• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEMENTERIAN KESEHATAN RI"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

RSAB HARAPAN KITA

TAHUN 2020

Jalan Letnan Jenderal S. Parman Kavling 87 Slipi, Jakarta -11420 Telepon (021) 5668284 (hunting), Faksimile (021) 5601816, 5673832

Pos-el : [email protected]

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN

RSAB HARAPAN KITA

(2)
(3)
(4)

IKHTISAR EKSEKUTIF

IKHTISAR EKSEKUTIF

RSAB Harapan Kita adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU), dengan tugas pokok menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna dengan kekhususan pelayanan kesehatan di bidang penyakit ibu dan anak. RSAB Harapan Kita menyelenggarakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan serta pelaksanaan pelayanan lain di bidang pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan senantiasa berorientasi kepada kepentingan masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Laporan ini disusun sebagai laporan pelaksanaan tugas dan fungsi dari RSAB Harapan Kita yang memuat perkembangan dan hasil pencapaian kinerja baik kegiatan maupun anggaran dalam kurun waktu satu tahun (1 Januari – 31 Desember 2020).

Pencapaian kinerja pelayanan rawat jalan tahun 2020 sebesar 93.810 pengunjung atau sebesar 67% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 140.186 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat jalan BPJS 37% dan Non BPJS 63%. Capaian ini mengalami penurunan sebanyak 29% dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar 132.864 pengunjung. Pencapaian kinerja pelayanan rawat inap tahun 2020 sebesar 50.257 hari perawatan atau sebesar 77% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65.618 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat inap BPJS 70% dan Non BPJS 30%. Capaian ini mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar 11% dari target 63.721 hari perawatan.

Adapun pelaksanaan kegiatan RSAB Harapan Kita tahun 2020 sesuai dengan 13 (tiga belas) sasaran strategis dan 23 (dua puluh tiga) indikator kinerja utama (IKU)

(5)

IKHTISAR EKSEKUTIF

secara ringkas diperoleh capaian yaitu : 11 indikator (48%) telah mencapai target kinerja ≥ 100%, 6 indikator (26%) mencapai 80-99%, dan 6 indikator (26%) masih di bawah 80%.

Adapun Realisasi Pendapatan Negara pada tahun 2020 adalah berupa Pendapatan Negara Bukan Pajak sebesar Rp. 268.515.279.347 atau mencapai 115.97% dari estimasi Pendapatan - LRA sebesar Rp. 232.136.968.000.

Realisasi Belanja Negara pada tahun 2020 adalah sebesar Rp. 329.702.850.739. atau mencapai 85.93% dari alokasi anggaran sebesar Rp. 383.701.238.000 Realisasi Belanja terdiri dari belanja Rupiah Murni sebesar Rp. 106.112.863.199 (89.99%), dan belanja BLU sebesar Rp. 223.589.987.540 (84.13%).

Untuk meningkatkan kinerja RSAB Harapan Kita menjadi lebih baik lagi maka perlu berbagai upaya, dan strategi untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan organisasi di RSAB Harapan Kita, melalui penerapan berbagai kebijakan dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan pelayanan, dana manajemen secara terperinci dan terkoordinasi dengan baik.

(6)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI Kata Pengantar ………..………...…... Ikhtisar Eksekutif ………...………..……...…...…... Daftar Isi ………..………...…...…….. Daftar Tabel ... BAB I PENDAHULUAN ... A. Latar Belakang ... B. Gambaran Umum RSAB Harapan Kita ... C. Tugas Pokok dan Fungsi ... D. Visi, Misi dan Sasaran Strategis ... E. Permasalahan Utama (Strategic Issued)...

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ...

A. Rencana Kinerja Tahunan (RKT)... B. Perjanjian Kinerja...

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ...

A. Capaian Kinerja ... 1. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Target

Tahun 2020 ………. 2. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Capaian Kinerja Tahun 2019…...……... 3. Perbandingan Capaian Indikator Kualitas Tahun 2019 dan

2020 dengan Standar Nasional ………... B. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan Atau

Kegagalan terhadap Pencapaian Kinerja……….. C. Analisis Efisiensi Penggunaan Sumber Daya …………... 1. Sumber Daya Manusia ……… 2. Sumber Daya Anggaran ……….. 3. Sumber Daya Sarana dan Prasarana ……… D. Realisasi Anggaran... BAB IV PENUTUP ... LAMPIRAN... Halaman i ii iv v 1 1 2 3 3 6 11 11 11 14 14 14 22 34 40 46 57 59 61

(7)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Perjanjian Kinerja Tahun 2020....…………..………...…... Tabel 3.1 Capaian Kinerja Perjanjian Kinerja Tahun 2020...…... Tabel 3.2 Perbandingan Capaian Perjanjian Kinerja Tahun 2020

dibandingkan dengan Tahun 2019………... Tabel 3.3 Capaian Kinerja Pelayanan Menurut Jenis Pembiayaan Penjamin Tahun 2020 dan Tahun 2019... Tabel 3.4 Kinerja Pelayanan Rawat Jalan Tahun 2020 dan Tahun 2019... Tabel 3.5 Kinerja Pelayanan Rawat Inap Tahun 2020 dan Tahun 2019... Tabel 3.6 Kinerja Pelayanan Penunjang Medik Tahun 2020 dan Tahun

2019... Tabel 3.7 Kinerja Tindakan Operatif/Non Operatif Tahun 2020 dan Tahun

2019... Tabel 3.8 Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun 2020 dan tahun 2019

dengan Standar Nasional………... Tabel 3.9 Penggunaan Listrik RSAB Harapan Kita Tahun 2020 dan Tahun

2019... Tabel 3.10 Penggunaan LPG RSAB Harapan Kita Tahun 2020 dan Tahun

2019... Tabel 3.11 Penggunaan Solar RSAB Harapan Kita Tahun 2020 dan Tahun

2019... Tabel 3.12 Penggunaan Air RSAB Harapan Kita Tahun 2020 dan Tahun

2019... ... Tabel 3.13 Laporan Realisasi Anggaran Belanja Tahun

2020... Halaman 12 15 22 24 26 28 30 32 34 45 46 47 48 57

(8)

PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

RSAB Harapan Kita dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada anak dan bunda, bertekad menyelenggarakan pelayanan yang unggul, dan melaksanakan pendidikan dan penelitian di bidang kesehatan ibu dan anak dengan manajemen yang transparan dan akuntabel. Hal tersebut didukung dengan pemberdayaan SDM yang profesional dan berintegrasi tinggi, berkomitmen, serta berorientasi pada kepuasan pelanggan. RSAB Harapan Kita sedang berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sebagai “Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional” sesuai dengan amanah yang di emban dari Menteri Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor HK.01.07/MENKES/638/2019 tentang Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita sebagai Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional.

RSAB Harapan Kita adalah salah satu UPT Kementerian Kesehatan RI dalam melaksanakan fungsi pemerintahan dalam bidang kesehatan secara bersama-sama oleh pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta, perlu mengimplementasikan Good Corporate Governance, sebagai kebijakan sosial-politik untuk kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.Salah satu bentuk pertanggungjawaban Good Corporate Governance adalah disusunnya laporan kinerja sebagai pelaksanaan dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 64 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan.

Dengan demikian RSAB Harapan Kita secara berkala berkewajiban untuk mengkomunikasikan pencapaian tujuan/sasaran strategis organisasi kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang dituangkan ke dalam Laporan Kinerja Tahun 2020. Hal ini menjadi

(9)

PENDAHULUAN

dasar/landasan hukum dalam penyusunan laporan operasional rumah sakit yang mengacu pada program strategis RSB tahun 2020 dan RBA tahun 2020.

B. GAMBARAN UMUM RSAB HARAPAN KITA

Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, yang selanjutnya disingkat menjadi RSAB Harapan Kita, diresmikan pada tanggal 22 Desember 1979. Pada awal berdirinya memiliki nama lengkap Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita. Kemudian berkenaan dengan terbitnya Undang-undang Nomor 20 tahun 1997 tentang Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 124/KMK.03/1998 tentang Tata Cara Penggunaan Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Bidang Pelayanan Kesehatan, maka terhitung mulai tanggal 27 Februari 1998 RSAB Harapan Kita berstatus sebagai rumah sakit pengguna Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pada tanggal 12 Desember 2000, melalui Peraturan Pemerintah Nomor 127 tahun 2000 tentang Pendirian Perusahaan Jawatan (Perjan) Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita Jakarta, RSAB Harapan Kita berubah status dari rumah sakit pengguna PNBP menjadi rumah sakit Perusahaan Jawatan (Perjan).

Seiring perkembangannya, khususnya dalam rangka pengembangan pelayanan sekunder dan tersier kesehatan ibu, maka pada tanggal 23 Februari 2005 melalui Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 271/Menkes/SK/II/2005 telah terjadi perubahan nama, yakni dari Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita menjadi Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, dengan tetap disingkat RSAB Harapan Kita. Melalui perubahan nama ini cakupan pelayanan kesehatan kepada ibu/wanita tidak lagi hanya terbatas pada kasus kebidanan dan kandungan saja, namun lebih diperluas lagi menjadi seluruh kasus kesehatan wanita. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1243/MENKES/SK/VIII/2005 tentang Penetapan 13 (tiga belas) eks Rumah Sakit Perusahaan Jawatan (Perjan) menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT)

(10)

PENDAHULUAN

Departemen Kesehatan (saat ini menjadi Kementerian Kesehatan) dengan menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, maka terhitung mulai tanggal 11 Agustus 2005 status RSAB Harapan Kita berubah dari rumah sakit Perjan menjadi rumah sakit yang menerapkan PPK-BLU dan status ini masih berlangsung hingga sekarang.

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Tugas pokok RSAB Harapan Kita adalah berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita. Di dalam Permenkes tersebut, RSAB Harapan Kita Jakarta mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna dengan kekhususan pelayanan kesehatan di bidang penyakit ibu dan anak.

Dalam melaksanakan tugas tersebut, RSAB Harapan Kita Jakarta menyelenggarakan fungsi:

1. Penyusunan rencana program dan anggaran;

2. Pengelolaan pelayanan medis dengan kekhususan pelayanan kesehatan di bidang penyakit ibu dan anak;

3. Pengelolaan pelayanan penunjang medis; 4. Pengelolaan pelayanan penunjang nonmedis; 5. Pengelolaan pelayanan keperawatan;

6. Pengelolaan pendidikan dan pelatihan dengan kekhususan di bidang penyakit ibu dan anak;

7. Pengelolaan penelitian, pengembangan, dan penapisan teknologi dengan kekhususan di bidang penyakit ibu dan anak;

8. Pengelolaan keuangan dan barang milik negara; 9. Pengelolaan sumber daya manusia;

10. Pelaksanaan urusan hukum, organisasi, dan hubungan masyarakat; 11. Pelaksanaan kerja sama;

(11)

PENDAHULUAN

13. Pelaksanaan urusan umum; dan 14. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.

D. VISI, MISI DAN SASARAN STRATEGIS

Sesuai dengan arahan Presiden pada sidang kabinet paripurna tanggal tanggal 24 Oktober tahun 2019 bahwa tidak ada visi misi menteri, yang ada adalah visi misi Presiden dan Wakil Presiden. Adapun Visi Presiden adalah “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong Royong”. Dengan salah satu Misinya yang terkait dengan Kesehatan adalah “Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia”.

Untuk melaksanakan visi Presiden 2020-2024 tersebut, Kementerian Kesehatan menjabarkan visi Presiden di bidang kesehatan yaitu menciptakan manusia yang sehat, produktif, mandiri, dan berkeadilan dan RSAB Harapan Kita menjabarkannya menjadi “Terdepan sebagai Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional”. Untuk mencapai Visi tersebut maka RSAB Harapan Kita memiliki misi sebagai berikut:

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang aman dan berkualitas

2. Menyelenggarakan pendidikan tenaga kesehatan di bidang kesehatan ibu dan anak

3. Menyelenggarakan pelatihan di bidang kesehatan ibu dan anak 4. Menyelenggarakan penelitian di bidang kesehatan ibu dan anak

5. Meningkatkan jejaring dan sistem rujukan di bidang kesehatan ibu dan anak.

Tata Nilai yang menjadi budaya kerja RSAB Harapan Kita adalah CANTIK C = Cepat

A = Akurat

N = Nyaman dan Aman T = transparan dan akuntabel

(12)

PENDAHULUAN

I = Integritas tinggi K = Kerjasama Tim

Dalam rangka mencapai visi sesuai dengan Rencana Strategis Bisnis (RSB) RSAB Harapan Kita 2020-2024, ditetapkan sasaran strategis sebagai berikut: 1. Terpenuhinya SDM yang kompeten.

2. Terwujudnya SIMRS yang terintegrasi.

3. Terwujudnya SPA berteknologi sesuai best practice.

4. Terwujudnya budaya kerja berorientasi kepada pelayanan pelanggan. 5. Tersedianya layanan subspesialistik kesehatan perempuan, perinatal dan

anak.

6. Tercapainya pertumbuhan penelitian yang implementatif untuk inovasi pelayanan kesehatan perempuan, perinatal dan anak

7. Terselenggaranya pendidikan dalam bidang kesehatan perempuan, perinatal dan anak

8. Terbinanya jejaring sistem rujukan primer dan sekunder kesehatan perempuan, perinatal dan anak.

9. Terwujudnya tata kelola klinis sesuai best practice.

10. Terwujudnya tata kelola manajemen sesuai Good Governance

11. Terwujudnya kepuasan pemangku kepentingan internal dan eksternal. 12. Terwujudnya peningkatan pengelolaan keuangan rumah sakit.

13. Terwujudnya efisiensi dan efektivitas biaya.

Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut di atas, maka RSAB Harapan Kita bertekad untuk mengerahkan segenap kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya manusia, sumber daya sarana prasarana dan peralatan, sumber daya anggaran dan sumber daya lainnya secara fokus dan konsisten demi tercapainya visi, misi, dan sasaran strategis yang telah ditetapkan. Untuk memastikan bahwa pengerahan segenap kemampuan dan sumber daya tersebut akan berlangsung secara efektif dan efisien, maka

(13)

PENDAHULUAN

dalam pelaksanaannya akan dituangkan ke dalam bentuk program dan kegiatan.

Perencanaan kinerja dilakukan dengan melibatkan seluruh unsur-unsur terkait di lingkungan RSAB Harapan Kita, serta dengan menempuh tahapan-tahapan sebagaimana yang telah diatur dalam petunjuk pelaksanaan. Hasil dari perencanaan kinerja tersebut adalah berupa dokumen Rencana Kerja Operasional (RKO) RSAB Harapan Kita tahun 2020.

E. PERMASALAHAN UTAMA (STRATEGIC ISSUED)

Permasalahan utama (strategic issued) RSAB Harapan Kita pada tahun 2020, adalah:

1. Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM sebagai sumber daya utama untuk mewujudkan visi dan misi RSAB Harapan Kita sudah selayaknya dikelola sedemikian rupa agar SDM yang ada benar-benar berkontribusi sesuai dengan kompetensi sebagaimana tuntutan tugas dan fungsinya di RSAB Harapan Kita. Kondisi tersebut akan terlaksana bila program pengembangan terjalin erat sebagai satu kesatuan utuh antara kompetensi dan penghargaan.

Saat ini, program pengembangan belum bersinergi secara apik dengan pemberian penghargaan, sehingga program pengembangan baru mengarah kepada pemberian pelatihan atau training, sedangkan monitoring dan evaluasi terhadap hasil penambahan kompetensi tersebut belum dinilai sebagai daya ungkit pada kinerja yang bersangkutan.

Pegawai dengan status PNS umumnya masih bersemangat untuk mengikuti program pelatihan atau training, karena program ini berkontribusi pada penambahan nilai atau angka kredit sebagai persyaratan kenaikan jenjang fungsional, sedang bagi pegawai Non-PNS, apalagi kelompok

(14)

PENDAHULUAN

jabatan non-medis, pelatihan kurang diminati karena tidak merasakan manfaatnya secara finansial.

Selain pengembangan, nilai-nilai C(Cepat), A(Akurat), N(Nyaman dan aman), T(Transparan), I(Integritas) dan K(Kerjasama) sebagai panduan bersikap dan berperilaku belum sepenuhnya mejadi budaya. Nilai “Cepat“ belum sepenuhnya diimplementasikan pada waktu tunggu. Hal ini terindikasi melalui survey kepuasan pelanggan yang masih memberikan nilai rendah untuk waktu tunggu pelayanan.

Program reward and consequences yang diterapkan melalui pemberian remunerasi, belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan produktifitas dan kualitas layanan, karena kinerja belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemberian remunerasi.

2. Sarana, Prasarana, dan Alat (SPA)

Permasalahan utama pada Sarana, Prasarana dan Peralatan di RSAB Harapan Kita adalah terkait terkendalanya pemeliharaan dan perbaikan disebabkan beberapa hal:

a. Penyediaan suku cadang yang berasal dari luar negeri. b. Kedatangan teknisi dari luar negeri terkait pandemi Covid-19. c. Proses Pengadaan yang membutuhkan waktu.

d. Usia gedung lebih dari 20 tahun.

3. Teknologi Informatika

a. Perlunya penyempurnaan dan pengembangan SIMRS, dari 32 modul yang direncanakan selama 5 tahun sesuai RSB 2020-2024 tahun Tahun 2020 sudah dilaksanakan penyempurnaan 20 modul namun masih ada hambatan dalam implementasinya.

b. Kebutuhan perangkat Hardware tahun 2020 tidak dapat terlaksana karena spesifikasi yang dibutuhkan tidak terdapat dalam e-catalog

(15)

PENDAHULUAN

4. Pelayanan, Pendidikan, dan Penelitian a. Pelayanan

1) Adanya pandemi Covid-19 mulai terasa dampaknya ke RSAB Harapan Kita pada 15 Maret 2020 (pasien pertama suspek Covid-19). Hal tersebut mempengaruhi jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap serta mengubah protokol pelayanan pasien di RSAB Harapan Kita. Peraturan dan kebijakan dari pemerintah serta himbauan terhadap masyarakat untuk membatasi keluar rumah berdampak pada kekawatiran pasien untuk berobat ke rumah sakit, kecuali pada kondisi sakit yang lebih serius.

2) Pandemi Covid-19 yang belum menunjukan penurunan secara signifikan dan beberapa tenaga kesehatan yang telah dirawat dan menjalani isolasi menjadi salah satu penyebab penutupan dan pengurangan beberapa layanan di poliklinik, seperti di Instalasi Rawat Jalan (IRJ) dan di Instalasi Rehabilitasi Medik (IRM). Begitu juga pembatasan tindakan yang dilakukan di Instalasi Bedah Sentral (IBS) menyebabkan penurunan volume tindakan.

3) Masih terdapatnya kekosongan obat dan alkes yang disebabkan sebagai berikut :

a) Gagal tender dikarenakan kurangnya koordinasi antara Instalasi Farmasi, Unit Layanan Pengadaan dan Perusahaan Besar Farmasi (PBF) terkait administrasi yang harus disiapkan. Beberapa item bermasalah karena izin edar dan kenaikan harga di awal tahun.

b) Obat dan alkes kosong dikarenakan stok kosong di distributor. c) Sistem e-katalog yang bermasalah di awal tahun dengan

banyaknya obat dan alkes yang turun tayang sehingga diperlukan pengadaan melalui sistem manual yang prosesnya lebih lama.

(16)

PENDAHULUAN

d) Menu buffer pada aplikasi SMART belum dimanfaatkan secara optimal. Para tenaga teknis kefarmasian (TTK) perlu didorong untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi SMART ini.

4) Waktu tunggu pelayanan obat masih belum tercapai dikarenakan masih terjadi penumpukan resep di jam sibuk (peak hour).

b. Pendidikan:

1) Pertumbuhan peserta didik belum mencapai target yang diharapkan, hal ini disebabkan menurunnya jumlah peserta didik dari FKUI (AHS UI) dikarenakan pandemi Covid-19 yang meniadakan kegiatan pendidikan.

2) Belum tercapainya target Rasio 1:5 untuk Peserta Didik Kedokteran. 3) Belum optimalnya peranan KOMKORDIK untuk meningkatkan

peserta didik kedokteran, sehubungan dengan persiapan pengelolaan KOMKORDIK secara mandiri di internal RSAB Harapan Kita dimana sebelumnya tata kelola tergantung PKS Tripartit.

c. Penelitian:

1) Minat pegawai RSAB Harapan Kita untuk meneliti mulai ada peningkatan terutama penelitian di bidang kesehatan, sehingga perlu dilakukan penguatan pengetahuan khususnya di bidang pembuatan proposal dan metodologi penelitian.

2) Perlu diberikan bantuan biaya penelitian dan publikasi agar lebih meningkatkan daya tarik penelitian bagi pegawai RSAB Harapan Kita. Untuk menunjang hal tersebut perlu dilakukan kajian tentang kriteria serta prosedur bantuan biaya penelitian dan publikasi sebagai dasar dan aturan baku.

2) Perlu adanya kolaborasi penelitian dengan institusi terkait untuk lebih meningkatkan jumlah penelitian dari luar RSAB Harapan Kita (eksternal).

3) Perlu peningkatan mutu penelitian agar dapat mendukung program layanan yang ada di RSAB Harapan Kita dan dapat dipublikasikan secara ilmiah baik dalam tingkat nasional maupun internasional.

(17)

PENDAHULUAN

5. Keuangan

a. Pengelolaan sistem Aplikasi Persediaan dengan metode bridging, masih menjadi kendala utama dalam penyusunan Laporan Keuangan. Aplikasi SIMRS persediaan masih belum terintegrasi dengan baik.

b. Laporan keuangan disusun secara parsial karena masa transisi aplikasi SIRS ke SIMRS RSAB Harapan Kita, membutuhkan entry realtime di semua unit kerja dan penyempurnaan sistem aplikasi SIMRS.

c. Sistem penagihan klaim BPJS berdampak pada cash flow rumah sakit dan masih sangat bergantung pada ketepatan pembayaran.

d. Pada awal tahun pelaporan telah terjadi pandemi Covid-19 di seluruh dunia termasuk di Indonesia, yang berdampak pada semua sektor. Hal ini mengakibatkan penerimaan layanan RSAB Harapan Kita mengalami penurunan pada akhir Triwulan I dan pada Triwulan II, namun pada Triwulan III penerimaan tersebut secara berangsur-angsur mulai membaik. Sedang di sisi lain biaya operasional terus bertambah karena adanya kebutuhan obat, alkes, reagen, APD maupun barang medis dalam rangka penanganan pandemi Covid 19, namun hal ini dapat teratasi dengan baik dikarenakan pada Triwulan IV RSAB Harapan Kita mendapatkan dana tambahan dari APBN Rupiah Murni.

6. Kepuasan Pelanggan

Kepuasan Pelanggan belum tercapai karena belum memenuhi harapan pelanggan (nilai harapan pelanggan 87.28). Nilai yang diperoleh atas pelayanan yang diberikan 76.41. Aspek yang perlu ditingkatkan adalah: Persyaratan Pelayanan, Prosedur Pelayanan dan Waktu Pelayanan.

(18)

PERENCANAAN KINERJA

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

Guna mewujudkan visi, misi, dan sasaran strategis pada Rencana Strategis Bisnis (RSB) Tahun 2020-2024, maka RSAB Harapan Kita bertekad untuk mengerahkan segenap kemampuan dan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya manusia, sumber daya sarana prasarana dan peralatan, sumber daya anggaran dan sumber daya lainnya secara fokus dan konsisten demi terwujud dan tercapainya visi, misi, dan sasaran strategis yang telah ditetapkan. Untuk memastikan bahwa pengerahan segenap kemampuan dan sumber daya tersebut akan berlangsung secara efektif dan efisien, maka dalam pelaksanaannya akan dituangkan ke dalam bentuk program dan kegiatan.

Perencanaan kinerja dilakukan agar pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka mewujudkan sasaran strategis RSB RSAB Harapan Kita berlangsung secara efektif dan efisien. Perencanaan kinerja melibatkan seluruh unsur-unsur terkait di lingkungan RSAB Harapan Kita.

A. Rencana Kinerja Tahunan

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) RSAB Harapan Kita tahun 2020 merupakan penjabaran operasional dari RSB RSAB Harapan Kita yang menjadi acuan serta arah kegiatan RSAB Harapan Kita tahun 2020. RKT RSAB Harapan Kita berisi program dan kegiatan dari setiap unit kerja secara lebih terperinci yang akan dilaksanakan pada tahun 2020 (Buku RKT dan RKO RSAB Harapan Kita tahun 2020).

B. Penetapan Kinerja

Penetapan Kinerja RSAB Harapan Kita pada tahun 2020 masih menggunakan Indikator Kinerja Utama (IKU) sesuai RSB tahun 2015–2019 dikarenakan RSB tahun 2020-2024 pada bulan Januari masih dalam proses finalisasi, dengan pertimbangan masih sesuai dengan peran RSAB Harapan Kita sebagai Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional. Berikut ini adalah Perjanjian Kinerja RSAB Harapan Kita tahun 2020.

(19)

PERENCANAAN KINERJA

TABEL 2.1

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2020

No. Sasaran Kegiatan Target Tahun 2020

A Learning & Growth

1. Terpenuhinya SDM yang kompeten

1. Persentase karyawan yang memiliki kompetensi sesuai jabatan

90%

2. Terpenuhinya SIMRS yang terintegrasi

2. Level IT terintegrasi SIMRS terintegrasi supra sistem 3. Terpenuhinya SPA berteknologi

sesuai best practice

3. Tingkat kehandalan sarana prasarana (OEE)

80%

B Internal Bussiness Process

5. Peningkatan cakupan deteksi kelainan prenatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital

10%

6. Angka keberhasilan kehamilan 30% 7. Peningkatan jumlah siklus bayi

tabung yang ditangani

10 siklus 8. Kemampuan menangani

BBLSR <1500 gr

≥80% 9. Peningkatan penegakkan

diagnostik melalui bronkoskopi pada kasus anak

10%

10. Angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik pada anak

100% 4. Terwujudnya budaya kerja

berorientasi pada pelayanan pelanggan

4. Indeks budaya entropi

5. Tersedianya layanan subspesialistik kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

Indikator Kinerja

6. Tercapainya pertumbuhan penelitian yang implementatif untuk inovasi pelayanan kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

11. Pertumbuhan penelitian yang dipublikasikan

<10%

(20)

PERENCANAAN KINERJA

No. Sasaran Kegiatan Target Tahun 2020

B Internal Bussiness Process

13. Pertumbuhan jumlah program studi yang diselenggarakan di RSAB Harapan Kita

14 program studi

14. Persentase Dokter Pendidik Klinis yang mendapat TOT

100%

16. Pertumbuhan jumlah binaan layanan primer dan sekunder

1 unit 9. Terwujudnya tata kelola klinis

sesuai best practice

17. Kepatuhan terhadap clinical

pathway

100%

C Stakeholders

20. Kecepatan Respon terhadap Komplain (KRK)

100%

21. Kepuasan Peserta Didik 88%

D Financial

13. Terwujudnya efisiensi dan efektivitas biaya

23. Rasio pendapatan BLU terhadap biaya operasional (POBO) 74% Mempertahankan WBK 1 dokumen 7. Terselenggaranya pendidikan

dalam bidang kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

12. Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran

1,1

11. Terwujudnya kepuasan

pemangku kepentingan internal dan eksternal

19. Kepuasan pelanggan 8. Terbinanya jejaring sistem

rujukan primer dan sekunder kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

15. Pertumbuhan jumlah jejaring dalam negeri

10. Terwujudnya tata kelola manajemen sesuai Good

Governance

18. Pembangunan WBK WBBM

12. Terwujudnya peningkatan pengelolaan keuangan rumah sakit 22. Tingkat pertumbuhan pendapatan 80% 10% Indikator Kinerja

(21)

AKUNTABILITAS KINERJA

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Pengukuran kinerja merupakan proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran strategis dan program yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi RSAB Harapan Kita. Pengukuran kinerja juga merupakan salah satu komponen dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Pengukuran kinerja yang dilakukan RSAB Harapan Kita baik format maupun proses dan tahapannya, sepenuhnya mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Manfaat dari pengukuran kinerja yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan adalah sebagai berikut:

1. Menjadi alat komunikasi pimpinan organisasi, pegawai dan para

stakeholders eksternal;

2. Sistem pengukuran kinerja yang efektif akan memberikan umpan balik bagi para pengelola dan pembuat keputusan di dalam proses evaluasi dan perumusan tindak lanjut, dalam rangka peningkatan kinerja pada masa yang akan datang;

3. Sistem pengukuran kinerja yang baik dapat menggerakkan organisasi kearah yang positif.

(22)

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja

1. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Target Tahun 2020. a. Perbandingan Realisasi Perjanjian Kinerja dengan Target Tahun

2020.

Realisasi kinerja RSAB Harapan Kita tahun 2020 sesuai dengan perjanjian kinerja RSAB Harapan Kita tahun 2020 seperti pada tabel berikut ini:

TABEL 3.1

CAPAIAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2020

No. Sasaran Kegiatan Tahun 2020Target Realisasi Tahun 2020 Tingkat Capaian

(1) (2) (4) (5) (6)

A Learning & Growth

1. Terpenuhinya SDM yang kompeten 1.

Persentase karyawan yang memiliki kompetensi sesuai jabatan

90% 82% 90%

2. Terpenuhinya SIMRS yang terintegrasi 2. Level IT terintegrasi

SIMRS terintegrasi supra sistem

100% 100%

3. Terpenuhinya SPA berteknologi sesuai

best practice 3.

Tingkat kehandalan sarana

prasarana (OEE) 80% 100% 125%

B

Tersedianya layanan subspesialistik kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

5. Peningkatan cakupan deteksi kelainan prenatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital

10% 0% 0%

6. Angka keberhasilan kehamilan 30% 22% 75%

7. Peningkatan jumlah siklus bayi tabung yang ditangani

10 siklus 8 siklus 80%

8. Kemampuan menangani BBLSR <1500 gr

≥80% 85% 106%

9. Peningkatan penegakkan diagnostik melalui bronkoskopi pada kasus anak

10% 61% 610%

10. Angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik pada anak

100% 98.5% 98.5%

1.17 1.06

Indikator Kinerja

(3)

4. Terwujudnya budaya kerja berorientasi pada pelayanan pelanggan

4. Indeks Budaya Entropi <10%

6. Tercapainya pertumbuhan penelitian yang implementatif untuk inovasi pelayanan kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

11. Pertumbuhan penelitian yang dipublikasikan

1.10 Internal Bussiness Process

(23)

AKUNTABILITAS KINERJA

No. Sasaran Kegiatan Target Tahun 2020 Tahun 2020Realisasi CapaianTingkat

(1) (2) (4) (5) (6)

B

13. Pertumbuhan jumlah program studi yang diselenggarakan di RSAB Harapan Kita

14 program studi 14 program studi

100%

14. Persentase Dokter Pendidik Klinis yang mendapat TOT

100% 94% 94%

16. Pertumbuhan jumlah binaan layanan primer dan sekunder

1 unit 1 unit 100% 9. Terwujudnya tata kelola klinis sesuai

best practice

17. Kepatuhan terhadap clinical

pathway

100% 70.6% 70.6%

C

20. Kecepatan Respon terhadap Komplain (KRK)

100% 100% 100%

21. Kepuasan Peserta Didik 88% 94% 107% D

13. Terwujudnya efisiensi dan efektivitas biaya

23. Rasio pendapatan BLU terhadap biaya operasional (POBO)

74% 84.97% 114.82%

Internal Bussiness Process

Indikator Kinerja (3)

0.31 0.28 7. Terselenggaranya pendidikan dalam

bidang kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

12. Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran

1.10

8. Terbinanya jejaring sistem rujukan primer dan sekunder kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

15. Pertumbuhan jumlah jejaring dalam negeri

1 dokumen

82.13 82.13 2 dokumen 200%

10. Terwujudnya tata kelola manajemen sesuai Good Governance

18. Pembangunan WBK WBBM Mempertahankan WBK

Stakeholders

11. Terwujudnya kepuasan pemangku kepentingan internal dan eksternal

19. Kepuasan pelanggan 80%

12. Terwujudnya peningkatan pengelolaan keuangan rumah sakit

22. Tingkat pertumbuhan pendapatan 10% -7.81% -7.81%

Financial

(24)

AKUNTABILITAS KINERJA

Indikator Kinerja Utama (IKU)/ Key Performance Indicators (KPI) RSAB Harapan Kita tahun 2020 terdiri dari 23 IKU dengan capaian yaitu sebanyak 11 indikator (48%) telah mencapai target kinerja ≥100%, 6 indikator (26%) mencapai 80-99%, dan 6 indikator (26%) masih di bawah 80%.

Indikator yang belum mencapai target yang diharapkan adalah sebagai berikut:

1) Persentase karyawan yang memiliki kompetensi sesuai jabatan Capaian indikator ini sebesar 82% dari target 90%, sehingga tingkat capaian menjadi 92%.

Kompetensi pegawai dinilai berdasarkan tingkat pendidikan dan jumlah pelatihan yang harus dipenuhi sesuai tuntutan tugas dan fungsi jabatan. Angka capaian target tahun ini hampir sama dengan capaian tahun 2019, sehubungan dengan penerapan kebijakan PSBB, yang membatasi tatap muka, sehingga banyak rencana pelatihan yang sudah dijadwalkan batal diselenggarakan.

Meskipun demikian, program peningkatan pendidikan yang dilakukan secara mandiri oleh pegawai dengan latar belakang pendidikan dasar sudah terealisasi sekitar 70%. Keberhasilan ini berkontribusi pada program rekrutmen dan mutasi internal, dimana beberapa jabatan kosong yang memerlukan pendidikan D3 dapat dipenuhi secara internal oleh pegawai tersebut.

2) Indeks budaya entropi dengan capaian 29% dari target <10%, sehingga tingkat capaian menjadi 34%.

Survey indeks budaya pada tahun 2020 belum dapat dilakukan namun data capaian tersebut diasumsikan dari hasil survey kepuasan pegawai.

(25)

AKUNTABILITAS KINERJA

Berdasarkan hasil survey kepuasan kepegawaian tahun 2020 adalah sebesar 71%. Unsur yang dinilai sebagai kepuasan adalah pengembangan, karir, kebijakan, komitmen, kompensasi, relasi, sarana dan supervisi.

Kontribusi terendah terhadap kepuasan adalah kebijakan dan kompensasi yaitu sebesar 51% sedangkan penyumbang tertinggi adalah relasi dan supervisi, sebesar 83%. Hasil survey ini dapat diasumsikan bahwa relasi (kerjasama) sebagaimana survey budaya tahun 2019 adalah nilai yang terus dipertahankan dan sudah diterapkan. Sedangkan nilai cepat, akurat, nyaman/aman, transparan dan integritas belum dapat dinilai secara detail, namun bisa diambil benang merah terhadap survey kepuasan pelanggan terhadap kecepatan dan komitmen pelayanan RSAB Harapan Kita. Hasil yang belum mencapai standar memberikan informasi belum dilaksanakannya nilai-nilai organisasi secara keseluruhan dan kondisi sebaliknya bila hasilnya melebihi standar.

3) Peningkatan cakupan deteksi kelainan prenatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital dengan capaian 0% dari target 10%, sehingga tingkat capaian menjadi 0%.

Cakupan deteksi kelainan perinatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital tidak tercapai karena tahun 2020 jumlah yang dikultur berkurang dibandingkan dengan tahun 2019. Hal ini akibat kurangnya jumlah kunjungan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Laboratorium genetika tidak menerima sampel pada beberapa kurun waktu akibat Pandemi Covid-19.

(26)

AKUNTABILITAS KINERJA

4) Angka keberhasilan kehamilan dengan capaian 22% dari target 30%, sehingga tingkat capaian menjadi 75%.

Capaian angka keberhasilan kehamilan pada tahun 2020 hanya mencapai 22%, karena dari 58 ibu yang dilakukan Embrio Transfer (ET), hanya 13 ibu yang berhasil hamil. Hal ini disebabkan karena dampak Pandemi Covid-19 di RSAB Harapan Kita terjadi mulai bulan Maret 2020, sehingga pada triwulan II jumlah ibu yang dilakukan ET hanya 3 dan tidak ada yang berhasil hamil. Selain itu target tidak tercapai karena sebagian besar pasien berusia di atas 40 tahun dengan indikasi male factor dan riwayat endometriosis.

Uraian Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nov Des

OPU 11 9 12 0 1 2 7 3 6 3 7 5

ET 10 8 11 0 1 2 6 3 5 2 6 4

Hamil 2 1 2 0 0 0 2 2 1 0 1 2

5) Peningkatan jumlah siklus bayi tabung dengan capaian 8 siklus dari target 10 siklus, sehingga tingkat capaian menjadi 80%

Capaian 80% siklus bayi tabung ini seiring dengan menurunnya jumlah pasien yang berkunjung di Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu, tidak mencapai target di tahun 2020 akibat adanya pandemi Covid-19.

6) Angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik pada anak dengan capaian 98,5% dari target 100%, sehingga tingkat capaian menjadi 98,5%

Capaian angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik tidak mencapai target. Hal ini dikarenakan terdapat kasus penyulit.

7) Pertumbuhan peserta didik pendidikan kedokteran dengan capaian 0,31 dari target 1,1, sehingga tingkat capaian menjadi 28%

(27)

AKUNTABILITAS KINERJA

sehingga kegiatan pendidikan dan PKL di RSAB ditunda serta belum optimalnya pengiriman jumlah peserta didik dari FKUI ke RSAB HK.

8) Persentase dokter pendidik klinis yang mendapat TOT/Clinical Teacher dengan capaian 94% dari target 100%, sehingga tingkat capaian menjadi 94%

Persentase dokter yang mendapat pelatihan Clinical Teacher masih belum tercapai dikarenakan masih terdapat 1 dari 22 Dokdiknis yang belum mengikuti pelatihan Clinical Teacher. Di masa pandemi Covid 19 belum diselenggarakan lagi pelatihan Clinical Teacher.

9) Kepatuhan terhadap clinical pathway dengan capaian 70,6% dari target 100%, sehingga tingkat capaian menjadi 70,6%

Berdasarkan data laporan Clinical Pathway Semester I dan Semester II, maka didapatkan analisa sebagai berikut:

a. Secara garis besar kepatuhan clinical pathway sudah mengalami peningkatan, hal ini ditandai dengan prosentase dari masing-masing kasus yang mulai meningkat ≥ 70%. Meskipun ada beberapa kasus masih dibawah 70%.

b. Untuk jumlah kasus clinical pathway diare dan hiperbilirubine fisiologis di SM I dan SM II prosentasenya masih dibawah 50%, hal ini dikarenakan kasus yang ada tidak sesuai inklusi.

10) Pembangunan WBK WBBM dengan capaian 82,13 dari target mempertahankan WBK, sehingga tingkat capaian menjadi 82,13. Hal ini karena belum adanya konsistensi dalam menjalankan kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut hasil monev.

11) Kepuasan pelanggan dengan capaian 75,65% dari target 80%, sehingga tingkat capaian menjadi 95% .

(28)

AKUNTABILITAS KINERJA

Sesuai Standar Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dari sembilan unsur pelayanan, Sebagian besar sudah mencapai Baik (B). Namun pada ketiga unsur pelayanan yaitu persyaratan pelayanan, prosedur pelayanan dan waktu pelayanan masih menunjukan hasil kurang baik dengan mutu pelayanan berada pada tingkat “C”.

12) Tingkat pertumbuhan pendapatan dengan capaian -7.81% dari target 10%, sehingga tingkat capaian menjadi -7,81%.

Pertumbuhan penadapatan PNBP rumah sakit sd TW IV 2019 dibandingkan TW IV 2020 masing-masing Rp. 288.710.404.908 menjadi Rp. 266.155.507.890 mengalami penurunan sebesar Rp. 22.554.897.018 dengan realisasi -7,81%. Pendapatan hingga TW IV 2020 rumah sakit mengalami penurunan jumlah pasien karena pandemi Covid-19.

b. Perbandingan Realisasi Kinerja Pelayanan Tahun 2020 dengan Target Kinerja Pelayanan Tahun 2020

Hasil kinerja yang merupakan pencapaian target kegiatan pelayanan dan yang dilaksanakan dengan suatu pengukuran pencapaian kinerja adalah sebagai berikut:

(29)

AKUNTABILITAS KINERJA

1) Pencapaian Kinerja Pelayanan Berdasarkan Pembiayaan Tahun 2020.

TABEL 3.2

CAPAIAN KINERJA PELAYANAN MENURUT JENIS PEMBIAYAAN PENJAMIN

TAHUN 2020 TERHADAP TARGET 2020 PROPORSI BPJS NON BPJS RAWAT JALAN & IGD

Pengunjung Total 140,186 93,810 67% BPJS 45,241 35,141 78% 37% Non BPJS 94,945 58,669 62% 63% RAWAT INAP Hari Perawatan Total 65,618 50,257 77% BPJS 40,293 34,929 87% 70% Non BPJS 25,325 15,328 61% 30% PELAYANAN TARGET 2020 CAPAIAN TAHUN 2020 CAPAIAN % CAPAIAN

Berdasarkan data diatas capaian kinerja pelayanan rawat jalan tahun 2020 sebesar 93.810 pengunjung atau sebesar 67% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 140.186 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat jalan BPJS 37% dan Non BPJS 63%. Pencapaian kinerja pelayanan rawat inap tahun 2020 sebesar 50.257 hari perawatan atau sebesar 77% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65.618 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat inap BPJS 70% dan Non BPJS 30%.

Capaian ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19 dimana RSAB Harapan Kita mulai merawat pasien Covid-19 sejak tanggal 21 Maret 2020. Sejak itu mulai dilakukan pembatasan dalam pelayanan di rawat jalan khususnya poliklinik dengan mulai memberlakukan telekonsultasi untuk beberapa poliklinik tertentu. Poliklinik yang bersifat elektif (seperti poliklinik bedah dan gigi) juga dilakukan pembatasan di saat

(30)

AKUNTABILITAS KINERJA

lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta meningkat. Dengan pembatasan ini mempengaruhi jumlah pengunjung pada layanan poliklinik yang selanjutnya berdampak pada penurunan jumlah pasien yang dirawat. Walaupun pada bulan Juni pembatasan ini mulai dilonggarkan dan terlihat adanya peningkatan layanan namun tidak cukup signifikan meningkatkan volume layanan secara keseluruhan. Dari tabel capaian tersebut dapat dilihat bahwa jumlah pengunjung rawat jalan non BPJS masih tetap lebih tinggi dari pasien BPJS seperti tahun sebelumnya. Selain itu, beberapa jumlah tenaga kesehatan mengalami isolasi mandiri karena tertular penyakit Covid-19 sehingga hal itu juga menyebabkan pelayanan poliklinik menjadi buka-tutup. Peningkatan jumlah kasus pandemi Covid-19 di Indonesia (terutama Jakarta) yang makin terus meningkat hingga penghujung Desember tahun 2020, sehingga program Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di masyarakat terus diperpanjang juga memberikan dampak tersendiri dalam menurunnya kunjungan rawat jalan.

2) Kinerja Pelayanan Rawat Jalan

TABEL 3.3

KINERJA PELAYANAN RAWAT JALAN TAHUN 2020 BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA PELAYANAN RAWAT JALAN

Pengunjung (Pendaftaran) Pengunjung 140,186 35,141 58,669 93,810 67%

- Rawat Jalan Anak Pengunjung 37,406 21,109 6,545 27,654 74% - Rawat Jalan Obsgin Pengunjung 6,186 1,700 2,206 3,906 63% - Rawat Jalan Spesialis Lain Pengunjung 13,859 3,596 6,162 9,758 70% - Rawat Jalan Gigi dan Mulut Pengunjung 7,793 966 2,821 3,787 49% - Rawat Jalan Bedah Pengunjung 9,552 3,867 2,137 6,004 63% - Instalasi Eksekutif Edelweis Pengunjung 43,601 - 28,624 28,624 66% - Instalasi Gawat Darurat Pengunjung 21,789 3,903 10,174 14,077 65%

REALISASI TAHUN 2020

URAIAN SATUAN TARGET

(31)

AKUNTABILITAS KINERJA

Pengunjung rawat jalan pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.186 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 93.810 pengunjung. Dengan capaian kinerja sebesar 67% dengan rincian sebagai berikut:

a) Pengunjung rawat jalan anak pada tahun 2020 direncanakan sebesar 37.406 pengunjung, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 27.654 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 74%.

b) Pengunjung rawat jalan obgin pada tahun 2020 direncanakan sebesar 6.186 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 3.906 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 63%. c) Pengunjung rawat jalan spesialis lain pada tahun 2020

direncanakan sebesar 13.859 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 9.758 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 70%.

d) Pengunjung rawat jalan gigi dan mulut pada tahun 2020, terealisasi sebesar 7.793 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 3.787 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 49%. e) Pengunjung rawat jalan bedah pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 9.552 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 6.004 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 63%. f) Pengunjung rawat jalan eksekutif edelweis pada tahun 2020

direncanakan sebesar 43.601 pengunjung, pada tahun 2020 terealisasi sebesar 28.624 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 66%.

g) Pengunjung gawat darurat pada tahun 2020 direncanakan sebesar 21.789 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 14.077 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 65%.

(32)

AKUNTABILITAS KINERJA

Untuk kemajuan pelayanan rawat jalan saat pandemi Covid-19 perlu dilakukan upaya yaitu :

a) Peningkatan layanan di Instalasi Pelayanan di bawah Seksi Rawat Jalan, dibuat sistem pelayanan sesuai kaidah pencegahan penularan penyakit sehingga terwujud layanan kesehatan Safe

Hospital

b) Percepatan perencanaan dan program yang menunjang branding

Safe Hospital antara lain :

 Optimalisasi pendaftaran online, pengaturan kedatangan pasien, pengaturan jadwal, dan konsultasi online untuk mengurangi penumpukan pasien di poliklinik.

 Pemeriksaan skrining pasien pra tindakan dan persiapan APD yang sesuai untuk tindakan yang akan dilakukan.

 Pemisahan pelayanan infeksi dan non infeksi terutama di IGD dan poliklinik.

 Memperhatikan penempatan pelayanan untuk kondisi yang sehat seperti Poliklinik Terpadu Anak Sehat (POTAS) dan ibu yang kontrol kehamilan.

 Memastikan protokol kesehatan bisa dijalankan oleh semua petugas dan pasien/keluarga.

(33)

AKUNTABILITAS KINERJA

3) Kinerja Pelayanan Rawat Inap

TABEL 3.4

KINERJA PELAYANAN RAWAT INAP TAHUN 2020

BPJS NON BPJS

II PELAYANAN RAWAT INAP

Hari Perawatan (Akomodasi) Hari Perawatan 65,618 34,929 15,328 50,257 77%

a. Rawat Inap Level I (Instalasi Rawat Inap & IPTPR)

Hari Perawatan 45,630 21,410 11,596 33,006 72% b. Rawat Inap Level II Hari Perawatan 9,941 6,841 2,139 8,980 90% c. Rawat Inap Level III Hari Perawatan 8,377 6,507 933 7,440 89% d. VK (Kamar Bersalin) Level I Hari Perawatan 1,670 171 660 831 50%

TINGKAT CAPAIAN KINERJA

NO URAIAN SATUAN TARGET

RKT 2020

REALISASI TAHUN 2020 TH 2020

Akomodasi Rawat Inap pada tahun 2020 direncanakan sebesar 65.618 hari perawatan, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 50.257 hari perawatan, dengan capaian sebesar 77%, dengan rincian sebagai berikut:

a) Akomodasi rawat inap level I pada tahun 2020 direncanakan sebesar 45.630 hari perawatan, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 33.006 hari perawatan dengan capaian sebesar 72%. b) Akomodasi rawat inap level II pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 9.941 hari perawatan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 8.980 hari perawatan dengan capaian sebesar 90%. c) Akomodasi rawat inap level III pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 8.377 hari perawatan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 7.440 hari perawatan dengan capaian sebesar 89%. d) Akomodasi kamar bersalin level I pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 1.670 hari perawatan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 831 hari perawatan dengan capaian sebesar 50%.

(34)

AKUNTABILITAS KINERJA

Untuk peningkatan pelayanan rawat inap saat pandemi Covid-19 dilakukan upaya yaitu:

a) Membuat sistem pelayanan optimal dengan membuat kebijakan sesuai dengan kaidah pencegahan penularan penyakit sehingga terwujud layanan kesehatan Safe Hospital. misalnya : penapisan pasien masuk, meniadakan jam kunjungan, penggunaan APD yang sesuai zonasi untuk seluruh tenaga kesehatan dan seluruh profesional pemberi asuhan dan seluruh pegawai yang bekerja di RSAB Harapan Kita.

b) Menetapkan protokol kesehatan kepada seluruh pengunjung dan pegawai di lingkungan RSAB Harapan Kita.

c) Melakukan upaya tindakan penapisan ketat yang diperlukan pada setiap layanan kesehatan yang diberikan sesuai Pedoman dan SPO yang berlaku sehingga pasien mendapatkan layanan yang optimal.

d) Melakukan upaya tindakan penapisan berkala terhadap tenaga kesehatan sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 di RSAB Harapan Kita.

4) Kinerja Pelayanan Penunjang Medik TABEL 3.5

KINERJA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK TAHUN 2020

BPJS NON

BPJS

III PENUNJANG MEDIK

a. Layanan Laboratorium Paket Pemeriksaan 191,486 100,809 74,126 174,935 91%

b. Layanan Radiologi Pemeriksaan 11,792 6,156 4,233 10,389 88%

c. Layanan Farmasi Item R/ 761,873 471,450 243,983 715,433 94%

TINGKAT CAPAIAN KINERJA

NO URAIAN SATUAN TARGET

RKT 2020

(35)

AKUNTABILITAS KINERJA

Tingkat capaian pelayanan penunjang dengan uraian sebagai berikut: a) Layanan Laboratorium pada tahun 2020 direncanakan sebesar 191.486 paket pemeriksaan, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 174.935 paket pemeriksaan, dengan capaian kinerja sebesar 91%. Belum tercapainya kinerja Laboratorium tahun 2020 dikarenakan dengan adanya pandemi Covid-19 ini menurunkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap sehingga berdampak pada menurunnya pemeriksaan laboratorium. Untuk mengurangi penurunan jumlah pemeriksaan laboratorium ini, Instalasi Laboratorium melakukan pengembangan pelayanan pemeriksaan terkait Covid-19 (antibodi, antigen dan PCR) melalui layanan layanan Swab Thru .

b) Layanan Radiologi pada tahun 2020 direncanakan sebesar 11.792 pemeriksaan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 10.389 pemeriksaan, dengan capaian kinerja sebesar 88%. Belum tercapainya kinerja pelayanan Radiologi tahun 2020 dikarenakan dengan adanya pandemi Covid-19 ini menurunkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap sehingga berdampak pada menurunnya pemeriksaan radiologi. Namun khusus untuk pemeriksaan foto thorax mengalami peningkatan karena merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk pasien yang dicurigai Covid-19.

c) Layanan Farmasi pada tahun 2020 direncanakan sebesar 761.873 item R/, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 715.433 item R/, dengan capaian kinerja sebesar 94%. Capaian kinerja layanan Farmasi seiring dengan capaian kinerja penunjang lainnya yaitu Laboratorium dan Radiologi. Peningkatan jumlah resep terjadi pada item peresepan suplemen untuk menjaga stamina agar tidak terpapar Covid-19. Menghadapi pandemik Covid-19 dilakukan inovasi oleh Instalasi Farmasi dengan pemisahan pelayanan resep

(36)

AKUNTABILITAS KINERJA

pasien BPJS dan pasien eksekutif yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sehingga tidak membeli obat keluar. Selain itu dilakukan pula optimalisasi penggunaan mesin robotic dan mesin robotic puyer untuk meningkatkan pelayanan pasien eksekutif.

5) Kinerja Tindakan Operatif/Non Operatif

TABEL 3.6

KINERJA TINDAKAN OPERATIF/NON OPERATIF TAHUN 2020 BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA TINDAKAN OPERATIF/NON OPERATIF

a. Instalasi Bedah Sentral Tindakan 6,134 3,376 1,771 5,147 84% -15% - Tindakan OK 6,134 3,376 1,771 5,147 84% -15% b. Instalasi Gawat Darurat Tindakan 44,579 14,528 88,106 102,634 230% 152%

- Konsultasi 16,881 3,104 79,006 82,110 486% 427% - Tindakan 22,926 8,403 7,444 15,847 69% -17% - Pemanfaatan fasilitas 4,772 3,021 1,656 4,677 98% 13% c. Instalasi Rawat Jalan Tindakan 349,255 32,313 52,309 84,622 24% -33%

- Konsultasi 237,965 23,050 22,064 45,114 19% -56%

- Tindakan 111,290 9,263 30,245 39,508 36% 4%

d. Instalasi Peristi Tindakan 140,057 113,637 31,654 145,291 104% -16%

- Visite 21,633 16,329 6,007 22,336 103% 13%

- Konsultasi 2,273 1,277 413 1,690 74% -61% - Tindakan 74,439 63,183 18,128 81,311 109% -15% - Pemakaian alat 41,712 32,848 7,106 39,954 96% -25% e. Instalasi Rawat Inap Tindakan 140,094 83,401 28,272 111,673 80% -14%

- Visite 47,142 22,335 9,597 31,932 68% -21%

- Konsultasi 3,159 2,076 563 2,639 84% -17%

- Tindakan 71,883 45,230 15,085 60,315 84% -13%

- Penggunaan alat 17,910 13,760 3,027 16,787 94% 3% f. Instalasi ICU Tindakan 104,798 51,091 6,650 57,741 55% -31%

- Visite 4,871 3,852 517 4,369 90% -12% - Konsultasi 1,689 956 130 1,086 64% -29% - Tindakan Perawatan 98,238 46,283 6,003 52,286 53% -36% - Tindakan Diagnostik - - - -- -20% g. Instalasi Rehabilitasi Medik Tindakan 33,314 7,549 6,099 13,648 41% -56%

- Registrasi Pengunjung 2,036 4,543 3,436 7,979 392% -60% % REALISASI TAHUN 2020 URAIAN SATUAN TARGET RKT TH. 2020

(37)

AKUNTABILITAS KINERJA

Tingkat capaian tindakan operatif/non operatif dengan uraian sebagai berikut:

a) Tindakan operatif Instalasi Bedah Sentral pada tahun 2020 direncanakan sebesar 6.134 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 5.147 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 84%.

b) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Gawat Darurat pada tahun 2020 direncanakan sebesar 44.579 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 102.634 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 230%.

c) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Rawat Jalan pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 349.255 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 84.622 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 24%.

d) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Peristi pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.057 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 145.291 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 104%.

e) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Rawat Inap pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.094 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 111.673 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 80%.

f) Tindakan operatif/non operatif Instalasi ICU pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 104.798 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 57.741 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 55%.

g) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Rehabilitasi Medik pada tahun 2020 direncanakan sebesar 33.314 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 13.648 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 41%.

(38)

AKUNTABILITAS KINERJA

2. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Capaian Kinerja Tahun 2019

a. Perbandingan Realisasi Perjanjian Kinerja Tahun 2020 Terhadap Realisasi Perjanjian Kinerja Tahun 2019

TABEL 3.7

PERBANDINGAN CAPAIAN PERJANJIAN KINERJA

TAHUN 2020 DIBANDINGKAN DENGAN REALISASI TAHUN 2019

No. Sasaran Kegiatan Target Tahun 2020 Realisasi Tahun 2020 Tingkat Capaian Target Tahun 2019 Realisasi Tahun 2019 Tingkat Capaian (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (9) A

1. Terpenuhinya SDM yang kompeten 1. Persentase karyawan yang memiliki kompetensi sesuai jabatan

90% 82% 91% 90% 80% 89%

2. Terpenuhinya SIMRS yang terintegrasi

2. Level IT terintegrasi SIMRS terintegrasi supra sistem

90% 90% SIMRS terintegrasi

supra sistem

92.19% 92.19%

3. Terpenuhinya SPA berteknologi sesuai best practice

3. Tingkat kehandalan sarana prasarana (OEE)

80% 100% 125% 80% 80.72% 100.90%

B

5. Peningkatan cakupan deteksi kelainan prenatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital

10% 0% -400% 10% 6.6% 66%

6. Angka keberhasilan kehamilan

30% 22% 75% 30% 23% 77%

7. Peningkatan jumlah siklus bayi tabung yang ditangani

10 siklus 8 siklus 98% 10 siklus 2 siklus 20%

8. Kemampuan menangani BBLSR <1500 gr

≥80% 85% 106% ≥80% 83% 100%

9. Peningkatan penegakkan diagnostik melalui bronkoskopi pada kasus anak

10% 61% 610% 10% 0% 0%

10. Angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik pada anak

100% 98.5% 98.5% 100% 98% 98%

Indikator Kinerja

(3) Learning & Growth

6. Tercapainya pertumbuhan penelitian yang implementatif untuk inovasi

11. Pertumbuhan penelitian yang dipublikasikan

1.10 Internal Bussiness Process

5. Tersedianya layanan subspesialistik kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

29% 91% <10% 30.90%

4. Terwujudnya budaya kerja berorientasi pada pelayanan pelanggan

4. Indeks budaya entropi <10%

0.50 45%

(39)

AKUNTABILITAS KINERJA

No. Sasaran Kegiatan Target Tahun 2020 Realisasi

Tahun 2020 Tingkat Capaian Target Tahun 2019 Realisasi Tahun 2019 Tingkat Capaian (1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (9) B 13. Pertumbuhan jumlah program studi yang diselenggarakan di RSAB Harapan Kita

14 program studi 14 program studi

100% 14 program studi 14 program studi 100%

14. Persentase Dokter Pendidik Klinis yang mendapat TOT

100% 94% 94% 100% 95% 95%

16. Pertumbuhan jumlah binaan layanan primer dan sekunder

1 unit 1 unit 1 unit 1 unit 0 unit 0%

9. Terwujudnya tata kelola klinis sesuai

best practice

17. Kepatuhan terhadap clinical

pathway 100% 70.6% 70.6% 100% 62% 62% C 20. Kecepatan Respon terhadap Komplain (KRK) 100% 100% 100% 100% 100% 100%

21. Kepuasan Peserta Didik 88% 94% 107% 88% 93.0% 106%

D

13. Terwujudnya efisiensi dan efektivitas biaya

23. Rasio pendapatan BLU terhadap biaya operasional (POBO)

74% 84.79% 114.58% 74% 116.05% 156.82%

Indikator Kinerja

(3)

Internal Bussiness Process

0.31 0.28

8. Terbinanya jejaring sistem rujukan primer dan sekunder kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

15. Pertumbuhan jumlah jejaring dalam negeri

2 dokumen

1.10 0.90 82%

7. Terselenggaranya pendidikan dalam bidang kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

12. Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran 1.10 82.13 82.13 7 dokumen 700% 2 dokumen 100% 1 dokumen Stakeholders

11. Terwujudnya kepuasan pemangku kepentingan internal dan eksternal

19. Kepuasan pelanggan 80% Mempertahankan WBK 87,18 (Mempertahankan WBK Kemenkes RI) 87,18 (Mempertahankan WBK Kemenkes RI) 10. Terwujudnya tata kelola manajemen

sesuai Good Governance

18. Pembangunan WBK WBBM Mempertahankan WBK

12. Terwujudnya peningkatan pengelolaan keuangan rumah sakit

22. Tingkat pertumbuhan pendapatan 10% 75.65% 95% 80% 74.84% 10% 51.92% 519.20% -7.81% -7.81% Financial 94%

(40)

AKUNTABILITAS KINERJA

b. Perbandingan Realisasi Kinerja Pelayanan Tahun 2020 dengan Realisasi Kinerja Pelayanan Tahun 2019.

Hasil kerja yang merupakan pencapaian target kinerja kegiatan yang dilaksanakan dengan suatu pengukuran pencapaian kinerja sebagai berikut:

1) Perbandingan Capaian Kinerja Pelayanan Menurut Jenis Pembiayaan Penjamin

TABEL 3.8

PERBANDINGAN CAPAIAN KINERJA PELAYANAN MENURUT JENIS PEMBIAYAAN PENJAMIN

TAHUN 2020 DAN TAHUN 2019

TERHADAP TARGET 2020 PROPORSI BPJS NON BPJS TERHADAP TARGET 2019 PROPORSI BPJS NON BPJS RAWAT JALAN & IGD

Pengunjung Total 140,186 93,810 67% 135,561 132,864 98% (39,054) -29% BPJS 45,241 35,141 78% 37% 42,286 39,931 94% 30% (4,790) -11% Non BPJS 94,945 58,669 62% 63% 93,275 92,933 100% 70% (34,264) -37% RAWAT INAP Hari Perawatan Total 65,618 50,257 77% 79,149 59,340 75% (9,083) -11% BPJS 40,293 34,929 87% 70% 57,034 38,701 68% 65% (3,772) -7% Non BPJS 25,325 15,328 61% 30% 22,115 20,639 93% 35% (5,311) -24% PELAYANAN TARGET 2020 CAPAIAN TAHUN 2020 CAPAIAN % CAPAIAN KENAIKAN/ PENURUNAN % TARGET 2019 CAPAIAN TAHUN 2019 CAPAIAN % CAPAIAN

Berdasarkan data di atas, pencapaian kinerja pelayanan rawat jalan tahun 2020 sebesar 93.810 pengunjung atau sebesar 67% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 140.186 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat jalan BPJS 37% dan Non BPJS 63%. Capaian ini mengalami penurunan sebanyak 29% dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar 132.864 pengunjung. Pencapaian kinerja pelayanan rawat inap tahun 2020 sebesar 50.257 hari perawatan atau sebesar 77% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65.618 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat inap BPJS 70% dan Non BPJS 30%. Capaian ini mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar 11% dari target 63.721 hari

(41)

AKUNTABILITAS KINERJA

Capaian ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19 dimana RSAB Harapan Kita mulai merawat pasien Covid-19 sejak tanggal 21 Maret 2020. Sejak itu mulai dilakukan pembatasan dalam pelayanan di rawat jalan khususnya poliklinik dengan mulai memberlakukan telekonsultasi untuk beberapa poliklinik tertentu. Poliklinik yang bersifat elektif (seperti poliklinik bedah dan gigi) juga dilakukan pembatasan di saat lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta meningkat. Dengan pembatasan ini mempengaruhi jumlah pengunjung pada layanan poliklinik yang selanjutnya berdampak pada penurunan jumlah pasien yang dirawat. Walaupun pada bulan Juni pembatasan ini mulai dilonggarkan dan terlihat adanya peningkatan layanan namun tidak cukup signifikan meningkatkan volume layanan secara keseluruhan. Dari tabel capaian tersebut dapat dilihat bahwa jumlah pengunjung rawat jalan non BPJS masih tetap lebih tinggi dari pasien BPJS seperti tahun sebelumnya. Selain itu, beberapa jumlah tenaga kesehatan mengalami isolasi mandiri karena tertular penyakit Covid-19 sehingga hal itu juga menyebabkan pelayanan poliklinik menjadi buka-tutup. Peningkatan jumlah kasus pandemi Covid-19 di Indonesia (terutama Jakarta) yang makin terus meningkat hingga penghujung Desember tahun 2020, sehingga program Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di masyarakat terus diperpanjang juga memberikan dampak tersendiri dalam menurunnya kunjungan rawat jalan.

(42)

AKUNTABILITAS KINERJA

2) Kinerja Pelayanan Rawat Jalan

TABEL 3.9

KINERJA PELAYANAN RAWAT JALAN TAHUN 2020 BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA I PELAYANAN RAWAT JALAN

Pengunjung (Pendaftaran) Pengunjung 140.186 35.141 58.669 93.810 67% 135.561 39.931 92.933 132.864 98% (39.054) -29% - Rawat Jalan Anak Pengunjung 37.406 21.109 6.545 27.654 74% 38.358 20.260 18.952 39.212 102% (11.558) -30% - Rawat Jalan Obsgin Pengunjung 6.186 1.700 2.206 3.906 63% 8.448 2.354 3.926 6.280 74% (2.374) -28% - Rawat Jalan Spesialis Lain Pengunjung 13.859 3.596 6.162 9.758 70% 17.422 4.278 9.478 13.756 79% (3.998) -23% - Rawat Jalan Gigi dan Mulut Pengunjung 7.793 966 2.821 3.787 49% 6.693 1.532 6.413 7.945 119% (4.158) -62% - Rawat Jalan Bedah Pengunjung 9.552 3.867 2.137 6.004 63% 8.985 5.851 3.440 9.291 103% (3.287) -37% - Instalasi Eksekutif Edelweis Pengunjung 43.601 - 28.624 28.624 66% 36.500 37.559- 37.559 103% (8.935) -24% - Instalasi Gawat Darurat Pengunjung 21.789 3.903 10.174 14.077 65% 19.155 5.656 13.165 18.821 98% (4.744) -25%

% TARGET

RKT 2019

REALISASI TAHUN 2020 REALISASI TAHUN 2019

NO URAIAN SATUAN TARGET

RKT 2020

KENAIKAN/ PENURUNAN

Pengunjung rawat jalan pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.186 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 93.810 pengunjung. Dengan capaian kinerja sebesar 67% dengan rincian sebagai berikut:

a) Pengunjung rawat jalan anak pada tahun 2020 direncanakan sebesar 37.406 pengunjung, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 27.654 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 74%.

b) Pengunjung rawat jalan obgin pada tahun 2020 direncanakan sebesar 6.186 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 3.906 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 63%. c) Pengunjung rawat jalan spesialis lain pada tahun 2020

direncanakan sebesar 13.859 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 9.758 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 70%.

(43)

AKUNTABILITAS KINERJA

d) Pengunjung rawat jalan gigi dan mulut pada tahun 2020, terealisasi sebesar 7.793 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 3.787 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 49%.

e) Pengunjung rawat jalan bedah pada tahun 2020 direncanakan sebesar 9.552 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 6.004 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 63%. f) Pengunjung rawat jalan eksekutif edelweis pada tahun 2020

direncanakan sebesar 43.601 pengunjung, pada tahun 2020 terealisasi sebesar 28.624 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 66%.

g) Pengunjung gawat darurat pada tahun 2020 direncanakan sebesar 21.789 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 14.077 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 65%.

Untuk kemajuan pelayanan rawat jalan saat pandemi Covid-19 perlu dilakukan upaya yaitu :

a) Peningkatan layanan di Instalasi Pelayanan di bawah Seksi Rawat Jalan, dibuat sistem pelayanan sesuai kaidah pencegahan penularan penyakit sehingga terwujud layanan kesehatan Safe

Hospital

b) Percepatan perencanaan dan program yang menunjang branding

Safe Hospital antara lain :

 Optimalisasi pendaftaran online, pengaturan kedatangan pasien, pengaturan jadwal, dan konsultasi online untuk mengurangi penumpukan pasien di poliklinik.

 Pemeriksaan skrining pasien pra tindakan dan persiapan APD yang sesuai untuk tindakan yang akan dilakukan.

 Pemisahan pelayanan infeksi dan non infeksi terutama di IGD dan poliklinik.

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan untuk exoskeleton, desain yang telah direalisasikan dengan panjang 77.2 mm sudah dapat menghasilkan gerakan yang dapat mendorong jari untuk melakukan gerakan

Unsur intrinsik prosa terdiri dari tema dan amanat, alur, tokoh, latar, sudut pandang, serta bahasa yang dipergunakan pengarang untuk

o Bagaimana reaksi anak (kakak maupun adik) saat ibu berada dekat dengan?.

Penelitian ini berjudul “Analisis Kualitas Pelayanan Pramuwisata Terhadap Kepuasan Wisatawan Jepang pada Paradise Bali Tour and Travel”.Paradise Bali Tour and Travel

- pada tekanan darah, pada pemberi an dengan takaran rendah menjebab - kan rangsangan pada sel efektor beta jang mengakibatkan penurunan tekanan darah, sedang pada

Pengungkapan mengenai kontrak asuransi jiwa menurut PSAK No 36 diungkapkan dalam laporan keuangan melalui Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) termasuk kebijakan

IPTR menjadi wadah bagi pelajar Aceh di Kota Medan ketika Konflik DI/TII tahun 1953 pimpinan Daud Beureueh, IPTR membantu pemuda dan pelajar Aceh yang mengalami kesulitan biaya

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan adanya sisa makanan biasa pada pasien rawat inap di kelas III RSUD Pirngadi Medan.. Penelitian ini