• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.2.1 Analisis Terhadap Ancaman Validitas Internal Penelitian

Berikut merupakan jenis-jenis ancaman terhadap validitas internal penelitian dan cara pengendaliannya.

Tabel 4. 32 Pengendalian Terhadap Ancaman Validitas Internal

No Ancaman Validitas Internal Tingkat Ancaman Terkendali Keterangan Ya / Tidak

1 Sejarah (history) Rendah Ya

4.2.3 Penelitian

dilaksanakan dalam waktu singkat atau selama ± 2 minggu. 2 Difusi treatment atau kontaminasi (diffusion of treatment or contamination) Rendah-menengah Ya 4.2.4 Kedua kelompok tidak ada komunikasi terkait model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match secara sistematis dan berjanji agar tidak saling mempelajari treatment pada kelompok eksperimen. 3 Perilaku kompensatoris Rendah-menengah Tidak 4.2.5 Kelompok kontrol tidak diberikan treatment yang sama dengan kelompok eksperimen, setelah penelitian selesai. 4 Maturasi Rendah Ya 4.2.6 Penelitian dilaksanakan selama ± 2 minggu. 4.2.7 Penggunaan pretest

dan posttest yang sama untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen.

5 Regresi statistik Rendah Ya

4.2.8 Hasil uji korelasi pretest-posttest I negative dan tidak signifikan.

6 Mortalitas

(mortality) Menengah Ya

4.2.9 Penelitian

dilaksanakan dalam waktu singkat atau selama ± 2 minggu. 4.2.10 Selama

108 posttest II semua siswa hadir. 7 Pengujian(testing) Rendah Ya 4.2.11 Kelompok kontrol dan eksperimen sama-sama diberi pretest. 8 (instrumentation) Instrumentasi Rendah- menengah-tinggi Ya 4.2.12 Memeriksa kelayakan instrumen. 4.2.13 Menggunakan instrumen yang sama saat pretest dan posttest.

9 Lokasi (location)

Menengah-tinggi Ya

4.2.14 Lingkungan dan kondisi ruang kelas kelompok kontrol dan eksperimen kurang lebih sama.

10 Karakteristik subjek (subjek characteristics) Menengah-tinggi Ya 4.2.15 Kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama. 4.2.16 Perbandingan

gender pada kedua kelompok sama. 11 Implementasi (implementation) Tinggi Ya 4.2.17 Pembelajaran di kedua kelompok menggunakan guru yang sama.

Berdasarkan tabel 4.32 menunjukkan ancaman yang dapat dikendalikan pada penelitian ini adalah sejarah, difusi treatment, maturasi, regresi statistik, mortalitas, pengujian, instrumentasi, lokasi, karakteristik subjek, dan implementasi. Ancaman validitas internal yang tidak dapat dikendalikan yaitu perilaku kompensatoris dengan tingkat ancaman rendah-menengah. Dari tabel tersebut, 10 dari 11 jenis ancaman dapat dikendalikan dengan baik dan tidak ada temuan data yang menunjukkan ancaman yang berdampak sistemik. Maka kredibilitas kesimpulan penelitian dapat dipercaya.

Berikut penjelasan ancaman terhadap validitas internal penelitian dan cara pengendaliannya. Selama penelitian yang dilakukan di SD salah satu sekolah swasta di Yogyakarta, banyak peristiwa / hal-hal yang dapat mengancam validitas internal penelitian. Setiap ancaman dikendalikan dengan solusi yang ada. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan pertemuan selama empat kali pertemuan yaitu, 03 September 2018 hingga 17 September 2017 (selama dua minggu) di SD salah satu sekolah swasta di Yogyakarta. Hal tersebut untuk

109 mencegah terjadinya ancaman validitas internal berupa sejarah. Dalam penelitian ini ancaman validitas berupa sejarah dapat dikendalikan dengan baik. Selama penelitian setiap kelompok menggunakan kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar seperti biasanya. Dalam penelitian ini kelas A sebagai kelompok kontrol dan kelas B sebagai kelas eksperimen. Ruangan yang digunakan untuk belajar berbeda, tetapi seluruh sarana prasana yang digunakan untuk belajar sama, maka ancaman validitas berupa lokasi dapat dikendalikan dengan baik.

Pemilihan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan dengan cara random dan disaksikan oleh kepala sekolah dan guru mitra. Agar tidak bias, pembelajaran pada kedua kelompok dilakukan oleh guru yang sama, yang dibedakan hanya model pembelajarannya saja. Hal tersebut untuk mengendalikan ancaman validitas internal berupa implementasi. Perbedaan cara mengajar guru dapat mempengaruhi hasil posttest. Instrumen yang digunakan pada kedua kelompok juga sama. Instrumen berupa soal essay yang terdiri dari 6 nomor soal dan setiap soalnya memiliki subsoal a,b, dan c. Instrumen ini digunakan dari pretest hingga posttest II. Instumen diperiksa terlebih dahulu untuk mencegah ancaman validitas internal berupa instrumentasi. Namun, ada beberapa siswa yang mengalami kebosanan dalam mengerjakan soal yang sama, terutama saat posttest II. Peneliti mengantisipasi dengan cara memotivasi siswa dalam bentuk apresiasi diakhir penelitian. Selain itu, pretest yang berlaku untuk kelompok kontrol dan kelompok eksperimen juga mengurangi ancaman terhadap validitas internal berupa pengujian. Dalam hal ini, ancaman validitas internal berupa instrumentasi dan pengujian dapat dikendalikan dengan baik.

Saat pelaksanaan pretest hingga posttest II semua siswa hadir, sehingga ancaman validitas internal berupa mortalitas dapat dikendalikan dengan baik. Siswa dari kedua kelompok penelitian tidak melakukan komunikasi secara sistematis selama penelitian berlangsung, sehingga ancaman validitas berupa difusi treatment dapat dikendalikan dengan baik. Perilaku kompensatoris tidak dapat dikendalikan dengan baik karena pada penelitian ini, siswa pada kelompok kontrol tidak diberikan treatment yang sama dengan kelompok eksperimen. Ancaman tersebut tidak berdampak secara praktis terhadap kredibilitas kesimpulan yang diambil. Secara etika, solusinya yaitu dengan memberikan

110 pembelajaran dengan model yang sama dengan kelompok eksperimen setelah selesai penelitian, tetapi keterbatasan waktu guru mitra yang tidak memungkinkan untuk melakukan pembelajaran yang sama di kelas kelompok kontrol.

Saat akan melakukan penelitian, kedua kelompok diberikan pretest yang sama untuk melihat apakah kedua kelompok mempunyai kemampuan awal yang sama. Setelah pertemuan keempat, kelompok kontrol dan kelompok eksperimen diberikan soal posttest I yang sama, untuk mencegah maturasi. Dalam penelitian ini ancaman validitas internal berupa maturasi dapat dikendalikan dengan baik. Tujuan lain dari pretest yaitu mengetahui karakter siswa pada kelompok kontrol dan eksperimen, apakah kedua kelompok memiliki kemampuan awal yang sama atau tidak. Selain itu, untuk melihat besar pengaruh perlakuan dengan melihat selisih skor pretest dan posttest. Semua siswa pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pun mempunyai perbandingan jumlah siswa laki-laki dan jumlah siswa perempuan yang sama. Dalam hal ini ancaman validitas internal berupa karakteristik subjek dapat dikendalikan.

Dokumen terkait