BAB III METODE PENELITIAN
J. Pengujian Hipotesis
1. Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi sederhana mempelajari apakah antara dua variabel terdapat pengaruh atau tidak.Pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana karena hanya terdapat satu variabel independen yaitu tata ruang kantor dan variabel dependen yaitu kinerja guru. Adapun rumus regresi linear sederhana sebagai berikut:
Y’ = a + bX Keterangan :
Y’ : Variabel dependen ( nilai yang diprediksikan) X : Variabel independen
a : Konstanta (nilai Y’ apabila X = 0)
b : Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan) 2. Uji Parsial (Uji-T)
Uji-T bertujuan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara individu berpengaruh terhadap variabel terikat.Untuk menunjukkan apakah masing-masing variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat, maka perumusan hipotesisnya yaitu :
a. Dengan membandingkan nilai Thitung dengan Ttabel 1) Apabila Thitung < Ttabel, maka H0 diterima 2) Apabila Thitung > Ttabel, maka H0 ditolak b. Dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi
1) Apabila Sig. > (0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak 2) Apabila Sig. < (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima 3. Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) adalah kuadrat dari korelasi persamaan regresi. Nilai koefsiensi determinasi anatar 0 dan 1. Nilai yang mendekati 1(satu) berarti variabel independen memberikan pengaruh yang cukup besar kepada variabel dependen. Sedangkan nilai yang mendekati 0 (nol) berarti variabel independen tidak memberikan pengaruh yang cukup besar kepada variabel dependen.
54
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMP Pembangunan Jaya Bintaro 1. Sejarah Singkat
Yayasan Pendidikan Jaya adalah salah satu unit usaha non profit dari PT. Pembangunan Jaya Group. Yayasan Pendidikan Jaya mempunyai 4 unit Sekolah Pembangunan Jaya yang berkesinambungan mulai TK, SD, SMP dan SMA dengan motto “ Melahirkan generasi yang gemar belajar, kreatif, mandiri dan berbudi pekerti luhur “.
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka disetiap unit Sekolah Pembangunan Jaya selalu ada benang merah kesinambungan yang tidak terputus yang menjadi ciri khas Sekolah Pembangunan Jaya, hal yang dimaksud adalah science workshop, program kemandirian, pendidikan Budi Pekerti dan kegiatan yang memotivasi kreativitas siswa.
SMP Pembangunan Jaya berdiri 1994 terletak di komplek Perumahan Bintaro Jaya sektor 3. Didukung oleh 30 guru yang berpengalaman dengan ijazah min. strata 1 (S1). Untuk memberi perhatian secara penuh kepada seluruh peserta didik maksimal 1 kelas 30 siswa dengan 4 kelas paralel di setiap level.
2. Visi dan Misi a. Visi
" Menjadi Sekolah Nasional Berstandar Internasional terbaik yang aktif mewujudkan insan Indonesia yang Gemar Belajar, Kreatif, Mandiri dan Berbudi Pekerti Luhur ".
b. Misi
1) Menghasilkan Siswa yang berprestasi tinggi dan mampu bersaing melanjutkan ke Perguruan Tinggi Terkemuka Tingkat Nasional dan Tingkat Dunia.
2) Mengintegrasikan Kurikulum, Metodologi dan program yang berkesinambungan berbasis Science, Liberal Arts, Sustainable Eco Development (Pengelolaan Lingkungan Hidup), Entrepreneurship yang menghasilkan insan yang Gemar Belajar, Kreatif, Mandiri dan Berbudi Pekerti Luhur.
3) Menumbuhkan budaya Akademik dan budaya Organisasi yang akan menjadi landasan kehidupan civitas akademik dan membentuk kepribadian selanjutnya.
4) Menjadi Kebanggaan Group Pembangunan Jaya sebagai Sekolah Umum yang menghargai perbedaan / Multikultural, Toleran dan Bermartabat.
3. Tujuan SMP Pembangunan Jaya Bintaro
SMP Pembangunan Jaya Bintaro mempunyai tujuan yaitu menjadi lembaga pendidikan yang mengupayakan pencapaian kualitas sumber daya manusia yang unggul dalam melalui pendidikan, pelatihan dan pengkajian keunggulan dalam bidang IPTEK.
4. Data Tenaga Pendidik SMP Pembangunan Jaya Bintaro Tabel 4.1
Data Tenaga Pendidik SMP Pembangunan Jaya Bintaro
No Guru Mata Pelajaran Jumlah
10 TIK/Keterampilan 1
11 BK 1
Tenaga pendidik adalah komponen utama dalam proses pelaksanaan pendidikan di suatu lembaga pendidikan dan tenaga pendidik yang bertugas sesuai dengan kualifikasinya akan dapat membantu penyelenggaraan pendidikan di lembaga tersebut. Pada Tahun ajaran 2021/2022 SMP Pembangunan Jaya Bintaro memiliki tenaga pendidik sebanyak 28 guru. Tenaga Pendidik 71,4% lulusan Strata-1 (S1) dan 28,6% lulusan Strata-2 (S2), artinya tenaga pendidik SMP Pembangunan Jaya Bintaro memiliki kesetaraan dalam riwayat pendidikan yang akan memudahan pelaksanaan pendidikan di sekolah. Selain itu sebagian besar guru berstatus PNS dan tersertifikasi, tentu hal tersebut juga berdampak pada kompensasi yang diperoleh guru, yakni berupa tunjangan profesi, sebagai upaya mendorong peningkatan mutu pengajaran.
Pada sisi lain, mengingat jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang sangat besar dan demi keberlangsungan pembelajaran yang optimal.
Pihak sekolah harus menyediakan fasilitas yang memadai untuk menunjang segala kebutuhan tenaga pendidik, termasuk dalam fasilitas kantor. Adapun data tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebagai mana terlampir.
5. Keadaan Sarana Prasarana SMP Pembangunan Jaya Bintaro
Fasilitas yang dimiliki SMP Pembangunan jaya Bintaro sudah sangat lengkap. Kondisi ini akan sangat mendukung kelancaran dan keberhasilan suatu proses dalam ruang lingkup pendidikan. sarana prasarana yang terpenuhi sangat memudahkan keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Adapun kondisi sarana dan prasarana di SMP Pembangunan Jaya Bintaro berdasarkan luas ruang yang diperoleh guru dan murid yakni 56 m² dengan masing-masing guru dan murid memiliki luas ±2m², dan semua fasilitas sekolah dalam keadaan baik. Hal tersebut sangat membantu berjalannya proses pembelajaran dengan baik, karena guru dan siswa mendapat fasilitas yang memadai.
Adapun keadaan Sarana Prasarana SMP Pembangunan Jaya Bintaro sebagaimana terlampir.
B. Deskripsi Data Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) a. Data Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Data variabel X diperoleh dari 52 siswa yang dijadikan sebagai responden. Dari hasil tersebut, peneliti mengumpulkan dan mengelompokkan data mengenai pengaruh kemampuan guru mengelola kelas. Data dapat dilihat secara rinci pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.2 Data Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Responden Variabel X Responden Variabel X
R 1 112 R 27 122
b. Hasil Analisis Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) 1) Rentang Nilai (r)
r = Nilai Tertinggi − Nilai Terendah = 124 − 63
4) Tabel Distribusi Frekuensi Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
X
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021
Berdasarkan data distribusi di atas dapat digambarkan distribusi variabel X sebagai berikut:
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Gambar 4.1 Distribusi Frekuensi Variabel X (Kemampuan Guru
Mengelola Kelas) 5) Mean, Median dan Modus
Tabel 4.4 Mean, Median dan Modus Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Statistics X
N Valid 52
Missing 0
Mean 104,0192
Median 105,5000
Mode 92,00
Std. Deviation 14,38884
Range 61,00
Minimum 63,00
Maximum 124,00
Sum 5409,00
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata dari variabel Y adalah 104,01, nilai tengah yang didapatkan sebesar 105,50, nilai yang sering muncul 92, dan nilai standar deviasi sebesar 14,388.
Untuk mengetahui tinggi rendahnya pemberian kompensasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Perhitungan nilai rata-rata (Mi) dan standar deviasi ideal (Sdi) Nilai rata-rata ideal (Mi) = 104,01
Standar Deviasi ideal (Sdi) = 14,388 b) Batasan-batasan kategori kecenderungan
• Rendah = X < Mi – Sdi
= X < 104,01 – 14,388
= X < 89,622
• Sedang = Mi – Sdi < X < Mi + Sdi
= 104,01 – 14,388 < X < 104,01 + 14,388
= 89,622 < X < 118,398
• Tinggi = X > Mi + Sdi
= X > 104,01 + 14,388
= X > 118,398
Tabel 4.5 Kategori Tingkat Kecenderungan Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
kecenderunganX Frequency Percent
Valid Percent
Cumulati ve Percent
Valid Rendah 5 9,6 9,6 9,6
Sedang 38 73,1 73,1 82,7
Tinggi 9 17,3 17,3 100,0
Total 52 100,0 100,0
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Berdasarkan data tingkat kecenderungan data di atas dapat digambarkan sebagai berikut:
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver.25, 2021 Gambar 4.2 Tingkat Kecenderungan Variabel X
(Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Berdasarkan diagram di atas dapat diketahui bahwa perolehan skor variabel X yang termasuk ke dalam kategori rendah sebanyak 5 siswa (9,6%), kategori sedang 38 siswa (73,1%), dan kategori tinggi sebanyak 9 siswa (17,3%). Maka dapat disimpulkan bahwa variabel X berada pada kategori sedang.
2. Deskripsi Data Variabel Y (Efektivitas Belajar) a. Data Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Data variabel X diperoleh dari 52 siswa yang dijadikan sebagai responden. Dari hasil tersebut, peneliti mengumpulkan dan mengelompokkan data mengenai pengaruh kemampuan guru mengelola kelas. Data dapat dilihat secara rinci pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.6 Data Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Responden Variabel Y Responden Variabel Y
R 1 90 R 27 93
R 2 100 R 28 81
R 3 83 R 29 78
R 4 76 R 30 96
R 5 83 R 31 66
R 6 80 R 32 82
R 7 87 R 33 83
R 8 64 R 34 69
R 9 68 R 35 74
R 10 81 R 36 74
R 11 52 R 37 88
R 12 79 R 38 79
R 13 69 R 39 91
R 14 83 R 40 68
R 15 75 R 41 86
R 16 92 R 42 86
R 17 84 R 43 68
R 18 94 R 44 96
R 19 78 R 45 72
R 20 71 R 46 87
R 21 80 R 47 86
R 22 89 R 48 95
R 23 100 R 49 72
R 24 86 R 50 77
R 25 73 R 51 77
R 26 66 R 52 81
b. Hasil Analisis Variabel Y (Efektivitas Belajar) 1) Rentang Nilai (r)
r = Nilai Tertinggi − Nilai Terendah = 100 − 52
= 48
2) Jumlah Kelas (k) k = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 52 = 1 + 3,3 . 1,716 = 1 + 5,66 = 6,66 ~ 7 3) Panjang Interval (i)
i = Jumlah Rentang (r) / Jumlah Kelas (k) = 48 / 7
= 6,85 ~ 7
4) Tabel Distribusi Frekuensi Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Tabel 4.7 Distribusi Data Variabel Y (Efektivitas Belajar)
descriptiveY Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 52-58 1 1,9 1,9 1,9
59-65 1 1,9 1,9 3,8
66-72 10 19,2 19,2 23,1
73-79 11 21,2 21,2 44,2
80-86 15 28,8 28,8 73,1
87-93 8 15,4 15,4 88,5
94-100 6 11,5 11,5 100,0
Total 52 100,0 100,0
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Berdasarkan data distribusi di atas dapat digambarkan distribusi variabel Y sebagai berikut:
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Berdasarkan data tingkat kecenderungan data di atas dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 4.3 Distribusi Frekuensi Variabel Y (Efektivitas Belajar)
5) Mean, Median dan Modus
Tabel 4.8 Mean, Median dan Modus Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Statistics Y
N Valid 52
Missing 0
Mean 80,5385
Median 81,0000
Mode 83,00a
Std. Deviation 10,10040
Range 48,00
Minimum 52,00
Maximum 100,00
Sum 4188,00
a. Multiple modes exist.
The smallest value is shown
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021
Dari tabel di atas, dapat dikethui bahwa nilai rata-rata dari variabel Y adalah 80,53, nilai tengah yang didapatkan sebesar 81,00, nilai yang sering muncul 83, dan nilai standar deviasi sebesar 10,100.
Dan untuk mengetahui tinggi rendahnya pemberian kompensasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Perhitungan nilai rata-rata (Mi) dan standar deviasi ideal (Sdi)
Nilai rata-rata ideal (Mi) = 80,53 Standar Deviasi ideal (Sdi) = 10,100 b) Batasan-batasan kategori kecenderungan
• Rendah = X < Mi – Sdi
= X < 80,53 – 10,100
= X < 70,43
• Sedang = Mi – Sdi < X < Mi + Sdi
= 80,53 – 10,100 < X < 80,53 + 10,100
= 70,43 < X < 90,63
• Tinggi = X > Mi + Sdi
= X > 80,53 + 10,100
= X > 90,63
Tabel 4.9 Kategori Tingkat Kecenderungan Variabel Y (Efektivitas Belajar)
kecenderunganY Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Rendah 9 17,3 17,3 17,3
Sedang 34 65,4 65,4 82,7
Tinggi 9 17,3 17,3 100,0
Total 52 100,0 100,0
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Berdasarkan data tingkat kecenderungan data di atas dapat digambarkan sebagai berikut:
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021
Gambar 4.4 Tingkat Kecenderungan Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Berdasarkan diagram di atas dapat diketahui bahwa perolehan skor variabel Y yang termasuk ke dalam kategori rendah sebanyak 9 siswa (17,3%), kategori sedang 34 siswa (65,4), dan kategori tinggi sebanyak 9 siswa (17,3%). Maka dapat disimpulkan bahwa variabel Y berada pada kategori sedang.
C. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi yang diambil berdistribusi normal atau tidak. Suatu regresi dikatakan baik apabila berdistribusi normal. Pengujian uji normalitas menggunkan tabel Tests of Normality dengan uji Kolmogorov-smirnov dan Normal P-P P-Plot of Regression Standardized Residual SP-PSS ver. 25, yakni sebagai berikut:
Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 52
Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std.
Test Statistic ,058
Asymp. Sig. (2-tailed) ,200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver 25, 2021
Berdasarkan hasil uji normalitas di atas dapat disimpulkan, bahwa data pada variabel X dan variabel Y memiliki nilai signifikansi
kolmogorov-smirnov sebesar 0,200, karena nilai signifikansi kolmogrov-smirnov lebih besar dari 0,05 maka data berdistribusi normal.
2. Uji Linieritas
Uji linearitas digunakan menguji atau mengetahui hubungan antara variabel X dan variabel Y memiliki kecenderungan mengikuti garis lurus (linear) atau tidak. Uji linearitas dilakukan dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05. Berikut ini hasil uji linearitas menggunakan SPSS ver.
25, yaitu:
Tabel 4.11 Hasil Uji Linearitas
sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver 25, 2021
Berdasarkan hasil uji linearitas di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada Deviation from Linearity sebesar 0,121, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang linear antara variabel X (kemampuan guru mengelola kelas) dan variabel Y (Efektivitas Belajar) karena Deviation from Linearity (0,121) > taraf signifikansi (0,05).
D. Pengujian Hipotesis
1. Regresi Linier Sederhana
Berikut ini merupakan hasil uji regresi linear sederhana dengan menggunakan SPSS ver 25, yaitu:
ANOVA Table
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Y * X
Between Groups
(Combined) 4304,506 31 138,855 3,091 ,005 Linearity 2072,042 1 2072,042 46,127 ,000 Deviation
from Linearity
2232,465 30 74,415 1,657 ,121
Within Groups 898,417 20 44,921
Total 5202,923 51
Tabel 4.12 Hasil Uji Analisis Regresi Linear Sederhana
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver 25, 2021 Rumus regresi linear sederhana :
Y´= a + bX
Pengujian regresi linear sederhana dapat dilihat dari hasil output Coefficients. Nilai-nilai output tersebut dimasukkan ke dalam rumus regresi linear sederhana sebagai berikut:
Y´= 34,460 + 0,443X Dimana:
Y = Efektivitas Belajar Y´= 34,460 + 0,443X
X = Kemampuan Guru Mengelola Kelas
a. a = angka konstan dari unstandardized coefficient. Dari output di atas nilai yang diperoleh sebesar 34,460. Angka ini merupakan angka konstan yang memiliki arti jika tidak ada pengaruh kemampuan guru mengelola kelas (X), maka nilai konsistens Efektivitas Belajar (Y) sebesar 34,460.
b. b = angka koefesien regresi. Nilai yang diperoleh sebesar 0,443.
Angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% skor pada tingkat kemampuan guru mengelola kelas (X), maka efektivitas belajar (Y) akan meningkat 44,3%.
Karena nilai koefesien regresi bersifat positif (+), maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengaruh kemampuan guru mengelola kelas (X) berpengaruh positif terhadap efektivitas belajar (Y), sehingga persamaan regresinya adalah Y´= 34,460+0,433X.