• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Data

3. Analisis Regresi Linier dengan Mediasi

Baron and Kenny (1986) menjelaskan bahwa suatu variabel dapat disebut mediasi jika variabel tersebut ikut mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Dalam penelitian ini, analisis regresi linier dengan mediasi dilakukan masing-masing pada 2 obyek,

yaitu responden pengguna produk perawatan kulit Nature Republic dan responden pengguna produk perawatan kulit Innisfree. Selanjutnya akan dilakukan analisis regresi linier dengan mediasi pada responden secara keseluruhan. Analisis regresi linier dengan mediasi akan dilakukan dalam dua metode, yaitu metode causal step dan metode uji sobel.

Baron and Kenny (1986) memiliki kriteria penentuan apakah variabel tersebut dapat dilanjutkan ke uji mediasi dan dapat disebut sebagai metode causal step dengan kriteria sebagai berikut, (1) Jika variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y) atau dikatakan c ≠ 0, (2) jika variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel mediasi (M) atau dikatakan a ≠ 0 dan (3) jika variabel mediasi (M) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y) atau dikatkan b ≠ 0.

a. Analisis Regresi Linier dengan Mediasi produk produk perawatan kulit Nature Republic Metode Causal Step

Metode Causal Step berdasarkan kriteria Baron and Kenny (1986) dapat diuji sebagai berikut :

1) Pengaruh Sikap Terhadap K-Pop (X1), Citra Toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y)

Tabel di bawah akan menjabarkan hasil uji regresi dari variabel independen pada variabel dependen. Di mana dalam data

berisi tentang uji regresi dari responden pengguna produk perawatan kulit Nature Republic sebanyak 427 orang.

Tabel V.18

Hasil Uji Regresi Pengaruh Sikap Terhadap K-Pop (X1), Citra Toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y)

Pengguna Produk Perawatan Kulit Nature Republic Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror

Sikap terhadap K-Pop (X1) 427 0,091 0,053 1,721 0,086

Citra Toko (XšŸ) 427 0,568 0,052 10,872 0,000

Perilaku Mencari Vanitas (X3) 427 0,114 0,040 2,876 0,004

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Sumber : Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 24

Dapat dilihat pada tabel di atas, hasil uji regresi Sikap terhadap K-Pop (X1) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan nilai koefisien c sebesar 0,091, nilai t hitung sebesar 1,721 dan nilai sig sebesar 0,086 > 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan sikap terhadap K-Pop (X1) pada niat beli ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) tidak terpenuhi, meskipun kriteria c ≠ 0 terpenuhi.

Hasil uji regresi Citra Toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan nilai koefisien c sebesar 0,568, nilai t hitung sebesar

10,871 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan citra toko (X2) pada niat beli ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria c ≠ 0 terpenuhi.

Hasil uji regresi Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkann nilai koefsien c sebesar 0,114, nilai t hitung sebesar 2,876 dan nilai sig sebesar 0,04 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan perilaku mencari vanitas (X3) pada niat beli ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria c ≠ 0 terpenuhi.

2) Pengaruh Citra Toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Persepsi Harga (M)

Tabel di bawah akan menjabarkan hasil uji regresi dari variabel independen pada variabel dependen. Di mana dalam data berisi tentang uji regresi dari responden pengguna produk perawatan kulit Nature Republic sebanyak 427 orang.

Tabel V.19

Hasil Uji Pengaruh Citra toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Persepsi Harga (M)

Pengguna Produk Perawatan Kulit Nature Republic Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror Citra Toko (X2) 427 0,321 0,035 9,198 0,000

Perilaku Mencari Vanitas (X3) 427 0,178 0,028 6,358 0,000

a. Dependen Variabel : Persepsi Harga

Sumber : Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 24

Dapat dilihat pada tabel di atas, hasil uji pengaruh Sikap terhadap K-Pop (X1) pada Niat Beli Ulang (Y) tidak dilanjutkan dalam pengujian selanjutnya karena pada kriteria pertama tidak memenuhi syarat. Sehingga, yang dilanjutkan dalam pengujian kriteria selanjutnya hanya variabel Citra Toko (X2) dan Perilaku mencari Vanitas (X3).

Hasil uji pengaruh Citra toko (X2) pada Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai koefisien a sebesar 0,321, nilai t hitung sebesar 9,198 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan citra toko (X2) pada persepsi harga (M). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel mediasi (M) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria a ≠ 0 terpenuhi.

Hasil uji pengaruh Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai koefisien a sebesar 0,178, nilai t hitung sebesar 6,358 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan perilaku mencari vanitas (X3) pada persepsi harga (M). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel mediasi (M) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria a ≠ 0 terpenuhi.

3) Pengaruh Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y)

Tabel di bawah akan menjabarkan hasil uji regresi dari variabel independen pada variabel dependen. Di mana dalam data berisi tentang uji regresi dari responden pengguna produk perawatan kulit Nature Republic sebanyak 427 orang.

Tabel V.20

Hasil Uji Pengaruh Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y) Pengguna Produk Perawatan Kulit Nature Republic Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror Persepsi Harga (M) 427 0,777 0,059 13,169 0,000

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Hasil uji regresi Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan bahwa nilai koefisien b sebesar 0,777, nilai t hitung sebesar 13,169 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasi bahwa terdapat pengaruh signifikan persepsi harga (M) pada niat beli ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa ketentuan yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel mediasi (M) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria b ≠ 0 terpenuhi.

4) Pengaruh Citra Toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M)

Tabel di bawah akan menjabarkan hasil uji regresi dari variabel independen pada variabel dependen. Di mana dalam data berisi tentang uji regresi dari responden pengguna produk perawatan kulit Nature Republic sebanyak 427 orang.

Tabel V.21

Hasil Uji Regresi Linier dengan Mediasi Pengaruh Citra Toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi

oleh Persepsi Harga (M)

Pengguna Produk Perawatan Kulit Nature Republic Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror Citra Toko (X2) 427 0,428 0,050 8,531 0,000

Perilaku Mencari Vanitas (X3) 427 0,024 0,038 0,612 0,541

Persepsi Harga (M) 427 0,533 0,064 8,352 0,000 a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Sumber : Hasil Pengolahan Data menggunakan SPSS 24

Hasil uji statistik Citra toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai koefisien c’ sebesar 0,428, nilai t hitung sebesar 8,531 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan citra toko (X2) pada niat beli ulang (Y) yang dimediasi oleh persepsi harga (M).

Hasil uji statistik Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai koefisien c’ 0,024, nilai t hitung sebesar 0,612 dan nilai sig sebesar 0,541 > 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan perilaku mencari kesombongan (X3) pada niat beli ulang (Y) melalui persepsi harga (M). Data ini dapat diperoleh karena nilai sig setelah dimediasi sebesar 0,541 > 0,05.

Hasil uji regresi linier dengan mediasi juga menunjukkan nilai koefisien b sebesar 0,533, nilai t hitung sebesar 8,352 dan nilai sig sebesar 0,000 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan persepsi harga (M) pada niat beli ulang (M) atau dapat dikatakan bahwa kriteria b ≠ 0 terpenuhi. Dalam uji regresi linier dengan mediasi, tidak dimasukkan variabel Sikap terhadap K-Pop (X1), karena pada uji sebelumnya variabel X1 tidak memenuhi syarat yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986). Sehingga, pada tabel V.21 hanya menguji variabel Citra Toko dan Perilaku Mencari Vanitas pada Niat Beli Ulang yang dimediasi oleh Persepsi Harga. Data ini dapat diperoleh karena kriteria yang sudah ditetapkan Baron and Kenny (1986) terpenuhi seluruhnya.

5) Kesimpulan Uji Regresi Linier dengan Mediasi

Pada tabel di bawah ini, akan dijabarkan perbandingan hasil uji regresi linier sebelum memasukkan variabel mediasi dan setelah memasukkan variabel mediasi. Dalam bagian ini akan dijelaskan makna dari nilai-nilai koefisien yang sudah didapatkan pada tabel di atas dan masing-masing peran variabel mediasi akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Tabel V.22

Perbandingan Hasil Uji Regresi Sebelum dan Sesudah Memasukkan Variabel Mediasi Pengguna Produk Perawatan Kulit Nature Republic

Variabel Responden

Sebelum Memasukkan Variabel M Setelah Memasukkan Variabel M Unstandardized Coefficients t sig. Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror B Standar Eror Sikap terhadap K-Pop (X1) 427 0,091 0,053 1,721 0,086

Citra Toko (X2) 427 0,568 0,052 10,872 0,000 0,428 0,050 8,531 0,000

Perilaku Mencari Vanitas (X3) 427 0,114 0,040 2,876 0,004 0,024 0,038 0,612 0,541

Persepsi Harga (M) 427 0,533 0,064 8,352 0,000

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Hasil uji statistik Sikap terhadap K-Pop (X1) pada Niat Beli Ulang (Y) sebelum memasukkan variabel Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai sig sebesar 0,086 > 0,05. Kemudian, karena hasil tersebut tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Baron and Kenny (1986), maka variabel Sikap terhadap K-Pop (X1) tidak dilanjutkan pada tahapan pengujian selanjutnya.

Hasil uji statistik Citra toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) sebelum memasukkan variabel Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 kemudian setelah memasukkan variabel Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa Citra toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh persepsi harga berpengaruh signifikan. Sedangkan nilai koefisien c sebesar 0,568 dan nilai koefisien c’ sebesar 0,428. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel Persepsi Harga (M) dikatakan sebagai variabel mediasi penuh. Dalam hal ini, peran mediasi dapat dikatakan sebagai mediasi penuh jika pengaruh variabel citra toko pada niat beli ulang berpengaruh setelah ada variabel persepsi harga yang memediasi dan juga nilai koefisien c’ tidak signifikan. Maka, kesimpulan pada bagian ini adalah Citra Toko (X2) pada Niat Beli

Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M) berpengaruh signifikan dengan peran variabel mediasi penuh.

Hasil uji statistik Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) sebelum memasukkan variabel Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai sig sebesar 0,004 < 0,05 kemudian setelah memasukkan variabel Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai sig sebesar 0,541 > 0,05. Maka, Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh persepsi harga tidak berpengaruh signifikan. Sedangkan nilai koefisien c sebesar 0,114 turun dan koefisien c’ sebesar 0,024. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel Persepsi Harga (M) dikatakan sebagai variabel mediasi parsial. Dalam hal ini, peran mediasi dapat dikatakan sebagai mediasi parsial jika pengaruh variabel citra toko pada niat beli ulang tidak berpengaruh setelah ada variabel persepsi harga yang memediasi dan juga nilai koefisien c’ signifikan. Maka, kesimpulan pada bagian ini adalah Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M) tidak berpengaruh signifikan dengan peran variabel mediasi parsial.

b. Analisis Regresi Linier dengan Mediasi produk perawatan kulit Innisfree Metode Causal Step

Metode Causal Step berdasarkan kriteria Baron and Kenny (1986) dapat diuji sebagai berikut :

1) Pengaruh Sikap Terhadap K-Pop (X1), Citra Toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y)

Tabel di bawah akan menjabarkan hasil uji regresi dari variabel independen pada variabel dependen. Di mana dalam data berisi tentang uji regresi dari responden pengguna produk perawatan kulit Innisfree sebanyak 222 orang.

Tabel V.23

Hasil Uji Regresi Pengaruh Sikap Terhadap K-Pop (X1), Citra toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y)

Pengguna Produk Perawatan Kulit Innisfree Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror

Sikap terhadap K-Pop (X1) 222 0,050 0,064 0,788 0,431

Citra Toko (X2) 222 0,682 0,081 8,378 0,000

Perilaku Mencari Vanitas (X3) 222 0,015 0,061 0,246 0,806

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Sumber : Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 24

Dapat dilihat pada tabel di atas, hasil uji regresi Sikap terhadap K-Pop (X1) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan nilai koefisien c sebesar 0,050, nilai t hitung sebesar 0,788 dan nilai sig sebesar 0,431 > 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa tidak

terdapat pengaruh signifikan sikap terhadap K-Pop (X1) pada niat beli ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) tidak terpenuhi, meskipun kriteria c ≠ 0 terpenuhi.

Hasil uji regresi Citra toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan nilai koefisien c sebesar 0,682, nilai t hitung sebesar 8,378 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan Citra Toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria c ≠ 0 terpenuhi.

Hasil uji regresi Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan nilai koefisien c sebesar 0,015, nilai t hitung sebesar 0,246 dan nilai sig sebesar 0,806 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan perilaku mencari vanitas (X3) pada niat beli ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa ketentuan yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh

signifikan pada variabel dependen (Y) tidak terpenuhi, meskipun kriteria c ≠ 0 terpenuhi.

2) Pengaruh Citra Toko (X2) pada Persepsi Harga (M)

Tabel V.24

Hasil Uji Pengaruh Citra toko (X2) pada Persepsi Harga (M) Pengguna Produk Perawatan Kulit Innisfree

Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror Citra toko (X2) 222 0,354 0,055 6,406 0,000

a. Dependen Variabel : Persepsi Harga

Sumber : Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 24

Dapat dilihat pada tabel di atas, hasil uji pengaruh Sikap terhadap K-Pop (X1) dan Perilaku mencari kesombongan (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) tidak dilanjutkan dalam pengujian selanjutnya karena pada kriteria pertama tidak memenuhi syarat. Sehingga pada pengujian kedua hanya menggunakan variabel Citra Toko (X2).

Hasil uji pengaruh Citra toko (X2) pada Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai koefisien a sebesar 0,354, nilai t hitung sebesar 6,406 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan citra toko (X2) pada persepsi harga (M). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen

(X) berpengaruh signifikan pada variabel mediasi (M) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria a ≠ 0 terpenuhi.

3) Pengaruh Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y)

Tabel V.25

Hasil Uji Pengaruh Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y) Pengguna Produk Perawatan Kulit Innisfree

Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror Persepsi Harga (M) 222 0,716 0,087 8,217 0,000

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Sumber : Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 24

Hasil uji pengaruh Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan nilai koefisien b sebesar 0,716, nilai t hitung sebesar 8,217 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasi bahwa terdapat pengaruh signifikan Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel mediasi (M) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria b ≠ 0 terpenuhi.

4) Pengaruh Citra toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M)

Tabel V.26

Hasil Uji Regresi Linier dengan Mediasi Pengaruh Citra Toko (X2) terhadap Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M)

Pengguna Produk Perawatan Kulit Innisfree Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror Citra Toko (X2) 222 0,535 0,077 6,969 0,000 Persepsi Harga (M) 222 0,478 0,086 5,556 0,000

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Sumber : Hasil Pengolahan Data menggunakan SPSS 24

Hasil uji statistik Citra toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) setelah memasukkan Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai koefisien c’ sebesar 0,535, nilai t hitung sebesar 6,969 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara Citra Toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M). Data ini dapat diperoleh karena nilai sig setelah dimediasi sebesar 0,000 < 0,05.

Hasil uji regresi linier dengan mediasi juga menunjukkan nilai koefisien b sebesar 0,478, nilai t hitung sebesar 5,556 dan nilai sig sebesar 0,000 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan persepsi harga (M) pada niat beli ulang (M) atau dapat dikatakan bahwa kriteria b ≠ 0 terpenuhi. Dalam uji

regresi linier dengan mediasi, tidak dimasukkan variabel Sikap terhadap K-Pop (X1) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) karena pada uji sebelumnya tidak memenuhi kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986). Sehingga, pada tabel V.26 hanya menguji variabel Citra Toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh persepsi harga (M). Data ini dapat diperoleh karena kriteria yang sudah ditetapkan Baron and Kenny (1986) terpenuhi seluruhnya.

5) Kesimpulan Uji Regresi Linier dengan Mediasi

Pada tabel di bawah ini, akan dijabarkan perbandingan hasil uji regresi linier sebelum memasukkan variabel mediasi dan setelah memasukkan variabel mediasi. Dalam bagian ini akan dijelaskan makna dari nilai-nilai koefisien yang sudah didapatkan pada tabel di atas dan masing-masing peran variabel mediasi akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Tabel V.27

Perbandingan Hasil Uji Regresi Sebelum dan Sesudah Memasukkan Variabel Mediasi Pengguna Produk Perawatan Kulit Innisfree

Variabel Responden

Sebelum Memasukkan Variabel M Setelah Memasukkan Variabel M Unstandardized Coefficients t sig. Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror B Standar Eror Sikap terhadap K-Pop (X1) 222 0,050 0,064 0,788 0,431

Citra Toko (X2) 222 0,682 0,081 8,378 0,000 0,535 0,077 6,969 0,000

Perilaku Mencari Vanitas (X3) 222 0,015 0,061 0,246 0,806

Persepsi Harga (M) 222

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Hasil uji statistik Sikap terhadap K-Pop (X1) pada Niat Beli Ulang (Y) sebelum memasukkan variabel Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai sig sebesar 0,431 > 0,05. Karena hasil tersebut tidak sesuai dengan kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986), maka sikap terhadap K-Pop (X1) tidak dilanjutkan pada tahapan pengujian selanjutnya.

Hasil uji statistik Citra toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) sebelum memasukkan variabel Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 kemudian setelah memasukkan variabel Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05. Sedangkan nilai koefisien c sebesar 0,682 turun dan koefisien c’ sebesar 0,535 > 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa variabel Persepsi Harga (M) dikatakan sebagai variabel mediasi penuh. Dalam hal ini, peran mediasi dapat dikatakan sebagai mediasi penuh jika pengaruh variabel citra toko pada niat beli ulang berpengaruh setelah ada variabel persepsi harga yang memediasi dan juga nilai koefisien c’ tidak signifikan. Maka, kesimpulan pada bagian ini adalah Citra Toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M) berpengaruh signifikan dengan peran variabel mediasi penuh.

Hasil uji statistik Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) sebelum memasukkan variabel Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai sig 0,806 < 0,05. Karena hasil tersebut dari tahapan pengujian awal sudah tidak sesuai dengan kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986), maka perilaku mencari vanitas (X3) tidak dilanjutkan pada tahapan pengujian selanjutnya.

c. Analisis Regresi Linier dengan Mediasi Produk Perawatan Kulit Nature Republic dan Innisfree Metode Causal Step

Metode Causal Step berdasarkan kriteria Baron and Kenny (1986) dapat diuji sebagai berikut :

1) Pengaruh Sikap terhadap K-Pop (X1), Citra Toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y)

Tabel di bawah ini akan menjabarkan hasil uji regresi dari variabel independen dan dependen dengan responden pengguna produk perawatan kulit Nature Republic dan Innisfree.

Tabel V.28

Hasil Uji Regresi Pengaruh Sikap Terhadap K-Pop (X1), Citra toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) Pengguna Produk Perawatan Kulit Nature Republic dan Innisfree Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror

Sikap terhadap K-Pop (X1) 649 0,608 0,041 1,678 0,094

Citra Toko (X2) 649 0,609 0,044 13,755 0,000

Perilaku Mencari Vanitas (X3) 649 0,081 0,034 2,415 0,016

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Sumber : Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 24

Dapat dilihat pada tabel di atas, hasil uji regresi Sikap terhadap K-Pop (X1) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan nilai koefisien c sebesar 0,608, nilai t hitung sebesar 1,678 dan nilai sig sebesar 0,094 > 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan sikap terhadap K-Pop (X1) pada niat beli ulang (Y). Hal ini juga menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) tidak terpenuhi, meskipun kriteria c ≠ 0 terpenuhi.

Hasil uji regresi Citra Toko (X2) pada Niat Beli Ulang menunjukkan nilai koefisien c sebesar 0,609, nilai t hitung sebesar 13,755 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan citra toko (X2) pada niat beli ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria

yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria c ≠ 0 terpenuhi.

Hasil uji regresi Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan nilai koefisien c sebesar 0,081, nilai t hitung sebear 2,415 dan nilai sig sebesar 0,016 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan perilaku mencari vanitas (X3) pada niat beli ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria c ≠ 0 terpenuhi.

2) Pengaruh Citra Toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Persepsi Harga (M)

Tabel V.29

Hasil Uji Regresi Pengaruh Citra toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Persepi Harga (M) Pengguna Produk

Perawatan Kulit Nature Republic dan Innisfree Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror Citra Toko (X2) 649 0,317 0,030 10,588 0,000

Perilaku Mencari Vanitas (X3) 649 0,158 0,024 6,638 0,000

a. Dependen Variabel : Persepsi Harga

Sumber : Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 24

Dapat dilihat pada tabel di atas, hasil uji pengaruh Sikap terhadap K-Pop pada Niat Beli Ulang (Y) tidak dilanjutkan dalam pengujian selanjutnya karena pada kriteria pertama tidak memenuhi syarat. Sehingga pada pengujian kedua hanya menggunakan variabel Citra Toko dan Perilaku Mencari Vanitas.

Hasil uji pengaruh Citra Toko (X2) pada Persepsi Harga menunjukkan nilai koefisien a sebesar 0,317, nilai t hitung sebesar 10,588 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan citra toko (X2) pada persepsi harga (M). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel mediasi (M) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria a ≠ 0 terpenuhi.

Hasil uji pengaruh Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Persepsi Harga (M) menunjukkan koefisien a sebesar 0,518, nilai t hitung sebesar 6,638 dan nilai sig sebesar 0,000 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan perilaku mencari vanitas (X3) pada persepsi harga (M). Hal ini menunjukkan bahwa kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel independen (X) berpengaruh signifikan pada variabel mediasi (M) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria a ≠ 0 terpenuhi.

3) Pengaruh Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y)

Tabel V.30

Hasil Uji Regresi Pengaruh Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y) Pengguna Produk Perawatan Kulit Nature Republic dan Innisfree Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror Persepsi Harga (M) 649 0,749 0,049 15,029 0,000

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Sumber : Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 24

Hasil uji pengaruh Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y) menunjukkan nilai koefisien b sebesar 0,743, nilai t hitung sebesar 15,029 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasi bahwa terdapat pengaruh signifikan Persepsi Harga (M) pada Niat Beli Ulang (Y). Hal ini menunjukkan bahwa

kriteria yang sudah diberikan oleh Baron and Kenny (1986) yaitu variabel mediasi (M) berpengaruh signifikan pada variabel dependen (Y) terpenuhi atau dapat dikatakan kriteria b ≠ 0 terpenuhi.

4) Pengaruh Citra Toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M)

Tabel V.31

Hasil Uji Regresi Pengaruh Citra toko (X2) dan Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M) Pengguna Produk Perawatan Kulit Nature Republic dan Innisfree

Variabel Responden Unstandardized Coefficients t sig. B Standar Eror Citra Toko (X2) 649 0,472 0,043 11,070 0,000

Perilaku Mencari Vanitas (X3) 649 0,003 0,032 0,104 0,917

Persepsi Harga (M) 649 0,504 0,052 9,721 0,000

a. Dependen Variabel : Niat Beli Ulang

Sumber : Hasil Pengolahan Data Menggunakan SPSS 24

Hasil uji statistik Citra Toko (X2) pada Niat Beli Ulang (Y) setelah memasukkan Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai koefisien c’ sebesar 0,472, nilai t hitung sebesar 11,070 dan nilai sig sebesar 0,000 < 0,05 yang mengidentifikasikan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara Citra Toko (X2) pada Niat Beli Ulang

(Y) yang dimediasi oleh Persepsi Harga (M). Data ini dapat diperoleh karena nilai sig setelah dimediasi sebesar 0,000 < 0,05.

Hasil uji statistik Perilaku Mencari Vanitas (X3) pada Niat Beli Ulang (Y) setelah memasukkan Persepsi Harga (M) menunjukkan nilai koefisien c’ sebesar 0,003, nilai t hitung sebesar 0,104 dan nilai sig sebesar 0,917 < 0,05 yang mengidentifikasikan

Dokumen terkait