BAB 4 HASIL PENELITIAN
4.4 Uji Hipotesis
4.4.1 Analisis Regresi Variabel Penelitian
Peneliti menggunakan teknik analisis regresi dengan software SPSS 26.0 untuk uji
hipotesis pada penelitian ini dan menggunakan rumus yang telah dipaparkan di
bab 3. Di dalam regresi ada tiga hal yang dapat menjadi perhatian. Pertama,
melihat R Square untuk mengetahui berapa persen (%) varians Dependent
Variable (DV). Kedua, apakah keseluruhan Independent Variable (IV) berpengaruh secara signifikan terhadap Dependent Variable (DV). Ketiga, melihat
signifikan atau tidaknya koefesien regresi dari masing-masing Independent
Selanjutnya, pada R Square dapat dilihat pada tabel nomor 4.5 berikut ini:
Tabel 4.5 R Square
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 .611a .373 .328 7.89303
a. Predictors: (Constant), Jenis Kelamin, Inovasi, Keteraturan dan Pengorganisasian, Keikutsertaan Ekstrakurikuler, Orientasi Ekstrinsik Sosial, Dukungan Guru, Orientasi Ekstrinsik Personal, Keterlibatan, Afiliasi, Kejelasan Peraturan, Kompetisi, Orientasi Intrinsik, Kontrol Guru, Orientasi Pada Tugas.
Berdasarkan tabel nomor 4.5 dapat dilihat bahwa perolehan R-Square
sebesar 0.373 atau 37.3%, hal tersebut dapat diartikan bahwa proporsi dari
perilaku menyontek yang dijelaskan oleh variabel orientasi beragama (orientasi
intrinsik, orientasi ekstrinsik personal dan orientasi ekstrinsik sosial), iklim kelas
(keterlibatan, afiliasi, orientasi pada tugas, keteraturan dan pengorganisasian,
kompetisi, kejelasan peraturan, kontrol guru, dukungan guru dan inovasi), dan
variabel demografi (jenis kelamin dan kegiatan ekstrakurikuler) ialah sebesar
37,3%, sedangkan 62,7 lainnya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian
ini. Pada langkah kedua, peneliti menguji apakah seluruh independent variable
(IV) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku menyontek. Adapun
Hasil uji F dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut :
Tabel 4.6 Anova Pengaruh Keseluruhan IV terhadap DV
Model Sum of Square Df Mean Square F Sig. 1 Regression Residual Total 7263.941 12210.774 19474.715 14 196 210 518.853 62.300 8.323 .000b
a. Dependent Variable: Perilaku Menyotek
b. Predictor: (Constant), Jenis Kelamin, Inovasi, Keteraturan dan Pengorganisasian, Keikutsertaan Ekstrakurikuler, Orientasi Ekstrinsik Sosial, Dukungan Guru, Orientasi Ekstrinsik Personal, Keterlibatan, Afiliasi, Kejelasan Peraturan, Kompetisi, Orientasi Intrinsik, Kontrol Guru, Orientasi Pada Tugas
Berdasarkan uji F pada tabel nomor 4.6 dapat diketahui bahwa nilai
probability pada Sig. kolom paling kanan sebesar p = 0.000 dengan nilai p 0.05, maka hipotesis nihil yang menyatakan “tidak ada pengaruh orientasi beragama, iklim kelas dan variabel demografi terhadap perilaku menyontek ditolak. Artinya,
ada pengaruh yang signifikan orientasi beragama (orientasi intrinsik, orientasi
ekstrinsik personal dan orientasi ekstrinsik sosial), iklim kelas (keterlibatan,
afiliasi, orientasi pada tugas, keteraturan dan pengorganisasian, kompetisi,
kejelasan peraturan, kontrol guru, dukungan guru, inovasi), dan variabel
demografi (jenis kelamin dan kegiatan ekstrakurikuler) terhadap perilaku menyontek”.
Langkah selanjutnya, peneliti melihat koefisien regresi dari setiap
Independent Variable (IV). Jika nilai Sig. 0.05 maka koefisien regresi tersebut signifikan yang berarti variabel independen tersebut memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap perilaku menyontek. Adapun besaran koefisien regresi dari
masing-masing variabel independen terhadap perilaku menyontek dapat dilihat
pada tabel nomor 4.7.
Tabel 4.7 Koefisien Regresi
Model Unstandardized B Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta t Sig. 1 (Constant) 96.631 10.032 9.633 .000 OB Intrinsik -.180 .093 -.168 -1.940 .054 OB Ekstrinsik Personal -.026 .079 -.027 -.331 .741 OB Ekstrinsik Sosial .016 .066 .015 .246 .806 Keterlibatan -.160 .076 -.147 -2.110 .036 Afiliasi .185 .081 .156 2.279 .024 Orientasi Pada Tugas -.044 .102 -.040 -.435 .664
Keteraturan dan Pengorganisasian -.194 .089 -.153 -2.180 .030 Kompetisi -.373 .098 -.329 -3.813 .000 Kejelasan Peraturan .032 .097 .026 .329 .743 Kontrol Guru .020 .107 .017 .185 .854 Dukungan Guru .007 .088 .006 .077 .938 Inovasi .019 .080 .017 .243 .808 Jenis Kelamin -4.564 1.332 -.212 -3.426 .001 Keikutsertaan Ekstrakurikuler -3.913 3.793 -.062 -1.031 .304
a. Dependent Variable: Perilaku Menyotek
Berdasarkan persamaan koefisien regresi pada tabel nomor 4.7, maka
dapat diketahui persamaan regresinya sebagai berikut : (signifikan).
Perilaku menyontek = 96.631 − 0.180 orientasi intrinsik − 0.026 orientasi ekstrinsik personal + 0.016 orientasi ekstrinsik sosial − 0.160 keterlibatan + 0.185 afiliasi − 0.044 orientasi pada tugas − 0.194 keteraturan dan pengorganisasian − 0.373 kompetisi + 0.32 kejelasan peraturan + 0.020 kontrol guru + 0.007 dukungan guru + 0.019 inovasi − 4.564 jenis kelamin − 3.913 keikutsertaan ekstrakurikuler
Dari persamaan regresi tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat lima variabel
yang nilai koefisien regresinya signifikan, yaitu (1) keterlibatan; (2) afiliasi; (3)
keteraturan dan pengorganisasian; (4) kompetisi; (5) jenis kelamin, sementara 9
variabel lain tidak signifikan. Penjelasan dari nilai koefisien regresi yang
diperoleh masing-masing Independent Variable (IV) adalah sebagai berikut :
1. Variabel orientasi intrinsik
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -.180 dengan nilai probability sebesar
0.054 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi orientasi
intrinsik tidak signifikan, maka hipotesis nihil tidak ditolak, yang berarti tidak
ada pengaruh yang signifikan variabel orientasi intrinsik terhadap perilaku
2. Variabel orientasi ekstrinsik personal
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -.026 dengan nilai probability sebesar
0.741 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi orientasi
ekstrinsik personal tidak signifikan, maka hipotesis nihil tidak ditolak, yang
berarti tidak ada pengaruh yang signifikan variabel orientasi ekstrinsik
personal terhadap perilaku menyontek. 3. Variabel orientasi ekstrinsik sosial
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar .016 dengan nilai probability sebesar
0.806 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi orientasi
ekstrinsik sosial tidak signifikan, maka hipotesis nihil tidak ditolak, yang
berarti tidak ada pengaruh yang signifikan variabel orientasi ekstrinsik sosial
terhadap perilaku menyontek.
4. Variabel keterlibatan
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -.160 dengan nilai probability sebesar
0.036 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi
keterlibatan signifikan, maka hipotesis nihil ditolak, yang berarti ada pengaruh
yang signifikan variabel keterlibatan terhadap perilaku menyontek. Arah
negatif menunjukkan bahwa semakin tinggi keterlibatan, maka semakin
rendah perilaku menyontek.
5. Variabel afiliasi
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar .185 dengan nilai probability sebesar
0.024 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi afiliasi
signifikan, maka hipotesis nihil ditolak, yang berarti ada pengaruh yang
menunjukkan bahwa semakin tinggi afiliasi, maka semakin tinggi pula
perilaku menyontek.
6. Variabel orientasi pada tugas
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -.044 dengan nilai probability sebesar
0.664 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi orientasi
pada tugas tidak signifikan, maka hipotesis nihil tidak ditolak, yang berarti
tidak ada pengaruh yang signifikan variabel orintasi pada tugas terhadap
perilaku menyontek.
7. Variabel keteraturan dan pengorganisasian
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -.194 dengan nilai probability sebesar
0.030 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi
keteraturan dan pengorganisasian signifikan, maka hipotesis nihil ditolak,
yang berarti ada pengaruh yang signifikan variabel keteraturan dan
pengorganisasian terhadap perilaku menyontek. Arah negatif menunjukkan
bahwa semakin tinggi keteraturan dan pengorganisasian, maka semakin
rendah perilaku menyontek.
8. Variabel kompetisi
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -.373 dengan nilai probability sebesar
0.000 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi kompetisi
signifikan, maka hipotesis nihil ditolak, yang berarti ada pengaruh yang
signifikan variabel kompetisi terhadap perilaku menyontek. Arah negatif
menunjukkan bahwa semakin tinggi kompetisi, maka semakin rendah perilaku
9. Variabel kejelasan peraturan
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar .032 dengan nilai probability sebesar
0.743 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi kejelasan
peraturan tidak signifikan, maka hipotesis nihil tidak ditolak, yang berarti
tidak ada pengaruh yang signifikan variabel kejelasan peraturan terhadap
perilaku menyontek.
10. Variabel kontrol guru
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar .020 dengan nilai probability sebesar
0.854 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi kontrol
guru tidak signifikan, maka hipotesis nihil tidak ditolak, yang berarti tidak ada
pengaruh yang signifikan variabel kontrol guru terhadap perilaku menyontek.
11. Variabel dukungan guru
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar .007 dengan nilai probability sebesar
0.938 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi dukungan
guru tidak signifikan, maka hipotesis nihil tidak ditolak, yang berarti tidak ada
pengaruh yang signifikan variabel dukungan guru terhadap perilaku
menyontek.
12. Variabel inovasi
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar .019 dengan nilai probability sebesar
0.808 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi inovasi
tidak signifikan, maka hipotesis nihil tidak ditolak, yang berarti tidak ada
13. Variabel jenis kelamin
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -4.564 dengan nilai probability
sebesar 0.001 (sig 0.05). Dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien regresi
jenis kelamin signifikan, maka hipotesis nihil ditolak, yang berarti ada
pengaruh yang signifikan perbedaan jenis kelamin terhadap perilaku
menyontek. Arah negatif menunjukkan bahwa siswa perempuan pada
penelitian ini memiliki perilaku menyontek yang lebih tinggi daripada siswa
laki-laki.
14. Variabel keikutsertaan ekstrakurikuler
Diperoleh nilai koefisien regresi sebesar -3.913 dengan nilai probability
sebesar 0.304 (sig 0.05), dengan demikian hipotesis nihil yang menyatakan
tidak ada pengaruh yang signifikan perbedaan keikutsertaan ekstrakurikuler
terhadap perilaku menyontek.
4.5 Pengujian Proporsi Varian IV Terhadap DV