BAB III METODE PENELITIAN
C. Populasi dan Sampel
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel probability sampling, jenis pemilihan simple random sampling (pengambilan sampel secara acak) dengan memberi peluang yang sama pada populasi. Dalam penelitian ini dapat diketahui jumlah populasi terjangkau yaitu siswa kelas IX SMP Pembangunan Jaya Bintaro ang yang berjumlah 107 siswa. Adapun rumus yang digunakan untuk penelitian ini adalah rumus slovin:38
𝑛 = 𝑁
1 + 𝑁(𝑑)2 Keterangan :
n = ukuran sampel N = ukuran populasi
d = tingkat kepercayaan 0.1 (10%)
38 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana, 2011), cet.1, h. 158.
Dengan populasi terjangkau sebanyak 107 siswa kelas IX (sembilan), ditentukan ukuran sampel dari populasi terjangkau menggunakan rumus slovin, yaitu:
𝑛 = 𝑁
1 + 𝑁(𝑑)2
𝑛 = 107
1 + 107(0.1)2 𝑛 = 107
2.07 𝑛 = 51,7
Dari hasil perumusan di atas dengan tingkat kepercayaan 10%, maka jumlah sampel yang akan digunakan adalah 51,7 sehingga dapat dibulatkan menjadi 52 siswa kelas IX (sembilan) tahun pelajaran 2021/2022 SMP Pembangunan Jaya Bintaro.
D. Pendekatan dan Metode Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Alasan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu karena penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur 2 variabel yang berbeda, maka dari itu agar dapat menentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel pendekatan yang paling tepat digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Dengan pendekatan tersebut diharapkan dapat diperoleh pemahaman dan penafsiran yang mendalam mengenai makna kenyataan dan fakta yang relevan.
Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif memiliki tujuan untuk menggambarkan secara sistematis sebuah fakta dan karakteristik suatu objek atau subjek yang diteliti secara tepat, sehingga metode ini dianggap paling tepat digunakan untuk penelitian ini. Dalam penelitian ini, sasaran yang hendak dicapai adalah untuk menggambarkan suatu kondisi mengenai apakah terdapat pengaruh kemampuan guru mengelola kelas terhadap efektivitas belajar siswa di SMP Pembangunan Jaya Bintaro.
E. Teknik Pengumpulan Data
merujuk pada pendekatan yang digunakan, maka untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data-data angket, studi dokumen, dan wawancara:
1. Kuesioner/Angket
Angket diberikan kepada Siswa SMP Pembangunan Jaya Bintaro.
Angket ini digunakan untuk mendapatkan data mengenai persepsi siswa terkait dengan kemampuan guru mengelola kelas. Data hasil angket digunakan untuk menggambarkan pengaruh kemampuan guru mengeola kelas terhadap efektivitas belajar siswa.
2. Studi Dokumen
Studi dokumen digunakan untuk memperoleh data yang didokumentasikan oleh pihak sekolah, data yang akan dikumpulkan melalui teknik dokumentasi meliputi: profil sekolah, laporan tahunan sekolah, data ketenagaan, data siswa. Sehingga data dari hasil dokumentasi tidak digunakan sebagai judgment hasil penelitian.
3. Wawancara
Wawancara ini digunakan untuk memperoleh data mengenai kemampuan guru mengelola kelas dan efektivitas belajar siswa. Adapun pihak yang diwawancarai adalah kepala bagian sarana prasarana sebagai pihak yang bertanggung jawab mengelola sarana prasarana termasuk pengelolaan kelas. Data hasil wawancara digunakan sebagai pendukung hasil penetilitian.
F. Instrumen Pengumpulan Data
1. Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) a. Definisi Konseptual
Kemampuan guru mengelola kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru, meliputi perencanaan, pengaturan, dan pengoptimalan berbagai sumber, bahan, serta sarana pembelajaran
yang ada di kelas guna menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan berkualitas bagi siswa.
b. Definisi Operasional
Kemampuan guru mengelola kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru SMP Pembangunan Jaya Bintaro, meliputi perencanaan, pengaturan, dan pengoptimalan berbagai sumber, bahan, serta sarana pembelajaran yang ada di kelas guna menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Dapat diukur melalui dua dimensi yaitu (1) fisik dan (2) non fisik, dengan indikator pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas, ventilasi dan pengaturan cahaya, mengatur siswa di kelas, mengelompokkan siswa dalam belajar dan mengatur disiplin kelas.
c. Kisi-kisi Instrumen
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen
Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Dimensi Indikator Butir Pernyataan
1. Fisik a. Pengaturan tempat duduk b. Pengaturan alat-alat
pengajaran
c. Penataan keindahan dan kebersihan kelas
d. Ventilasi dan pengaturan cahaya 2. Non fisik a. Mengatur siswa di kelas
b. Mengelompokkan siswa dalam belajar
c. Mengatur disiplin kelas
29, 30, 31, 32, 33
34, 35, 36 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44
d. Skala Kemampuan Guru Mengelola Kelas
Dalam penelitian ini, skala Kemampuan Guru Mengelola Kelas memiliki empat alternatif jawaban masing-masing diberi skor sebagai berikut:
Tabel 3.3
Skala Kemampuan Guru Mengelola Kelas
Pilihan Jawaban Skor
Pernyataan Selalu (SL) / setara Sangat Setuju (SS) 4 Sering (SR) / setara Setuju (ST) 3 Kadang-kadang (KD) / setara Kurang Setuju 2 Tidak Pernah (TP) / setara Tidak Setuju (TS) 1
2. Variabel Y (Efektivitas Belajar) a. Definisi Konseptual
Efektifitas belajar merupakan proses perubahan yang menghasilkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar.
b. Definisi Operasional
Efektivitas belajar adalah proses perubahan belajar siswa SMP Pembangunan Jaya Bintaro yang menghasilkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh setelah siswa SMP Pembangunan Jaya Bintaro melaksanakan proses pembelajaran.
Dapat diukur melalui dua dimensi yaitu (1) aktivitas belajar siswa dan (2) ketuntasan belajar siswa, dengan indikator aktivitas dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran, aktivitas dalam kegiatan inti pembelajaran, aktivitas dalam kegiatan penutup pembelajaran ketuntasan pada aspek sikap, ketuntasan pada aspek pengetahuan, ketuntasan pada aspek keterampilan.
c. Kisi-kisi Instrumen
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Dimensi Indikator Butir Pernyataan
1. Aktivitas
a. Ketuntasan pada aspek sikap
b. Ketuntasan pada aspek pengetahuan
c. Ketuntasan pada aspek keterampilan d. Skala Efektivitas Belajar
Dalam penelitian ini, skala pengelolaan kelas memiliki empat alternatif jawaban masing-masing diberi skor sebagai berikut :
Tabel 3.5
Skala Efektivitas Belajar
Pilihan Jawaban Skor
Pernyataan Selalu (SL) / setara Sangat Setuju (SS) 4 Sering (SR) / setara Setuju (ST) 3 Kadang-kadang (KD) / setara Kurang Setuju 2 Tidak Pernah (TP) / setara Tidak Setuju (TS) 1
G. Metode Analisis Data 1. Uji Validitas
Uji Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat -tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang
di teliti secara tepat.39 Dalam menentukan validitas suatu instrumen digunakan rumus product moment yaitu:40
𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 Ʃ 𝑥𝑦 – (Ʃ𝑥) (Ʃ𝑦)
√(𝑁Ʃ𝑋)² – (Ʃ𝑋)²) (𝑁Ʃ𝑦² – (Ʃ𝑦 )²) keterangan :
𝑟𝑥𝑦 = Koefisien korelasi product moment
N = Jumlah sampel
Ʃx = Jumlah skor perbutir Ʃy = Jumlah skor seluruh butir ƩX2 = Jumlah skor kuadrat per butir ƩY2 = Jumlah skor kuadrat seluruh butir
Hasil perhitungan setiap skor tersebut akan dikonsultasikan dengan “r” tabel, dengan ketentuan kriteria penilaian instrumen dikatakan valid apabila perhitungan rhitung > rtabel, sebaliknya instrumen dikatakan tidak valid jika rhitung < rtabel. Maka mengacu pada output uji coba validitas, diketahui jumlah sampel N adalah 15 dengan signifikansi 5% (tingkat kepercayaan 95% atau alpha 0,05) pada distribusi nilai rtabel product moment. Maka ditemukan nilai rtabel adalah sebesar 0,514. Oleh karena itu jika rhitung >rtabel dan nilai Sig.(2tailed) < 0,05, dapat diartikan item soal pada kuesioner tersebut adalah valid.
a. Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Hasil perhitungan variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) menggunakan SPSS ver.25 dengan jumlah 15 responden sejak tanggal 23-30 Juni 2021, diketahui bahwa dari 44 butir soal yang diujikan terdapat 13 butir soal butir soal tidak valid yaitu butir soal nomor 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 17, 19, 37, 40, 42, 44 . Berikut daftar butir soal yang diujikan :
39 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013), h. 145
40 Suharsimi Arikunto, Ibid, h. 146
Tabel 3.6 Hasil Perhitungan
Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
No r hitung r tabel hasil
40 0,492 0,514 Tidak Valid
41 0,733 0,514 Valid
42 0,392 0,514 Tidak Valid
43 0,872 0,514 Valid
44 0,098 0,514 Tidak Valid
b. Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Hasil perhitungan variabel Y (Efektivitas Belajar) menggunakan SPSS ver.25 dengan jumlah 15 responden sejak tanggal 23-30 Juni 2021, diketahui bahwa dari 45 butir soal yang diujikan terdapat 20 butir soal butir soal tidak valid yaitu butir soal nomor 1, 2, 3, 4, 6, 9, 11, 13, 16, 18, 20, 22, 30, 33, 34, 35, 37, 38, 42, 43. Berikut daftar butir soal yang diujikan.
Tabel 3.7 Hasil Perhitungan
Variabel Y (Efektivitas Belajar)
No r hitung r tabel hasil
24 0,712 0,514 Valid
2. Uji Reliabilitas
Apabila suatu alat pengukuran dikatakan valid, maka tahap berikutnya adalah mengukur reliabilitas. Uji reliabilitas menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama di lain kesempatan.
Pengujian reliabilitas instrument dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal reliabilitas instrument dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu.41 Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha (α)> 0,60. Rumus Cronbach Alpha sebagai berikut42 :
41 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2017), h.130
42 Suharsimi Arikunto, Op.Cit., h. 171
𝑟11 = ( 𝑘
𝑘 − 1) (1 −∑ 𝜎𝑏2 𝜎12 ) Keterangan :
r11 = Reliabilitas instrument k = Banyaknya butir pernyataan
∑ σb2 = Jumlah varian butir σ12 = Varian total
a. Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS ver.25 terhadap variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) dapat melihat tabel berikut :
Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel (X) Kemampuan Guru Mengelola Kelas Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,969 31
Berdasarkan tabel di atas, nilai hitung realibilitas untuk varibel tata ruang kantor sebesar 0,969. Suatau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kemampuan Guru Mengelola Kelas sudah reliabel.
b. Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Hasil uji raliabilitas dengan menggunakan SPSS ver.25 terhadap variabel Y (Efektivitas Belajar) dapat melihat tabel berikut :
Tabel 3.9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,937 25
Berdasarkan tabel di atas, nilai hitung realibilitas untuk varibel tata ruang kantor sebesar 0,937. Suatau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Efektivitas Belajar sudah reliabel.
H. Teknik Pengolahan Data
Untuk mengolah data dalam penulisan ini, penulis melakukan langkah - langkah sebagai berikut :
1. Editing adalah proses pengecekan atau memeriksa data yang telah berhasil dikumpulkan dari lapangan, karena ada kemungkinan data yang telah dimasukkan tidak memenuhi syarat atau tidak dibutuhkan, tujuan dilakukan editing untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan dan kekurangan data yang terdapat pada catatan lapangan.
2. Pengkodean adalah kegiatan setelah tahap editing selesai yang gunanya untuk memberikan identitas pada data yang telah di edit.
3. Tabulasi adalah proses penempatan data ke dalam bentuk tabel yang telah diberi kode sesuai dengan kebutuhan analisis. Tabel-tabel yang dibuat sebaiknya mampu meringkas agar memudahkan dalam proses analisis data.43
4. Mengolah data menggunakan SPSS ver.25.
I. Teknik Analisis Data
Data yang merupakan hasil yang didapatkan dari penelitian akan dideskripsikan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Untuk menganalisis data yang telah didapatkan selama penelitian, terdapat beberapa teknik analisis data yang digunakan, yaitu :
1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif merupakan metode yang membantu proses pengambilan keptusan bagi kelompok yang diteliti saja dengan cara
43 Sofyan Siregar, Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2013), h. 126-128
mempelajari metode meringkas dan menggambarkan sisi yang penting dari suatu data.44 Deskripsi data yang diigunakan dalam penelitian ini, yaitu:
a. Mean, Median, Modus, dan Standar Deviasi b. Tabel distriusi frekuensi
1) Menentukan rentang atau jarak data, dengan rumus: Rentang Data
= data terbesar – data terkecil
2) Menentukan jumlah kelas interval, dengan menggunakan rumus:
Sturges; K = 1 + 3,3 log n
3) Menghitung panjang kelas interval, dengan rumus:
Panjang kelas interval =Rentang kelas Jumlah Kelas
c. Histogram, merupakan grafik batang yang dibuat berdasarkan data pada distribusi frekuensi
d. Tingkat Kecenderungan Variabel
Masing-masing variabel memiliki kecenderungan yang dilakukan dengan pengkategorisasian skor yang diperoleh dari nilai mean dan standar deviasi dengan pengelompokkan pada 3 kategori, seperti:
Tabel 3.10
Tingkat Kecenderungan Variabel
No Skor Nilai Kategori
1. X < (Mi – Sdi) Rendah
2. (Mi – Sdi) < X < (Mi + Sdi) Sedang
3. X > (Mi + Sdi) Tinggi
Keterangan : Mi : Mean
Sdi : Standar Deviasi X : Skor
44 Sulistyaningsih, Metodologi Penelitian Kebidanan Kuantitatif-Kualitatif, (Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2011), cet. 1, h. 153
Pengukuran tedensi sentral dan perhitungan penyebaran data diambil dari skor total butir-butir penyataan pada kuesioner variabel tata ruang kantor dan kinerja guru yang diperoleh menggunakan SPSS ver.25.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas terhadap serangkaian data bertujuan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak.45 Pada penelitian ini, peneliti menggunakan aplikasi SPSS versi 25 untuk perhitungan. Pengujian uji normalitas menggunakan tabel Tests ofNormality dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan Normal P-P Plotof Regression Standardized Residual yang bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi pada tiap variabel normal atau tidak dengan menggunakan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:
1) Tests of Normality dengan uji Kolmogorov-Smirnov
a) Jika data pada variabel X dan Variabel Y > 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal
b) Jika data pada variabel X dan Variabel Y < 0,05 maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal
2) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
a) Jika data menyebar digaris diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas b) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak
mengikuti arah diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Linieritas
Uji lineritas merupakan suatu analisis guna menguji atau mengetahui apakah hubungan anatara variabel X dan variabel Y memiliki kecenderungan mengikuti garis lurus (linear) atau tidak.46
45 Syofian Siregar, Op.Cit., h. 153
46 Syofian Siregar, Op.Cit., h. 178
Apabila hubungan tersebut memiliki kecenderungan mengikuti garis lurus, maka akan adanya peningkatan atau penurunan kuantitas pada satu variabel, yang akan diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan pada variabel lain. Dasar pengambilan keputusan uji linearitas dapat dilakukan oleh dua cara, yaitu:
1) Berdasarkan nilai signifikasi
a) Jika nilai signifikansi > 0,05 maka terdapat hubungan linear antara variabel X dengan variabel Y
b) Jika nilai signifikansi < 0,05 maka tidak terdapat hubungan linear antara variabel X dan variabel Y
J. Pengujian Hipotesis
1. Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi sederhana mempelajari apakah antara dua variabel terdapat pengaruh atau tidak.Pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana karena hanya terdapat satu variabel independen yaitu tata ruang kantor dan variabel dependen yaitu kinerja guru. Adapun rumus regresi linear sederhana sebagai berikut:
Y’ = a + bX Keterangan :
Y’ : Variabel dependen ( nilai yang diprediksikan) X : Variabel independen
a : Konstanta (nilai Y’ apabila X = 0)
b : Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan) 2. Uji Parsial (Uji-T)
Uji-T bertujuan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara individu berpengaruh terhadap variabel terikat.Untuk menunjukkan apakah masing-masing variabel bebas berpengaruh terhadap variabel terikat, maka perumusan hipotesisnya yaitu :
a. Dengan membandingkan nilai Thitung dengan Ttabel 1) Apabila Thitung < Ttabel, maka H0 diterima 2) Apabila Thitung > Ttabel, maka H0 ditolak b. Dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi
1) Apabila Sig. > (0,05), maka H0 diterima dan H1 ditolak 2) Apabila Sig. < (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima 3. Uji Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) adalah kuadrat dari korelasi persamaan regresi. Nilai koefsiensi determinasi anatar 0 dan 1. Nilai yang mendekati 1(satu) berarti variabel independen memberikan pengaruh yang cukup besar kepada variabel dependen. Sedangkan nilai yang mendekati 0 (nol) berarti variabel independen tidak memberikan pengaruh yang cukup besar kepada variabel dependen.
54
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMP Pembangunan Jaya Bintaro 1. Sejarah Singkat
Yayasan Pendidikan Jaya adalah salah satu unit usaha non profit dari PT. Pembangunan Jaya Group. Yayasan Pendidikan Jaya mempunyai 4 unit Sekolah Pembangunan Jaya yang berkesinambungan mulai TK, SD, SMP dan SMA dengan motto “ Melahirkan generasi yang gemar belajar, kreatif, mandiri dan berbudi pekerti luhur “.
Untuk mewujudkan visi tersebut, maka disetiap unit Sekolah Pembangunan Jaya selalu ada benang merah kesinambungan yang tidak terputus yang menjadi ciri khas Sekolah Pembangunan Jaya, hal yang dimaksud adalah science workshop, program kemandirian, pendidikan Budi Pekerti dan kegiatan yang memotivasi kreativitas siswa.
SMP Pembangunan Jaya berdiri 1994 terletak di komplek Perumahan Bintaro Jaya sektor 3. Didukung oleh 30 guru yang berpengalaman dengan ijazah min. strata 1 (S1). Untuk memberi perhatian secara penuh kepada seluruh peserta didik maksimal 1 kelas 30 siswa dengan 4 kelas paralel di setiap level.
2. Visi dan Misi a. Visi
" Menjadi Sekolah Nasional Berstandar Internasional terbaik yang aktif mewujudkan insan Indonesia yang Gemar Belajar, Kreatif, Mandiri dan Berbudi Pekerti Luhur ".
b. Misi
1) Menghasilkan Siswa yang berprestasi tinggi dan mampu bersaing melanjutkan ke Perguruan Tinggi Terkemuka Tingkat Nasional dan Tingkat Dunia.
2) Mengintegrasikan Kurikulum, Metodologi dan program yang berkesinambungan berbasis Science, Liberal Arts, Sustainable Eco Development (Pengelolaan Lingkungan Hidup), Entrepreneurship yang menghasilkan insan yang Gemar Belajar, Kreatif, Mandiri dan Berbudi Pekerti Luhur.
3) Menumbuhkan budaya Akademik dan budaya Organisasi yang akan menjadi landasan kehidupan civitas akademik dan membentuk kepribadian selanjutnya.
4) Menjadi Kebanggaan Group Pembangunan Jaya sebagai Sekolah Umum yang menghargai perbedaan / Multikultural, Toleran dan Bermartabat.
3. Tujuan SMP Pembangunan Jaya Bintaro
SMP Pembangunan Jaya Bintaro mempunyai tujuan yaitu menjadi lembaga pendidikan yang mengupayakan pencapaian kualitas sumber daya manusia yang unggul dalam melalui pendidikan, pelatihan dan pengkajian keunggulan dalam bidang IPTEK.
4. Data Tenaga Pendidik SMP Pembangunan Jaya Bintaro Tabel 4.1
Data Tenaga Pendidik SMP Pembangunan Jaya Bintaro
No Guru Mata Pelajaran Jumlah
10 TIK/Keterampilan 1
11 BK 1
Tenaga pendidik adalah komponen utama dalam proses pelaksanaan pendidikan di suatu lembaga pendidikan dan tenaga pendidik yang bertugas sesuai dengan kualifikasinya akan dapat membantu penyelenggaraan pendidikan di lembaga tersebut. Pada Tahun ajaran 2021/2022 SMP Pembangunan Jaya Bintaro memiliki tenaga pendidik sebanyak 28 guru. Tenaga Pendidik 71,4% lulusan Strata-1 (S1) dan 28,6% lulusan Strata-2 (S2), artinya tenaga pendidik SMP Pembangunan Jaya Bintaro memiliki kesetaraan dalam riwayat pendidikan yang akan memudahan pelaksanaan pendidikan di sekolah. Selain itu sebagian besar guru berstatus PNS dan tersertifikasi, tentu hal tersebut juga berdampak pada kompensasi yang diperoleh guru, yakni berupa tunjangan profesi, sebagai upaya mendorong peningkatan mutu pengajaran.
Pada sisi lain, mengingat jumlah tenaga pendidik dan kependidikan yang sangat besar dan demi keberlangsungan pembelajaran yang optimal.
Pihak sekolah harus menyediakan fasilitas yang memadai untuk menunjang segala kebutuhan tenaga pendidik, termasuk dalam fasilitas kantor. Adapun data tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebagai mana terlampir.
5. Keadaan Sarana Prasarana SMP Pembangunan Jaya Bintaro
Fasilitas yang dimiliki SMP Pembangunan jaya Bintaro sudah sangat lengkap. Kondisi ini akan sangat mendukung kelancaran dan keberhasilan suatu proses dalam ruang lingkup pendidikan. sarana prasarana yang terpenuhi sangat memudahkan keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Adapun kondisi sarana dan prasarana di SMP Pembangunan Jaya Bintaro berdasarkan luas ruang yang diperoleh guru dan murid yakni 56 m² dengan masing-masing guru dan murid memiliki luas ±2m², dan semua fasilitas sekolah dalam keadaan baik. Hal tersebut sangat membantu berjalannya proses pembelajaran dengan baik, karena guru dan siswa mendapat fasilitas yang memadai.
Adapun keadaan Sarana Prasarana SMP Pembangunan Jaya Bintaro sebagaimana terlampir.
B. Deskripsi Data Hasil Penelitian
1. Deskripsi Data Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) a. Data Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Data variabel X diperoleh dari 52 siswa yang dijadikan sebagai responden. Dari hasil tersebut, peneliti mengumpulkan dan mengelompokkan data mengenai pengaruh kemampuan guru mengelola kelas. Data dapat dilihat secara rinci pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.2 Data Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Responden Variabel X Responden Variabel X
R 1 112 R 27 122
b. Hasil Analisis Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) 1) Rentang Nilai (r)
r = Nilai Tertinggi − Nilai Terendah = 124 − 63
4) Tabel Distribusi Frekuensi Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
X
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021
Berdasarkan data distribusi di atas dapat digambarkan distribusi variabel X sebagai berikut:
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Gambar 4.1 Distribusi Frekuensi Variabel X (Kemampuan Guru
Mengelola Kelas) 5) Mean, Median dan Modus
Tabel 4.4 Mean, Median dan Modus Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Statistics X
N Valid 52
Missing 0
Mean 104,0192
Median 105,5000
Mode 92,00
Std. Deviation 14,38884
Range 61,00
Minimum 63,00
Maximum 124,00
Sum 5409,00
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Dari tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata dari variabel Y adalah 104,01, nilai tengah yang didapatkan sebesar 105,50, nilai yang sering muncul 92, dan nilai standar deviasi sebesar 14,388.
Untuk mengetahui tinggi rendahnya pemberian kompensasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a) Perhitungan nilai rata-rata (Mi) dan standar deviasi ideal (Sdi) Nilai rata-rata ideal (Mi) = 104,01
Standar Deviasi ideal (Sdi) = 14,388 b) Batasan-batasan kategori kecenderungan
• Rendah = X < Mi – Sdi
= X < 104,01 – 14,388
= X < 89,622
• Sedang = Mi – Sdi < X < Mi + Sdi
= 104,01 – 14,388 < X < 104,01 + 14,388
= 89,622 < X < 118,398
• Tinggi = X > Mi + Sdi
= X > 104,01 + 14,388
= X > 118,398
Tabel 4.5 Kategori Tingkat Kecenderungan Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
kecenderunganX Frequency Percent
Valid Percent
Cumulati ve Percent
Valid Rendah 5 9,6 9,6 9,6
Sedang 38 73,1 73,1 82,7
Tinggi 9 17,3 17,3 100,0
Total 52 100,0 100,0
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Berdasarkan data tingkat kecenderungan data di atas dapat digambarkan sebagai berikut:
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver.25, 2021 Gambar 4.2 Tingkat Kecenderungan Variabel X
(Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Berdasarkan diagram di atas dapat diketahui bahwa perolehan skor variabel X yang termasuk ke dalam kategori rendah sebanyak 5 siswa (9,6%), kategori sedang 38 siswa (73,1%), dan kategori tinggi sebanyak 9 siswa (17,3%). Maka dapat disimpulkan bahwa variabel X berada pada kategori sedang.
2. Deskripsi Data Variabel Y (Efektivitas Belajar) a. Data Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Data variabel X diperoleh dari 52 siswa yang dijadikan sebagai responden. Dari hasil tersebut, peneliti mengumpulkan dan mengelompokkan data mengenai pengaruh kemampuan guru mengelola kelas. Data dapat dilihat secara rinci pada tabel sebagai berikut.
Tabel 4.6 Data Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Responden Variabel Y Responden Variabel Y
R 1 90 R 27 93
R 2 100 R 28 81
R 3 83 R 29 78
R 4 76 R 30 96
R 5 83 R 31 66
R 6 80 R 32 82
R 7 87 R 33 83
R 8 64 R 34 69
R 9 68 R 35 74
R 10 81 R 36 74
R 11 52 R 37 88
R 12 79 R 38 79
R 13 69 R 39 91
R 14 83 R 40 68
R 15 75 R 41 86
R 16 92 R 42 86
R 17 84 R 43 68
R 18 94 R 44 96
R 19 78 R 45 72
R 20 71 R 46 87
R 21 80 R 47 86
R 22 89 R 48 95
R 23 100 R 49 72
R 24 86 R 50 77
R 25 73 R 51 77
R 26 66 R 52 81
b. Hasil Analisis Variabel Y (Efektivitas Belajar) 1) Rentang Nilai (r)
r = Nilai Tertinggi − Nilai Terendah = 100 − 52
= 48
2) Jumlah Kelas (k) k = 1 + 3,3 log n
= 1 + 3,3 log 52 = 1 + 3,3 . 1,716 = 1 + 5,66 = 6,66 ~ 7 3) Panjang Interval (i)
i = Jumlah Rentang (r) / Jumlah Kelas (k) = 48 / 7
= 6,85 ~ 7
4) Tabel Distribusi Frekuensi Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Tabel 4.7 Distribusi Data Variabel Y (Efektivitas Belajar)
descriptiveY Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 52-58 1 1,9 1,9 1,9
59-65 1 1,9 1,9 3,8
66-72 10 19,2 19,2 23,1
73-79 11 21,2 21,2 44,2
80-86 15 28,8 28,8 73,1
87-93 8 15,4 15,4 88,5
94-100 6 11,5 11,5 100,0
Total 52 100,0 100,0
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Berdasarkan data distribusi di atas dapat digambarkan distribusi variabel Y sebagai berikut:
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021 Berdasarkan data tingkat kecenderungan data di atas dapat digambarkan sebagai berikut:
Gambar 4.3 Distribusi Frekuensi Variabel Y (Efektivitas Belajar)
5) Mean, Median dan Modus
Tabel 4.8 Mean, Median dan Modus Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Statistics Y
N Valid 52
Missing 0
Mean 80,5385
Median 81,0000
Mode 83,00a
Std. Deviation 10,10040
Range 48,00
Minimum 52,00
Maximum 100,00
Sum 4188,00
a. Multiple modes exist.
The smallest value is shown
Sumber : Hasil olah data penelitian menggunakan SPSS ver. 25, 2021
Dari tabel di atas, dapat dikethui bahwa nilai rata-rata dari
Dari tabel di atas, dapat dikethui bahwa nilai rata-rata dari