• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Target

Dalam dokumen KEMENTERIAN KESEHATAN RI (Halaman 22-38)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja

1. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Target

AKUNTABILITAS KINERJA

A. Capaian Kinerja

1. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Target Tahun 2020. a. Perbandingan Realisasi Perjanjian Kinerja dengan Target Tahun

2020.

Realisasi kinerja RSAB Harapan Kita tahun 2020 sesuai dengan perjanjian kinerja RSAB Harapan Kita tahun 2020 seperti pada tabel berikut ini:

TABEL 3.1

CAPAIAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2020

No. Sasaran Kegiatan Tahun 2020Target Realisasi Tahun 2020 Tingkat Capaian

(1) (2) (4) (5) (6)

A Learning & Growth

1. Terpenuhinya SDM yang kompeten 1.

Persentase karyawan yang memiliki kompetensi sesuai jabatan

90% 82% 90%

2. Terpenuhinya SIMRS yang terintegrasi 2. Level IT terintegrasi

SIMRS terintegrasi supra sistem

100% 100%

3. Terpenuhinya SPA berteknologi sesuai

best practice 3.

Tingkat kehandalan sarana

prasarana (OEE) 80% 100% 125%

B

Tersedianya layanan subspesialistik kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

5. Peningkatan cakupan deteksi kelainan prenatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital

10% 0% 0%

6. Angka keberhasilan kehamilan 30% 22% 75%

7. Peningkatan jumlah siklus bayi tabung yang ditangani

10 siklus 8 siklus 80%

8. Kemampuan menangani BBLSR <1500 gr

≥80% 85% 106%

9. Peningkatan penegakkan diagnostik melalui bronkoskopi pada kasus anak

10% 61% 610%

10. Angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik pada anak

100% 98.5% 98.5%

1.17 1.06

Indikator Kinerja

(3)

4. Terwujudnya budaya kerja berorientasi pada pelayanan pelanggan

4. Indeks Budaya Entropi <10%

6. Tercapainya pertumbuhan penelitian yang implementatif untuk inovasi pelayanan kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

11. Pertumbuhan penelitian yang dipublikasikan

1.10 Internal Bussiness Process

AKUNTABILITAS KINERJA

No. Sasaran Kegiatan Target Tahun 2020 Tahun 2020Realisasi CapaianTingkat

(1) (2) (4) (5) (6)

B

13. Pertumbuhan jumlah program studi yang diselenggarakan di RSAB Harapan Kita

14 program studi 14 program studi

100%

14. Persentase Dokter Pendidik Klinis yang mendapat TOT

100% 94% 94%

16. Pertumbuhan jumlah binaan layanan primer dan sekunder

1 unit 1 unit 100% 9. Terwujudnya tata kelola klinis sesuai

best practice

17. Kepatuhan terhadap clinical

pathway

100% 70.6% 70.6%

C

20. Kecepatan Respon terhadap Komplain (KRK)

100% 100% 100%

21. Kepuasan Peserta Didik 88% 94% 107% D

13. Terwujudnya efisiensi dan efektivitas biaya

23. Rasio pendapatan BLU terhadap biaya operasional (POBO)

74% 84.97% 114.82%

Internal Bussiness Process

Indikator Kinerja (3)

0.31 0.28 7. Terselenggaranya pendidikan dalam

bidang kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

12. Pertumbuhan Peserta Didik Pendidikan Kedokteran

1.10

8. Terbinanya jejaring sistem rujukan primer dan sekunder kesehatan perempuan, perinatal, dan anak

15. Pertumbuhan jumlah jejaring dalam negeri

1 dokumen

82.13 82.13 2 dokumen 200%

10. Terwujudnya tata kelola manajemen sesuai Good Governance

18. Pembangunan WBK WBBM Mempertahankan WBK

Stakeholders

11. Terwujudnya kepuasan pemangku kepentingan internal dan eksternal

19. Kepuasan pelanggan 80%

12. Terwujudnya peningkatan pengelolaan keuangan rumah sakit

22. Tingkat pertumbuhan pendapatan 10% -7.81% -7.81%

Financial

AKUNTABILITAS KINERJA

Indikator Kinerja Utama (IKU)/ Key Performance Indicators (KPI) RSAB Harapan Kita tahun 2020 terdiri dari 23 IKU dengan capaian yaitu sebanyak 11 indikator (48%) telah mencapai target kinerja ≥100%, 6 indikator (26%) mencapai 80-99%, dan 6 indikator (26%) masih di bawah 80%.

Indikator yang belum mencapai target yang diharapkan adalah sebagai berikut:

1) Persentase karyawan yang memiliki kompetensi sesuai jabatan Capaian indikator ini sebesar 82% dari target 90%, sehingga tingkat capaian menjadi 92%.

Kompetensi pegawai dinilai berdasarkan tingkat pendidikan dan jumlah pelatihan yang harus dipenuhi sesuai tuntutan tugas dan fungsi jabatan. Angka capaian target tahun ini hampir sama dengan capaian tahun 2019, sehubungan dengan penerapan kebijakan PSBB, yang membatasi tatap muka, sehingga banyak rencana pelatihan yang sudah dijadwalkan batal diselenggarakan.

Meskipun demikian, program peningkatan pendidikan yang dilakukan secara mandiri oleh pegawai dengan latar belakang pendidikan dasar sudah terealisasi sekitar 70%. Keberhasilan ini berkontribusi pada program rekrutmen dan mutasi internal, dimana beberapa jabatan kosong yang memerlukan pendidikan D3 dapat dipenuhi secara internal oleh pegawai tersebut.

2) Indeks budaya entropi dengan capaian 29% dari target <10%, sehingga tingkat capaian menjadi 34%.

Survey indeks budaya pada tahun 2020 belum dapat dilakukan namun data capaian tersebut diasumsikan dari hasil survey kepuasan pegawai.

AKUNTABILITAS KINERJA

Berdasarkan hasil survey kepuasan kepegawaian tahun 2020 adalah sebesar 71%. Unsur yang dinilai sebagai kepuasan adalah pengembangan, karir, kebijakan, komitmen, kompensasi, relasi, sarana dan supervisi.

Kontribusi terendah terhadap kepuasan adalah kebijakan dan kompensasi yaitu sebesar 51% sedangkan penyumbang tertinggi adalah relasi dan supervisi, sebesar 83%. Hasil survey ini dapat diasumsikan bahwa relasi (kerjasama) sebagaimana survey budaya tahun 2019 adalah nilai yang terus dipertahankan dan sudah diterapkan. Sedangkan nilai cepat, akurat, nyaman/aman, transparan dan integritas belum dapat dinilai secara detail, namun bisa diambil benang merah terhadap survey kepuasan pelanggan terhadap kecepatan dan komitmen pelayanan RSAB Harapan Kita. Hasil yang belum mencapai standar memberikan informasi belum dilaksanakannya nilai-nilai organisasi secara keseluruhan dan kondisi sebaliknya bila hasilnya melebihi standar.

3) Peningkatan cakupan deteksi kelainan prenatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital dengan capaian 0% dari target 10%, sehingga tingkat capaian menjadi 0%.

Cakupan deteksi kelainan perinatal pada kehamilan berisiko kelainan kongenital tidak tercapai karena tahun 2020 jumlah yang dikultur berkurang dibandingkan dengan tahun 2019. Hal ini akibat kurangnya jumlah kunjungan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Laboratorium genetika tidak menerima sampel pada beberapa kurun waktu akibat Pandemi Covid-19.

AKUNTABILITAS KINERJA

4) Angka keberhasilan kehamilan dengan capaian 22% dari target 30%, sehingga tingkat capaian menjadi 75%.

Capaian angka keberhasilan kehamilan pada tahun 2020 hanya mencapai 22%, karena dari 58 ibu yang dilakukan Embrio Transfer (ET), hanya 13 ibu yang berhasil hamil. Hal ini disebabkan karena dampak Pandemi Covid-19 di RSAB Harapan Kita terjadi mulai bulan Maret 2020, sehingga pada triwulan II jumlah ibu yang dilakukan ET hanya 3 dan tidak ada yang berhasil hamil. Selain itu target tidak tercapai karena sebagian besar pasien berusia di atas 40 tahun dengan indikasi male factor dan riwayat endometriosis.

Uraian Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nov Des

OPU 11 9 12 0 1 2 7 3 6 3 7 5

ET 10 8 11 0 1 2 6 3 5 2 6 4

Hamil 2 1 2 0 0 0 2 2 1 0 1 2

5) Peningkatan jumlah siklus bayi tabung dengan capaian 8 siklus dari target 10 siklus, sehingga tingkat capaian menjadi 80%

Capaian 80% siklus bayi tabung ini seiring dengan menurunnya jumlah pasien yang berkunjung di Klinik Teknologi Reproduksi Berbantu, tidak mencapai target di tahun 2020 akibat adanya pandemi Covid-19.

6) Angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik pada anak dengan capaian 98,5% dari target 100%, sehingga tingkat capaian menjadi 98,5%

Capaian angka keberhasilan tindakan endoskopi terapeutik tidak mencapai target. Hal ini dikarenakan terdapat kasus penyulit.

7) Pertumbuhan peserta didik pendidikan kedokteran dengan capaian 0,31 dari target 1,1, sehingga tingkat capaian menjadi 28%

AKUNTABILITAS KINERJA

sehingga kegiatan pendidikan dan PKL di RSAB ditunda serta belum optimalnya pengiriman jumlah peserta didik dari FKUI ke RSAB HK.

8) Persentase dokter pendidik klinis yang mendapat TOT/Clinical Teacher dengan capaian 94% dari target 100%, sehingga tingkat capaian menjadi 94%

Persentase dokter yang mendapat pelatihan Clinical Teacher masih belum tercapai dikarenakan masih terdapat 1 dari 22 Dokdiknis yang belum mengikuti pelatihan Clinical Teacher. Di masa pandemi Covid 19 belum diselenggarakan lagi pelatihan Clinical Teacher.

9) Kepatuhan terhadap clinical pathway dengan capaian 70,6% dari target 100%, sehingga tingkat capaian menjadi 70,6%

Berdasarkan data laporan Clinical Pathway Semester I dan Semester II, maka didapatkan analisa sebagai berikut:

a. Secara garis besar kepatuhan clinical pathway sudah mengalami peningkatan, hal ini ditandai dengan prosentase dari masing-masing kasus yang mulai meningkat ≥ 70%. Meskipun ada beberapa kasus masih dibawah 70%.

b. Untuk jumlah kasus clinical pathway diare dan hiperbilirubine fisiologis di SM I dan SM II prosentasenya masih dibawah 50%, hal ini dikarenakan kasus yang ada tidak sesuai inklusi.

10) Pembangunan WBK WBBM dengan capaian 82,13 dari target mempertahankan WBK, sehingga tingkat capaian menjadi 82,13. Hal ini karena belum adanya konsistensi dalam menjalankan kegiatan, monitoring dan evaluasi, serta tindak lanjut hasil monev.

11) Kepuasan pelanggan dengan capaian 75,65% dari target 80%, sehingga tingkat capaian menjadi 95% .

AKUNTABILITAS KINERJA

Sesuai Standar Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), dari sembilan unsur pelayanan, Sebagian besar sudah mencapai Baik (B). Namun pada ketiga unsur pelayanan yaitu persyaratan pelayanan, prosedur pelayanan dan waktu pelayanan masih menunjukan hasil kurang baik dengan mutu pelayanan berada pada tingkat “C”.

12) Tingkat pertumbuhan pendapatan dengan capaian -7.81% dari target 10%, sehingga tingkat capaian menjadi -7,81%.

Pertumbuhan penadapatan PNBP rumah sakit sd TW IV 2019 dibandingkan TW IV 2020 masing-masing Rp. 288.710.404.908 menjadi Rp. 266.155.507.890 mengalami penurunan sebesar Rp. 22.554.897.018 dengan realisasi -7,81%. Pendapatan hingga TW IV 2020 rumah sakit mengalami penurunan jumlah pasien karena pandemi Covid-19.

b. Perbandingan Realisasi Kinerja Pelayanan Tahun 2020 dengan Target Kinerja Pelayanan Tahun 2020

Hasil kinerja yang merupakan pencapaian target kegiatan pelayanan dan yang dilaksanakan dengan suatu pengukuran pencapaian kinerja adalah sebagai berikut:

AKUNTABILITAS KINERJA

1) Pencapaian Kinerja Pelayanan Berdasarkan Pembiayaan Tahun 2020.

TABEL 3.2

CAPAIAN KINERJA PELAYANAN MENURUT JENIS PEMBIAYAAN PENJAMIN

TAHUN 2020 TERHADAP TARGET 2020 PROPORSI BPJS NON BPJS RAWAT JALAN & IGD

Pengunjung Total 140,186 93,810 67% BPJS 45,241 35,141 78% 37% Non BPJS 94,945 58,669 62% 63% RAWAT INAP Hari Perawatan Total 65,618 50,257 77% BPJS 40,293 34,929 87% 70% Non BPJS 25,325 15,328 61% 30% PELAYANAN TARGET 2020 CAPAIAN TAHUN 2020 CAPAIAN % CAPAIAN

Berdasarkan data diatas capaian kinerja pelayanan rawat jalan tahun 2020 sebesar 93.810 pengunjung atau sebesar 67% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 140.186 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat jalan BPJS 37% dan Non BPJS 63%. Pencapaian kinerja pelayanan rawat inap tahun 2020 sebesar 50.257 hari perawatan atau sebesar 77% dari target yang telah ditetapkan yaitu sebesar 65.618 untuk tahun 2020. Proporsi pasien rawat inap BPJS 70% dan Non BPJS 30%.

Capaian ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pandemi Covid-19 dimana RSAB Harapan Kita mulai merawat pasien Covid-19 sejak tanggal 21 Maret 2020. Sejak itu mulai dilakukan pembatasan dalam pelayanan di rawat jalan khususnya poliklinik dengan mulai memberlakukan telekonsultasi untuk beberapa poliklinik tertentu. Poliklinik yang bersifat elektif (seperti poliklinik bedah dan gigi) juga dilakukan pembatasan di saat

AKUNTABILITAS KINERJA

lonjakan kasus Covid-19 di Jakarta meningkat. Dengan pembatasan ini mempengaruhi jumlah pengunjung pada layanan poliklinik yang selanjutnya berdampak pada penurunan jumlah pasien yang dirawat. Walaupun pada bulan Juni pembatasan ini mulai dilonggarkan dan terlihat adanya peningkatan layanan namun tidak cukup signifikan meningkatkan volume layanan secara keseluruhan. Dari tabel capaian tersebut dapat dilihat bahwa jumlah pengunjung rawat jalan non BPJS masih tetap lebih tinggi dari pasien BPJS seperti tahun sebelumnya. Selain itu, beberapa jumlah tenaga kesehatan mengalami isolasi mandiri karena tertular penyakit Covid-19 sehingga hal itu juga menyebabkan pelayanan poliklinik menjadi buka-tutup. Peningkatan jumlah kasus pandemi Covid-19 di Indonesia (terutama Jakarta) yang makin terus meningkat hingga penghujung Desember tahun 2020, sehingga program Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di masyarakat terus diperpanjang juga memberikan dampak tersendiri dalam menurunnya kunjungan rawat jalan.

2) Kinerja Pelayanan Rawat Jalan

TABEL 3.3

KINERJA PELAYANAN RAWAT JALAN TAHUN 2020 BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA PELAYANAN RAWAT JALAN

Pengunjung (Pendaftaran) Pengunjung 140,186 35,141 58,669 93,810 67%

- Rawat Jalan Anak Pengunjung 37,406 21,109 6,545 27,654 74% - Rawat Jalan Obsgin Pengunjung 6,186 1,700 2,206 3,906 63% - Rawat Jalan Spesialis Lain Pengunjung 13,859 3,596 6,162 9,758 70% - Rawat Jalan Gigi dan Mulut Pengunjung 7,793 966 2,821 3,787 49% - Rawat Jalan Bedah Pengunjung 9,552 3,867 2,137 6,004 63% - Instalasi Eksekutif Edelweis Pengunjung 43,601 - 28,624 28,624 66% - Instalasi Gawat Darurat Pengunjung 21,789 3,903 10,174 14,077 65%

REALISASI TAHUN 2020

URAIAN SATUAN TARGET

AKUNTABILITAS KINERJA

Pengunjung rawat jalan pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.186 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 93.810 pengunjung. Dengan capaian kinerja sebesar 67% dengan rincian sebagai berikut:

a) Pengunjung rawat jalan anak pada tahun 2020 direncanakan sebesar 37.406 pengunjung, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 27.654 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 74%.

b) Pengunjung rawat jalan obgin pada tahun 2020 direncanakan sebesar 6.186 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 3.906 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 63%. c) Pengunjung rawat jalan spesialis lain pada tahun 2020

direncanakan sebesar 13.859 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 9.758 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 70%.

d) Pengunjung rawat jalan gigi dan mulut pada tahun 2020, terealisasi sebesar 7.793 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 3.787 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 49%. e) Pengunjung rawat jalan bedah pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 9.552 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 6.004 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 63%. f) Pengunjung rawat jalan eksekutif edelweis pada tahun 2020

direncanakan sebesar 43.601 pengunjung, pada tahun 2020 terealisasi sebesar 28.624 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 66%.

g) Pengunjung gawat darurat pada tahun 2020 direncanakan sebesar 21.789 pengunjung, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 14.077 pengunjung dengan capaian kinerja sebesar 65%.

AKUNTABILITAS KINERJA

Untuk kemajuan pelayanan rawat jalan saat pandemi Covid-19 perlu dilakukan upaya yaitu :

a) Peningkatan layanan di Instalasi Pelayanan di bawah Seksi Rawat Jalan, dibuat sistem pelayanan sesuai kaidah pencegahan penularan penyakit sehingga terwujud layanan kesehatan Safe

Hospital

b) Percepatan perencanaan dan program yang menunjang branding

Safe Hospital antara lain :

 Optimalisasi pendaftaran online, pengaturan kedatangan pasien, pengaturan jadwal, dan konsultasi online untuk mengurangi penumpukan pasien di poliklinik.

 Pemeriksaan skrining pasien pra tindakan dan persiapan APD yang sesuai untuk tindakan yang akan dilakukan.

 Pemisahan pelayanan infeksi dan non infeksi terutama di IGD dan poliklinik.

 Memperhatikan penempatan pelayanan untuk kondisi yang sehat seperti Poliklinik Terpadu Anak Sehat (POTAS) dan ibu yang kontrol kehamilan.

 Memastikan protokol kesehatan bisa dijalankan oleh semua petugas dan pasien/keluarga.

AKUNTABILITAS KINERJA

3) Kinerja Pelayanan Rawat Inap

TABEL 3.4

KINERJA PELAYANAN RAWAT INAP TAHUN 2020

BPJS NON BPJS

II PELAYANAN RAWAT INAP

Hari Perawatan (Akomodasi) Hari Perawatan 65,618 34,929 15,328 50,257 77%

a. Rawat Inap Level I (Instalasi Rawat Inap & IPTPR)

Hari Perawatan 45,630 21,410 11,596 33,006 72% b. Rawat Inap Level II Hari Perawatan 9,941 6,841 2,139 8,980 90% c. Rawat Inap Level III Hari Perawatan 8,377 6,507 933 7,440 89% d. VK (Kamar Bersalin) Level I Hari Perawatan 1,670 171 660 831 50%

TINGKAT CAPAIAN KINERJA

NO URAIAN SATUAN TARGET

RKT 2020

REALISASI TAHUN 2020 TH 2020

Akomodasi Rawat Inap pada tahun 2020 direncanakan sebesar 65.618 hari perawatan, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 50.257 hari perawatan, dengan capaian sebesar 77%, dengan rincian sebagai berikut:

a) Akomodasi rawat inap level I pada tahun 2020 direncanakan sebesar 45.630 hari perawatan, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 33.006 hari perawatan dengan capaian sebesar 72%. b) Akomodasi rawat inap level II pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 9.941 hari perawatan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 8.980 hari perawatan dengan capaian sebesar 90%. c) Akomodasi rawat inap level III pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 8.377 hari perawatan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 7.440 hari perawatan dengan capaian sebesar 89%. d) Akomodasi kamar bersalin level I pada tahun 2020 direncanakan

sebesar 1.670 hari perawatan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 831 hari perawatan dengan capaian sebesar 50%.

AKUNTABILITAS KINERJA

Untuk peningkatan pelayanan rawat inap saat pandemi Covid-19 dilakukan upaya yaitu:

a) Membuat sistem pelayanan optimal dengan membuat kebijakan sesuai dengan kaidah pencegahan penularan penyakit sehingga terwujud layanan kesehatan Safe Hospital. misalnya : penapisan pasien masuk, meniadakan jam kunjungan, penggunaan APD yang sesuai zonasi untuk seluruh tenaga kesehatan dan seluruh profesional pemberi asuhan dan seluruh pegawai yang bekerja di RSAB Harapan Kita.

b) Menetapkan protokol kesehatan kepada seluruh pengunjung dan pegawai di lingkungan RSAB Harapan Kita.

c) Melakukan upaya tindakan penapisan ketat yang diperlukan pada setiap layanan kesehatan yang diberikan sesuai Pedoman dan SPO yang berlaku sehingga pasien mendapatkan layanan yang optimal.

d) Melakukan upaya tindakan penapisan berkala terhadap tenaga kesehatan sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 di RSAB Harapan Kita.

4) Kinerja Pelayanan Penunjang Medik TABEL 3.5

KINERJA PELAYANAN PENUNJANG MEDIK TAHUN 2020

BPJS NON

BPJS

III PENUNJANG MEDIK

a. Layanan Laboratorium Paket Pemeriksaan 191,486 100,809 74,126 174,935 91%

b. Layanan Radiologi Pemeriksaan 11,792 6,156 4,233 10,389 88%

c. Layanan Farmasi Item R/ 761,873 471,450 243,983 715,433 94%

TINGKAT CAPAIAN KINERJA

NO URAIAN SATUAN TARGET

RKT 2020

AKUNTABILITAS KINERJA

Tingkat capaian pelayanan penunjang dengan uraian sebagai berikut: a) Layanan Laboratorium pada tahun 2020 direncanakan sebesar 191.486 paket pemeriksaan, dan tahun 2020 terealisasi sebesar 174.935 paket pemeriksaan, dengan capaian kinerja sebesar 91%. Belum tercapainya kinerja Laboratorium tahun 2020 dikarenakan dengan adanya pandemi Covid-19 ini menurunkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap sehingga berdampak pada menurunnya pemeriksaan laboratorium. Untuk mengurangi penurunan jumlah pemeriksaan laboratorium ini, Instalasi Laboratorium melakukan pengembangan pelayanan pemeriksaan terkait Covid-19 (antibodi, antigen dan PCR) melalui layanan layanan Swab Thru .

b) Layanan Radiologi pada tahun 2020 direncanakan sebesar 11.792 pemeriksaan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 10.389 pemeriksaan, dengan capaian kinerja sebesar 88%. Belum tercapainya kinerja pelayanan Radiologi tahun 2020 dikarenakan dengan adanya pandemi Covid-19 ini menurunkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap sehingga berdampak pada menurunnya pemeriksaan radiologi. Namun khusus untuk pemeriksaan foto thorax mengalami peningkatan karena merupakan salah satu pemeriksaan penunjang untuk pasien yang dicurigai Covid-19.

c) Layanan Farmasi pada tahun 2020 direncanakan sebesar 761.873 item R/, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 715.433 item R/, dengan capaian kinerja sebesar 94%. Capaian kinerja layanan Farmasi seiring dengan capaian kinerja penunjang lainnya yaitu Laboratorium dan Radiologi. Peningkatan jumlah resep terjadi pada item peresepan suplemen untuk menjaga stamina agar tidak terpapar Covid-19. Menghadapi pandemik Covid-19 dilakukan inovasi oleh Instalasi Farmasi dengan pemisahan pelayanan resep

AKUNTABILITAS KINERJA

pasien BPJS dan pasien eksekutif yang dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sehingga tidak membeli obat keluar. Selain itu dilakukan pula optimalisasi penggunaan mesin robotic dan mesin robotic puyer untuk meningkatkan pelayanan pasien eksekutif.

5) Kinerja Tindakan Operatif/Non Operatif

TABEL 3.6

KINERJA TINDAKAN OPERATIF/NON OPERATIF TAHUN 2020 BPJS NON BPJS TINGKAT CAPAIAN KINERJA TINDAKAN OPERATIF/NON OPERATIF

a. Instalasi Bedah Sentral Tindakan 6,134 3,376 1,771 5,147 84% -15% - Tindakan OK 6,134 3,376 1,771 5,147 84% -15% b. Instalasi Gawat Darurat Tindakan 44,579 14,528 88,106 102,634 230% 152%

- Konsultasi 16,881 3,104 79,006 82,110 486% 427% - Tindakan 22,926 8,403 7,444 15,847 69% -17% - Pemanfaatan fasilitas 4,772 3,021 1,656 4,677 98% 13% c. Instalasi Rawat Jalan Tindakan 349,255 32,313 52,309 84,622 24% -33%

- Konsultasi 237,965 23,050 22,064 45,114 19% -56%

- Tindakan 111,290 9,263 30,245 39,508 36% 4%

d. Instalasi Peristi Tindakan 140,057 113,637 31,654 145,291 104% -16%

- Visite 21,633 16,329 6,007 22,336 103% 13%

- Konsultasi 2,273 1,277 413 1,690 74% -61% - Tindakan 74,439 63,183 18,128 81,311 109% -15% - Pemakaian alat 41,712 32,848 7,106 39,954 96% -25% e. Instalasi Rawat Inap Tindakan 140,094 83,401 28,272 111,673 80% -14%

- Visite 47,142 22,335 9,597 31,932 68% -21%

- Konsultasi 3,159 2,076 563 2,639 84% -17%

- Tindakan 71,883 45,230 15,085 60,315 84% -13%

- Penggunaan alat 17,910 13,760 3,027 16,787 94% 3% f. Instalasi ICU Tindakan 104,798 51,091 6,650 57,741 55% -31%

- Visite 4,871 3,852 517 4,369 90% -12% - Konsultasi 1,689 956 130 1,086 64% -29% - Tindakan Perawatan 98,238 46,283 6,003 52,286 53% -36% - Tindakan Diagnostik - - - -- -20% g. Instalasi Rehabilitasi Medik Tindakan 33,314 7,549 6,099 13,648 41% -56%

- Registrasi Pengunjung 2,036 4,543 3,436 7,979 392% -60% % REALISASI TAHUN 2020 URAIAN SATUAN TARGET RKT TH. 2020

AKUNTABILITAS KINERJA

Tingkat capaian tindakan operatif/non operatif dengan uraian sebagai berikut:

a) Tindakan operatif Instalasi Bedah Sentral pada tahun 2020 direncanakan sebesar 6.134 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 5.147 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 84%.

b) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Gawat Darurat pada tahun 2020 direncanakan sebesar 44.579 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 102.634 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 230%.

c) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Rawat Jalan pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 349.255 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 84.622 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 24%.

d) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Peristi pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.057 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 145.291 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 104%.

e) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Rawat Inap pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 140.094 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 111.673 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 80%.

f) Tindakan operatif/non operatif Instalasi ICU pada pada tahun 2020 direncanakan sebesar 104.798 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 57.741 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 55%.

g) Tindakan operatif/non operatif Instalasi Rehabilitasi Medik pada tahun 2020 direncanakan sebesar 33.314 tindakan, dan pada tahun 2020 terealisasi sebesar 13.648 tindakan, dengan capaian kinerja sebesar 41%.

AKUNTABILITAS KINERJA

2. Perbandingan Capaian Kinerja Tahun 2020 dengan Capaian Kinerja

Dalam dokumen KEMENTERIAN KESEHATAN RI (Halaman 22-38)