BAB II ANALISIS STRUKTUR LAGU CAMPURSARI
2.5 Analisis Struktur Syair “Kenalan Anyar” 31
Syair lagu “Kenalan Anyar“ (Kenalan baru) terdiri dari enam bait, masing-masing bait terdiri dari empat baris. Rima bunyi akhir pada bait satu, dua, empat, lima, dan enam adalah a, a, b, b. Sedangkan pada bait tiga rima bunyi akhirnya adalah a, a, a, a. Berikut syair lagu “Kenalan Anyar“ (Kenalan baru) :
No Lirik Arti
1. a. E…e…mbak ayu sing nganggo klambi biru.
E…gadis cantik yang memakai baju biru.
b. Kula tak takon tindak pundi sajak kesusu.
Saya hendak bertanya mau kemana sepertinya tergesa-gesa.
c. Wong isih sore sajake padhang mbulane.
Hari masih sore kelihatannya bulan bersinar terang.
d. Tinimbang dhewe kula nggih gelem ngeterke.
Daripada sendiri saya mau mengantar.
2. a. E…e…kangmase sing gagah tur ganteng dhewe.
E…pria yang gagah dan paling tampan.
b. Kula kesesa wong pancen enten perlune.
Saya tergesa-gesa karena ada perlu.
c. Mindhak kedalon sanadyan wulan purnama.
Nanti hari semakin malam walaupun bulan purnama.
d. Yen pancen kersa mangga ta, sampun suwala.
Jika memang mau silahkan tidak usah hanya bicara.
3. a. Aduh mbak ayu sing kenes rada kemayu.
Aduh gadis cantik, yang agak banyak bertingkah.
b. Lega lan lila bisa dadi pendherekmu. Saya ikhlas dan rela bisa menjadi pendampingmu.
c. Janji ra ana wong liya kang bakal nesu. Janji tidak ada orang lain yang akan marah. d. Janji ra ana pria kang dadi duwekmu. Janji tidak ada laki-laki yang sudah menjadi
milikmu. 4. a. Dhuh-adhuh kangmas, ja gela
penggalihe.
Dhuh-adhuh kakak, jangan kamu kecewa.
b. Ya mesthi wae aku iki ana sing nduwe. Ya pasti saja saya ini ada yang punya. c. Yen aku blaka sliramu ja banjur gela. Jika saya jujur kamu jangan kecewa. d. Rama lan ibu duwekku tan ana liya. Ayah dan ibu punyaku tidak ada yang lain. 5. a. Jalan sore enake karo pacare jarene. Jalan sore enak bersama pacar katanya.
b. Nadyan nembe kenalan kaya wis suwe tepunge.
Walaupun baru kenal tapi seperti sudah lama kenalnya.
c. Ja sembrana ya mas ya ana sing duka. Jangan kurang ajar ya kak ya ada yang marah. d. Yen pancen tresna ndang sowan ibu
lan rama.
Terang bulan bersenda gurau dan bernyanyi lagu cinta.
6. a. Padhang mbulan gojekan lan kekidungan katresnan.
Terang bulan bersenda gurau dan bernyanyi lagu cinta.
b. Janji donya delahan, yen ati nandhang kasmaran.
Janji dunia akhirat, jika hati jatuh cinta.
d. Sing penting bukti ora mung ana ing lathi.
Yang penting bukti tidak hanya di bibir saja.
2.5.1 Analisis Struktur Fisik Syair “Kenalan Anyar” 2.5.1.1 Persajakan
Dalam syair lagu “Kenalan Anyar“ terdapat pengulangan kata. Contohnya pada bait ke empat baris pertama (4a) yang bunyinya ‘dhuh – adhuh‘. Ini berfungsi untuk mempertegas kata ‘aduh‘ agar lebih dalam maknanya. Pada bait tiga baris tiga dan empat (3c) dan (3d) terdapat pengulangan kata ‘Janji ra ana’ ini berfungsi untuk mempertegas janji tidak ada yang akan marah dan kamu tidak punya pacar. Selain itu juga berfungsi untuk memperdalam maknanya.
2.5.1.2 Diksi
Syair lagu “Kenalan Anyar“ (Kenalan baru) ini, kata-kata yang dipilih umumnya mengacu pada lima hal, yakni: (1) Seorang laki-laki yang sedang merayu seorang perempuan. Ia ingin mengantar pulang si perempuan itu. (2) Si perempuan pun memang sudah kemalaman dan harus segera pulang. Jadi jika memang mau mengantar silahkan saja. (3) Tentu saja dia mau, dengan senang hati. Tapi jika tidak ada orang yang akan marah dan pria lain yang sudah menjadi punyamu.
(4) Tentu saja si perempuan ini sudah ada yang punya, yaitu bapak dan ibunya. Jadi jangan kecewa dulu. (5) Laki-laki itu merayu si perempuan itu lagi. Tapi si perempuan itu tidak mau kalau hanya mengobral janji, yang penting adalah bukti. Kata-kata yang dipilih adalah kata-kata yang di gunakan dalam keseharian. Misalnya: ‘Ja sembrana yam as ya ana sing duka’.
2.5.1.3 Pengimajian (image) daya bayang
Pengimajian pada syair lagu ini ada daya bayang pendengaran. Kita seolah-olah bisa mendengarkan seorang laki-laki yang sedang merayu seorang perempuan. Dia ingin mengantar pulang si perempuan. Ini tergambar pada bait pertama. Selain itu pada bait lima baris pertama yang berbunyi ‘Jalan sore enake karo pacare jarene’ (5a). Dan baris ke dua, bunyinya ‘Nadyan nembe kenalan kaya wis suwe tepunge’ (5b). Tergambar pula pada bait enam, yaitu baris pertama, yang bunyinya ‘Padhang mbulan gojekan lan kekidungan katresnan‘ (6a). Dan baris ke dua, bunyinya ‘Janji donya delahan, yen ati nandhang kasmaran (6b). Jadi syair lagu ini didomonasi oleh daya bayang pendengaran. Kita bisa mendengar bagaimana seorang laki-laki yang sedang merayu seorang perempuan.
2.5.1.4 Gaya Bahasa
bahasa yang menyatakan hal/keadaan dua kali. Maksudnya supaya arti kata atau keadaan itu lebih mendalam bagi pembaca atau pendengar.
Misalnya: Wong isih sore sajake padhang mbulane (1c) Mindhak kedalon sanadyan wulan purnama (2c)
Kata padhang mbulane sama dengan wulan purnama. Memang dalam tautologi seringkali kata yang dipergunakan untuk mengulang itu tidak sama, tetapi artinya sama atau hampir sama.
2.5.2 Analisis Stuktur Batin (isi) Syair “Kenalan Anyar” 2.5.2.1 Tema
Gagasan pokok dalam syair lagu “Kenalan Anyar“ adalah: menggambarkan seorang laki-laki yang suka merayu perempuan.ingin mengantarkan pulang (pada bait pertama). Lalu si perempuan mau saja diantar pulang soalnya sudah malam dan harus segera pulang (pada bait dua). Si laki-laki itu dengan senang hati mau saja mengantarnya pulang asalkan tidak ada yang marah dan sudah ada yang punya (pada bait tiga).
Si perempuan itu tentu saja sudah ada yang punya, yaitu bapak dan ibunya, jadi jangan kecewa dulu (pada bait empat). Si laki-laki terus saja merayu dan menggoda si perempuan itu, lalu si perempuan itu tidak mau kalau hanya mengobral
janji, yang penting adalah bukti. Jika memang cinta cepat saja menemui bapak ibuku (pada bait lima dan enam).
Jadi tema syair lagu ini adalah jadi orang jangan suka berjanji palsu, tetapi yang penting adalah buktinya.
2.5.2.2 Nada/tone
Nada/tone dalam syair lagu ini adalah: penyair menyindir seorang laki-laki yang sukanya merayu dan tidak ada buktinya. Jadi sebagai seorang perempuan juga harus waspada. Diselidiki dulu kebenarannya. Jadi, nada/tone dalam syair lagu ini adalah menyindir/sindiran.
2.5.2.3 Amanat
Syair lagu “Kenalan Anyar“ (Kenalan baru) amanatnya adalah: jadi orang jangan suka mengobral janji palsu, bukti yang nyata adalah yang terpenting.
2.6 Analisis Struktur Syair “Prasetyaku“
Syair lagu “Prasetyaku“ terdiri dari empat bait dan masing-masing bait terdiri atas empat baris. Pada bait pertama rima bunyi akhirnya a, a, a, a. Bait dua rima bunyi akhirnya adalah a, b, b, b. Adapun pada bait tiga rima bunyi akhirnya a, b, c, d. Serta pada bait terakhir rima bunyi akhirnya a, b, b, a.
Berikut ini syair lagu “Prasetyaku“ (Janjiku):
No Lirik Arti
1. a. Aku prasetya ing janji. Aku bersumpah setia di dalam janji.
b. Mung sliramu wong kang dak
tresnani.
Hanya dirimu orang yang saya cintai.
c. Hanya dirimu orang yang saya
cintai.
Sampai mati hanya satu.
d. Kekasihku pepujaning ati. Kekasihku pujaan hatiku.
2. a. Apa aku bisa klakon. Apa bisa terlaksana.
b. Rina wengi anyandhing sliramu. Malam hari bersama dirimu.
c. Ngelak angorong jiwaku. Haus, butuh sekali jiwaku.
d. Tinelesan asih mring tresnamu. Bebasahan cinta terhadap cintamu.
3. a. Ing rina agawe bingung. Di malam membuat bimbang.
b. Jroning ati trus kayungyun . Dalam hati selalu rindu.
c. Necep madu manising asmara. Menghisap madu dalam manisnya cinta.
4. a. Prasetya tulusing kalbu. Janji tulus di dalam hati.
b. Sineksenan awiyat lan bumi. Langit dan bumi yang bersaksi.
c. Among sira kang dak anti. Hanya dirimu yang aku tunggu.
2.6.1 Analisis Struktur Fisik Syair “Prasetyaku” 2.6.1.1 Persajakan
Dalam syair lagu “Prasetyaku“ terdapat pengulangan kata pada bait dua baris ke empat (2d) yaitu ‘tinelesan‘. Kata ini sebenarnya berasal dari kata teles-teles yang artinya basah-basah. Kemudian lebih dipersingkat lagi menjadi ‘tinelesan‘. Ini berfungsi untuk mempertegas makna basah menjadi bebasahan. Selain itu pada bait pertama baris ke tiga (1c) ada kata ‘sawiji‘ yang berarti menyatu/menjadi satu. Kata sawiji berasal dari kata siji yang artinya satu, kemudian diulang menjadi ‘sawiji ‘. Ini juga berfungsi untuk lebih mempertegas makna kata ‘satu‘ menjadi menyatu/menjadi satu.
2.6.1.2 Diksi
Kata-kata yang dipilih umumnya mengacu pada tiga hal yakni: (1) Seorang yang sedang jatuh cinta kepada seseorang dan sampai mati hanya orang itulah yang akan ia cintai (pada bait pertama). Selain itu ia mempunyai impian apakah ia akan mendapatkan seorang yang ia cintai itu, disetiap malam bersamanya (pada bait dua). (2) Setiap hari hanya membuat bimbang di hati, setiap malam menjadi impian menghisap madu dalam manisnya cinta (pada bait tiga). (3) Hanya dirimu yang akan di tunggu, itulah janji dalam hati yang disaksikan langit dan bumi, untuk mengobati asmara di hati (pada bait empat).
2.6.1.3 Pengimajian (image) daya bayang
Pengimajian pada syair lagu ini adalah daya bayang perasaan. Di sini tergambar perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta dan mengucap janji setia. Sampai mati hanya dirimu yang akan aku cintai (1 c). Setiap malam membuat bimbang di hati, karena selalu rindu akan kehadirannya (3 a) dan (3 b). Janji tulus di dalam hati yang bersaksikan langit dan bumi hanya dirimu yang selalu ditunggu untuk mengobati asmara di hati (bait empat).
Ini semua melibatkan perasaan di dalam hati. Jadi daya imajinya adalah menggunakan perasaan.
2.6.1.4 Gaya Bahasa
Syair “Prasetyaku” (Janjiku) ini menggunakan gaya bahasa hiperbola, yaitu adalah sarana retorika yang melebih-lebihkan suatu hal, keadaan. Maksudnya adalah untuk menyangatkan, untuk intensitas dan ekspresifitas.
Misalnya : Ngelak angorong jiwaku (2 c) Tinelesan asih mring tresnamu (2 d) Necep madu manising asmara (3 d)
2.6.2 Analisis Struktur Batin (isi) Syair “Prasetyaku” 2.6.2.1 Tema
Gagasan pokok dalam syair lagu “Prasetyaku“ (Janjiku) adalah: menggambarkan seorang yang sedang jatuh cinta, yang bersumpah sampai mati hanya satu cinta dan apakah semua itu bisa kesampaian. Setiap malam dapat bersama dirimu karena jiwanya sudah butuh sekali cintamu (pada bait satu dan dua). Setiap malam membuat bimbang karena selalu rindu akan hadirmu, menjadi impian untuk memiliki dirimu dalan manisnya cinta (pada bait tiga). Janji tulus di dalam hati yang bersaksikan langit dan bumi yaitu hanya dirimu yang ditunggu untuk mengobati asmara di dalam hati (pada bait empat).
Jadi temanya adalah: seorang yang berjanji setia kepada orang yang dicintainya, hanya satu yang ia cintai dan sampai mati akan selalu setia.
2.6.2.2 Nada (tone)
Dalam syair lagu ini penyair menggambarkan seorang yang sedang jatuh cinta dan bersumpah setia kepada kekasih hatinya. Dia juga mengungkapkan perasaan hatinya bahwa sampai mati cintanya hanya satu, yaitu buat kekasih hatinya.
Jadi nada/tone dalam syair lagu ini adalah ungkapan perasaan seorang yang sedang jatuh cinta dan bersumpah setia kepada kekasih hatinya.
2.6.2.3 Amanat
Amanat dalam syair lagu “Prasetyaku“ (Janjiku) adalah seseorang yang sudah berjanji/bersumpah setia harus ditepati agar tidak mengecewakan orang yang kita cintai.
2.7 Analisis Struktur Syair “Merapi“
Syair lagu “Merapi“ terdiri dari empat bait dan masing-masing bait terdiri atas empat baris. Pada bait satu, dua, dan empat rima bunyi akhirnya a, a, b, b. Sedangkan pada bait tiga rima bunyi akhirnya adalah a, a, a, a. Berikut ini syair lagu “Merapi“:
No Lirik Arti
1. a. Katon gagah sinawang. Tampak gagah terlihat.
b. Wayah esuk bareng jumedhuling
padhang.
Pagi hari bersama munculnya terang.
c. Pancen ngelam-elami. Memang membuat kagum.
d. Sesawangan kang endah gunung
Merapi.
Kelihatan indah gunung Merapi.
2. a. Kondhang kaonang-onang. Termasyhur dan sangat terkenal.
b. Ing Nuswantara tekan ing tanah
sabrang.
Di nusantara sampai ke mancanegara.
c. Krodhane ngedab-edabi. Marahnya membuat kagum.
d. Bisa ngrusak satemah gawe pepati. Bisa merusak juga menyebabkan
kematian.
b. Dadi sumber panguripan lan rejeki. Menjadi sumber kehidupan dan rejeki.
c. Gunung Merapi. Gunung Merapi.
d. Ngasilake bahan bangunan sayekti. Menghasilkan bahan bangunan yang
nyata.
4. a. Gesik watu lan krikil. Pasir, batu, dan kerikil.
b. Pancen becik satuhu dha kasil. Memang bagus sebenarnya bisa menjadi
hasil.
c. Nadyan sumber rejeki. Walaupun sumber rejeki.
d. Padha eling bebayan gunung
merapi.
Ingatlah semua akan bahaya gunung
Merapi.
2.7.1 Analisis Struktur Fisik Syair “Merapi” 2.7.1.1 Persajakan
Dalam syair lagu “Merapi“ terdapat pengulangan kata pada bait pertama baris ke tiga (1c) yaitu kata ‘ngelam-elami‘ yang berarti membuat kagum. Pada bait dua baris pertama (2a) juga ada, yaitu kata ‘kaonang-onang‘ yang berarti sangat terkenal. Pada bait dua baris ke tiga (2c) yaitu kata ‘ngedab-edabi‘ yang berarti membuat kagum. Semua itu berfungsi untuk penegasan makna. Agar lebih jelas lagi. Selain itu pengulangan kata ‘gunung Merapi‘ terdapat pada bait pertama baris ke empat (1d), bait ke tiga baris pertama (3a), baris ke tiga (3 c),dan pada bait ke empat baris ke empat (4d). Ini juga berfungsi untuk mempertegas makna.
2.7.1.2 Diksi
Dalam syair “Merapi“ ini kata-kata yang dipilih umumnya mengacu pada dua hal, yakni: (1) Kekaguman terhadap Gunung Merapi yang sangat gagah dan sudah terkenal sampai ke mancanegara. Aktifitasnya mengagumkan, tetapi juga bisa menyebabkan kematian (pada bait pertama dan ke dua). (2) Gunung Merapi bisa menjadi sumber kehidupan dan rejeki, menghasilkan bahan bangunan yang nyata, tetapi kita juga harus waspada akan bahaya gunung Merapi (pada bait tiga dan empat).
2.7.1.3 Pengimajian (image) daya bayang
Pengimajian pada syair lagu “Merapi“ ada daya imaji penglihatan, yaitu pada bait satu dan dua. Di situ diungkapkan kegagahan gunung Merapi dipagi hari bersamaan dengan terbitnya matahari. Gunung Merapi sudah terkenal sampai mancanegara. Kita seolah-olah bisa melihat kegagahan gunung Merapi lewat syair tersebut.
Selain penglihatan ada imaji pendengaran, ini terlihat pada bait tiga dan empat. Memang gunung Merapi menjadi sumber kehidupan dan rejeki, menghasilkan bahan bangunan. Tetapi kita harus tetap waspada terhadap bahaya gunung Merapi.
Jadi syair lagu ini didomonasi oleh daya imajinasi penglihatan dan pendengaran.
2.7.1.4 Gaya Bahasa
Dalam syair lagu “Merapi“ menggunakan gaya bahasa hiperbola, yaitu melebih-lebihkan suatu hal, keadaan. Ini bermaksud untuk menyangatkan.
Misalnya : Pancen ngelam-elami (1 c) Kondhang kaonang-onang (2 a) Krodane ngedab-edabi (2 c)
2.7.2 Analisis Struktur Batin (isi) Syair “Merapi” 2.7.2.1 Tema
Gagasan pokok dalam syair lagu “Merapi“ adalah menggambarkan keindahan dan kegagahan gunung Merapi yang sudah termashyur sampai ke mancanegara, aktifitasnya yang sangat mengagumkan, tapi bisa menyebabkan kematian juga (pada bait satu dan dua). Gunung Merapi menjadi sumber kehidupan dan rejeki serta dapat menghasilkan bahan bangunan, tetapi kita juga harus selalu waspada akan bahaya gunung Merapi (pada bait tiga dan empat).
Jadi temanya adalah: kegagahan gunung Merapi dan kehebatan gunung Merapi, sehingga bisa menjadi sumber kehidupan dan rejeki, tetapi kita juga harus menjaga dan melestarikannya agar tidak menyebabkan bahaya/kerusakan.
2.7.2.2 Nada (tone)
Merapi, termashyurnya gunung Merapi, serta apa yang dihasilkan gunung Merapi. Tetapi kita juga harus selalu waspada akan bahaya dari gunung Merapi. Jadi nada/tone dalam syair lagu ini adalah kekaguman dan kewaspadaan.
2.7.2.3 Amanat
Amanat dalam syair lagu “Merapi“ adalah: walaupun sebagai sumber rejeki gunung merapi dapat mengakibatkan kematian, maka kita harus selalu waspada terhadap bahaya gunung Merapi. Kalau perlu kita ikut menjaga dan melestarikannya.