• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN DATA

IV.2 Analisis Data

IV.2.2 Analisis Data Iklan AS Versi ”Sule – Cek 123”

IV.2.2.2 Analisis Scene Kedua Iklan AS Versi

Gambar detik ke-7 Gambar detik ke-9 Gambar detik ke-10

Gambar detik ke-12 Gambar detik ke-13 Gambar detik ke-14

Gambar detik ke-16 Gambar detik ke-18 Gambar detik ke-19

Gambar detik ke-21 Gambar detik ke-24 Gambar detik ke-25 Gambar 4.5 Scene Kedua Iklan AS Versi “Sule – Cek 123”

Ilustrasi scene kedua (Detik 7 - 25):

Scene ini dimulai dengan musik yang dimainkan oleh Klantink dan kemudian Sule bernyanyi bersama mereka. Seiring dengan musik yang dimainkan, setting berganti menjadi sebuah panggung yang berwarna merah dan abu-abu. Panggung itu dihiasi dengan balon berwarna merah dan putih serta gelembung-gelembung. Selain itu pakaian bagian atas Sule dan Klantink juga berubah. Sule mengenakan kemeja lengan panjang yang

digulung pendek berwarna putih dan rompi rajut motif wajik berwarna putih, merah dan hitam. Anggota Klantink mengenakan pakaian berwarna putih dan abu-abu dan masing-masing dari mereka memakai aksesoris berwarna merah. Wawan memakai suspender (tali yang dipakai melewati bahu untuk menahan celana yang membentuk simpul X atau Y di bagian punggung) berwarna merah, Budi memakai dasi merah, Lukin memakai topi rajut berwarna merah, Cak Mat memakai scarf merah dan Ndowe memakai kalung berwarna merah. Sule dan Klantink bernyanyi dengan ceria sambil menggoyangkan tubuh mereka. Di bawah panggung terlihat banyak penonton yang juga bergoyang dan bernyanyi mengikuti lagu tersebut. Di antara kerumunan penonton tersebut terlihat Rianti Cartwright (salah satu juri Indonesia Mencari Bakat) yang juga ikut bernyanyi dan bergoyang. Rianti mengenakan blouse berwarna merah, sementara penonton lain mengenakan baju berwarna lain. Kemudian Sule memegang perdana AS dan mempromosikannya dengan berkata, “Mau nelpon paling murah langsung dari detik pertama plus gratis 5000 sms ke semua operator?”. Bersamaan dengan itu muncul tulisan “nelpon Rp 0,- ” di samping kanan kepala Sule dan kemudian tulisan “GRATIS 5000 SMS” di samping kirinya. Kemudian terlihat salah satu penonton laki-laki yang berteriak terkejut dan kegirangan mendengar perkataan Sule tadi. Kemudian terlihat Rianti sudah ada di atas panggung bersama Sule dan Klantink, tetap sambil bergoyang mengikuti lagu. Lalu Sule kembali berkata, “Beli Kartu AS sekarang juga”. Kemudian muncul tulisan “nelpon Rp 0,- GRATIS 5000 SMS! + Facebook & Chatting” dan bersamaan itu

terdengar suara laki-laki yang mengatakan “Paling murah ya Kartu AS”. Kemudian dilanjutkan dengan munculnya tulisan “KARTU As Paling Murah!”, di atas kanannya ada lambang TELKOMSEL dan di sebelah kiri bawahnya ada tulisan dengan huruf yang jauh lebih kecil sebagai berikut:

• Gratis SMS berlaku ke semua operator

• Syarat & ketentuan berlaku

Info lengkap hubungi 116 atau www.telkomsel.com

Adapun lirik dari lagu yang dinyanyikan Sule dan Klantink yang mengiringi scene kedua adalah sebagai berikut:

Beli dan langsung nikmati tarif murahnya Langsung dari menit pertama Siang malam ke s’luruh Indonesia

Jelas murahnya

Berikut ini adalah setting yang tampil dalam iklan:

a) Setting dari tempat terjadinya aktivitas di atas adalah sebuah panggung dan di sekitar lantai penonton.

b) Warna dominan yang tampak dari scene kedua adalah abu-abu, merah putih dan hitam.

Tabel 4.8 Ikon scene kedua iklan AS versi “Sule – Cek 123”

Penanda (Signifier) Petanda (Signified) Sebuah panggung dengan nuansa abu-abu,

merah, putih dan hitam. Panggung pementasan Manusia dengan tinggi badan ukuran

dewasa, rambut pirang panjang terikat sedada, pakaian; kemeja lengan panjang digulung pendek berwarna putih, rompi motif wajik berwarna merah putih hitam, celana panjang hitam dan sepatu putih.

Pria dewasa (Sule)

Manusia dengan tinggi badan ukuran dewasa, rambut pendek hitam, pakaian; kemeja lengan panjang berwarna putih, syal abu-abu, suspender bergaris merah putih, celana panjang hitam dan sepatu hitam.

Pria dewasa (Wawan Klantink)

Manusia dengan tinggi badan ukuran dewasa, badan gemuk, pakaian; kupluk motif kotak-kotak abu-abu hitam putih, kemeja lengan pendek berwarna putih, dasi merah, celana panjang hitam dan sepatu putih.

Pria dewasa (Budi Klantink)

Manusia dengan tinggi badan ukuran dewasa, rambut pendek hitam, pakaian; topi rajut berwarna merah, kemeja putih, sweater abu-abu, celana panjang hitam dan sepatu hitam.

Pria dewasa (Lukin Klantink) Manusia dengan tinggi badan ukuran

dewasa, rambut pendek hitam, pakaian; jas abu-abu, scarf merah, celana panjang hitam dan sepatu hitam.

Pria dewasa (Cak Mat Klantink) Manusia dengan tinggi badan ukuran

dewasa, rambut pendek hitam, pakaian; kemja lengan panjang berwarna putih, rompi abu-abu, kalung merah, celana panjang hitam dan sepatu hitam.

Pria dewasa (Ndowe Klantink) Manusia dengan tinggi badan ukuran

dewasa, rambut pirang panjang bergelombang, blouse merah, celana panjang hitam.

Wanita dewasa (Rianti Cartwright) Kerumunan orang yang melihat ke arah

panggung Penonton

Pada scene kedua teknik pengambilan gambar yang digunakan antara lain teknik pengambilan gambar long shot, medium long shot, medium shot, medium close up dan close up. Long shot digunakan pada

gambar detik ke-7 dan ke-9, penggunaan teknik ini agar kamera menangkap seluruh wilayah dari tempat kejadian. Teknik pengambilan gambar medium long shot pada detik ke-19, digunakan untuk menggambarkan banyak bagian dari scene yang ada yaitu keseluruhan subjek yang ingin ditonjolkan. Medium shot digunakan pada detik ke-12, ke-13, ke-14 dan ke-21, penggunaan teknik ini untuk memperlihatkan sosok subjek secara jelas. Sedangkan teknik pengambilan gambar medium close up pada detik ke-10 dan ke-16, digunakan untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton melihatnya dengan jelas. Teknik pengambilan gambar close up digunakan pada detik ke-18, untuk menimbulkan kesan intim atau dekat antar subjek, teknik ini melingkupi area shot gambar yang kecil.

Sudut pandang pengambilan gambar menggunakan eye level yang menandakan gambar yang dihasilkan terlihat sejajar antara subjek dan pemandang. Tipe lensa yang digunakan pada semua gambar adalah lensa tele. Lensa tele menciptakan gambar yang voyeuristik dan terkesan ada kedekatan antar personal antar subjek. Seluruh gambar dalam scene ini menggunakan deep focus, artinya semua unsur dalam gambar adalah penting. Pencahayaan menggunakan high key yang dapat menimbulkan kesan riang dan cerah dalam gambar. Keseluruhan gambar dalam scene pertama menggunakan teknik penyuntingan “cut” yaitu perpindahan dari gambar satu ke gambar lainnya yang mewujudkan sebuah bentuk kesinambungan gambar.

1. Tataran denotatif

Scene ini dimulai dengan musik yang dimainkan oleh grup musik dan kemudian pria berambut pirang bernyanyi bersama mereka. Seiring dengan musik yang dimainkan, setting berganti menjadi sebuah panggung yang berwarna merah dan abu-abu. Panggung itu dihiasi dengan balon berwarna merah dan putih serta gelembung-gelembung. Selain itu pakaian bagian atas si pria dan semua anggota grup musik juga berubah. Pakaian anggota grup musik yang tadinya hanya benuansa kelabu (abu dan hitam) berganti menjadi berwarna abu-abu, putih dan merah. Sementara nuansa warna pakaian pria berambut pirang tetap sama yaitu merah, putih dan hitam walaupun pakaiannya berganti. Mereka bernyanyi dengan ceria sambil menggoyangkan tubuh mereka. Di bawah panggung terlihat banyak penonton yang juga bergoyang dan bernyanyi mengikuti lagu tersebut. Di antara kerumunan penonton tersebut terlihat seorang wanita cantik yang juga ikut bernyanyi dan bergoyang. Wanita tersebut tampak mencolok karena mengenakan blouse berwarna merah, sementara penonton lain mengenakan baju berwarna lain. Kemudian si pria berambut pirang memegang perdana AS dan mempromosikannya dengan berkata, “Mau nelpon paling murah langsung dari detik pertama plus gratis 5000 sms ke semua operator?”. Bersamaan dengan itu muncul tulisan “nelpon Rp 0,- ” di samping kanan kepalanya dan kemudian tulisan “GRATIS 5000 SMS” di samping kirinya. Kemudian terlihat salah satu penonton laki-laki yang berteriak terkejut dan kegirangan mendengar

perkataannya. Kemudian terlihat wanita cantik tadi sudah ada di atas panggung bersama si pria dan grup musik, tetap sambil bergoyang mengikuti lagu. Lalu pria itu kembali berkata, “Beli Kartu AS sekarang juga”. Kemudian muncul tulisan “nelpon Rp 0,- GRATIS 5000 SMS! + Facebook & Chatting” dan bersamaan itu terdengar suara laki-laki yang mengatakan “Paling murah ya Kartu AS”. Kemudian dilanjutkan dengan munculnya tulisan “KARTU As Paling Murah!”, di atas kanannya ada lambang TELKOMSEL dan di sebelah kiri bawahnya ada tulisan dengan huruf yang jauh lebih kecil sebagai berikut:

• Gratis SMS berlaku ke semua operator

• Syarat & ketentuan berlaku

Info lengkap hubungi 116 atau www.telkomsel.com

Adapun lirik dari lagu yang dinyanyikan yang mengiringi scene kedua adalah sebagai berikut:

Beli dan langsung nikmati tarif murahnya Langsung dari menit pertama Siang malam ke s’luruh Indonesia

Jelas murahnya

Pada scene ini tampak jelas bahwa yang menjadi pemeran utama adalah si pria berambut pirang, yaitu ketika dia mempromosikan Kartu As. Grup musik dan wanita cantik adalah pemeran pendamping, sementara kerumunan penonton adalah pemeran pembantu.

2. Tataran konotatif

Pada scene ini setting ruangan yang tadinya di studio rekaman dengan nuansa kelabu berwarna abu-abu berubah menjadi suasana pementasan yang sangat ceria berwarna abu-abu, merah dan putih. Suasana ceria ini dipertegas dengan adanya balon-balon dan gelembung-gelembung sabun. Balon biasanya dipakai ketika ada perayaan pesta ulangtahun dan gelembung sabun biasanya dipakai untuk bermain. Di dalam pesta dan permainan selalu ada suasana yang ceria dan menyenangkan. Musik dan lagu yang dimainkan menambah nuansa ceria tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa Kartu AS dapat memberikan perubahan yang menyenangkan dan nuansa ceria. Nuansa yang membawa warna merah putih juga menggambarkan bahwa kartu AS dari Telkomsel yang merupakan operator terbesar di Indonesia. Pakaian dari Klantink yang tadinya bernuansa abu-abu dan hitam berubah menjadi warna abu-abu, merah, putih dan hitam. Ini menandakan perpindahan dari operator lain ke Kartu AS.

Di antara kerumunan penonton terlihat seorang wanita cantik yang mengenakan blouse berwarna merah, yang tak lain adalah Rianti Cartwright (salah satu juri Indonesia Mencari Bakat). Rianti juga terlihat ceria dan terlihat ikut menyanyi dan bergoyang. Penonton yang lain tidak ada yang mengenakan baju merah sehingga Rianti tampak sangat mencolok di tengah kerumunan penonton tersebut. Penonton yang lain itu merepresentasikan orang-orang yang tidak menggunakan kartu AS. Ekspresi gembira mereka yang ditunjukkan dengan ikut

menyanyi dan bergoyang menandakan mereka senang dengan promosi terbaru kartu AS.

Sule memegang perdana AS dan mempromosikannya dengan berkata, “Mau nelpon paling murah langsung dari detik pertama plus gratis 5000 sms ke semua operator?”. Bersamaan dengan itu muncul tulisan “nelpon Rp 0,- ” di samping kanan kepala Sule dan kemudian tulisan “GRATIS 5000 SMS” di samping kirinya. Kemudian terlihat salah satu penonton laki-laki yang berteriak terkejut dan kegirangan mendengar perkataan Sule tadi. Ekspresi terkejut ini menandakan bahwa sebelumnya tidak ada operator lain yang menawarkan promosi seperti Kartu AS, yaitu nelpon Rp 0,- langsung dari detik pertama dan gratis 5000 sms ke semua operator. Ekspresi kegirangan menunjukkan bahwa promosi terbaru Kartu AS ini menyenangkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kemudian terlihat Rianti sudah ada di atas panggung bersama Sule dan Klantink, tetap sambil bergoyang mengikuti lagu. Sule dan Klantink awalnya adalah orang-orang dari kalangan menengah bawah yang akhirnya sukses di dunia entertainment dan dalam iklan ini mereka merepresentasikan orang-orang dari kalangan menengah ke bawah. Sedangkan Rianti sebelum jadi artis memang dari kalangan menengah ke atas, terlebih lagi Rianti adalah keturunan campuran Indonesia - Inggris. Posisi Rianti tadinya ada di bawah panggung bersama penonton selanjutnya berpindah ke atas panggung bersama dengan Sule dan Klantink. Hal ini menepis bahwa Kartu AS selama ini

dianggap produk Telkomsel untuk kalangan menengah ke bawah. Rianti yang berpindah ke panggung ingin menunjukkan bahwa kartu AS juga dapat digunakan oleh kalangan menengah ke atas yang biasanya menjunjung tinggi prestige dan gengsi. Jadi bisa disimpulkan bahwa Telkomsel ingin menunjukkan bahwa kini Kartu AS juga menambah prestige dan gengsi seseorang.

Slogan Kartu AS ini yaitu “Paling murah ya Kartu AS” dan “KARTU As Paling Murah!” ingin menyatakan bahwa Kartu AS paling murah dari operator lain, terlebih XL yang sebelumnya Sule juga membintangi iklannya. Slogan XL di iklan tersebut adalah “Beneran Murahnya Nelpon Rp 25/menit dari menit pertama”. Jelaslah juga bahwa promosi Kartu AS yaitu “nelpon Rp 0,- langsung dari detik pertama dan gratis 5000 sms ke semua operator” ingin mengalahkan promosi dari XL tersebut.

Adapun lirik dari lagu yang dinyanyikan Sule dan Klantink yang mengiringi scene kedua adalah sebagai berikut:

Beli dan langsung nikmati tarif murahnya Langsung dari detik pertama Siang malam ke s’luruh Indonesia

Jelas murahnya

Lirik ini juga ingin menyampaikan bahwa Kartu AS mengalahkan XL. “Beli dan langsung nikmati tarif murahnya” menunjukkan bahwa dengan membeli Kartu AS, kita bisa langsung menikmati tarif murahnya tanpa perlu daftar apa pun lagi, tidak seperti XL yang harus

tekan *123# terlebih dahulu untuk memilih paket murah. “Langsung dari detik pertama” menunjukkan bahwa begitu dipakai untuk menelepon, dari detik pertama langsung dikenakan tarif murah, tidak seperti XL yang harus menunggu sampai 1 menit terlebih dahulu. “Siang malam ke s’luruh Indonesia” menunjukkan bahwa tarif murah Kartu AS tidak dibatasi oleh waktu, tidak seperti XL yang memiliki tarif siang dan tarif malam. “Jelas murahnya” menunjukkan bahwa tarif murah Kartu AS itu jelas dan tidak berbelit-belit, tidak seperti XL yang mengatakan operator jujur tetapi tarifnya tidak jelas dan berbelit-belit.