BAB 4 HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Subjek Penelitian
Total subjek pada penelitian ini berjumlah 211 orang yang merupakan siswa-siswi
MAS/MAN di Tangerang Raya. Seluruh subjek yang diteliti telah memenuhi
kriteria yang ditetapkan oleh peneliti. Adapun gambaran umum subjek penelitian
ini dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1
Gambaran Umum Subjek Penelitian Dan Pengaruhnya Terhadap Dependent Variable
Jumlah () R2 Jumlah () R2
Jenis Kelamin .083 18 33 14.6
Laki-Laki 58 27.5 19 4 1.9
Perempuan 153 72.5 Asal Sekolah .002
Keikutsertaan Ekstrakurikuler .009 MAN 135 64 Ya 206 97.6 MAN 1 70 33.2 Tidak 5 2.4 MAN 2 37 17.5 Jenis Ekstrakurikuler .000 MAN 3 23 10.9 Anggar 2 0.9 MAN 4 5 2.4 Badminton 5 2.4 MAS 76 36
Band 3 1.4 MP UIN Tangerang
Selatan
35 16.6 Basket Ball 5 2.4 MA Manbaul Ulum 5 2.4
Futsal 10 4.7 MA Mumtaz
Ibadurrahman
1 0.5
Japan Club dan
Manga 6 2.8
MA Daarul Muttaqien
1 0.5
Jurnalistik 5 2.4 MA Daarus Sa’adah 21 10
KIR 6 2.8 MA At-Taqwa Daarul Mu’minin 2 0.9
Marawis 5 2.4 MA Soebono
Mantofani
5 2.4
Paduan Suara 13 6.2 MA At-Tahiyah 1 0.5
Paskibra 25 11.8 MA Babussalam 1 0.5
PMR 30 14.2 Kegiatan Lain
diluar Sekolah
.007
Pramuka 15 7.1 Mengikuti Les
Khusus 25 35.1 Robotic 2 0.9 Berkumpul Bersama Teman Sebaya 92 43.6 Rohis 36 17.1 Jalan-Jalan 20 9.5 Tahfidz 8 3.8 Lainnya 74 11.8
Tamyiz 1 0.5 Waktu Belajar di
Rumah
.125
Tari 13 6.2 < 1 Jam 46 21.8
Teater 3 1.4 1 Jam 76 36.0
Tilawah 4 1.9 2 Jam 55 26.1
Tidak Ikut 5 2.4 > 2 Jam 34 16.1
Tingkat Kelas .010 Waktu Bermain
Gadget .001 Kelas 10 58 27.5 < 3 jam 63 29.9 Kelas 11 86 40.8 3 Jam 31 14.7 Kelas 12 67 31.8 > 3 Jam 117 55.5 Usia .028 16 92 43.6 17 82 38.9 Jumlah 211 100.0
Berdasarkan tabel nomor 4.1 dapat diketahui bahwa jumlah responden
perempuan memiliki presentase sebesar 72,5 (153 orang), responden laki-laki
dengan presentase 27,5 (58 orang). Maka dapat disimpulkan subjek penelitian
terbanyak adalah subjek yang berjenis kelamin perempuan yang berjumlah 153
orang (72,5%). Dari hasil analisis regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa
jenis kelamin mempengaruhi perilaku menyontek sebesar 8,3.
Selanjutnya, pada kategori keikutsertaan ekstrakurikuler didominasi oleh
siswa yang mengikuti ekstrakurikuler, yaitu sebanyak 206 orang (97,6%) dan
hanya 5 orang (2,4%) siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler. Dari hasil
analisis regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa keikutsertaan ekstrakurikuler
Berikutnya, dijelaskan gambaran subjek berdasarkan jenis kegiatan
ekstrakurikuler, tingkat kelas, usia, asal sekolah, kegiatan lain di luar sekolah,
waktu belajar di rumah dan waktu bermain gadget. Untuk kategori jenis
ekstrakurikuler dibagi menjadi ekstrakurikuler anggar, badminton, band, basket
ball, futsal, japan club dan manga, jurnalistik, KIR, marawis, paduan suara, paskibra, pencak silat, PMR, pramuka, robotic, rohis, tahfidz, tamyiz, tari, teater,
tilawah. Untuk mempermudah perhitungan peneliti membagi semua kategori
diatas menjadi beberapa kategori. Kelas dibagi menjadi tiga kategori, yaitu 10, 11
dan 12. Sedangkan usia dibagi menjadi empat kategori, yaitu 16, 17, 18 dan 19
tahun. Pada penelitian ini peneliti ingin melihat asal sekolah siswa dan dibagi
menjadi 2 kategori, yaitu Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah
Negeri (MAN). Kegiatan lain di luar sekolah dibagi menjadi kategori mengikuti
les khusus, berkumpul bersama teman sebaya, jalan-jalan dan lainnya.
Pada penelitian ini peneliti juga ingin mengetahui waktu belajar siswa di
rumah yang dibagi menjadi rentangan kategori (< 1 Jam) sampai lebih dari (> 2
Jam) perhari. Sedangkan juga ingin mengetahui waktu bermain gadget siswa yang
sudah didapatkan dibagi menjadi rentangan kategori (< 3 jam) sampai (> 3 Jam).
Berdasarkan tabel nomor 4.1 dapat diketahui bahwa responden dalam
penelitian ini didominasi oleh siswa yang mengikuti ekstrakurikuler rohis
sebanyak 36 orang (17,1%). Dilanjutkan oleh siswa yang mengikuti
ekstrakurikuler PMR sebanyak 30 orang (14,2), paskibra sebanyak 25 orang
(11,8), tari sebanyak 13 orang (6,2), pramuka sebanyak 15 orang (7,1 ),
paduan suara sebanyak 13 orang (6,2) futsal sebanyak 10 orang (4,7), pencak
orang (2,8), japan club dan manga sebanyak 6 orang (2,8), badminton
sebanyak 5 orang (2,4), marawis sebanyak 5 orang (2,4),jurnalistik sebanyak
5 orang (2,4), basket ball sebanyak 5 orang (2,4), tidak ikut sebanyak 5 orang
(2,4), tilawah sebanyak 4 orang (1,9), teater sebanyak 3 orang (1,4), band
sebanyak 3 orang (1,4), robotic sebanyak 2 orang (0,9) dan anggar sebanyak 2
orang (0,9). Serta ekstrakurikuler tamyiz yang memiliki jumlah paling sedikit,
yaitu 1 orang (0,5). Dari hasil analisis regresi yang dilakukan menunjukkan
bahwa jenis ekstrakurikuler yang diikuti mempengaruhi perilaku menyontek
sebesar 0,0.
Adapun pada penelitian ini dapat diketahui bahwa responden didominasi
oleh siswa yang berada pada kelas 11 sebanyak 86 orang (40,8), diikuti oleh
siswa yang berada pada kelas 12 (31,8) dan paling sedikit adalah siswa yang
berada pada kelas 10 (27,5). Maka dapat disimpulkan subjek penelitian
terbanyak adalah siswa yang berada pada kelas 11. Dari hasil analisis regresi yang
dilakukan menunjukkan bahwa tingkat kelas mempengaruhi perilaku menyontek
sebesar 1,0.
Berdasarkan tabel nomor 4.1 dapat diketahui bahwa sebagian besar sampel
dalam penelitian ini berada pada kategori usia 16 tahun berjumlah 92 orang
dengan presentase 43,6, kemudian disusul pada kategori usia 17 tahun
berjumlah 82 orang dengan presentase 38,9. Selanjutnya kategori usia 18 tahun
berjumlah 33 orang dengan presentase 14,6 dan kategori usia 19 tahun
dilakukan menunjukkan bahwa usia mempengaruhi perilaku menyontek sebesar
2,8.
Siswa yang berasal dari sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN)
mendominasi pada kategori asal sekolah sebanyak 135 orang (64) yaitu sekolah
MAN 1 Tangerang sebanyak 70 siswa (33.2), MAN 2 Tangerang sebanyak 37
siswa (17.5), MAN 3 Tangerang sebanyak 23 siswa (10.9) dan MAN 4
Tangerang sebanyak 5 siswa (2.4). Maka dapat disimpulkan subjek penelitian
terbanyak dalam kategori asal sekolah MAN adalah MAN 1 Tangerang berjumlah
70 siswa. Sedangkan siswa yang berasal dari Madrasah Aliyah Swasta (MAS)
berjumlah 76 orang (36) yaitu sekolah MP UIN Tangerang Selatan sebanyak 35
siswa (16.6), MA Manbaul Ulum Tangerang Selatan sebanyak 5 siswa (2.4),
MA Mumtaz Ibadurrahman Tangerang sebanyak 1 siswa (0.5), MA Daarul
Muttaqien Tangerang sebanyak 1 siswa (0.5), MA Daarus’saadah Tangerang
sebanyak 21 siswa (10), MA At-Taqwa Daarul Mu’minin Tangerang sebanyak
2 orang (0.9), MA Soebono Mantofani Tangerang Selatan sebanyak 5 orang
(2.4), MA At-Tahiyah Tangerang sebanyak 1 orang (0.5), MA Babussalam
Tangerang sebanyak 1 siswa (0.5) dan MA Daar El-Qolam Tangerang sebanyak
4 siswa (1.9). Maka dapat disimpulkan subjek penelitian terbanyak dalam
kategori asal sekolah MAS adalah MP UIN Tangerang Selatan berjumlah 35
siswa. Dari hasil analisis regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa asal sekolah
mempengaruhi perilaku menyontek sebesar 0,2.
Sebagaimana disebutkan dalam tabel nomor 4.1 didapatkan kesimpulan
siswa (siswa yang berkumpul bersama teman sebaya), yaitu berjumlah 92 orang
(43,6). Kemudian disusul dengan siswa yang melakukan hal lainnya, seperti
membantu orang tua, melakukan hobi, bermain komputer, belajar editing video
dan lain-lain berjumlah 74 orang (11,8). Selanjutnya dilanjutkan dengan
kegiatan di luar sekolah pada siswa yang mengikuti les khusus berjumlah 25
orang (35,1) dan kegiatan di luar sekolah dengan jalan-jalan berjumlah 20 orang
(9,5). Dari hasil analisis regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa kegiatan
lain diluar sekolah mempengaruhi perilaku menyontek sebesar 0,7.
Berikutnya, berdasarkan tabel nomor 4.1 dapat diketahui bahwa sebagian
besar sampel dalam penelitian ini berada pada kategori waktu belajar di rumah
selama 1 jam berjumlah 76 orang (36,0), kemudian disusul pada kategori waktu
belajar di rumah selama 2 jam berjumlah 55 orang (26,1). Selanjutnya kategori
waktu belajar di rumah selama ( 1 jam) berjumlah 46 orang (21,8) dan jumlah
kategori waktu belajar di rumah selama ( 2 jam) berjumlah 34 orang (16,1).
Dari hasil analisis regresi yang dilakukan menunjukkan bahwa waktu belajar di
rumah mempengaruhi perilaku menyontek sebesar 12,5.
Berikutnya, sebagaimana disebutkan dalam tabel nomor 4.1 diketahui
bahwa siswa dengan waktu bermain gadget selama ( 3 jam) terbanyak sebesar
55,5 (117 orang). Kemudian dilanjutkan dengan waktu bermain gadget selama
( 3 jam) sebanyak 29,9 (63 orang) dan waktu bermain gadget selama 3 jam
hanya sebanyak 14,7 (31 orang). Dari hasil analisis regresi yang dilakukan
menunjukkan bahwa waktu bermain gadget mempengaruhi perilaku menyontek