HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.9. Analisis Persamaan Struktural II
Hasil regresi model persamaan II untuk melihat hubungan antara variabel
endogen dengan eksogen. Variabel endogen yaitu variabel pendapatan
pengusaha perikanan atau nelayan pemilik dan variabel eksogen yaitu modal,
pengalaman, tempat pelelangan ikan, produksi perikanan, harga dan teknologi. Pengolahan data dengan mengunakan SPSS versi 19 dengan menggunakan metode backward di dapat angka koefisien sebagai bahan estimasi persamaan
struktural II. Nilai koefisien tersebut diuji pada persamaan srtuktural II yaitu melihat adanya hubungan linier antara variabel endogen dengan variabel
eksogen. Untuk variabel harga yang merupakan variabel perantara produksi
terhadap pendapatan dapat ditunjukkan pada tabel 4.30.
Tabel. 4.30. Hasil Uji Persamaan Produksi terhadap Harga
Variabel Standardized
Coefficients Beta t Sig.
(Constant) 31,862 0,000
F sig = 0, 038 R Square = 0, 034
Variabel Endogenus = Harga Ikan Sumber: Lampiran, 5 Hal. 155
Berdasarkan hasil uji variabel produksi perikanan terhadap harga ikan memiliki nilai koefisien yang negatif sebesar -0.184, dan mempunyai hubungan yang signifikan. Berdasarkan hasil uji t sig 0,038 < 0,05.
Untuk melihat adanya hubungan linier antara variabel endogen dengan
variabel eksogen dilakukan dengan uji t dan uji F. Menentukan besarnya taraf
derajat kepercayaan nilai t dan F signifikasi sebesar 5 persen atau 0,05. Hasil uji untuk persamaan struktural II dapat dilihat pada tabel 4.30.
Tabel. 4.31. Hasil Uji Persamaan Struktural II
Variabel
Standardized
Coefficients t Sig.
Beta
(Constant) -5,715 0,000
Modal Sekali Melaut 0,143 4,122 0,000
Pengalaman -0,026 -1,221 0,224
D1 Teknologi <5GT 0,070 2,372 0,019
D2 Teknologi 5-10GT 0,045 1,563 0,121
D4 Teknologi 20-30GT -0,014 -,583 0,561
D5 Teknologi 30-50GT -0,039 -1,754 0,082
Tempat Pelelangan Ikan 0,006 ,307 0,760
Lembaga keuangan -0,047 -2,289 0,024
Produksi Perikanan 0,958 27,150 0,000
Harga Ikan 0,249 11,530 0,000
F sig = 0,000 R Square = 0,959
Variabel Endogenus = Pendapatan Pengusaha Perikanan Tangkap Sumber: Lampiran, 7 Hal. 174
Berdasarkan tabel diatas maka hasil estimasi dapat dibentuk persamaan struktural II sebagai berikut, untuk variabel teknologi digunakan angka koefisien
Y2 = 0,143X1–0,026X2+0,070X3D1+0,045X3D2–0,014X3D4–0,039X3D5+ 0,006X4–0,047X5D+0,249X6+0,958Y1 Sig = (0,000)+(0,224)+(0,019)+(0,121)+(0,561)+(0,082)+(0,760)+(0,024)+ (0,000)+(0,000) F sig = 0,000 R2 = 0,959
4.1.9.1. Uji Parsial Persamaan Struktural II
Uji secara parsial dilakukan terhadap masing-masing variabel (eksogen)
dengan variabel (endogen), dengan menggunakan nilai t sig dengan α toleransi 5 persen dari pengolahan menggunakan SPSS.
Hipotesis Ho : bi = 0
Artinya apakah suatu variabel independen bukan merupakan penjelasan yang signifikan terhadap variabel dependen. Kreterianya jika Sig > α toleransi (0,05) tidak signifikan/tidak berpengaruh nyata.
Hipotesis Ha : bi ≠ 0
Artinya variabel tersebut merupakan penjelasan yang signifikan terhadap variabel dependen. Kreterianya jika Sig < α toleransi (0,05) signifikan/ berpengaruh nyata. a. Modal (X1)
Modal (X1) berpengaruh positif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik, dengan koefisien sebesar 0,143. Mempunyai pengaruh yang signifikan sebagaimana hasil uji 0,000 < 0,05 pada tingkat toleransi 5 persen. b. Pengalaman (X2)
Pengalaman/lama berprofesi nelayan (X2) berpengaruh negatif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik, dengan koefisien
–0,026. Mempunyai pengaruh tidak signifikan sebagaimana hasil uji 0,224 > 0,05 pada tingkat toleransi 5 persen.
c. Teknologi (X3)
Teknologi (X3) yang digunakan yaitu jenis boat/kapal dengan ukuran < 5GT yang mempunyai pengaruh postif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik dengan koefisien 0,070. Mempunyai pengaruh yang signifikan sebagaimana hasil uji 0,019 < 0,05pada tingkat toleransi 5 persen. Teknologi (X3) yang digunakan yaitu jenis boat/kapal dengan ukuran 5-10 GT yang mempunyai pengaruh postif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik dengan koefisien 0,045. Mempunyai pengaruh tidak signifikan sebagaimana hasil uji 0,121 > 0,05pada tingkat toleransi 5 persen. Teknologi (X3) yang digunakan yaitu jenis boat/kapal dengan ukuran 20-30 GT yang mempunyai pengaruh negatif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik dengan koefisien -0,014. Mempunyai pengaruh tidak signifikan sebagaimana hasil uji 0,561 > 0,05pada tingkat toleransi 5 persen.
Teknologi (X3) yang digunakan yaitu jenis boat/kapal dengan ukuran 30-50 GT yang mempunyai pengaruh negatif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik dengan koefisien -0,039. Mempunyai pengaruh tidak signifikan sebagaimana hasil uji 0,082 > 0,05pada tingkat toleransi 5 persen.
d. Tempat Pelelangan Ikan (X4)
Tempat pelelangan ikan (X4) berpengaruh positif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik, dengan koefisien 0,006.
Mempunyai pengaruh tidak signifikan sebagaimana hasil uji 0,760 > 0,05 pada tingkat toleransi 5 persen.
e. Lembaga Keuangan (X5)
Lembaga keuangan (X5) berpengaruh negatif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik, dengan koefisien –0,047. Mempunyai pengaruh signifikan terhadap variabel pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik sebagaimana hasil uji 0,024 < 0,05 pada tingkat toleransi 5 persen. f. Harga (X6)
Harga (X4) berpengaruh positif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik, dengan koefisien 0,249. Mempunyai pengaruh signifikan sebagaimana hasil uji 0,000 < 0,05 pada tingkat toleransi 5 persen.
g. Produksi Perikanan (Y1)
Produksi Perikanan (Y1) berpengaruh positif terhadap pendapatan pengusaha perikanan atau nelayan pemilik, dengan koefisien 0,958. Mempunyai pengaruh signifikan sebagaimana hasil uji 0,000 < 0,05 pada tingkat toleransi 5 persen.
4.1.9.2. Uji Serentak Persamaan Struktural II
Uji serentak merupakan uji secara keseluruhan semua variabel-variabel bebas yang ada dalam persamaan model struktural II yang mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.
Hipotesis Ho : b1 = b2...= bk = 0
Artinya apakah semua variabel independen bukan merupakan penjelasan yang signifikan terhadap variabel dependen.
Artinya semua variabel independen secara simultan merupakan penjelas yang signifikan terhadap variabel dependen. Hipotesis alternatif dapat diterima yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen dengan derajat kepercayaan 95 persen.
F sig < α toleransi maka pengaruh signifikan F sig > α toleransi maka pengaruh tidak signifikan
Berdasarkan hasil persamaan struktural II didapat bahwa nilai F sig sebesar 0,000. Kreterianya 0,000 < 0,05. Artinya secara serentak atau bersama-sama variabel modal, pengalaman/lama berprofesi nelayan, tempat pelelangan ikan, lembaga keuangan, harga, produksi perikanan dan teknologi berpengaruh nyata terhadap produksi perikanan pada tingkat kepercayaan 95 persen.
4.1.9.3. Kemampuan Penjelasan Variabel Eksogen terhadap Endogen Persamaan Struktural II
Kemampuan variabel eksogen menjelaskan terhadap variabel Endogen
dapat dilihat dengan nilai R – Square/ R2. Hasil persamaan struktural II di dapat bahwa nilai R2 = 0,959 atau 95,9 persen. Artinya bersarnya variabel (eksogen)
modal, pengalaman, tempat pelelangan ikan, lembaga keuangan dan teknologi mampu memberikan penjelasan terhadap variabel (endogen) produksi perikanan
sebesar 95,9 persen, sedangkan sisanya 4,1 persen dipengaruhi oleh variabel-variabel lain diluar penelitian ini.
4.1.9.4. Perbandingan Tingkat Pendapatan Pengusaha Perikanan Tangkap Menggunakan Variabel Teknologi
Hasil perhitungan regressi dapat dibentuk beberapa persamaan variabel dummy dari penggunaan tingkatan teknologi. Tingkat pendapatan pengusaha perikanan tangkap atau nelayan pemilik dapat dihitung dari perbedaan
penggunaan teknologi dari persamaan model variabel dummy. Variabel dummy dengan tingkatan teknologi yang digunakan, yang mempunyai pengaruh terhadap tingkat pendapatan. Perbedaan tingkatan pendapatan dengan menggunakan variabel teknologi dengan dengan nilai koefisien unstandardized constant
-96827801,976 dapat dihitung sebagai berikut:
1. Untuk penggunaan teknologi dengan ukuran kapasitas boat <5GT menggunakan hasil persamaan regresi nilai koefisien unstandardized
17895901,723. Maka nilai pendapatan dapat dihitung sebagai berikut: D1 Teknologi < 5GT
D2 = – 96827801,976 + 17895901,723 x 1 D2 = – 78931900,25
2. Untuk penggunaan teknologi dengan ukuran kapasitas boat 5-10 GT menggunakan hasil persamaan regresi nilai koefisien unstandardized
8524810,795. Maka nilai pendapatan dapat dihitung sebagai berikut: D2 Teknologi 5-10 GT
D2 = – 96827801,976 + 8524810,795 x 1 D2 = – 88302991,18
3. Untuk penggunaan teknologi dengan ukuran kapasitas boat 20-30 GT
menggunakan hasil persamaan regresi nilai koefisien unstandardized – 2570277,378. Maka nilai pendapatan dapat dihitung sebagai berikut:
D4 Teknolgi 20 – 30GT
D1 = – 96827801,976 – 2570277,378 x 1 D1 = – 99398079
4. Untuk penggunaan teknologi dengan ukuran kapasitas boat 30-50 GT
menggunakan hasil persamaan regresi nilai koefisien unstandardized – 13649799,056. Maka nilai pendapatan dapat dihitung sebagai berikut:
D5 Teknologi 30-50GT
D1 = – 96827801,976 – 13649799,056 x 1 D1 = – 110477601
Hasil perhitungan persamaan dengan variabel dummy teknologi, penggunaan teknologi yang menpengaruhi nilai pendatan mendekati nilai positif yaitu armada/boat dengan kapasitas < 5GT.