• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Daerah Penelitian

HASIL PENELITIAN

9. Gambaran Umum Daerah Penelitian

Banjarmasin sejak dahulu memegang peranan strategis dalam lalu lintas perdagangan antar pulau, karena posisi wilayah yang terletak pada pertemuan antara Sungai Barito dan Sungai Martapura yang luas dan dalam. Dengan posisi 22 km dari laut Jawa, kedua sungai tersebut tentunya dapat dilayari kapal besar sehingga kapal-kapal Samudera dapat merapat hingga Kota Banjarmasin. Selain itu, posisi strategis dari kota Banjarmasin yang terletak di sekitar muara Sungai Barito, menyebabkan Banjarmasin menjadi pintu gerbang bagi berbagai kapal yang hendak berlayar ke daerah pedalaman di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kota Banjarmasin memiliki kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dengan Sungai Barito beserta anak-anak sungainya. Penduduk kota Banjarmasin masih banyak yang tinggal di atas air, beraktivitas di sungai dan sekitarnya, serta bermukim di atas sungai dengan membangun rumah di atas tiang atau di atas rakit dipinggir sungai (rumah lanting).

Budaya sungai yang terus berkembang, memberikan corak budaya tersendiri dan menarik di Kota Banjarmasin. Pusat kota Banjarmasin sendiri terletak di sepanjang jalan Pasar Baru, sementara kawasan perkantoran khususnya Bank terdapat di Jalan Lambung Mangkurat, keberadaaan Sungai Barito sendiri berada di sebelah Barat dari pusat kota. Salah satu kegiatan

wisata paling menarik adalah berjalan menyusuri sungai dan kanal di sekitar kota Banjarmasin. Wisatawan dapat menyusuri Sungai Martapura dan Sungai Barito dengan menggunakan perahu klotok dan speedboat, untuk menyaksikan pemandangan alam sungai pinggiran kota yang masih asli.

Selain kegiatan wisata air, jenis wisata lainnya yang tersedia antara lain Makam Sultan Suriansyah, Masjid Sultan Suriansyah, dan Pasar Terapung yang berada di Kecamatan Banjarmasin Utara. Ketiga objek wisata ini dapat dikombinasikan dengan kegiatan wisata air karena posisinya yang berada di sepanjang bantaran Sungai Kuin.

Objek wisata yang tersedia di kawasan Kecamatan Banjarmasin Utara, khususnya daerah Alalak dan sekitarnya di sepanjang bantaran Sungai Kuin dapat dijadikan sebagai peluang usaha yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Hal ini juga sejalan denga salah satu tujuan dari Undang-undang No. 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan Pasal 3, dimana tujuan penyelenggaraan kepariwisataan antara lain memperluas dan memeratakan kesempatan berusaha dan lapangan kerja serta untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Gambar 5.1

Potensi lain yang dimiliki wilayah Kecamatan Banjarmasin Utara khususnya masyarakat Alalak dan sekitarnya diantaranya adalah produk khas daerah yang diproduksi di wilayah ini, seperti produk kerajinan tanggui, purun, maupun tajau. Selain itu, sisa-sisa kayu dari kegiatan penggergajian oleh perusahan kayu yang terdapat di daerah Alalak dan sekitarnya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan yang akan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat Alalak dan sekitarnya.

Gambar : 5.2 Peta Banjarmasin Utara

Sumber: Data Kecamatan Banjarmasin Utara, 2012.

Wilayah Alalak dan sekitarnya yang posisinya dapat dijangkau baik melalui jalur darat maupun sungai, menjadikan wilayah ini posisi geosentris dan geoekonomi yang sangat strategis dan menguntungkan dari berbagai sisi. Kondisi ini perlu dimanfaatkan oleh masyarakat Alalak dan sekitarnya. Untuk lebih jelasnya kondisi tersebut dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar: 5.3 Lokasi Penelitian

Sumber: Data Kecamatan Banjarmasin Utara, 2012.

Terkait dengan pelaksanaan penelitian Kajian Pengembangan Industri Kerakyatan di Wilayah Banjarmasin Utara, maka pelaksanaannya lebih difokuskan pada lima kelurahan yang dianggap paling refresentatif yaitu Kelurahan Pangeran, Kuin Utara, Alalak Selatan, Alalak Tengah dan Alalak Utara. Kelima kelurahan tersebut memiliki potensi sumberdaya alam yang sangat strategis terutama kondisi perairan sungai yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai suatu kawasan ekonomi yang saling berintegrasi.

Secara faktual, kelima kelurahan tersebut memiliki kondisi wilayah yang potensial untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Namun demikian

kondisi tersebut belum dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat yang berada di wilayah Alalak dan sekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari angka kemiskinan pada Kecamatan Banjarmasin Utara dimana terdapat 3.999 rumah tangga miskin, terbanyak kedua di Kota Banjarmasin setelah Kecamatan Banjarmasin Selatan (Sumber: Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial, Maret 2012).

Pembangunan kawasan ekonomi khusus secara langsung akan memberikan manfaat bagi masyarakat Alalak dan sekitarnya. Hal ini dapat dilakukan dengan integrasi pengembangan ekonomi yang berbasis potensi kearifan lokal, antara lain pengembangan wisata pasar terapung, industri kerajinan, pengembangan usaha budidaya perikanan dengan sistem keramba, serta lainnya. Berikut disampaikan profil wilayah masing-masing kelurahan.

Kelurahan Pangeran sebagai salah satu lokasi penelitian mempunyai luas wilayah 188,5 Ha yang terdiri dari Pemukiman (100 Ha), Pendidikan (55 Ha), Pertokoan (3 Ha), Perkantoran (4 Ha), Kuburan (8 Ha), Persawahan (4 Ha), dan lainnya (14,5 Ha). Adapun penduduk Kelurahan Pangeran hingga tahun 2011 berjumlah 10.861 jiwa dari sejumlah 2.722 Kepala Keluarga dengan jumlah penduduk laki-laki 4.937 jiwa dan penduduk wanita 5.924 jiwa.

Permasalahan dan kendala yang dihadapi pemerintah Kelurahan Pangeran dalam melaksanakan program kerja tahun anggaran 2012 yang berkaitan dengan penelitian ini antara lain (1) kurangnya informasi yang didapat dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi aparatur dan warga masyarakat yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Dinas maupun Instansi terkait; dan (2)

Kegiatan pembangunan sarana dan prasarana yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Dinas maupun Instansi terkait di dalam wilayah kerja Kelurahan Pangeran tidak pernah melibatkan dan memberitahukan pihak Kelurahan akan adanya kegiatan pembangunan yang dilaksanakan.

Kelurahan Kuin Utara memiliki luas wilayah 131,42 Ha, yang terdiri dari Pemukiman (62,67 Ha), Kuburan (31 Ha), Pekarangan (15,60 Ha), Taman (5,20 Ha), serta prasarana lainnya (16,95 Ha). Adapun penduduk pada wilayah ini hingga tahun 2011 berjumlah 10.281 jiwa yang terdiri dari penduduk laki-laki 5.232 jiwa dan penduduk wanita 5.049 jiwa.

Untuk kelembagaan ekonomi, kelurahan ini memiliki sebuah koperasi dengan tenaga kerja sebanyak 42 orang, 5 industri makanan dengan tenaga kerja sebanyak 25 orang, 5 industri kerajinan dengan tenaga kerja sebanyak 50 orang, 2 industri mebel dengan tenaga kerja sebanyak 14 orang, serta beberapa warung makan, toko kelontong, bengkel, percetakan sablon serta terdapat sebuah pasar. Sedangkan dari sarana pendidikan, kelurahan ini memiliki 7 buah Sekolah Taman Kanak-kanak, 7 buah Sekolah Dasar, dan 2 buah SMP serta 6 buah TPA Al Qur’an. Kemudian dilihat dari prasaran kesehatan, kelurahan ini memiliki 6 buah Posyandu, 2 buah tempat praktek dokter, sebuah apotik dan 7 buah toko obat.

Kelurahan Alalak Selatan mempunyai luas wilayah yang cukup besar yaitu 158,80 Ha yang terdiri dari pemukiman (110 Ha), persawahan (33 Ha), perkebunan (7 Ha) dan lain-lain (8,80 Ha). Adapun jumlah penduduk pada Kelurahan Alalak Selatan sebanyak 12.206 jiwa dengan penduduk laki-laki

sebanyak 6.115 jiwa dan penduduk perempuan 6.091 jiwa dengan jumlak kepala keluarga sebanyak 3.265 KK.

Dilihat dari sarana pendidikan, Kelurahan Alalak Selatan memiliki 2 buah Sekolah Taman Kanak-kanak, 4 buah Sekolah Dasar, dan sebuah SMP dengan jumlah guru sebanyak 64 orang. Sedangkan dari sarana kesehatan terdapat 1 buah Puskesmas, 9 buah Posyandu, dan sebuah tempat dokter praktek. Untuk kelembagaan ekonomi, Kelurahan ini memiliki sebuah Koperasi dengan jumlah anggota 66 orang, sebuah industri mebel dengan enam orang karyawan, serta beberapa warung makan, kios kelontong, bengkel, sablon dan lain-lain serta sebuah pasar.

Kelurahan Alalak Tengah adalah wilayah yang tingkat perkembangan penduduknya cukup tinggi sehubungan dengan tingkat pembangunan perumahan yang terus menerus meningkat setiap tahunnya. Kelurahan ini memiliki luas wilayah yang cukup besar yaitu 125 Ha, yang terdiri dari pemukiman (85,50 Ha), persawahan (4,40 Ha), perkebunan (5 Ha) dan lain-lain (30,1 Ha). Jumlah penduduk pada kelurahan berdasarkan pada data Juni 2012 tercatat sebanyak 8.316 jiwa yang terdiri atas penduduk laki-laki 4.234 jiwa dan perempuan 4.073 jiwa serta terdapat 2.531 jumlah kepala keluarga.

Dilihat dari kelembagaan ekonomi, kelurahan ini memiliki 9 buah industri mebel, 11 buah warung makan, 20 buah kios kelontong serta 2 buah pasar. Kemudian dari sarana pendidikan terdapat 4 buah Sekolah Taman Kanak-kanak, 5 buah Sekolah Dasar, 2 buah SMP dan sebuah SMA. Selanjutnya dari

sarana kesehatan terdapat 1 buah puskesmas, 6 buah posyandu dan sebuah tempat praktek dokter.

Kelurahan Alalak Utara memiliki luas wilayah sebesar 330.000 Ha yang terdiri dari 46 RT dan 3 RW, dengan jumlah penduduk sebanyak 17.866 jiwa, yang terdiri dari penduduk laki-laki 8.906 jiwa dan perempuan 8.960 jiwa. Mata pencaharian pokok pada kelurahan ini sebagian besar adalah sebagai buruh harian lepas dan petani. Pada kelurahan ini terdapat sebuah pasar tradisional yang permanen serta adanya pasar mingguan yang beraktivitas setiap minggu malan dan rabu malam.