BAB II TINJAUAN PUSTAKA
E. Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio merupakan analisis yang mengukur bagaimana kinerja suatu perusahaan berdasarkan data yang tertulis pada laporan keuangan yang terdapat di dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas. Adapun Rasio keuangan adalah kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka yang lainnya.
Sehingga analisis rasio keuangan pada perusahaan bukan hanya ditujukan kepada pihak manajemen, namun juga investor. Bagi mereka, analisis rasio keuangan menjadi bahan penilaian seberapa sehat perusahaan tersebut pantas mendapatkan suntikkan investasi. Hasil analisis laporan keuangan juga akan memberikan informasi tentang kelemahan dan kekuatan yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan mengetahui kelemahan ini, maka manajemen akan dapat memperbaiki atau menutupi kelemahan tersebut.kemudian kekuatan yang dimiliki perusahaan harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Kekuatan yang dimiliki dapat dijadikan modal selanjutnya kedepan. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan perusahaan maka akan menggambarkan bagaimana kinerja manajemen selama ini.
1. Jenis-Jenis Rasio Keuangan Yaitu : a. Rasio likuiditas
Rasio likuiditas adalah rasio yang menggambarkan kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek. Artinya apabila perusahaan ditagih maka akan mampu untuk membayar utang tersebut terutama utang yang sudah jatuh tempo (Kasmir,2010:110). Perusahaan
14
yang mempunyai cukup kemampuan untuk membayar hutang jangka pendek disebut perusahaan yang likuid sedang bila tidak disebut ilikuid.
Macam-macam Rasio likuiditas : 1) Current Ratio (rasio lancar)
Current Ratio (Rasio lancar) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.
(Kasmir,2010:111). Rasio ini membandingkan aktiva lancar dengan hutang lancar. Current Ratio memberikan informasi tentang kemampuan aktiva lancar untuk menutup hutang lancar. Aktiva lancar meliputi kas, piutang dagang, efek, persediaan, dan aktiva lainnya. Sedangkan hutang lancar meliputi hutang dagang, hutang wesel, hutang bank, hutang gaji, dan hutang lainnya yang segera harus dibayar.
Rumus current ratio adalah:
Apabila semakin besar perbandingan antara aktiva lacar dengan hutang lancar maka semakin tinggi pula kemampuan suatu perusahaan utuk menutupi kewajiban jangka pendeknya maksudnya adalah apabila rasio lancar 100% berarti aktiva lancar dapat menutupi semua hutang lancar.
Rasio ini dapat dikatakan sehat apabila rasionya berada di atas 1 atau 100%. Jadi jumlah aktiva lancar harus jauh di atas jumlah hutang lancar.
2) Quick ratio (rasio cepat)
Quick ratio (Rasio cepat) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar (utang jangka pendek) dengan aktiva lancar tanpa
15
memperhitungkan nilai sediaan (inventory). Artinya nilai sediaan diabaikan dengan cara dikurangi dari nilai total aktiva lancar. Hal ini dilakukan karena sediaan diangap memerlukan waktu relatif lebih lama untuk diuangkan apablia perusahaan membutuhkan dana cepat untuk membayar kewajiban dibandingkan dengan aktiva lancarnya (Kasmir,2010:111)
Rumus Quick ratio adalah:
Jka terdapat perbedaan antara quick ratio dengan current ratio dimana current ratio meningkat sedangkan quick ratio menurun berarti terjadi investasi besar terhadap persediaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan suatu aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar rasio ini maka semakin baik. Angka rasio ini tidak harus mencapai 100% jika mendekati 100% juga dapat dikatakan sehat.
3) Cash Ratio (rasio kas)
Cash ratio (Rasio Kas) adalah alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. Ketersediaan uang kas dapat ditunjukkan dari tersedianya dana kas atau yang setara dengan kas seperti rekening giro atau tabungan yang ada di bank. Dapat dikatakan bahwa rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan membayar utang-utang jagka pendek (Kasmir,2010:111).
16
Rumus Cash Ratio adalah:
Rasio ini dapat menunjukkan porsi jumlah kas + setara kas dibanding dengan total aktiva lancar. Maka semakin besar rasionya semakin baik.
Sama seperti Quick Ratio, tidak harus mencapai 100%.
b. Rasio Solvabilitas
Rasio sovabilitas adalah rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya berapa besar beban utang yang ditanggung perusahaan dibanding dengan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi) (Kasmir,2010:112).
Macam-macam rasio solvabilitas : 1) Debt to Assets Ratio (DAR)
DAR adalah rasio utang yang digunakan untuk mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva (Kasmir, 2010:112)
Rasio ini menunjukkan sejauh mana hutang dapat ditutupi oleh aktiva.
Semakin kecil rasionya semakin aman (solvable). Porsi hutang terhadap aktiva harus lebih kecil.
17
2) Debt to Equity Ratio (DER)
DER adalah rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Untuk mencari rasio ini dengan cara membandingkan antara seluruh utang termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas (Kasmir,2010:112).
c. Rasio profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi (Kasmir,2010:115) yakni:
Macam-macam rasio Profitabilitas : 1) Profit Margin
Rasio ini merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan. Untuk mengukur rasio ini adalah dengan cara membandingkan antara laba bersih setelah pajak dengan penjualan bersih (Kasmir,2010:115).
Rumus profit margin :
Rasio ini menunjukkan seberapa besar persentase antara pendapatan bersih yang diperoleh dari penjualan. Semakin besar rasionya maka semakin baik, karena dianggap kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba cukup tinggi.
18
2) Gross Profit Margin
Gross Profit Margin adalah perbandingan antara laba kotor yang diperoleh perusahaan dengan penjualan yang dicapai pada periode yang sama. Rasio gross priofit margin mencerminkan atau menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai setiap rupiah penjualannya. Maka semakin besar rasionya berarti semakin baik kondisi keuangan suatu perusahaan.
Rumus gross profit margin :
Rasio ini menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba yang akan menutupi biaya-biaya tetap atau biaya operasi lainnya. Dengan pengetahuan atas rasio ini dapat mengontrol pengeluaran untuk biaya tetap atau biaya operasi sehingga perusahaan dapat menikmati laba. Semakin besar rasionya semakin baik.
3) Return On Assets (ROA)
Return On Assets merupakan rasio yang menunjukkan seberapa efisien manajemen perusahaan dalam menggunakan aset untuk menghasilkan pendapatan
Rumus return on Assets:
Semakin tinggi presentase yang dihasilkan dari perhitungan ROA artinya kian efisien pula penggunaan aset dari perusahaan yang bersangkutan
19
4) Return On Equity (ROE)
Return On Equity adalah rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Makin tinggi rasio ini, makin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan makin kuat, demikian pula sebaliknya (Kasmir,2010:115). Rasio ini dihitung dengan rumus:
2. Manfaat Analisis Rasio Keuangan
a. Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai alat menilai kinerja dan prestasi perusahaan
b. Analisis rasio keuangan sangat bermanfaat bagi pihak manejemen sebagai rujukan untuk membuat perencanaan
c. Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai alat ukur mengevaluasi kondisi suatu perusahaan dari perspektif keuangan
d. Analisis rasio keuangan juga bermanfaat bagi para kreditor dapat digunakan untuk memperkirakan potensi risiko yang akan dihadapi atau dikaitkan dengan adanya jaminan kelangsungan pembayaran bunga dan pengembalian pokok pinjaman
e. Analisis rasio keuangan dapat dijadikan sebagai penilaian bagi pihak stakeholder organisasi