.100.000.000 2 10,0 Total 20 100
Sumber: Data Primer, 2012
Besarnya jumlah bantuan modal yang diterima masyarakat Alalak dan sekitarnya dalam pengembangan kegiatan ekonominya cukup bervariasi, dengan jumlah yang relatif kecil yaitu 40,0% menerima bantuan kurang dari Rp.5.000.000,-dan 40,0% dengan jumlah Rp. 5.000.000,- sampai Rp. 10.000.000,- kemudian
10,0% dengan bantuan modal lebih dari Rp. 10.000.000,- sampai Rp.25.000.000,-serta bantuan modal antara Rp.50.000.000,- sampai Rp.100.000,000,-Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kajian ini bahwa bantuan dari lembaga ekonomi baik perbankan maupun lembaga ekonomi non bank serta pemerintah daerah sudah cukup besar terbukti dengan adanya kelompok masyarakat yang mendapatkan bantuan permodalan antara Rp.50.000.000,- sampai Rp.100.000,000,-. Akan tetapi sekali lagi penyebarannya yang masih belum merata di masyarakat Alalak dan sekitarnya karena yang pernah mendapatkan bantuan baik permodalan maupun bentuk-bentuk bantuan lainnya hanya 10% responden, sehingga yang belum pernah mendapatkan bantuan jumlahnya mencapai 90,0%.
Selanjutnya mengenai keberadaan lembaga ekonomi yang memungkinkan untuk menjadi mitra pemberi bantuan untuk pengembangan usaha ekonomi keluarga masyarakat Alalak dan sekitarnya yang terdiri dari Koperasi, Bank, Perusahaan Daerah atau lembaga lainnya sebenarnya sangat potensial untuk dimanfaatkan. Akan tetapi kurangnya koordinasi lembaga-lambaga ini pada saat implementasi bantuan dengan pemerintah, baik pihak kelurahan, kecamatan maupun SKPD terkait sehingga untuk daerah Alalak dan sekitarnya belum meratanya pemberian bantuan kepada masyarakat.
Pemberdayaan dari segi aspek pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat terutama untuk menumbuhkan jiwa berwirausaha bagi masyarakat dimana hanya terdapat 10% responden yang pernah mendapatkan dari masyarakat yang sudah pernah mendapatkan beragam bantuan atau hanya 1% dari total responden. Bentuk bantuan lainnya yang diterima masyarakat yang pernah menerima bantuan
adalah bantuan peralatan. Akan tetapi jumlahnya juga masih belum banyak yaitu hanya 5% dari total responden.
Terkait dengan sumber permodalan bagi usaha yang dijalankan oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 5.17
Sumber Permodalan Responden
No Sumber Permodalan Jumlah Persentase (%)
1 Pribadi 187 62,3
2 Bank 44 14,7
3 Keluarga 30 10,0
4 Pemerintah Daerah 6 2,0
5 Lembaga Keuangan Non Bank
2 0,7
6 BUMN 1 0,3
7 Perorangan 30 10,0
Total 300 100
Sumber: Data Primer, 2012
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa mayoritas sumber permodalan responden responden bersumber dari modal sendiri yaitu 62,3%, sedangkan yang bersumber dari perbankan hanya berkisar 14,7%, dari keluarga10%, dari pemerintah daerah 2%, dari perorangan 10% dan sumber lainnya (lembaga keuangan non bank dan BUMN) hanya 1%. Hal ini memberikan gambaran bahwa peranan perbankan dalam pengembangan usaha di wilayah Alalak dan sekitarnya sudah ada walaupun masih cukup rendah, sehingga masyarakat kesulitan untuk mengembangkan kegiatan usahanya. Dari segi pemenuhan kebutuhan bahan baku dan peralatan yang dibutuhkan sekitar 94% dipenuhi secara lokal dan 6% dari wilayah lainnya.
Kegiatan pemasaran komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya 98% dipasarkan di daerah sendiri atau pasar lokal, dan 1,7% dipasarkan sampai ke daerah lain di luar Kalimantan Selatan, serta 0,3% yang dipasarkan sampai ke luar negeri. Keadaan ini menggambarkan bahwa koneksitas perekonomian wilayah Alalak dan sekitarnya dengan daerah pemasaran produksi yang mereka hasilkan masih sangat rendah, sehingga memerlukan bantuan akses pemasaran ke daerah lain.