BAB II KAJIAN TEORI DAN PENGUJIAN HIPOTESIS
B. Pengelolaan Kelas
6. Indikator Pengelolaan Kelas
Dalam menyampaikan pembelajaran, guru biasanya melibatkan siswa dalam menilai pekerjaannya maupun kegiatan pembelajaran, mengajukan pertanyaan dan berikan waktu untuk berpikir sebelum disuruh menjawab, serta memberikan semangat, ciptakan antisipasi dan lakukan berbagai kegiatan yang meningkatkan minat dan motivasi siswa. Indikator keberhasilan dalam pengelolaan kelas yaitu:
a. Guru mengerti perbedaan antara mengelola kelas dan mendisiplinkan kelas.
33 Suharti, Sumardi, moh. Hanafi, luqmanul, Strategi Belajar Mengajar, (Surabaya: CV.
Jakad Media Publishing, 2019), hal. 50-51
b. Sebagai guru jika anda pulang ke rumah tidak dalam keadaan yang sangat lelah.
c. Guru mengetahui perbedaan antara prosedur kelas (apa yang guru inginkan terjadi contohnya cara masuk kedalam kelas, mendiamkan siswa, bekerja secara bersamaan dan lain-lain ) dan rutinitas kelas (apa yang siswa lakukan secara otomatis misalnya tata cara masuk kelas, pergi ke toilet dan lain-lain), Ingat prosedur kelas bukan peraturan kelas.
d. Guru melakukan pengelolaan kelas dengan mengorganisir prosedur- prosedur, sebab prosedur mengajarkan siswa akan pentingnya tanggung jawab.
e. Guru tidak mendisiplinkan siswa dengan ancaman-ancaman, dan konsekuensi, (stiker, penghilangan hak siswa dan lain-lain).34 C. Penelitian Yang Relevan
Hasil Penelitian yang relevan dengan penelitian ini sangat diperlukan guna mendukung kajian teoritis yang telah dikemukakan sehingga dapat digunakan sebagai landasan pada penyusunan kerangka berpikir. Adapun beberapa penelitian yang relevan adalah:
1. Penelitian berjudul “Implementasi Manajemen Kelas dalam Proses Pembelajaran Fiqih di Mts Ismaria Rajabasa Bandar Lampung” yang dilakukan oleh Munjiah pada tahun 2018 yang menyatakan bahwa implementasi manajemen kelas oleh guru-guru Mts Ismaria Rajabasa Bandar Lampung dalam proses pembelajaran sudah terlaksana dengan cara implementasi manajemen kelas dengan menggunakan pengaturan peserta didik dan pengaturan fasilitas yaitu pengaturan peserta didik yang meliputi pengaturan tingkah laku, kedisplinan, minat atau perhatian, gairah belajar, dan dinamika kelompok yaitu sudah terimplementasi dengan baik.35 Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Munjiah dengan penelitian penulis yaitu sama-sama meneliti tentang manajemen kelas.
Adapun perbedaannya pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif dan judul yang berbeda, penelitian
34 Istihana, Pengelolaan Kelas Di Madrasah Ibtidaiyah, Terampil Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar Volume 2 Nomor 2 Desember 2015
35 Munjiah. Implementasi Manajemen Kelas dalam Proses Pembelajaran Fiqih di Mts Ismaria Rajabasa Bandar Lampung. Skripsi Manajemen Pendidikan Islam. Medan: UIN Raden Intan Lampung. 2019.
Munjiah berfokus pada implementasi manajemen kelas untuk satu mata pelajaran saja yaitu fikih, sedangkan penulis berfokus pada pengaruh kemampuan guru mengelola kelas terhadap efektivitas belajar siswa.
2. Penelitian yang berjudul “Kemampuan Guru dalam Mengelola Kelas dan Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS di MTs NU Astanajapura Kabupaten Cirebon” yang dilakukan oleh M.
Taufik Hidayat. Penelitian bertujuan untuk memperoleh data tentang kemampuan guru dalam mengelola kelas dan prestasi belajar siswa, serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh mengelola kelas terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS di MTs NU Astajapura Kabupaten Cirebon. Hasilnya ada korelasi antara dua variabel tersebut dan termasuk dalam katagori sedang.36 Persamaan penelitian yang dilakukan oleh M.
Taufik Hidayat dengan penelitian penulis yaitu sama-sama meneliti tentang manajemen kelas. Persamaan lainnya terletak pada pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif.
Adapun perbedaannya adalah judul penelitian, penelitian M. Taufik Hidayat berfokus pada kemampuan guru dalam mengelola kelas dan pengaruhnya terhadap prestsi belajar siswa, sedangkan penulis berfokkus pada pengaruh kemampuan guru mengelola kelas terhadap efektivitas belajar siswa.
3. Penelitian yang berjudul “Kemampuan Guru dalam Mengelola Kelas Guna Menunjang Keberhasilan Pembelajaran di MA Da’il Khairaat Jakarta Barat” yang dilakukan oleh Mitsny Choiry. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam mengelola kelas guna menunjang keberhasilan pembelajaran. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa pengelolaan kelas pada aspek penataan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, pengaturan ventilasi udara dalam setiap kelas dan
36 Muhammad Taufiq Hidayat. Kemampuan Guru dalam Mengelola Kelas dan Pengaruhnya terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPS di MTs NU Astanajapura Kabupaten Cirebon. Cirebon: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati. 2012
pengelompokkan siswa belum dilakukan dengan baik.37 Persamaan penelitian yang dilakukan oleh Mitsny Choiry dengan penelitian penulis yaitu sama-sama meneliti tentang kemampuan guru mengelola kelas.
Adapun perbedaannya pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif dan judul yang berbeda, penelitian Mitsny Choiry berfokus pada kemampuan guru mengelola kelas guna menunjang keberhasilan pembelajaran sedangkan penulis berfokus pada pengaruh kemampuan guru mengelola kelas terhadap efektivitas belajar siswa.
D. Kerangka Berfikir
Keberhasilan siswa dalam mencapai suatu tujuan dari pembelajaran ditentukan oleh beberapa komponen pendukungnya. Diantara sekian banyak komponen yang mendukung keberhasilan siswa dalam kegiatan pembelajaran salah satunya yaitu efektivitas belajar. oleh karena itu keefektivan dalam belajar haruslah selalu ditingkatkan. Penelitian yang dilakukan oleh Imron dalam Anjani “menjelaskan bahwa keadaan lingkungan fisik dan unsur dinamis dalam belajar sangat mempengaruhi efektivitas belajar siswa”. lingkungan fisik yang dimaksud bisa berupa pengelolaan kelas ataupun manajemen kelas dengan adanya keindahan dan ketersediaan fasilitas memadai di dalam kelas yang akan mendukung kegiatan proses pembelajaran.
Dengan adanya kegiatan pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru, penting pengaruhnya terhadap efektivitas belajar siswa. Kegiatan pengelolaan kelas ini dapat memudahkan dan melancarkan pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Ketika guru mampu mengelola kelas dengan baik maka suasana belajar menjadi lebih menarik dan indah pada disetiap proses pembelajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa guru sudah mampu memusatkan perhatian siswa terhadap proses pembelajaran yang akan dilakukan.
37 Mitsny Choiry. Kemampuan Guru dalam Mengelola Kelas Guna Menunjang Keberhasilan Pembelajaran di MA Da’il Khairaat Jakarta Barat. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2014
Kemampuan guru mengelola kelas sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran, hal tersebut dapat dilihat dengan adanya kemauan dan keinginan siswa dalam menerima pembelajaran yang diberikan oleh guru. Keefektifan terjadi karena siswa tidak merasa bosan dengan suasana belajar yang diciptakan guru pada saat pembelajaran berlangsung dan efektivitas belajar siswa akan lebih meningkat jika proses pembelajaran di dukung dengan suasana kelas yang menarik dan menyenangkan.
Berdasarkan pada kerangka pemikiran di atas, maka kerangka model hubungan kausalitas antar variabel guru sebagai fasilitator dan efektivitas belajar siswa secara matetamis dapat diragakan sebagai berikut.
X Y
Keterangan
X : Kemampuan Guru Mengelola Kelas Y : Efektivitas Belajar Siswa
E. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan berfikir tersebut diatas, maka akan dirumuskan suatu hipotesis. Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Hipotesis akan diuji di dalam penelitian dengan pengertian bahwa uji statistik selanjutnya yang akan membenarkan atau menolaknya. Untuk menguji kebenaran penelitian ini, peneliti akan mengajukan hipotesis sebagai berikut :
Ho : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan guru mengelola kelas terhadap efektivitas belajar siswa SMP Pembangunan Jaya Bintaro.
Ha : Terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan guru mengelola kelas terhadap efektivitas belajar siswa SMP Pembangunan Jaya Bintaro.
37
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMP Pembangunan Jaya Bintaro, tepatnya beralamat di Jl. Bintaro Utama 3a Bintaro Jaya, Pondok Karya, Kec. Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten. Alasan memilih tempat tersebut karena setelah dilakukan observasi sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan yaitu telah melaksanaan akreditasi di tahun 2018 yang lalu dengan predikat akreditasi A (unggul) menggambarkan bahwa SMP Pembangunan Jaya Bintaro memiliki mutu pendidikan yang baik serta letak Sekolah mudah dijangkau oleh peneliti. Adapun waktu yang digunakan untuk melaksanakan penelitian pada tahun 2021 yang tergambar pada tabel berikut:
Tabel 3.1
Waktu Pelaksanaan Penelitian
No Kegiatan Bulan
Feb Mar Apr Mei Jun Jul 1 Observasi
pendahuluan
2 Perbaikan BAB
I,II,III
3 Penyusunan
Instrumen
4 Uji coba instrumen 5 Penyebaran angket 6 Wawancara
7 pengumpulan dokumen
B. Variabel Penelitian
Terdapat dua variabel yang akan dikaji dalam penelitian ini :
1. Variabel X yang biasa dikenal dengan istilah variabel bebas (Independen vaiabel) yaitu Kemampuan Guru Mengelola Kelas.
2. Variabel Y yang biasa dikenal dengan istilah variabel terikat (Dependen Variabel) yaitu Efektivitas Belajar.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi target dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMP Pembangunan Jaya Bintaro yang berjumlah 307 siswa, yang terdiri atas 95 siswa kelas VII (Tujuh), 105 siswa kelas VIII (Delapan) , dan 107 siswa kelas IX (Sembilan). Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Pembangunan Jaya Bintaro dengan jumlah 107 siswa. Hal ini mempertimbangkan karena siswa kelas IX sudah mengikuti proses pembelajaran oleh seluruh guru ketika di kelas VII dan VIII.
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel probability sampling, jenis pemilihan simple random sampling (pengambilan sampel secara acak) dengan memberi peluang yang sama pada populasi. Dalam penelitian ini dapat diketahui jumlah populasi terjangkau yaitu siswa kelas IX SMP Pembangunan Jaya Bintaro ang yang berjumlah 107 siswa. Adapun rumus yang digunakan untuk penelitian ini adalah rumus slovin:38
𝑛 = 𝑁
1 + 𝑁(𝑑)2 Keterangan :
n = ukuran sampel N = ukuran populasi
d = tingkat kepercayaan 0.1 (10%)
38 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana, 2011), cet.1, h. 158.
Dengan populasi terjangkau sebanyak 107 siswa kelas IX (sembilan), ditentukan ukuran sampel dari populasi terjangkau menggunakan rumus slovin, yaitu:
𝑛 = 𝑁
1 + 𝑁(𝑑)2
𝑛 = 107
1 + 107(0.1)2 𝑛 = 107
2.07 𝑛 = 51,7
Dari hasil perumusan di atas dengan tingkat kepercayaan 10%, maka jumlah sampel yang akan digunakan adalah 51,7 sehingga dapat dibulatkan menjadi 52 siswa kelas IX (sembilan) tahun pelajaran 2021/2022 SMP Pembangunan Jaya Bintaro.
D. Pendekatan dan Metode Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Alasan menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu karena penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur 2 variabel yang berbeda, maka dari itu agar dapat menentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel pendekatan yang paling tepat digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Dengan pendekatan tersebut diharapkan dapat diperoleh pemahaman dan penafsiran yang mendalam mengenai makna kenyataan dan fakta yang relevan.
Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif memiliki tujuan untuk menggambarkan secara sistematis sebuah fakta dan karakteristik suatu objek atau subjek yang diteliti secara tepat, sehingga metode ini dianggap paling tepat digunakan untuk penelitian ini. Dalam penelitian ini, sasaran yang hendak dicapai adalah untuk menggambarkan suatu kondisi mengenai apakah terdapat pengaruh kemampuan guru mengelola kelas terhadap efektivitas belajar siswa di SMP Pembangunan Jaya Bintaro.
E. Teknik Pengumpulan Data
merujuk pada pendekatan yang digunakan, maka untuk memperoleh data-data yang diperlukan. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data-data angket, studi dokumen, dan wawancara:
1. Kuesioner/Angket
Angket diberikan kepada Siswa SMP Pembangunan Jaya Bintaro.
Angket ini digunakan untuk mendapatkan data mengenai persepsi siswa terkait dengan kemampuan guru mengelola kelas. Data hasil angket digunakan untuk menggambarkan pengaruh kemampuan guru mengeola kelas terhadap efektivitas belajar siswa.
2. Studi Dokumen
Studi dokumen digunakan untuk memperoleh data yang didokumentasikan oleh pihak sekolah, data yang akan dikumpulkan melalui teknik dokumentasi meliputi: profil sekolah, laporan tahunan sekolah, data ketenagaan, data siswa. Sehingga data dari hasil dokumentasi tidak digunakan sebagai judgment hasil penelitian.
3. Wawancara
Wawancara ini digunakan untuk memperoleh data mengenai kemampuan guru mengelola kelas dan efektivitas belajar siswa. Adapun pihak yang diwawancarai adalah kepala bagian sarana prasarana sebagai pihak yang bertanggung jawab mengelola sarana prasarana termasuk pengelolaan kelas. Data hasil wawancara digunakan sebagai pendukung hasil penetilitian.
F. Instrumen Pengumpulan Data
1. Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) a. Definisi Konseptual
Kemampuan guru mengelola kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru, meliputi perencanaan, pengaturan, dan pengoptimalan berbagai sumber, bahan, serta sarana pembelajaran
yang ada di kelas guna menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan berkualitas bagi siswa.
b. Definisi Operasional
Kemampuan guru mengelola kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru SMP Pembangunan Jaya Bintaro, meliputi perencanaan, pengaturan, dan pengoptimalan berbagai sumber, bahan, serta sarana pembelajaran yang ada di kelas guna menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Dapat diukur melalui dua dimensi yaitu (1) fisik dan (2) non fisik, dengan indikator pengaturan tempat duduk, pengaturan alat-alat pengajaran, penataan keindahan dan kebersihan kelas, ventilasi dan pengaturan cahaya, mengatur siswa di kelas, mengelompokkan siswa dalam belajar dan mengatur disiplin kelas.
c. Kisi-kisi Instrumen
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen
Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Dimensi Indikator Butir Pernyataan
1. Fisik a. Pengaturan tempat duduk b. Pengaturan alat-alat
pengajaran
c. Penataan keindahan dan kebersihan kelas
d. Ventilasi dan pengaturan cahaya 2. Non fisik a. Mengatur siswa di kelas
b. Mengelompokkan siswa dalam belajar
c. Mengatur disiplin kelas
29, 30, 31, 32, 33
34, 35, 36 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44
d. Skala Kemampuan Guru Mengelola Kelas
Dalam penelitian ini, skala Kemampuan Guru Mengelola Kelas memiliki empat alternatif jawaban masing-masing diberi skor sebagai berikut:
Tabel 3.3
Skala Kemampuan Guru Mengelola Kelas
Pilihan Jawaban Skor
Pernyataan Selalu (SL) / setara Sangat Setuju (SS) 4 Sering (SR) / setara Setuju (ST) 3 Kadang-kadang (KD) / setara Kurang Setuju 2 Tidak Pernah (TP) / setara Tidak Setuju (TS) 1
2. Variabel Y (Efektivitas Belajar) a. Definisi Konseptual
Efektifitas belajar merupakan proses perubahan yang menghasilkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperoleh setelah pelaksanaan proses belajar mengajar.
b. Definisi Operasional
Efektivitas belajar adalah proses perubahan belajar siswa SMP Pembangunan Jaya Bintaro yang menghasilkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperoleh setelah siswa SMP Pembangunan Jaya Bintaro melaksanakan proses pembelajaran.
Dapat diukur melalui dua dimensi yaitu (1) aktivitas belajar siswa dan (2) ketuntasan belajar siswa, dengan indikator aktivitas dalam kegiatan pendahuluan pembelajaran, aktivitas dalam kegiatan inti pembelajaran, aktivitas dalam kegiatan penutup pembelajaran ketuntasan pada aspek sikap, ketuntasan pada aspek pengetahuan, ketuntasan pada aspek keterampilan.
c. Kisi-kisi Instrumen
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Instrumen Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Dimensi Indikator Butir Pernyataan
1. Aktivitas
a. Ketuntasan pada aspek sikap
b. Ketuntasan pada aspek pengetahuan
c. Ketuntasan pada aspek keterampilan d. Skala Efektivitas Belajar
Dalam penelitian ini, skala pengelolaan kelas memiliki empat alternatif jawaban masing-masing diberi skor sebagai berikut :
Tabel 3.5
Skala Efektivitas Belajar
Pilihan Jawaban Skor
Pernyataan Selalu (SL) / setara Sangat Setuju (SS) 4 Sering (SR) / setara Setuju (ST) 3 Kadang-kadang (KD) / setara Kurang Setuju 2 Tidak Pernah (TP) / setara Tidak Setuju (TS) 1
G. Metode Analisis Data 1. Uji Validitas
Uji Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat -tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Instrumen dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang
di teliti secara tepat.39 Dalam menentukan validitas suatu instrumen digunakan rumus product moment yaitu:40
𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 Ʃ 𝑥𝑦 – (Ʃ𝑥) (Ʃ𝑦)
√(𝑁Ʃ𝑋)² – (Ʃ𝑋)²) (𝑁Ʃ𝑦² – (Ʃ𝑦 )²) keterangan :
𝑟𝑥𝑦 = Koefisien korelasi product moment
N = Jumlah sampel
Ʃx = Jumlah skor perbutir Ʃy = Jumlah skor seluruh butir ƩX2 = Jumlah skor kuadrat per butir ƩY2 = Jumlah skor kuadrat seluruh butir
Hasil perhitungan setiap skor tersebut akan dikonsultasikan dengan “r” tabel, dengan ketentuan kriteria penilaian instrumen dikatakan valid apabila perhitungan rhitung > rtabel, sebaliknya instrumen dikatakan tidak valid jika rhitung < rtabel. Maka mengacu pada output uji coba validitas, diketahui jumlah sampel N adalah 15 dengan signifikansi 5% (tingkat kepercayaan 95% atau alpha 0,05) pada distribusi nilai rtabel product moment. Maka ditemukan nilai rtabel adalah sebesar 0,514. Oleh karena itu jika rhitung >rtabel dan nilai Sig.(2tailed) < 0,05, dapat diartikan item soal pada kuesioner tersebut adalah valid.
a. Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Hasil perhitungan variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) menggunakan SPSS ver.25 dengan jumlah 15 responden sejak tanggal 23-30 Juni 2021, diketahui bahwa dari 44 butir soal yang diujikan terdapat 13 butir soal butir soal tidak valid yaitu butir soal nomor 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 17, 19, 37, 40, 42, 44 . Berikut daftar butir soal yang diujikan :
39 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2013), h. 145
40 Suharsimi Arikunto, Ibid, h. 146
Tabel 3.6 Hasil Perhitungan
Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
No r hitung r tabel hasil
40 0,492 0,514 Tidak Valid
41 0,733 0,514 Valid
42 0,392 0,514 Tidak Valid
43 0,872 0,514 Valid
44 0,098 0,514 Tidak Valid
b. Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Hasil perhitungan variabel Y (Efektivitas Belajar) menggunakan SPSS ver.25 dengan jumlah 15 responden sejak tanggal 23-30 Juni 2021, diketahui bahwa dari 45 butir soal yang diujikan terdapat 20 butir soal butir soal tidak valid yaitu butir soal nomor 1, 2, 3, 4, 6, 9, 11, 13, 16, 18, 20, 22, 30, 33, 34, 35, 37, 38, 42, 43. Berikut daftar butir soal yang diujikan.
Tabel 3.7 Hasil Perhitungan
Variabel Y (Efektivitas Belajar)
No r hitung r tabel hasil
24 0,712 0,514 Valid
2. Uji Reliabilitas
Apabila suatu alat pengukuran dikatakan valid, maka tahap berikutnya adalah mengukur reliabilitas. Uji reliabilitas menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama di lain kesempatan.
Pengujian reliabilitas instrument dapat dilakukan secara eksternal maupun internal. Secara eksternal pengujian dapat dilakukan dengan test-retest (stability), equivalent, dan gabungan keduanya. Secara internal reliabilitas instrument dapat diuji dengan menganalisis konsistensi butir-butir yang ada pada instrument dengan teknik tertentu.41 Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha (α)> 0,60. Rumus Cronbach Alpha sebagai berikut42 :
41 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2017), h.130
42 Suharsimi Arikunto, Op.Cit., h. 171
𝑟11 = ( 𝑘
𝑘 − 1) (1 −∑ 𝜎𝑏2 𝜎12 ) Keterangan :
r11 = Reliabilitas instrument k = Banyaknya butir pernyataan
∑ σb2 = Jumlah varian butir σ12 = Varian total
a. Variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas)
Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS ver.25 terhadap variabel X (Kemampuan Guru Mengelola Kelas) dapat melihat tabel berikut :
Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel (X) Kemampuan Guru Mengelola Kelas Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,969 31
Berdasarkan tabel di atas, nilai hitung realibilitas untuk varibel tata ruang kantor sebesar 0,969. Suatau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Kemampuan Guru Mengelola Kelas sudah reliabel.
b. Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Hasil uji raliabilitas dengan menggunakan SPSS ver.25 terhadap variabel Y (Efektivitas Belajar) dapat melihat tabel berikut :
Tabel 3.9 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y (Efektivitas Belajar)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
,937 25
Berdasarkan tabel di atas, nilai hitung realibilitas untuk varibel tata ruang kantor sebesar 0,937. Suatau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Efektivitas Belajar sudah reliabel.
H. Teknik Pengolahan Data
Untuk mengolah data dalam penulisan ini, penulis melakukan langkah - langkah sebagai berikut :
1. Editing adalah proses pengecekan atau memeriksa data yang telah berhasil dikumpulkan dari lapangan, karena ada kemungkinan data yang telah dimasukkan tidak memenuhi syarat atau tidak dibutuhkan, tujuan dilakukan editing untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan dan kekurangan data yang terdapat pada catatan lapangan.
2. Pengkodean adalah kegiatan setelah tahap editing selesai yang gunanya untuk memberikan identitas pada data yang telah di edit.
3. Tabulasi adalah proses penempatan data ke dalam bentuk tabel yang telah diberi kode sesuai dengan kebutuhan analisis. Tabel-tabel yang dibuat sebaiknya mampu meringkas agar memudahkan dalam proses analisis data.43
4. Mengolah data menggunakan SPSS ver.25.
I. Teknik Analisis Data
Data yang merupakan hasil yang didapatkan dari penelitian akan dideskripsikan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Untuk menganalisis data yang telah didapatkan selama penelitian, terdapat beberapa teknik analisis data yang digunakan, yaitu :
1. Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif merupakan metode yang membantu proses pengambilan keptusan bagi kelompok yang diteliti saja dengan cara
43 Sofyan Siregar, Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif Dilengkapi dengan Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2013), h. 126-128
mempelajari metode meringkas dan menggambarkan sisi yang penting dari suatu data.44 Deskripsi data yang diigunakan dalam penelitian ini, yaitu:
a. Mean, Median, Modus, dan Standar Deviasi b. Tabel distriusi frekuensi
1) Menentukan rentang atau jarak data, dengan rumus: Rentang Data
= data terbesar – data terkecil
2) Menentukan jumlah kelas interval, dengan menggunakan rumus:
Sturges; K = 1 + 3,3 log n
3) Menghitung panjang kelas interval, dengan rumus:
Panjang kelas interval =Rentang kelas Jumlah Kelas
c. Histogram, merupakan grafik batang yang dibuat berdasarkan data pada distribusi frekuensi
d. Tingkat Kecenderungan Variabel
Masing-masing variabel memiliki kecenderungan yang dilakukan dengan pengkategorisasian skor yang diperoleh dari nilai mean dan standar deviasi dengan pengelompokkan pada 3 kategori, seperti:
Tabel 3.10
Tingkat Kecenderungan Variabel
No Skor Nilai Kategori
1. X < (Mi – Sdi) Rendah
2. (Mi – Sdi) < X < (Mi + Sdi) Sedang
3. X > (Mi + Sdi) Tinggi
Keterangan : Mi : Mean
Sdi : Standar Deviasi X : Skor
44 Sulistyaningsih, Metodologi Penelitian Kebidanan Kuantitatif-Kualitatif, (Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2011), cet. 1, h. 153
Pengukuran tedensi sentral dan perhitungan penyebaran data diambil dari skor total butir-butir penyataan pada kuesioner variabel tata ruang kantor dan kinerja guru yang diperoleh menggunakan SPSS ver.25.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji normalitas terhadap serangkaian data bertujuan untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak.45 Pada penelitian ini, peneliti menggunakan aplikasi SPSS versi 25 untuk perhitungan. Pengujian uji normalitas menggunakan tabel Tests ofNormality dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan Normal P-P Plotof Regression Standardized Residual yang bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi pada tiap variabel normal atau tidak dengan menggunakan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut:
1) Tests of Normality dengan uji Kolmogorov-Smirnov
a) Jika data pada variabel X dan Variabel Y > 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal
b) Jika data pada variabel X dan Variabel Y < 0,05 maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal
2) Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
a) Jika data menyebar digaris diagonal dan mengikuti arah diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas b) Jika data menyebar jauh dari garis diagonal atau tidak
mengikuti arah diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Linieritas
Uji lineritas merupakan suatu analisis guna menguji atau mengetahui apakah hubungan anatara variabel X dan variabel Y memiliki kecenderungan mengikuti garis lurus (linear) atau tidak.46
45 Syofian Siregar, Op.Cit., h. 153
45 Syofian Siregar, Op.Cit., h. 153