• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan Atau

Dalam dokumen KEMENTERIAN KESEHATAN RI (Halaman 57-67)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

B. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan Atau

AKUNTABILITAS KINERJA

B. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan atau Kegagalan Pencapaian Kinerja.

Analisis dilakukan terhadap pencapaian target perjanjian kinerja yaitu sebagai berikut :

1. Persentase karyawan yang memiliki kompetensi sesuai jabatan dengan capaian 82% dari target 90%.

- Kompetensi pegawai dinilai berdasarkan tingkat pendidikan dan jumlah pelatihan yang harus dipenuhi sesuai tuntutan tugas dan fungsi jabatan. Angka capaian target tahun ini sama dengan capaian tahun 2019, sehubungan dengan penerapan kebijakan PSBB, yang membatasi tatap muka, sehingga banyak rencana pelatihan yang sudah dijadwalkan batal diselenggarakan.

- Meskipun demikian, program peningkatan pendidikan yang dilakukan secara mandiri oleh pegawai dengan latar belakang pendidikan dasar sudah terealisasi sekitar 70%. Keberhasilan ini berkontribusi pada program rekrutmen dan mutasi internal, dimana beberapa jabatan kosong yang memerlukan pendidikan D3 dapat dipenuhi secara internal oleh pegawai tersebut.

2. Level IT Terintegrasi dengan capaian 100% dari target SIMRS terintegrasi supra sistem.

RSAB Harapan Kita telah memiliki SIMRS yang telah terintegrasi secara keseluruhan dan telah terintegrasi dengan supra sistem. Terkait perkembangan dan perubahan aplikasi supra sistem yang telah terintegrasi dengan SIMRS RSAB Harapan Kita maka pada tahun 2020 dilaksanakan kegiatan update dan pembaharuan servis integrasi SIMRS RSAB Harapan Kita dengan Supra Sistem terkait dan dilakukan kegiatan pendampingan penggunaan aplikasi SIMRS RSAB Harapan Kita serta pemantapan pelatihan user.

AKUNTABILITAS KINERJA

3. Tingkat kehandalan sarana dan pasarana (OEE) dengan capaian 100% dari target 80%.

4. Indeks budaya entropi dengan capaian 29% dari target <10%.

Capaian indikator indeks budaya didapatkan melalui survey dan tahun 2020 survey budaya belum dapat dilakukan namun data capaian tersebut diasumsikan dari hasil survey kepuasan pegawai. Berdasarkan hasil survey, kepuasan kepegawaian tahun 2020 adalah sebesar 71%. Unsur yang dinilai sebagai kepuasan adalah pengembangan, karir, kebijakan, komitmen, kompensasi, relasi, sarana dan supervisi.

Kontribusi terendah terhadap kepuasan adalah kebijakan dan kompensasi yaitu sebesar 51% sedangkan penyumbang tertinggi adalah relasi dan supervisi, sebesar 83%. Hasil survey ini dapat diasumsikan bahwa relasi (kerjasama) sebagaimana survey budaya tahun 2019 adalah nilai yang terus dipertahankan dan sudah diterapkan sedangkan nilai cepat, akurat, nyaman/aman, transparan dan integritas belum dapat dinilai secara detail, namun bisa diambil benang merah terhadap survey kepuasan pelanggan terhadap kecepatan dan komitmen pelayanan RSAB Harapan Kita. Hasil yang belum mencapai standar memberikan informasi belum dilaksanakannya nilai-nilai organiasi secara keseluruhan dan kondisi sebaliknya bila hasilnya melebihi standar.

5. Peningkatan cakupan deteksi kelainan prenatal pada kehamilan berisiko kelainan konginetal dengan capaian 0% dari target 10%. Cakupan deteksi kelainan perinatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital tidak tercapai karena tahun 2020 jumlah yang dikultur berkurang dibandingkan dengan tahun 2019. Hal ini akibat kurangnya jumlah kunjungan yang disebabkan oleh pandemi Covid -19. Laboratorium genetika tidak menerima sampel pada beberapa kurun

AKUNTABILITAS KINERJA

6. Angka keberhasilan kehamilan dengan capaian 22% dari target 30%. Capaian angka keberhasilan kehamilan pada tahun 2020 hanya mencapai 22%, karena dari 58 ibu yang dilakukan Embrio Transfer (ET), hanya 13 ibu yang berhasil hamil. Hal ini disebabkan karena dampak Pandemi Covid-19 di RSAB Harapan Kita terjadi mulai bulan Maret tahun 2020, sehingga pada triwulan II jumlah ibu yang dilakukan ET hanya 3 dan tidak ada yang berhasil hamil. Selain itu target tidak tercapai karena sebagian besar pasien berusia di atas 40 tahun dengan indikasi male

factor dan riwayat endometriosis.

Uraian Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nov Des

OPU 11 9 12 0 1 2 7 3 6 3 7 5

ET 10 8 11 0 1 2 6 3 5 2 6 4

Hamil 2 1 2 0 0 0 2 2 1 0 1 2

7. Peningkatan jumlah siklus bayi tabung yang ditangani dengan capaian 8 siklus dari target 10 siklus.

Capaian 80% siklus bayi tabung ini seiring dengan menurunnya jumlah pasien yang berkunjung di Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu, tidak mencapai target di tahun 2020 akibat adanya pandemi Covid-19.

8. Angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik pada anak dengan capaian 98.5% dari target 100%.

9. Pertumbuhan penelitian yang dipublikasikan dengan capaian 1.17 dari target 1,1.

10. Pertumbuhan peserta didik pendidikan kedokteran dengan capaian 0,31 dari target 1,1.

Belum mencapai target karena ada wabah pandemi Covid 19, kegiatan stase pendidikan PPDS dan PKL di RSAB ditiadakan. Dan belum

AKUNTABILITAS KINERJA

optimalnya pengiriman jumlah peserta didik dari FKUI ke RSAB HK. Upaya tindak lanjut yang dikerjakan yaitu koordinasi dengan KOMKORDIK mengajukan kerjasama dengan Institusi pendidikan di luar FKUI untuk meningkatkan jumlah peserta peserta didik.

11. Persentase dokter pendidik klinis yang mendapat TOT/Clinical Teacher dengan capaian 94% dari target 100%.

Persentase dokter yang mendapat Clinical Teacher masih belum tercapai. Karena dari 22 Dokdiknis ada 1 dokter yang belum, karena di masa pandemi Covid 19 belum diselenggarakan lagi pelatihan Clinical Teacher di RSAB HK. Upaya tindak lanjut yang dikerjakan adalah dengan mengikutserta kegiatan pelatihan Clinical Teacher bagi dokter pendidik yang diselenggarakan di luar RSAB Harapan Kita.

12. Pertumbuhan jumlah jejaring dalam negeri, dengan capaian 2 dokumen dari target 2 dokumen.

13. Pertumbuhan jumlah binaan layanan primer dan sekunder, dengan capaian 1 dari target 1 unit.

Pendampingan RSAB Harapan Kita ke RSUD. Dr. Adjidarmo Lebak Banten pada tanggal 7-10 Desember Tahun 2020. Dilakukan tahap pra pendampingan untuk RSUD Dr. Adjidarmo Lebak Banten telah dilakukan melalui online atau daring di bawah pendampingan RSAB Harapan Kita dengan koordinasi dari Kementerian Kesehatan RI. Kemudian dibentuk Tim untuk pendampingan dari RSAB Harapan Kita ke RSUD Dr. Adjidarmo Lebak Banten. Dari tahapan pra pendampingan dilakukan simulasi pengisian program SIMATNEO beserta instrumensasinya dan di identifikasi permasalahan baik SDM, Sarana dan Prasarana dan sistem, yang kemudian akan dikonfirmasi dan dibahas saat acara pendampingan.

AKUNTABILITAS KINERJA

Kemudian tahap pra pendampingan dilanjutkan ke tahap pendampingan secara daring dan luring mengingat kondisi Pandemi covid-19, dimana beberapa unit terkait untuk personalnya terkena isolasi mandiri dikarenakan infeksi SARS Cov2 (Covid19). Hasil pendampingan sebagai berikut:

a. Hari pertama, Hospital tour (tanggal 7-12-2020) :

- Presentasi Tim Neonatal RSUD Dr. Adjidarmo mengenai sarana, prasarana dan SDM serta sistem di pelayanan perinatologi (neonatologi) (secara daring dan luring);

- Peninjauan ke IGD, Kamar bersalin, OK, Ruang Perinatologi, Rawat gabung;

- Konfirmasi pengisian SIMATNEO dan instrumensasinya; b. Hari kedua (tanggal 8-12-2020)

- Presentasi mengenai pelayanan Maternal dan Neonatal di RSUD Dr. Adjidarmo dan Pembahasan kasus Maternal dan Neonatal - Pembahasan mengenai kekurangan sarana,prasarana dan SDM di

RSUD Dr. Adjidarmo

c. Hari ketiga (tanggal 10-12-2020)

- Paparan hasil analisis kajian mandiri oleh Tim RSAB Harapan Kita. - Kesepakatan prioritas masalah dan target yang akan di tindaklanjuti

oleh Tim RSAB Harapan Kita.

- Advokasi pendampingan oleh Direktur Utama RSAB Harapan Kita. - Paparan rencana tindak lanjut oleh Tim RSUD dr. Adjidarmo.

14. Kepatuhan terhadap clinical pathway

Capaian kepatuhan terhadap Clinical pathway adalah 70,6% dari target 100%. Berdasarkan data laporan Clinical Pathway, maka didapatkan analisa sebagai berikut:

a. Secara garis besar kepatuhan clinical pathway sudah mengalami peningkatan, hal ini ditandai dengan prosentase dari masing-masing

AKUNTABILITAS KINERJA

kasus yang mulai meningkat ≥ 70%. Meskipun ada beberapa kasus masih dibawah 70%.

b. Untuk jumlah kasus clinical pathway diare dan hiperbilirubine fisiologis di SM I dan SM II prosentasenya masih dibawah 50%, hal ini dikarenakan kasus yang ada tidak sesuai inklusi.

c. Untuk penambahan CP baru akan dikoordinasikan dan disosialisasikan oleh Komite Medik dan KSM yang terkait.

d. Beberapa CP yang dapat diusulkan : 1) BBLR

2) Tindakan di Kamar Operasi :

a) Pemberian MTX (612 kasus/tahun) b) Endoskopi anak (716 kasus/tahun) c) Cystoscopy urologi (55 kasus/tahun) d) Laparoskopi/fetal terapi

Rencana Tindak Lanjutnya Adalah : a. Secara infra struktur :

1) Toolsnya yang simple dan dioperasionalkan

2) Mengakomodasi semua parameter yang ada di CP 3) Terintegrasi dengan SIMRS

4) Data yang ada dapat diolah

5) Penambahan CP baik secra prosedur atau tindakan b. Sistem Operasional

1) Terintegrasi dengan status pasien dengan notifikasi tertentu 2) Dapat diakses selain DPJP

c. SDM 1) Fokus

2) Tidak tugas rangkap

AKUNTABILITAS KINERJA

15. Pembangunan WBK WBBM dengan capaian 82,13% dari target mempertahankan WBK.

a. Updating data masih belum dilakukan dengan maksimal oleh masing-masing Pokja WBK dan WBBM.

b. Masing-masing Pokja dalam pelaksanaan WBK dan WBBM masih belum Konsisten dalam menjalankan kegiatan, RTL, dan Monev.

c. Pembaharuan inovasi-inovasi dan ide kreatif yang langsung menyentuh ke Pelayanan Publik belum dilakukan.

d. Rapat terkait koordinasi masing-masing pokja belum dilaksanakan secara periodik dan konsisten.

Rencana Tindak Lanjut:

a. Melakukan updating data dan dokumen kegiatan masing masing Pokja setiap bulan;

b. Melakukan refreshing terkait dengan pelaksanaan WBK dan WBBM secara periodik dan konsisten di RSAB Harapan Kita ; c. Melakukan brainstroming untuk mendapatkan ide/gagasan terkait

inovasi yang langsung menyentuh ke Pelayanan Publik di RSAB Harapan Kita.

d. Menyusun rencana kerja kegiatan Tim WBK dan WBBM untuk tahun anggaran 2021.

16. Kepuasan pelanggan dengan capaian 75.65% dari target 80%, telah dilakukan survei kepuasan pelanggan di tahun 2020.

Survei Kepuasan Masyarakat dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggaraan Pelayanan Publik Pedoman adalah pengukuran secara komprehensif kegiatan tentang tingkat

AKUNTABILITAS KINERJA

kepuasan masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Dalam pelaksanaan survei kepuasan Pelanggan semester II tahun 2020 mencakup sembilan unsur pelayanan yang terdapat dalam standar Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yaitu : Persyaratan pelayanan, Prosedur pelayanan, Waktu pelayanan, Biaya/tarif pelayanan, produk spesifikasi jenis pelayanan, kompetensi pelaksana pelayanan, perilaku pelayanan, penanganan pengaduan, dan sarana dan prasarana yang ada di RSAB Harapan Kita dengan jumlah responden berjumlah 800 orang.

Nilai Indeks Kepuasan masyarakat (IKM) Berdasarkan Kenyataan dan Harapan Pelanggan Th. 2020

NO UNSUR PELAYANAN

Nilai IKM Kenyataan

Kenyataan Harapan Mutu

Pelayanan Kinerja 1 Persyaratan Pelayanan 3,05 3,5462 C Kurang Baik

2 Prosedur Pelayanan 3,041 3,525 C Kurang Baik

3 Waktu Pelayanan 2,91 3,505 C Kurang Baik

4 Biaya/Tarif Pelayanan 3,083 3,4737 B Baik 5 Produk Spesifikasi Jenis

Layanan 3,087 3,4812 B Baik

6 Kompetensi Pelaksana 3,212 3,5787 B Baik

7 Perilaku Pelaksana 3,195 3,5637 B Baik

8 Penanganan Pengaduan,

saran dan masukan 3,091 3,5525 B Baik

9 Sarana dan Prasarana 3,115 3,515 B Baik

TOTAL 27,78625 31,74125

Nilai Indeks (Total IKM) 3,0564875 3,4915375

AKUNTABILITAS KINERJA

Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM

Hasil perhitungan indeks kepuasan masyarakat, jumlah nilai dari unit pelayanan rawat jalan, rawat inap maupun penunjang pelayanan, dapat disimpulkan bahwa capaian tingkat kepuasan masyarakat pengguna layanan kesehatan di RSAB Harapan Kita, sesuai Standar Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dari sembilan unsur pelayanan, Sebagian besar sudah mencapai Baik (B).

Namun pada ketiga unsur pelayanan yaitu persyaratan pelayanan, prosedur pelayanan dan waktu pelayanan masih menunjukan hasil kurang baik dengan mutu pelayanan berada pada tingkat “C”.

Berdasarkan hal tersebut diatas, ketiga unsur pelayanan perlu mendapat perhatian untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat mencapai tingkat kepuasan pelanggan di RSAB Harapan Kita.

Secara umum, indeks kepuasan masyarakat semester II Tahun 2020 yang dilakukan secara internal dengan menggunakan standar Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), menunjukan bahwa layanan yang diberikan kepada pasien penerima layanan kurang baik dengan hasil kepuasan sebesar 76,41 (mutu pelayanan C, kinerja pelayanan Kurang Baik).

Sebagai masukan pelanggan guna peningkatan dan mendukung hasil penilaian survei berdasarkan persepsi, responden yang mewakili pasien penerima layanan atau keluarga pasien RSAB Harapan Kita No Nilai Interval IKM Nilai Interval Konversi IKM Mutu Pelayanan Kinerja Unit Pelayanan 1 1,00 - 2,5996 25,00 - 64,99 D Tidak Baik 2 2,60 - 3,064 65,00 - 76,60 C Kurang Baik 3 3,0644 - 3,52 76,61 - 88,30 B Baik 4 3,524 - 4,00 88,31 - 100,00 A Sangat Baik

AKUNTABILITAS KINERJA

diminta untuk memberikan masukan dan kritik yang disampaikan, dan disesuaikan dengan sembilan unsur layanan yang telah ditetapkan dalam Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa dari 9 unsur pelayanan di RSAB Harapan Kita dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Nilai IKM setelah dikonversi = Nilai Indeks x Nilai Dasar = 3,0564875, x 25 = 76,41

b. Mutu Pelayanan C

c. Kinerja Unit Pelayanan = Kurang Baik.

Berdasarkan persepsi pelanggan pada survei didapatkan adanya kesenjangan nilai antara harapan dan pelayanan yang diberikan rumah sakit. Pada tabel Nilai Indeks Kepuasan masyarakat (IKM) berdasarkan Kenyataan dan Harapan pelanggan dapat dilihat bahwa nilai harapan pelanggan terhadap layanan kesehatan baik di layanan rawat jalan, rawat inap, maupun layanan penunjang, secara keseluruhan lebih tinggi dibandingkan dengan nilai kenyataan pada persepsi pelanggan terhadap layanan keehatan yang diberikan oleh RSAB harapan Kita. Nilai harapan pelanggan yaitu sebesar 87,28, sedangkan kenyataan sebesar 76,41.

Hasil tersebut diatas menunjukan bahwa layanan kesehatan yang diberikan oleh RSAB Harapan Kita, belum sepenuhnya memenuhi harapan pelanggan sehingga diperlukan upaya untuk terus lebih ditingkatkan baik dari sisi kualitas layanan maupun sisi lain sesuai dengan kesembilan unsur layanan yang tercantum dalam Standar Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Hal ini guna menjaga dan meningkatkan kepercayaan serta loyalitas pelanggan terhadap layanan kesehatan di RSAB Harapan Kita.

AKUNTABILITAS KINERJA

17. Tingkat pertumbuhan pendapatan dengan capaian -7.81% dari target 10%.

Pertumbuhan pendapatan PNBP rumah sakit s/d triwulan IV tahun 2019 dibandingkan triwulan IV tahun 2020 masing-masing Rp. 288.710.404.908 menjadi Rp. 266.155.507.890 mengalami penurunan sebesar Rp. 22.554.897.018 atau -7,81%. Pendapatan hingga triwulan IV tahun 2020 rumah sakit mengalami penurunan jumlah pasien karena pandemi Covid 19.

Dalam dokumen KEMENTERIAN KESEHATAN RI (Halaman 57-67)